Title : (10 D) E.X.O HIGH SCHOOL

Rated : T

Genre : Friendship, Family, Humor, Slight Romance, Drama dan sebagainya.

Pairing : Kyungsoo dan semua member EXO.

Disclaimer : hanya cerita absrud ini yang ASLI miliki 4UNTA.

Warning : Typo, Awal cerita gak nyambung, summary sesat, gak nyambung ama judul, absurd, tapi dijamin ni panpik gak bikin sawan kok.

Summary : Kyungsoo anak pinter, Kyungsoo anak baik, dan Kyungsoo anak yang penurut. Tapi— KENAPA KYUNGSOO ADA DI SEKOLAH ABSURD INI?! | Kyungsoo dan kawan-kawan| Summarynya keren kan? yaudah langsung aja klik judulnya dan cepet baca.

Sebelumnya, Author mau kasih tau, ini itu Chap 2, dan yang kemarin itu Chap 1, mianhee Author baru kali ini pengalaman bikin panpik pake prolog jadi sering lupa... So, mianhee..

Yaudah sip itu aja, lanjut~

Mind to Review? ^^


Sekali lagi, Kyungsoo mengusap matanya pelan. Ia sudah rapih dengan pakaian seragam sekolah barunya –E.X.O HIGH SCHOOL— tapi, masih saja rasa kantuk menyerang tubuh mungilnya. Tubuhnya sedikit terhuyung-huyung.

"Hoaam~ Selamat pagi Eomma, Appa"

Key –Eomma Kyungsoo— dan Onew –Appa Kyungsoo— melirik Kyungsoo anak semata wayangnya. Mereka tersenyum, bangga akan anaknya yang bisa bangun sepagi ini dan mengurus diri sendiri tanpa harus di siram air terlebih dahulu.

"Selamat pagi, sayang. Ayo makan sarapanmu" Key mengelus pelan rambut Kyungsoo, sedangkan Onew hanya membetulkan sedikit kaca matanya dan membaca kembali koran paginya.

Keluaraga yang bahagia.

"bagaimana sekolahmu, Kyungsoo?" Onew masih membaca korannya.

Kyungsoo berhenti memakan roti selainya, Ia memandang Eommanya yang sibuk mengoleskan roti dengan selai coklat untuk suaminya.

Kyungsoo memiringkan kepalanya. Key mengangguk. "Appamu sudah tau, sayang"

Kyungsoo menunduk, sebenarnya ia ingin sekali memberitahu kedua orangtuanya itu tentang bagaimana keadaan dalam kelasnya, tapi jika ia mengatakan itu sekarang ia tak ingin kedua orang tuanya –yang sangat ia sayangi itu- bingung dan stress mencari sekolah baru untuknya.

"eum.." gumamnya beberapa detik. "tidak begitu buruk, Appa. Aku—"

Key menatap bingung anaknya, dan Onew menaruh koran pagi dan kacamatanya. "kenapa, hem?"

"A—anio! aku, aku menyukai sekolahku yang baru" Kyungsoo tersenyum dengan bentuk hati pada kedua orangtuanya yang menghela napas lega.

"uh, syukurlah. Eomma kira kau tak menyukai sekolah barumu. karena yang biasa Eomma dengar dari tetangga, sekolah negeri itu banyak yang bermasalah. Uh, Eomma tak bisa bayangkan bagaimana anak Eomma tersayang ini masuk kedalam kelas aneh yang penuh dengan binatang buas" Key memeluk Kyungsoo dari samping. Mengecup pelan kening anaknya itu.

Kyungsoo sedikit menyeringis dalam hatinya. 'Sebenarnya itulah kenyataannya Eomma, maafkan aku'

"Kau terlalu memanjakannya Kibum" Onew memakan rotinya sebari mengelus pelan kepala Kyungsoo.

"kenapa? Aku ini Eommanya, dan Kyungsoo adalah satu-satunya anak kesayangan kita. Lagi pula aku memanjakannya agar ia bisa jadi anak yang berbakti dan sukses menjadi orang besar. Tidak sepertimu Jinki" Key menjulurkan lidahnya lucu, walaupun umurnya beranjak tua, namun ekspresi lucu tetap melekat diwajahnya yang cantik.

"kenapa kau membandingkannya denganku? Aku ini termasuk sukses. Aku bisa menyekolahkan anakku, dan memberi makan keluargaku dengan cukup" Onew tersenyum manis pada istrinya.

"ya, aku tau. Tapi apa untungnya jika kau hanya menjadi seorang photografer? padahal kau pintar dan tampan" Key mengempoutkan pipinya lucu, sebari mencibir pelan.

