Yup maaf update gak nentu. Typho betebaran karna gak di edit dulu, (^Ő^)/ ŐĶĂŶ..., langsung ke chapter berikutnya, silahkan menikmati...
Chapter : 3
Pagi hari di rumah Naruto terdengar aman dan tentram,mereka melakukan aktifitas masing-masing dengan tenang.
Di sebuah kamar di lantai dua terlihat seorang pemuda berambut hitam nampak membuka matanya pelan,dan terlihatlah sepasang mata berwarna biru-abu-abu.
' Ugh,'
Pemuda itu memegang kepalanya yang sedikit pusing dan mengingat-ingat kejadian sebelumnya,karna seingatnya ia terbaring di gang kumuh dengan luka sayatan dan tusukan memenuhi tubuhnya dan anehnya dia belum mati.
' Ugh, di mana ini,? Kenapa aku disini,? Dimana Shana-chan,?' batinnya bertanya-tanya dan mencoba terus mengingat kejadian kamarin, sampai dia mengingat semuanya.
' Ah iya,setah mereka mengeroyokku aku terkapar di gang dengan tubuh penuh luka. Dan setelah itu Shana-chan memanggil seseorang untuk menolongku,karna tak mungkin tertolong dia menjadikanku seorang iblis di bawah naungan keluarganya.' batin pemuda ita mengingat kejadian kemarin.
' Aku akan membalas budi dan akan selalu melindungi dia karna menyelamatkanku,walau dengan menjadikanku iblis,' pemuda itu membuat janji pada dirinya sendiri.
' Cklek,'
Pintu kamar tempat pemuda itu berbaring terbuka dan masuklah pemuda bersurai pirang kemerahan ke dalam kamar itu.
'' Ah,kau sudah bangun,Rey-san,? Bagaimana keadanmu apa sudah mendingan,?'' tanya pemuda yang baru masuk.
'' Ugh,ya sudah mendingan.'' jawab pemuda yang tengah terduduk di atas kasur dan bersandar pada sandaran di sandaran kasur.
'' Sukurlah, ah iya perkenalkan namaku Luchifer Namikaze Naruto. dan turunlah kebawah untuk sarapan pagi bersama,Shana-chan sangat mengkhawatirkanmu,'' ucap Naruto memperkenalkan diri karna kemarin dia belum memperkenalkan dirinya juga mengajak Oogami untuk sarapan pagi bersama.
'' Ah baiklah Luchifer-sama, ba..''
'' Naruto,Panggil Naruto saja,aku tak suka keformalan juga kalau ada yang mendengar magaku yang itu bisa heboh dunia ini,ahahaha,'' potong Naruto menginstruksi panggilan untuknya sambil tertawa garing.
'' Baiklah,Naruto-sama. Injinkan aku memanggil anda dengan sebutan itu karna anda telah menolong hamba dan adik hamba,'' balas Oogami. '' Dan panggil hamba Oogami saja,itu panggilan akrab hamba,'' lanjutnya.
'' Uuh ,kenapa semua orang sangat menyukai keformalan sih,kau juga Oogami sama saja dengan yang lain,'' Naruto mencak-mencak tidak jelas.
'' Itu sudah semestinyakan,Naruto-sama. Wujud penghormatan pada tuankami,'' ucap kalem Oogami.
'' Hei,hei,hei, sudah kukatakan aku tak menganggap kau atau yang lainnya sebagai bawahan atau apalah,aku menyatarakan kalian karena kalian adalah keluargaku saat ini,'' balas Naruto.
'' Maaf,tapi hamba akan tetap memanggil anda dengan Naruto-sama,maaf karena tak mematuhi perintah,'' ucap Oogami sambil menundukan kepalanya hormat.
'' Sudahla,terserah kau saja. ayo turun sudah di tunggu yang lainnya untuk sarapan,'' pasrah Naruto dan mengajak lagi Oogami untuk sarapan pagi bersama.
'' Baik,Naruto-sama,''
kemudian Naruto keluar dan di ikuti oleh Oogami di belakangnya.
Terlihat,di ruang makan, anggota keluarga Naruto yang lainya tengah duduk di kursi meja makan menunggu Naruto dan Oogami turun untuk makan bersama.
'' Naruto-sama,sini duduk di sebelah Shinju,'' ucap gadis berambut putih perak panjang.
'' Tidak,Naruto-kun duduklah di sebelah Kyuubi,'' gadis berambut orange kemerahan tak mau kalah.
'' tidak,Naruto-sama harus duduk di sebelaku,'' ucap Shinju tegas.
'' Oh kenapa harus,? Naruto-kun tetap wajib duduk di sebelahku,'' balas Kyuubi tak mau kalah.
'' Karena aku adalah calon istrinya,jadi harus duduk di sebelahku,'' ucap Shinju masih kukuh.
'' Huh,baru calonkan,? Belum resmi. Lagian pasti Naruto-kun yang akan memilihku daripada Shinju-sama,'' balas Kyuubi sama kukuhnya.
Mereka berpandangan menunjukan persaingan sampai terlihat listrik menyengat dari mata satu sama lainnya.
Penghuni lainnya hanya Sweetdrop melihat persaingan bodoh gadis Youkai itu namun ada juga yang tersenyum.
Tap.
Suara langkah kaki menuruni anak tangga terakhir sebelum sampai ke ruang makan.
'' Kalian,tidak capaikah setiap pagi bertengkar karna hal sepele seperti itu,?'' tanya Naruto yang baru sampai di ruang makan bersama Oogami.
'' Naruto-sama/Naruto-kun,duduklah di sampingku,'' ucap Shinju dan Kyuubi sambil memasang puppy eyenya.
