Change's the world
Disclaimer : Massashi kishimoto
Genre : adventure & romance
Rate : M
Pair : Naruto x ...
Warning : Miss Typo , Alur Gaje , OOC , Gaje , ide pasaran (maybe) , Strong!Naru, Smart!Naru ..Etc
Summary : Naruto yang sejak umur 5 tahun dilatih jiraya saat lembali kekonoha ingatan dan semua jutsu disegel oleh jiraya. Apa yang terjadi saat segel itu terlepas..
Chapter 3
Tranning ground 7
Terlihat 3 bocah berbeda gender 2 laki-laki dan satu perempuan sedang menunngu seseorang. Salah satu dari mereka sedang mondar mandir sambil mengerutu sedangkan yang dua hanya diam tak peduli dengan rekan mereka yang terus mengerutu tak jelas.
"Hah kenapa kakashi sensei lama sekali ini sudah satu jam dia tidak datang juga" gerutu sang perempuan
"Bisakah kau diam sakura kau dari tadi berisik sekali" ujar temannya yang berambut kuning
"Bagaimana aku bisa diam ini sudah satu jam dan kakashi sensei belum datang, naruto" jawab sang perempun a.k.a sakura
"Hah kau tau sakura kebanyakan dari laki-laki suka perempuan yang pendiam dan tidak banyak bicara, dan aku yakin pangeranmu itu salah satu dari laki-laki itu" ucap naruto seraya menunjuk sasuke
"Benarkah" ucap sakura tidak percaya
"Kau bisa tanya sendiri kepadanya"
"Sasuke-kun" seru sakura sambil mengalihkan pandangannya ke sasuke
"Hn"
"Apa yang naru-" ucapan sakura terpotong saat muncul kepulan asap didepan mereka setelah asap menipis terlihatlah orang yang mereka tunggu.
"Yo semua" sapa kakashi
"Kau terlambat sensei" sengut sakura
"Maaf tadi aku tersesat dijalan yang bernama kehidupan" jawab kakashi sambil tersenyum.
'Alasan macam apa itu' batin mereka bertiga
"Baiklah kita mulai tesnya" lanjut kakashi dengan nada serius
"Tes ? tes apa sensei" tanya naruto
"Kalian harus merebut lonceng ini dariku. Tes ini bertujuan untul melihat apa kalian layak menjadi genin kalau kalian gagal aku akan mengembalikan kalian ke akademi" jawab kakashi dengan menunjukkan lonceng ditanagn kanannya.
"Tapi kenapa hanya ada 2 sensei loncengnya" tanya sakura diikuti anggukan oleh naruto
"Karna salah satu dari kalian akan kembali ke akademi jadi berusahalah dengan seluruh kemampuan kalian dan bertarunglah dengan niat membunuhku, batas waktu kalian sampai waktu makan siang. Baiklah ayo mulai" ujar kakashi dan mereka bertiga pun berpencar dan bersembunyi
(Setelah ini sama kayak canon sampai sasuke terkubur ditanah)
.
.
"Sekarang tinggal naruto dimana dia. Ternyata dia cukup pintar untuk bersembunyi dariku" ujar kakashi. Karena merasa alarm bahaya ia mengeluarkan kunai untuk menangkis dua kunai yang melesat dari belakngnya.
Trankk! Trankk!
"Ho mau menyerangku dari belakang ya itu tak akan berpengaruh kepadaku, keluarlah uaruto" ucap kakashi, lalu dari semak-semak munculah sang pelaku pelemparan tadi sambil memasang tampang siaga. Lalu naruto membentuk handseal sederhana.
Kage bunshin no jutsu
'Boft' 'Boft' 'Boft'
Muncullah 20 bunsin naruto lalu menyerang kakashi menggunakan taijutsu yang dikuasainya. Naruto dan para bunshinnya terus medesak kakashi meskipun begitu kakashi telah berhasil menghilangkan setengah dari bunshin naruto. Tiba-tiba naruto berteriak
"Sekarang sasuke" teriak naruto dibalas anggukan sasuke lalu ia membuat handseal begitupun naruto
Katon : gokakyuu no jutsu
Fuuton : daitoppa
Bola api milik sasuke yang semula berukuran 3 meter bertambah dua kali lipat setelah terkena jutsu naruto kakashi yang melebarkan matanya dengan cepat ia membuat handseal.
