Title : Remember
Cast : Yunjae is REAL!
Author : ahnhaerin
Chapter sebelumnya :
"Dia tidak seperti yang kita bayangkan selama ini Ahra-sshi… dia namja yang lembut dan sangat baik. Dia tidak pernah mencoba membunuhku…"
"Yunho, sadarlah… penyebab kecelakaan itu dia… jika dia tidak menabrak mobilmu hingga masuk ke dalam jurang itu, kau tidak akan kecelakaan…"
"Itu murni kecelakaan Ahra-sshi, polisi sendiri telah menyatakannya bahwa itu semua murni kecelakaan…"
"Terserah padamu…Aku hanya tidak ingin kau terjebak lagi dengannya…"
Mianhae Ahra-sshi, tapi aku tidak ingin mengakui semua itu.
Aku melihat Ahra pergi. Ia meninggalkanku tanpa sepatah kata selamat tinggal sedikit pun, mungkin kau marah Ahra-sshi… ya… itu hal yang wajar, Arraseo.
…
Chapter 3
Yunho POV
Memang bukan hal yang mudah untuk pengakuan sesuatu yang sangat tidak diinginkan, karena ketika kita harus mengakuinya sebuah perasaan lain terus menelusup dan mengatakan 'tidak' dengan lantang.
Begitupun untuk situasi saat ini. Aku tidak bisa untuk mengakuinya walaupun aku melihat dengan jelas bahwa dia melakukannya dengan sengaja.
Kecelakaan itu, kecelakaan yang membuatku amnesia selama kurang lebih sepuluh bulan. Saat itu, aku melihat sebuah keliatan cahaya yang semakin mendekatiku, mendekati mobil yang tengah ku duduki.
Dan sebelum aku merasakan bahwa aku terjatuh ke jurang yang ada di sampingku, aku melihat sorotan matanya yang menyatakan kebencian amat dalam, sorotan mata yang menyatakan selamat tinggal dengan lantang, sorotan yang membuatku tahu bahwa dia melakukan hal itu dengan sengaja. Sorotan mata yang tak akan pernah bisa kulupakan dengan mudah, sorotan mata milik Kim Jaejoong.
Itulah terakhir kali aku melihat Kim Jaejoong, karena ketika aku sadar, yang kulihat adalah seorang namja yang mengaku namanya Kim Youngwoong. Kim Youngwoong yang menyatakan bahwa dia temanku, dan dialah yang hingga saat ini menemaniku. Dia Kim Youngwoong yang semakin hari, semakin aku tahu siapa dia. Dan tepat dua bulan yang lalu, aku menyadarinya, bahwa dia si pemilik mata yang sama. Dia Kim Jaejoong yang saat kecelakaan itu mengatakan selamat tinggal padaku.
Namun, sorot mata itu berubah. Kim Youngwoong yang ku kenal selalu menyiratkan kelembutan dalam matanya, dan sebenarnya sedikit sorotan ketakutan ketika ia melihatku, sorotan yang menyembunyikan sesuatu ketika aku mencoba menatapnya.
Hingga saat ini, aku tak tahu apa yang sangat kau sembunyikan itu, ya… aku tahu kau menyembunyikan sosok Kim Jaejoong di balik nama Youngwoong mu itu, namun ada sesuatu yang sangat kau simpan untuk tidak diketahui olehku. Mungkinkah itu sosok Shim Changminmu?
Shim Changmin yang sejak dulu selalu kau katakan bahwa kau menyukainya. Sejak dulu, sejak kita masih di high school yang sama. Walaupun aku tidak pernah tau siapa Changmin yang kau maksud.
End of Yunho POV
...
Kim Jaejoong pov
Ucapan selamat tinggal yang di ucapkan Junsu mengembalikanku menjadi Kim Youngwoong kembali. Ya… kembali aku harus menjadi Kim Youngwoong pembohong, dan Kim Youngwoong yang selalu di takuti oleh memory seseorang. Memory Yunho.
Aku tidak ingin Yunho kembali mengingat semua yang telah di laluinya, kini bukan Karena aku membencinya namun karena aku takut dia akan membenciku.