'' Nii-chan,!'' triak girang gadis kecil berambut hitam sambil loncat dari kursi dan berlari memeluk Oogami.
'' Shana-chan,'' ucap Oogami sambil mengelus kepala gadis itu yang ternyata adalah Shana.
'' Hoi,dramanya nanti saja. Kita makan saja dulu,'' Naruto menginstruksi Oogami dan Shana. '' Dan kalian,cepat duduk. Aku akan duduk di tengah kalian biar adil,'' lanjut Naruto pada Shinju dan Kyuubi.
Shinju dan Kyuubi langsung saja menurut tanpa membantah dan terlihat raut sebal dari kedua gadi itu.
Setelah duduk semuanya,dengan Naruto di tengah Shinju dan kyuubi,di sebelahnya ada Shana,Oogami,Ichigo,Inoe dan beberapa bangku kosong mengelilingi meja makan yang berbentuk panjang.
'' Baiklah,sebelum kita sarapan aku akan mengenalkan anggota anggota baru kita,Shana dan Rey Oogami, dan Oogami,perkenalkan ini anggota keluargaku yang lainnya, di kananku gadis berambut putih perak namanya Shinju,sedangkan di sebelah kiri gadis berambut orange kemerahan namanya Kyuubi,mereka berdua adalah Youkai,'' ucap Naruto memperkenalkan anggota keluarga lainnya. '' Di sebelahmu ada Ichigo Kurosakhi dan di sebelahnya adalah Orihime Inoe,'' lanjut Naruto.
'' Salam kenal,Oogami-san. Semoga kau nyaman menjadi salah satu keluarga kami,'' ucap Inoe mewakili yang lainnya.
'' Salam kenal,kami pasti akan nyaman menjadi bagian keluarga ini,'' balas Oogami.
'' Oyo kita makan,aku sudah lapar,'' bukan Naruto yang berbicara namun pemuda berambut pirang yang duduk di sebelah Oogami,Ichigo.
'' Sabarlah Ichigo,masih ada dua lagi yang mau aku perkenalkan pada kalian,'' balas Naruto lalu menjentikan jarinya.
' tik,'
setelah Naruto menjentikan jarinya,muncul lingkaran sihir khas keluarga Naruto dan dari lingkaran sihir itu muncul dua gadis yang sama cantiknya.
'' Nah,perkenalkan mereka nggota keluarga baru kita,tapi aku tugaskan menjaga sesuatu di bawah rumah ini, Raynale dan Kalawaner,'' Naruto memperkenalkan dua anggota baru lainnya. '' Nah,Raynare,Kalawaner perkenalkan anggota yang lainya,di mulai paling ujung,Orihime Inoe,sebelahnya Ichigo Kurosakhi,Rey Oogami,Shana,Kyuubi dan di sebelah kananku Shinju,'' lanjut Naruto.
'' Salam kenal,'' ucap Raynare dan Kalawaner.
'' Salam kenal juga,'' balas yang lainnya.
Terlihat, Oogami terus melihat kearah gadis berambut hitam panjang yang berdiri di sebelah gadis berambut raven panjang yang kelihatan lebih tinggi dari gadis berambut hitam,a.k.a Raynare dan Kalawaner yang berambut Raven,tak lama sedikit rona merah di wajah Oogami saat melihat kearah Raynare namun dengan cepat memalingkan wajahnya.
'' Ayo kalian duduk di kursi yang kosong,lalu kita sarapan pagi bersama,'' perintah Naruto. '' Ayo,tak usah sungkan. Kita sama di keluarga ini,'' lanjut Naruto melihat keraguan di wajah Raynare dan Kalawaner namun tak lama kemudian mereka berdua menuruti perintah majikannya.
Akhirnya mereka makan dengan tenang,dan setelah selesi Naruto menyuruh Raynare dan Kalawaner kembali ke tugas mereka yaitu menjaga Sebuah senjata milik Naruto di dalam ruang sejata bawah tanah rumah Naruto.
'' Aku berangkat dulu,'' pamit Naruto yang sudah memakai penyamarannya. '' Ah iya,kalian akan aku daftarkan ke sekolah,Ichigo,Inoe,Kyuubi dan Oogami juga aku daftarkan ke Sma Kuoh sedangkan Shana dan Shinju akan aku daftarkan ke Smp Kuoh,'' lanjut Naruto memberi tahu bahwa mereka akan di daftarkan ke sekolah.
Beragam ekspresi di tunjukan para anggota keluarga Naruto,ada yang diam dan menerima seperti Oogami,Shana dan Inoe ada juga yang seperti enggan dan juga ada yang terlalu girang.
'' Yey,aku bisa bersama Naruto-kun terus,'' girang Kyuubi.
'' Aku tidak mau,pokoknya aku mau satu sekolah sama Naruto-sama,titik,'' tolak Shinju.
'' Hoi,Naruto-sama. Aku belum mau bersekolah, aku masih enggan berinteraksi sosial,'' Ichigo nampak menolak.
'' Huft,baiklah Shinju-chan,akan aku daftarkan ke Sma Kuoh dan untukmu Ichigo,kau harus mencoba membuka diri pada dunia luar, aku tau kau masih terbayang kejadian itu,tapi kau tak bisa selamanya terus berlari dan bersembunyi dari kehidupan. Aku tak ingin kau terus terpuruk dan juga aku ingin kau melupakan sedikit tentang kejadian itu dengan cara bersosialisasi dan mencari teman baru,'' terang Naruto dan mengiyakan permintaan Shinju.
'' Yee,aku akan satu kelas dengan Naruto-sama,'' triak Shinju.