Doton : Doryuheki
Terjadi ledakan cukup besar dari benturan kedua jutsu tersebut. Tanpa kakashi sadari dari belakang muncul sakura meraih lonceng yang tergantung dicelana kakashi. Setelah asap ledakan menipis kakashi masih berdiri dengan tenang memandang dua muridnya yang sedang terengah-engah.
'Hebat juga mereka bisa membuat aku terdesak strategi yang cukup bagus tapi itu masih belum cu-'
"Kringg...kringg..kringg.." suara alam jam membuyarkan pemikirann kakashi.
"Strategi kalian cukup bagus tapi waktu kalian sudah habis dan kalian belum mendapatkan loncengnya jadi kali-" ucapan kakashi terpotong oleh suara dibelakangnya.
"Apa kau yakin kami gagal sensei lalu ini apa" ujar sakura sambil menunjukkan lonceng ditangannya
"Bagaimana bisa" kaget kakashi
"Mudah saja sesat sebelum aku menyerangmu aku telah menbuat 2 bunshin untuk membenaskan sasuke dan sakura dan memberi tahu semua rencanaku. Dan aku dan bunshinku tadi memang sengaja mengarahkan sensei ketitik dimana sakura bersembunyi.."
"Dan jutsu tadi hanya sebagai pengalihan agar aku tak menyadari saat sakura mengambil lonceng itu" ucapan naruto diselesaikan oleh kakashi
"Tepat sekali" seru naruto
"Jenius juga baiklah dengan ini aku nyatakan kalian lulus dan kau naruto bagaimana kau bisa menggunakan fuuton padahal dari data yang aku dapat kau belum pernah menggunakan jutsu" tanya kakashi
"Entahlah sensei tiba-tiba saja jutsu itu muncul di kepalaku" jawab naruto smbil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Hm aneh baiklah kalian boleh pulang dan istirahat, besok temui aku di gedung hokage kita akan segera meminta misi" ujar kakashi
"Hai sensei" jawab mereka serempak, merekapun membubarkan diri pulang kerumah masing-masing.
Disuatu tempat
"Heh bagus gaki kau sudah mulai membuka celah untukku menghancurkan segel ini" ucap sesosok mahkluk dengan seringai andalannya.
.
.
Hokage room's
Terlihat beberapa jounin sedang menghadap sang empunya ruangan yang tak lain adalah sandaime hokage. Sang hokage memperhatikan dengan seksama semua jounin yang ada diruangan itu dan tak lupa pipa yang menenmpel dimulutnya. Lalu sang hokage menghembuskan asap dari mulutnya.
"Baiklah kita mulai saja bagimana laporannya. Mulai dari team 10" ujar sandaime
"Team 10 lulus" ucap seorang jounin berjenggot lebat a.k.a asuma sarutobi
"Jelaskan"
"Mereka lulus dengan mudah meski salah satu diantara mereka ada sangat cerewet tapi untuk kerja sama mereka melakukannya dengan cukup baik" jelas asuma
"Team 8"
"Team 8 lulus" ujar jounin perempuan berambut hitam bermata ruby a.k.a kurenai yuhi
"Jelaskan"
"Mereka memang kurang dalam bertarung tapi untuk pelacak mereka sangat sempurna dan aku rasa mereka akan menjadi shinobi yang cukup hebat kedepannya." jelas kurenai
"Team 7"
"Mereka lulus dengan sempurna" kata kakashi sontak semua yang ada dalam ruangan menatap heran kakashi pasalnya kakashi tak pernah meluluskan anak didiknya.
"Bisa kau jelaskan kakashi" tanya sang sandaime
"Awalnya mereka tidak bisa bekerja sama namun naruto berhasil merubah keadaan bahkan mereka mampu merebut lonceng dariku tanpa aku ketahui.." sontak semua yang berada dalam ruangan melebarkan mata tak percaya dengan apa yang diucapkan sang copy nin itu.
