Ry: Kami kembali lagi, thanks karena udah mau baca dan review fic ini, pertma-tama mari kita balas review chapter kamarin.

Yue Heartphilia, Anasasori29, Ryuutamaru, Nyx Quartz, Tezuka Yuki, Violet-Yukko, norshin-chan, riachan-uciha, 4ntk4-ch4n, dan Black Cherry-CheeBloss: Ini udh aq update maaf lw lama updatenya dan maaf lw cerita ini mengecewakan….m(_ _)m

Yamanaka Chika: gomen, chap ini belum diceritain knp mereka musuhan tapi mungkin chap depan atau 2 chap lagi. Jadi Sabar yah….^^ NaruIno yah, belum tahu juga lihat situasi dan kondisinya dulu deh.

The white flower: Salam kenal white, arigatou udh fave crita q… Dan semoga tidak mengecewakan cerita kali ini….^^

Sketsa Gelap: Gomen, kemarin belum selesai bikin perkenalan Heaven Girls jadi aq pisah seperti ini, semoga sesuai selera kamu….^^

Hwang Energy:Nggak apa2 kox aq suka sama marganya jadi sesuai dengan ciri khas Tenten. Hahaha…. Sebaiknya jangan diikuti deh cara menggosok gigi Naruto sampai 5X sehari itu….XD

Devil's of Kunoichi: Gomen, soalnya lagi habis ide makanya pendek. Chap ini kyxnya juga pendek deh, maaf lw mengecewakan….m(_ _)m Sasusaku Fanfiction Contes-Banjir TOMATCERI? Gimana cara mengikutinya aq kura tahu acara2 seperti ini.

ErizuHernandhez: Halo Erizu,boleh aq seneng lw kamu suka cerita gaje saya ini…^^ ini udh aq update semoga gx mengecewakan.

d3rin: Hahaha…. Baca aja cerita dibawah ini, mw nya kemarin bikin satu kamar tapi gx jadi soalnya nanti malah jadi melewati rated….XD ini udh aq update semoga gx mengecewakan…^^

Bella UchiHaruno: Gomen mbax bel, soal a takut ganggu liburan mbax mka nya dx q bilang… ini udh aq update semoga gx mengecewakan…^^

Kazuki Namikaze: Hahaha… Iya, wal pertemuannya nanti aq certain tapi bukan di chap ini…..^^ ini udh aq update semoga gx mengecewakan…^^

HarunoZuka: Hahaha… Lw itu belum jamin aq tapi yg pasti nanti ada scene dimana mereka berantem, tapi masih rahasia di chap brp itu….XD *Plak ini udh aq update semoga gx mengecewakan…^^

Rin: Oke, karena lagi gak mau banyak bicara, Let us begin the story…

"Hell Boys and Heaven Girls"

Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto, Naruto masih jadi milik 'Masashi Kishimoto'.

Rated: T 'aman untuk dikonsumsi'

Pairing: SasuSaku dan empat pairing di lainnya.

Genre: Kali iniRomance and Friendship.

Warning: OOC, AU, Miss Typo(s), abal, gaje, alur kacau.

Chapter 3: Perjanjian

Pukul 5 Sore waktu setempat di kawasan perumahan Hakuba High School. Terlihat sepuluh orang, yaitu lima orang cewek dan cowok yang sepertinya sedang berjalan ke sebuah rumah paling besar di kawasan itu.

"Aku baru tahu kalau Hakuba High School punya asrama sebesar ini." Kata Ino saat sampai didepan pagar rumah itu.

"Ini bukan asrama, ini rumah dinas Kepala Sekolah Hakuba yang katanya sengaja dibuat asrama supaya mudah mengawasi kita, lagipula Hakuba bukan sekolah yang mewajibkan muridnya untuk tinggal di asrama." Kata Sai sambil memandang rumah tersebut.

"Rupanya kau tahu banyak hal selain tentang lukisan." Kata Ino memandang Sai.

