I'll Get You, KIM JOON MYUN!

Author : Mir

Main Cast : Lay, Suho EXO

Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP

Warning : typo, gaje

.

.

Balesan review ^^

SiDer Tobat : mianhe Suho nya ga muncul2.. dia lagi ngilang kayak bang toyib /plak/ wah bayar? Mir harus bayar berapa? ;A;

fetwelve : hehe ayo kita siksa Lay supaya dia jera buat bunuh akang Suho xD

Azura Lynn Gee : iya Kai playboy cap komodo xD Mir suka banget peran Kai yg playboy :p ChanBaek udah jadian kok :3

Jaylyn Rui : Mir juga bingung mau bales apa jadinya /plak/ gapapa Rui yg penting udah tinggalin jejak xD

Shin Zi Tao : hehe iya kita ber-12 (Mir + member EXO minus Lay) emg rada sarap xD (Member EXO : lu aja Mir kami enggak -_-) KaiDO belum pacaran :3

mitatitu : wah Lay dikira seme :O nee ditunggu ya SuLay moment nya xD maaf di chap ini belum ada SuLay moment

Rin Rin Kim ChenMin EXOtic : LXT? hahaha xDD soalnya LXT nggak mau Lay pindah dari kelas mereka xD

hibiki kurenai : berarti bangKAI real playboy dong? :O Eunhyuk memang sarap kok xD /dismekdon Unyuk/

ttalgibit : hahaha disini Baekhyun ada 2 kepribadian, jadi namja bisa jadi yeoja juga bisa xD

Riyoung Kim : untung Lay gak sampai meledak xD iya kasian akang Suho ga nongol2 :( siapa sih ini authornya /plak/

Brigitta Bukan Brigittiw : iya kasihan Lay :( siapa sih Mir itu jahat banget :( /ikut puk2 Lay/ KaiDO belum pacaran disini, jadi si Dio nya selow aja liat si Kay playboy kekeke xD

ajib4ff : bener tuh rata2 ff SuLay itu romantis ._. tapi disini juga ada romantisnya kok, meski sedikit xD /plak/

Love Couple : waah Mir dipanggil Min :') berasa di RP deh /plak/ gapapa mah si Lay udah ketularan Luhan suka teriak2 xD

dian deer : akang Suho Mir kurung di rumah Mir, habisnya berisik karena kesal gak muncul2 :( Mir usahain nanti bikin HunHan moment, soalnya Mir juga shipper mereka xD

Babymoonlight : annyeong xDD hohoho prolog paling panjang yg pernah ada /plak/ ini fict SuLay :3 sebenarnya SuLay dan LayHo itu sama aja menurut Mir, tapi katanya SuLay itu Suho semenya karena nama Suho di depan ._. Kalau LayHo si Lay semenya ._.

ferina. refina : wah hari ini Mir udah 2x dibilang sarap, ntar jadi sarap beneran nih xD

AYUnhomin : iya si Lay sok2an tuh padahal belum pernah ketemu akang Suho udah main asal bunuh aja -"

Akita Fisayu : waah dengan senang hati soalnya Mir juga ga bisa bikin ff romance xD /plak/

zhehoons : paham komandan! '-')7 waah jangan dibunuh satu kelas dong :O /selamatin Baekhyun/

Kopi Luwak : ne Mir usahain ada TaoRis momentnya :D

Lian Park : si Baekhyun emg abnormal xD /dirajam Baekhyun/ pasti dong, gak ada BaekYeol ga seru xD bukaan disini KaiDO belum pacaran dan ceritanya si Kai itu playboy :D

ZiTao99 : waduh banyak yg minta TaoRis moment :O Mir usahain ne xD

BabySuLayDo : ne biasanya di ff KaiDO itu si Dio selalu terbully! sekarang kita bully si Kai wahaha xD awalnya peran Daehyun itu Key SHINee loh. Tapi Mir ngeliat SHINee udah sering banget jadi cast tambahan di ff EXO, makanya Mir ganti jadi Daehyun BAP :D syukurdeh kalau ngerti xD

BIG THANKS buat review2 nya :'''' *terhura* /bow bareng EXO/

Karena banyak review nya Mir jadi makin semangat update kilat '-')9

Baru kali ini loh Mir update nya pagi2 xD

Perjalanan Lay masih panjaaaaaaaang~ jadi jangan sampai ketinggalan cerita ya xD /promosi/ /plak/

.