'' Aku yang akan satu kelas dengan Naruto-kun,'' triak Kyuubi tak mau kalah,dan akhirnya pertengkaran tidak pentingpun terjadi.
'' Baiklah,aku berangkat dulu. Ichigo,pikirkan baik-baik perkataanku,itu demi kebaikanmu,'' ucap Naruto lalu berangkat ke sekolah.
Ichigo masih terdiam di tempat memikirkan perkataan Naruto dan Inoe memandang khawatir kearah Ichigo,dia tau peristiwa itu tak mungkin dilupakannya dan juga Ichigo.
'' Baiklah,akan aku lakukan Naruto-sama, ini demi bisa melindungimu dari dekat,'' ucap Ichigo tiba-tiba sambil menegakan kepalannya penuh tekad,Inoe yang melihat itu hanya tersenyum simpul sedangkan Oogami ntah menghilang kemana,Kyuubi,Shinju,? Masih dalam perang tak penting dan sedang di pisahkan oleh Shana.
'' Shinju-neechan,Kyuu-neechan sudah dululah bertengkarnya, lagian Naruto-Niichan tidak akan mendengarnya,dia sudah berangkat,'' Shana mencoba melerai.
'' Apa,! Naruto-sama/Naruto-kun jahat,'' triak Shinju dan Kyuubi saat di beritahu Naruto telah berangkat ke sekolah tanpa menunggu pertengkaran mereka selesei.
'' Huft,yasudahlah.'' Shinju menghembuskan nafas.
'' Ne,Shana-chan ikut kita yuk,kita cerita-cerita biar lebih dekat,'' ajak Kyuubi.
'' Iya,ayo Shana-chan.'' Timpal Shinju.
'' Mmm,ayo,'' angguk Shana dan merekapun pergi ke belakang rumah,lebih tepatnya ke taman belakang rumah itu.
'' Waah,indahnya,,'' seru Shana takjub saat melihat taman di belakang rumah.
Di belakang rumah Naruto dan taman bunga yang sangat indah dan terdiri dari berbagai macam dan warna,di tengah taman bunga itu ada saung beratapkan jerami,tempat biasanya orang-orang bersantai. Jalan setapak kecil membelah taman bunga itu melingkar bercabang,sehingga dapat menikmati bunga yang di sukai dari dekat.
Tapi,bukan hanya taman bunga saja yang ada di belakang rumah itu,taman buah juga ada, mulai dari anggur,apel strowberry dan lainnya yang tersusun rapi,juga ada trining Ground untuk berlatih. Ada jembatan kecil penghubung taman dan kebun buah yang di bawahnya ada kolam koi yang indah.
'' Tentu saja, ini semua Naruto-sama yang membuatnya,'' sahut Shinju bangga pada Naruto.
'' Ayo kita kesaung,'' ajak Kyuubi dan merekapun berjalan ke saung di tengah taman bunga.
Shana tak hentinya mengagumi bunga-bunga yang di tanam di taman itu,karna sebenarnya ia sangat menyukai bunga.
Setelah mereka sampai di saung,merekapun langsung masuk dan duduk di saung. Ada,bantal-bantal di saung untuk tiduran,alas saung yang empuk memberi kenyamanan saat duduk dan menikmati bunga-binga di sekitar saung itu.
'' Nah,ayo Shana-chan kita cerita-cerita tentang perjalanan hidup kita sebelum kita bergabung menjadi keluarga Naruto-sama,'' Shinju nampak sangat bersemangat.
'' Kalau tidak bisa tidak usah di paksakan,biar kami dulu yang menceritakan tentang kami sebelum bertemu Naruto-kun,'' ucap Kyuubi melihat Shana kelihatan ragu.
'' Mulai dari aku,aku adalah Youkai rubah,lebih tepatnya Youkai rubah ekor sembilan dan aku adalah penjaga Shinju-sama generasi ketiga setelah Tou-sanku,Kurama,'' Kyuubi mulai bercerita.
'' Penjaga,?'' Shana nampak bingung.
'' Ya,penjaga saat aku masih tidur. Sebenarnya, aku adalah Reinkarnasi dari Juubi, Rubah ekor sepuluh anak dari pohon Shinju,dan dari nama itulah aku di ambil dan memakai marga dari ibu penjaga pertamaku,Hagoromo Outsutsuki anak dari Kaguya Outsutsuki,'' sahut Shinju menjawab kebingungan Shana.
'' Shinju-sama,tuggu giliran. Sekarangkan aku yang sedang bercerita,Shinju-sama nanti setelahku,'' Kyuubi nampak kesal karna Shinju asal nimbrung cerita,namun seperti tak di dengarkan Shinju.
'' Huh,oke aku ambil alih. Seperti yang di katakan Shinju-sama,aku adalah penjaganya saat ia tertidur sampai ia terbangun. Aku menjaganya baru beberapa puluh tahun sampai tiba-tiba,seorang laki-laki datang ke kuil tempat Shinju-sama tertidur. Aku langsung saja memasang sikap siaga,mengingat kuil itu di lindungi kekai yang tak bisa di lihat manusia biasa,hanya makhluk berkekuatan besar yang dapat melihat dan masuk kedalam,'' cerita Kyuubi. '' Kau tau,siapa laki-laki itu,? Dialah Naruto-kun,aku langsung menyerang dia saat mendekat karna tak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan. Tapi malah ia hanya tersenyum sambil menghindar,'' lanjutnya.
Flash back
Di bukit yang terletak di kota Kyoto ada sebuah kuil yang unik dimana kuil itu menyatu pada bekas pangkal pohon yang telah tumbang.
