~Third Thorn : The Pain Won't ease down
"Dokter! Dokter bagaimana dengan keadaanya!? Dia tidak apa-apa kan? Dia….dia….baik-baik saja kan?!" Tanya kai panic , yang melihat ini hanya bisa menatapnya iba
"Maafkan aku nak , tapi salah satu pasien bernama Oh Sehoon…tidak dapat kami selamatkan dan masingpun kami dapat menyelamatkan pasien Xi Luhan… ia..dalam keadaan comatose …" jelas sang dokter yang kini menepuk pundak kai pelan , merasa iba akan pria muda didepanya . kai sendiri disisi lain tiba-tiba merasa lemah , tubuhnya serasa ringan , pipinya serasa hangat oleh tetesan air matanya sendiri sampai pada akhirnya
Ia terjatuh pingsan….
Kai…
Siapa….kau?
Kai…. Bangunlah…Bangunlah ..
Kubilang , siapa kau?!
Bangunlah… dan jagalah Luhan…demi cintamu..
Dan juga demi aku yang tak bisa menjaganya…
Kumohon..
Jagalah dia ….
Kai….
Kai segera bangun dari mimpinya
Keringat dingin yang membasahi seluruh tubuhnya kini membuatnya semakin sadar dan ingat akan apa yang terjadi sebelumnya…
Nafasnya seketika terengah ketika ia menyadari bahwa suara dimimpinya adalah suara yang ia kenal dan akan selalu teringat…
Suara Itu…
Adalah suara Oh Sehoon.
Tunangan Luhan yang telah tiada….
"Ah kau sudah bangun , apa kau merasa baikan sekarang?" Tanya salah satu perawat bernama Victoria sambil tersenyum simpul , kai hanya bisa menganguk pelan sambil mencoba untuk beranjak dari tempat tidurnya
" bilang kau terkena dehidrasi dan stress berlebihan , ia menyarankan mu untuk istirahat lebih lama, pasien Xi Luhan sendiri masih dalam keadaan coma , hanya saja kondisinya lebih stabil sekarang jadi kau boleh lega JongIn-Sshi" sahutnya , jong in yang mendengar ini menatap Victoria tajam
"bagaimana bisa aku tenang saat keadaan orang yang sangat berarti bagiku dalam keadaan seperti ini?!" Teriak Jong In frustasi yang membuat sang perawat terkaget-kaget
"Ma-maafkan aku..bukan maksudku…"
"…..keluar.."
"eh?"
"aku bilang keluar , kau hanya membuat perasaanku lebih kacau lagi Victoria-sshi , keluar sekarang sebelum aku melaporkanmu kebagian pelayanan utama dirumah sakit ini…!" bentaknya
Victoria yang ketakutan segera keluar perlahan dari ruangan dan meninggalkan JongIn sendirian..
Dikegelisahanya…
Waktu demi waktu pun berlalu , tak terasa 4 bulan telah berlalu seusai kecelakaan terjadi.
Ya…
Selama 4 bulan lamanya Luhan tak kunjung Bangun dari tidurnya , JongIn sendiri yang merasa bertanggung jawab menghabiskan 4 bulan hidupnya dirumah sakit
Untuk menjaga temanya , cintanya , dikala malam dan matahari selalu bergantian untuk mengganti hari demi hari.
Terkadang beberapa dokter maupun perawat memberikan tatapan kasihan ketika mereka melihat betapa kuatnya Jong In pada pendirianya untuk tetap selalu berada disisi pasien bernama luhan itu. Termasuk Victoria yang selalu Khawatir akan keadaan Jong In yang semakin hari terlihat semakin kecil dan sakit.
Jong In sendiri disisi lain tak dapat meninggalkan Luhan
Ia tak boleh meninggalnya
Apalagi setelah Sehoon meninggal
Bahkan JongIn harus rela untuk mencari pekerjaan baru dijeju demi menemani luhan , terkadang dalam waktu kerjanya jongin tak bisa melepaskan pikiranya dari luhan , tapi ia harus tetap bekerja..
Demi luhan…demi untuk membiayai biaya rumah sakitnya….
Karena Kai tahu Luhan tak mempunyai orang lain selain sehoon untuk menyongsong hidup.
Dan kini hanya Kai yang tersisa
Hanya Kai seorang…
Memikirkan ini membuat Kai berpikir apa yang akan Luhan lakukan bila ia tahu kekasihnya telah tiada?
Apakah ia akan berteriak? Menangis dengan keras? Memarahinya?
Atau mengakhiri hidupnya?
Tetapi yang jelas Kai tidak akan membiarkan itu terjadi…
Masingpun pada akhirnya Luhan tak akan pernah mencintainya , kai akan terus selalu bersama Luhan
Menjaganya , membesarkanya layaknya keluarga , dan mencintainya layaknya pasangan hidup.
Karena kai terlalu mencintainya….
Terlalu mencintainya sampai-sampai ia membunuh perasaanya sendiri demi luhan…
Kai terduduk didepan ranjang Luhan sembari menatap wajahnya yang terlihat tertidur lelap , ia segera teringat akan kenangan bersama luhan ketika ia masih sehat dan belum bertemu dengan sehoon
"KaiKai~ bangunnn! Kita harus segera pergi ke sekolaaaaahh , kau tak mau Leeteuk saem menghukum kita lagi bukan?"
Luhan…
"Kai~! Kai~! Aku mendapat A+! sudah kubilang padamu aku pasti bisa melakukanya dan ini semua berkat bimbingan Kai songsae~ uwaah , terimakasih , aku mencintaaaaaiiimuuu kaikai~"
Luhan
"kau tahu kai? Kau tak perlu takut ketika kau sendirian…karena apa? Karena aku akan selalu ada dihatimu , kau hanya perlu memejamkan matamu dan berharap aku ada disana , dan PYOONG! Kau akan dapat mendengar suaraku yang bergema dihatimu~"
Ingatanya mengenai Luhan membuatnya terisak dalam tangisan , ia merindukan senyuman nya , Tawanya dan Suaranya. Ia ingin mendengar suara luhan lagi , tawanya lagi , ia ingin menghabiskan seluruh hidupnya dengan melihat luhan , tawa , senyum , gerak-geriknya…
Ia benar-benar sangat merindukanya…!
Tanganya dengan pelan menggenggam tangan mungil luhan dengan gemetar , dan dengan terisak kai pun tak kuat menahan tangisanya yang kini juga membasahi tangan teman baiknya yang hanya terbaring terdiam dalam keheningan
"Bangunlah Luhan…Bangun….
Sebelum aku kehilangan semuanya termasuk dirimu…"