.

.

Oke maaf Mir lupa jelasin -_-

Disini yang udah jadian itu cuma Baekhyun-Chanyeol dan Xiumin-Chen. Jadi yg lainnya termasuk Kai-Dio belum jadian ^^

Nyok cekaidot! Happy reading!

.

.

CHAPTER THREE - KAIDO

.

.

Luhan-Lay room

Luhan sedang asyik memilih-milih baju yang akan ia kenakan untuk keluar. Tiba-tiba Lay masuk dengan raut wajah seperti orang yang tahu akan mati besok.

"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah." Lay menghelakan napas saaangat panjang. Belum sampai ia 24 jam disini, tetapi ia sudah mendapati berbagai rintangan dan cobaan.

Luhan menatap Lay ngeri. "LAY! Apa yang terjadi? Muka lo nakutin tauk!" tegur Luhan.

Lay menatap balas Luhan, membuat namja manis itu sedikit tersentak. "Suara gue serak... gara-gara duo orang menyebalkan itu..." ucap Lay dengan susah payah. Lay pun merebahkan dirinya di atas kasurnya yang empuk.

"Duo orang menyebalkan?" tanya Luhan sambil duduk di kasurnya yang berada di seberang kasur Lay.

"Itu tuh, teman satu kelompok bahasa inggris gue. Kai dan Kyungsoo."

"Oh, lo sekelompok ama mereka berdua? Ya ampun tragis banget hidup lo!" sahut Luhan, membuat Lay bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap Luhan.

"Emangnya kenapa? Hyung tau tentang mereka berdua?" tanya Lay.

Luhan mengangguk. "Tau dong, kami semua udah hampir 6 tahun bersama di asrama ini. Tetapi uniknya, meski Kai dan Kyungsoo itu sekamar, belum pernah ada yang melihat mereka berdua berbicara!" ucap Luhan dengan nada yang sengaja dibuat mengerikan.

Mulut Lay sampai terbuka lebar saking kagetnya. "6 TAHUN MEREKA JADI ROOMATE, TAPI NGGAK PERNAH BICARA SATU KALI PUN?"

"NE! Tetapi melihat sifat mereka berdua yang sangat bertolak belakang, itu sepertinya memang harus terjadi. Kai adalah seseorang yang aktif dan PLAYBOY tingkat akut! Tiap detik selalu gonta-ganti pacar, dan pacar nya pun selalu cantik-cantik di atas standar! Dan juga pacar Kai itu nggak pernah kurang dari 10 biji, harus lebih! Nggak peduli yeoja atau namja yang penting cantik, IA EMBAT SEMUAAAAA!" jelas Luhan berapi-api. Lay sampai termundur saking kagetnya.

"Dan jika kita lihat sifat nya Kyungsoo, namja itu sangat pendiam. Ia jarang bergaul dengan yang lain, tetapi otaknya lumayan pintar. Kyungsoo itu mengeluarkan suara kalau sedang perlu saja, selain itu dia diam. Diam diam dan diam. Argh gue nggak bisa bayangin gimana rasanya jadi dia, pasti tersiksa!" lanjut Luhan lagi. Lay mendengarkan Luhan dengan seksama, mencoba memahami sifat-sifat dari teman sekelasnya. Meski sasaran utama sebenarnya adalah Kim Joon Myun.

"6 tahun bersama orang-orang yang seperti Kai, Kyungsoo, Kris dan juga Baekhyun... apa rasanya?" tanya Lay setelah Luhan berhenti mengoceh.

Luhan tersenyum tipis. "Kalau dilihat sekilas memang rasanya menyebalkan. Tetapi saat bersama mereka semua, tak jarang terbentuk kenangan-kenangan unik yang tak akan bisa terlupakan. Malahan gue rasanya nggak pingin pisah dari mereka semua."

Lay sama sekali tidak menduga jawaban yang keluar dari mulut Luhan. Mungkin julukan 'unik' tak selamanya bermakna jelek.

Lay berdiri dari tempatnya. "Baiklah, gue juga bakal buat kenangan disini. Gue bakal satuin Kai dan Dio! Menurut gue sifat mereka malah saling membutuhkan satu sama lain. Benar nggak Luhan hyung?" tanya Lay melirik Luhan.

Luhan mengangguk senang. "Coba aja kalau lo bisa. Tetapi kenapa lo pengen banget buat kenangan disini?"

