Sex Academy

Author : LunA

Pairing : EXO official pairing! KrisTao, SuLay, ChenMin, HunHan, KaiSoo, ChanBaek

Rating : M for Mature content

Warning : OOC, smut, yaoi, boyxboy, bad language, hard sex, no children

Saya liat review kayaknya SuLay shipper pada semangat banget wkwk, yaudah ini spesial untuk kalian SuLay shipper yang merindukan ff enaena mereka haha lol :v , dan untuk semua reader juga pastinya.

.

TYPO SEBAGIAN DARI SENI

.

.

Enjoy-

.

.

.


Second: Homosexuality

Homosexuality is sexual attraction or sexual habit with the same gender


Perlahan, seorang lelaki manis berambut cokelat terang turun dari mobil yang mengantar ke sekolah barunya. Kemudian matanya menatap plang besar yang terpasang diatas gerbang sekolah tersebut. Sex Academy.

Setelah puas menatap bangunan tersebut, lelaki manis itu menghela nafas. Bagaimanapun ini sudah menjadi keputusannya untuk masuk ke sekolah mengerikan ini. Lelaki ini tersenyum memperlihatkan single dimplenya, lalu mengucapkan semangat dalam hati.

Dengan tenang ia memasuki sekolah tersebut. Matanya melirik kesana kemari. Sepertinya sekolah ini biasa saja, tidak seperti namanya yang mengandung unsur ehem seperti perkiraannya beberapa saat lalu.

Aish, dimana sih ruang kepala sekolahnya

Saking sibuk mencari ruang kepala sekolah ia sampai tidak menyadari jika ada yang menghampirinya. "Hey."

"Huwaaa, jangan perkosa aku. Plis aku masih peraw- eh perjaka! Sumpah jangan perkosa akuuu" teriak lelaki itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya kearah sosok tadi.

"H-hey, siapa yang mau perkosa kamu?"

Perlahan si murid baru membuka matanya dan menatap sosok dihadapannya. Ternyata lelaki super tampan berwajah angelic lah yang menghampirinya. Murid baru itu langsung salah tingkah. Aduh mampus, kok ganteng amat ni orang:3

"Kau tidak apa?" Lelaki itu menggoyang-goyangkan tangannya dihadapan si murid baru.

"A-ah, iya. A-aku baik-baik saja."

"Murid baru, ya? Kalau mau cari ruang kepsek, ada diujung lorong sana." Lelaki tadi menunjuk kearah sebuah lorong.

Murid baru itu mengangguk lalu tersenyum malu. Ia mengucap terima kasih lalu hampir berjalan menjauh sebelum,

.

.

"Eh tunggu, namaku Kim Joonmyeon. Namamu?"

"Ehm… Aku Zhang Yixing."

Setelah bel berbunyi semua murid memasuki kelas masing-masing. Begitu juga dengan Yixing setelah ia diberi tahu kelasnya. Selesai menyelesaikan perkenalan nama, Yixing dipersilahkan untuk duduk. Dan yang tidak Yixing sangka adalah, dia ternyata sekelas dengan Kim Joonmyeon!

"Baiklah, Yixing silahkan duduk disebelah Do Kyungsoo."

Yixing mengangguk dan duduk disebelah lelaki imut bermata bulat yang tadi diberitahu kepadanya bernama Do Kyungsoo. Mampus, Joonmyeon ada dibelakang gue! Omaygaddd


"Baiklah, apa ada yang bertanya?"

.

"Eh Xing, gak sangka ternyata kita sekelas," ucap Joonmyeon. Dengan ekspresi yang bisa dibilang… senang?

Yixing hanya nyengir. Entah kenapa dia senang karena Joonmyeon tampak bahagia karena mereka bisa sekelas, "Iya haha, kebetulan yang pas sekali."

"Kau dengar penjelasan Wu sonsaengnim yang tadi tidak?" tanya Joonmyeon tiba-tiba.

