A/N

Mari beruye-uye, saya senang sekale *nari gaje*

Kyaaa~ Risa senang sekali waktu baca review, sampe merinding (TTvTT)

Ternyata masih ada yang mau baca fic Gaje Risaaaaaaa!

Huweeeee! *Terharu, nangis guling2*

Tau deh sekarang kalo ada warn misstypo dan alur yang kecepetan (T^T)v

Oke, ntar Risa bales review-na di A/N bawah. Wokeh? b.d

Enjoy

Title : Our Story at Our School

Author : Arisa Akaike

Fandom : NARUTO

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rating : eM! *Masih Mantaap...*

Pairing : SasuxNaru

BRAKK!

Sai menoleh kearah suara. Pintu kamarnya yang tadinya terkunci rapat kini terbuka dengan keras. Pelakunya yang berdiri didepan pintu itu terlihat sangat terkejut. Sasuke... ya, benar. Sasuke. Sasuke menghambur kedalam dan segera memukul Sai habis-habisan.

"KAU..! DASAR BRENGSEK! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN?" Sasuke berbicara dengan nada yang keras dan menyentak. Kemarahan diwajah tampannya sudah benar-benar terlihat jelas, bahkan dari jarak yang jauh sekalipun. Ini sudah bukan main-main.

Sai telah memperkosa Naruto.

Sasuke melirik kearah Naruto. Keadaan Naruto benar-benar membuatnya semakin murka. Tubuhnya tak tertutupi apapun. Air mata mengucur deras dari mata langitnya. Dan yang paling parah, bagian seharusnya hanya milik Sasuke, telah dihuni oleh bagian dari Sai. Bukan dirinya.

"AAAAAAAAAAAAAAAAARGH!" Sasuke berteriak kencang sambil terus memperburuk kondisi Sai. Pukulan demi pukulan ia daratkan diwajah pucat Sai. Kemarahan yang meluap-luap sudah tak dapat dibendung. Mata serta hati nuraninya sudah dibutakan oleh kebencian yang pekat.

Tetesan darah menghiasi lantai kamar Sai. Beberapa tetes menempel di tangan Sasuke yang masih mengepal. Entah sudah berapa kali ia menghajar Sai yang sama sekali tidak melawan. Sasuke menghentikan pukulannya dan beralih ke Naruto yang masih menangis. Ia membalut tubuh Naruto dengan selimut dan menggendongnya seperti ia adalah Bride atau pasanngan pengantinnya.

(v)

"Uuh... Uuh... Huu..." Naruto masih saja menangis dipelukan Sasuke. Ia membenamkan wajahnya didada bidang Sasuke. Tangannya menggenggam erat kaus yang dikenakan Sasuke.

"Uuh... Teme... Sasuke... Huu... Uuh... Hiks... Maaf... Maaf... Ma... afkan aku... Uuh..." isak Naruto yang sedikit demi sedikit mulai kehilangan tenaga hingga akhirnya tertidur dengan mata yang masih mengucurkan air mata. Sasuke memandang wajah tidur Naruto yang tidak damai seperti biasanya. Mata onyxnya memancarkan kesedihan.

"Dobe..." bisik Sasuke lirih. Ia membaringkan Naruto kekasur milik Naruto, lalu mengecup kening Naruto sekilas.

"...Aku tidak tahu apa aku bisa memaafkanmu" lanjutnya sambil menyelimuti Naruto dengan selimut tebal milik Naruto. Kemudian ia mengambil selimut milik Sai yang tadi ia 'pinjam' dan membuangnya di tempat sampah.

(v)

Naruto mengerjapkan matanya. Ia menggerakkan tubuhnya perlahan. Terdengar gemeretuk tulang yang terenggang saat Naruto melakukannya. Ia melihat sekeliling, dan pandangannya terjatuh di jam meja yang jarumnya menunjukkan pukul 11.57.

"Aah! Aku kesiangaaan!" Naruto bangkit dengan cepat dan bergerak turun dari kasurnya. Saat ia melangkah, ia merasakan rasa sakit yang amat sangat dibagian pinggulnya. Jadilah ia jatuh tersungkur diatas karpet abu-abu yang melapisi lantai kamarnya dan Sasuke.

"A... Aduh... Sakit... Teme... tolong bantu aku berdiri..." kata Naruto dengan posisi tengkurap. Namun tak ada jawaban dari yang bersangkutan. Naruto menoleh kekanan dan kekiri, mencari sosok Sasuke. Nihil. Tak ada tanda-tanda dari Sasuke.

