Title : Neorago

Rating : T

Genre : Romance

Author : Natalia Ayu

Main Cast : Kim Heechul

Park Hyun Rin

Tan Hankyung

Park Hyunrae

Chapter 3

-Sebelumnya-

"Yak! Ngapain kalian disini?" bentaknya. Mata hankyung tertuju padaku, terlihat sekali bahwa ia sangat marah

"Anio hankyung oppa, kemarin aku mencari gantungan hpku, dan kami terkunci disini" jelas rin

"Gantungan hp?" tanya hankyung

"Nde, gantungan hpku yang berbentuk bintang dan berwarna pink itu" jawabnya. Hah? Gantungan hp bintang berwarna pink?

"Yang mana?" tanya hankyung

"Hais, masa kau tidak tau? Itu loh yang ada tulisan 'H'-nya" ucapnya lagi. Mwoya? Bukankah itu gantungan yang kuberi pada hyunrae?

"Yak! Darimana kau mendapatkan gantungan itu? Answer me!" Bentakku padanya sambil mendorong pundaknya ke pintu. Dia hanya terdiam menatapku. Kenapa dia tidak menjawab?

-The story start from here-

"KENAPA DIAM SAJA? JAWAB AKU!" Bentakku. Matanya membulat seketika. Ia masih saja terdiam, tidak berkutik sedikitpun, akhirnya aku menghela napas

"Sudahlah, kau pasti bukan dia. Lupakan saja, mian aku sudah membentak-bentakmu" ucapku lagi. Dia masih saja diam mematung. Kuputuskan untuk pergi meninggalkannya.

Didepan aku melihat hyunrae. Langsung saja aku berjalan kearahnya dan memeluknya

"Bogoshippo" ucapku

"Heechul-ah? Kau kenapa?" tanyanya

"Anio, gwenchanayo" jawabku. Entah kenapa aku hanya ingin memeluknya saat ini.

Kenapa tadi aku sempat berpikiran bahwa rin adalah yeoja yang kucari? Anio! Kuyakin yeoja itu adalah hyunrae. Yakinlah kim heechul! Yeoja yang kaucari adalah hyunrae! HYUNRAE!

"Yak, Heechul-ah, ini sudah siang. Cepat mandi dan siap-siap kuliah. Nanti telat" ucapnya. Aku pun mengangguk dan menurutinya. Langsung saja aku masuk ke kamarku, bukan untuk bersiap-siap, melainkan merebahkan diriku diatas kasur

'Mwoyaa? Ada apa denganku?' batinku sambil menutup mukaku dengan kedua tanganku

~Heechul pov end~

~Rin pov~

"KENAPA DIAM SAJA? JAWAB AKU!" Bentaknya. Aku hanya diam, tidak percaya dengan apa yang dikatakannya. Darimana katanya? Yang benar saja, hanya untuk bertanya begitu dia sampai membentak-bentakku?

"Sudahlah, kau pasti bukan dia. Lupakan saja, mian aku sudah membentak-bentakmu" ucapnya. Ia pun akhirnya pergi meninggalkanku

"Rin-ah? Gwenchanayo? Kau tidak terluka kan?" tanya hankyung oppa. Aku hanya diam dan langsung meninggalkannya. Aku langsung masuk kamarku. Terduduk di samping jendela.

"Mwoya? Namja itu … apa maunya sih?" ucapku pada diriku sendiri.

-1 jam kemudian-

"Rin-ah, gwenchana? Kajja, kita harus kuliah sekarang" kata hankyung oppa sambil menggedor-gedor pintu kamarku

Aku pun membukakan pintu. "Gwenchana, kajja berangkat"

Aku dan hankyung oppa memang selalu berangkat kuliah bersama. Tiba-tiba langkah hankyung oppa berhenti. Kenapa berhenti? Aku langsung melihat seorang namja dan yeoja sedang bergandengan tangan yang juga hendak keluar rumah

"Ah, kau mau pergi bersama kami juga?" tanya hyunrae eonni

"A … anio eon, aku akan pergi berdua dengan hankyung oppa, kajja" ucapku dan langsung menarik tangan hankyung oppa. Tentu saja supaya tidak terlalu lama melihat mereka.

"Yak, rin-ah, kau tidak perlu terlalu memaksakan diri" hankyung oppa memecah keheningan. "Anio, aku tidak memaksakan diri" ucapku.