"Tapi, ini memang hobbiku, sayang. Kau tau kan? aku ini akan berkerja dengan sungguh-sungguh jika aku benar-benar menyukainya. Lagi pula, tak perlu uang yang banyak atau nama yang besar. Toh, Aku sudah bisa mendapatkan perhatianmu, dan hidup bahagia denganmu, bahkan tanpa itu aku bisa membuatmu mengatakan aku tampan dan pintar" Onew bersmirk ria, Key hanya menatap kesal namja paruh baya yang sudah menemani hidupnya selama 17 tahun ini.

Kyungsoo terkekeh pelan,sebelum menyesap susu putihnya. Ia bahagia mempunyai keluarga yang sangat harmonis seperti ini, dan ia juga bahagia bisa hidup di dunia yang setenang ini termasuk kehidupan sekolahnya -atau mungkin tidak-


Kyungsoo duduk di mejanya, ia menatap lekat-lekat buku pelajaran dibawahnya. Sekarang ujian kimia.

Sebenarnya banyak sekali yang protes dengan ujian yang di adakan dadakan oleh Park-sosaengnim kemarin. Namun, mau bagaimana lagi, Park sosaengnim memang sangat kejam, atau itulah yang didengar Kyungsoo dari teman yang merangkap jadi sahabatnya –kemarin- si Baekhyun namja eyeliner.

"Hey, Kyungie~"

'PLETAK'

"aish! Appo!" Kyungsoo menatap tajam namja yang kini berdiri dengan cengirannya. Tangan Kyungsoo sibuk mengelus pelan keningnya yang ter'tembak' sesuatu tadi.

"hehe, Kyungie~ kau sedang belajar apa, hem?" Baekhyun menunduk, menatap buku tebal yang dengan anggunnya bertengger di atas meja Kyungsoo.

"belajar Kimia, kau tidak—"

"OH! TIDAK MATAKU PEDIH OH! OH! TIDAK TIDAK TIDAK! KYUNG, DARIMANA KAU TEMUKAN BUKU TERKUTUK ITU?"

Kyungsoo menggeleng pelan, melihat sahabatnya –kutip dua— yang bersikap terlalu berlebihan seperti itu. Oh, bagaimana bisa ia menerima begitu saja disaat namja eyeliner bin gila ini mengajaknya menjadi seorang sahabat.

"kau, berlebihan Baekhyun. Ini tidak seburuk yang kau lihat, rumus-rumus ini hanya rumus dasar. Lagi pula kenapa kau tidak belajar untuk ujian nanti,eoh?" Kyungsoo menatap wajah manis yang kini duduk di sampingnya. Entah sejak kapan, ia mulai terbiasa berbicara dengan namja imut itu.

"aku lelah, Kyungie~ setiap hari melihat rumus-rumus dan deretan kalimat-kalimat yang membuatku kenyang dalam sesaat itu. Lagi pula, kurang cukupkah kita belajar selama—eum"

"dua belas tahun" –Kyungsoo.

"—ah! iyah, selama dua belas tahun, eoh? aku benar-beanr ingin berhenti dari dunia perpendidikan(?)" Baekhyun membenarkan eyelinernya. Kyungsoo menggeleng.

"terserah katamu saja" Kyungsoo kembali menatap lekat buku tebalnya, sebelum Baekhyun kembali menghancurkan konsentrasinya. Ya, walaupun konsentrasinya tetap buyar karena keadaan kelas yang, yah kalian pasti tau bagaimana keadaan 'kandang harimau bergigi buaya' itu.

"Kyungie~"

Kyungsoo menoleh.

"Aku lupa, kau belum kenal teman-teman kita disini yah?" Kyungsoo menatap seluruh kelas yang masih ribut.

"iya, lalu?" Baekhyun tersenyum lebar.

"lebih baik, kita berkenalan dulu" Kyungsoo ditarik oleh Baekhyun menuju satu bangku yang ditempati oleh namja bermata panda.

Oh, Kyungsoo rasa hari-harinya di sekolah semakin absurd saja.


Bel istirahat bebunyi sebagian siswa berbaur keluar kelas hanya untuk memenuhi cafetaria sekolah. Termasuk juga Kyungsoo dan 'kawan-kawan barunya'.

"Kyungsoo, kenapa matamu lebar sekali? kau ada keturunan?" Tao, namja panda yang tadi sempat membuatnya kaget karena wajah seramnya, tersenyum manis padanya.

