Tittle : HOPE IN LOVE
Author : AedaSha
Cast : TVXQ, SHINEE
Genre : family, romance (pokoknya genrenya campur-campur)
Warning : YAOI,MPREG
TING TONG…
Yunho bergegas membuka pintu apartemennya. Dan Yunho terkejut dengan apa yang dilihatnya. Taemin kini digendong dipunggung oleh seorang namja yang tidak dia kenal.
"baby? Apa yang terjadi? Kamu siapa?" tanya Yunho
"anyounghaseyo Adjhusi, Minho imnida. Saya disuruh Onew Hyung untuk mengantar Taemin."
"Onew? Memangnya Onew kema…"
"eung…Appa…" Yunho langsug melihat Taemin yang memanggilnya, tapi dengan mata tertutup. Yunhopun langsung mengambil dan menggendong Taemin dari punggung Minho.
"silahkan masuk dulu Minho-ya, Ajhusi mau mengantar Taemin dulu kekmarnya"
"ne…"
setelah membaringkan anaknya Yunho memperhatikan wajah dan badan Taemin. Yunho baru sadar badan anaknya panas dan kulitnya kemerahan. Yunho menyelimuti Taemin dan menemui Minho.
"apa yang terjadi pada Taemin, Minho?"
"aku tidak tahu persis adjhusi, tapi kata Onew hyung, alergi Taemin kambuh setelah makan udang."
"benarkah? Hah… lalu kemana Onew?"
"Onew Hyung menjemput orang tuanya di Bandara, makanya dia menitip Taemin diantar pulang olehku. Mm..Maaf Adjusi saya permisi pulang dulu, sudah malam. "
" ah.. ne…terima kasih Minho, sudah mengantar Taemin pulang"
Yunho memasuki kamar Taemin dan melihat Taemin yang mengigau memanggilnya.
"Appa…. Hiks…apppa…"
"iya baby Appa disini, apa ada yang sakit?" tanya Yunho cemas. Taemin yang mendengar suara Appannya membuka mata dan langsung memeluk Appanya.
"hiks..Appa maafin Minnie"
"kenapa minta maaf? Sudah jangan menangis." Yunho membelai punggung Taemin agar tenang
"Appa..Hiks.. tadi itu Minnie..."
"Minnie tahu kalau Minnie alergi udang, tapi kenapa masih dimakan. Minnie mau membuat Appa khawatir? " ucap Yunho
"tidak…Hiks… tapi Minnie ga sengaja Appaa. Appa jangan marah hiks.."
" Appa tidak marah baby, Appa Cuma khawatir kalau Minnie kenapa-napa. Cuma Minnie harta yang paling beharga dalam hidup Appa."
"mian Appa…" Ucap Taemin menyesal
"sudah.. sekarang minum obatnya ya? Lalu tidur"
"tapi tadi Minnie sudah minum obat"
"obat? Obat apa baby? Baby kan tidak bisa minum obat sembarangan! Kalau terjadi apa-apa bagaimana?" panic Yunho
"Minnie tidak tahu obat apa. Tapi adjuma itu bilang itu juga obat alergi Appa. Dan sekarang gatalnya sedikit berkurang"
"benarkah?" yunho sedikit kaget atas pengakuan Taemin. Setaunya, Taemin tidak bisa minum obat alergi sembarangan. Tapi kenapa ada reaksi baik yang dirasakan Taemin setelah meminum obat itu. Yunho melihat keadaan Taemin yang memang sudah agak mendingan.
"ya sudah sekarang Minnie tidur ya?" Yunho membaringkan Taemin
"Appa tidur disini juga…, temani Minniee"
"baiklah.. " yunho berbaring sambil memeluk Taemin yang juga memluknya. Yunho mengusap kepala Taemin dan mencium kening anakya. Yunho tahu setiap Taemin sakit dia akan bertambah manja dan tidak mau lepas dari nya.
-AedaSha-
"Umma, menurutku restoran ini akan ramai nantinya." kini Jaejoong dan Changmin duduk di sofa sambil menghilangkan penat.
"umma juga berharap seperti itu Min."
