FRIENDZONE
SOOBAEK
CAST : BYUN BAEKHYUN,DO KYUNGSOO
SUMMARY: KYUNGSOO YANG TERJEBAK FRIENDZONE HARUS MERELAKAN BAEKHYUN PERGI KENCAN DENGAN PRIA LAIN
DISCLAINMER: CERITA MURNI IDE SAYA PEMERANNYA CUMA MINJEM KOK... TAPI KYUNGSOO PUNYA GUE(DIKROYOK)
WARNING!! NC-17 DON'T LIKE DON'T READ, BAGI YANG GA SUKA PAIRNYA GA USAH DI BACA YAH
(soobaekshiper)
.
"Kyung... aku bosan". Baekhyun menangkupkan wajahnya dengan kedua tangannya di bantalan sofa. Ia menatap bosan layar tv yang menayangkan drama yang selalu sama jalan ceritanya. Baekhyun pikir menghabiskan waktu di rumah tidak semembosankan ini, sekarang ia menyesal memilih untuk diam di rumah.
"Kau sendiri yang memintaku menemanimu untuk bersantai-santai ria di rumahmu baek". Kyungsoo menoleh, menatap baekhyun dengan intens semenjak baekhyun melamun. Ia hiraukan layar tv yang menyala di hadapannya. Kyungsoo hanya fokus pada seseorang yang ada di sampingnya ini tanpa berkedip sedetikpun, mengagumi ciptaan tuhan yang tersaji di depan matanya.
"kau mau pergi denganku?". Lanjut kyungsoo tanpa menoleh dari wajah cute baekhyun sedikitpun.
Baekhyun menoleh, ia memiringkan wajahnya menatap kyungsoo. "Mau kemana?".
Kyungsoo tersenyum memperlihatkan gigi rapihnya. "Rahasia".
Kyungsoo menarik tangan baekhyun berlari kecil keluar rumah dan langsung menyambar helmnya dan juga memberi baekhyun helm yang lain.
Baekhyun hendak memakai helmnya tetapi di tahan oleh kyungsoo. "Eits... tunggu dulu". Membuka jok motornya. "Pakai ini" Kyungsoo menyerahkan masker hitam ke jari lentik milik baekhyun.
"Terimakasih". Baekhyun tersenyum seraya memakai masker yang di berikan kyungsoo, tetapi di tahan lagi oleh pemuda berambut cepak di hadapannya. "Apa lagi kyung?". Baekhyun menatap malas pria di hadapannya yang tak henti-hentinya tersenyum.
"Kau harus memakainya di matamu... karena ini akan menjadi kejutan baek". kyungsoo berkata sambil menaiki motornya.
"Oh.. kuharap aku akan terkejut tuan do". jawab baekhyun sarkastik dan langsung menaiki motor kyungsoo.
Kyungsoo langsung menstater motor maticnya berjalan ke suatu tempat bersama orang tercintanya.
(soobaekshiper)
"Kau mengajakku kesini?". Baekhyun menatap sekelilingnya dengan pandangan yang tak bisa di jelaskan. Terlihat jelas wajah bingung yang tercetak di wajah imutnya. Di depannya terpampang jelas bertulisan DUFAN yang sangat besar. Kyungsoo hanya tersenyum menanggapi pertanyaan baekhyun.
"Apa kau sakit kyung?". Baekhyun memegang kening kyungsoo dengan punggung tangannya. Kyungsoo mengangkat sebelah alisnya heran. "Ah.. sepertinya kita harus ke dokter.. badanmu agak hangat". Baekhyun menarik tangan kokoh kyungsoo kembali ke arah parkiran.
Kyungsoo terkekeh melihat tingkah lucu baekhyun. "serius baek.. aku tidak sakit". kyungsoo menghentikan langkahnya yang di seret baekhyun. Pemuda penyuka eyeliner di hadapannya berbalik menatap kyungsoo dengan pangdangan mengintimidasi.
"Kau ingin sekali pergi ke tempat ini kan?.. aku sudah mengabulkannya sekarang". Lanjut kyungsoo menatap manik baekhyun dalam. Ia bisa melihat jelas bayangan dirinya di mata baekhyun yang indah.
Baekhyun masih menatap kyungsoo penuhh selidik. Ia sangat bingung sekarang rasa ingin menangis dan bahagia bercampur jadi satu. Ini adalah permintaanya sejak pertama kali mereka berteman tiga tahun lalu. Dan baru sekarang kyungsoo mengabulkannya?.