"Tentu saja bukan seperti kau yang hanya mengetahui tentang berdandan saja." Kata Sai sambil tersenyum.

"Kau…." Kata Ino memandang Sai tajam.

"Kenapa?" Tanya Sai tampah rasa bersalah.

"Tidak apa-apa." Kata Ino memalihkan pandangannya dari Sai.

"Ayo masuk!" Seru Naruto semangat sambil membuka gerbang rumah tersebut.

Hell boys berjalan dahulu memasuki rumah, sedangkan Heaven Girl membuntuti dibelakangnya.

"Ino tadi kau mau menamparnya kan?" Tanya Tenten pelan agar tidak terdengar Hell Boys.

"Bukan hanya menampar, kalau bisa aku juga ingin membunuhnya. Kalau saja tadi tidak teringat kita harus mulai bekerja sama dengan mereka benar-benar sudah aku lakukan tadi." Kata Ino memandang Sai dengan kesal.

"Sabar saja Ino-Chan, ini hanya untuk 3 bulan kedepan. Setelah itu kau bebas mau memberinya pelajaran seperti apa." Kata Hinata menyemangati Ino.

"Tapi menurutku kata-katanya tadi sangat menusuk hati sekali. Bagaimana menurutmu, Sakura?" Tanya Temari kepada Sakura.

"Sudah tidak usah dipikirkan, utamakan bagaimana cara kita bisa bekerja sama dengan mereka." Kata Sakura yang langsung dimengerti anggota Heaven Girls lainnya.

Akhirnya mereka sampai diteras rumah itu, tiba-tiba pintu terbuka rumah terbuka dan muncullah dua orang lelaki dewasa dari dalam rumah.

"Selamat datang. Perkenalkan aku Kotetsu dan ini Izumo, kami berdua adalah penjaga rumah ini sekaligus menjadi pengawas kalian mulai hari ini." Kata seorang lelaki dengan rambut hitam runcing dan mata gelap dan memakai perban yang bernama Kotetsu itu.

"Salam kenal Kotetsu-San, Izumo-San." Kata Hell boys dan Heaven Girls bersamaan.

"Baiklah, mulai hari ini kalian akan tinggal bersama disini dan selama disini kalian harus menunjukkan kerja sama kalian. Dan setelah mendengar laporan dari Kakashi, kalau kalian tidak akur dari pertama bertemu. Kepala Sekolah meminta kami untuk mengawasi kalian secara intens, apabila kalian tertangkap tangan sedang berkelahi atau tidak mau bekerja sama kalian akan mendapat hukuman berupa pengeluaran dari sekolah secara tidak hormat. Untuk itu kalian harus mulai berkerja sama, kalian mengerti?" Tanya lelaki yang rambutnya disisir kebawah dan menutupi sebelah matanya, yang diketahui bernama Izumo.

"Kami mengerti." Jawab kesepuluh orang itu tidak semangat. Bagaimana bisa semangat kalau mereka diancam begini untuk berbaikkan dengan orang yang dibenci.

"Bagus, ayo masuk kami akan mengajak kalian berkeliling rumah ini." Kata Kotetsu mempersilahkan Hell Boys and Heaven Girls masuk kedalam rumah itu.

Mereka masuk ke rumah itu, bagian dalam rumah itu sangatlah indah dan tentunya sangat mahal. Lantai marmer, lampu dan beberapa pajangan yang terbuat dari Kristal. Dan perabotan seperti meja dan lemari penyimpanan barang berharga yang terbuat dari kayu pinus, benar-benar sangat mewah.

"Ini ruang utama, disebelah kiri merupakan ruang perapian yang juga merangkap ruang keluarga. Disebelah kanan adalah ruang makan dan dapur." Jelas Izumo sambil menunjukkan ruangan-ruangan itu.

"Ayo kita kelantai 2." Ajak Kotetsu.

Mereka berjalan menaikki tangga hingga sampai dilantai dua. Mereka melihat pintu besar yang juga terbuat dari kayu pinus.