"Hahaha tentu saja setelah membunuh si Kim Joon Myun itu, gue bakal keluar dari asrama ini. Jadi gue mau bikin kenangan sebelum nanti keluar."

Luhan bengong. "Eh?"

Lay tersentak. Gawat, ia keceplosan!

Luhan memiringkan kepala nya bingung. "Barusan lo bilang apa Lay? Pelan-pelan dong, lo jadi kayak rapper."

Lay menghelakan napasnya lega. Untung saja Luhan tidak dengar ucapan nya tadi. Atau mungkin ia ada bakat menjadi rapper sedikit, hehehe.

"A-ani hyung. Gue mau siap-siap kekamar Kai dan Kyungsoo. Hyung juga mau pergi main kan? Ayo cepetan bersiap-siap!" ucap Lay mengalihkan pembicaraan. Luhan mengangguk menuruti ucapan roomate nya.

.

.

.

Tok tok tok!

Lay mengetuk kamar KaiDO yang ternyata berada didepan kamarnya sendiri. Karena mereka semua tinggal di asrama, untuk kerja kelompok jadi mudah sekali. Beda dengan sekolah nya dulu, Lay tinggal di rumahnya sendiri. Jadi kalau ada kerja kelompok harus menggunakan mobil untuk sampai ke rumah teman nya yang lain. Tetapi kalau semua satu asrama seperti ini, mau ngesot juga tetep sampai.

Ceklek!

Kai membukakan pintu.

Mata Lay melotot melihat Kai.

Namja berkulit tan itu sedang toppless! Sekali lagi, TOPPLESS! *Mir siapin kamera #plak*

"GYAAAAAA PORNOGRAFI LO KAAAI!" teriak Lay sambil menutup matanya. Dalam hati ia berharap semoga matanya belum ternodai.

Kai bengong. "Apaan sih hyung? Gue pakai boxer kok!" potong Kai sebelum penghuni lain mendengar teriakan Lay yang enggak-enggak. Kai berjalan mendekati Lay untuk membungkam teriakan namja cantik itu.

Lay termundur. "A-andwae! Jangan mendekat! KYUNGSOO HELP ME!" teriakan Lay malah semakin menjadi.

Tiba-tiba Dio muncul dari belakang Kai. "Wae?" tanya Dio datar.

Melihat Lay yang menutupi matanya dengan tangan, Dio langsung mengerti. Apalagi didukung oleh keadaan Kai yang sedang toppless. Saat itu juga, Dio langsung beranggapan bahwa Lay itu masih POLOS.

Dio menyuruh Kai masuk dan memakai baju dengan sekali gerakan isyarat, tanpa mengeluarkan suara sama sekali. Dan hebatnya, Kai langsung paham! Lay terbengong melihat kedua namja di depannya itu. 'Benar-benar sama sekali nggak ada bicara!'

Setelah Kai masuk, Dio menatap Lay. "Masuklah." Ucap Dio singkat sambil menyusul Kai masuk ke dalam juga. Huft, setelah nanti keluar dari kamar ini, semoga Lay masih waras!

.

.

.

Lay duduk sendirian di tengah kesunyian. 10 menit yang lalu, Dio berkata ingin membuat teh untuk mereka bertiga. Dapur di asrama ini hanya ada 1 per lantai. Jadi Dio harus keluar kamar jika ingin membuat teh. Sementara Kai, entah lah. Mungkin masih sibuk mengganti baju di kamar mandi.

Lay termenung. Ia memikirkan rencana yang akan ia lakukan untuk menyatukan Kai dan Dio. Entah mengapa, hati Lay tergerak(?) untuk membantu teman-teman sekelasnya. Hati Lay begitu nurani bukan? (Suho : nurani apaan, dia aja kepengen banget bunuh gue -_- | Mir : eh jangan muncul sekarang! *masukin Suho kekarung*)

Tap tap tap

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang ternyata berasal dari Kai. Untung Kai sudah memakai baju nya sehingga Lay tidak perlu susah payah untuk menutup matanya.

"Mana Dio hyung?" tanya Kai sambil duduk berhadapan dengan Lay.

Lay mengerunyutkan dahinya. "Dio?"

"Ah, maksud gue Kyungsoo."

"Oh dia tadi mau bikin teh, jadi lagi diluar. Lo kenapa manggil dia Dio?" tanya Lay penasaran.

