Blush!

"WHAT?!" Kagami melepaskan Mayuzumi dengan memasang wajah syoknya.

"K-kauuuuu!" aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Terkutuklah mulut ini!

"sudahlah. Hentikan kebisingan kalian." Mayuzumi menatapku dengan serius, diikuti dengan Kuroko dan Kagami yang masih dalam mode bingungnya.

"ini menyangkut eksitensimu di dunia ini, Nijimura Shuuzou" lanjutnya, "juga pemuda bernama Haizaki Shougo ini."

.

.

.

Always in your side, right?

Disclaimer : KNB bukan milik Eqa.

Summary !

Nijimura sudah tiada, namun kini ia berubah menjadi sesosok hantu. Dengan bantuan Tetsuya dan Chihiro, Nijimura akan mencoba mengungkapkan misteri kematiannya!

Genre : Romance, Mystery, Fantasy, Supernatural, little bit humor gagal

Warning!

OOC,YAOI, AU, TYPO EVERYWHERE, Sibling!MayuKuro, Angel!Kagami, Ghost!Nijimura. dan keanehan lainnya!

Pairing! (untuk chappy ini)

NijiHai! AoKaga! Akakuro!

.

.


Chapter III

Day : one part 2


.

Suasana kembali hening, Mayuzumi duduk di kursi guru UKS yang kebetulan terletak tak jauh darinya, sambil membakar sebatang rokok dan menghisapnya secara perlahan lalu kembali menatapku. Aku masih tidak mengerti dengan semua yang terjadi, Banyak sekali pertanyaan yang ingin kuungkapkan didalam pikiranku, lebih tepatnya sih aku ingin menyangkal semua yang kulihat saat ini

"eksitensiku? Apa maksudmu?" tanyaku setengah bingung, menatap Mayuzumi yang tengah serius. Sekilas tadi, aku dapat melihat Kuroko yang langsung tersadar akan maksud darinya "apakah eksitensiku ini berhubungan dengan keadaan si brengsek ini?"

"tepat sekali." Jawab singkat Mayuzumi, lalu menatap Kuroko sekilas "Tetsuya, bisa kau jelaskan padanya?"

"baik Nii-chan." Kuroko menganggukkan kepalanya dan menatapku " Nijimura-senpai, apa kau masih ingat saat-saat terakhir kau masih hidup?" Tanya Kuroko membuka penjelasannya. Aku masih terdiam mencoba mengingat-ngingat saat-saat terakhirku saat itu, namun hasilnya nihil. Aku tidak ingat sama sekali.

'Karena yang terakhir kali kuingat adalah tangisan dari si brengsek itu sendiri. Sebelumnya? Setelahnya? Tidak, bukan itu yang dimaksud kuroko.'

"kuanggap jawabannya adalah tidak." Kuroko kini melirik Haizaki yang masih tertidur dikasur UKS, membuat alisku sedikit mengkerut bingung. "Haizaki-kun lah orang terakhir yang bersamamu sebelum kau mati. Hanya dia satu-satunya orang yang tidak merelakanmu pergi dari dunia ini. Karenanya, membuat jiwa dan kesadaranmu terjebak dalam dunia ini tanpa tujuan sama sekali."

"Akibatnya, Jika kau terus berada disini, ada kemungkinan kau tidak akan mengalami sirklus reinkarnasi seperti jiwa manusia pada umumnya. Sayup-sayup namun pasti, dan secara perlahan akan lenyap begitu saja." Jelas Mayuzumi menutup pembicaraan, "kau paham?"

"itu—"

"Arrrkkk! GUE GAK NGERTI LO PADA NGOMONG APA?! YANG JELAS, LO MESTI TANGGUNG JAWAB MAYUZUMI-SAN!" sang malaikat,memotong perkataanku dan kini mengganti topik pembicaraan dengan kembali mencekik Mayuzumi dengan tidak elitnya .

"Kagami-kun, tenanglah." Kuroko mencoba menenangkan Kagami dengan caranya. Well, jika kulihat dengan teliti, sepertinya wajah Kuroko sedikit merah? Apa dia sakit?