Yixing terdiam. Sebenarnya dia tidak terlalu memperhatikan. Dia hanya mendengar saat gurunya itu menjelaskan mengenai homosexuality alias ketertarikan seksual sesama jenis. Dalam hati, Yixing jijik membahas hal ini. Karena pada faktanya, yah dia tidak terlalu tertarik. Sebelum masuk kesini, Yixing beberapa kali mengencani perempuan.

"Zhang?"

"Oh, eh… aku hanya mendengar soal homosexuality, hehe."

Joonmyeon tertawa saat mendengar jawaban Yixing. Entah kenapa dia merasa sangat suka melihat senyuman Yixing, juga caranya berbicara yang sangat imut itu. Mungkinkah dia telah jatuh hati pada seorang Zhang Yixing? Klise sekali kedengarannya, ya?

"Bukankah homosexuality itu menjijikkan ketua kelas Kim?" tanya Yixing kemudian.

Mendengar pertanyaan itu tiba-tiba membuat Joonmyeon agak sakit hati. Apakah ini artinya Yixing tidak menyukai sesama jenis seperti Joonmyeon? Begini ya rasanya ditolak?

"Menjijikkan ya" Joonmyeon hanya bergumam pelan.

Yixing mengernyit menyadari perubahan ekspresi Joonmyeon. Kenapa tiba-tiba Joonmyeon malah bergumam seperti itu padanya?

"Ma-maaf, Joonmyeon. Aku tidak bermaksud… ah, aku tidak gay… oh maksudku yaaa, begitulah… aku tidak terlalu suka saja. Bukan jijik. Iya iya begitu." Yixing langsung mengoreksi ucapannya. Baru sadar jika dia bersekolah ditempat yang mungkin banyak gaynya.

Atau jangan-jangan Joonmyeon gay?

Eh, bukannya bagus?

Lah… Yixing menggigit bibir bawahnya sendiri. Kenapa dia malah berpikiran kalau Joonmyeon gay itu bagus? Bukannya itu berarti dia harus ber-

"Bagaimana bila aku yang memintamu menjadi gay, Zhang?"

.

.

Apwah? Yixing sepertinya harus memeriksa telinganya jika ada waktu luang dari sini. Tidak mungkin kan kalau Joonmyeon itu–

.

.

"Aku menyukaimu, Xing. Entah kenapa bisa seperti ini… Tapi, ya begitulah. Kalau aku yang memintamu menjadi gay bagaimana?"

"A-aku… aku…" Yixing merasa tidak tahu kenapa wajahnya terasa panas saat ini. Mungkin saja dia kelihatan memerah sekarang. Dan ini sungguh memalukan. Seorang playboy Zhang Yixing, yang sering gonta-ganti pasangan bisa malu-malu seperti perempuan hanya karena seorang Kim Joonmyeon?

Huwad da hel!

"Aku… tidak tahu."

"Ah, baiklah… mungkin memang belum waktu yang tepat ya… Hah, sedih sekali aku bisa ditolak seperti–"

"AKU TIDAK MENOLAK KOK. Aku hanya tidak tahu bisa jadi gay atau tidak untuk orang lain tapi kalau buat Joonmyeon sih tidak apa."

Sialan. Yixing langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Kampret kenapa dia bisa keceplosan kayak gitu? Gak elit banget sih. Yixing pasrah deh kalau satu kelas dengar dan menertawakan dia. Tapi… kenapa hening?

.

Ternyata kelas sudah selesai daritadi dan Yixing tidak sadar. Owh, plis-_-

.

Joonmyeon menyeringai mendengar jawaban Yixing. Ia langsung menyambar bibir Yixing. Sedangkan Yixing hanya terkejut, hendak melepas ciuman tersebut, namun, Joonmyeon lebih dahulu menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.