"Bagaimana mungkin mereka hanya genin. Apa kau tidak melbih-lebihkan kakasi" ujar kurenai diikuti anggukkan oleh para jounin didalam ruangan
"Kurasa aku terlalu meremehkan mereka dan tak kusangka aku mempunyai seorang jenius yang penuh kejutan dalam timku" ucap kakashi
"Seorang jenius apa maksudmu bocah uchiha itu" tanya salah seorang genin
"Dia memang jenius tapi yang aku maksud adalah naruto kita tau dalam databook miliknya ia tidak bisa menggunakan jutsu selain kagebunshin tapi nyatanya kemari ia bahkan mengeluarkan jutsu fuuton rank-c untuk ukuran genin yang baru lulus aku rasa itu akan sangat sulit apa lagi ia tidak memiliki garis keturunan layaknya uchiha dengan katonnya" terang kakashi
"Hm jadi begitu baiklah kita lanjutkan laporannya" ujar sandaime setelah sekian lama diam sementara kakashi hanya tesenyum dibalik maskernya.
.
.
Ditengah perjalanan pulang naruto melihat seseorang yang ia kenal dengan senyum mengembang diwajahnya dengan setengah berlari ia menyusul orang itu.
"Hey hinata" seru naruto seketika orang yang dipanggilpun berhenti dengan tubuh yang agak sedikit tegang. Karna hinata tau suara siapa yang memanggilnya, hinata hanya mampu diam sambil menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona di wajahnya.
"Hinata apa kau tidak apa-apa kenapa kau tidak menjawab panggilanku" ujar naruto dengan nada sedikit khawatir. Dibalas gelengan oleh hinata
"A-aku tidak apa-apa na-naruto-kun" ujah hinata
"Benarkah tapi kenapa kau menunduk apa sebegitu menyeramkan wajahku sampai-sampai kau tidak mau melihat wajahku" kata naruto dengan nada agak sedih yang berhasil membuat hinata gelagapan.
"Bu-bukan begitu na-naruto-kun" ujar hinata mencoba mengatasi gugup+gagapnya.
"Benarkah lalu kenap kau menundukkan wajahmu" ujar naruto dengan nada tak percaya.
" ano... A-aku aku ha-hanya..."
"Hanya apa ?"
"Malu" gumam hinata dengan wajah yang sudah sangat memerah dengan kedua jari telunjuknya dimainkan di depan dadanya. Sedangkan naruto hanya mengangkat sebelah alisnya menataptingkah hinata yang menurutnya sangat manis
'kawaii~' batin naruto drngan semburat merah tipis dikeduan pipi tannya.
"Kenapa harus malu 'ttebayo" ujar naruto setelah berhasil mengendalikan pikirannya untuk tidak memakan gadis didepannya itu.
"Ti-tidak apa-apa lupakan saja, naruto-kun dari mana ?" tanya hinata berusaha mengalihkan topik. Naruto yang mengetahu hal itu hanya menghela nafas.
"Aku baru sja latihan dengan tim 7 kau sendiri dari mana hinata-chan" ucap naruto tanpa ia sadari ia menambahkan suffix'-chan' pada hinata
"Chan" gumam hinata dengan wajah yang kembali memerah
"Eh maafkan aku. Aku tidak sengaja tadi memanggilmu seperti itu" ujar naruto gugup
"I-iya sebenarnya aku malah senang jika naruto-kun memanggilku begitu" ujar hinata dengan memainkan jari telunjuknya
"Benarkah" ucap naruto memastikan dan dibalas anggukan oleh hinata
"Jadi tadi kau habis darimana hinata-chan" tanya naruto
"Aku baru saja latihan" jawab hinata sedangkan naruto hanya ber'oh'ria. Setelah itu tak ada lagi pembicaraan diantara mereka sepanjang perjalanan mereka. Tanpa disadari mereka sudah sampai di depan gerbang klan hyuga.
"Baiklah hinata-chan kau masuklah nanti kalau ada yang melihat kau bersamaku aku takut kau dimarahi karena dekat denganku" ujar naruto
"Hai naruto-kun" jawab hinata disertai anggukkan kepalanya
"Hey hey tidak biasanya kau bicara lancar saat dekatku pdahal dulu saat kau dekat denganku langsung pingsan tapi kenapa sekarang tidak" ucap naruto dengan nada menggoda
"Ja-jangan diingatkan masalah itu kan aku jadi malu" kata hinata sambil menundukkan kepala. Naruto yang gemas dengan tingkah naruto langsung mengusap-usap puncak kepala hinata. Hinata yang diperlakukan seperti itu wajahnya semakin memerah
"Itu berarti kau sudah ada kemajuan melawan rasa takutmu" kata naruto sambil menurunkan tangannya dari puncak kepala hinata. Membuat hinata cemberut karena usapan naruto berhenti.