"Umma, menurut Umma aku mirip tidak dengan Umma?" tanya Cangmin sambil menghadap Ummanya
"tentu saja. Min kan anak Umma" ucapa Jaejoong sambil membelai wajah Changmin. "tapi kau lebih mirip Appamu" ucap Jaejoong dalam hati.
"tapi kenapa bocah itu juga sangat mirip Umma ya?"
"bocah? Siapa yamg Min maksud"
"itu anak yang alergi udang itu, bahkan penyakitnya saja sama dengan Umma. Kyu juga bilang dia juga mirip dengan Umma. Dari kulitnya, wajahnya. Yang membedakan Cuma warna rambut dan matanya saja"
" maksudmu Taemin?"
"iya Taemin. Taemin…. Taemin….., Umma apa mungkin dia…" Changmin mengulang nama Taemin dan berfikir tentang nama itu.
"Kajja..sebaiknya kita tidur. Umma sangat lelah, Min juga pasti lelahkan?" ucapan Changmin terputus ketika Jaejoong menyuruhnya tidur. Jaejoong tahu kemana pembicaraan Changmin. Tapi Jaejoong tidak mau berharap banyak. Di Korea banyak yang bernama Taemin dan berwajah mirip fikir Jaejoong. Dengan mengingat itu dia merasa bersalah dengan anaknya yang dia tinggal 13 tahun yang lalu. Changmin juga tidak mau melanjutkan ucapannya, karena dia tahu Ummanya akan sedih.
-AedaSha-
"Onew hyung? mau jempu aku ya?" Taemin melihat Onew berdiri didepan mobil ketika akan keluar dari pekarangan sekolah.
"eh.. Minniee… sudah sembuh?"
"yang Hyung lihat, aku sudah baikan dari 3 hari yang lalu"
"DUBU…. Eh ada Minnie baby.." Tiba-tiba Key datang
"ohh.. aku tahu, pasti Hyung mau jemput Key Hyung ya?, atau mau berkencan?" goda Taemin
"anak kecil tidak boleh tahu urusan orang dewasa."ucap Onew. "minnie tidak dijemput Appa?"
"tidak. Beberapa hari ini aku sudah pulang sendiri bersama Jino. Aku tidak mau Appa repot jemput Minnie terus."
"wah… ternyata baby ku sudah mandiri. Tapi mana Jino?" ucap Key
"katanya ada rapat Osis."
"ya sudah biar Hyung antar pulang Ya?" ucap Onew
"mm,, tidak usah Hyung. aku mau ke restoran Changmin Hyung untuk ngucapin terima kasih. lagi pula aku tidak mau menggagu kalian berdua"
"ih.. ngomong apa sih.. kami tidak akan terganggu kalau itu menyangkut Taemin baby " tiba-tiba Key melihat motor Minho lewat dan..
"WOIII MINHO…" teriak Key. minho yang kaget langsung memberhentikan motornya
"aishh,, ada apa?" kesal Minho
"tolong anatarkan Taemin kerestoran Changmin Hyung lalu antarkan dia pulang"
"apa? aku sibuk. Lagi pula ada Onew Hyung. suruh saja di yang anatar"
"ihh kami juga mau pergi kodok. Sudahlah antar saja. Baby.. nanti diantar kodok itu. Kalau dia macam-macam beri tahu Hyung ok?. Hyung pergi dulu ya?"
"minho, aku titip Taemin.. bye Minnie" ucap Onew
"aishh.. orang itu kenapa suka sekali memerintahku" gerutu Minho dan melihat Taemin yang masih berdiri
"hei.. kau.., setiap kali bertemu denganmu kenapa aku jadi sial terus? Dan sealu diperintah kucing dan ayam menyebalkan itu" kesal Minho
"hah..?" Taemin hanya melihat Minho dengan tatapan polosnya. "Hyung sedang kesal dengan Key Hyung dan Onew Hyung?"
"ya.. aku sedang kesal dengan mereka berdua, tapi aku lebih kesal bertemu denganmu bocah. Kau tahu? Pinggangku jadi sakit karena menggendongmu pulang waktu itu. Kau itu kelihatnnya saja kurus, tapi berat.."