"jadi namanya Kagami, huh?" aku kembali menatap Kagami dari atas kebawah, kuakui malaikat satu ini mirip seperti preman pasar. Ah, mungkin masih lebih baik daripada si brengsek yang tengah terkapar di atas kasur itu ataupun seorang ganguro yang hobi membaca majalah nista.

"apa ini pertama kalinya kau melihat malaikat?" Tanya Kuroko memastikan

Aku menaikkan bahuku sedikit "ya, ini pertama kalinya aku melihat malaikat."

Mayuzumi kembali melepaskan cengkraman tangan Kagami dari lehernya,"dia memang malaikat, hanya saja, dia sangat ceroboh untuk melaksanakan tugasnya sebagai malaikat."

"APA MAKSUDMU DENGAN GUE CEROBOH,HUH?!"

"Tapi kau memang ceroboh, Kagami-kun…" Kuroko menatap datar sang malaikat, bermaksud untuk membela sang kakak, walau tersirat akan nada mengejek.


-flashback-


"jadi… aku harus membimbing tiga ratus nyawa tak berdosa ini menuju tempat reinkarnasi, huh?" sahut Kagami sambil melihat catatannya yang berupa buku kecil bersampul putih. Kebetulan sekali saat ini, Kagami mendapat tugas perdananya untuk mengantarkan ratusan nyawa tak berdosa menuju surga, "Yosh! Baiklah akan kulakukan yang terbaik!"

Tangannya ia lebarkan keatas, mencoba memunculkan sebuah pintu gerbang rengkarnasi sebelum para jiwa manusia tersebut dapat kembali terlahir kembali dengan sosok tubuh yang baru.

Rencana awalnya, ia akan memunculkan sebuah gerbang putih yang sangat besar, dengan ornament-ornamen emas yang tidak dapat dibayangkan yang sebelumnya sudah diajarkan oleh para malaikat senior.

.

.

.

Rencananya sih demikian…

.

.

.

Hanya saja…

.

.

Yang dia munculkan bukan sesuatu yang ia rencanakan…

.

.

.

"kenapa gerbangnya reot ya?" gumamnya dengan watados khas miliknya. Kini dapat terlihat dengan jelas, sebuah gerbang reot dengan aura hitam yang mencuat begitu kuat dan diselimuti teriakkan pilu dari penghuni didalam sana serta tengkorak-tengkorak gosong yang menghiasi gerbang tersebut. Entah Kagami yang terlalu cuek, atau memang ia terlalu bodoh untuk membedakan dua gerbang yang jelas-jelas berbanding terbalik itudan membiarkan para jiwa tak berdosa masuk kedalamnya.

"semoga hidup kalian lebih baik yaaa!" ia tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada tiga ratus jiwa tak berdosa menuju neraka

Kesimpulan yang dapat kita ambil : jangan pernah tertipu dengan wujud gerbang yang jelas-jelas berbeda 180 derajad. Jika terjadi demikian, segeralah pergi kedokter mata terdekat untuk memeriksakan mata anda.

.


-End Flashback-


.

"akibat ulahnya, Malaikat senior menghukumnya dengan menurunkannya dari surga untuk mengawasi seorang manusia. Tentu saja, ia diberi wujud manusia oleh sang malaikat senior untuk mempermudah Kagami-kun bekerja" jelas Kuroko dengan tatapan sedatar triplek. Seakan seluruh dari perkataannya adalah sebuah sindiran yang ditunjukkan ke sang malaikat

"lalu, karena kasihan . Aku juga memasukkannya ke SMA ini agar memudahkan pekerjaannya. Walau sebenarnya, aku agak tidak rela—"

"—Tapi, aku cukup puas juga, memberikan tugas mengawasi Aomine-kun" tambah Chihiro dengan penekanan kata 'kasihan' dan 'tidak rela' tentu saja ia juga memasang wajah super datar seperti adiknya.

"oh.." Baiklah, aku mengakui jika aku merasa terkejut melihat seorang malaikat sebodoh ini. Eh, tunggu! Malaikat senior? reinkarnasi?