"Orang-orang yang akrab ke dia biasa manggil dia Dio." Jawab Kai enteng.

Lay mengangguk-angguk mengerti. Sepertinya gosip yang diceritakan Luhan tadi salah. Buktinya Kai memanggil Dio dengan panggilan akrab.

"Memangnya kenapa?" tanya Kai balik.

"Luhan hyung bilang sama gue kalau lo dan Kyungsoo belum pernah bicara. Yah itu nggak mungkin terjadi kan? Lo kan roomate nya Kyungsoo!"

Kai sedikit tersenyum miris. Matanya menyiratkan sedikit kesedihan. "Yang Luhan hyung bilang itu benar. Gue ama Dio hyung belum pernah bicara. Kalau gue bicara pasti Dio hyung nggak nanggepin, begitu juga sebaliknya. Awal-awal gue agak aneh dengan keadaan kayak gitu, tapi lama-lama jadi biasa." ucap namja tampan itu.

Lay tercengang. Jadi semua itu benar?

"Gue sama sekali nggak ngerti. 6 tahun kalian jadi roomate, tapi nggak pernah ngomong?!"

"Its okay lagi. Dio hyung itu sama sekali nggak menarik, nggak kayak pacar-pacar gue yang pernah ada." Balas Kai dengan lancar sambil memainkan pensilnya.

Ucapan Kai benar-benar bikin Lay nggak habis pikir! Dirinya yang baru 1 malam bersama Luhan saja sudah mulai menjadi akrab sekarang. Dan Lay pikir 1 malam bukan lah apa-apa dibandingkan dengan 6 tahun. Tetapi entah lah, sifat setiap orang berbeda-beda.

Ceklek!

Tiba-tiba Dio datang membawa 3 gelas teh dengan nampan nya. Namja itu meletakkan gelas nya satu persatu di hadapan Lay dan Kai. Lalu gelasnya sendiri ia letakkan diantara Kai dan Lay, setelah itu ia duduk didepan gelasnya sendiri. Dio melirik kertas kerja mereka.

"Belum ada dikerjain? Ngapain aja dari tadi -_-" ucap Dio menghembuskan napas. Ujung-ujungnya pasti ia sendiri yang akan kerja.

Lay dan Kai saling melirik.

"Ng, kita berdua nungguin lo. Karena Kyungsoo udah balik, AYO KITA MULAI KERJA!" ucap Lay semangat dengan suara yang semakin meninggi.

Krik krik.

Tetapi miris -_- Lay tidak mendapatkan respon apapun dari KaiDO. Kai masih asyik memainkan pensilnya sedangkan Dio menatap Lay datar :|

'Sh*t, mereka berdua ini manusia atau robot sih?!' Bentak Lay dalam hati.

Tanpa ada pembicaraan lagi, Dio langsung mengerjakan tugasnya. Lay menatap Kai dan Dio bergantian. Sedari tadi ia menginjakkan kaki disini, ia memang belum pernah melihat 2 manusia itu berkomunikasi. Sepertinya dirinya lah selalu yang memulai pembicaraan.

Ketiga makhluk tampan ini tidak berbicara lagi. Dio asyik menulis dikertas, sepertinya ide nya sedang mengalir deras. Kai masih betah memainkan pensilnya, sedangkan Lay masih sibuk memikirkan rencana nya untuk menyatukan KaiDO.

Tap!

Dio menaruh pena nya diatas meja dengan kuat, membuat Kai dan Lay menaruh perhatian padanya.

"Ini tugas kita udah selesai." Ucap Dio dengan muka datar.

"M-mwo?!" tanya Lay tak percaya sambil menyambar kertas HVS itu. Lay membaca kalimat yang full dengan bahasa inggris itu dengan seksama. Tentu mudah bagi Lay untuk membaca karena ia berasal dari London. Seusai membaca, Lay menatap Dio kagum. Karangan nya benar-benar PERFECT! Sepertinya Dio berbakat menjadi penulis!

"Sudah kan? Lo boleh balik sekarang, Lay hyung." Ucap Dio lagi, atau lebih tepatnya mengusir -_-

Lay berkeringat meski kamar itu ber-AC. Bagaimana misi nya untuk menyatukan KaiDO kalau tugas mereka selesai secepat ini?!

