Tittle : Warrior.
Rate : T.
Genre : Romace, Humor.
Pair : DaeLo.
Cast : Bang Yongguk, Jung Daehyun, Kim Himchan, Choi Junhong, Park Jinyoung (JJ Project's Member), Yoo Youngjae, Moon Jongup, Im Jaebum (JJ Project's Member).
Author : Skinner Choi.
Disclaimer : Not Me.
Warning : BL, OOC, AU, Miss Typo(s), DLDR, No Flamers, Absurd, Aneh.
Chapter 3 : Jung Creepy's House.
Kali ini Jung Creepy itu tidak bohong tentang area pemakaman! Kami memang melewati area pemakaman, bakhan ada beberapa burung gagak yang lalu lalang, Ya Tuhaan, aku harus berdo'a macam apa agar bisa keluar dengan keadaan utuh dari tempat ini.
SRAAK!
Aku hampir jatuh saat kakiku mengenai sesuatu, saat kulihat ternyata ada tulang belulang!
" HUWAAAAAAAAAAA!" jeritku.
" Kau kenapa?." Tanya Daehyun datar.
" I…iiituu itu… ke.. ke kenapaa ada tu… tulaaang?."
" Oh itu? Biasanya anjing-anjingku setelah makan, tulangnya ditaruh disini, dan belum ada yang membersihkan. Itu bukan tulang manusia kok." Katanya.
" Ya Tuhaaan… Kenapa rumahmu sangat menyeramkan?." Kataku.
" Memangnya seperti ini menyeramkan?."
" Tentu sajaa! Kalau rumah orang normal, kau pasti membeli rumah di perumahan, atau apartemen, bukan rumah tua dengan lahan luas seperti ini!." Kesalku.
" Sejak kecil aku tinggal disini."
" Kau tidak takut?."
" Tidak, semua keluargaku memang seperti ini, mereka suka hal-hal gothic."
' Keluarga yang aneh!.' Batinku.
" Kau pasti berfikir keluargaku aneh."
HUWAAAAAAAAA! Kenapa dia tau apa yang kupikirkan? Jangan-jangan dia memang vampire?
" Semua orang juga bilang seperti itu kok." Lanjutnya.
" A… Apa masih jauh?." Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
" Sudah hampir sampai."
Tak lama kemudian kami sudah sampai di depan rumahnya yang besar. Rasanya aku seperti melihat petir menyambar-nyambar sebagai background rumah ini. Aku tidak mau mati ditempat seperti ini…
" Ayo masuk."
" I… i.. iya.. iya…"
Rumahnya sangat besar. Dan terkesan sangat tua dan bersejarah. Dan yang paling membuatku ingin pipis dicelana adalah… Aku melihat ada sosok pria mengenakan setelan dan ada jubah dibelakangnya, dia berdiri disamping pintu masuk rumah. Dia mempunyai taring yang sedikit terlihat. Benar-benar ada vampire!
" Dae… Dae… Dae.. Dae Dae Dae Dae Daehyuunn…. I..itu itu Si… si si siapaa?." Tanyaku hampir menangis.
" Oh itu… Dia penjaga rumah. Hanya untuk menakut-nakuti perampok. Itu hanya boneka manekin buatan. Terlihat sangat nyata 'kan?. Appa-ku yang membuatnya."
" Ke… kenapa menaruh benda seperti itu didepan rumah?! Aku tidak berani masuk jika ada benda itu di depan pintumu!." Kataku.
" Tenang saja, dia akan minggir sendiri kok kalau ada orang yang akan lewat. Appa-ku sudah memodifikasi rumah kami dengan baik." Kata Daehyun.
Dengan baik katanya? Seperti ini dibilang baik? Ini tidak normal namanya! Ayah macam apa sih yang mendesign rumahnya sendiri lebih seram dari rumah hantu?
" Ayo masuk."
Kamipun masuk kedalam. Dan aku langsung terpaku melihat suasana rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan penampilan luarnya! Bahkan ini seperti hotel! Ada beberapa maid yang lalu lalang untuk membersihkan rumah. Tidak menyeramkan, ini benar-benar diluar dugaan!.