"aku bukan Bocah, namaku Jung Taemin. Lagipula aku tidak pernah meminta Hyung menggendongku."
"kau ini… seharusnya kau berterimakasih. Kalau aku tidak menggendongmu, kau tidak mungkin sampai ke apartemenmu."
" tadinya aku mau berterimakasih, tapi Hyung marah-marah terus. Berarti Hyung tidak ikhlas menolongku" ucap Temin sambil mengerucutkan bibirnya. Minho yang melihatnya sedikit tertegun dengan berbagi ekspresi Taemin. Harus diakui Taemin memang imut dam.. manis ."apa yang aku fikirkan" fikir minho sambil menggeleg-gelengkan kepalaya.
"ahh.. sudahlah aku mau pergi dulu. Lama-lama bicara denganmu, membuatku tambah kesal"
"ehh.. tunggu dulu. Hyung harus mengantarku ku dulu!"
"pergi saja sendiri, aku tidak mau mengantaru. Kalau kau mau mengadu sama Key dan Onew Hyung, aku tidak peduli." Minho pergi meninggalkan Taemin.
"hah.. ya sudahlah aku pergi sendiri saja. Dasar hyung Kodok menyebalkan" gerutu Taemin
Taemin kini di halte. Sebenarnya Taemin belum begitu hapal jalan dan rute Bus. Dia hanya tahu jalan dan rute bus dari apartemen dan sekolahnya." Bagaimana ini, aku harus naik Bus yang mana?." Sebenarnya Minho tidak lagsug pergi. Dia memperhatikan Taemin dari jauh yang sedang kebingungan. Minho bukan orang yang seenaknya. Dia orang yang betanggung jawab atas semua apaun yang dipercaya kepadanya. " bocah itu… benar-benar menyusahkanku"
"Hei.. bocah" panggil Minho yang kini sudah di depan Halte. Taemin yang melihatnya kaget. "cepat naik, atau benar-benar aku tinggal" Taemin yang mendengarnya reflek mendekat Minho.
"katanya tidak mau mengantarku. Malahan marah-marah tidak jelas" ucap Taemin kesal
"sudahlah cepat naik!. Aku tidak mau Key mengamuk jika dia tahu anaknya aku terlantarkan"
"jadi Hyung Cuma takut sama Key Hyung, bukan ikhlas dari hati mengantarku"
"aishh… kau ini banyak bicara, kalau tidak naik, kau benar-benar akan aku tinggal"
"ehh.. iya-iya" Taemin bergeas naik motor Minho. Bagaimanapun, diantar Minho lebih baik daripada nanti tersesat. Minho langsung menancapkan gasnya sehingga Taemin kaget dan tanpa sadar memeluk pinggang minho. Minho yang merasa dipeluk juga kaget dan tanpa sadar jantungnya berdetak lebih cepat. "ada apa denganku? Kenapa dengan jantungku? Sadarlah Minho.." fikir Minho
-AedaSha-
Yunho kini baru selesai melakukan meeting dengan rekan bisnisnya.
"terima kasih Hangeng-si, semoga proyek ini berhasil nantinya" ucap Yunho
"ya.. aku harap juga seperti itu. Sekarang bagaiman jika kita merayakan kerjasama kita dengan makan-makan" tanya Hangeng
"mm.. baiklah kebetulan kita sudah melewatkan waktu makan siang, sebaiknya kita makan dimana?"
"jika anda mau, saya mau mengajak anda kesebuah restoran. Memang retoran itu masih baru, tapi makan disana sangan lezat. "
"baiklah, sepertinya menyenangkan."
-AedaSha-
Kini Taemin dan Minho sudah sampi di restoran
"ayounghaseyo…" sapa Dongwoon yang merupakan karyawan restoran tersebut. Kini 2MIN duduk di meja yang kosong
"mau pesan apa? " tanya Dongwoon
"maaf, apa aku bisa bertemu dengan pemilik restoran ini?" tanya Taemin
"oh.. itu.."