Lay melempar pandangannya ke segala sudut, mencari sebuah alasan untuk tetap tinggal dikamar ini. Kai maupun Dio menatap Lay aneh.

Aha! Ketemu!

"Waaah komik Naruto! Keren! Gue boleh baca disini nggak? Dikamar gue ada kelompok si Luhan hyung, gue males balik kekamar sekarang!" dusta Lay, padahal sebenarnya kan Luhan sedang pergi main. Lay pura-pura tertarik dengan komik, padahal ia benci membaca buku. Orang kayak gini kok bisa jadi jenius dan lulus di umur muda ya? -_-

"Ooh itu komik nya Dio hyung. Baca aja kalau hyung mau." Ucap Kai sambil beranjak dan merebahkan dirinya di kasurnya. Tampak raut wajah Dio yang sedikit kaget karena Kai memanggil nama panggilan akrabnya.

Lay mengangguk-angguk gaje. Ia duduk disalah satu kursi meja belajar yang entah milik siapa, lalu pura-pura fokus membaca komik. Lay mengaktifkan pendengarannya. Mana tau ia bisa menangkap suara Kai atau Dio yang sedang berbicara!

5 menit berlalu... masih hening. Lay tak akan menyerah sampai disini!

15 menit berlalu... masih hening juga. Lay mulai bosan karena ia memang tak membaca komik dari tadi.

30 menit berlalu... masih tetap hening. Lay berusaha sabar meski itu bukan sifatnya.

60 menit berlalu... hening berkepanjangan. Oke, batas kesabaran Lay sudah maksimal sampai disini. Sepertinya ia harus beralih ke rencana 'itu'. Sebelum datang ke kamar ini, Lay memang sudah memikirkan rencana untuk membuat KaiDO menyatu.

Lay menutup komiknya, membuat Kai dan Dio serempak menoleh ke dirinya.

"Kenapa kalian nggak ada bicara sih dari tadi?!" tanya Lay terang-terangan pada keduanya.

Kai menghembuskan napas. "Kalau itu yang hyung tunggu dari tadi, mending hyung balik ke kamar sekarang." Usir Kai sambil menunjuk pintu keluar. Gayanya sekarang persis seperti seorang eomma yang menyuruh anaknya masuk ke kamar -_-

"Idih nggak sopan, masa kayak gitu sama anak baru!" protes Lay tak terima dibegitukan. Lay beranjak dari tempatnya dan duduk tepat didepan gelasnya Dio tadi. Dengan gerakan alami, Lay memasukkan sesuatu berbentuk bubuk ke dalam gelasnya Dio. Gerakan Lay dibuat sealami mungkin, sehingga Kai dan Dio tidak menyadari perbuatan Lay sekarang.

Kai memutar kedua bola matanya malas. "Kalau anak baru nya kayak hyung, gue nggak peduli. Cepetan pergi atau gue bawa hyung teleportasi ke bulan!" ancam Kai membuat Lay bergidik ngeri.

"Ne ne! Galak amat, pasti cepat kriput!" Balas Lay sambil beranjak dan cepat-cepat lari keluar kamar tanpa membiarkan Kai menyentuhnya sedikitpun. Lay sangat tahu di bulan tidak ada udara, jadi ia tidak akan pernah mau kesana dengan pakaian pas-pasan seperti ini -_-

Tetapi tanpa ada yang menyadari, Lay sempat meletakkan sebuah benda berukuran kecil diatas meja yang bisa merekam kejadian seluruh sudut dikamar itu. Mungkin itu biasa kita sebut dengan CCTV.

Sebenarnya apa tujuan Lay?

.

.

.

Ceklek!

Lay memasuki kamarnya. 3 namja di dalam yang tengah asyik bercanda, langsung terdiam begitu Lay memasuki kamar. Luhan adalah satu-satunya namja yang Lay kenal di sana.

"Oh lo udah balik Lay, cepet amat!" sapa Luhan sambil nyengir.

"Hyung sendiri bukan nya tadi mau pergi? Kok nggak jadi?" tanya Lay sambil menutup pintunya.

"Tadinya memang mau pergi, tetapi tiba-tiba Xiumin menyarankan untuk bermain di kamar saja. Ah ya perkenalkan, ini Tao dan Xiumin, sahabat gue!" ucap Luhan sambil memperkenalkan teman-temannya.