Di depan kuil itu ada seekor rubah berekor sembilan yang sedang duduk dengan ekor melambai-lambai seperti sedang berjaga.
Kuil itu di kelilingi pohon-pohon yang rindang dan juga sepertinya di lindungi kekai untuk melindunginya dari dunia luar.
Di halaman kuil yang tak terlalu besar itu, muncul lingkaran sihir berpola Hexstagram yang di lingkari tiga lingkaran tulisan berhuruf kuno yang berputar berlawanan arah.
Dari lingkaran sihir itu muncul pemuda berambut pirang kemerahan, bermata biru samudra yang menenangkan dan memiliki tanda lahir seperti kumis kucing di pipinya.
'' Uwaaah, dimana ini,?,'' panik pemuda pirang itu sambil melirik kiri dan kanan seperti orang idiot.
' Grrrr,'
Tiba-tiba di belakang pemuda itu lebih tepatnya dari depan kuil yang di belakangi pemuda itu, terdengar suara gereman makhluk buas.
Pemuda itu sedikit kaget, lalu mengedarkan pandangannya kekiri dan kekanan mencari asal suara itu.
' Ggrrrrrr,'
Suara geraman itu terdengar lagi dan lebih keras dari sebelumnya.
Dengan gerakan agak patah-patah karena takut,pemuda itu menengok kearah belakangnya ke asal suara yang di dengarnya. Seketika matanya membesar kaget, pasalnya di belakangnya nampak seekor rubah tengah berdiri dengan keempat kakinya, menatap garang kearahnya dan kesembilan ekornya melambai liar.
'' Kyaaa kawaaiiii,''
Bukanya takut, pemuda ita malah teriak kagum dan langsung berlari kearah rubah itu sambil merentangkan tangannya lebar.
'' Rubah-chan,ayo peluk papa,''
Triak lebay pemuda itu,semakin kencang berlarinya. Rubah berekor sebilan yang tadi menggeram tiba-tiba tubuhnya membesar karna merasa terancam hingga sebesar kambing Garut yang biasa buat di adu.
'' Rubah-chan sudah besar, datanglah ke papa,'' seru pemuda itu konyol.
Sang rubah semakin memperlihatkan taringnya dan mengeluarkan kuku-kuku cakarnya siap untuk menyerang pemuda itu.
Dan ya, setelah pemuda itu di depan rubah, rubah itu kemudian meloncat ke arah sang pemuda dan mengayunkan cakarnya ke arah pemuda itu.
' Craash,'
Cakar sang rubah berhasil menyoyak baju pemuda itu di bagian lengannya dan mengenai sedikit kulitnya sehingga menimbulkan luka yang mengeluarkan sedikit darah.
'' Kyaaa, Rubah-chan ingin bermain-main dengan papa. Ayo sini kita main lagi,''
Pemuda itu seperti orang bodoh atau terlalu pintar, tak menyadari serangan dari rubah itu merupakan peringatan agar menjauh dari area kuil.
Rubah berbulu orange kemerahan itu berbalik kembali menghadap si pemuda bersurai pirang kemerahan itu bersiap melakukan serangan lagi.
Si pemudapun telah berlari lagi kearah rubah itu dengan masih merentangkan tangannya lebar.
Rubah itu menyerang kembali kearah si pemuda dengan melompat.
' Greeb,'
Namun naas, Rubah itu malah tertangkap oleh si pemudan dan memeluknya erat.
'' Hahahaha, akhirnya Rubah-chan berhasil papa peluk, yey,''
Pemuda itu nampak girang karna berhasil mendekap rubah itu dalam pelukannya, berbanding terbalik dengan sang rubah yang terus meronta berusaha melepaskan diri dari dekapan pemuda itu.
'' Tenanglah Rubah-chan,aku tidak akan menyakitimu,'' pemuda itu mencoba menenangkan sang rubah, namun sepertinya tak berhasil, malah rubah itu semakin meronta ingin melepaskan diri.
'' Tenanglah, Rubah-chan. Kalau tidak bisa tenang nanti aku cium lo dan akan aku jadiin istri,'' kata pemuda itu ngasal dan ternyata ampul menenangkan sang rubah.
Namun tiba-tiba rubah itu meledak menjadi kepulan asap, setelah asap menghilang terlihat rubah itu telah berubah menjadi seorang gadis cantik berambut orange kemerahan,bermata ruby dan memakai kimono berwarna merah dengan motif jilatan api dan juga tak lupa sembilan ekor rubah melampai di belakang gadis itu.
" Wah Rubah-chan berubah menjadi gadis cantik, Naru jadi lebih ingin memilikinya," ucap pemuda itu sambil lebih mengencangkan pelukannya. " Dan juga punya dada yang empuk," lanjutnya sambil menekan punggung gadis jelmaan rubah itu agar lebih merasakan kekenyalan dada gadis itu.
Perlahan namun pasti, wajah gadis rubah itu memerah seperti tomat, ntah karena malu atau marah karena telah di lecehkan.
" Da-dasar MESUUUM,"
Seru gadis itu lalumelepaskan diri dari pelukan pemuda beram ut pirang kemerahan itu.
' Bugh,'
Setelah terlepas, gadis itu memberikan bogem mentah ke pipi sang pemuda hingga ia terlempar ke dalam kuil yang di belakanginya.
" Uaaaaahhhhh,"
Triak pilu sang pemuda saat menerima pukulan sayang dari gadis rubah itu.
" Rasakan itu orang mesum." ucap si gadis rubah sambil mengatur nafasnya yang memburu karena kesal.
. Kedalam kuil.
