''DEEP SHADOW ''

CAST

PARK CHANYEOL

BYUN BAEKHYUN

AND

OTHER

RATE

M 21

WARNING

YAOI, BOYXBOY, PEDO , BDSM, MATURE, DIRTY TALK , HARD SEX, ROMANCE , HYBRID, FANTASY

SUMMARY

CHANYEOL (28) MEMPUNYAI ALTER EGO MENYUKAI SOSOK KECIL MUNGIL BERUMUR 12 TAHUN YANG TERNYATA SEEKOR HYBRID

PENTING

INI CERITA SAYA SENDIRI , BILA ADA KESAMAAN MOHON DIMAKLUMI , KARENA CERITA INI 'TERINSPIRASI DARI SELURUH FF YANG PERNAH SAYA BACA'

INI FF PERTAMA SAYA

Typo

Tidak sesuai EYD

jika aku tahu ini awal dari penderitaan itu, aku lebih memilih lari.

Tok tok tok

''permisi sajangnim'' wanita cantik itu melangkah masuk dengan anggunnya. Pria yang dipanggil itu mengangkat kepalanya sebentar dan kembali fokus pada kertas- kertasnya

''besok pagi sajangnim ada meeting di jepang. Kami sudah menyiapkan segala keperluan sajangnim'' wanita itu berkata sopan sambil menyerahkan map coklat lalu melangkah mundur dan menundukan kepalanya dan pergi meninggalkan ruangan.

.

.

Jepang, 31 desember

''besok malam tahun baru. Apakah sajangnim mempunyai rencana setelah meeting atau kita langsung pulang ke korea?'' wanita itu berkata sambil merapikan berkas – berkas.

''kita langsung pulang'' lelaki itu menjawab tanpa mengalihkan pandangnnya dari kertas- kertas bernilai itu.

Tok tok tok

Akhirnya lelaki itu mendongakkan kepalanya. ''siapa itu?'' dengan cekatan wanita itu berjalan kearah pintu.

''oh sehun-sii '' wanita cantik itu itu menoleh mengunggu anggukan dari lelaki itu.

''bukalah'' dan dalam sekejab laki- laki itu sudah duduk di atas sofa.

''ya, park chanyeol kau... ahhh sudahlah'' lelaki itu mendesah.

''besok tahun baru, kau tidak ada rencanakan? Jangan bilang kau akan pulang'' pria yang bernama oh sehun itu membukan satu persatu kancing jasnya.

''ya! Aku sedang berbicara padamu'' lagi- lagi chanyeol hanya diam tetap setia pada kertas- kertasnya.

''aku akan tidur disini malam ini'' chanyeol menghela nafasnya dan merapikan kertas- kertasnya.

''jangan ganggu aku pulanglah'' chanyeol berdiri dari kursi kerjaanya

''cihh, kau harus terbiasa dengan orang- orang disekitarmu, suatu saat kau akan menikah park!'' chanyeol tetap diam tak mengidahkan.

''permisi pak saya izin pulang'' wanita itu membungkuk sopan dan hanya menerima anggukan dari chanyeol lalu menghilang dari di balik pintu.

''dia cantik dan seksi , kau tidak tertarik?'' sehun menampilkan evil smirknya

''kau tidak pergi?''

''kau straight ?'' sehun menaikan alisnya

Chanyeol mengerutkan dahinya , '' apa yang ingin kau dengar?''

''apa kau gay?'' sehun menatap geli pada chanyeol dan hanya di jawaban desahan oleh chanyeol

''ayolah kau hanya perlu menjawab iya atau tidak!"

''jika ku jawab ya apa yang akan kau lakukan?'' chanyeol menatap tajam.

''yaa itu berarti aku perlu menjaga jarak darimu ahahahha'', chanyeol menatap sehun malas dan melangkahkan kakinya menuju kamar.

''hey park besok kau jangan pulang , kita berpesta'' seru sehun

''aku akan pulang''

.

.

.