Saat pertama kali Kyungsoo melihatnya, Tao adalah namja yang sedang memainkan tongkat wushunya. Ia kira, Tao adalah namja garang yang suka marah-marah, tapi ternyata Tao hanya seorang namja manis yang suka dengan segala hal berwujud panda, bahkan ia akan menempelkan stempel pandanya pada setiap orang yang ia temui.

"Em, ti—tidak juga, Appa Eommaku memiliki mata yang sipit" Kyungsoo menunduk, Ia masih sedikit takut dengan teman-teman barunya. Ya walaupun ia mudah bergaul dengan Baekhyun, tapi ia tak bisa melupakan apa kesan pertama yang ia dapatkan saat pertamakali masuk ke kelas 10 D.

"oh, benarkah? tapi matamu bulat sekali. Dan bagaimana bisa kulitmu selembut ini?" Xiumin, namja berpipi paling berisi diantara mereka, Kyungsoo sempat kaget tentang apa yang diceritakan Baekhyun tentang namja ini. Xiumin, tidak naik satu tahun pelajaran karena suatu alasan. Yang Kyungsoo tahu dari Baekhyun, Xiumin tak naik satu tahun karena ia meninggalkan ujian dikarenakan sakit. Katanya, Ia terlalu banyak makan cemilan tak sehat saat liburan musim panas. Begitupun juga Chen yang –ekhm— Kyungsoo tahu –dari Baekhyun pastinya— adalah namjachigunya Xiumin, Ia gagal ikut ujian karena sering tertidur saat ujian berlangsung dan jarang masuk karena sakit tenggorokan.

"Go—gomawo, Xiumin-hyung" Kyungsoo tersenyum –paksa- sebari terus menarik-narik kemejanya. Ia bukan gugup tapi sangat-sangat takut. Uh, bagaimana tidak, sekarang ia berada ditengah-tengah tiga—oh bukan maksudnya empat termasuk namja kurus yang kini tersenyum ramah pada Kyungsoo. Kalau tidak salah namanya itu Yixing, ia seharusnya sudah kelas sebelas, tapi karena ia telat sekolah ditahun pertama, jadi mau tak mau ia harus berada satu kelas dengan hoobae-hoobaenya.

"Kyungsoo, kalau kau ada kesulitan kau bisa meminta bantuan pada kami semua, jangan ragu-ragu" Yixing tersenyum menampilkan senyum berdimpelnya.

"ya, Kyungie~ kami semua pasti akan membantumu" Baekhyun tersenyum, mata eyelinernya menjadi bulan sabit sekarang.

Kyungsoo hanya menunduk dan mengangguk pelan. Sepertinya, teman-teman barunya itu tidak begitu buruk.


Kyungsoo terkekeh, setelah mendengar lelucon dari Baekhyun. Ia sedang berkumpul di dalam kelas yang sepertinya –selalu— bebas jam pelajaran.

Setelah menenangkan deru tawanya, ia menatap seluruh sudut kelas 'buaya'nya. Ini benar-benar tidak seperti kelas, dari keadaan kelas, suasana, bahkan dekorasi kelas. Entah, Kyungsoo tak tahu jelas, ini memang wajah sekolahnya atau hanya kelas ini yang seperti ini.

Kyungsoo memandang grafiti acak-acakan di tembok belakang kelas, loker bolong penuh coret coretan, jendela retak di ujung kelas, dan papan pengumuman kelas yang dipajang miring.

Kenapa Kyungsoo bisa dapat kelas seperti ini? padahal, ia sudah bersusah payah mendapatkan nilai sempurna di ujian penerimaan siswa baru beberapa hari yang lalu.

Apa ini takdirku?

Oke, Kyung kau terlalu dramastis.

"YAK! KKAMJONG! KAU!"

"HOAA! PISAUMU HYUNG!"

"OMOYAAAA! LAGU BARRRUUUU!"

"Aishb! Shuaramubh Jongmb Daebh! (Aish! Suaramu Jong Dae!)"

"Uh, ya! Tao, lihat lihat, di jidatku ada apa, eoh? ini bukan jerawat, kan?"

"itu sepidol, Luhan-hyung"

Kyungsoo menghela napasnya lelah, ia kembali bergerilya menatap seluruh waja siswa-siswa 10 D –kecuali Luhan, yang sebenarnya anak kelas 11 B yang memang sering bolos ke kelas ini— Dan tepat disaat ia melihat namja berkulit tan –oh tidak maksudnya yang tepat berada di belakang namja kulit tan itu, namja berkulit putih pucat tengah terdiam memandang luar jendela.

Kyungsoo menatap lekat wajah namja itu, wajah yang cukup tampan, dengan ekspresi dingin dan rambut gold gelap yang terlihat sedikit berantakan.

