NIGHT PLEASURES
.
.
.
Novel karangan Sherrilyn Kenyon. Disini saya hanya meREMAKE, saya sedikit merubah tempat dan nama. Ini series dari Dark Hunter, ini buku ke2 yang pertama berjudul Fantasy Lover. Fantasi Lover sudah ada yang ngeremake dengan cast KyuMin setau saya.
Cast : Donghae, Eunhyuk, Dan Yang Lain
GS!
TYPO, DLL, DLDR!
Summary:
"eunhyuk terlahir disebuah keluarga yang memiliki kekuatan supranatural, membuat eunhyuk menginginkan kehidupan biasa, tapi hal itu tak akan pernah terwujud setelah pertemuannya dengan donghae"
.
.
Happy Reading
.
.
.
BAB 1
"Menurutku kita harus memanteknya ke sarang semut dan melemparinya dengan potongan acar."
Lee Eunhyuk tertawa saat mendengar saran Junsu. Saudara perempuannya itu selalu bisa membuatnya tertawa, apapun itulah ia kini duduk di meja kartu tarot dan tafsir telapak tangan junsu pada suatu hari minggu yang dingin, bukannya berbaring dengan selimut hangat yang menutupi tubuh hingga kepala.
Masih tersenyum karena membayangkan jutaan semut menggigiti tubuh siwon yang kekar itu, eunhyuk melayangkan pandangan kearah turis yang berjejalan. Aroma kopi chicory hangat dan beignet tercium dari cafe Du Monde di seberang jalan, sementara mobil-mobil berlalu lalang. Awan dan langit berwarna abu-abu menyeramkan seperti suasana hati eunhyuk yang suram.
Sebagian besar pemilik kos di myeongdong tidak membuka kios mereka selama musim dingin, tapi junsu menganggap kios paranormalnya sebagai sesuatu yang berharga di myeongdong.
"aku sudah muak dengan pria. Siwon adalah halte terakhir dari bus yang tidak punya tujuan. Aku sudah bosan menyia-nyiakan waktu dan energi dengan mereka. Mulai sekarang aku akan memusatkan seluruh perhatianku pada akuntansi." Kata mencibir sambil mengocok kartu tarotnya.
"akuntansi?apa kau yakin kau tidak tertukar saat lahir?"
Eunhyuk tertawa dengan setengah hati. "sebenarnya, aku yakin aku tertukar. Aku berharap keluarga kandungku akan segera menemukanku sebelum semuanya terlambat dan segala keanehan kalian menular."
"kau tau apa masalahmu?"
"aku terlalu kaku dan penggugup," jawab eunhyuk, menggunakan kata-kata yang paling sering dipakai oleh ibu dan kakaknya untuk menggambarkannya.
"yah memang, itu juga. Tapi menurutku kau memperluas minat. Berhentilah mengejar pria aneh yang berdasi, membosankan. Kau, membutuhkan petualangan seks dengan seorang pria yang bisa membuat jantungmu berdebar. Yang kumaksud adalah petualangan yang liar dan gila-gilaan."
"seseorang seperti yoochun?" tanya eunhyuk sambil tersenyum, memikirkan suami junsu, yang jauh lebih kaku daripada dirinya. Junsu menggelengkan kepalanya.
"aku suka pria membosankan. Mereka dapat diandalkan, dan kau tak perlu khawatir kalau mereka mengalami saat dikuasai testoteron. Aku gadis beta sepenuhnya."
Junsu mendengus sambil memainkan kartu-kartunya. " sepertinya kau butuh beberapa sesi terapi dengan sungmin."
Eunhyuk mencibir. "hah, aku tidak butuh saran kencan dari terapi seks yang menikah dengan budak seks yunani yang dipanggil dari buku. Tidak, terimakasih."
Terlepas dari kata-katanya, eunhyuk sangat menyukai sungmin. Tidak seperti gerombolan teman junsu yang sinting, sungmin selalu sederhana, dan untungnya normal.
"kau tau, kyuhyun punya seorang kakak laki-laki yang juga di kutuk ke dalam buku, kau bisa mencoba." Ujar junsu dengan ekspresi spekulatif yang membuat eunhyuk ngeri.