Selama perjalanan menuju apartemen itu, aku memikirkannya, memikirkan bagaimana bila Yunho mengingat kembali semuanya, mengingat kembali bahwa aku adalah orang yang membuatnya seperti ini, bahwa aku adalah Kim Jaejoong yang dengan sengaja menabrakkan mobilnya dan mengharapkan kematiannya saat itu, bahwa aku adalah Kim Jaejoong yang dulu dikenalnya bila aku sangat membencinya.
Aku tidak ingin itu terjadi saat ini, setelah aku mengetahui siapa Yunho yang sebenarnya, Yunho yang merupakan seseorang yang tak bersalah, seseorang yang tidak pernah terlibat pada kecelakaan yang terjadi pada Changmin dulu.
Pabo! Aku memang bodoh… tanpa berpikir panjang, aku melakuan hal bodoh itu padanya. Aku yang termakan oleh gosip yang sebernarnya tidak pernah terjadi. Ya… aku ingat kata-kata mereka yang mengatakan bahwa Changmin kecelakaan karena Yunho yang menabraknya dengan sengaja. Dan saat itu, aku segera melakuan hal gila pada Yunho ketika keadaan Changmin masih koma.
Sayangnya… di saat aku kembali setelah melakukan hal gila itu, aku menemui Changmin dan mendengar sebuah kalimat yang cukup membuatku tertegun dan menyesal hingga saat ini.
"Katakan pada Yunho terima kasih… karena dia aku masih bisa mengatakan hal ini padamu… sampaikan terima kasihku pada Yunho… Yunho orang pertama yang menyelamatkanku, dia yang datang tiba-tiba di waktu yang tepat… sampaikan terima kasihku padanya… Saranghae Jaejoong-ah…"
Pabo! Pabo! Pabo!
Kenapa aku harus mendengarnya ketika aku telah melakukannya. Dan sejak saat itulah aku memperkenalkan Kim Youngwoong padanya, dan aku berjanji akan menyampaikan terima kasih dari Changmin setelah aku melihat dia bahagia.
…
Langkahku semakin dekat dengan pintu apartemen dan semakin jelas pula aku melihat seseorang tengah menyandarkan punggunya di pintu apartemenku. Ya… dia Jung Yunho.
"Yunho-ah?" Tanyaku padanya setelah aku berada di depannya.
"A… kau sudah pulang?" Tanya Yunho yang kini ia membuka matanya dan melihatku.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
"Menunggumu…"
"Untuk apa? Ada yang ingin kau bicarakan padaku?"
"Aniyo…" Jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu?"
"Lalu?"
Aku hanya memandangnya dan kemudian tersenyum padanya.
Kebiasaan! Selalu mengikuti kata-kataku bila kau merasa tidak suka terhadap kata-kata yang kulontarkan.
"Arraseo… sillyeohamnida… aku mau masuk!" Kataku yang kemudian sedikit membuatnya berpindah.
Setelah membuka pintu, aku masuk dan menunggu Yunho.
"A? Waeyo? Kenapa kau tidak masuk?" Tanyaku lagi yang kemudian beralih melihatnya yang masih mematung di depan pintu.
"A… mianhae…" Jawab Yunho yang akhirnya ia masuk dan kemudian duduk di sofa yang paling dekat dengannya.
"Kau, mau minum apa?"
"Aku akan mengambilnya sendiri bila aku haus…"
"Arraseo… aku tinggal dulu!"
Setelah aku melihat Yunho mengangguk, aku segera membawa pakaian gantiku dan memasuki kamar mandi.
…
Setelah selesai, aku kembali menghampiri Yunho dan duduk di sampingnya. Televisi yang ada di hadapanku kunyalakan, dan di sana kami berbicang banyak dan berkomentar pada setiap apa yang kami lihat, seperti apa yang biasa kami lakukan sebelumnya.
…
"Youngwoong-ah… boleh aku bertanya sesuatu?"
"Aniyo… aku tidak suka bila kau mulai bersikap formal padaku!"
"Itu kata-kataku…" Kata Yunho yang kemudian ia memukul kepalaku dengan tangannya.
"A… mianhada…"
"…"
"Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Bila ini sebuah perintah, apa kau akan mengikutinya?"
"Mworagoyo?"
"…"
"Wae?" Tanyaku yang mulai tak sabar.
"Ikut aku pulang ke Gwangju!"
"MWO?"