Naruto terdiam. Ia menunduk dan menatap karpet dengan pandangan sedih. Ia mengerti kenapa Sasuke tak ada. Ia mengerti mengapa Sasuke marah padanya. Ia teringat pagi hari setelah ia dan Sasuke melakukan seks. Sasuke selalu ada disana. Menemani dirinya, membantunya berdiri, hingga Sasuke mau ikut membolos dengannya. Ia benar-benar mengerti mengapa Sasuke tak melakukan itu lagi dipagi ini.

Karena rasa sakit Naruto bukan disebabkan olehnya.

Air mata menitik dari mata biru Naruto. Ia menangis dalam kesendiriannya diatas karpet kelabu yang semakin menggambarkan suasana hatinya.

(v)

Naruto membuka matanya lagi. Entah bagaimana ia telah kembali keatas kasurnya. Dengan penuh harapan ia menggerakkan kepalanya, mencari Sasuke yang telah menolongnya.

"Kau sudah bangun?"

Naruto terbelalak kaget, "Mau apa kau kemari... Sai..."

Naruto mundur sambil menyelimuti dirinya sendiri dengan selimut. Ia terus mundur menghindari Sai, hingga...

GEDEBUG!

"Aaaauw!" Naruto mengaduh keras saat ia terjatuh dari tempat tidur dan mendarat dengan pantatnya yang kini sangat sakit. Sai yang kaget cepat-cepat berjalan untuk membantu Naruto.

"Jangan sentuh aku!" seru Naruto saat Sai mengulurkan tangannya untuk membantunya. Sai terperangah kaget dan terdiam.

"Kau... yang membuat kami... jadi seperti ini..." ujar Naruto sedih. Matanya mulai berkaca-kaca. Sai hanya diam, kemudian menggendong Naruto.

"Turunkan aku! Turunkan!" Naruto memberontak digendongan Sai. Sai hanya diam dan menurunkan Naruto dikasur oranye milik Naruto. Setelah menurunkan Naruto, Sai berjalan menuju pintu dan berhenti sebentar.

"...Maafkan aku," Sai menoleh sambil tetap memunggungi Naruto, menunjukkan sedikit dari wajahnya yang memancarkan penyesalan.

"...Waktu itu aku cemburu. Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf," mata Sai terpejam, membuat setetes air mata mengalir dari mata gelapnya. Melihat itu, hati Naruto luluh juga.

"Sai..." Naruto terdiam, lalu tersenyum.

"...Tak apa. Aku sudah memaafkanmu. Apa kau sudah meminta maaf pada Sasuke?" tanya Naruto.

'...Dan apakah Sasuke akan memaafkanku...?' pikir Naruto sedih.

"Aku... tak akan menyerah," Sai menunjukkan wajahnya yang kini tersenyum.

"Aku akan merebut malaikat dari iblis... dengan cara yang sehat," ujar Sai lagi. Naruto hanya tersenyum.

"Sekali lagi, maafkan aku Naruto. Aku harus kembali. Sampai jumpa," Sai melambai kearah Naruto.

"Sai, kau lupa bahwa Sasuke melarangmu untuk melambai padaku?" canda Naruto.

"Iya, aku lupa. Baiklah, sampai nanti... Angel," jawab Sai bercanda, dan dibalas oleh lambaian dari Naruto.

(v)

*Skip Time, 16.00*

CKLEK! KLAP!

Pintu terbuka dan masuklah Sasuke kedalam kamar. Sasuke masuk tanpa mengucapkan sepatah katapun. Naruto yang sedang berbaring segera mengganti posisinya menjadi posisi duduk.

"Teme?"

Sasuke diam, seolah tidak mendengar perkataan Naruto. Naruto menunduk sedih, dan kembali berbaring.

"Baik, kalau kau tak ingin berbicara padaku! Baiklah!" dengus Naruto kesal. Sasuke kembali tak menggubris perkataan Naruto. Ia hanya diam, mandi, dan langsung tidur.

(v)

Sudah 4 hari Sasuke dan Naruto saling diam. Baik di kamar maupun di kelas.

Hari ini, Sasuke merasa sedikit khawatir. Sejak kelas berakhir hingga sekarang yang sudah menunjukkan pukul 21.39, Naruto belum juga kembali. Hati Sasuke diliputi perasaan cemas, khawatir dan cemburu, kalau-kalau Naruto sedang bersama Sai. Hei, kalau selama ini mereka diam, bukan berarti mereka sudah saling tidak menyukai, 'kan?