-Di kelas-

"Yak, rin-ah, dia namjachingu eonnimu?" tanya min, sahabatku. Aku hanya mengangguk lesu.

"Mwoyaa? Kau kenapa sih? Kau sakit?" tanyanya lagi

"Anio, gwenchana, aku mau beli minum dulu" aku hanya menaruh tasku dan pergi ke kantin untuk membeli minum

'Naega … wae? Namja itu benar-benar tidak bisa kumengerti, membentak-bentakku dengan seenaknya, lalu tiba-tiba saja pergi dengan tidak jelas' batinku sambil terus memencet tombol mesin otomatis itu

"Dasar bastard" ucapku dengan emosi yang meluap saat membayangkan wajah namja itu di dalam benakku

"Nugu?" tanya seseorang, aku pun membalikkan badanku, bermaksud untuk melihat siapa yang mengajakku berbicara

"Yak! Untuk apa kau kesini? Pergi sana!" bentakku saat melihat heechul yang sedang berdiri tepat didepanku

"Aku kan mau beli minuman juga, kau saja yang terlalu lambat memencet tombol" protesnya. Aku pun mengerutkan alisku. 'namja itu pintar mencari alasan' batinku

"Cih" jawabku singkat dan pergi meninggalkannya

~Rin pov end~

~Hankyung pov~

Kau memang tidak bisa mengeri aku … nde, tidak akan bisa

"Hankyung-ah, dimana rin?" tanya yesung, teman sekelasku.

"Heechul, anak baru itu juga tidak ada" lanjutnya. Hah? Mereka berdua tidak ada?

"Hankyung-ah, aku mau bicara denganmu" kata hyunrae sambil menatapku tajam

"Mwo?" tanyaku dingin

"Jangan disini, aku perlu membicarakannya berdua denganmu" ucapnya lagi

"Jangan bercanda, memangnya aku sudi berbicara berdua denganmu?" ucapku sambil menatapnya sinis

"Bagaimana kalau ini ada sangkut pautnya dengan rin? Hm?" tanyanya lagi, mataku langsung membulat sempurna. Langsung saja kutarik tangannya dan mengajaknya keluar kelas

"Apa maumu?" tanyaku padanya

"Kau pasti sudah tau kan kalau heechul adalah namja yang rin cari? Dan sudah jelas kalau heehul lebih memilihku daripada rin" ucapnya

"Jangan bertele-tele, cepat katakan apa maumu" ucapku kasar

"Aku juga tau kalau selama ini kau menyukai rin, aku mau menyimpan rahasiamu ini asalkan kau mau pindah ke klub musik yang sama denganku, mengajari yang lainnya bermain biola, bagaimana?"

"Sudah kuduga, kau hanya menginginkan apa yang menjadi milik rin, termasuk aku! Dengar ya Lee Hyera, kau mau merayuku seperti apapapun aku tidak akan mengikuti omonganmu sedikitpun!" bentakku

"Tan Hankyung! Ingat, rahasiamu masih ada padaku" ancamnya

"Kau tidak perlu memberitahu rin, aku akan memberitahukannya sendiri. Ingat itu 'Lee Hyera'" jawabku sambil menekankan kata 'lee hyera'

PLAKK

Tamparan mendarat mulus di pipi hankyung

"Aku Park Hyunrae! Bukan Lee Hyera! Jangan pernah sebut nama itu lagi!" bentaknya

"Sejak kapan kau menjadi bagian dari keluarga park? Orang sepertimu menjadi bagian dari keluarga park? Jangan mimpi!" balasku dan langsung pergi meninggalkannya

Nde, hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada rin, lihat saja nanti …

~Hankyung pov end~

~Hyunrae pov~

Padahal aku sudah berniat melepaskan heechul jika hankyung menerima tawaranku tadi.

"Hyunrae-ya~" ucap heechul sambil merangkul pundakku

"Wae?" tanyaku sambil tersenyum padanya

"Anio, aku membelikanmu ini, minumlah" ucapnya, aku pun mengangguk dan meminum kopi pemberian heechul itu

"Yak~ hyunrae-ya … ada yang ingin kubicarakan denganmu" ucapnya

"Mwo?" tanyaku sambil menatap matanya

"Aku ingin menjadi namjachingumu … maukah kau menjadi yeojachinguku?" tanyanya. Mwo? Apa yang harus kukatakan?