"Kau tidak senang?". Kyungsoo menatap khawatir baekhyun. Yang ditatap malah memasang muka sangat datar. Baekhyun tak berkata apa dari tadi. Ia memilih untuk bungkam, untuk melihat raut wajah khawatir kyungsoo yang lucu.
"Kalau kau tidak suka, mari kita pulang saja". Kyungsoo memegang kedua tangan baekhyun. Menatap di manik baekhyun.
Baekhyun ingin sekali tertawa melihat ekspresi lucu kyungsoo saat ini. Tiba-tiba...
"AHHH... KAU MEMANG SAHABAT TERBAIKKU KYUNGG". Baekhyun memeluk kyungsoo secara tiba-tiba. Kyungsoo kaget, ia tak bisa menyeimbangkan tubuhnya hingga ia mundur beberapa langkah.
Perlahan senyuman di wajah tampan kyungsoo memudar. Kata 'sahabat' seperti musuh yang harus ia lawan. Ia tak mau mendengar kata-kata itu. Ia hanya menginginkan baekhyun di sampingnya. Menjadi bagian hidupnya. Dan juga orang tercintanya. Tapi kata ' sahabat' seolah menampar kyungsoo sangat keras. Ia hanya 'sahabatnya', tak lebih. Tapi kyungsoo berusaha tegar untuk bisa menghadapinya. Perlahan tangan kokoh kyungsoo ikut memeluk pinggang baekhyun dan tersenyum lembut di balik bahu sempit baekhyun.
Baekhyun melepaskan pelukannya dan menggemgam tangan kyungsoo. "Ini pertama kalinya kita pergi kesini bersama... aku sangat terkejut tuan do". Baekhyun tersenyum hingga matanya membentuk bulan sabit yang terilhat indah.
Ya, selama baekhyun dan kyungsoo bersahabat dari kelas satu SMA hingga kelas tiga SMA keduanya hanya berjalan-jalan di sekitar rumah atau ke taman dekat kompleknya yang sepi. Karena kyungsoo yang sedikit tak menyukai keramaian. Baekhyun yang mengerti kyungsoo hanya bisa tersenyum paham dan tidak memaksa kyungsoo untuk berjalan ke tempat ramai. Kyungsoo hanya bisa menemani baekhyun di perpustakaan sekolah, taman dekat rumah dan di rumahnya atau di rumah baekhyun. Kegiatan mereka sehari-hari sama dengan sepasang sahabat lainnya. Seperti mengerjakan pekerjaan rumah bersama, pulang dan pergi ke sekolah bersama, dan bersenda gurau bersama. Dan pada akhirnya perasaan cinta mulai tumbuh perlahan di hati kyungsoo. Ia sering memberi perhatian lebih ke baekhyun. Lebih sering bersama di sekolah walaupun beda tempat duduk di kelasnya. Dan yang terakhir kyungsoo selalu mengantar jemput baekhyun ke sekolah setiap hari. Tapi sayangnya baekhyun tak pernah menyadari cinta kasih yang di berikan kyungsoo. Ia menganggap perlakuan kyungsoo hanya sahabat yang sangat dekat denganya. Kyungsoo hanya bisa menunggu baekhyun melihatnya, karena ia tak mau kehilangan sahabatnya karena perasaan cintanya. Ia takut baekhyun tak menyukainya dan malah memilih menjauhinya karena persahabatan mereka jadi canggung. Kyungsoo tak mau itu sampai terjadi. Lebih baik ia memendam perasaanya ketimbang kehilangan baekhyun.
Back to story
Karena tak mau menunggu lama, akhirnya Pemuda penggemar eyeliner itu langsung menarik lengan kokoh di hadapannya untuk mengantri tiket masuk ke DUFAN. Tanpa baekhyun sadari, kyungsoo tersenyum melihat betapa bahagianya baekhyun hanya karena di ajak ke DUFAN.
(soobaekshiper)
"HOEKK... HOEKK..". Baekhyun tengah mengusap punggung lebar kyungsoo yang tengah memuntahkan kembali isi perutnya.
"Hahh.. kau ini.. kita baru saja menaiki halilintar.. kau sudah mabuk, bagaimana dengan wahana kora-kora dan bla bla bla...". Kyungsoo masih menahan sakit perut dan kepalanya akibat menaiki wahana extrime tadi rasanya sekarang kepalanya mau pecah. Ia sampai tak mendengar baekhyun yang masih mengoceh tentang begitu payah dirinya. Kyungsoo baru pertama kali menaiki wahana itu, sebab itulah dia mual hingga memuntahkan seluruh isi perutnya.