"hi Minho, tumben kau kesini" tiba-tiba Changmin datang
"hi Hyung. aku kira Hyung kuliah. Aku kesini mengantar bocah ini" Changmin pun mengalihkan perhatiannya ke Taemin
"anyounng Hyung. Hyung masih ingat aku kan?"
"ah.. iya.. sepupu Onew kan? Ada apa?"
"mm.. aku mau bertemu dengan Ajhuma yang sudah menolongku waktu aku sakit saat pembukaan restoran ini Hyung. aku belum mengucapkan terima kasih"
"Ohh…Umma. Tunggu sebentar." Minho dan Taemin menunggu sambil memasan minuman
"Umma, ada yang mencari Umma" ucap Changmin
"siapa Min, umma sedang sibuk." Ucap Jaejoong sambil mengiris-ngiris wortel.
" itu.. anak yang Umma tolong waktu alerginya kambuh saat pembukaan restoran kita"
"Taemin maksudmu?" tanya Jaejoong yang diiyakan Changmin. "Wookie, Hyung tinggal dulu ya" ucap Jaejoong kepada Ryewook. "Ne.. tidak apa hyung, aku bisa mengerjakannya sendiri"
"anyounghaseyo Adjuma. Taemin imnida. Waktu itu kita belum berkenalan kan?, tapi sudah membuat Adjuma repot"
"anyoung Taemin-ah. Tidak repot kok. Apa sekarang sudah sehat" tanya Jaejoong ramah
"sudah Adjuma. Berkat obat yang Ajhuma berikan, aku bisa membaik. Padahal kata Appa aku tidak bisa meminum obat alergi sembarangan. Tapi sepertinya obat yang ajhuma berikan cocok."
"benarkah? Syukurlah, Ajhuma sempat khawatir obat itu tidak cocok. Itu memang bukan obat alergi biasa, itu obat Ajhum yang biasa Ajhuma minum ketika terkena laergi"
"jadi Ajhuma juga alergi Udang juga?"
"iya, itu obat khusus yang diberikan dokter, karena Ajhuma juga tidak bisa meminum obat alergi sembarangan."
"wahh… berarti kita sama ya Ajhuma. Aku kira cumaa aku yang memilki penyakit aneh ini" ucap Taemin sambil mengerucutkan bibirnya.
"kamu ini lucu sekali Taemin-ni." Ucap Jaejoong sambil mengacak rambut Taemin. Entah kenapa Taemin merasa sangat Nyaman ketika Jaejoong mengusap kepalanya. Ada perasaan diamana dia merasakan belaian seorang ibu. Sedangkan Changmin sedikit iri dengan kedekatan Taemin dan Ummanya, padahal Ummanya memang mudah dekat dengan siapaun. Tapi entah kenapa dengan Taemin sedikit berbeda.
"mm,, Ajhuma. Mm.. Minnie boleh meluk Adjuma tidak. Sebentaaar saja" ucap Taemin memohon
"YAK… bocah. Kau tidak boleh memluk Ummmaku!. Kecil-kecil sudah minta peluk, dasar mesum" ketus Changmin
"Hyung aku bukan mesum.., apa salahnya aku Cuma minta peluk Ajhuma, kenapa Hyung yang marah"
"karena yang kau peluk itu Ummaku!. Kalau kau mau, kau peluk saja Ummamu sendiri…!" Changmin baru sadar perkatannya sudah menyinggimg. Karena dia tahu dari Key, Taemin tidak memiliki Umma. Sedangkan Taemin matanya sudah mulai berkaca-kaca. Minho dan Jaejoong kaget mendengar ucapan Changmin."
"KIM CHANGMIN… Umma tidak pernah mengajarkanmu bicara kasar" Jaejoong sedikit meninggikan nada suaranya atas ucapan anaknya barusan.