Unknown island, 1 januari

''diharapkan kepada seluruh penumpang untuk tenang kita akan lepas landas ditempat yang memungkinkan'' sebagian penumpang hanya bisa diam sambil memeluk orang- orang terdekatnya dan para pramugari berusaha membuat penumpang yang histeris tenang.

''tenanglah sayang kita akan selamat'' suara laki-laki di sebelah chanyeol terdengar. Dengan lembut lelaki itu memeluk lalu mengecup pucuk kepada wanita yang mungkin istrinya itu.

Yaa pesawat yang chanyeol tumpangi mengalami kendala sehingga mereka harus mendarat di tempat yang tak seharusnya.

Chanyeol memandangi daerah disekitarnya. '' tempat apa ini?''

''saya tidak tau sajangnim'' wanita itu menjawab dengan tidak mengalihkan pandanganya dari handphonenya.

Chanyeol menghela nafas kasar dengan masih memandang pandangan di hadapannya. Orang – orang menyebar di segala sudut lapang berusaha mencari tempah teduh karena udara di daerah ini begitu panas.

''sajangnim daerah ini tidak ada dipeta, tapi aneh..'' wanita itu menatap chanyeol tidak yakin.

Chanyeol menatap wanita itu dengan kening berkerut.

''ada jaringan?'' chanyeol berkata dan dijawab dengan anggukan oleh wanita itu.

''bagi semua penumpang harap mengikuti para pramugara. Jangan ada yang berpencar, dimohon kerjasamanya'' laki laki berperawakan tinggi dan memakai seragam lengkap itu memberi komando dengan megaphone.

''sajangnim kita harus mengikuti mereka'' wanita itu melangkah terlebih dahulu dan disusul chanyeol kemudian.

Chanyeol berjalan mengikuti rombongan, bulir- bulir keringat mulai mengalir deras dipelipisnya dan turun terus menurun ke dadanya. Chanyeol gerah dan membuka jas abu-abu ketat yang membungkus tubuh sexynya.

Chanyeol meletakkan jasnya di pundaknya dan mulai menggulung kemeja panjangnya hingga kesiku. Mata chanyeol menatap kedepan dan sepertinya perjalanan masih panjang.

''apakah sajangnim ingin saya bawakan'' wanita itu menatap chanyeol

''tidak perlu'' chanyeol menjawab seperlunya dan seketika telinga tajamnya mendengar sesuatu. Sesuatu terdengar seperti ringisan dan chanyeol terhenti sebentar ia menatap lama kearah barat dan menajamkan matanya.

''ada sesuatu sajangnim?'' chanyeol menoleh dan melanjutkan langkahnya

''tidak ada''

Chanyeol terus melangkah menjauh dan suara ringisan itu tak terdengar lagi tapi, chanyeol berbalik.

''jangan bodoh, berbalik !''

''bukan urusanmu bodoh!''

''menolong orang akan merepotkanmu''

Suara – suara itu terus berteriak di dalam diri chanyeol tapi langkahnya kian pasti berbalik kearah sumber suara berusaha menahan sesuatu yang menahannya.

''kau memang bodoh park chanyeol''

Lapangan itu lapangan yang luas dan tandus. Aspal yang kering dikelilingi tanah – tanah merah yang kering dan retak , hanya ada beberapa pohon yang tidak mempunyai banyak daun. Chanyeol tidak tau pohon apa itu dan tidak perduli.

Chanyeol terus berjalan dan mendengar suara terikan wanita memanggilnya.

''sajangnim, sajangnim ...'' chanyeol tidak memperdulikan terus melangkah semakin jauh sampai langkahnya berenti

''apakah aku berhalusinasi?'' chanyeol beguman kecil hampir tak terdengar dan seketika itu dia dikejutkan oleh sesuatu.

''uhh haus...'' chanyeol membelalakan matanya dan seketika digantikan kening yang berkerut dan alis yang menikuk tajam.

''hybrid'' chanyeol bingung.

'' meaw..haus...'' hybrid itu mendekat kerah chanyeol dan memeluk kaki chanyeol , meringis.