"Kyung.. mukamu memerah.. ayo kita cari tempat duduk". Baekhyun cemas melihat muka kyungsoo yang bagaikan kepiting rebus. ia langsung membopoh tubuh kyungsoo ke kursi taman terdekat. Kyungsoo hanya bisa menggerutu, 'sial.. kenapa di saat seperti ini malah aku yang menyusahkan'.
Baekhyun mendudukan kyungsoo dengan perlahan di kursi taman di bawah pohon yang rindang. Kyungsoo bernapas lega, pusing kepalanya sedikit hilang karena memandang wajah baekhyun yang mencemaskan dirinya.
"Kau seharusnya mengatakannya dari awal kalau kau tak bisa menaiki wahana extrime seperti tadi". Baekhyun mengoceh seraya mengambil tissue di saku jaketnya. Ia mengambil selembar tissue, lalu mulai mengusap kening kyungsoo yang di penuhi peluh.
Kyungsoo bisa merasakan deru nafas baekhyun di wajahnya. Karena jarak mereka yang begitu dekat. Kyungsoo merasakan jantungnya berdetak lima kali lipat dari biasanya. Peluh mulai mengucur dengan deras akibat jantungnya yang sedang berdisko ria.
"Mukamu berminyak sekali.. apa kepalamu sangat pusing?". Baekhyun kembali mengambil selembar tissue dan mngusap kening kyungsoo dengan telaten.
'Jantungku yang terasa pusing baek'. Kyungsoo memerhatikan wajah baekhyun dengan gugup. Wajahnya berkali lipat lebih imut dari biasanya. Seketika kyungsoo ingin mencium bibir tipis milik baekhyun. Tetapi kyungsoo menggeleng cepat karena pikiran kotor mulai merasuki dirinya.
Baekhyun mengkerutkan dahi bingung melihat kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Apa sangat sakit?... sepertinya kita harus kedokter". Kyungsoo membelalakan matanya.
"Ah.. ti-tidak pe-perlu baek.. kau berlebihan sekali". Kyungsoo merutuki dirinya yang tiba- tiba menjadi gugup. "Lihat... aku tidak apa-apa... ayo kita coba wahana lain". Kyungsoo langsung menarik tangan baekhyun menuju wahana bianglala. Ia melupakan rasa mual dan pusingnya kalau menyangkut kebahagiaan baekhyun. Ia bahkan rela menukar nyawanya dengan kebahagian baekhyun jika perlu. Terdengar sangat berlebihan memang, tapi kenyataannya memang seperti itu.
Sesampainya di wahana bianglala, baekhyun terkejut. "Antriannya panjang sekali". Baekhyun menganga melihat puluhan orang berbondong-bondong mengantri untuk menaiki wahana bianglala. Seketika pria penyuka eyeliner ini mengerucutkan bibirnya lucu. Kyungsoo tersenyum melihat tingkah childish baekhyun.
"Kau ingin ice cream?.. aku akan membelikannya untukmu". Baekhyun menoleh ke arah kyungsoo. Ia tersenyum hingga matamyaembentuk bulan sabit yang sangat indah, dan juga sukses membuat jantung pemuda berambut cepak berdisko di hadapannya.
"Boleh.. tapi aku ingin rasa strawberry ya". Kyungsoo mengangguk patuh.
"Ay aye captain" kyungsoo menyahut menaruh tangannya di atas alisnya, memperagakan anak buah yang hormat kepada kaptennya.
Baekhyun terkekeh lucu melihat tingkah lucu kyungsoo. Ia terlihat cute jika sedang tersenyum. Entah kenapa ia suka sekali melihat kyungsoo tersenyum. Bibir kyungsoo langsung membentuk hati jika tersenyum. Baekhyun sangat suka dengan senyuman sahabatnya ini. Sangat menghangatkan hatinya. Tapi baekhyun tak pernah menyadari hatinya menghangat jika berada dengan kyungsoo. Ia hanya berpikir mungkin ini rasa nyaman terhadap sahabat.
"Baiklah aku akan pergi membeli ice cream.. kau ikut mengantri agar kita tak terlalu lama menaikinya". Kyungsoo berkata seraya mengusak kepala baekhyun dan setelah itu ia langsung pergi ke kedai ice cream untuk memenuhi permintaan orang tercintanya.