Yixing hanya pasrah. Apalagi saat Joonmyeon akhirnya berhasil mengeksplor seluruh rongga mulutnya, membuat Yixing mendesah tertahan. Ya Tuhan, Yixing tidak menyangka jika ciuman Joonmyeon sehebat ini. He's a damn good kisser

"Bagaimana kalau kita lanjutkan ini ditempat lain?"

Dengan nafas terengah, Yixing berusaha mengatur nafas dan detakan jantungnya. Dia tidak terlalu mendengarkan ucapan Joonmyeon dan hanya mengangguk saja, sampai–

.

.

.

"HYAAA! AKU BISA JALAN SENDIRIII"


BRUK

Punggung Yixing bertabrakan dengan ranjang milik Joonmyeon. Ia tidak tahu apalagi yang mau dilakukan oleh Joonmyeon. Dia masih shock dengan semua ini. Jelas saja, ditembak tiba-tiba, jadian tiba-tiba, dicium tiba-tiba, dan dibawa kekamar berduaan tiba-tiba.

Yixing kembali merasa pipinya memanas. Maygad, kenapa Yixing bisa jadi kayak gini cuma dalam waktu sehari? Benar-benar the power of Kim Joonmyeon

Baru selesai dari lamunannya, Yixing terkejut saat bibir Joonmyeon kembali menghajar bibirnya. Kali ini ciuman mereka lebih panas. Yixing hanya mengikuti permainan Joonmyeon dan meletakkan tangannya dileher Joonmyeon, menikmati.

"Ha-ah, Joonmyeon."

Beberapa menit mereka berciuman, dan akhirnya kini Joonmyeon melepas tautan mereka demi kebutuhan oksigen. Matanya menatap Yixing yang berada dibawahnya dengan wajah acak-acakan dan ekspresi terkejut.

"Jadi… kenapa kau bisa masuk ke sekolah ini?" tanya Joonmyeon.

Yixing agak terkejut. Sebenarnya ini bukanlah pertanyaan yang ingin dia jawab. Dia cukup malu untuk menceritakan alasan dia berada di sekolah seks ini.

"Aku punya penyakit, sekaligus fetish."

Joonmyeon menatap Yixing lalu mengelus kedua pipi Yixing, "Apa itu? Ceritakan saja padaku."

Setelah menarik nafas, Yixing akhirnya bercerita, "Aku menderita hemophilia ringan. Tapi, aku juga memiliki fetish terhadap darah. Jadi, ya aku dikirim kesini untuk mengatasi fetish-ku ini."

Joonmyeon agak terkejut mendengar hal itu. Dia penasaran bagaimana Yixing masih bisa hidup sampai sekarang dengan fetish itu. Kalau dia terluka sedikit saja, penyakitnya bisa kambuh, namun, fetishnya pasti menginginkan lebih. Sangat membingungkan.

"Kau pasti bisa, Xing." Joonmyeon mengecup pelan bibir Yixing.

"Lalu, kenapa kita ada disini?" tanya Yixing bingung.

Joonmyeon menyeringai, "Untuk ini." Tangannya langsung merobek seragam milik Yixing, Toh, Joonmyeon punya yang lain dan Yixing bisa pinjam kalau memang mau.

Sebelum sempat protes, Joonmyeon kembali mencium Yixing. Entah kenapa bibir Yixing begitu manis baginya dan Joonmyeon ingin terus melahap bibir Yixing.

Tangan Joonmyeon kembali bergerak kebawah dan menarik celana yang digunakan Yixing. Melepas sampai Yixing benar-benar tidak terbalut apapun. Sedangkan Yixing yang mengetahui hal itu segera mendorong dada Joonmyeon untuk melepas ciuman mereka.

"I-itu, kenapa hanya aku yang buka baju?" tanya Yixing polos.

Joonmyeon menyeringai untuk yang ke sekian kalinya. Ia mengikuti permintaan Yixing dengan membuka seragamnya. Melakukan secara perlahan sambil tidak melepas pandangan dari tubuh Yixing. Hell ya, Yixing benar-benar memiliki tubuh yang bagus.

