Pagi ini adalah pagi tercerah bagi pria bersurai madu, Kim Kyuhyun. Pasalnya, ini adalah pertama kalinya ia mampu bertukar pandang dengan matahari yang membakar jalanan aspal ibukota. Pertama kalinya ia mampu menghirup karbon monoksida tanpa embel-embel masker yang menutupi hidungnya tiap kali ia akan berpergian. Pagi kali ini sukses membuat mood evil boy Kim Kyuhyun meningkat drastis. Coba lihat saja senyum yang terkembang lembut di kedua belah bibir merah mudanya.

Berbeda 180 derajat dengan Kyuhyun, saudara kembarnya yang lebih tua lima menit itu tampak diam tak terpengaruh dengan senyum yang terkembang lebar di wajah adiknya. Kedua bola mata hitamnya sibuk mengamati gedung-gedung pencakar langit melalui jendela porsche kakak tertuanya, Yesung. Akan tetapi, jika kita menilik lebih dalam ekspresi yang disuguhkan dari seseorang Kim Kibum makan akan tampak jelas bahwa ia sangat tidak senang. Sebal mengetahui bahwa adiknya, Kyuhyun akan merusak lingkungan tenangnya.

Ia masih ingat betul bagaimana tatapan ibunya tadi pagi sebelum ia berangkat sekolah.

"Maafkan Eomma, Bummie-ah. Semula Eomma ingin memarahi adikmu karena tak menonton permainan pianomu kemarin malam. Akan tetapi, ia mengatakan bahwa ia menontonnya dan membuktikan bahwa perkataannya benar. Eomma harus menepati janji Eomma untuk mengabulkan satu permintaannya. Dan ia meminta agar sekolah biasa,"

Kibum menghela nafas panjang. Ia melirik Kyuhyun yang duduk di belakang melalui sudut matanya. Senyuman itu masih terpasang di wajah Kyuhyun membuat Kibum merasa agak aneh.

Hhh.. jika pagi ini sudah membuat Kibum jengkel, ia tidak yakin hari ini akan ia lewati dengan mudah. Apalagi dengan intensitas Kim Kyuhyun yang menghantuinya 24 jam sehari.

Kibum sudah mampu memprediksinya.

"Yak, Kim Kibum! Kau dengar aku?" Kibum terlonjak dari lamunannya. Kedua manik matanya menatap Yesung yang duduk di kemudi lalu melirik tajam Kyuhyun yang terkikik kecil.

"Mian, Hyung. Aku melamun..."

"Melamun atau tertidur, eoh?" potong Kyuhyun dengan senyuman evil khasnya membuat Kibum meningkatkan tatapan tajamnya. "Oke-oke, aku tak mengganggumu lagi. Silahkan lanjutkan percakapannya," lanjut Kyuhyun dengan ekspresi 'Kau membosankan' yang ditujukan kepada saudara kembarnya. Kibum kembali memfokuskan pandangannya ke arah Yesung.

"Baiklah, Hyung ulangi dari awal. Pagi ini Hyung ada kuis, jadi kau yang menggantikan Hyung untuk mengantarkan Kyuhyun ke ruangan kepala sekolah," jelas Yesung hati-hati, seolah-olah mengerti bahwa Kibum akan menolak permintaannya. Namun kedua bola mata cokelatnya menyaratkan agar Kibum menuruti permintaannya.

Kibum menghela nafas lalu mengangguk kecil.

"Baiklah..."

Yesung tersenyum berterima kasih sebelum mengurangi kecepatan mobilnya dan berhenti tepat di depan gerbang sekolah baru Kyuhyun yang sudah ditutup setengahnya. Kyuhyun yang biasanya melemparkan 'salam manis' kepada Yesung, hari ini ia benar-benar memberikan salam manis kepada hyung tertuanya sembari melambaikan tangannya ke arah porsche yang semakin menjauh dari hadapan si kembar.

Namun senyum yang melekat di bibir Kyuhyun mulai pudar. Berganti dengan ekspresi datar dan menyebalkan khas Kyuhyun. Iris cokelat karamelnya memantulkan bayangan punggung kakaknya yang berjalan meninggalkannya.

"Hei, Hyung. Kau tak perlu mengantarkanku, aku bukan anak kecil," ujar Kyuhyun dalam keterpakuannya. Kibum menghentikan langkahnya sejenak lalu menoleh ke belakang.

"Terserah," Balas Kibum sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju kelas pertamanya, Matematika.

Kyuhyun terus mengamati Hyungnya hingga Hyungnya benar-benar menghilang dari pandangannya. Lengkung pelangi kembali terbentuk di kedua belah bibir Kyuhyun. Ia mulai melangkahkan kakinya memasuki sekolah barunya.

Bruk.

Baru beberapa langkah, Kyuhyun ditabrak oleh seseorang dan jatuh dengan tidak elitnya. Untung saja refleks tersangka yang menabraknya sangatlah cepat, sehingga ia bisa menangkap jaket almamater Kyuhyun sebelum Kyuhyun benar-benar mencium tanah.