"ti..tidak apa ajhuma… Minho Hyung antarkan aku pulang. Ajhuma aku permisi dulu, maaf sudah merepotkan." Taeminpun bergegas pergi sebelum air matanya tumpah dan Minho menyusul. "aku pulang dulu Hyung, Ajhuma. Permisi. Aishh kenapa lagi dengan bocah itu"
Ketika Taemin akan membuka pintu retoran dia melihat Appnya yang akan masuk. Taemin langsung memluk Appanya sambil menangis. Yunho yang kaget langsung panic ketika Taemin menangis.
"Baby kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa menangis"
"hiks..Appa Minnie mau pulang. Ayo.. Appa hiks.. kita pulang"
"Minho, apa yang terjadi?" tanya Yunho melihat Minho yang berada dibelakang Taemin
"aku juga tidak tahu Ajhusi" ucap Minho
"dia anak anda Yunho-shi?" tanya Hangeng
"iya… maaf Hangeng-shi, sepertinya acara makan kita harus ditunda. Aku tidak mungkin membiarkan anakku dalam keadaa seperti ini"
"tidak apa Yunho-shi. Lain kali kita bisa makan bersama. Anakmu lebih membutuhkanmu"
"terimaksih Hangeng-shi. Kalau begitu saya permisi dulu"
"Appa… hiks"
"iya Baby kita pulang" Yunho dan Taemin pergi meninggalkan restoran. Bagaimana dengan Jaejoong? Ohh Jaejoong mersasa dunia akan runtuh. Bagaimana tidak? Dia melihat semua intersksi anatara Taemin dan Yunho, dan Jaejoong masih sangat ingat itu adalah Jung Yunho orang yang dulu sangat dia cintai yang merupakan mantan suaminya. Sedangkan Changmin bingung dan shok, Changmin tahu itu adalah Appanya. Biarpun sudah 13 tahun terlewatkan, changmin masih ingat itu wajah Appanya yang masih sama dari terakhir dia lihat. Tiba-tiba Hnageng datang diantara mereka berdua.
"Anyoung Jae, Min." sapa Hangeng
"eh.. Han Hyung, mm.. ada apa hyung? atau mau makan sesuatu?" tanya Jaejoong sedikit gugup
"iya, aku sangat lapar. Tadinya Hyung mau makan dengan rekan kerja Hyung, tapi dia tidak bisa kareana anaknya sepertinya dalam keadaan kacau. Mungkin kau tau. Sepetinya anak itu juga dari restoran ini?"
"ahh.. itu, ya.. memang anak itu dari restoran ini. mm… Hyung mau makan apa?" Jaejoong mencoba menghindar dari pembicaraana Taemin.
-AedaSha-
"Umma… umma…." Changmin memanggil Ummanya yang sedang membereskan dapur. "aku tahu Umma masih marah. Tapi jangan mendiamkanku seperti ini." Kini restoran sudah tutup dan hanya tinggal mereka berdua. Jaejoong berbalik dan menghadap Changmin.
"Min, Umma tidak marah. Umma hanya kecewa, kenapa kau bisa bicara sekasar itu? Umma tidak pernah mengajarkanmu seperti itu."
"aku tahu Umma, makanya aku minta maaf" sesal Changmin
"sudahlah, asal jangan pernah mengulangnya lagi.. mm.. Apa Min melihatnya?" tanya Jaejoong ragu
"melihat apa Umma, aku tidak mengerti"
"Taemin dan…"
"Umma, aku sudah pernah katakan. Aku tidak peduli dengan siapapun. Kita hanya berdua dan tidak ada yang lain. Hanya ada Kim Jaejoong dan Kim Changmin. Aku tidak butuh siapapun selain Umma didunia ini" mata Jaejoong berkaca mendengar perkataan anaknya. Jaejoong tahu anaknya sangat mencintainya, tapi Jaejoong juga tahu perasaan apa yang dirasakan anaknya sekarang. Changmin mencoba bersikap semua baik-baik saja dan tidak terjadi apapun. Jaejoong memeluk Changmin sambil menangis
"maafkan Umma, maafkan Umma baby."
"tidak.. Min yang salah. Min sudah buat Umma kecewa. Maafkan Min Umma."
-AedaSha-
Yunho membaringkan Taemin di ranjangnya yang tertidur di mobil karena kelelahan menangis. Yunho miris melihat keadaan Taemin yang sangat Kacau. Yunho keluar kamar Taemin untuk mandi.