' Uaaaaah , Bught,'
Pemuda itu terlempar ke dalam kuil dan menghantam batu bundar seperti sebuah, ranjang,? Yah, batu itu sebuah ranjang atau tempat tidur dan lebih mirip tempat tidur para putri. Kain-kain berwarna putih menghiasi dengan pola kerucut dari atas dengan ujungnya melambai ke sisi batu tempat tidur tersebut.
Sudah ku bilangkan kalau kuil itu menyatu pada tunggak pohon besar yang telah tumbang,? Yah, di dalam atau lebih tepatnya di sekitar tempat tidur itu tak ada ornamen penghias hanya dinding kayu dari tunggak kayu yang masih berdiri kokoh.
'' Ittai, huh keras sekali pukulan gadis itu, sampai terlempar gini. Tapi, aku jadi semakin ingin memilikinya hihihi,'' sungut dan ambisi sang pemuda.
' Uhg, mmm,'
Tiba-tiba terdengar suara khas bangun tidur seorang wanita dari arah tempat tidur.
'' Su-suara siapa itu,'' ucap si pemuda takut sambil bergidik melirik kiri kanannya cepat.
Yah tak di pungkiri sang pemuda adalah penakut, takut akan hantu yang menurutnya sangat menyeramkan.
Tiba-tiba pemuda itu mendengar gerakan dari belakangnya dan dengan gerakan patah-patah, pemuda itu melihat ke belakang kearah tempat tidur yang tertutup kain putih mengkerucut.
Dengan keringat dingin mulai bercucuran,pemuda itu memberanikan diri menyibak kain penutup tempat tidur, setelah terbuka dan terlihat siapa yang ada di dalam tempat tidur pemuda pirang kemarahan itu memucat wajahnya dan semakin banyak keringat keluar mengalir membasahi bajunya.
Di dalam tempat tidur terlihat seorang gadis berambut putih perak panjang, memiliki mata berwarna perak,namun tidak memiliki alis hanya dua bulatan merah di atas pangkal mata, garis vertikal di dahinya seperti sebuah mata yang sedang terkatup, hidung sedikit mancung, bibir tipis berwarna pink natural memberinya kesan cantik, memakai kimono berwana perak polos. Dia sedang duduk dan melihat kearah sang pemuda dengan pandangan sayu khas bangun tidur.
'' Ha-hantu,'' si pemuda mulai merangkak mundur namun langsung berhenti dan menatap lagi kearah tempat tidur lebih tepatnya ke arah sang gadis berambut putih perak panjang yang tengah memandangnya dengan memiringkan kepalanya bingung.
' Kawai, eh,' batin sang pemuda.
'' Dia,bukan hantu,?'' gumam si pemuda kemudian berdiri dan berjalan kearah sang gadis yang masih duduk bersimpuh di atas tempat tidur.
Sementara itu,di luar kuil.
Nampak sang gadis jelmaan rubah ekor sembilan masih meredam amarahnya yang masih tinggi gara-gara sang pemuda berambut pirang kemerahan yang telah melecehkannya.
Namun, seketika emosinya mereda dan di gantikan dengan wajah khawatir saat teringat sesuatu yang terlupa.
'' Eh, ada yang kelupaan,'' gumam gadis bersurai orange kemerahan itu. '' Kyaaaa,'' teriaknya gak jelas saat teringat sesuatu yang terlupa, yaitu pemuda mesum yang di beri bogem kasih sayangnya terpental ke dalam kuil, dan di dalam kuil ada sesuatu yang di jaganya selama ini.
Tanpa membuang waktu gadis itu berlari kedalam kuil.
Sementara di dalam kuil, sang remaja laki-laki telah berdiri di depan tempat tidur gadis bersurai perak yang tengah memandangnya bingung.
'' Kamu siapa,?,'' tanya si pemuda berambut pirang kemerahan setelah menerka-nerka identitas gadis bersurai perak itu.
'' Aku,,,''
'' Shinju-sama, menjauhlah dari pemuda mesum itu,!'' tiba-tiba dari arah pintu masuk, gadis berambut orange kemerahan yang tadi di luar kuil berteriak dan melesat dengan cepat ke tengah-tengan si pemuda dan gadis bersurai putih perak yang di panggil Shinju.
'' Kau, menjauhlah dari Shinju-sama.'' gadis jelmaan rubah itu mengeluarkan aura yang yang mengancam kearah si pemuda.
'' Maa, sabar-sabar aku tak punya maksud jahat kok.'' ucap si pemuda sambil mengangkat kedua tangannya ke depan dada. '' Kau seperti Kaa-san ku saja, tapi aku suka. Maaf sebelumnya karena membuat keributan di sini, perkenalkan namaku Luchifer Namikaze Naruto,'' lanjut sang pemuda dan memperkenalkan diri.
'' Aku tak butuh namamu, cepat per...''
'' Namaku Shinju Outsutsuki, salam kenal Luchifer Namikaze-sama,'' Shinju menyingkirkan gadis rubah di depannya dan memperkenalkan diri.
'' Kyuubi-chan, jaga sikapmu di depan suamiku,'' lanjut Shinju yang langsung membuat Naruto dan gadis rubah yang di panggil Kyuubi cengo.
Flash back off
'' Jadi Shinju-nee chan langsung menjadikan Naruto-nii menjadi suami,?'' Shana nampak tak percaya setelah mendengar cerita panjang dari Kyuubi.
'' Tentu saja, karena orang yang aku lihat pertama kali akan menjadi suamiku kalau dia laki-laki dan menjadi saudaraku bila ia perempuan, tak peduli ia tua ataupun muda dan sangat kebetulan Naruto-sama lah yang pertama kali aku lihat dan aku harus mengabdi padanya dengan menjadi istrinya,'' ucap Shinju panjang lebar.