TOK... TOK...

Sasuke terkejut mendengar suara ketukan yang terdengar lemah. Hatinya was-was. Apakah itu Naruto? Sasuke berjalan kearah pintu dan memutar kenop pintu perlahan.

"Do..."

BLUGH!

Jatuhlah tubuh Naruto dipelukan Sasuke. Sasuke reflek akan menangkap tubuh Naruto yang lemas. Wajahnya terlihat sangat merah. Matanya terpejam.

"Dobe! Kau kenapa?" tanya Sasuke panik.

"Emmh..." jawab Naruto sambil tersenyum.

"Ugh. Aroma ini... Alkohol? Sake? Dobe! Kau mabuk?"

"Engh..." hanya itu jawaban yang bisa dikeluarkan oleh Naruto.

"Dasar bodoh!" ujar Sasuke sambil membopong Naruto untuk berbaring di kasur birunya.

"Sasu... ke... Ummh..." Naruto menjulurkan tangannya, seolah menggapai-gapai sesuatu.

"Apa, Dobe?"

"Aku... Unn... ingin... Emmh... Punyamu... Unn... didalamku... Unn..." kata Naruto sambil menggeliat dan tangan yang terus mengarah kearah Sasuke. Sasuke menelan ludah. Jujur saja, ia sudah sangat rindu akan rasa tubuh Naruto. Apalagi kali ini Naruto yang memintanya. Hal ini sungguh sangat jarang terjadi.

''Unn... Sasuke... cepat... Emmh... aku ingin... Unn... lubangku hangat... Engh... karena yang keluar... Unn... dari... tubuhmu..." Naruto menggeliat lagi, kali ini lebih keras. Naruto mulai tidak sabar.

Sasuke juga terlihat mulai tergoda. Benar saja, kini ia sudah berada diatas Naruto, mencium bibirnya dengan ganas dan penuh nafsu. Naruto yang kini lebih agresif juga ikut dalam permainan Sasuke. ia membuat lidahnya menari bersama lidah Sasuke yang sedang menjelajah bagian dalam mulutnya. Dengan gerakan cepat Sasuke melepas bajunya sekaligus baju Naruto.

"Unn... Cepat... Unn... Masukkan... keluar dan masukkan... emmh... dirimu didalamku... Unn... Sasuke..."

"Tunggu, Dobe. Aku belum mempersiapkan dirimu. Aku tidak mau kau kesakitan,"

"Tidak... Unn... cepat...! aku... ingin... unn... dirimu... Sasuke... Engh..." kata Naruto yang terdengar seperti perintah. Sasuke kembali menelan ludah.

"Baiklah..." Sasuke memposisikan kejantanannya dan langsung menghujamkannya tepat di titik dimana Naruto menyukainya. Benar saja. Desahan panjang Naruto terdengar penuh akan kenikmatan. Inilah permainan yang ditunggu oleh keduanya.

"Aaangh..! Unn! Aah! Ahn..! lebih cepat! Unn! Aaahnn!" Naruto kembali menyuruh Sasuke memuaskannya.

Maju... mundur... maju... mundur...

Majumundur, majumundur, majumundur...

Tempo permainan Sasuke berubah. Dan semakin cepat Sasuke bermain, semakin dekat saat dimana ia akan ejakulasi.

"Uaaaah! Dooobe!"

"Aaaaaahn! Aaaaaaah~!"

Keduanya mengeluarkan apa yang ditampung oleh kantung testis mereka.

"Lagi! Unn! Aku ingin lagi! Unnn!" Naruto merengek menginginkan lebih.

Sasuke tidak menolak. Ia memutar tubuh Naruto yang berbaring hingga menghadap kesamping. Lalu, ia mengangkat satu kaki Naruto dan menumpukannya di pundaknya. Tangpa merubah tempo yang terakhir, ia mulai bergerak.

"Unn! Uaahn! Aaahn! Uunn!" desahan Naruto terus terdengar. Musik favorit Sasuke terus menggema. Semakin lama, permainan Sasuke semakin cepat lagi. Dan...

"Doobe!"

"Aaaaaahn!"

Mereka kembali ejakulasi. Mereka selalu menyukai saat mereka klimaks bersamaan. Hal itu adil karena keduanya merasa puas.

"Belum! Unn! Aku mau lagi! Unnn! Eeeengh! Emmh!"