"Ne hinata-chan apa besok kau ada misi?" tanya naruto
"Tidak ada memangnya kenapa naruto-kun" jawab hinata
"Eto.. Apa besok kau mau menemaniku latihan ?" tanya naruto sedikit ragu
"Hm baiklah besok kita latihan dimana naruto-kun ?"
"Besok jam 8 aku tunggu ditranning ground 7 apa kau bisa"
"Baiklah jam 8 aku akan kesana" ujar hinata
"Yatta arigato hinata-chan" ujar naruto yang reflek memeluk hinata. Hinata yang diperlakukan seperti itu hanya bisa menahan diri agar dia tidak pingsan.
"Hey kuning apa yang kau lakukan pada hinata-sama" suara bariton dari seseorang yang tak jauh dari mereka membuat naruto dengan cepat melepaskan pelukan hinata. Sedangkan orang tersebut langsung mengambil posisi melindungi hinata.
"Ahaha gomen aku tadi terlalu senang" ujar naruto dengan mengaruk-garuk tengkuknya.
"Huh kau pasti berniat buruk kepada hinata-sama, iyakan dasar kuning mesum" ujar orang tersebut
'Twinch'
perempatan muncul di dahi naruto demi apapun ia sangat terhina dikatai mesum olehpemuda didepanya yang mirip model sampo tersebut. Hinata yang melihat naruto marah segera buka suara agar masalah tidak menjadi semakin rumit.
"Neji-nii naruto-kun tidak akan berbuat jahat padaku" ujar hinata lembut
"Benarkah orang bermuka mesum seperti dia pasti ada maunya, dia hanya pura-pura baik padamu hinata-sama" kata neji meremeh kan. Cukup sudah naruto sudah tidak tahan lagi dengan kata-kata orang didepannya.
"Hey model sampo yang bermuka pedofil kau kira aku sehina, kalau kau tidak mengenalku lebih baik kau diam dan urus saja rambutmu itu" seru naruto
"Apa kau bilang dasar kuning mesum beraninya kau menghinaku" geram neji
"Apa dasar muka pedofil" ejek naruto
"Kau-"
"Sudah neji-nii cukup dan naruto-kun kau lebih baik pulang" tegas hinata. Naruto dan neji belum beranjak mereka masih sama-sama melempar death glear. Hinata yang melihat itu hanya bisa mendesah pasrah.
"Naruto-kun.." ucap hinata dengan pandangan memohon. Naruto hanya menghela nafas dan akhirnya menyerah.
"Baiklah hinata-chan aku akan pulang, kalo begitu sampai jumpa besok" ucap naruto dan nerjalan menuju ke apartemennya. Hinata hanya melihat punggung naruto yang semakin menjauh.
.
.
Keesokan Harinya
Disebuah tranning ground nampak dibawah sebuah pohon ada seorang gadis sedang menunggu seseorang. Dia sedang hanyut dalam pikirannya hingga tidak menyadari adanya langkah kaki yang mendekatinya. Pemilik langkah kaki tersebut adalah seseorang yang ditunggu-tunggu oleh gadis tersebut dengan senyum jahil ia mendekati gadis tersebut dan langsung memeluknya dari belakang hingga sang gadis terpekik kaget.
"Kyaa.." teriak gadis tersebut dengan cepat ia membanting orang yang memeluknya kedepan. Tanpa tau siapa yang dibanting
'BRUK'
"Ittai.. Hinata-chan kenapa kau membantingku aku tidak menyangka kau memiliki tenaga yang sangat kuat" ucap orang tersebut sambil mengelus-ngelus punggungnya.
"Gomene naruto-kun dan salh sendiri kenapa tadi kau mengagetkanku" kata hinata dengan cemberut
"Salah sendiri kau melamun" ujar naruto tak mau kalah
"Hah ya sudah apa punggung naruto-kun masih sakit"tanya hinata agak khawatir
"Sedikit tapi tak masalah mungkin istirahat sebentar mungkin akan sembuh" jawab naruto sambil tersenyum lembut lalu menyenderkan tubuhnya dibawah pohon
"Benarkah" kata hinata dinbalas anggukan oleh naruto. Beberapa saat yerjadi keheninngan di antara mereka. Hingga
"Ne hinata-chan apa yang tadi sedang kau pikirkan ?" suara naruto memecahkan keheningan yang terjadi diantara mereka.
