Author cuap cuap :

Ayumu Nakashima : Huaa juga :p hahaha sengaja ko chapter 1 dibuat lebih singkat kan biar pada penasaran *alasan ya* :D ko ga log in sih kan gynna pengen cuap cuap bersama. Tetep ikutin cerita ini yah \(^3^)/

hanazono yuri : ini udah kilat banget. :D jangan bosen bosen untuk berkunjung.

Yo semuanya terimakasih udah nyempetin diri mereview dan mengikuti kisah ini. Tanpa kalian gynna gada apa apanya. Kalian sungguh luar biaaaasaaaaaaaa.

Happy reading

Chapter3.

"Waktu"

Satu hari dua hari tiga hari

Hari begitu cepat berlalu

Namun hidupku tetap saja monoton

Waktupun terus berjalan pada porosnya

Sebagaimana takdir yang tuhan khendaki

Tapi kapan tuhan akan menakdirkan kita

untuk berjumpa lagi?

.

.

.

.

"kyaaaaaaaaaaaaa" teriak ku. Seperti biasa aku mimpi buruk mengapa setiap malam aku selalu mendapat mimpi buruk dan lagi lagi mimpi yang sama muncul bagai alur cerita yang selalu berlanjut.

"Hiks Hiks mengapa mimpi ini terlihat begitu nyata?" ucapku pada diri sendiri. Rasanya sungguh tak adil. Dikehidupan nyata aku selalu mendapat kesialan dan mengapa dimimpi pun tak jauh berbeda. Kapan aku dapat merasakan suatu kebahagiaan.

Ku lihat jam diatas laci menunjukkan pukul 3 pagi. "lebih baik aku tidur lagi saja, semoga saja mimpi itu tak akan kembali" batinku.

Ku usap pipiku yang sempat digenangi air mata lalu ku rebahkan tubuhku menyamping, mencari cari posisi yang pas dengan harapan kenyamanan dapat membantu ku untuk memejamkan mata kembali.

Tak butuh waktu lama kesadaran ku pun kembali berlayar menyusuri lebih jauh lautan dunia mimpi.

oOoOoOo

Tok tok tok

"Saki ayo bangun nak sudah pagi" suara kaa-chan dibalik pintu.

"enggggggh, memangnya ini jam berapa?" ucapku malas sambil merentangkan tangan keatas dengan mata yang masih tertutup.

"Saki ini sudah jam setengah tujuh nak. Maafkan kaa-chan yah telat bangunkan kamu lagi. Dan cepatlah bergegas! kamu tak ingin tertinggal bus lagi kan" jawab kaa-chan sambil berlalu.

'oh tidak lagi! ' batin ku. Sontak aku langsung menerjang handuk dan pakaian sekolah yng sudah ku siapkan dari tadi malam. Rajin,eh? Tentu saja. Aku sudah hapal benar kebiasaan kaa-chan yang sering telat membangunkanku.

Aku pun berlari menuju kamar mandi yang terletak disebelah kiri lemari.

"Dan jangan lupakan sesuatu sakura" author said.

Duaggghh

"kuso! Siapa yang menaruh pintu ini disini sihhhh" teriak sakura pada pintu kamar mandi. (-_-') Yah beginilah sakura, pintu pun akan ia ajak bicara jika sudah menyangkut kesiangan. Poor sakura.

Beberapa menit kemudian. ...

"kaa-chan aku berangkat, jaa ne" ucap sakura sambil mencomot roti bakar yang sudah kaa-channya hidangkan di meja makan.

"hati hati sayang, jangan sampai kejadian kemarin terulang"nasihat kaa-chan.

Aku pun hanya mengangkat dua jempol ke arah ibu. "ya, tapi lain urusannya jika kejadian saat bertemu malaikat penolongku itu berulang" jawabku dalam hati.

Di halte bus

"Tungguuuuuuuu aku, tidaaaaaak ohhh jangan berangkat dulu. Woy berhentiiiiii tidaaaak tidaaaaaaaakk" teriak ku histeris.

"bus terakhir ku" ucapku miris. Lagi lagi aku terlambat.. "aaaaaa sial telat lagi. Bagaimana ini?" ucapku frustasi sambil menjambak rambut indhku yang terurai unyu.

Tiba tiba sebuah mobil porch berwarna merah mentereng dengan anggunnya berhenti di depan wajah sakura.

"apa kau butuh tumpangan? Dilihat dari seragammu sepertinya kau juga sekolah di Konoha Internasional High School" ucap pemuda di dalam mobil itu.

"Sa..sa..sasori-senpai" tiba tiba sakura tergagap gagap.

"Eh kau mengenalku?" tanyanya lagi.

"Te..tentu saja siapa yang tidak kenal dengan kapten basket sekolah kita" jawabku polos dengan raut muka yang sulit di artikan.

"Baiklah nona ini sudah siang, So apa kau butuh tumpangan. Karena ku fikir tadi adalah bus terakhir yang melewati sekolah,bukan?" ucapnya tanpa basa basi. skak mat bukan. Tanpa berfikir lagi Sakura langsung menerima ajakan senpainya yang sejak dulu ia elu-elukan bagai artis sinetron yang biasa ia tonton.

oOoOoOo

"Terima kasih atas tumpangannya senpai" ucapku berkali kali.

"sudahlah jangan berterimakasih terus, rasanya sudah ribuan kali kau ucapkan itu" jawabnya sambil berlalu mendahului ku.

Ku lihat dari kejauhan sepertinya Sasori senpai sedang mengangkat telpon seseorang. Ya sudahlah lebih baik aku langsung ke kelas saja.

"Loh mana gadis tadi, ditinggal sebentar sudah menghilang seperti hantu saja. Huh, kalau saja si Baka pemalas itu tidak menelpon mungkin aku sudah mendapatkan nomer telepon gadis tadi, Ck kuso dasar Pemalas tak tau waktu" gerutu Sasori.

Tanpa ia sadari banyak gadis tersenyum gila akibat melihat wajah sasori yang terlihat menggemaskan ketika ngambek.

"sudahlah mungkin nanti siang aku bisa mencari gadis itu di kantin, huh awas saja pemalas itu akan ku hajar jika ketemu nanti" batin Sasori.

Ditempat lain

'ck, baka sasori. Meminta bantuan begitu saja susahnya minta ampun. Jika keadaanku memungkinkan juga aku takkan meminta bantuannya. Mungkin sekarang aku sudah mencari gadis merah muda itu. Baru saja aku bilang ingin meminta bantuan telepon sudah ditutup. Teman macam apa dia' batin pria itu terus menerus tanpa henti.

Tanpa mereka sadari keduanya saling mencari dan memiliki keterkaitan satu sama lain

Mereka memiliki cara masing masing dalam mencari

Dan bagaimanakah cara mereka berjumpa?

Hanya waktu yang dapat menjawab segalanya

Tbc

Yeeeeeeeeee chapter 3 selesai. Gimana feelnya masih kurang kah apa terlalu gaje. Ayo minna-san review yah. Flame juga gynna tunggu soalnya flame gynna jadiin pembelajaran. Masukan masukan kalian sangat berarti loh.

TTD

Gynna Yuhi