"tidak, terimakasih! Ingat, aku membenci seluruh tetek-bengek paranormal ini. Aku menginginkan pria manusia yang baik dan normal, bukan iblis."
"hei dia dewa yunani, bukan iblis."
"cukup mirip kalau dalam kamusku, percayalah, tinggal serumah dengan orang-orang yang merapal mantra dan melakukan sulap sudah cukup untukku, aku ingin sesuatu yang normal junsu-ah."
"normal itu membosankan. Suatu hari nanti, kau akan menerima garis darahmu yang satunya."
Eunhyuk mengabaikan kata-kata junsu ketika pikirannya kembali tertuju kepada mantan tunangannya –siwon- ia benar-benar menyangka siwon adala pria yang tepat untuknya. Sampai pria itu bertemu dengan keluarganya. Eunhyuk meringis ketika sekelebat peristiwa memalukan dan tidak menyenangkan membuat hubungannya dan siwon berakhir.
Mengapa oh mengapa, ia tidak dilahirkan disebuah keluarga biasa dimana tidak seorangpun percaya pada hantu, jin, iblis, dan penyihir?
"hey guys!"
Eunhyuk melihat ryeowook mendekat. seperti biasa, ryeowook berpakaian serba hitam. Celana kulit, turtleneck, dan mantel kulit hitam yang panjang dan rambutnya yang diikat membentuk kuncir ekor kuda. Mata coklat madunya bercahaya, pipi ryeowook merona dan langkahnya riang.
Oh tidak, ia sedang berburu!
Eunhyuk menghela napas, bagaimana bisa ia memiliki sepupu semacam ryeowook.
Ryeowook merogoh kantong mantelnya dan mengeluarkan secarik kertas, kemudian meletakkan diatas meja didepan junsu.
"aku membutuhkan keahlianmu. Ini bahasa yunani kan?"
Tanpa menjawab junsu menyingkirkan kartu-kartunya dan mencermati kertas itu, ia mengerutkan dahinya. "darimana kau mendapatkan ini?"
"dari vampir yang kami tangani kemarin malam. Apa artinya?"
"Dark Hunter sudah dekat. Desiderus harus bersiap-siap."
"hmm yesung oppa bilang, itu adalah nama kode. Bagaimana menurutmu?"
Eunhyuk sudah mendengar cukup banyak. Oh para dewa, betapa bencinya ia saat mereka mulai mengoceh tentang vampir, iblis, dan segala macam ritual pemujaan. Mengapa mereka tidak bisa tumbuh dewasa dan hidup di dunia biasa? Lebih baik ia segera pergi dari sini.
"aku akan menghubungi kalian nanti."
Eunhyuk bangkit berdiri, ryeowook merenggut tangan eunhyuk waktu ia mulai berjalan. "kau maih kesal karena siwon?"
"tentu saja masih. Aku tahu kau melakukannya dengan sengaja."
Ryeowook sama sekali tidak merasa malu karena sudah merusak pertunangan eunhyuk, ryeowook melepaskan tangan eunhyuk. "kami melakukannya demi kebaikanmu."
Eunhyuk menyunggingkan senyum palsu. "oh, tentu saja. Terimakasih banyak karena sudah mengurusku. Mau mencungkil mataku selagi kalian sempat, hanya untuk bersenang-senang?"
"ayolah hyukkie." Ujar ryeowook dengan wajah imut-imut yang membuat ayahnya memaafkan semua kenakalannya. Wajah itu tidak mempengaruhi eunhyuk sama sekali malah membuat eunhyuk semakin kesal.
"mungkin kau tidak menyukai apa yang aku dan ibumu lakukan. Tapi kau menyayangi kami. Dan kau tidak boleh menikah dengan pria yang tidak bisa menerima kita apa adanya."
"kita? jangan menyertakan aku dalam kegilaan itu. Akulah yang mewarisi gen normal yang terpendam. Kalianlah yang..."
"wookie!"