"Bukan apa-apa, ap naruto-kun sudah merasa lebih baik" ujar hinata
"Kurasa iya, kalau begitu ayo kita latihan" ujar naruto dan dibalas anggukkan oleh hinata. Latihan mereka berjalan cukup lama meski diselingi makan siang dengan bekal yang hinata bawa hingga tak terasa hari sudah menjelang sore dan mereka pun memutuskkan untuk pulang. Tak banyak yang mereka bicarakan saat dalam perjalanan pulang
"Naruto" seru seorang gadis berambut pink
"Ah sakura ada apa" ujar naruto, sementara sakura matanya melihat dua orang berbeda gender didepannya. Hinata yang merasa diperhatikan langsun menunduk malu.
"He kalian habis kencan ya" goda sakura
"Tidak kami baru saja latihan" jawab naruto dengan semburat merah tipis dipipinya.
"Benarkah" ujar sakura tak percaya sedangkan hinata sudah memerah sempurna.
"Sudahlah jangan bahas itu jadi ada apa kau memanggilku sakura" tanya naruto mencoba mengalihkan pembicaraan
"Ah iya aku hanya ingin mengatakan besok kita kumpul jam 8 jadi jangan sampai terlambat, karena ini misi pertama kita" jawab sakura
"Hah baiklah kalau begitu lebih baik kita pulang dan mempersiakan diri untuk besok." ujar naruto
Skip
Matahari mulai menyingsing menggantikan sang ratu malam di desa konoha. Hiruk pikuk warga yang memulai aktifitas mereka. Disebuah apartemen seseorang tertidur dengan lelapnya hingga sinar matahari membangunkannya. Rambut pirangnya nampak acak-acakan khas orang bangun tidur. Ia melirik jam sekilas
"Masih jam setengah 7 lebih baik aku latihan sebentar" ujar naruto
Dengan perlahan ia memasukki kamar mandi untuk membasuh muka. Setelah selesai ia langsung membuat handseal lalu muncullah 20 klonning naruto lalu berlari memutari desa sebanyak sepuluh kali. Selesai dengan lari keliling desa ia melanjutkka push up, shit up, dan pull up masing-masing 100 kali. Setelah selesai dengan latihan kecilnya ia lalu bergegas mandi setelah itu ia memasak sarapan untuk dirinya sendiri.
.
.
Didalam ruangan hokage kini berdiri 4 orang yang sedang menghadap sang hokage. Mereka memiliki raut wajah yang berbeda-beda salah satu masih sangat kesal karena keterlambatan sensei mereka. Sementara orang yang menjadi biang masalah hanya menampilkan senyum andalannya. Dua orang muridnya hanya memasang wajah santai dan satunya datar seperti biasa.
"Baiklah karena kalian datang pada saat misi rank d sudah habis aku terpaksa memberikan kalian rank c apa timmu siap kakashi ?" tanya sandaime
"Kurasa mereka siap tapi apa itu tidak terlalu cepat hokage-sama mengingat mereka baru menjadi genin" ujar kakashi
"Aku juga sebenarnya berfikir begitu tapi mau bagaimana lagi kalau memang tidak mau besok kalian bisa kembali lagi kesini"
"Kami siap melakukan misi ini jiji" ucap naruto mantap sontak semua pandangan tertuju padanya 'semangat seperti biasa' batin kakashi.
"Bagaimana dengan kalian apa kalian siap dengan misi ini" ujar kakashi
"Hn aku ikut"
"Karena sasuke-kun ikut aku juga ikut"
"Baiklah kalau begitu, misi kalian adalah mengantar klien ke desa nami no kuni didekat kirigakure, tazuna-san kau boleh masuk" setelah perkataan sandaime pintu terbuka dan menampilkan sosok pria paruh baya menggunakan caping dikepalanya.
"Apa bocah-bocah ini yang akan mengawalku hokage-sama" ujar tazuna dengan nada meremehkan
"Jangan khawatir meskipun mereka masih kecil mereka adalah seorang ninja" ucap kakashi disertai senyum andalannya.