"…"
"…"
"Bukankah kau mengatakan bahwa aku berasal dari Gwangju? Jadi, mungkin saja jika aku ke sana aku bisa mengingat memoryku sedikit demi sedikit…"
"…"
"Youngwoong-ah…"
"…"
"Kim Youngwoong…"
"Tidak bisakah kau tetap menjadi Yunho yang seperti ini?" Kataku tiba-tiba sambil menunduk, tanpa berani melihatnya.
"…"
Mianhae Yunho-ah, aku tahu itu sangat mengejutkan untukmu. Kau pasti akan mengatakan bahwa aku egois. Ya… aku memang egois, aku hanya menginginkan kau tetap seperti ini. Dan aku tidak memikirkan bagaimana perasaanmu sendiri yang pasti sangat merindukan keluargamu. Mianhae, ini hanya sebagian kecil keegoisanku.
Aku tidak ingin kau mengingat kembali masa lalumu. Aku tidak ingin kau membenciku karenanya. Aaaa… mianhae
"Mianhae yunho-ah…"
"Pertimbangkanlah! Aku pulang! Annyeong higyeseo…"
Aku tak melihat punggung Yunho yang meninggalkanku. Karena setelah aku mendengar pintu mulai tertutup, tangisku pecah saat itu juga.
Changmin-ah, ottokhae? apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku belum bisa menyampaikan amanatmu. Mianhamneeda.
End of Jaejoong POV
...
Jung Yunho POV
Kenapa kau masih membohongi dirimu sendiri? Sejujurnya, kenapa kau seolah tidak menginginkan jika aku tahu siapa kau sebenarnya. Wae?
Sampai kapan kau akan menutupi sosok Kim Jaejoong?
…
Akhir-akhir ini aku tak melihat surat yang biasa tergantung di depan pintu Apartemen Youngwoong! Mungkinkah Youngwoong mengambilnya pagi-pagi sekali? Tapi itu bukan kebiasaannya
…
Sudah hampir satu minggu aku tak bertatap muka dengannya, aku yang tidak berkunjung ke apartemennya seperti biasa, merasa sedikit aneh, mungkin dia juga seperti itu. Namun, dia juga sudah lama tak menampakan wajahnya keluar dari apartemen itu. Sebenarnya ada apa dengannya? Mungkinkah dia sedang sakit sekarang?
Tanpa berpikir panjang, aku memutuskan untuk masuk ke apartemennya, karena sudah terbiasa, maka aku masuk tanpa ketuk pintu.
...
Aku melihat Youngwoong tengah duduk di atas sofa, ia menaikkan kakinya dan memeluknya. Begitupun dengan kepalanya yang ia benamkan di antara kedua lengannya. Ada apa dengannya? Mungkinkah dia sedang menangis?
"Youngwoong-ah…" Sapaku yang membuatnya terkejut melihat kedatanganku.
Aku melihat matanya yang sembab sedang di hapusnya.
"Waeyo? Kenapa kau menangis?" Tanyaku penuh selidik yang kemudian duduk di sampingnya.
"Aniyo… mataku kena debu jadi—"
"Jangan berbohong Youngwoong-ah… Mworagoyo? Apa kau sakit? Aku akan ambilkan obat untukmu!"
"Shiro… jaljinaepida…"
"…"
"…"
…
"Ada apa kau ke sini?" Tanya Youngwoong setelah ia mencuci wajahnya.
"Jeongmal beogosippeoyo…"
Youngwoong hanya tersenyum mendengar ucapanku, sebuah senyum yang terkesan di paksakan. Sebenarnya kau kenapa Youngwoong-ah?
"Kemana saja kau selama ini? Kenapa baru datang ke sini?"
"Aku sibuk. Banyak yang harus kukerjakan akhir-akhir ini!"
"Huh! Sudah menjadi yunho yang sibuk sekarang! Tak ada waktu untuk namjamu ini?"
"Namjaku? hahaha… mianhada…"
"Cih! Lupakanlah…"
"Aaaa… bagaimana jika sekarang kita ke Taman hiburan?"
"…"
"Ottokae?"
"Hemm… Kajja!"
…
Di Taman Hiburan, aku sangat nyaman dengannya, karena walaupun matanya masih terlihat begitu sembab, namun ia kembali menjadi Youngwoong yang selalu membuatku nyaman.