Kalimat eunhyuk terhenti saat pacar gotik ryeowook berlari menghampiri mereka. Kim Jongwoon panggil saja yesung. sebenarnya yesung tampan, tapi ia sejenis dengan ryeowook. Eunhyuk memutar bola matanya malas ketika tiba-tiba yesung membuka suara dan membahas masalah vampir.
Ryeowook menatap junsu. "apa kau bisa melakukan riset untukku dan mencari tau tentang Desiserius dan Dark Hunter?"
"ayolah wookie-ah, sudah berapa kali aku menyuruhmu melupakannya? Para vampir hanya mempermainkan kita." ujar yesung sebal.
"tulisannya dalam bahasa yunani, tolong tanyakan pada temanmu yang menjadi dosen. Siapa itu kyuhyun atau siapalah itu."
Junsu mengangguk. Ryeowook menoleh kepada eunhyuk. "lupakan saja siwon. Aku kenal dengan pria yang tepat untukmu, kami bertemu dua minggu yang lalu."
"oh tuhan. Jangan ada kencan buta lagi dari kalian. Aku masih belum pulih dari kencan buta yang terakir, padahal sudah empat tahun yang lalu."
Ryeowook mendengus dan menatap sebal kepada eunhyuk sebelum menggandeng tangan yesung dan bergegas menuju jalan. Eunhyuk menggosok-gosok kepalanya ketika melihat mereka berdua begitu mesra, yang membuktikan bahwa memang ada seseorang yang cocok untuk setiap orang diluar sana, betapapun anehnya orang itu. Sayang sekali ia tidak bisa menemukan seseorang itu untuk dirinya sendiri.
"aku mau pulang dan menyendiri."
"hei, aku bisa membatalkan janji dengan sungmin malam ini supaya kita berdua bisa melakukan sesuatu."
Eunhyuk tersenyum untuk menghargai tawaran tersebut. Pantas saja ia menyayangi keluarganya. Terlepas dari segala kekacauan yang ada, mereka orang-orang terdekat yang memedulikannya.
"tidak terimakasih."
-x night pleasures x-
Malam itu eunhyuk terlonjak ketika teleponnya berbunyi, membangunkannya dari lamunan. Menyingkirkan bukunya, ia mengangkat telepon. Telepon dari ryeowook.
"hei hyukkie, bisakah kau datang kerumahku dan mengeluarkan terminator?"
Eunhyuk menggertakkan gigi waktu mendengar permintaan yang diutarakan setidaknya dua kali seminggu itu. "oh, ayolah wookie. Mengapa bukan kau saja yang melakukannya?"
"aku tidak tau akan pergi selama ini. Kumohon, dia akan mengompol ditempat tidurku untuk memprotes kalau kau tidak mengeluarkannya."
"kau tau, wookie-ah. Aku punya kehidupan."
"hah, palingan kau sedang duduk di sofa, membaca novel roman terbaru dan melahap coklat dengan gila-gilaan."
Eunhyuk mengerutkan dahi sambil memandangi banyaknya bungkus coklat yang berserakan di meja di depannya, serta novel di ujung meja. Sial, ia tidak suka kalau saudara maupun sepupunya melakukan maksudnya menyinggungnya seperti itu.
"ayolah, aku janji aku akan bersikap menyenangkan kepada pacarmu selanjutnya." Ryeowook memohon. Menghela napas, eunhyuk tau ia tidak benar-benar bisa berkata tidak kepada saudara maupun sepupunya. Itulah kelemahannya.
"untung saja rumahmu dekat, atau aku terpaksa membunuhmu karena ini."
"aku tau, aku juga menyayangimu."
Eunhyuk menggeram lalu menutup telepon. Ia melirik novelnya dengan sedih. Sial, ia baru mulai menikmatinya. Ia menghela napas. Yah, setidaknya terminator bisa menemaninya selama beberapa menit. Terminator adalah anjing pitbull yang sangat jelek, tapi saat ini ia merupakan satu-satunya makhluk jantan yang bisa dihadapi oleh eunhyuk.