"Ma-maaf. Saya tidak sengaja," Kyuhyun memutar kedua bola matanya, setengah sebal dan setengah berterima kasih kepada gadis yang tidak sengaja menabraknya. Kyuhyun kembali memasang ekspresi cool-nya sembari membersihkan tangannya yang sama sekali tak menyentuh pasir halaman sekolah.

"Hmm," hanya sepatah kata yang keluar dari seorang Kim Kyuhyun. Gadis di hadapannya menatap dirinya intens hingga membuat Kyuhyun sedikit risih.

"Ada yang salah denganku?" tanya Kyuhyun, gadis di hadapannya menggelengkan wajahnya. Gadis berambut gelombang itu malah mengambil buku saku berwarna biru tua dari ransel miliknya. Ia membuka halaman demi halaman hingga akhirnya berhenti pada suatu halaman dan tersenyum lebar.

"Ternyata dugaan saya benar, anda adalah murid baru di SAS. Kim-ssi, perkenalkan nama saya Lee Jin Min. Sekretaris OSIS Seoul Art School," ujar gadis bernama Jin Min dengan bahasa formal sembari mengulurkan tangannya kepada Kyuhyun. Kyuhyun menerima uluran tangan Jin Min.

"Jangan panggil aku dengan sebutan Kim, Lee-ssi. Aku terbiasa dipanggil Kyuhyun," Jin Min mengangguk mengerti.

"Anda pasti ingin pergi ke kantor gyojang-nim*, bukan? Biar saya antar," tawar Jin Min sopan. Kyuhyun hanya mengeluarkan kata 'hmm' dan mengekor Jin Min. Ia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri dengan berputar-putar tidak jelas dan (mungkin) berakhir dihukum karena guru-guru memergokinya berjalan di koridor.

Dan ia yakin, mau tak mau ia akan bertemu dengan kakaknya yang menyebalkan itu.

Lamunan Kyuhyun menguap ketika Jin Min berhenti tepat di depan pintu kaca yang tertutup tirai berwarna putih. Jin Min mengepalkan tangan kanannya, mengetuk pintu itu sebanyak tiga kali.

"Nuguseyo?" Tanya seseorang di dalam ruangan dengan suara beratnya.

"Lee Jin Min imnida, saya datang kesini bersama Kim Kyuhyun. Siswa baru kelas 2," jelas Jin Min sesingkatnya.

"Masuk, Lee-ssi," perintah pria itu yang dijawab dengan anggukan Jin Min. Kyuhyun tertawa tanpa suara, 'Yeoja aneh, bagaimana orang lain bisa tahu kau mengangguk jika orang lain itu tak bisa melihatmu?'. Batin Kyuhyun di sela-sela tawa tanpa suaranya.

"Ayo masuk, Kyuhyun-ssi," ajak Jin Min sembari membuka pintu kaca tersebut. Lagi-lagi Kyuhyun mengekor Jin Min. "Ah, annyeonghaseyo Park-ssi," salam Jin Min ketika mengetahui ada siswi lain selain kepala sekolah. Gadis yang dipanggil 'Park-ssi' hanya membalas mengangguk kecil.

Kyuhyun hanya diam mengamati gadis yang bernama Park-ssi itu. Tingginya tak terlalu pendek juga tak terlalu tinggi. Rambut hitamnya ia kucir kuda tanpa poni yang menutupi dahinya. Alis matanya panjang, sesuai dengan bola mata biru jernih yang terbingkai kacamata segiempat berwarna merah bata. Hidungnya tampak menonjol diantara kedua pipi tirusnya. Dan juga bibir merahnya mempercantik parasnya. Kyuhyun harus mencatat nama gadis itu di otaknya jika ia mempunyai kesempatan untuk menggoda gadis itu.

Tapi, semua keindahan itu harus dihancurkan dengan ekspresi dingin yang dipancarkan gadis itu. Ekspresi yang sama dengan pria yang ia sebut dengan Hyung. Kyuhyun mendengus kecil. Kenapa diantara ratusan murid di sekolah barunya ini, ada seseorang yang mirip dengan kakaknya sih?

"Kyuhyun-ssi?" Lagi-lagi Kyuhyun tertangkap sedang melamun. Namun Kyuhyun berusaha bersikap tenang, tak lupa ia munculkan senyuman yang membuat semua orang tak tega menyalahkannya. Oh, jangan remehkan Kim Kyuhyun. Ia sangat pintar dalam berakting.

"Mianhaeyo, Gyojang-nim, bisakah anda mengulanginya lagi?" Pinta Kyuhyun. Kepala Sekolah yang bernama Lee Jin Guk (Kyuhyun mengetahuinya dari papan nama diatas meja kepala sekolah itu) menggangguk maklum.

"Hasil ujian masukmu sangat memuaskan, jadi saya putuskan agar kau masuk dalam kelas star. Dan untuk pengenalan sekolah, kau bisa meminta Park-ssi untuk mengantarkanmu. Lee-ssi, bisakah kau mengantar Kim-ssi kekelasnya?" Jin Min mengangguk patuh.