Baekhyun menatap punggung kyungsoo yang menjauh. Ia berjalan ke arah antrian wahana bianglala seraya tersenyum penuh bahagia.'ini hari yang sangat indah'. Pikir pemuda maniak strawberry itu.
(soobaekshiper)
"Maaf.. boleh saya melihat rekaman cctv di sekitar pantai?.. semalam aku sedang makan malam di pinggir pantai.. namun ada yang menyabotase kencanku semalam.. bisakah kau membantuku?". minseok berkata seraya mengeluarkan amplop berwarna coklat kehadapan reseptionis di depannya.
Ya, minseok tengah berada di gedung CCTV pengawasan pantai semalam yang ia datangi bersama baekhyun.
Receptionis tampan dihadapan minseok terkejut. Pemuda ber name-tag kim joonmyeon itu langsung tersenyum mengeluarkan aura angelicnya, dan mengambil amplop coklat itu.
"Itu soal mudah tuan.. besok akan saya serahkan rekaman videonya.. boleh saya meminta email anda tuan?". Minseok tersenyum menatap kim joonmyeon dihadapannya. Ia mengambil secarik kertas yang berada di meja receptionis seraya mengambil pena di sebelah sticy note dan langsung menuliskan alamat email nya dan menyerahkannya kepada pemuda berwajah angelic itu.
"Tolong di cek dari jam 18.00 KST hingga 22.00 KST". Minseok kembali tersenyum kepada pemuda bername-tag kim joonmyeon di hadapannya.
Kim joonmyeon tersenyum balik menatap pria bertubuh agak pendek dihadapannya. "Serahkan tugas ini kepada saya tuan". Kim joonmyeon membungkuk sembilan puluh derajat untuk menghormati pemuda yang terlihat masih SMA itu.
(soobaekshiper)
"Woaahhhh... aku baru menyadari kota jakarta sangat indah bila di pandang dari atas". Baekhyun menganga melihat pemandangan hirup pikuk kota jakarta. Kyungsoo tersenyum melihat betapa lucunya wajah baekhyun yang sedang takjub.
"Kau mau berfoto denganku ?". Kyungsoo merogoh sakunya, mengambil smartphone kesayangannya.
Baekhyun menjetikan jarinya"ide bagus". Pemuda bersurai coklat itu langsung merebut smartphone di tangan kokoh kyungsoo dan berpindah duduk di samping kyungsoo.
"say chesee..." baekhyun tersenyum memperlihatkan gigi rapihnya dan tangan kanannya membentuk v sign. Sementara itu kyungsoo tersenyum hingga matanya membentuk bulan sabit sama indahnya layaknya mata baekhyun.
Keduanya terlihat sangat ceria dengan kegiatan 'selvy'nya. Belasan foto ia mereka ambil untuk di jadikan hiasan kamarnya. Melupakan fakta bahwa dunia bukan hanya milik mereka berdua.
"Ayo kita ambil foto lagi". Sahut baekhyun dengan wajah cerianya. Kyungsoo hanya mengangguk patuh mendengar celotehan baekhyun. Pemuda berambut cepak itu tak henti hentinya tersenyum memandangi wajah cute baekhyun yang tengah berfoto bergaya imut yang membuat kyungsoo diabetes melihatnya.
"1... 2... 3..." baekhyun menekan layar smartphonenya dan taraaaa...
Di smartphonenya terlihat kyungsoo berpose menaikan sebelah alisnya bergaya cool, sementara baekhyun berpose memonyongkan bibirnya hendak mencium kyungsoo dengan mata menatap ke layar handphone yang di pegangnya.
Kyungsoo tersenyum melihat jepretan foto yang terakhir. Ia akan mencucinya dan di taruh di dompetnya.
"Kyung.. kita sudah berada di bawah kau tidak mau turun?". Baekhyun membuyarkan lamunan kyungsoo yang tengah asik memandangi smartphonenya.
Kyungsoo mengerjapkan matanya berkali-kali. "Ah.. benarkah?". Mendadak wajahnya berubah jadi lusuh 'kenapa waktu berjalan sangat cepat?' . Kyungsoo hanya bisa menggerutu melihat wahana yang di naikinya sudah kembali berada di bawah.
(soobaekshiper)
Deruan ombak pantai disore hari menjadi suara latar yang indah untuk di dengar oleh telinga baekhyun. Ditemani langit yang menjingga karena pergantian hari dan juga semilir angin yang menghembuskan rambut coklat brunettenya yang membuat suasana hatinya menjadi tenang.