"Mm … heechul-ah, bisakah kalau pertanyaanmu itu kujawab besok?" tanyaku

"Nee, tentu saja, pikirkan baik-baik nee" jawabnya dan langsung lari meninggalkanku, terlihat sekali kalau mukanya memerah.

Mwoyaaaaa? Apa yang harus kulakukan? Di satu sisi aku ingin menerimanya, tetapi disisi lain aku memikirkan rin,, aigoo.

"Eonnii~~~" teriak rin

"Mwo? Jangan teriak-teriak! Kau membuatku pusing!" bentakku

"Mianhae. Kau sedang apa disini? Tidak kembali kekelas?" tanyanya

"Kalau mau bertanya satu-satu saja. Aku baru mau kembali kekelas" jawabku. Yeoja ini benar-benar membuatku sakit kepala!

"Kajja, kebetulan aku juga mau kembali kekelas" ucapnya. Hhhh, kenapa harus bersama dengannya?

-Dikelas-

"Disebelahmu kosong kan? Boleh aku duduk disini?" tanya heechul yang berniat menaruh tasnya disebelahku

"Yak! Ini tempat dudukku" bentak seseorang disebelah heechul, namanya yesung

"Tasmu tidak ada disini tuh, jadi kan tempat ini kosong" bantah heechul

"Tapi biasanya aku disini, kau ditempat lain saja sana" balas yesung

"Sudahlah, kalian duduk disini saja, biar aku yang pindah tempat" jawabku malas. Aku lagi butuh ketenangan saat ini, pikiranku campur aduk

"SHIREO!" Bentak mereka bersamaan

"Hais, kau ini! Sudahlah kau saja yang duduk disini" ucap heechul. Akhirnya heechul pindah menuju kursi lain.

"Mianhae, apa kau terganggu?" tanyanya

"Nee" jawabku dingin. Hais … yesung lagi! Kenapa harus namja aneh ini?

~Hyunrae pov end~

~Heechul pov~

Cih, sialan, harusnya kan aku yang disebelah hyunrae! Aku duduk dimana dong? Eh! Itu disebelah rin kosong, aku disitu saja deh

"Rin-ah~ aku disini ya?" tanyaku. Dia hanya terdiam melihatku

"Yak! Nagapain kau disini? Ini tempatku!" bentak hankyung. Lagi-lagi … aigoo, kenapa tempat duduk dikelas ini sedikit sekali? Apakah mereka kekurangan dana untuk membeli kursi? Tau gitu aku bawa dari rumah deh, ck!

"Disini kosong hankyung-ah, tidak ada tasnya" ucapku. Spontan dia langsung menaruh tasnya.

"Sekarang sudah ada tasnya kan? Sudah sana" bantahnya. Sialaaaan!

Aku harus duduk dimana dong ini? Eh, dibelakang juga ada kursi kok, tapi masa dibelakang sendiri gitu?

"Yak heechul-ah, kau duduk disini aja, biar aku yang dibelakang" ucap hankyung tiba-tiba

"Wae? Kenapa mendadak berubah pikiran?" tanyaku

"Anio, hanya memikirkan orang lain" jawabnya. Memikirkan orang lain? Maksudnya apa? Tapi yasudahlah, toh sudah dapat tempat duduk.

"Hey, kenapa diam saja?" tanyaku pada rin

"Anio, bukan urusanmu" jawabnya dingin

"Yak! Sejak kapan kau jadi dingin begini? Hais. Hey, nanti jam 5 kau mau temani aku jalan? Aku bosan dirumah terus, lagian sudah lama tidak jalan-jalan di seoul" ucapku

"Molla" jawabnya singkat

"Yak! Aku serius, kau mau tidak?" tanyaku lagi

"Hais, berhubung aku tidak ada acara boleh-boleh saja" jawabnya

"Jinja? Aaaa~ gumawo rin-ah~" ucapku sambil tersenyum padanya. Dia hanya mengangguk padaku.

"Kenapa tidak sama hyunrae eonni saja?" tanyanya. Mukaku langsung memerah saat mendengar nama itu

"A… anio, aku hanya ingin denganmu" jawabku gelagapan

"Kau bohong" ucapnya dingin.

"Anio, benar kok" bantahku.

"Yak! Kim Heechul! Kau ini baru masuk hari ini sudah bikin rebut, kalau kau tidak bisa diam kau keluar saja!" bentak songsaengnim

"Mianhamnida" jawabku singkat

"Yak, sejak kapan songsaengnim ada disitu?" tanyaku dengan nada yang sangat pelan pada rin

"Sejak kau mulai duduk disini, wae?" tanyanya

"MWOYAAA? Kenapa kau tidak memberitahuku?" bentakku.