''siapa pemilikmu?'' chanyeol langsung bertanya .

Chanyeol tau seekor hybrid itu tak akan berada di luar bila tidak sudah dibeli atau dibawa keluar oleh pemiliknya.

''hiks.. haus'' chanyeol berusaha melepaskan cengkraman hybrid itu di kakinya.

''sajangnim..'' chanyeol menoleh kesumber suara.

Wanita itu terengah- engah. '' sajangnim apa kau baik- baik saja? Ada apa dengan hybrid ini?'' gadis itu tidak terkejut karena dia telah lebih dulu terkejut beberapa menit yang lalu dari kejauhan.

''aku tidak tau'' dan chanyeol berasil melepaskan kakinya.

''ayo..''chanyeol berjalan menjauh.

''meaw... hiks '' dan langkah chanyeol terhenti lagi, hybrid itu mengikutinya dan kembali memeluk kaki chanyeol erat lebih erat.

Chanyeol menatap lama hybrid itu dan menghela nafasnya.

Chanyeol menggenggam tangan hybrid itu untuk melepaskannya dan berjongkok di depan hybrid mungil itu.

''siapa namamu?''

''hikss.. meaw.'' hybrid itu menundukan wajahnya dan chanyeol kembali menegakkannya

''aku tanya siapa namamu'' chanyeol menatap kedua mata indah itu, mata abu- abu cantik berkilau dibungkus dengan kelopak mata seperti...

Chanyeol berfikir ... bulan sabit.

''apa aku akan mencari pemilikku.. hiks'' bulir- bulir kristal cantik menuruni pipi kotornya.

''ak..aku tidak mau kembali''lanjutnya lalu mendekap chanyeol dengan tiba- tiba .

''kenapa?''

''tidak..''dan dengan tiba- tiba lagi hybrid itu mengusel- uselkan kepalanya di dada bidang chanyeol.

''kau harus pulang kepimilikmu'' chanyeol mendorong hybrid kecil itu.

''berapa umurmu?'' lanjut chanyeol.

Hybrid itu menggeleng lalu mengangguk lalu menggeleng lagi.

''coba kulihat'' wanita itu mendekat dan berjongkok lalu melihat kekuping kotor hybrid itu.

''12 tahun'' ujar wanita itu lalu kembali berdiri.

''itu terlihat dibagian belakang kupingnya, guratan – guratan itu menandakan umurnya'' mendengar itu chanyeol langsung melihat bagian yang dimaksud.

''hanya ada tiga guratan''chanyeol menatap hybrid itu dan beralih,

''satu guratan untuk 4 tahun sajangnim''.

Chanyeol hanya diam dan berdiri lalu berkata, ''kita tak bisa membawanya, ayoo..''

Wanita itu mengikuti langkah chanyeol.

''meaw tolong aku...hiks'' chanyeol mengabaikan suara lemah itu.

''kita harus berjalan lebih cepat sajangnim, kita sudah ketinggalan'' wanita itu menoleh kearah sajangnimnya itu karena dirasa sajangnimnya itu berjalan terlalu lambat dan hanya dibalas dengan langkah kaki chanyeo melebar.

Setelah rombongan penumpang kembali terlihat di mata chanyeol semakin mempercepat langkahnya.

''takut ah? Hahahaha''

''tenanglah aku tak akan melukainya hahahah''

''dia manis, aku tak akan melakukan apapun!''

Chanyeol menggeram, dia mengeratkan tangannya .

''sajangnim, ada apa?'', chanyeol tersadar tapi ada yang berubah dari chanyeol. Matanya. mata gelap dan dingin.

''chan.. chanhyun'' mata wanita itu membulat dan wajahnya yang memucat membuat sosok itu tertawa.

''haloo sayang? Merindukannku?'' wanita itu membeku , peluh tiba-tiba mengalir di jidat kecilnya.

''apa aku semenakutkan itu sayang?'' sosok itu yang bernama chanhyun mencengkram rahang wanita itu.