"Ini merupakan ruang baca, disepanjang lorong di sebelah kiri dan kanan ini ada masing-masing 5 kamar yang akan menjadi kamar kalian sekarang." Jelas Kotetsu.

"Kamar untuk yang cowok disebelah kiri dan cewek disebelah kanan. Dan bila perlu sesuatu, kalian bisa menghubungi kami di pos penjaga yang ada didepan." Kata Izumo.

"Baik." Jawab mereka singkat.

"Baiklah, kalaian beristirahatlah sekarang. Kami akan pergi melapor ke sekolah kalau kalian sudah sampai disini." Kata Kotetsu mulai melangkah pergi.

"Jaga diri kalian dan mulailah mengakrabkan diri apabila kalian masih mau bersekolah di Hakuba dan Cherry Blossoms." Pesan Izumo yang juga mulai menyusul Kotetsu.

Setelah melihat kedua penjaga itu hilang dibalik pintu depan, Sakura menatap Sasuke.

"Sepertinya kita harus membicarakan bagaimana caranya kita bisa bekerja sama untuk 3 bulan kedepan." Kata Sakura.

"Hn, aku setuju. Kita berkumpul di ruang baca setelah meletakkan barang-barang." Kata Sasuke berjalan ke kamarnya.

Semuanya mengangguk tanda mengerti dan pergi ke kamar masing-masing untuk meletakkan barang-barang bawaaan mereka.

oOo

Lima menit kemudian mereka semua sudah berkumpul diruang baca dan duduk saling berhadapan di sofa yang ada disana.

"Jadi bagamaina jalan keluar dari perintah Kepala Sekolah ini?" Tanya Neji yang memulai rapat.

"Tentu saja saja jalan terbaiknya tidak merugikan siapa pun atau bisa dibilang saling mengutungkan." Kata Tenten.

"Berarti tidak ada cara lain selain berbaikkan." Kata Hinata sambil menuangkan teh.

"Merepotkan." Kata Shikamaru dan langsung tertidur.

"Dasar tuan pemalas, tidak bisakah dia serius sedikit pada masalah ini." Kata Temari kesal.

"Sudahlah, yang penting kita sepakat tidak untuk berbaikkan?" Tanya Ino sambil menatap Hell Boys."

"Aku setuju, tapi ini hanya untuk 3 bulan kedepan saja." Kata Naruto dengan nanda serius.

"Aku juga setuju, dan yang terpenting jangan sampai ada yang tahu soal kesepakatan ini." Kata Sai sambil meminum teh yang disiapkan oleh Hinata.

"Yah berarti kita sepakat?" Tanya Sakura berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya didepan Sasuke.

"Sepakat dan aku tekankan sekali lagi ini hanya untuk 3 bulan kedepan, selesai pesta gabungan semuanya kembali seperti semula." Kata Sasuke sambil menjabat tangan Sakura.

"Aku mengerti, tidak usah kau ingatkan."Kata Sakura kesal.

"Oke, kalau begitu rapat ini selesai. Semuanya bisa kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat." Kata Neji menutup rapat.

"Sampai ketemu besok, dan mulai besok kita akan berangkat bersama-sama dan bangunkan Shikamaru." Kata Sasuke sambil berjalan keluar dari ruang baca.

"Hah… Pergi bersama." Teriak semuanya over kecuali Shikamaru yang masih tertidur, Sakura dan Sasuke.

"Sudahlah, kalian ikuti saja dari pada dikeliarkan dari Sekolah. Sampai ketu besok semuanya" Kata Sakura memandang Heaven Girls sekilas dan keluar dari ruang baca.