"Kuroko, Chihiro-san, kenapa kalian bercerita seolah-olah ini adalah hal yang wajar?" kini aku tersadar akan sesuatu. selain bisa melihat eksitensiku sebagai hantu, Kuroko dan Mayuzumi juga bisa berkomunikasi denganku. Terlebih lagi Mayuzumi yang dengan mudah memerintah seorang malaikat seperti Kagami.

"karena hal ini memang wajar bagi kami."

"dan tidak ada yang perlu kau ketahui dari kami berdua." Jelas Mayuzumi, walau sejujurnya membuatku sangat merasa curiga. Mayuzumi segera melihat jam tangannya sebelum akhirnya bangkit dari kursinya

"Tetsuya, sebaiknya kau kembali ke kelasmu. Sebentar lagi bel akan berbunyi." Mayuzumi melirik Kagami dengan tatapan sedingin es "dan kau, kuharap kau tidak banyak protes dengan mandat yang diberikan padamu" yang otomatis membuat Kagami menegang kaget dengan aura mengerikan yang dikeluarkan oleh sang guru Uks

"Oh, aku lupa satu hal. Nijimura-kun, Kuharap kau segera bertindak atau Jiwamu benar-benar hilang dari dunia ini." Ia segera melenggang pergi dari ruang uks, diikuti Kuroko dan Kagami yang terlihat lemas dengan perkataan Mayuzumi

Meninggalkanku seorang diri

Seperti butiran debu

"aku tanpamu, butiran debu~"

"hoy, Author sableng, aku gak segitunya kale" Aku menatap Author yang sedang tertawa nista dari balik layar ajaibnya.

Ah, lupakan. Lebih baik memikirkan perkataan Mayuzumi sebelumnya."Bicara memang mudah, tapi apa yang harus kulakukan?" gumamku sendiri

.

.

.

.

-skip time-

.

.

.


-normal pov-


"Tetsuya, aku tidak suka melihat seseorang mengacuhkanku ketika aku sedang berbicara. Terlebih jika itu adalah kau." seorang pemuda bersurai merah menyala. Akashi Seijuurou, memandang kesal –dibalik wajah sok jaim miliknya- kearah Kuroko yang tengah melamun. Hal yang sangat jarang terjadi disaat ia bersama kuroko.

Saat ini mereka tengah duduk berdua didalam kelas yang sudah bubar beberapa saat yang lalu. Sangat jarang ia mendapatkan waktu kosong untuk bermesraan dengan kekasihnya. Dan kini, Tetsuya-nya mengacuhkannya. Hey, siapapun pasti kesal bukan?

"ah. maafkan aku, Akashi-kun."

"Ada yang sedang kau pikirkan hingga mengacuhkanku?"

"tanpa kujawab pun, kau sudah dapat menebaknya."

Akashi menghela nafasnya, kekasihnya saat ini memang mudah sekali menghawatirkan orang lain. Ia tahu jika kekasihya dapat melihat arwah, tidak seperti dirinya dan para anggota kisedai lainnya. "Jika yang kau maksud adalah Nijimura-senpai, aku yakin jiwanya tidak tenang saat i—"

"tapi, arwahnya memang tidak tenang, Akashi-kun" jelas Kuroko memotong perkataan Akashi. Ia menatap intens kearah manik dwi-warna milik Akashi, "ini menyangkut Haizaki-kun juga"

Diam sejenak, Akashi mencoba mencerna perkataan dari Kuroko. Memang tidak sampai satu menit untuk mencerna perkataan sang kekasih, tapi itu sudah cukup membuat seorang Akashi mengerutkan dahinya.

"Kalian mencoba membantunya?"

"ya, setidaknya itu yang ingin kulakukan."

Memijit keningnya pegal dan menghela nafas kembali "dengar, Tetsuya. Mungkin aku memang tidak bisa melihat hantu, terlebih lagi arwah Nijimura-san. Tapi, setidaknya bisakah kau sedikit mengandalkanku?"

"tapi—"

"Tetsuya, perkataanku adalah?"

"absolut"

"lalu jawabanmu?"

Kini berganti Kuroko yang menghela nafasnya "tentu, Akashi-kun."

"bagus." Akashi mendekatkan wajahnya, dan mencium kening sang bayangan Teikou tersebut, "Aku akan menjagamu"

"tentu, Akashi-kun."