"Annyeong Lay! Xiumin imnida, line 90. Kekuatan gue adalah frost!" ucap seorang namja manis dengan tangkai lolipop yang selalu setia bertengger diantara bibirnya. Lay balas tersenyum, sedikit tidak menyangka namja di depannya ini lebih tua dari dirinya.

Karena merasa familiar dengan wajah Xiumin, Lay jadi teringat sesuatu. Xiumin adalah salah satu anggota dari kelompok 4, kelompok yang ada Kim Joon Myun nya. Lay menyeringai senang, teka-teki telah terpecahkan!

'Kalau bukan Baekhyun dan namja ini, yang namanya Kim Joon Myun itu pasti adalah namja yang berwajah angelic tadi!' Batin Lay sambil mengingat wajah Suho.

"Hallo Lay hyung. Tao imnida, line 93!" ucap Tao memperkenalkan diri dengan senyuman manis nya. Lay sedikit kaget dengan itu. Meski Tao berwajah sangar, tetapi senyuman nya manis juga #plak!

"Ya amplop imut banget! Lo pasti magnae nya ya?" tanya Lay sambil mencubit kedua pipi Tao.

"Aaaniii, mahih ada Hai ama Hehun hyang hehih huda!" (Aniiii, masih ada Kai dan Sehun yang lebih muda!) ucap Tao gaje karena pipi nya masih ditarik oleh Lay.

"Ha? Lo bilang apa?"

"Maksud Tao tadi, dia bukan magnae di kelas kita. Masih ada Kai dan Sehun yang lebih muda dari dirinya!" ucap Luhan memperjelas. Kok Luhan bisa ngerti ya ucapan Tao? -_-

"Hoo jadi playboy cap kerbau (re:Kai) itu masih kecil ya? Berani sekali tadi dia bertingkah tidak berprikemanusiaan ama gue!" kesal Lay membayangkan kejadian saat dirinya di kamar KaiDO tadi.

Karena mendengar nama Kai, Luhan jadi teringat akan misi Lay sebelum pergi tadi, yaitu menyatukan Kai dan Dio. "Eh eh bagaimana dengan misi lo nyatuin Kai dan Kyungsoo? Berhasil?" tanya Luhan mengubah topiknya.

Xiumin dan Tao menatap Luhan bingung, sementara Lay tersenyum yakin kepada Luhan. "Tenang saja, semua nya beresss!" Ucap Lay masih dengan senyuman yang entah kapan berubah menjadi smirk.

"Lo mau nyatuin Kai dan Kyungsoo? Sama aja kayak ngajarin monyet berenang seperti ikan -_-" ucap Xiumin sambil membuang tangkai lolipop nya karena sudah habis. Mendengar ucapan Xiumin, jadi teringat EunHae couple deh.

"Xiumin hyung benar, jika Dio hyung dan Kai sedang berdua pasti serasa ada tembok yang membatasi mereka berdua!" dukung Tao.

"Tetapi mereka tetap bertahan 6 tahun menjadi roomate kan? Kita buktikan saja, gue pasti bakal satuin mereka. Minimal mereka bakal bicara satu sama lain lah!" ucap Lay yakin seyakin-yakin nya.

"Lo yakin banget Lay, emang rencana lo apaan sih? Kayak nya brilian amat!" tanya Luhan penasaran.

Lay menarik napas dalam-dalam. "Beberapa saat lagi kalian akan melihat Kai masuk ke sini sambil membawa Kyungsoo. Lihat dan saksikan."

BRAK!

Tepat saat Lay mengatakan kalimat itu, pintu kamar tiba-tiba terbuka dengan kasar, membuat Luhan, Xiumin, Tao dan tak terkecuali Lay menoleh ke arah pintu. Muncul lah Kai dengan napas yang tersengal-sengal seraya menggendong Dio yang tertidur ala brydal style.

Luhan, Xiumin dan apalagi Tao membulatkan mata beserta mulut mereka sebulat-bulatnya. Pemandangan yang tersaji benar-benar sulit di percaya! Apalagi saat melihat air mata namja berkulit tan itu, Luhan Xiumin dan Tao semakin melongo.

Lay tersenyum penuh kemenangan seolah berkata apa gue bilang?

"Lay hyung tolooong! Tiba-tiba aja Dio hyung pingsan, entah lah gue gak tau dia kenapa! Hyung, tolong selamatkan nyawa Dio hyung, gue gak mau dia kenapa-kenapa! Hyung kan healer, pasti bisa sembuhin Dio hyung!" pinta Kai dengan sangat dan berlinang air mata.