Baekhyun merentangkan kedua tangannya, menutup kedua matanya. Nerasakan semilir angin yang menerpa seluruh tubuhnya yang hanya di balut sweeter tipis coklat dan jeans selutut.
"Hahhhhhh... ini hari yang sangat indah". Baekhyun menghela napas panjang seraya tersenyum sangat imut. Tanpa di sadarinya pria berambut cepak datang menghampirinya membawa 2 kebab ukuran large dan juga 2 soda kaleng di tangannya.
"Sepertinya kau senang sekali baek". Kyungsoo menatap baekhyun yang sedang menutup matanya. Wajah baekhyun berkali kali lebih cantik jika di terpa angin. Kyungsoo tak pernah bosan berkata bahwa wajah baekhyun terlihat lebih cantik sekarang.
Baekhyun menoleh tanpa melepas senyumnya untuk menatap pria yang membuat hari minggunya menjadi menyenangkan.
"Terimakasih untuk hari ini kyung". Kyungsoo mendadak kehilangan oksigen di sekitarnya. Ia dibuat salah tingkah oleh tatapan baekhyun. Karena baekhyun menatap dalam manik kyungsoo tanpa melepas semyuman indahnya itu.
"I-iya b-baek". Kyungsoo merutuki dirinya yang tiba2 menjadi gugup. Jamtungnya terasa mau copot melihat senyuman indah baekhyun.
Kyungsoo merogoh plastik di tangan kirinya guna mengambil kaleng soda dan membukanya dengan terburu-buru. Dan langsung meneguknya hingga tersisa setengah. Mendadak tenggorokannya sangat kering karena di tatap seperti itu.
"Hey... kau bisa tersedak jika meminumnya seperti itu". Baekhyun mengerutkan dahinya heran melihat kyungsoo yang minum terburu-buru seperti di kejar anjing.
"Hehe.. entah kenapa tenggorokanku sangat kering baek". Kyungsoo terkekeh seraya menggaruk kepala belakangnya salah tingkah.
"Eum.. kau mau kebab?.. aku membelikannya untukmu" kyungsoo menyuguhkan paperbag coklat yang berisi kebab dan juga sekaleng soda ke hadapan baekhyun.
"Kau memang pengertian". Baekhyun mengambil paperbag di tangan pemuda bermata owl dihadapannya dan langsung membukannya. Baekhyun memakan kebabnya seraya kembali menatap sunset di hadapannya.
Kyungsoo ikut menatap sunset di hadapannya dan membuka paperbagnya dan mulai memakan kebabnya. Perasaannya berkecamuk selarang. Ia bingung, ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanya kepada baekhyun. Tapi ia sangat takut jika baekhyun menjauhinya. Mendadak jantung kyungsoo berdetak lebih keras. Ia memakan kebabnya dengan bringas karena gugup.
Baekhyun menoleh memerhatikan kyungsoo yang mendadak memakan kebabnya seperti monster
"Kau baik-baik saja?". Baekhyun menaikan sebelah alisnya heran.
"Uhuk... uhukk" kyungsoo tersedak kebabnya sendiri, betapa gugupnya ia sekarang ini.
Baekhyun segera memberi kalemg sodanya kepada kyungsoo seraya mengomel. "Cobalah makan dengan pelan kyungsoo.. kau mau mati muda karena tersedak?". Baekhyun menatap malas sahabat nya ini.
Kyungsoo menyambar kaleng yang di berikan baekhyun dan langsung menengguknya dengan bringas, menghiraukan racauan baekhyun yang membuat telinganya sedikit tidak berfungsi.
Kyungsoo bernapas lega karena tenggorokannya terselamatkan. Baekhyun menatap sahabtnya khawatir, karena wajah kyungsoo yang memerah padam karena tersedak dan juga jantungnya yang berdetak lebih cepat.
"Kau baik-baik saja kyung?". Baekhyun memegang kening lebar kyungsoo dengan punggung tanganya.
"Ti-tidak ap-apa baek.. hahaha.. kau lebay sekali". Kyungsoo tertawa hambar karena gugupnya belum juga hilang.
"Kau ini... masih saja sempat-sempatnya tertawa". Baekhyun kembali memandangi sunset di hadapannya Seraya melahap kembali kebabnya.
Hati dan pikiran kyungsoo kembali berkecamuk. Hatinya bilang ia harus menyatakan perasaanya sekarang juga, tetapi pikirannya bilang bahwa jika ia menyatakan perasaanya ia akan membuat persahabatan mereka hancur.