Kami memlewati ruang tamu, aku masih mengikuti Jung Creepy itu.
" GOOAAALLLLLLL!." Seruan itu membuatku sedikit terkejut saat kami memasuki ruang tengah. Disana ada seorang pria sedang duduk disofa sambil nonton pertandingan sepak bola. Sepertinya tim yang ia dukung menang.
" Appa, suaramu sangat keras." Kata Daehyun.
Appa? Itu ayah Daehyun? Tidak terlihat seperti vampire! Sangat manusiawi, tidak seperti anaknya!. Bahkan dia hanya memakai kaos biasa dan celana pendek serta sandal jepit biasa.
" Daehyunnie, kau sudah pulang? Wah kau bawa teman! Kita sudah sangat lama tidak kedatangan tamu. Dia harus dilayani dengan baik." Katanya antusias.
Memangnya ada orang yang mau bertamu kerumah menyeramkan seperti ini?.
" Siapa namamu? Kau teman sekolah Daehyun? Aku ayahnya, Jung Yongguk. Kau pasti sangat lelah berjalan kesini." Kata ahjussi itu.
" Eh… Na… namaku Choi Junhong. Aku teman Daehyun, kami sedang kerja kelompok…" jawabku sekenanya.
" Jinjja? Kukira Daehyun selamanya tidak akan punya teman. Kurasa kau adalah teman pertamanya. Senang sekali anakku sudah punya teman." Kata ahjussi itu begitu antusias.
Sebenarnya dia benar-benar bapaknya Daehyun tidak sih? Kenapa dia sangat ramah? Apa Daehyun ini anak nemu yah?.
" Junhongi-ssi, bisakah kau tunggu disini sebentar? Aku akan ganti baju dulu." Kata Daehyun.
" Oh.. i..iya iya." Jawabku.
Kemudian aku duduk disamping ayahnya. Sambil melihat-lihat sekeliling, walaupun banyak pernak-pernik horror, tapi bagian dalamnya tidak seseram diluar.
" Hey, bisakah kau ceritakan tentang Daehyun saat disekolah? Aku penasaran sekali." Kata ayah Yongguk sambil mendekatiku. Kenapa dia kepo sekali sih? Yang punya anak juga siapa?.
" Eh… A.. Aku belum terlalu dekat bertemean dengan Daehyun, ini baru pertamakalinya. Tapi dia itu sangat—"
" Menyeramkan kan? Iya aku tau kalau itu."
' Nah itu tau kalau anaknya menyeramkan…' batinku.
" Rumah ini juga menyeramkan, bukan hanya Daehyunnya." Kataku.
" Memang benar sih, itu untuk menghindari pencuri juga. Sudah bolak balik ada perampok ke rumah. Karena istriku suka hal-hal horror jadi kami mendekorasi banyak hal dirumah ini. Tapi karena aku bosan dengan rumah yang tua jadi aku membuat bagian dalamnya seperti ini. Bagus tidak?." Ceritanya penjang lebar.
" I… Iya bagus kok…" sahutku sekenanya.
" Kau terlihat takut sekali, kenapa?." Tanya ayah Yongguk.
" Mana bisa aku tenang saja melewati halaman rumah yang menyeramkan seperti itu! Memangnya kalian tidak takut digunjing tetangga apa?." Kataku kesal.
" Rumah tetangga sangat jauh dari rumah ini. Lagi pula ini tidak seseram yang kau kira kan?. Kalau masalah Daehyun dia memang suka hal horror seperti ibunya, jadi ya seperti itulah jadinya." Kata Ayah Yongguk.
" Memangnya ibunya juga menyeramkan yah?."
" Tidak, dia cantik. cantik sekali malah." Kata ayah Yongguk.
" Aku jadi penasaran dengan ibunya." Gumamku.
" Nanti akan kukenalkan. Tenang saja." Kata ayah Yongguk sambil tersenyum lebar.