DUAKK

"Auu" rintihku. Ternyata baru saja songsaengnim melemparkan penghapus papan tulis dikepalaku

"Yak, songsaengnim satu ini memang galak, kau jangan cari gara-gara" jelas rin, aku hanya mengangguk pelan sambil mengusap-usap kepalaku. Appo. Apakah di universitas ini tidak ada songsaengnim yang lebih baik?

~Heechul pov end~

~Rin pov~

Heechul babo, bisa-bisanya dia dimarahi oleh songsaengnim! Kalau disebelahnya tidak ada aku sih tidak apa-apa!

"Rin-ah~ kajja, kita harus pindah kelas" ajak hankyung oppa tiba-tiba

"Ah, nee" jawabku.

"Yak, nanti kau ada acara tidak?" tanyanya. Aku masih sibuk mencari-cari buku untuk mata pelajaran berikutnya.

"Hm" jawabku singkat dan masih terus mencari buku itu

"Rin! Kajja, nanti telat" jerit sunkyu, teman sekelasku

"Nee, jamkkaman!" balasku sambil menarik buku seadanya karena bukuku itu tidak ketemu dan lari ke tempat sunkyu

"Yak! Park hyun rin! Nanti jam 5 kutunggu di seoul park! Ingat itu!" jerit hankyung. Mwo? Dia tadi bilang apa? Aku tidak mendengarnya, disini berisik sekali. Aku berniat membalikkan badanku dan bertanya padanya, tetapi tanganku keburu ditarik oleh sunkyu.

"Rin, menurutmu mending kibum atau eunhyuk?" tanya sunkyu tiba-tiba.

"Wae? Kau menyukai 2 namja sekaligus?" tanyaku kaget

"Molla, kurasa mereka berdua namja yang baik" ucapnya

"Hm … kalau disuruh memilih aku juga tidak tau mana yang lebih baik, kalau hyuk itu wajahnya seperti monyet~ kkk~" ucapku sambil tertawa ringan

"Mwoyaaa? Dia tampan tau!" bantahnya

"Masa sih? Kalau dari segi wajahnya aku lebih suka kibum, tapi kalau dari sifat aku tidak tau mana yang lebih baik" jawabku

"Jinja?" tanyanya sambil tersenyum

"Nee" jawabku

"Berarti tidak salah kalau aku memilih kibum" ucapnya. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Haah~ coba aku juga bisa menyukai seseorang sepertinya, kelihatannya menyenangkan

-3 jam kemudian-

Akhirnya pulang juga~~ 8 jam disekolah itu terasa lama sekali ya, padahal kalau dirumah saja terasa cepat. Hey, ini sudah jam 4? Aku belum siap-siap sama sekali nih, bagaimana kalau nanti heechul oppa menungguku? Ck.

Langsung saja aku pergi ke kamar mandi dan setelah itu langsung memilih baju-baju milikku. Aku pakai yang mana ya? Ini kan lagi musim dingin, mungkin lebih baik aku memakai baju yang tebal, hm .. kalau memakai jaket kulit warna ungu ini bagaimana ya? Hankyung oppa bilang jaket ini bagus untukku. Geurae, aku akan memakai jaket ini.

Aku pun keluar dari kamar menggunakan baju bewarna putih dengan lagging berwarna hitam, sepatu berwarna putih dan jaket kulit berwarna ungu. Sip, penampilan ini sudah bagus untukku. Kalian tau? Hanya untuk begini saja aku memakan waktu 1 jam lebih. Kamarku sudah hampir seperti kapal pecah gara-gara mencari baju yang bagus.

"Kenapa lama sekali? Ini sudah jam 5 lebih tau" ucapnya

"Masalah gitu? Kan kau yang mengajakku, sudah sepantasnya kau menunggu" bantahku. Dia hanya mendecak kesal dan mengajakku untuk pergi

"Kita mau kemana?" tanyaku

"Hm … molla, aku sudah lupa jalan di seoul, kau tau tempat yang bagus?" tanyanya

"Aku lapar, bagaimana kalau kita makan dulu? Di dekat sini ada restoran kecil, tapi rasa makanan disitu enak sekali, bagaimana?" tanyaku

"Geurae, makanan khas korea kan? Aku sudah bosan makan makanan eropa" ucapnya

"Tentu saja" jawabku. Kami pun berjalan menuju restoran tersebut.