"Yunho-ah, tinggal satu wahana lagi… setelah ini aku ingin ke sana!" Kata Youngwoong ketika kami berdua duduk di salah satu kedai Ice Cream di sana.
"Tentu… Hajiman, kau pernah naik itu sebelumnya?"
"Tentu… waeyo?"
"…"
"Kau tidak pernah?" Tanya Jaejoong lagi.
"Gyeolko animnida…"
"Mwo? Hahahaha…"
"Karena itu, jangan naik itu!"
"Hem…arraseo… ya sudah, kita pulang saja!"
"Aaaa… aku masih ingin di sini!"
"Aish, apa yang akan kau lakukan lagi di sini?"
"Aku… aku harus…"
"Mwo? Kau sedang mencari alasan?"
"Aniyo… aku sedang—"
"Ah… sekarang kau sering berbohong!"
"Nae… aku ingin sepertimu, sering berbohong! Hahaha" Kataku yang memang sedikit menyindirnya.
"…"
A? Kenapa kau diam Youngwoong-ah? Apa kata-kataku salah?
"Kurae… aku memang pembohong!"
Aku hanya diam tanpa merespon apa yang dikatakan Youngwoong, aku mengerti maksudmu Youngwoong-ah…
"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?"
"Banyak hal yang aku sembunyikan darimu Yunho!"
"…"
"Aku pulang sekarang!"
Aku membiarkannya pergi tanpa menghalanginya lagi, aku yang diam menatap punggungnya menjauh merasa inilah hal yang harus kulakukan.
Tapi, sampai kapan dia akan menyembunyikan semua itu?
…
Jum'at, 15 Oktober 2010
"Kau yakin tidak berubah pikiran?" Tanyaku meyakinkan Youngwoong yang berdiri di depan pintu apartmennya.
"Mianhae… aku tidak bisa ikut Yunho-ah!" Jawabnya yang masih menunduk.
"Sepertinya aku akan lama di Gwangju. Tapi, handphone-ku akan tetap aktif. Jangan sungkan untuk tetap menghubungiku!"
"Nae… jeongmal mianhae Yunho!"
"Gwenchana.. arraseo. Annyeong higyeseo!"
…
End of Yunho POV
Kim Jaejoong POV
"Annyeong Higyeseo…"
Boleh aku berharap jika itu bukan suatu kalimat perpisahan? Boleh aku berharap bahwa kita akan bertemu lagi yunho-ah?
...
TBC ~~
Thanks to :
Nara-Chan : Makasih udah jadi reader setia hehehe -big hug- :D iya, Changmin udah meninggal :'( di sini. karena kecelakaan. Yunpa sama Jaema juga. tapi di tempat dan waktu yang beda sama Changmin. Semoga chapter ini gak bikin kamu makin bingung ya :) semoga bisa jelas maksud dari apa yang ingin saya sampaikan hehe :) makasih ya :)
Shim Shia : Iya, ternyata Changmin gak jadi penghalang. hohoho :D oh? biasnya Changmin ya? hehehe maaf yak :P kenapa ya? aku gak tega kalo Yoosu yang meninggal #loh? hehe tapi, emang aku selalu tergila pada yunjaemin hehe jadi berhubung peran changmin adalah peran yang penting, jadi ya begitulah hehe :P Abisnya di chap 4 ato 5 chingu, masih dipertimbangkan. mau diperpanjang ato nggak hehe makasih udah review chingu :)
YouLeeta : Makasih ya udah jadi reader setia chingu :) Jaejoong itu dulu pacarnya Changmin, tapi karena Changmin sudah tenang di alam yang berbeda :'( dan Jaejoong itu lagi deket sama Changmin, semoga di part ini bisa ngejelasin semuanya ya :)
JaeChaa : Hubungan Yunjae sebelumnya cuma temen satu kelas aja, tapi Yunho cuma memendam rasa sama Jaejoong, karena Jaejoong pacarnya Changmin. semoga bisa dimengerti ya chapter yang ini :) makasih udah review :)
irengiovanny : ia, ini lanjutannya semoga bisa dimengerti ya?! :) makasih reviewnya :)
and silent reader ~
RnR ?
