"ULANG TAHUN ALA SIJ"
part 3: "Apa kita terlalu kejam?"
.
Warning: Gaje dan gak lucu.
.
Ditimpuk batu enggak kena
Dihajar sama temen-temennya
Kalo jelek jangan dihina
Kalo bagus minta commentnya.
.
.
Hari berganti. Tibalah hari ulang tahun Buki
Hari ini ia bersemangat sekali. Begitu bangun, dia langsung ambil baju, mandi, dan setelah selesai, pakai jaket dan berjalan ke kantin camp SIJ.
Ini jam 5 pagi. Sarapan baru ada jam 7.
Sepertinya Buki lupa akan rutinitas yang sudah ia lakukan selama 6 bulan terakhir.
.
.
Seperti biasanya, member SIJ kalo pagi-pagi begini nunggu jam makan, pastinya maen bola. Santai sih, sambil pemanasan gitu maksudnya.
Di lapangan ada Shinsuke dan Tenma yang lagi latihan Hissatsu baru. Ada Tsurugi dan Shindou yang lagi memantapkan strategi yang mereka buat kemarin pas nyuekin Buki. Ada Minaho dan Manabe yang lagi oper-operan bola. Yang bangun baru segitu. Sisanya kebo akut. Ibuki biasanya termasuk.
Datanglah Buki ke lapangan.
"Hai gais~!" sapa Buki dengan semangat '45. Tidak ada jawaban.
"HAI GAIS~!" sapanya lagi. Tetap tidak ada jawaban. Mereka asyik dengan kegiatan mereka masing-masing.
Dalam hati, Ibuki makin kesel, setelah mengingat perlakuan teman-temannya kemarin, dan yang sepertinya hari ini akan berlanjut.
Hari ulang tahun seharusnya dimaknai sebagai hari yang berbahagia. Tapi sepertinya tidak berlaku bagi Buki tahun ini.
.
.
Makan siang, kantin camp SIJ.
Kali ini, Buki duduk sendiri. Ini lebih dikarenakan untuk menghindari hal-hal yang membuat dia lebih bete lagi setelah lebih dari 24 jam dikerjai teman setim.
Menunya enak. Spaghetti. Sayangnya, suasananya gak enak.
Sesuai dengan instruksi Shindou tadi pagi, seluruh ruangan kantin camp SIJ ramai membicarakan Ibuki dengan hal-hal yang aneh-aneh. Mulai dengan isu Ibuki yang 'dikeluarkan sementara' dari tim, Buki yang pundungan, Ibuki kesamber gledek, sampai yang paling ekstrim, Ibuki jadi gila.
"Eh, lu tau kan, si Buki kemaren dikeluarin dari tim?", Kusaka ngomporin
"WAAAAA—WAAAA—" riuh seluruh kantin minus Ibuki.
"Eh katanya gara-gara dia dikeluarin trus kesel gitu mencak-mencak" Sakura menambahkan bumbu.
"WAAAAA—WAAAA—" riuh seluruh kantin minus Ibuki.
"Iya iya, terus gue juga dapet kabar katanya dia kesamber gledek trus jadi gila" kata Matatagi tukang gosip.
"WAAAAA—WAAAA—" riuh seluruh kantin minus Ibuki, disusul ketawa sekantin.
BRAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKK~~! PRAAANGGGG~!
Hening seketika.
"AKU SUDAH GAK TAHAN LAGI!"
Masih suasana hening.
"KALIAN INI KENAPA SIH!?"
Suara Ibuki yang tadinya marah perlahan berubah menjadi seperti menangis.
"KENAPAAA~!?"
Masih hening. Ibuki meninggalkan ruangan. Untuk yang keempat kalinya ia meninggalkan teman-temannya di ruangan. Matanya berkaca-kaca.
Meja yang patah bak diinjek Mammoth dan piring berisi spaghetti yang terlempar jauh dan pecah menjadi saksi bisu kemarahan sekaligus kekecewaan si Buki.
"Buki overload..." Matatagi berbisik nyeletuk. Tawa sekantin kembali pecah.
"Minna, um, menurut kalian, apa kita terlalu kejam?" Tenma kapten teladan mencoba menyetop rencana ini.
"Kaga ah. Minaho dulu sampe dia pingsan juga gak kenapa-napa. Dianya aja lebay. Dia juga ikut ngerjain Minaho kok, malah yang paling parah. Lagian kan udah mau abis 7 jam lagi. Terusin aja, tanggung." Shindou gak mau kalah.
"Hush! Jangan buka aib gue!" Minaho merasa disebut.
.
.
Camp SIJ, 14:30
Ibuki tidur di kamarnya. Seluruh tubuhnya dibenamkan dalam kasur dan ditutupi bantal dan selimut.
Dalam mimpinya, ia mendambakan sebuah pesta ulang tahun yang meriah dan menyenangkan, namun kenyataan berkata lain...
Ia ingin teman-temannya memperhatikannya... Tidak seperti ini...
.
.
Sementara itu, persiapan menjelang pesta ulang tahun Ibuki terus disiapkan di area camp SIJ. Pertama-tama, di aula, lalu di lapangan, kemudian rawa di samping kompleks camp SIJ.
Rencana acaranya, Ibuki dan tim SIJ akan diarahkan ke aula. Kita buat pengarahan seperti malam kemarin supaya dia dejavu. Lalu... udah ah, dikit aja spoilernya, ntar gak rame.
Shindou sang ketua panitia mulai mengabsen seluruh kelengkapan acara.
"Matatagi?"
"Yap."
"Yang gue suruh beli kemaren udah beres?"
"Siap. Nih." *kasih kantong plastik isi tepung, gula cair, mentega, jus, telur, sama lakban* "Kursi plastiknya nanti aja ya sorean."
"Oke. Terus... Tenma, Shinsuke?"
"Ya!"
"Kado udah?"
"Udah dong!"
"Oke sip. Minaho sama Manabe tolong cek ke tiap lokasi ya."
"Siap!"
.
.
Makan malam, pinggir lapangan. 90 menit sebelum acara surprise.
Karena tema makanan malem ini adalah bakar-bakaran, makanya lokasinya pindah.
Suasananya seru, tapi sepi. Ibuki gak keliatan. Beneran.
Shinsuke: "Yah dia ambekan, kaga makan dia"
Tenma: "Yaudah lah biarin. Semua siap kan, buat surprisenya?"
SIJ: "Siap"
Shindou: "Oke! Kita lakukan yang terbaik buat Ibuki!"
SIJ: "YOOOOO~!"
Itulah SIJ, keliatannya kejam tapi sebenernya baik kok.
.
To be continued...
.
HAI SEMUA, Ini adalah story pertama gue yang idenya gue ambil dari mimpi gue semalem /what/. Oke, sebelumnya, saya mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan atau gimana dengan tulisan saya. Maklum, newbie. Lanjutan cerita ini, secepatnya saya terbitkan.
Oh iya, semua karakter milik Level-5 ya!
Komen bos?