"sepertinya, ia satu-satunya namja normal disini" gumam Kyungsoo, dan Baekhyun mendengarnya.

"Ah, Oh Sehun, ia namja dingin disini. Aku belum pernah mendengarnya berbicara. Padahal waktu itu, aku pernah mengajaknya mengobrol, tapi jawabannya hanya mengguk dan tersenyum –paksa-, setelah itu memasang wajah datar lagi. Sebenarnya aku sedikit benci dengan orang yang seperti itu" Baekhyun panjang lebar.

Kyungsoo mengangguk sebentar setelahnya kembali menatap namja dingin yang masih terdiam memangku wajahnya dengan tangannya. Sepertinya, Kyungsoo tertarik dengan namja itu.

Maksdunya, bukan berarti Kyungsoo suka dengan namja itu. Tapi, Kyungsoo pikir pasti suatu hari nanti Eommanya yang cerewet itu pasti akan menagih Kyungsoo 'seorang teman' untuk dibawanya kerumah, jika benar Sehun seperti apa yang di pikirkan Kyungsoo dengan teman 'normal'nya. Kyungsoo bisa bernapas lega karena akhirnya, ia bisa membawa teman normalnya tanpa harus membawa teman-teman absurdnya kedalam rumah harmonis dan bahagianya itu.

Kyungsoo mengangguk pasti, 'berkenalan apa susahnya, eoh?'

Ia merapihkan sedikit seragamnya, tak mau terlihat kusam di kesan pertamanya berkenalan dengan orang 'normal'.

Kyungsoo berjalan menuju bangku Sehun, dengan hati-hati ia melangkah dan menyentuh pundak Sehun pelan. Kyungsoo mengeluarkan jurus senyum hatinya.

"Kau, Oh Sehun?" Kyungsoo mengerjapkan matanya.

Sehun menoleh, menatap mata Kyungsoo. Wajahnya masih datar dan dingin. Ya, walaupun ia tetap terlihat cool.

"eum, namaku Do Kyungsoo, bisakah kita menjadi te—"

"YA! SEHUNNIE~"

'BRUK'

Kyungsoo memotong ucapannya sendiri, setelah tau, namja cool di depannya tiba-tiba berdiri dan berjalan menuju luar kelas.

Kyungsoo mematung. Apa ia salah berbicara tadi? dan apa wajah Kyungsoo menyeramkan? kalau tidak, kenapa namja itu bahkan tak mendengar ucapannya.

Oh, hilang sudah kesempatan mendapatkan teman 'normal'. Kyungsoo mengusap wajahnya dan mendongak. Dan sekarang ia memandang namja tam—ah tidak bahkan cantik yang tengah berdiri memandangnya, tangannya menggenggam sebuah kaca kecil.

"cantiknya" gumam Kyungsoo pelan, sangat pelan.

Namja itu terdiam beberapa detik dan setelahnya, membungkuk ramah. Ia tersenyum, tulang pipinya terangkat.

"Annyeong, Xi Luhan imnida"

"A—ah, Do Kyungsoo imnida" Kyungsoo sebentar memandang namja yang sekarang berlari mengejar namja berkulit pucat –Sehun— keluar kelas.

"Ada apa manis?" Kyungsoo terkejut, eh? manis?

Mata Kyungsoo beralih menatap namja berkulit tan yang tiba-tiba saja berada di sampingnya, bibir tebalnya menampakan sedikit smirk dan itu membuat Kyungsoo sedikit mundur karena takut.

"Do Kyungsoo, kan? namaku Kim Jong In" mata berkilat mesum, membuat Kyungsoo tambah merengkuh di dalam cangkangnya. Oh, Kyungsoo baru ingat, dia namja kulit gelap yang menyentuh dagunya saat pertama kali ia masuk kekelas ini.

Namja itu mengulurkan tangannya.

Kyungsoo mengangguk sebentar. Dan setelahnya menunduk dalam, oh apa yang harus ia lakukan, apa ia harus mengulurkan tangannya juga, menyambut sapaan tangan namja yang sekarang sudah Kyungsoo cap sebagai namja genit itu. Oh ayolah, ia tak mau dengan sentuhan tangannya yang mungil membuat namja di depannya berbuat apa-apa. Bukannya Kyungsoo berburuk sangka, tapi lihat saja, siapa yang tidak takut jika melihat wajah berkulit tan, yang tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai dan kilatan mesum terlihat di bola matanya. HIIIHH! OM-OM MESUM!