Anggota Hell Boys dan Heaven Girls hanya bisa menerima dengan lapang dada, apa yang diputuskan dua orang yang sudah mereka anggap ketua dan kembali ke kamar masing-masing dengan lesu, tentunya setelah membangunkan Shikamaru.

oOo

Seperti pagi-pagi biasanya Hakuba High School dipenuhi oleh siswi-siswi dari sekolah lain yang ingin bertemu dengan Hell Boys. Ketika melihat lima mobil mewah berhenti di pintu gerbang, semua siswi langsung berkumpul disekitar lima mobil itu dengan antusias. Ketika melihat salah satu pintu mobil terbuka, para siswi mulai berteriak gaje.

"Hell…" Hanya itu yang bisa diteriakkan para siswi saat melihat Shikamaru keluar dari mobil bersama seorang cewek berambut pirang yang diikat empat yang tidak lain adalah Temari.

"Hei… Kau melupakan tasmu." Kata Temari menyusul Shikamaru.

"Terima kasih." Kata Shikamaru pelan.

Selagi semua mata terpandang pada ShikaTema, Neji keluar dari mobil bersama Tenten.

"Neji… Kau sudah pernah mencoba gerakkan ini belum?" Tanya Tenten sambil menunjuk salah satu gerakkan yang ada di buku pelatihan dasar bela diri Silat yang entah didapatnya dari mana.

"Sudah, itukan gerakkan paling mendasar dalam ilmu bela diri Silat." Kata Neji sambil berjalan disebelah Tenten.

"Kalau begitu nanti ajari aku yah? Aku tidak terlalu pintar dalam silat." Kata Tenten sambil menatap Neji.

"Iya, kalau ada waktu." Kata Neji singkat dan Tenten tersenyum mendengarnya.

Siswi-siswi kaget melihat adegan itu, Neji yang tidak terlalu akrab dengan cewek sekarang terlihat akrab dengan cewek malahan terlihat seperti orang pacaran.

"Ohayou…" Kata Naruto dengan semangat dan membuat para cewek semangat kembali karena melihat Naruto yang tidak didampingi cewek seperti dua anggota Hell Boys tadi. Tapi semangat itu redup kembali saat melihat cewek berambut indigo menghampiri Naruto.

"Naruto-kun, kau terlalu bersemangat dan lihat dasimu belum terpasang dengan benar." Kata Hinata sambil membenarkan dasi Naruto.

"Arigatou Hinata-Chan." Kata Naruto dengan senyum lima watt nya yang Hinata dengan balas senyum manis, dan mereka berjalan bersama.

Siswi-siswi mulai bertampang suram melihat adegan mesra NaruHina itu dan tambah bertampang suram saat melihat seorang cewek berambut pirang yang diikat satu kebelakang bergelayut manja dilengan Sai.

"Sai-kun, kenapa kita tidak naik mobil saja kemarin waktu ke asrama?" Tanya Ino dengan nada manja.

"Kau lupa, Kakashi-Sensei menyuruh pulang seluruh mobil kita dan hanya meninggalkan barang-barang yang akan kita bawa ke Asrama di Greenhouse." Jelas Sai

"Aku ingat, untung saja asramanya tidak jauh dari sekolah." Kata Ino sambil cemberut.

"Sudahlah lupakan saja, ayo kita ke Greenhouse." Kata Sai sambil tersenyum.

"Ino… Sai…" Panggil seseorang yang tidak lain adalah Sakura.

"Sakura… Loh, kemana Sasuke? Bukannya dia pergi denganmu tadi?" Tanya Ino bingung melihat Sasuke tidak ada.

"Itu dia masalahnya, dia menghilang tiba-tiba waktu aku keluar dari mobil." Kata Sakura dengan nada kesal.

"Aku tidak menghilang tiba-tiba." Kata Sasuke yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Sakura.

"Sasuke… Kau hilang kemana sih tadi?" Kata Sakura

"Aku hanya ke toku bunga diseberang jalan ini kok." Kata Sasuke pelan.

"Ke toko bunga? Untuk apa?" Tanya Sakura bingung.

"Ini…" Kata Sasuke sambil menyerahkan sebuket bunga Daffodil kepada Sakura.