'' Hei, yang menjadi istri Naruto-kun adalah aku,! Dia sudah melamarku waktu pertama kali kita bertemu,'' Kyuubi nampak tak rela seorang Naruto telah di klaim menjadi suami orang walaupun orang itu adalah orang yang di hormatinya.
'' Tidak, Naruto-sama adalah suamiku. Tak peduli siapa yang bertemu pertama kalinya, lagi pula saat kau bertemu dengannya, kau menyambutnya dengan cakar dan taringmu, (menyerang)'' Shinju mulai memberi perlawanan.
'' Itu karena aku menjagamu, aku kirakan dia orang jahat. Lagi pula mana ada orang biasa dapat masuk kedalam kekai yang melindungi kuil itu,'' Kyuubi membela diri.
'' Hei, sudahlah. Shinju-nee chan dan Kyuubi-nee chan, jangan bertengkar lagi tinggal berbagi saja kok repot,'' Shana mencoba melerai pertengkaran yang biasa di lakukan Shinju dan Kyuubi.
' Huh,'
dengus Shinju dan Kyuubi membuang muka mereka satu sama lain. Shana yang melihat itu hanya tersenyum kikuk tak tau lagi harus bagai mana mendamaikan dua gadis di depannya.
.
..
...
Kembali ke tokoh utama kita, Luchifer Namikaze Naruto.
Jam pelajaran terakhir sekolahnya telah selesei beberapa jam yang lalu, dan ia kini tengah berjalan di pinggir sungai pinggiran kota kuoh untuk menemui seseorang yang bertanggung jawab atas peristiwa kemarin lalu.
Jangan tanya siapa yang memberitahunya orang yang di cari ada di sana, karna belum waktunya terungkap.
Sampai ia melihat seorang paruh baya berpakaian kimono merah tua,memiliki rambut hitam dan berponi pirang yang menurutnya unik.
'' Paman, apa disini ada ikannya,?'' tanya Naruto membuka topik setelah menghampiri pria paruh baya itu.
'' Eh, tentu saja ada.'' jawab pria paruh baya itu setelah menengok kearah orang yang bertanya
'' Tapi aku lihat anda belum mendapat satupun,? Berarti disini ngak ada ikannya,'' celetuk Naruto.
'' Huh, mungkin aku sedang sial. Tapi tak apalah, yang penting aku bisa bersantai menikmati aroma damai yang walaupun sesaat ini,'' balas pria paruh baya itu sambil menatap langit biru.
'' Cih, bersantai dan menikmati kedamaian semu ini,? Sedangkan anak buahmu membuat keonaran sesuka hati dan merugikan manusia yang tak bersalah,'' ucapan atau komentar pedas meluncur lancar dari mulut Naruto.
'' Si-siapa kau sebenarnya,'' dengan cepat pria paruh baya itu menengok kearah Naruto dan mensiagakan tubuhnya.
'' Ah iya,kita belum kenalan. Perkenalkan namaku Naruto, maaf aku tak bisa menyebutkan margaku dan kau Azazel kan,? Gubernur malaikat jatuh,'' ucap Naruto memperkenalkan diri dan menebak pria paruh baya di sampinya yang padahal dia sudah tau.
'' Da-dari mana kau tau namaku dan tentangku,?'' kaget pria paruh baya yang bernama Azazel karna orang yang tak di kenalnya mengetahui siapa dirinya, ' dia bukan orang sembarangan, tapi aku tak merasakan aura apapun selain manusia,' batinnya.
'' Maa, tak perlu kaget begitu. Anggap saja aku manusia spesial yang mengetahui dunia supranatural dan turunkan auramu, itu sangat mengganggu alam disini,'' tegur Naruto. '' Ah, pantas saja ikan-ikan disini pada pergi. Ternyata auran anda yang mengusir mereka,'' canda Naruto.
'' Ahahaha, baiklah. Kau orang yang menarik, err Naruto-san dan juga sepertinya orang baik,'' Azazel tertawa canggung dan menurunkan aura dan kewaspadaannya.
'' Yah, begitulah. Tapi, aku juga bisa menjadi jahat bagi mereka yang suka berbuat semaunya sendiri dan mencelakai manusia,'' ucap Naruto dan kemudian bangkit berjalan pergi.
'' Ah iya, Azazel-san. Kalau kau tak mau menertibkan bawahanmu, aku sendiri yang akan turun tangan menertibkan mereka dengan caraku sendiri. Dan oh iya, dua bawahanmu aku angkat menjadi keluargaku.'' Naruto berhenti sejenak dan menengok kebelakang kearah Azazel. '' Waaaa aku terlambat, Azazel-san aku pergi dulu aku sudah terlambat untuk bekerja,'' lanjut Naruto setelah melihat jam di tangannya kemudian lari terbirit-birit tanpa menunggu jawaban dari Azazel.
Diam sejenak, Azazel melihat kepergian pemuda berambut pirang kemerahan yang sangat 'menarik' menurutnya, tapi bukan menarik dalam hal intim melainkan menarik karna... Ya karena ada hal yang menarik. #plak.
.
..
Hari telah malam saat Naruto pulang dari pekerjaannya, lemburlah yang mengharuskannya pulang selarut ini.
Dengan masih memakai penyamarannya, Naruto pulang menyusuri jalan memotong yang tidak biasanya ia lalui yaitu lewat gudang tua bekas gudang penyimpanan tekstil yang sudah cukup lama di tutup dan tidak terpakai.
'' Huh, capainya. Tapi sukurlah, restouran ramai hari ini. Biarpun sampai lembur tak apalah,'' lenguh Naruto sambil merentangkan tangannya keatas merilekskan otot-ototnya yang lumayan kaku.