Sumpah! Ayahnya jauh berbeda dari perkiraanku! Aku seperti bicara dengan orang yang seumuran denganku. Tapi ini lebih baik daripada satu keluarga menyeramkan semua seperti Jung Creepy itu. Setidaknya bukan hanya aku yang merasa seperti manusia biasa.
Tak lama kemudiaqn Jung Creepy sudah kembali.
" Junhong-ssi, ayo kita kerjakan tugasnya dikamarku." Katanya.
" Ba… Ba.. baiklah…"
" Ya! Daehyunnie, jangan bicara seperti itu, temanmu nanti takut. Dia anak-baik-baik pasti penakut." Kata ahjussi itu.
Padahal aku sudah sedikit senang saat dia menyuruh anaknya tidak bicara sedatar itu, tapi kenapa embel-embelnya jadi anak penakut sih? Tapi bagaimanapun aku juga masih penakut…
" Araseo appa…" kata Daehyun sedikit mengganti nada suaranya yang menyeramkan tadi.
Setelah itu kami pergi ke kamar Daehyun. Aku sedikit ngeri saat datang ke kamarnya. Banyak sekali barang-barang dan pernak pernik horror.
" Hiks… Hiks.. Hiks…" terdengar suara tangisan. Ini membuatku sedikit merinding.
" HUUUWWWAAAAAAAAAAA!." Seruku saat aku melihat seorang anak yang lebih mirip anak vampire dari pada anak manusia karena dandanannya seperti mayat yang baru saja dimasukkan peti mati. Dia tepat jongkok didepan kakiku.
" Si… si si si si si si siapa i.. it..ituuuuuuuu.." seruku ketakutan.
" Dia adikku, Jinyoung. Dia sedang belajar drama untuk sekolahnya." Kata Daehyun.
" Kenapa seram sekali auranyaaa! Adikmu menyeramkan…" kataku.
" Banyak yang bilang begitu memang." Katanya.
" Bisakah kalian berdua tidak bertingkah menyeramkan seperti ini?." Tanyaku kesal.
" Jinyoungie, sudah jangan latihan menangis lagi. Temanku nanti takut." Kata Daehyun.
" Mianhae hyung."
Kemudian kami mulai mengerjakan tugas dari Lee Seongsaengnim. Karena disini banyak benda dan tempat menyeramkan, kami bisa mengerjakan tugas dengan baik. Walaupun aku masih takut berada ditempat seperti ini.
" Daehyun, kenapa kau suka hal-hal yang seram?." Tanyaku.
" Aku hanya suka." Jawabnya yang masih memfoto suasana makam rumahnya.
" Hanya suka? Kau bahkan terlihat seperti bukan manusia." Kataku.
Tiba-tiba dia menarik tanganku , dan menaruhnya di dadanya, aku sangat terkejut saat itu. " Ada detak jantung 'kan? Apa sekarang kau percaya aku ini benar-benar manusia?." Tanyanya kalem.
" I..i.i.i…i. iya… aku percaya." Kataku grogi.
" Nah, ayo lanjutkan tugasnya." Katanya.
Setelah lama mengerjakan tugas, akhirnya kami menyelesaikan setengah dari ceritanya.
" Junhong-goon, makan malam sudah siap, ikutlah makan malam bersama kami." Kata Ayah Yongguk.
" Ta.. tapi—"
" Sudah, tidak perlu sungkan-sungkan, kau 'kan tamu jadi harus dijamu dengan baik." Kata Ayah Yongguk sambil merangkulku. Ini benar-benar tidak seperti yang kuharapkan.
Akhirnya aku ikut makan malam bersama mereka. Aku bahkan berteriak saat pertamakali bertemu dengan ibunya Daehyun. Aku mengiranya adalah hantu! Habisnya rambutnya itu panjang, dan dia memakai gaun warna putih. Bicaranya lebih datar dari Daehyun, senyumnya juga lebih seperti smirk dari pada smile. Nama ibunya Himchan.