''ma.. maafkan aku chanhyun sajangnim'' wanita itu bergetar .

''sekarang kau tunggu disini aku harus pergi'' chanhyun hendak pergi tapi suara berbisik itu terdengar.

''maaf lancang sajangnim tapi sajangnim mau kemana? Saya takut kita ketinggalan'' wanita itu menahan suara gemetarnya.

''aku hanya membantu si bodoh ini'' setelah menunjukan smirknya chanhyun dengan cepat berlari.

.

..

...

'' ah kau sungguh mengenaskan sayang'' chanhyun mengangkat tubuh mungil itu.

''kau tau...sebaiknya memang lebih baik kau mati disini sayang'' chanhyun memandangi wajah cantik yang tetap cantik meski kotor itu dan menjilatnya.

''tenanglah aku tak akan berlaku kasar sayang, keculia jika...'' chanhyun terdiam sejenak sebelum melanjutkan komunikasi satu arahnya itu.

''kau menjadi slave ku.'' Chanhyun kembali menjilat wajah cantik itu.

.

..

...

''sajangnim...'' wanita itu mendekat perlahan.

''apa sajangnim yakin akan membawa hybrid ini?'' guratan kekhawatiran terpancar dari wajah wanita cantik itu.

''apa aku harus berubah pikiran dan melemparkan hybrid ini dari pesawat?'' wanita itu diam tak membalas perkataan sajangnimnya.

Yaa pesawat, chanhyun tidak seperti chanyeol yang sabar dan menggunakan koneksinya dengan pikir panjang , chanhyun tanpa pertimbangan menggunakan koneksinya untuk keluar dari pulau antaberanta itu, lebih tepatnya pulau ilegal milik pribadi yang digunakan untuk produksi- produksi yang juga ilegal.

.

..

...

Chanhyun membuka matanya saat dirasa ada sesuatu yang basah bergerilya di lehernya

''apa yang...'' chanhyun menatap tajam hybrid kecil itu.

''hiks...haus'' hybrid itu terus menjilat- jilat leher jenjang berurat itu.

Chanhyun menggeram.

''kau...'' chanhyun menarik kasar rambut hybrid kecil itu dan membuat pekikan cukup keras dan.. BRUK!

''kau jalang kecil...''chanhyun berdiri lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh hybrid yang sudah lemas dilantai mewah pesawat itu.

''sajangnim...''wanita itu berujar pelan takut dengan apa yang dilakukan oleh atasannya tersebut.

''apa kau di ciptakan untuk menjadi pemuas?'' chanhyun menarik kasar rambut hybrid kecil itu lagi.

''hiks.. haus baekie haus'' wajah pucat hybrid itu membuat chanhyun marah.

''aku benci wajah itu...'' detik berikutnya chanhyun membenturkan wajah cantik hybrid itu di lantai pesawat.

''sajangnim ... '' wanita itu mendekat dan menahan tangan chanhyun.

''dia... dia bisa mati sajangnim'' wanita itu tak berani menatap wajah atasannya itu.

''beraninya kau...'' mata itu menatap nyalang dengan tangan yang akan segera medarat di pipi mulus wanita cantik itu sebelum

''hiks baekie haus...'' hybrid kecil itu memeluk leher chanhyun dengan tiba- tiba yang membuat tubuh besar itu terdorong ke belakang.

''kau...'' hybrid kecil itu kembali menjilati leher chanhyun.

''sajangnim aku tahu.'' Wanita itu bersuara

Chanhyun mendorong kuat hybrid lemah itu dengan keras dan lagi- lagi tangan keras chanhyun terangkat ke udara.

''kau jalang...aku benci wanita jalang!''

''jangan jadi murahan dihadapanku!''chanhyun sudah di kuasai emosi. Memori itu kembali beputar

''sajangnim dia butuh kromium'' chanhyun menoleh menatap lekat sekretarisnya itu.

''dia butuh keringat'' chanhyun berdiri mendekat dengan wanita itu

''apa yang kau bicarakan?''