Semua namja di ruangan itu (kecuali Dio) menatap Kai dengan pandangan kasihan. Bukan, bukan kasihan karena tangisan nya barusan. Tetapi kasihan karena namja tampan itu tidak bisa membedakan mana orang yang pingsan dan mana orang yang tidur. Bahkan, Tao si namja super polos aja tau kalau si Dio cuma tertidur!

Lay mati-matian berusaha untuk tidak tertawa. Ia bersikap tetap tenang dan menyuruh Kai untuk menaruh Dio di atas kasurnya.

"Gimana keadaan Dio hyung?" tanya Kai setelah Lay (berakting) memeriksa keadaan Dio.

"Dia nggak kenapa-kenapa, bentar lagi juga bangun. Udahan dong nangis nya, ngenes banget muka lo!" ujar Lay.

"Gue nggak nyangka, si Jongin yang playboy, tetap tegar meski memutuskan dan diputuskan pacarnya berkali-kali, sering kena tinju karena ketahuan selingkuh, dan sering kena omel oleh Hyukjae saengnim karena suka onar, bisa menangis tersedu-sedu hanya karena melihat Kyungsoo tertidur." Ucap Xiumin geleng-geleng yang di ikuti angguk-angguk oleh Tao dan Luhan (?).

Tangisan Kai terhenti seketika. "He? Tidur?" kaget Kai.

"Dasar Kai babo, lihat aja tuh wajah Dio hyung. Mana ada orang pingsan ngeluarin iler segala!" ucap Tao sambil menunjuk Dio. Ternyata benar, ada sedikit iler yang mengalir dari mulut Dio.

"Gak mungkin Dio hyung cuma tidur! Dia tiba-tiba pingsan setelah minum air di gelasnya tadi, gue kira ada racun di dalam itu gelas!" Kai membela diri.

"Bukan racun, itu cuma obat tidur yang gue masukin diam-diam ke dalam gelas Kyungsoo saat gue di kamar kalian tadi." Aku Lay tiba-tiba. Ternyata ini semua rencana Lay!

Kai menatap Lay dengan pandangan tak percaya. "Buat apa hyung berbuat kayak gitu?"

Lay membalas tatapan Kai dengan smirk nya. "Untuk membuktikan betapa lo saaangat menyayangi Kyungsoo! Ternyata diam-diam lo orangnya khawatiran juga ya? Gue gak ngira lo ampe nangis gitu huahahahaha!" tawa Lay meledak.

Ha? O_O - wajah Kai.

"MWOYA?! Jadi ini semua rencana lo, Lay hyung?! Nggak lucu! Aish sialan banget lo hyung!" kesal Kai merasa di permainkan.

"Kai, gue gak nyangka ternyata lo perhatian juga ama Kyungsoo! Ternyata playboy kayak lo punya perasaan juga ya!" ucap Luhan sambil menepuk-nepuk pundak Kai.

"Argh kalian semua menyebalkan! Awas kalau kalian bilang-bilang soal ini pada Dio hyung!" ancam Kai pada semua yang ada di situ.

"Percuma saja lo ngancem, gue tadi letakin CCTV di atas meja kamar lo. CCTV itu udah ngerekam semua nya, termasuk wajah khawatir dan tangisan lo saat lihat Dio tidur!" ucap Lay dengan sorot mata penuh kemenangan.

Skak mat untuk Kai.

Luhan, Xiumin dan Tao memandang Lay kagum.

Ternyata Lay benar-benar serius dengan rencananya!

"Ukh,"

Tiba-tiba terdengar suara merdu dari belakang Lay, membuat semua menoleh. Ternyata Dio sudah bangun!

Kai menelan saliva nya dengan susah payah.

Mati gue!

"Eh... gue dimana?" tanya Dio sambil memegang kepala nya pusing.

"Lo berada di kamar gue, Kyungsoo!" sambut Lay udah kayak lagi nyambut presiden.

"Mwo? Kenapa bisa?" tanya Dio lagi.

Lay melirik Kai, di balas lirikan tajam oleh Kai.

"Tao, tolong ambilkan CCTV yang udah gue letak di atas meja di kamar mereka. Pakai kekuatan time control lo oke?" pinta Lay semanis mungkin. Dio mengerunyutkan dahi nya bingung.

