DISCLAIMER: Saya tidak punya Ojamajo Doremi. Saya suka acara ini, jadi saya memutuskan untuk menulis cerita ini. Ojamajo Doremi adalah acara yang dibuat oleh Toei Animation pada tahun 1999-2004.

Catatan Author: Oho, sekarang kita sudah masuk ke chapter 3 (dan sesuai janji saya, chapter yang satu ini akan ada bahasa Inggrisnya, karena disini, Momoko sudah bisa berbahasa Inggris).

Semua percakapan dalam chapter ini akan menggunakan bahasa Inggris, tapi untuk penjelasannya akan menggunakan bahasa Indonesia (silakan pembaca mengartikan sendiri apa yang terjadi, hehe. Saya nggak mau ninggalin AN disana ^^).


Momoko's Life

.

Chapter 3 – Become a Witch Apprentice


Seorang gadis kecil berbaju orange berlari menuju ke sebuah toko kue yang berada di ujung sebuah jalan di kota New York. Ia ingin memberitahukan sebuah berita gembira kepada sang pemilik toko, seorang nenek yang selama tiga tahun terakhir ini ia anggap sebagai neneknya sendiri.

Saat ia sudah tiba di depan pintu toko, ia berkata, "Majomonroe, did you hear?"

Ia tersenyum lalu melanjutkan kata-katanya, "The brownies which we sold in the school bazaar this morning were sold out, and it was because of you who taught me the recipe of the brownies."

Namun tidak ada tanggapan dari dalam toko itu.

Momoko kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam toko yang ternyata tidak dikunci itu. Ia terus saja memanggil si pemilik toko tersebut, "Majomonroe, where are you?"

Ia memasuki ruang dapur di toko itu, hanya untuk menemukan bahwa ruangan itu kosong. Begitu pula dengan ruangan lainnya yang ia masuki. Majomonroe tidak ada disana.

Momoko lalu memasuki ruangan yang berada dibelakang tempat kasir yang juga kosong, tapi seketika itu juga, ia menemukan sesuatu yang lain. Sesuatu yang aneh.

Ia menemukan bahwa ada sebuah pintu disana, dan dari dalam pintu itu, terpancar seberkas cahaya.

Seketika pintu itu terbuka, dan akhirnya Momoko dapat melihat apa yang berada dibalik pintu itu: Majomonroe yang sedang mengendarai sapu terbangnya!

"Witch?" ujar Momoko, terkejut atas apa yang ia lihat, "Majomonroe... you're a... WITCH!"

Seketika Majomonroe berteriak, dan kemudian wujudnya pun berubah menjadi kodok sihir.

Momoko menyadari bahwa Majomonroe berubah wujud karena apa yang dikatakannya tadi. Ia lalu merasa bersalah dan akhirnya menggendong Majomonroe sambil menangis, "Majomonroe, I'm so sorry. I don't mean to change you like this. I really don't mean to do that. I'm just surprised that you're a witch, and I don't want to make you to become like this. I'm so sorry..."

"Don't worry, Momoko," Majomonroe mencoba tersenyum, "I know that you did it unintentionally. It doesn't means that I can't change back."

"Huh?"

"Momoko, if you want, you can change me back to my normal form."

"Really?" tanya Momoko, "How can? What can I do to change you back?"

"You'll be my witch apprentice," kata Majomonroe yang lalu melompat-lompat menuju ke kamarnya, "Follow me. I want to give you something."

Momoko mengikuti Majomonroe ke sebuah kamar di lantai dua, kemudian Majomonroe menyodorkan sesuatu padanya. Ia lalu mengambil sesuatu yang disodorkan itu. Sebuah tombol berbentuk bulat.

"What is this?" tanyanya sambil menatap tombol yang dipegangnya itu.

"That's the apprentice tap. If you push the music note button, your apprentice's costume will appear, and you must wear it before the music is over."

"Hmm, I'll try," ujar Momoko yang kemudian menekan tombol berbentuk not balok yang berada di tengah. Seketika cahaya kuning memancar dari sana.

Tombol itu kemudian melayang dan memunculkan sebuah pakaian penyihir berwarna kuning yang langsung dipakai oleh Momoko.

Majomonroe lalu menjelaskan kepada Momoko cara memunculkan poron dan sapu terbangnya, dengan menekan tombol do-mi-so-do dan do-fa-la-do.

"Then, what's the spell that should I use?" tanya Momoko sambil memegang poron miliknya.

"I think you've already know it," jawab Majomonroe, "It's the same spell which I told you when I taught you to make brownies."

"Eh?" Momoko terkejut, "You mean, 'Perutan Petton Pararira Pon'?"

Majomonroe mengangguk, "I know that this day will come, when you know about my secret as a witch, and that's why, I told you about that spell."

"Majomonroe..."

"Okay, let's we start to learn," ujar Majomonroe yang kemudian mengajari Momoko menggunakan sihir dan mengendarai sapu terbangnya.

'Majomonroe,' pikir Momoko, 'I promise, I'll change you back someday.'


Catatan Author: Yah, inilah dia chapter 3 yang saya janjikan (tetap singkat, padat, dan – agak nggak – jelas :P). Yang satu ini juga hasil pengembangan dari apa yang diceritakan Momoko di Motto episode 2 dan Naisho episode 2, dimana untuk pertama kalinya ia tahu kalau Majomonroe adalah seorang penyihir (terutama dari Naisho episode 2, dimana Majomonroe sudah memberitahu Momoko tentang mantra yang ia gunakan).

Chapter 4 nanti akan jadi chapter yang cukup menyedihkan (tapi kalau mau tahu kenapa, ikutin aja terus. Saya nggak mau kasih tahu dulu :P). Tetep akan jadi canon dari awal sampe akhir (tapi mungkin nanti akhirnya akan sedikit AT ya? Hehe).

Jangan bosen-bosen untuk RnR ya?