Yunho membuka pintu apartemennya ketika bel berbuyi, dan melihat Ayahnya, Junsu, Yoochun, dan seorang Yoeja yang Yunho tahu bernama Ahra. Yunho mempersilahkan semuanya masuk.
"maaf Hyung, kami baru bisa berkunjung sekarang." Ucap Junsu yang merupakan adik kandung Yunho
"tidak apa Su-ie, hyung tahu kalian pasti lelah. Chun kapan kau kembali ke kantor?"
"mungkin besok Hyung,"
"baguslah, banyak proyek yang harus kita kerjakan. Lalu bagaimana dengan yang di Amerika?"
"aku sudah menyerahkan dengan orang kepercayaanku disana. Biarkan mereka yang mengolahnya, kita hanya menunggu hasilnya saja. Lagi pula tidak mungkin meninggalkan Onew terlalu lama. Su-ie juga tidak betah disana."
"Hyung mana Minnie, aku sangat mrindukannya" tanya Junsu yang tidak melihat Taemin
"ooh.. dia lagi tidur. Sepertinya hari ini dia dalam keadaan buruk. Tadi dia mangis, tapi aku belum sempat menanyakannya.. Lalu Aboeji kenapa tiba-tiba datang ke sini juga?"
"aku mengaih janjimu seminggu yang lalu. Apa kau sudah ada jawabannya? Dan sekarang saat yang tepat untuk merencanakan semua, karena kita semua sudah berkumpul."
"tunggu dulu, ini masalah apa. aku tidak mengerti" sela Junsu
"ini masalah pernikahan Hyungmu dengan Ahra."
"jadi Hyung akan menikah dengan Ahra? Bagaimana dengan Taemin?" Junsu tahu keponakannya itu tidak meretui Appanya menikah lagi.
"Aboeji, bisakah kita menunda dulu masalah ini. Keadaan Taemin tidak baik sekarang"
"kau selalu memanjakan anak itu. Sepertinya harus Appa yang memutuskannya. Baiklah kalian menikah minggu depan, bagaimana Ahra, kamu siap"
"ne.. tentu saja Aboeji saya siap menjadi pendamping Yunho Oppa dan Umma Taemin" ucap Ahra dengan percaya diri
"kau dengar. Ahra sudah siap, aku yakin kau juga siap."ucap Mr. Jung. Tiba-tiba…
"TIDAK…! APPA TIDAK BOLEH MENIKAH LAGI DENGAN SIAPAPUN!" semua kaget dengan kehadiran Taemin.
"yak.. dasar anak kecil. Mana sopan-santunmu Ha? Kau lihat Yunho, anakmu yang kau banggakan itu sudah kurang ajar"
"Minnie, Minnie sudah bangun? Kenapa berteriak baby" Tanya Yunho saat melihat anaknya
"pokoknya Minnie tidak mau hiks.. Appa menikah lagi. Kalau Appa menikah denga Ahra Ajhuma, Appa tidak akan hiks….pernah lagi melihat Minnie." Tiba-tiba Taemin menangis
"baby kenapa bicara seperti itu" cemas Yunho
"baguslah.. kau pergi. Seharusnya kau juga pergi bersama Ummamu waktu itu. Padahal aku sudah menyuruh namja sialan itu membawa kedua anaknya." Ucap Mr. Jung
"apa maksud Aboeji? Jadi Abeoji yang menyuruh Jae hyung pergi?" tanya Junsu tidak percaya
"i.. itu.. apa yang kau katakan Junsu. Aku tidak mengerti. Sudahlah sekarang itu kita membahas pernikahan Yunho dengan Ahra. Bukan membahas namja tidak jelas itu" ucap Mr. Jung panik
"apa itu benar, Aboeji yang menhyuruh Jaejoong pergi?" tanya Yunho penasaran
"bu…bukan seperti i.. itu. YAK.. Kenapa kalian menatapku seperti itu!. Itu bukan salahku Jaejoong pergi. Mungkin.. mungkin dia merasa tidak pantas berada di keluarga kita" ucap gugup
"kenapa? KENAPA ABOEJI TEGA MENGUSIR MEREKA? KENAPA? APA SALAH MEREKA DENGAN ABOEJI" semua keget mendengar Yunho marah. Padahal Yunho tidak pernah marah, apalagi denaga ayahnya yang sanagt dia hormati. Junsu memeluk Taemin yang ketakutan melihat Appanya marah. Mr. Jung terkejut dengan kemaran Yunho. Mr. Jung merasa dipojokkan dam mau tidak mau dia mengakui semuanya.