Tao mengangguk mengerti.

Beberapa detik kemudian Tao muncul dengan alat perekam kecil di genggaman nya. Tao segera menyerahkan alat berupa CCTV itu kepada Lay, lalu Lay menghubungkat CCTV itu ke HP nya agar bisa di lihat lebih jelas.

"Nah Kyungsoo-ah, tonton lah rekaman video ini. Ini adalah rekaman yang membuat lo bisa berada disini." Ucap Lay sambil menyerahkan HP nya.

Kai tersentak kaget. "LAY HYUNG JANGAN! BERANI LO MACEM-MACEM, BENERAN GUE BAWA TELEPORTASI LO KE BULAN!"

Kai baru saja ingin merampas HP itu dari tangan Dio, tetapi ia merasa kaki nya tidak bisa di gerakkan. Kai menoleh ke arah kakinya, ternyata kaki nya membeku! Namja tampan itu melirik satu-satu nya orang yang berkekuatan membekukan, yaitu Xiumin.

Xiumin mengangkat kedua bahunya bersamaan. "Kalau tidak gue bekuin pasti lo bakal rampas itu HP." Ucapnya enteng.

Kai menghelakan napas nya. 'Ya Allah, gue bikin dosa apa? Kok bisa dapet cobaan yang kayak begini amat? T_T' batin Kai sengsara.

Dio menonton video itu dengan seksama. Di belakangnya sudah ada Tao dan Luhan yang ikutan menonton karena penasaran dengan video itu. Saking seriusnya menonton, tanpa sadar mereka bertiga mengeluarkan ekspresi yang sama setiap detiknya. Kai hanya bisa pasrah.

Beberapa menit kemudian, akhirnya video itu selesai. Tao dan Luhan mengeluarkan ekspresi geli kepada Kai, sedangkan wajah Dio sedikit kelihatan bersemu.

Saat Dio menatap Kai, namja tan itu menjadi salah tingkah. "E-eh video itu tidak nyata, i-itu di rekayasa. J-jangan di percaya hyung." Ucap Kai gugup dengan alasan konyol nya yang sama sekali tidak masuk akal.

Tetapi di luar dugaan, Dio malah tersenyum sangaaaaaaaaaaaaaat manis pada Kai! Membuat Kai semakin salting. 'Astaga, gue gak tau kalau ternyata Dio hyung semanis ini!' pikir Kai terpesona.

"Makasih udah khawatirin gue Kai." Ucap Dio masih dengan senyuman super manisnya.

Ternyata bukan hanya Kai yang terpesona, tetapi seluruh namja di ruangan itu ikutan luluh melihat senyuman kembaran nya Morgan itu *di kubur Dio*. Ternyata Dio yang dikenal misterius, pendiam dan super duper dingin, bisa tersenyum semanis itu!

'Gilak Kyungsoo cantik amat. Lebih cantik dari Baekhyun si yeoja jadi-jadian!' –Xiumin.

'Gue harus jadiin si Kyungsoo uke gue!' –Luhan.

'Dio hyung tampak bercahaya! Kris gege aja kalah!' –Tao. Lo kira sunlight tampak bercahaya segala? -_-

'Ni orang-orang norak amat. Tapi senyuman Kyungsoo emang manis sih, gue yakin si Kai pasti terpesona!' –Lay.

Lay segera melirik Kai. Dan benar saja, Kai masih membeku karena melihat senyuman Dio. Bukan membeku karena di bekuin Xiumin loh.

'Sepertinya akan ada perubahan untuk hubungan KaiDO kedepan. Kekeke~' pikir seluruh namja yang ada disana kecuali KaiDO.

.

.

.

TBC ._.

.

.

CCE

Suho : okesip Mir. gak usah aja masukin gue sekalian kedalam cast.

Kai : wih ada yang ngambek karena nggak muncul-muncul ._.

Lay : akang Suho yang sabar ya~ :(

Mir : hahahaha xDD maaf hyung xD chapter besok lo bakal muncul kok tenang aja! gue juga takut nanti main pairnya berubah dari SuLay ke KaiDO!

Suho : mwo? chapter besok gue muncul nih? awas kalau bohong, gue giling lu pake sambel!

Mir : dih serem -_-

gimana readers? chap ini lebih panjang dari yang kemaren kan? xD

yang udah baca jangan lupa review yaa xD *tebar flying kiss bareng Chen*