''kan..kandungan dalam keringat salah satunya adalah kromium dan hybrid butuh itu kalau tidak dia bisa meninggal sajangnim'' chanyeol berbalik dan menatap tubuh mungil itu, lemas tak berdaya.

''ahh'' chanhyun mendekat menggendong tubuh mungil itu lalu mendudukannya di pangkuannya. Ditatapnya lekat hybrid yang tak berdaya itu.

''hampir saja aku membunuhmu sayang. Kau haus?'' tangannya mengelus surai kotor hybrid mungil itu lalu turun ke bahu sempit itu.

''kau sangat kurus sayang. Apa yang terjadi padamu, ehm?''

''yoona!'' wanita itu datang mendekat.

''kau sebut apa tadi? Momin?''

''kromiun sajangnim''

''ahh benar, belikan itu, segera!''

''ta... tapi sajangnim''

Chanhyun mendelik tak suka. ''tapi apa?''

''kromium itu susah di dapat dan kromium yang sudah diolah itu hanya dijual di jepang. Kalaupun dipesan sekarang paketnya akan sampai paling cepat besok pagi sajangnim'' yoona menjelaskan panjang lebar.

''bagaimana dengan hybrid kecilku ini emhh?, Chanyeol akan sedih bila dia mati ahahahah!'' chanhyun menghentikan tawa nya seketika dan menatap yoona.

''apa yang kau tunggu, cepat pesan!''

''tapi un..untuk sekarang bagaimana sajangnim? Dia tidak akan bertahan''

''chanyeol akan membunuhku jika aku yang terlebih dahulu menikmatinya hahahah'' yoona mengerutkan dahinya tanda tak mengerti dan seketika wajahnya memucat.

''di..dia masih 12 tahun sajangnim''

''lalu? Dia butuh keringatku dengan segera cantik!'' chanhyun menjilati wajah hybrid mungil yang sedari tadi diam.

''yoona bilang pada chanyeol dia harus melakukannya, karena aku tidak bisa lembut '' chanhyun menciumi tekuk hybrid itu dan di balas dengan leguhan kecil.

''dia masih sangat kecil''

''dan yoona cari tahu tentang hybrid kecil ini, semuanya'' yoona mengangguk dan kembali ke bangkunya.

''ahh aku ingin tidur, anyong gadis kecilku'' dan mata tajam itu tenggelam dalam tidur sadarnya. Mata gelap dan dingin itu menghilang tergantikan dengan mata sendu yang hangat. Benar- benar bagai siang dan malam.

''argg'' chanyeol menggeram pelan. Kepalanya berat

''ah?'' chanyeol terkejut dengan apa yang ada di hadapannya , tubuh kecil mungil itu menggeliat resah dalam pelukannya.

Chanyeol menatap sendu gadis mungil di hadapannya mengelus surai lembut itu sayang.

''hiks...'' gadis itu mengeluarkan suarannya

''emhh'' chanyeol seolah terhipnotis, tangannya terus menelusuri setiap lekuk tubuh gadis kecil ini.

''kenapa sangat kurus?'' chanyeol bergumam kecil

''sajangnim?'' yoona menghampiri chanyeol.

''emhh'' chanyeol menjawab tanpa mengalihkan pandangnya dan seketika tersadar,

''BRENGSEK!'' chanyeol mengeratkan kepalan tangannya.

''sajangnim..'' kedua kalinya chanyeol menegakkan kepalanya.

''apa yang dilakukan brengsek itu?'' suara rendah dan berat chanyeol sarat akan amarah.

''ada yang lebih penting sajangnim'' wanita itu duduk di hadapan chanyeol dan menjelaskan segalanya.

Tangan chanyeol tak henti- tenti mengelus surai hitam pekat itu selagi mendengar semua penjelasan yoona.

Amarah semakin menumpuk di dadanya saat sudut matanya menangkap pemandangan itu lagi.

Chanyeol bingung, dia ingin tapi ini terlalu awal.