Cantik memang, tapi kalau dandan seperti itu pasti seram juga akhirnya! Walaupun maniak hal-hal ghotic, setidaknya tidak sampai seperti ini juga. Aku harus siap-siap pampers kalu kesini lagi, aku bisa pipis dicelana kalau terus ketakutan.
" Junhongie, sepertinya ini sudah terlalu malam untuk pulang. Bagaimana kalau kau menginap disini?." Tanya Ayah Yongguk.
" Le..le.. baik aku pulang saja, aku belum bilang pada hyungku jika aku harus menginap."
" Tenang saja, pakai telfon rumah bisa. Kalau ponsel memang tidak ada sinyal. Kalau malam dihalaman rumah banyak hantunya soalnya." Kata Ayah Yongguk.
" Ba..ba ba ba ba baik baiklah! Aku menginap saja…" Kataku spontan. Aku tidak mau melihat penampakan beneran, melihat mereka berempat saja sudah takut, apalagi lihat yang betulan.
" Baiklah kalau begitu. Kau bisa tidur dikamar Daehyun dan Jinyoungie. Aku senang sekali kau bisa menginap! Sudah lama tidak ada tamu soalnya." Kata Ayah Yongguk senang.
" Benar, kalau kau butuh sesuatu katakan saja pada kami Junhong-goon." Kata Ibu Himchan.
Dibilang begitupun, aku tidak mau bicara dengan ibunya. Karena dia yang terseram menurutku.
" Setelah makan malam kalian boleh langsung istirahat." Kata Ayah Yongguk.
" Baik appa." Sahut Daehyun.
Setelah makan malam kami hendak istirahat. Aku menghubungi Jaebum hyung kalau aku menginap dirumah temanku, setelah itu aku mengikuti Daehyun da nJinyoung ke kamar mereka tadi.
" Apa kau ingin tidur Junhong-ssi?." Tanya Daehyun.
" N..Nde.."
Tiba-tiba mereka membuka sebuah peti mati. Itu membuatku ngeri melihatnya! Mana ada peti mati ditaruh di kamar?!
" Ini tempat tidurnya."
JDDEEEEEEEEEEEEEERRRRR!
.:: To Be Continued ::.
A/N : Hohohohohohoho, silahkan tampol saya karena apdetnya lama, ini gara-gara aku dapet video anime yaoi bejibun dari temen saia, jadi karena jiwa fujoshi saya bangkit, saya nonton anime berhari-hari, dan selain itu aku juga di sibukkan dengan latihan terus *sob sob* Tapi jangan khawatir, chapter 4 udah selesai aku ketik, jadi bakal cepet apdetnya w
Tapi Nggak nyangka Warrior banyak yang baca *terharu* maaf banget aku belum bales review, tapi aku baca review kalian semua kok! Siapa aja yang udah review aku do'ain yang baik-baik pokoknya…
Untuk chapter ini dimohon review-nya juga, mau curhat, mau review, mau saran, mau usul, atau mau kenalan, juga boleh. Kali ini pasti author bales kok! ^0^/
Buat yang suka FF Never Give Up makasiiih banget, aku selalu lihat review kalian ^0^/
Oh ya jangan lupa baca FF DaeLo rated M yang judulnya Bite neee *maksa*
Then, buat anak gueh Daeke Mato :
Udah nongol langi nih fans ane tercintah…
Apa kabar woy? Thanks buat Riview dan curhatanmu dalam review-mu yang cetar…
Kapan kamu bikin akun beb? Aku mau kasih tau apdetan FF DaeLo tapi g tau harus kasih tau kemana.. -_-
Baca juga FF DaeLo-ku yang Unbreakable, aku ngetik dengan susah payah itu.. dan belum ada review… *pundung*
Ato tukeran no hape?! Jadi aku bisa kabarin apa-apa ke kamu, ato sharing tentang materi FF?
Jaa! Aku tunggu riviewmu nee? ^0^/
Oke deh, sampe ketemu di chapter depan! ^0^/