"J-jangan dilihat terus aish," Yixing protes dengan wajah memerah. Ia mengambil selimut lalu menutupi asal tubuhnya.

Mendengar itu Joonmyeon terkekeh dan menyingkap selimut yang digunakan Yixing. Ia kembali menindih Yixing. Kali ini, Joonmyeon tidak kembali mencium Yixing, namun, ia malah menuju selangkangan Yixing dan menyentil milik Yixing.

"J-janganhh," Yixing menutup matanya saat menerima friksi kenikmatan itu di penisnya.

"Terbawa permainan juga ya, Xing?" goda Joonmyeon

Yixing hanya menutup mata saat tangan Joonmyeon malah semakin menggodanya. Joonmyeon mengocok milik Yixing dalam tempo cepat. Membuat Yixing terus menerus mendesah karena kenikmatan yang menderanya.

"M-myeon… aku, a-akan da- ahh!" Yixing berteriak pasca orgasme pertamanya. Ia memuncratkan cairannya ditangan Joonmyeon.

Joonmyeon tanpa ragu menjilat cairain milik Yixing. Lalu, jarinya menuju lubang milik Yixing. Ia memasukkan jarinya yang sudah cukup basah ke dalam sana dan langsung dihadiahi teriakan Yixing yang super keras.

"HUAAA, keluarkannn. Sakit… sakit!" Air mata Yixing menetes tidak lama kemudian. Lubangnya terasa seperti diobrak-abrik oleh jari Joonmyeon. Terasa perih dan seakan lubangnya dapat robek saat itu juga.

Tapi, hal itu hanya diawal karena Joonmyeon berhasil menemukan titik prostat Yixing dan membuat Yixing mengejang serta mendesah-desah tidak karuan.

Setelah dirasa cukup dengan foreplay yang dilakukan, Joonmyeon menarik keluar jarinya dan itu membuat Yixing langsung mendesah frustasi. Melihat itu Joonmyeon hanya terkekeh lalu mengecup kening Yixing, "Aku akan memasukan yang lebih nikmat lagi."

Joonmyeon berpindah keantara kedua kaki Yixing. Mengistirahatkan kaki Yixing dikedua bahunya untuk mempermudah akses gerakannya.

"Omong-omong Xing, aku tidak memiliki pelumas disini, jadi…"

Yixing mengernyitkan dahi mendengar ucapan Joonmyeon. Lalu, bagaimana Joonmyeon akan memasukinya? Yixing tidak siap jika harus–

"A-ahh, J-joonmyeonhh, i-itu jorokk." Terjawab sudah pertanyaan Yixing. Matanya melirik kebawah dan melihat jika kepala Joonmyeon sudah berada diantara kedua kakinya.

Mata Yixing terpejam, merasakan sesuatu yang basah dan tidak bertulang mengorek lubang analnya. Rasanya aneh, namun di sisi lain juga terasa nikmat.

"Nggh…" Yixing tidak tahan untuk tidak merapatkan kedua kakinya, seakan menjepit kepala Joonmyeon.

Sementara Joonmyeon sendiri hanya menyeringai mendengar suara Yixing. Lidahnya masih ia gerakkan untuk membasahi lubang Yixing.

Setelah beberapa menit melakukan acara jilat-menjilat, Joonmyeon mempersiapkan kepala penisnya dipintu lubang Yixing. Perlahan tapi pasti, Joonmyeon memasukkan setengah penisnya. Joonmyeon terdiam beberapa saat untuk membiarkan Yixing terbiasa, sambil tangannya bergerak menghapus peluh diwajah Yixing.

"Sakit hiks… sakit… Keluarkan saja hiks," Yixing kembali menangis dan yang bisa Joonmyeon lakukan hanya mencium bibir Yixing sambil meneruskan gerakannya. Berusaha mencari prostat Yixing agar kekasihnya itu tidak merasa kesakitan lagi.