"Kau mau makan apa?" tanyaku sesampainya di restoran itu

"Molla, aku sudah lupa makanan disini, aku ikut kau saja" jawabnya

"Arraseo" jawabku singkat

"Rin-ah, kau benar-benar tidak ada acara kan?" tanya heechul oppa

"Nde, wae?" tanyaku balik

"Anio, mungkin aku akan mengajakmu jalan sampai malam" ucapnya

"Asalkan kau membawaku pulang kerumah tidak masalah untukku" jawabku sambil tertawa ringan

~Rin pov end~

~Author pov~

Rin dan heechul masih saja makan di restoran tersebut, sedangkan hankyung? Masih menunggu rin padahal sudah lewat 30 menit dari waktu janjian mereka

"Rin, kau dimana?" tanya hankyung dalam hati.

Hankyung melihat seorang yeoja menggunakan jaket kulit berwarna ungu berjalan kearahnya. Ia langsung tersenyum dan berdiri dari kursi yang ia duduki tadi. Ia yakin sekali kalau itu adalah rin, terus terang saja, jaket itu adalah jaket yang biasa rin pakai.

Hankyung berniat memanggil nama rin saat yeoja itu hampir dekat dengannya, tetapi sebelum dia melakukan itu, yeoja tadi sudah berjalan kelain arah dari tempat hankyung berada. Yeoja itu melepas penutup kepalanya, dan hankyung baru sadar kalau yeoja itu bukanlah rin, ia mengeluarkan nafas dengan berat dan kembali duduk

"Kau diamana?" batinnya.

"Tidak masalah bagiku untuk menunggunya, tapi hari ini aku ada acara. Ottohkae? Apa aku harus meninggalkannya?" tanyanya lagi. Ia masih saja terdiam memikirkan itu sampai akhirnya ia beranjak dari kursinya dan pulang.

"Gwenchana, ini bukan salahnya, Tan Hankyung" bujuknya dalam hati.

Di lain sisi, heechul dan rin sudah selesai makan, mereka sempat berpikir akan pergi ke seoul park, tapi rencana itu gagal karena heechul akan ada acara

"Kau tidak keberatan kan ikut denganku? Hanya sebentar, setelah itu kita jalan lagi" ajak heechul pada rin

"Kemana?" tanya rin.

"Masalah pekerjaan, ka utau kan stadium indoor yang baru saja selesai dibangun itu? Stadium itu milik keluargaku, dan ada artis, penyanyi atau apa gitu mau debut dan menggelar konser disitu, appa menyuruhku untuk berkenalan dulu dengannya." Jelas heechul

~Author pov end~

~Rin pov~

"Lalu? Kau mau bertemu berdua saja dengannya?" tanyaku

"Anio, ada ahjumma yang akan mengenalkanku dengannya, bisa dibilang ahjumma itu orang yang merawatku dari kecil, dia selalu mengatur keuangan khusus di rumah dan sedikit mengajariku tentang bisnis" lanjutnya

"Arraseo, lalu selama ini dia tinggal dimana?" tanyaku lagi

"Di apartemen, appa menyewakan 1 kamar untuknya" jawabnya. Aku hanya mengangguk tanda mengerti.

"Lalu? Kita berangkat kapan?" tanyaku

"Tentu saja sekarang, kajja" ajaknya

-15 menit kemudian-

"Disini?" tanyaku

"Nee, wae?" tanyanya balik

"Anio, orangnya mana?" tanyaku

"Molla, ah, itu ada ahjumma" jawabnya sambil menunjuk seorang yeoja yang keliatan lumayan tua tetapi berwibawa yang duduk di meja paling kanan

"Kau terlambat 5 menit dari waktu perjanjian heechul-ssi" ucapnya dingin

"Hehe, mianhae ahjumma, aku tidak akan mengulanginya" jawabnya.

"Lalu? Diamana orang itu?" tanya heechul oppa

"Itu" jawab ahjumma sambil menunjuk seorang namja yang baru saja datang. Namja itu … rasanya aku mengenalnya …

"Hankyung oppa?" jeritku kaget. Hankyung oppa melihatku sekilas dan langsung melihat heechul dengan tatapan tajamnya. Ia berusaha memandang kami dengan sewajarnya, tapi tatapan marah lebih dominan. Wae?

- TO BE CONTINUED -