'' Wah-wah-wah, lihat siapa yang kita temukan,'' tiba-tiba terdengar suara dari arah dalam gudang samping jalan yang Naruto lalui.
'' Ternyata daging berjalan yang kelihatan sangat enak,'' sahut suara lainya dari dalam gudang.
'' Hmm, kita akan makan enak sepertinya,''
Mendengar suara yang mengusik pendengarannya, Naruto berhenti sejenak di depan gerbang gudang dan mengalihkan perhatiannya kearah gudang. Yah, walaupun ia merasakan Youki dari dalam gudang yang sedikit menggelitik indra sensornya namun tak ia hiraukan.
'' Huh, suara siapa tuh,? Mengganggu pendengaranku saja,'' ucap Naruto sambil mengorek telinganya dengan jari telunjuknya.
' Tap,tap,tap,'
Muncul limabelas makhluk yang memiliki sayap kelelawar agak jauh di depan Naruto.
'' Oh itu suara paman-san dan bibi-san ya, ada yang bisa saya bantu paman-san bibi-san,? '' tebak Naruto dan menawarkandiri.
'' Hahahaha, membantu,? Tentu saja. Kau dapat membantu kami dengan cara menyerahkan tubuh kamu untuk kami makan,'' ucap salah satu dari mereka yang sepertinya pemimpin dari para makhluk tersebut.
'' Memberikan tubuhku untuk di makan,? Baiklah tapi kalau kalian bisa membuat bajuku robek sedikit saja. Aku langsung rela memberikan tubuhku ini,'' balas Naruto seraya mengambil sebilah ranting pohon kering di samping kakinya.
Di tempal lain,di suatu ruangan dengan dekorasi bergaya eropa.
'' Akeno, apa kau merasakannya,?'' tanya gadis bersurai merah bermata biru-hijau dan memiliki ' aset ' yang lumayan bikin para kaum adam ngiler.
'' Ara-ara, ya Buchou aku merasakannya,'' jawab gadis berambut raven phony tile yang di panggil Akeno.
'' Huft, bisakah kau membereskannya,? '' tanya orang yang di panggil Buchou. '' Tapi maaf, kau harus sendirian. Aku ada perlu ke dunia bawah, sedangkan yang lainya telah pulang semua,'' lanjutnya agak menyesal.
'' Ara-ara, tak apa Rias. mereka sepertinya lemah, aura yang mereka keluarkan kecil,'' balas Akeno kemudian bangkit dari duduknya. '' Dan juga, aku bisa bersenang-senang sedikit. Fufufu,'' lanjut Akeno sambil tersenyum menyeringai.
Dan setelah itu, Akeno membuat lingkaran sihir teleportasi dan menghilang dengan itu.
Akeno muncul bersama lingkaran sihir di halaman gudang tempat para makhluk yang iia rasakan auranya, dan saat sampai di sana ia nampak kaget karna yang ternyata mereka tidaklah sedikit melainkan satu set penuh iblis liar tanpa sang raja. Namun bukan itu saja yang membuatnya kaget, melainkan salah satu 'pion' majikannya berdiri di depan mereka dan juga perkataannya yang membuatnya nampak agak shok.
Bagaimana tidak, seorang yang di kiranya 'lemah' berdiri seperti menantang para iblis liar di depannya dengan hanya membawa sebilah ranting pohon kering.
' Ap-apa yang dia lakukan,? Dia akan mati konyol jika melawan mereka sendirian.' batin Akeno.
Kembali ke Naruto.
Sebenarnya dia mengetahui seseorang yang datang ke tempat itu dengan merasakan auranya saja, tapi tak ia pedulikan karna inilah saatnya dia menunjukan dirinya pada dunia, hahahaha.
'' Baiklah, ayo kalian maju. Mau satu-satu atau langsung semuanya, aku akan berdiri disini menunggu tampa bergerak selangkahpun,'' Naruto menantang dan mengalirkan Absolute Power of Destruktion-nya pada ranting yang ia pegang sehingga membuat ranting itu lebih kuat.
'' Cih sombong sekali kau ma-iblis rendahan,'' ucap pemimpin dari kelompok iblis liar yang ada di depannya itu.
Pemimpin dari iblis liar itu menyuruh tiga bawahannya untuk menyerang kearah Naruto.
'' Baiklah, aku akan menyumpal mulut besarnya dengan pedangku,'' ucap bawahan dari pemimpin itu yang telah berubah menjadi seperti laba-laba dengan empat tangan keluar dari bawah tangan utamanya dan semuanya memegang pedang berupa samurai.
Dua lainya juga telah berubah menjadi wujud asli mereka yaitu manusia setengah kuda dan yang satunya menyerupai banteng.
Mereka bertiga langsung melesat cepat menyerang kearah Naruto dengan senjata mereka masing-masing.
Makhluk laba-laba dengan enam samurainya, makhluk setengah kuda dengan tombaknya dan yang menyerupai banteng dengan kampaknya.
'' Wah, ternyata langsung menurunkan Dua kuda dan satu benteng ya,? Yah tak apalah lumayan buat pembukaan,'' ucap Naruto yang langsung memposisikan rantingnya untuk menahan serangan.
' Tang, trang, trang,'
bunyi samurai,tombak dan kampak yang beradu dengan ranting yang Naruto gunakan sebagai senjata yang anehnya,ranting itu tak patah dan bahkan retakpun tidak.
'' Wah, sepertinya samurainya sangat tajam,'' Naruto memuji senjata dari lawannya.