"Huah, Joonmyeon! Disana! Tusuk lagi disana hyahh," Yixing mencakar bahu Joonmyeon dan memejamkan matanya saat prostatnya ditusuk telak oleh penis Joonmyeon. Ia merasa ada dilangit ketujuh saat ini. Sialan, Yixing tidak menyangka jika rasanya dimasuki senikmat ini.

"F-faster… Lebih cepat myeon, mhh."

Joonmyeon menyeringai, "As your wish, babe."

Tubuh Yixing terhentak seiring gerakkan Joonmyeon yang semakin cepat dan beringas. Seakan tidak ada hari esok untuk melakukan kegiatan ini. Tangan Joonmyeon bergerak untuk mengocok penis Yixing yang sedari tadi diabaikan.

"Hahh, lebih cepat Myeon," Yixing menutup kedua matanya, menikmati. Ia rasa hampir klimaks lagi, namun Joonmyeon menyadari itu dan menutup lubang keluar Yixing.

"Sabar Xing, tu-tunggu aku."

.

Mereka sama-sama menikmati sampai tidak lama Joonmyeon merasa rektum Yixing semakin menyempit, menandakan Yixing hampir klimaks. Begitu pula dengan Joonmyeon.

"Huah, Joonmyeon!"

"Xing!"

Yixing kembali mengeluarkan cairannya ke tubuh Joonmyeon. Disusul Joonmyeon yang mengeluarkan cairannya didalam Yixing sehingga Yixing bisa merasakan hangat-hangat didalam lubangnya.

"Kau berdarah, Xing," ucap Joonmyeon pelan. Tidak menyangka jika dia telah melukai kekasih barunya. "Apa yang tadi sakit?"

Yixing mengangguk, "Tapi, aku terlanjur melihat darah dan itu membuat fetishku kambuh sepertinya."

Mendengar hal itu membuat Joonmyeon menyeringai lebar,

.

.

.

"Jadi? Ronde kedua?"

.

.

.

Finish

Kalian tau ini ngetiknya sambil gemeteran-_- udah gitu sempet dibaca temen sekelas asdfghjkl. Tbh sempet pengen gak lanjutin ff ini karna ada yang reviewnya bikin ngh. Gak , maksudnya gue tuh sensian banget, baper emang. Tapi karna udah janji 15 review bakal di next yaudah deh dilanjut, lagian kasian ama SuLay shipper yang udah nunggu *ngarep amat ditunggu*. Yaudah ini deh untuk kalian semua:3 kurang hot? Bacanya deket kompor aja biar hot wkwk /g

[Balasan review chap 1]

LVenge : KrisTao lagi? Kalo mereka mulu kasian yang lain wkwk, oke terima kasih^^

(Guest 1) : kurang panjang nc nya? Yaudah ditarik aja biar panjang *garing:3

Re-Panda 68 : iya say, ini semacam series tiap otp. Okesip terima kasih^^

Minnitta : tao kan emang gitu, labil/? Chanbaek belum diketik /g wkwk. Oke terima kasih^^

Lee Shikuni : senyum-senyum mau dianu-anu Kris saem juga ? wkwk, oke!

xingmyun : tbh suka banget sama review kamu say/? wakaka, iyanih sulay, kurang hot gak?:v

suhoxxsuhoxx : baru liat laptop aja, otak kotor udah jalan/? wkwk

(Guest 2) : iya aku juga nunggu banget lanjutan ff ituu:(( siappp!

Kei : sadis? Engga tau deh, aku suka gak tega sih ngetik yang sadis-sadis/?

.

Heran kenapa pada minta otp fav nya xD myane ini udah terlanjur diketik jadi udah urutannya begitu hoho. Kurang panjang nc-nya? Maap ya, gak sengaja tapi niat *uhuk:3 Jadi, masih butuh lanjutan? - LunA