Hasratnya berada diujung tanduk saat pertama kali melihat tubuh kecil tak berdaya itu.

''hey come on park , aku memberimu kesempatan!''

Suara itu menggema dalam pikirannya.

''urus dia'' chanyeol memindahkan tubuh kecil itu kesamping danberdiri.

''apa yang...'' belum sempat yoona menyelesaikan ucapannya chanyeol sudah berlari- lari kecil didalam pesawat mewah yang lumayan besar itu.

Yoona tersenyum melihatnya, dia pikir chanyeol akan melakukannya, ternyata tidak.

Chanyeol terus mondar mandir dalam pesawat itu, kepalanya pening dan rasanya ia ingin muntah.

Chanyeol berhenti sejenak memegangi kepalanya dan yoona dengan cepat tanggap memberikan minum kepada chanyeol.

Setelah menegak satu botol penuh air chanyeol kembali menlanjutkan kegiatannya.

5 menit

10 menit

''kau bodoh park!''

''akan lebih mudah bila kau tak munafik park''

30 menit

45 menit

''aku tak akan mengalah untuk kedua kalinya park bodoh!''

Chanyeol menggeram kepalanya benar- benar terasa berat.

''apa saya perlu berolaraga juga sajangnim''

''tidak''

Yoona kembali memandangi hybrid kecil itu. ''kau sungguh beruntung.'' yoona hanya bisa berkata dalam hati.

''ahh''chanyeol kembali duduk dan menatap hybrid kecil itu.

''apa ini cukup ?'' dia bertanya pada yoona

Yoona masih termenung tak mengalihkan pandangannya dari hybrid kecil itu.

''yoona!''

''ah ? ada apa sajangnim? ''

''berapa banyak yang dia butuh?''

'' entahlah sajangnim, aku juga tidak tau . aku tidak bisa menggunakan handphone ku untuk mencari tau''

Chanyeol berdiri lalu mengangkat tubuh kecil itu untuk kembali kedalam pangkuannya.

''sayang buka matamu?'' chanyeol mengelus pipi tirus itu lembut.

''sayang? secepat itu kau memanggilnya sayang'' yoona memandang pilu dan lagi- lagi dia hanya bisa memendam rasanya.

''hey bangun'' chanyeol cemas hybrid itu tak kunjung membuka matanya.

Lalu chanyeol dengan jari- jari panjangnya menyeka keringat didahinya dan dengan perlahan memasukkan jarinya di dalam mulut hybrid itu.

1 kali

2 kali

''eugh'' hybrid itu mengeluh tertahan karena jari chanyeol yang ada didalam mulutnya.

Chanyeol mendesah lega dan dalam seketika nafasnya terasa tercekat.

Hybrid mungil itu mengendus lehernya dan mulai menjilati leher chanyeol .

Chanyeol menggeram, bulunya meremang. Chanyeol tidak terbiasa dengan sentuhan berbeda dengan chanhyun.

''meaw...''

Wajah yoona memerah melihat pemandangan didepannya dan dia lebih memilih pindah ke bangku lain.

''emhh... argh...'' geraman chanyeol semakin menjadi , hybrid itu terus menjilati chanyeol dari leher naik ke wajah turun ke mata, hidung,bibir dan sekarang dada chanyeol.

''bagaimana park? Menikmatinya? ''

''kau selalu menolak bila kuberikan vagina hangat, tapi kau menerima lidah hybrid kecil jalang ini''

Chanyeol membuka matanya yang sedari tadi terpejam.

''dia bukan jalang sialan''

''wah sudah lama kita tak berbicara park hahah. Bagaimana nikmat bukan?''

Chanyeol ingin membalas tapi...

''meaw...'' hybrid kecil itu menatap chayeol lalu berpindah dari pangkuan chanyeol.

Chanyeol hanya diam menatap setiap pergerakan hybrid mungil itu. mata biru cerah itu memancarkan ketakutan dan dia mengerti.