Eunhyuk mengambil jaket skinya yang berwarna coklat kekuningan dari kursi dan keluar dari pintu depan. Ryeowook tinggal dua blok jauhnya, dan walaupun malam tampak sangat gelap dan dingin, eunhyuk sedang tidak ingin mengemudi.
Eunhyuk mengenakan sarung tangannya, ia menyusuri trotoar, berharap siwon ada untuk melakukan tugas ini. Eunhyuk tidak bisa menghitung sudah berapa kali ia meminta siwon untuk mengeluarkan terminator dari rumah ryeowook. Ia tersandung di trotoar yang tidak rata ketika siwon melintasi benaknya untuk pertama kalinya dalam beberapa jam terakhir ini. Hal yang mengganggunya dari perpisahan mereka adalah fakta bahwa ia tidak merindukan sosok siwon. Tidak terlalu, setidaknya.
Ia merindukan seseorang yang bisa diajak mengobrol pada malam hari, ia merindukan teman menonton tv, tetapi ia tidak bisa mengatakan dengan sungguh-sungguh bahwa ia merindukan siwon dan itulah yang paling membuatnya despresi. Kalau bukan karena keluarganya yang sinting, mungkin ia sekarang sudah menikah dengan siwon, kemudian ia terlambat menyadari bahwa ia tidak benar-benar mencintai pria itu.
Menyingkirkan siwon dari pikirannya, eunhyuk memusatkan perhatiannya pada keadaan sekelilingnya. Pada pukul 08.30, lingkungan itu anehnya sudah sepi, bahkan untuk ukuran minggu malam sekalipun. Mobil-mobil terparkir di sepanjang jalan, dan sebagian besar lampu rumah dinyalakan ketika ia menyusuri trotoar tua yang tidak rata.
Semuanya normal, tapi tetap saja menyeramkan. Ini merupakan malam yang sempurna bagi setan untuk...
"enyahlah dari kepalaku." Seru eunhyuk keras-keras.
Sekarang ryeowook membuatnya seperti ini! Ya ampun! Berikutnya apa? Apakah ia akan mendapati dirinya berjalan-jalan dirawa dengan junsu, sora, ataupun sepupunya yang lain untuk mencari tanaman vodoo aneh dan buaya?
Bergidik karena pemikiran tersebut, akhirnya eunhyuk sampai dirumah tua aneh yang disewa ryeowook, rumah yang begitu mencolok dengan warna ungu. Rumah itu merupakan salah satu rumah terkecil yang ada di jalan itu. Eunhyuk heran tidak ada yang mengeluhkan warnanya yang begitu tidak sedap dipandang. Tapi ryeowook sangat menyukainya karena warna itu memudahkannya dalam memberi petunjuk arah.
Setelah membuka pagar besi yang rendah, eunhyuk melewati jalan setapak yang mengarah ke beranda dimana sebuah patung gargoyle batu yang besar dan seram berdiri sambil mengawasinya.
"hai ted, aku hanya mau mengeluarkan anjingnya. Oke?" katanya kepada si gargoyle yang menurut ryeowook bisa membaca pikiran itu.
Eunhyuk mengeluarkan kunci dari kantong mantelnya dan membuka pintu depan. Ia mengerutkan hidung saat mengendus sesuatu yang berbau menjijikkan, salah satu ramuan ryeowook yang gagal. Entah itu apa, atau ryeowook mencoba bereksperimen memasak makan malam lagi.
Eunhyuk mendengar terminator menggonggong dari kamar tidur. "aku datang~" katanya kepada anjing itu sambil menutup pintu, menyalakan lampu, dan melintasi ruang tamu. Eunhyuk baru satu langkah jauhnya dari lorong ketika mendengar suara di benaknya memerintahkan di benaknya untuk lari.
Sebelum ia sempat mengerjap, lampu-lampu sudah padam dan seseorang menariknya dari belakang. "wah..wah..." suara selembut sutra di telinganya.
"akhirnya aku menangkapmu penyihir kecil." Cengkraman orang itu bertambah erat. " sekarang aku akan membuatmu semakin menderita."
Sesuatu menghantam kepala eunhyuk sedetik sebelum kepalanya menyentuh lantai.
.
.
.
.
TBC