"semua yang kulakukan karena aku tidak ingin kau terluka seperti dulu"


Tanggal x2, bulan xx, tahun 20xx

Ternyata benar, Haizaki-kun lah yang membuat Arwah Nijimura-senpai terjebak akan ketidak-pastian. Aku sedikit heran dengan rencana yang dipikirkan nii-chan. Akashi-kun juga ingin membantuku, namun aku tidak ingin merepotkannya.

Dan, berharap saja bila besok, kagami-kun masih bisa berjalan

Ah, hari ini aku membeli dua paket foto special 'live' AoKaga dari Momoi-san~

.


-in other side-


.

"Tumben sekali kau tidak segera membawanya ketempat Reinkarnasi, Mayuzumi-kun." Tanya seorang pemuda berambut hitam pekat berusia dua puluhan kearah Mayuzumi yang kini sedang membeli sekaleng kopi dari Vending Machine. Ia mengenakan setelan kemeja guru sama seperti Mayuzumi, wajahnya tenang dan tampak muda. Berbeda dengan Mayuzumi yang hanyalah seorang guru UKS, ia tidak memakai jas dokter seperti Mayuzumi

"hn?"

"aku tahu kau berpura-pura tidak tahu, Mayuzumi-kun" ucap sang pemuda, "kau sepertinya sudah terlalu mendalami peranmu sebagai manusia. Lemah dengan perasaanmu sendiri." Cibirnya yang diketahui bernama Himuro Tatsuya

"oh ya?" Mayuzumi bertanya, wajah datarnya kini memancarkan hawa keseriusan, "kau sendiri juga terlalu mendalaminya, bukan?"

"hn. Setidaknya aku masih menjalankan tugasku dengan baik, tidak sepertimu ataupun adikmu itu."

"tolong jangan membawa-bawa masalahku dan tetsuya ketika tengah berbicara"

"maaf-maaf." Himuro tersenyum tipis, "jangan lupa, kalian berdua masih memiliki tugas yang sama sepertiku."


TBC


.

.

.

.

-OMAKE 1-

.

.

"mereka pergi…" gumam Nijimura seorang diri, ia melirik kearah Haizaki yang masih tertidur dengan tenang diatas kasurnya. Melihat keadaan sang adik kelas, terkadang membuat ia sedikit simpati

"…N..iji..mura..-san…"

"hiks… m..aafkan…aku.." setetes airmata mengalir dari sudut matanya

Kedua bola mata Nijimura membesar, terkejut mendengar gumaman Haizaki yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. Sebenarnya… ada apa ini?

'Seperti ada pecahan puzzle yang masih hilang dalam sekelebat ingatannya.'

.

.

.

-Omake 2-

.

.

"Yo! Kagami!" seru Aomine sambil meremas pantat seksi Kagami secara tiba-tiba. Sontak, membuat sang korban –yang sendari tadi sedang latihan- merinding disko

"Grrr! Jangan sentuh tubuhku, AHO!"

"tapi kau beserta tubuhmu memang milikku, cantik~" bisik Aomine dengan senyuman yang 'sangat MESUM', "one on one?"

"Ti-tidaaak!"

(bayangkan sendiri apa yang terjadi pada mereka setelah ini)

"fufufu~ Tetsu-kun, Alex-san dan Riko-san pasti akan memujiku!" gumam gadis bersurai pink –Momoi- yang sendari tadi terus memotret adegan 'AoKaga' dari balik pintu Gym. Tak lupa darah segar yang keluar dari hidungnya

Dasar fujoshi... (Momoi : lu juga fujo thor! Eqa : hehehe)

.

.

.

.


Yup! Chapter 3 update! Maaf ya kelamaan~ dan thanks for read~

Makasih yaa yang ripiu~ maaf ndak bisa balas satu persatu karena Eqa mengetik dari hp *susah banget buat publish.

thanks to : Apya Hanku, ShilaFantasy, Caramel JY, Raicho19, Shoujo Record, Cloud the First Tsurugi

Chapter selanjutnya akan berfokus pada Mayu nii-chan~

Ripiu lagi yaa~ syalalala goes on!