"Heh benarkah"
"Kau akan tau sendiri jika kau melihatnya tazuna-san" ujar naruto datar. Sukses membuat tazuna diam
"Hah.. Baiklah-baiklah kita akan berkumpul di gerbang desa satu jam dari sekarang untuk berangkat jadi siapkan barang bawaan kalian" ujar kakashi.
"Hai sensei"
"Kalau begitu kalian boleh keluar kecuali kakashi" ujar sandaime
"Hai" setelah itu mereka semua keluar meninggalkan kakashi dan sandaime berbicara
"Ada apa hokage-sama"
"Aku akan memberimu misi khusus untuk mengawasi dan memperoleh data mengenai naruto" ujar sandaime
"Naruto, kenapa dengan dia" kakashi menaikkan satu alisnya bingung.
"Tidak ada apa-apa aku hanya ingin kau melakukannya untukku"
"Baiklah hokag-sama saya akan melaksanakan misi khusus tersebut. Kalau begitu saya undur diri dulu" ujar kakashi lalu menghilang dengan shusinnya. 'Semoga tidak terjadi hal yang buruk' batin sandaime
.
.
Setelah semua berkumpul tim 7 dan tazuna berangkat. Perjalan mereka diselingi obrolan ringan diantara mereka. Setelah hampir setengah jalan mereka menemui genangan air ditengah jalan. Naruto yang menyadari itu merutuki kebodohan mush mereka. 'Oh ayolah mana ada genangan air di hari yang terik seperti ini pemikiran bodoh macam apa yang mereka pakai' batin naruto
"Wah cuacanya panas sekali kenapa akhir-akhir ini tidak ada hujan ya" kakashi dan sasuke yang mengerti kode tersebut langsung bersiaga.
Tak lama muncul 2 orang missing-nin dari genangan air tadi. Mereka langsung menyerang kakashi.
CRASHHH!
Tubuh kakashi terpotong menjadi dua akibat serangan dua missing-nin tersebut. Naruto masih memasang ekspresi biasa. Sedangkan yang lainnya nampak terkejut, apalagi sakura sudah menjerit ketakutan melihat pembunuhan sadis yang dilakukan oleh dua ninja tersebut.
"Satu sudah tumbang tinggal empat lagi" ucap salah seorang missing-nin
"Benar ayo kita habisi mereka" ujar rekannya mereka langsung melesat kearah tim 7 sambil menghunuskan senjata mereka masing-masing. Naruto dan sasuke tidak diam saja mereka menyiapkan kunai masing-masing untuk menghadapi missing-nin tersebut.
"Sakura kau lindungi tazuna-san kami akan melawan mereka, ikuzo sasuke" perintah naruto
"Hn" mereka langsung melesat kearah missing-nin tersebut
Naruto Side
Trank.. Trank.. Trank..
Suara kunai yang beradu dengan senjata yang dipakai missing-nin tersebut. Naruto berusaha menghadang senjata musuh yang berbentuk seperti cakar yang terbuat dari besi yang ditajamkan.
"Kau lumayan juga bocah, tapi kau akan segera mati ditanganku" ujar sang missing-nin dengaan nada meremehkan
"Heh jangan meremehkan lawanmu meskipun ia adalah bocah sepertiku karna itu akan membawa kepada kematianmu sendiri" ujar naruto
"Heh sombong sekali kau bocah terima ini"
missing-nin tersebut langsung melesat kearah naruto. Sedangkan naruto masih dengan ekspresi tenangnya. Dengan mudah naruto meblok serangan dari missing-nin tersebut. Lalu naruto melancarkan tendangan balasan yang tepat mengenai perut sang missing-nin hingga ia terpental dan menabrak pohon.
Dhuak... Bruk..
"Sialan.. Mati kau bocah" ujar missing-nin dan langsung melesat ke arah naruto. Serangannya tepat mengenai naruto hingga membuat naruto terpotong menjadi dua bagian. Missing-nin yangengetahui serangannya berhasil tertawa senang.
"Hahaha mati kau bocah" ujar sang missing-nin senang.
"Huh benarkah" sontak missing-nin tersebut berhenti tertawa dan menoleh kebelakang dan mendapati orang yang seharusnya sudah ia bunuh berdiri tepat dibelakangnya dengan mengnodongkan kunai dibelakang lehernya.