Wajah kyungsoo mendadak lesu, ia dilema dengan perasaanya sendiri. Kyungsoo memejamkan matanya mencoba memilih jalan terbaik. Ia menghembuskan napasnya dengan keras. Ia tak bisa seperti ini terus. Ia harus menyatakan perasaannya sekarang juga. Diterima atau tidaknya itu adalah urusan nanti. Dan ia akan siap menwrima konsekuensinya. Akhirnya kyungsoo kembali membuka matanya dan mengangguk mantap menatap sunset di hadapannya.
Ia menoleh ke arah baekhyun.
"Eum baek". Baekhyun menoleh menatap wajah gugup kyungsoo."Aku ingin berbicara denganmu". Wajah kyungsoo mendadak sangat serius sekarang.
"Katakan saja kyung... kau ini tidak seperti biasanya". Baekhyun terkekeh melihat wajah stoik kyungoo. Yang di tatap masih mempertahankan wajah seriusnya.
"aku serius baek!". Baekhyun berhenti terkekeh. Dan mulai menatap heran kyungsoo yang tiba-tiba menjadi seserius ini.
"Eh.. o-oke-oke". Baekhyun mendadak gugup. Ia mencoba merilexkan badannya agar tidak salah tingkah di tatap sedalam itu oleh pemuda berambut cepak di hadapannya.
Perlahan wajah kyungsoo melunak. Ia meraih kedua tangan baekhyun dan mengusap jari-jari lentik baekhyun.
"A-a-aku.. a-a-aku.. oh shit". Kyungsoo menggerutu karena biburnya tak bisa mengucapkan sepatah katapun. Wajahnya memerah padam karena jantungnya sedang berdisko. Ia tak bisa menahan perasaan cintanya meluap-luap terhadap baekhyun.
Baekhyun menunggu kyungsoo mengucapkan sesuatu. Tapi ia malah melihat mata kyungsoo yang melirik kesana kemari dan juga tangannya yang berkeringat dingin dan jangan lupakan wajahnya yang memerah.
Keringat sebesar biji jagung mulai menghiasi pelipis kyungsoo. Pemuda bermata owl itu hanya bisa merutuki dirinya yang tiba-tiba mendadak konslet. Ia mencoba mengungkapan perasaannya sekali lagi. Kyungsoo mengangguk dengan penuh semangat berkobar.
FIGHTING!!
"A-a-aku..". Sial...
"c-c-ci-cin-cin". Cepatlah bicara dasar bibir bodoh.
"C-ci-cin". ARGGGGHHH... ASDFGHJLL.
Blackpink in your area... blackpink in your area.. BOOMBAYAHH... YA YA YA BOOMBAYAH.
Terdengar suara smartphone di saku celana jeans baekhyun. Pemuda maniak stawberry itu langsung merogoh handphonenya dan langsung menempelkan ke telinganya.
CTAKKK
Kening kyungsoo mendadak muncul urat-urat yang membentuk persimpangan layaknya di anime. Ia ingin sekali loncat dari atas monas sekarang juga. 'Memyatakan perasaan saja susahnya setengah mati'. Kyungsoo hanya bergumam dalam hati.
"Hallo". Baekhyun berbicara di telefon.
"Ah.. ka minseok.. ada apa?". Pipi baekhyun terlihat samar-samar merona. 'Sial... lagi-lagi pengganggu'. Kyungsoo menatap tajam handphone yang menempel di telinga baekhyun.
"APA? Kau sudah tau siapa yang selama ini menyabotaseku ?".
DEG...
Kyungsoo membelalakan matanya.
TBC...maaf banget yah kawan update chapter 3 amburadul tulusannya... tp aku udah perbaiki kok. .. maaf banget yang kmaren bikin matanya sakit...HORE PART 3 UPDATE MAAF YA KAWAN-KAWAN AKU BARU MUNCUL HARI INI... *bow* jam satu malem pula wkwkwk...Akoh soalnya lagi sibuk kerja sekarang jadi untuk para readers tolong maafkan hayati...Aku baca review ada yang bingung sama genderku... wkwkwk...Penasaran yahhh?Pake banget ga?Beneran?Akh ga percaya...Kalau mau tau coba cek akun wattpadku nama akunnya sama @meumeuq disitu ada foto asliku sama keteranganku...Jangan naksir yah kalau ngeliat foto gue wkwkwk..Kalian bakal tau genderku apa..Sekali lagi makasih yah udah mau baca love u all..Salam hangat dari lilis... (nama disamarkan)