Dengan lembut chanyeol menarik lengan kurus itu untuk kembali ke pangkuannya

Tubuh hybrid itu bergetar .

Chanyeol mendekap tubuh kurus hybrid itu dan mengelus lagi surai kelam itu.

''jangan pukul.. hikss'' suara lembut hybrid itu menyapu pendengarkan chanyeol dan chanyeol suka.

''maaf'' hanya itu yang bisa chanyeol katakan sambil terus mengelus dan sesekali menciumi pipi tirus itu .

Hybrid itu mengangkat kepalanya menatap tepat ke mata chanyeol. Chanyeol yang melihat itu resah, dia benar – benar resah apalagi setelah mata sendunya turun sedikit kebawah dan melihat bibir bergetar itu.

''tidak'' chanyeol berucap lemah

''meaw? ''

''aku ingin, bolehkah?'' hybrid itu masih menatap chanyeol dan dalam hitungan detik bibir chanyeol menyentuh bibir bergetar itu , pertama hanya sebuah kecupan.

Chanyeol membuka mata nya, dia butuh lebih.

''lumat park bodoh, dia milikmu''

''akan lebih nikmat kalau kau tidak bodoh park''

''nikmati,lihat bibir itu''

''bagaimana kalau aku yang menikmatinya?

Chanyeol benar- benar tak mengerti dirinya , ada rasa yang membakar dalam dirinya.

Dia ingin lebih.

Dia butuh lebih.

''argg'' chanyeol menggeram lagi saat hybrid itu kembali menjilatinya, tapi dak berlangsung lama.

''meaw,habis...'' chanyeol mengerti

''aku tak bisa memberi lebih sayang''

''baekie masih haus chanyeol''

''eh? '' chanyeol heran tahu dari mana hybrid kecil ini namanya

''kau tau dari mana baekie?''

''tahu apa chanyeol bodoh?''

''ah? '' chanyeol merasa semakin pusing.

''namaku? Kau tau dari mana namaku''

''nama?'' hybrid itu nampak berpikir begitupun chanyeol

''ah? Nama meaw?''

''emhh'' chanyeol mengangguk

''dari sini park'' chanyeol benar- benar seperti orang bodoh tidak mengerti apa yang dimaskdu oleh hybrid kecil itu. dia pikir mungkin hybrid kecil ini tau dri yoona tapi...

''dari sini?'' chanyeol menunjuk dadanya dan diikuti pula oleh hybrid itu

''iya , disini'' hybrid itu tersenyum

''chanyeol, park chanyeol, chanyeol bodoh dan nikmati?'' lanjut hybrid itu dan membuat chanyeol semakin pusing.

''kau?''

''hy cantik kau dengar?''

''cantik meaw'' hybrid itu mengeratkan pelukannya di dada chanyeol

''chanyeol ingin memakanmu cantik''

''emhh makan?''

Chanyeol berfikir keras. Tidak mungkin?

''apanya yang tidak mungkin park bodoh''

'' park bodoh meaw...'' hybrid itu menjilati dada chanyeol lalu kembali memeluk erat chanyeol

Chanyeol benar- benar dibuat bingung, ini tidak mungkin , sangat tidak mungkin.

''mustahil'' chanyeol menghela nafas panjang

''ini tidak mustahil park bodoh''

''park bodoh kekekek'' hybrid itu terkekeh pelan lalu mendongakan kepalanya menatap chanyeol dengan cengiran cantik

''park bodoh'' lagi- lagi hybrid itu mengucapkan hal yang sama dan terkekeh.

''hahahah liat dia mengataimu bodoh hahaha''

''DIAM'' chanyeol berteriak marah dan mendapat respon negatif dari hybrid kecil itu, hybrid kecil itu melepaskan pelukannya.

Melihat itu chanyeol langsung kembali memeluk hybrid kecil itu dengan erat.

''bukan... bukan kau baekie, tapi dia'' chanyeol menunjuk dadanya dan dibalas dengan senyuman manja dari hybrid cantik ini.