"IYA..AKU YANG MENGUSIR MEREKA. KAU TAU KENAPA? KARENA NAMJA SIALAN ITU SUDAH MEMBUAT MALU KELUARGA KITA. DIA ITU NAMJA DARI KELAS BAWAH. ABOEJI MALU JIKA HARUS PUNYA MENANTU SEPERTI DIA!. DAN SEHARUSNYA KAU TIDAK MENIKAHI DIA.! KAU JUGA TAHU KAN? KALAU AKU TIDAK PERNAH MENYETUJUI KALIAN MENIKAH. DAN KAU TAHU KENAPA AKU SANGAT MEMBENCI ANAKMU ITU?" tunjuk Mr Jung ke wajah Taemin, "KAREANA WAJAHNYA…WAJAHNYA ITU MENGINGATKANKU DENGAN NAMJA RENDAHAN ITU, ITU MEMBUATKU MUAK!. SEKARANG KAU MAU APA HAH? DIA TIDAK AKAN PERNAN KEMBALI LAGI DENGANMU" ya Yunho menikahi Jaejoong diam-diam tanpa restu Ayahnya. Yang tahu waktu itu Cuma junsu dan Youchun. Sejak kelahiran Changmin, barulah Yunho mengaku sudah menikahi Jaejoong. Dan Mr. Jung tidak bisa berbuat apa-apa sehingga dia sangat shok dan terkena stroke . Lama kelamaan Keadaan Mr Jung membaik dan dia berfikir tetap akan menyingkirkan Jaejoong dari kehidupan Yunho.
"MINNIE….." tiba tiba semua kaget mendengar terikan Junsu. Ternyata Taemin jatuh pingsan dipelukan Junsu. Yunho yang melihat anaknya pingsan lansung mengmbil alaih anaknya taemin benar-benar panic.
"baby bangun sayang… jangan buat Appa khawatir, baby bangun…" Yunho mencoba membangunkan Taemin. Tapi tidak ada reaksi.
"sebaiknya kita bawa kerumah sakit Hyung" ucap Yoochun
"Jika tejadi sesuatu dengan anakku, aku akan sangat membenci Anda, !" ucap Yunho dingin.
T.B.C
Aku mau jawab pertanyaan dari reader
shanzec: Changkyu, aku juga suka couple ini. Tapi kalau dijadikan pasangan, aku masih belum dapat feelnya. Menurutku mereka cocok jadi sahabatan. Tapi untuk kebutuhan cerita bisa dipertimbangkan nantinya. Atau ada masukan dari reader lain tentang couple ini?
Maaf Yunjae momentnya belum ada. Yunjae momentnya akan muncul di chap selanjutnya.
Terima kasih buat reader semua yang baca, yang memfaforitkan, memfollow dan terutama yang sudah memberikan review. Aku selalu baca review kalian semua karena itu salah satu yang membuat aku semangat untuk melanjukan ff ini. Maaf… kalau ada banyak kekurangan di ff ku ini .
Special thank's:
lee Chunnie, gothiclolita89, meliarisky 7, elfinexoplanet, Naoi Sora, shanzec, PandaPandaTaoris, ilma, , Hyunki2204, hana, zyln, MaxMin, Guest ,Riena, DahsyatNyaff, jaejae 1123, Clein cassie, MPREG Lovers, ChientzNimea2Wind, ChwangKyuh EviLBerry, UMeWookie, 0212echy, , Manaka Chan, devimalik, lee mina, nabratz, TitaniumSP