Sekarang, Sasuke kembali memutar tubuh Naruto hingga dalam posisi menungging. Doggy style, gaya favorit kedua Sasuke karena lebih mudah untuk bergerak. Ia tentu tak ingin melewatkan saat ia ejakulasi dalam posisi ini. Irama maju-mundur kembali dimainkan. Sekitar 12 tabrakan di titik teristimewa Naruto, Sasuke ejakulasi disusul oleh Naruto 3 milisecond kemudian.

"Aahn! Aku masih ingin lebih! Aku.. Unn! Janji ini yang terakhir, Unn!"

Kali ini posisi berubah total. Sasuke berbaring dibawah dan Naruto duduk diselangkangan Sasuke dengan kejantanan Sasuke yang masih dihimpit oleh dinding rektum Naruto. Irama permainan yang sebelumnya maju-mundur kini diambil alih oleh Naruto dengan irama naik-turunnya.

"Uuunn! Aaahn! Aah!" Klimaks. Cairan Naruto menyembur dan beberapa mampir dibibir Sasuke. Sasuke dengan senang hati menjilatnya hingga tak tersisa.

"Dobe...! Uh!"

SPLURT! SPURT! SPURTT!

Sasuke ejakulasi dan kali ini cukup banyak. Rektum Naruto sampai tak cukup untuk menampungnya. Cukup banyak yang keluar dari lubang Naruto. Apalagi saat Sasuke menarik kembali kejantanannya. 'Lautan Putih' keluar dari lubang Naruto.

"Terimakasih... Unn... Sasuke... dan... Maafkan aku..." kata Naruto sebelum akhirnya terlelap dengan wajah yang damai. Sasuke tersenyum dan mengecup kening Naruto.

"...Aku memaafkanmu, Naruto. Aku mencintaimu," ucap Sasuke sambil memeluk tubuh Naruto dan tertidur bersamanya.

- To Be Continued -

A/N

Kayaknya masih gak HOT yah?

Atau terlalu HOT?

Risa harap ini cukup HOT XD

Sehingga Readers senang *coret* horny...

Hwe he he he

Ya sudahlah. Mari kita balas review Chapter 2 dulu XD

Lavender Hime-chan : Halo Hime-Chan~ Wah, makasih banget lo reviewnya membantu banget! Tapi saya gak terlalu biasa, nih nulis 'Teme' dengan Italic. Soalnya kata itu pasti munculnya sering banget, jadinya ribet *Plak! Males banget sih lo!* Hehehe. Arigatou.

hachii: Wah, bajingan? Gimana, ya? XD Oke, fic-nya udah apdet. Lumayan cepet, kan? Arigatou.

Chiho Nanoyuki: Wuih saya juga suka lemon SasuNaru. Hmm~ Yummy X9 Udah apdet nih XD Aku juga suka ma Sasuke kalo lagi cemburu. Kan dirinya *sieh! 'Dirinya'!* sayang banget ma Naru. Hwehehe. Arigatou.

Chary Ai TemeDobe: Halo Chary-Chan~ Wah gimana, ya? Yang namanya Rape pasti Hot, nih *Buag! Sok tau lo!* Hmm, ShikaKiba ya? Ntar saya pikirin deh gimana caranya untuk menyatukan mereka XD Arigatou.

himawari Ichinomiya: Huhuhu, maaf kalo kurang HOT~ Yang ini saya pikir udah *sedikit* HOT karena bareng Sasuke X9 Ngomong-ngomong soal doujin hard, kasih tau alamat webnya dong! Hehehe. Arigatou.

Arisu Koromaru: Maaf kalo kurang HOT (lagi)~ Yang bahasa Inggris? Males mau baca soalnya harus diartikan dulu XD tapi okelah, saya coba (kapan-kapan X3) Arigatou.

CCloveRuki: Sai kejam? Hehe. Liat diatas, deh *nunjuk2 atas* kan doi udah minta maap.. MB itu apa? O_O Maaf kalo kecepetan, Gomen _ Arigatou.

ForgottenJoker: Wah, Sai diambil? O_O Tapi saya tetap mendukung SasuNaru! Yeah! Duh, bisa gawat kalo saya dituntut gara-gara bikin situ *maap, ga tau mau manggil apa _* kena darah tinggi O_o Arigatou.

Pearl Jeevas: Hehehe sengaja, tuh. Makasih, Pearl-Chan~ Saya tertolong sekali, loooo! Ini udah di Apdet~ cepet, 'kan? XD Arigatou.

Sakura no HarUzumaki: Iya~ kejawab 'kan di chapter ini? Arigatou.

Wah, makasih reviewers.

Ditunggu lagi reviewnya~

Arigatou.

XD