''hey park bodoh, kudengar kucing itu bisa mendengar suara orang- orang mati yang sedang di siksa di neraka''

''itu di neraka brengsek'' ujar chanyeol kesal

''sama saja park bodoh, aku serasa di neraka bahkan lebih parah ahahah''

''park bodoh kekek... baekie suka meaw'' chanyeol yang merasa kesal dengan chanhyun mendadak merasa hangat menjalari hatinya dan tanpa bisa mengendalikannya lagi dikecupnya bibir mungil menggairahkan itu.

CUP

CUP

CUP

Chanyeol tak berhenti- henti mengecup bibir itu.

''sajangnim...'' chanyeol menghentikan kegiatan kecup mengecupnya

''kita kan segera lepas landas sajangnim'' yoona berbicara dengan mata yang tak lepas dari hybrid mungil itu.

''bai...'' CUP

''- lah '' chanyeol kembali menatap hybrid kecilnya itu.

''lagi...'' ujar hybrid mungil itu dan CUP

CUP

CUP

''tunggu baekie..'' chanyeol menahan bibir merah itu

''baekie suka park bodoh'' CUP

Chanyeol tersenyum, dia benar- benar merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan.

''bagaimana park? Seharusnya kau lebih menikmati hidupmu''

''kau yang memberatkan hidupku brengsek!''

''brengsek? Apa itu?'' tanya hybrid itu

''bukan apa – apa baekie'' chanyeol mengusap pinggir bibir baekie

''sajangnim ada yang perlu saya bicarakan?'' yoona menghentikan aksi usap-usapan atasannya itu

''bicaralah''

''empat mata sajangnim'' chanyeol mengerutkan keningnya

''baekie tunggu disini yaa'' chanyeol memindahkan tubuh kurus itu disamping kursinya.

''baekie masih haus park'' chanyeol hanya tersenyum melihat hybrid mungilnya itu lalu mengecup singkat.

''tunggu disini nde''

Yoona hanya menghela nafas, ''hanya beberapa jam, beberapa jam dan dia mendapatkan chanyeol''

.

..

..

''kita tak bisa membawanya sajangnim'' yoona memulai percakapan

''aku tahu...''

''saat itu chanhyun sajangnim yang membawanya jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa''

''dimana kita harus meninggalkannya?'' lanjutnya

''kita akan membawanya''

''sajangnim''

''ini keputusanku'' chanyeol beranjak dari kursi dan sebuah tangan menariknya

''dia berbahaya sajangnim''

''apa maksudmu?''

''dia bisa saja hybrid yang gagal dan membawa penyakit''

''gagal?'' chanyeol kembali mendudukan dirinya

''tidak semua persilangan berhasil sajangnim dan bisa saja di sudah ada pemilik''

Chanyeol hanya diam dalam beberapa detik , '' kita urus ketika kita sampai ke korea''

''kita sudah sampai sajangnim''

''sampai rumah''

TBC

Anyonggg cingu.. masih ada yang minat ngak sama ff ini? Aku tahu ini tulisannya ANCUR CUR CUR dan gaje , dak masuk akal dll , tp yaa da rii udah tulis di atas kalau ini ff FANTASI , jd harap maklum yaa

Aku mau ngejelasin ya cinggu, ff ini alur ceritanya murni dari otak aku , tapi ide ceritanya terinspirasi dari semua ff dan novel yang aku baca yaa cingu . kalau ceritanya pasaran dan ngebosenin harap maklum yaa cinggu dan jangan lupa review yaa cingu dan berhubung udah ulangan jadi aku akan fast update , tapi ngak janjii yaa..

REVIEW please kalau bisa review yang membangun yaa biar cerita ini bagus , kan kalau bagus untuk para reader-nim juga yaa kan

And last terima kasih gumawo khamsahamnida , verykhamsa tengkyuu untuk yang review di capture sebelumnya, maaf ngak bisa balas satu-satu yaabukan sombong , oh iya ini YAOI ya boyxboy yaaaa

Salam LEE DA RII