"Baiklah, saya pergi dulu. Permisi," Jin Min membungkuk lalu pergi dan diikuti Kyuhyun. "Ah, tak disangka Kyuhyun-ssi sangat pintar. Sayang, saya masuk di kelas asteroids," Jin Min tampak menghela nafas ketika mengatakannya. Tapi Kyuhyun memilih untuk menghiraukannya dan terus menjadi pendengarnya.

"Emm, apakah saya boleh menjadi teman Kyuhyun-ssi?" Tanya Jin Min tiba-tiba. Kyuhyun terdiam, tak menjawab. Pikirannya kembali melayang jauh. Apa bisa seseorang yang baru ia kenal beberapa menit yang lalu memintanya untuk jadi teman? Kau pasti sangat bercanda.

Bunyi bel masuk menyelamatkan Kyuhyun dari pertanyaan aneh gadis berambut gelombang itu (menurutnya).

"Baiklah, Kyuhyun-ssi. Saya harus ke kelas saya. Semoga Kyuhyun-ssi suka dengan sekolah ini," pamit Jin Min tersenyum sekilas. Ia membungkuk sebentar sebelum berlari menuju kelasnya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, tak percaya bisa menemukan gadis (yang sangat) sopan di hari pertamanya bersekolah.

Namun senyumnya benar-benar pudar kali ini. Ekspresi yang tergambar di wajahnya benar-benar mendung. Tapi tatapan tajamnya mengarah pada siswa yang duduk di paling depan. Siswa itu juga memberikan tatapan tajam kepada Kyuhyun.

Cokelat karamel bertarung dengan hitam arang.

Kim Kyuhyun dan Kim Kibum.

Sepertinya nasib ingin mempermainkan mereka. Dan si kembar tak identik itu sangat tidak menyukai nasib yang Tuhan berikan pada mereka.

*gyojang-nim : kepala sekolah

*TSTM's corner,

All : haaaiiii! ~(^o^~) ~(^o^)~ (~^o^)~

Me : saya sebagai author mau mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pembaca cerita abal-abal saya. Buat kak Reni, mian baru update.. aku..

Kyu : biasa, males nulis. Semua alasan author itu cuman akal-akalannya doang…

Me : KYU! Enggak kok kak, beneran deh ^^v

Bum: mau bales review apa enggak? Aku mau pergi.

Me: oh iya lupaa! Kita mulai aja,

Ye: Dari Shofie Nurlatief. Jangan tanyakan pada author, dia juga bingung mau dibawa kemana alurnya. Berdoa saja supaya aku tidak dibuat aneh-aneh disini.

Kyu: sial, kenapa aku yang tertindas disini sih? Harusnya Kibum hyung yang mendapatkannya. Kan aku raja evil.

Bum: sudah, nikmati saja peranmu disini.

#perang death glare.

Me: o-oke, stop. Lanjut review kedua.

Bum: Hmm… dari Chonurullau40. Baik, jangan mengharap lebih pada author macam dia. Jika tidak di terror eonnienya, kupastikan cerita ini akan update sepuluh tahun lagi.

Me: A-ah, aku tidak mungkin menelantarkan cerita ini, Bum-ssi! Yosh, ini update! :D

Kyu: Lanjut! Dari Yolyol, perlu kau ketahui bahwa aku memang menggemaskan. Lebih menggemaskan dari Kibum hyung yang menyebalkan itu.

Bum: jangan fitnah.

Kyu: Aku tidak fitnah! Oh sampai mana kita tadi, author satu itu takkan bisa menulis lebih dari empat halaman. Dia benar-benar author payah.

Ye: apakah ini giliranku sekarang? Dari thisisadel, author pun bingung kapan chapter menangis bombay itu akan datang dan Aku setuju dengan ucapan Kyu,

Me: ja-jahat kalian. Dari ulfahnrrzh, cho yeon rin dan aisah92… yosh, sudah lanjut dan pendek seperti biasa!

Bum: dari Kyukyu712, blackyuline dan 3002marya, mungkin Kyu hanya demam atau penyakit lainnya. Lagipula aku tak peduli dan dia hanya bisa iri padaku. Tak bisa lebih, karena aku yang akan menang dalam pertempuran ini.

Kyu: itu jelas tidak mungkin! Oh ya, dari guest. Hmm, jelas saja cerita ini keren lihat saja pemain utamanya. Kyuhyun. Sang raja evil. :D

Ye: terakhir dari shizuku m, maklumi saja author payah itu. Hidupnya sudah diracuni dengan kenangan masa kecilnya (re: bollywood), jangan salahkan aku jika cerita ini jadi mudah ditebak. Untuk tokoh utama tentu dua dongsaenguku itu dan gadis yang ditemui Kyu di atap itu sudah terjawab di chap 2.

Me: oke, cukup. Terima kasih dan datang lagi yaa… :D

All: sayonara!