"YA! KYUNGIE~~ Ayo ke kantin!" Baekhyun berteriak dan itu membuat Kyungsoo bernapas lega. Ia sedikit mendongak dan tersenyum sebentar, sebelum pergi meninggalkan namja genit itu yang kini sedikit mendengus.

"ish, sedikit lagi tadi.."


Bel masuk berkumandang, dan semua siswa masuk kedalam kelas, termasuk kelas 10 D. Kali ini, keadaan kelas sedang tenang, atau lebih tepatnya sangat membosankan untuk semua siswa kecuali Kyungsoo. Jam ini adalah jam pelajaran Park sosaengnim.

"HOAAAM!"

'PLETAK'

"Appo!" namja yang tadi menguap –Jong In— meringis menahan sakit dikepalanya saat sebuah penghapus mendarat di atas sana. Ia ingin protes, tapi setelah melihat ekspresi wajah Park sosaengnim ia kembali tertunduk.

Kyungsoo terkekeh, melihat tingkah laku semua siswa saat ini. Ternyata kelas absurd ini tunduk dibawah pengawasan Park sosaengnim yang Kyungsoo masih ragukan kalau itu adalah Lee sosaengnim kepala sekolahnya.

Ya, entah karena penglihatan Kyungsoo yang salah atau memang benar adanya, kalau semua guru disini mempunyai wajah yang kembar identik. Sepenglihatan Kyungsoo, Lee sosaengnim yang mempunyai tubuh kurus dan rambut di belah samping sama saja dengan Kim sosaengnim yang tempo hari memperkenalkannya pada siswa kelas 10 D dan Park sosaengnim yang memiliki tubuh sedikit gemuk dan rambut yang di sisir kebelakang.

Itu bukan urusanmu Do Kyungsoo, untuk apa memikirkan hal sepeleh seperti itu?

"Kyungie, Kyungie!" Kyungsoo menoleh setelah merasa tangannya ditarik tarik oleh Baekhyun.

"wae?"

"tadi, kau bicara dengan Oh Sehun?" Kyungsoo mengangguk.

"memangnya kenapa,eoh?"

"apa dia biacara padamu?" Baekhyun terlihat antusias.

Kyungsoo menggeleng. "Ani, bahkan sebelum aku selesai bicara ia sudah lebih dulu pergi"

Baekhyun menjauhkan wajahnya, ia memutar bola matanya. "sudah kubilang bukan? ia benar-benar membosankan, kudengar dia mempunyai banyak masalah di keluarganya, dan kudengar ia juga pernah menyukai seorang namja, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan dan ia depresi lalu seperti itu jadinya, dingin dan membosankan"

Kyungsoo menatap Baekhyun serius, sebelum memandang namja yang duduk di ujung kelas dan masih menatap datar luar jendela.

Entah ada perasaan ingin membantu di benaknya, mungkin ia bisa membantu namja bernama Sehun itu. Lagi pula, mereka itu teman sekelas kan? Dan bisa saja, dengan membantu Sehun ia bisa menjadi temannya. Dan tujuan Kyungsoo mendapat teman 'normal' bisa diwujudkan dengan sekali jentikan.

Kyungsoo tersenyum puas, atau mungkin menyeringai puas.

Do Kyungsoo tactics, immediately begins –devil laugh—

TBC

Annyeong! (10 D) E.X.O HIGH SCHOOL update~~~ dan sekarang Author masih 'semi update' sih. Tapi, Jangan kawatir, karena hati Author selalu mengikuti kalian –hati-hati ada yang ngikutin, hihi— haha, bercanda.. Chap kali ini Author panjangin karena Author lagi males motong-motong chap (?) ya, jadilah chap absurd se absurd wajah author ==" Oh ya, mau ngasih tau nih.. berhubung para Author gak mau membuka identitas diri masing-masing –daku sempet dimarahin ama author lain huks :'( karena main bilang pake juluk-julukan segala— Jadi, kami serahkan saja pada kalian readers, silakan tebak siapa author yang nulis cerita yang kalian baca di akun ini XD, ya sedikit bermain gamelah.. Yaudah itu aja, oh ya satu lagi..

TERIMA KASIH BANYAK UNTUK :

opikyung0113, dobichan, Brigitta Bukan Brigittiw, OhSooYeol, exindira, nakamura11, loveHEENJABUJA, LeeYeon, Jong Kyudo, Baby ChanBaek, Laibel, hdkL12, ArraHyeri2, dan syafasalsabila67.

Tanpa review kalian daku tak bisa lanjutin panpik ini~ Mianhe, Author gak bsia bales reviewnya. Tangan Author lagi gemeteran entah kenapa.. hehe Annyeong! dan jangan bosen review lagi.. ^^