"Untukku?" Tanya Sakura tidak percaya.

"Hn." Jawab Sasuke singkat.

"Arigatou." Kata Sakura mengambil buket bunga itu.

"Hn… Ayo kita ke Greenhouse." Kata Sasuke mengulang perkataan Sai.

"Ayo." Kata Sakura sambil menggait tangan Sasuke.

Sai dan Ino yang melihat hal itu tersenyum dan mereka menambah lebar senyumnya saat melihat beberapa siswi ada yang pingsan karena melihat adegan Sasuke yang memberi Sakura bunga dan kebanyakkan yang menangis.

"Mission Accomplished." Pikir kedua orang itu.

oOo

"Hahahaha… Coba aku bisa melihat ekspresi cewek-cewek itu saat Sasuke memberi bunga kepada Sakura, pasti seru tuh." Kata Naruto sambil tertawa lebar.

Sekarang Hell Boys dan Heaven Girls sedang membicarakan kejadian tadi pagi di Greenhouse sambil meminum teh yang dibuatkan Hinata dan Sakura.

"Kalian enak terbebas dari cewek-cewek itu. Tapi gantian kami yang pusing gara-gara kalian, mereka menganggap kami sebagai musuh sekarang." Kata Temari kesal.

"Tenang saja selama kalian bersama kami, mereka tidak akan berani mengganggu kalian." Kata Neji menenangkan keadaan.

"Ya sudah tapi kalian yang harus tanggu jawab apabila mereka mengganggu kami." Kata Tenten.

"Kenapa? Kalian takut dianiyaya mereka?" Tanya Sai tersenyum.

"Bukan begitu, mudah bagi kami menghadapi mereka. Tapi masalahnya, mereka yang akan bermasalah bila melawan kami." Kata Ino khawatir.

"Memangnya kenapa?" Tanya Sasuke.

"Kalian lupa bagaimana sifat Temari dan Tenten kalau lagi marah." Kata Sakura sambil mendudukkan diri disalah satu kursi kosong yang ada.

"Kami ingat, mereka tidak akan menghajar siapapun tanpa ampun tidak peduli cewek atau cowok. Terutama kau Sakura kekuatan mu itu benar-benar bikin siapapun merinding." Kata Shikamaru sambil menatap Sakura.

"Dan kalian mau bertanggung jawab dalam permasalahan ini?" Tanya Hinata.

"Tidak." Jawab Hell Boys kompak.

"Bagus, itu berarti kalian setuju melindungi kami kan?" Tanya Ino sambil tersenyum senang.

"Baikklah." Jawab Hell Boys dengan setengah hati.

Open your shiny eyes in the silent night
fushigi na yoru maiorita
ashioto tatezu shinobiyoru
nayamashi ge na kuro neko no poozu

Lagu Meikyuu Butterfly dari Nana Mizuki mengalun dari Hp Sakura tanda ada panggilan masuk. Tanpa melihat siapa yang melepon, Sakura menekan tombol hijau untuk menjawab.

" Moshi moshi? WHAT….?" Teriak Sakura tiba-tiba.

Semua yang ada disana memandang Sakura dengan tanda tanya, karena Sakura tidak pernah berteriak seperti itu kecuali ada masalah besar. Dan itu sepertinya benar melihat raut wajah Sakura berubah menyeramkan.

"Kenapa Sakura?" Tanya Ino, Hinata, Tenten, dan Temari bersamaan.

"Ini gawat?" Kata Sakura frustasi.

Sebenarnya apa yang membuat frustasi? Dan siapa yang meneleponnya sehingga Sakura seperti itu? Akan dijawab di chapter selanjutnya.

oOo To Be Continued oOo

Ry: Akhirnya selesai juga chap ini, aq ucapkan maaf lw mengecewakan….m(_ _)m

Rin: Tanpa banyak bicara lagi, akhir kata untuk para Authors and Readers 'PLEASE REVIEW'.