"Ba-bagaimana bisa.." ujar missing-nin terkejut lalu menoleh ke arah naruto yang terpotong ternyata telah hilang dan berganti dengan potongan kayu "... Bunshin sejak ka-"
CRASHH!
Ucapan sang missing-nin terpotong dengan tebasan yang memisahkan kepala dengan tubuhnya.
"Huh kau terlalu banyak bicara" ujar naruto dan langsung menuju timnya
.
"Kau sudah selesai ?" tanya naruto
"Cih... Jangan meremehkan seorang uchiha" ujar sasuke
"Ya.. Ya.. Terserah kau saja" ucap naruto
Sakura tampak terperangah dengan kedua rekan timnya yang dengan mudah mengalahkan ninja yang membunuh gurunya.
"Wah.. Wah.. Sepertinya aku tak dibutuhkan disini" ujar seseorang dari belakang mereka
"Ka-kakashi sensei bukannya sensei telah.." ujar sakura terkejut.
"Mati oh ayolah sakura apa kau begitu mudahnya dibodohi lihat itu" ujar naruto sambil menunjuk potongan kayu yang menggantikan tubuh kakashi.
"O-oh jadi yang tadi hanya kawamiri"
"Hm bisa kau jelaskan ini tazuna-san seharusnya dalam misi ini kami hanya menghadapi bandit atau perampok tapi kenapa yang menghadang kami adalah ninja" tanya kakashi pda tazuna.
"Hah baiklah aku akan jelaskan" ujar tazuna mulai menjelaskan maslah yang ada didesanya dan alasan mengenai menyewa ninja.
"Hm jadi begitu pantas sebelum berangkat kau taampak ragu jika kami yang mengawalmu" ujar naruto dengan mengut-mangut
"Sekarang terserah kalian akan melanjutkanya atau meninggalkanku mungkin aku akan mati sebelum sampai dirumahku" ucap tazuna dengan nada sedih
"Tenang saja kami akan tetap menjalankan misi ini. Aku tidak ingin misi pertemaku gagal." ujar naruto
"Hm apakah kalian juga mau melanjutkan" tanya kakashi yang dibalas anggukkan dari kedua muridnya.
"Hah baiklah sudah diputuskan tapi sebelum itu aku akan melapor kepada hokage-sama tentang perubahan rank misi" ujar kakashi lalu menggores ibu jarinya dengan kunai hingga mengeluarkan darah. Lalu ia mengoleskan darah tersebut ketelapak tangannya dan merapal segel dan menghentakkan tangannya ketanah
"Kuchiyose no jutsu"
Boft
Setelah kepulan asp menghilang. Muncullah seekor anjing dengan menggunakak hitai-ate konoha dikepalanya.
"Ada apa kau memanggilku kakashi"
"Tolong bawa gulungan ini kepada hokage, pakun" ujar kakashi sambil mengikatkan gulungan kepada leher pakun
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" ujar pakun seraya pergi meninggalkan tim 7 dan tazuna
"Baiklah ayo kita lanjutkan perjlanan kita" ujar kakashi
"Hai"
.
.
.
TBC
Wah.. Wah.. Maaf kalu terlalu maistrem ceritannya saya usahakan kedepannya lebih baik lagi
Balasan Review
Uzunami senju = maaf untuk itu karna memang disini naruto masuk akademinya telat jadi saya cepetin aja.
Tamerlane 12 = Maaf atas kesalahan saya untuk pair masih saya pikirkan.
Ashuraindra64 = untuk pair sudah saya jawab dan untuk kesamaan juga sudah saya jawab dalam chap sebelumnya kalau memanv tidak sesuai dengan selera agan saya mohon maaf dan terima kasih sudah mau menyempatkan membaca fic saya.
Uun877 = pairnya masih saya fikirkan gimana nantinya pastinya akan jauh dari perkiraan karna saya buatnya secara spontan mungkin bisa saja naruhina
Yustinus224 = iya memang saya buat hampir mirip seperti itu. Terima kasih sarannya dan memang rencana saya juga seperti itu. Kalau perubahan jenis cakra kita lihat saja nanti.
Akbar724, mrheza26, tomy g7 = iya dan terima kasih atas reviewnya.
Uzumaki megami = kalau masalh itu ikuti aja ceritanya kan ngak seru kalau saya beri tahu sekarang..
Untuk kesekian kalinya terima kasih sudah membaca