'' Hahaha, tentu saja saking tajamnya senjataku ini sangat mudah memotong para manusia rendahan yang kami makan,'' balas sang empunya samurai dengan masih menyerang Naruto dengan kecepatannya sebagai Knight. '' Ohya dan tak lupa, jeritan mereka saat aku memotong bagian per bagian dari tubuh mereka, hahaha,'' lanjutnya tertawa sadis.
'' Jadi kalian yang membunuh manusia yang lewat jalan ini,? Benar benar tidak di maafkan,'' ucap dingin Naruto namun masih menahan serangan dari tiga iblis liar yang menyerangnya.
'' Kalian tak bisa di maafkan, sudah selesei menjadi iblis baiknya. Kalian akan aku musnahkan saat ini juga,'' raut wajah Naruto tak terlihat karna tertutup rambut palsunya yang tergerai kedepan.
' Absolute Power of Destruktion : Moon Fang Slash,'
Gumam Naruto lalu menyabetkan rantingnya dengan liar kearah tiga iblis liar yang mengitarinya.
' crash crash crash,'
puluhat bumerang sabit yang keluar dari sabetan ranting Naruto memotong-motong tubuh tiga iblis liar yang tadi menyerangnya dengan mudah.
Tak ada ledakan, karena Naruto memusatkan serangannya untuk memotong sampai bagian terkecil tidak untuk memusnahkannya menjadi abu.
'' Ap- kau akan ku bunuh,'' sang pemimpin Iblis liar nampak marah karena anak buahnya dengan mudah di kalahkan mangsanya.
Namun,belum juga melangkah maju, nafasnya sudah tercekat di lehernya saat Naruto tiba-tiba telah sampai di depannya dengan jarak hanya beberapa senti saja.
Cepat, bukan, sangat cepat, itulah yang di pikirkan mereka yang melihatnya.
'' Maaf,tak menepati ucapanku untuk tetap diam di tempat. Karena aku akan menyiksa kalian atas perbuatan kalian yang telah kelewatan,'' desis Naruto.
' Absolute Pawer of Destruktion : Prison Curse Phunishment,'
Naruto mengucapkan sihirnya dengan dingin, dari dalam tanah muncul lingkaran sihir berpola raja iblis berwarna hitam beraksen merah dengan cakupan area yang luas dan dari lingkaran sihir itu muncul sulur-sulur berujung tajam yang langsung menusuk ke duabelas iblis liar di depannya.
'' Siap-siaplah penderitaan kalian akan segera di mulai, bersukurlah kalian orang pertama yang merasakan salah satu kekuatanku ini,'' ucap dingin Naruto kemudian mengangkat tinggi tangan kirinya yang bebas.
' Absolute Fire of Eruption : Judgment Hell Fire,'
setelah Naruto mengucapkan mantra sihirnya, muncul lingkaran sihir dari berbagai penjuru mengepung para iblis liar yang tengah ketakutan dan menahan sakit dari serangan Naruto sebelumnya yang mengunci gerakan mereka.
Lingkaran sihir berlambang raja iblis berwarna merah beraksen hitam yang mengurung para iblis liar mulai berputar dan mengeluarkan api merah kehitaman berskala ekstrim yang langsung membakar para iblis liar yang telah membuat seorang Naruto marah.
' Argh,argh,argh,'
Triakan pilu dari para iblis liar menggelegar area gudang tua itu.
Api itu membakar seluruh dari iblis liar itu, namun anehnya tubuh mereka bukannya terbakar dan menjadi arang, malah tubuh mereka terkikis sedikit demi sedikit dan membuat mereka merasakan sakit yang amat sangat.
Naruto memandang datar kearah para makhluk yang sedang di 'makan' api buatannya, padahal itu sihir yang lumayan lemah menurutnya tapi itupun sudah cukup untuk menyiksa para makhluk yang hina di depannya.
Cukup lama api itu berkobar, dan mulai menggerogoti makhluk yang menjadi santapannya sampai habis tak tersisa bahkan tanah pijakan merekapun ikut terkikis dan menjadi agak berlubang.
Api eruption mulai mengecil dan menghilang begitupun lingkaran sihir yang mengeluarkan api itu juga absolute power of destruktion juga sudah menghilang, namun Naruto masih memandang datar tanah tempat para makhluk nista tadi berdiri.
Ranting di tangan kanannya telah melebur menjadi abu,begitu juga kekai yang melindungi tempat itu telah menghilang karna yang membuatnya telah tewas.
Naruto berbalik dan pergi dari area gudang itu dan tak mempedulikan makhluk yang melihat semua pertarungannya.
Sementara itu, Akeno yang melihat semua pertarungan itu nampak masih terpaku di tempatnya namun beberapa saat kemudian kesadarannya kembali.
Akeno PoV.
Sungguh sangat sadis Naruto-kun menyiksa mereka,eh tapi apa benar dia Naruto-kun,? Aku masih belum mempercayainya Naruto-kun yang terlihat lemah bisa menjadi sangat kuat seperti itu. Uh, aku harus menyelidikinya sebelum memberitahukannya kepada buchou.
Akeno PoV end.
Akeno kemudian pergi bermaksud untuk pulang dengan lingkaran sihir teleportasi buatannya.
Akeno muncul di depan gerbang tua kuil di atas bukit dengan sihir teleportasinya, kenapa di kuil,? Karena kuil itulah tempat tinggalnya selama ini.
Berjalan santai kedalam kuil, sedikit memikirkan kejadian yang baru beberapa menit lalu, Akeno masih belum mempercayai bahwa yang telah mengalahkan satu set iblis liar hanya 'sendirian' saja dan dengan sihir yang belum pernah ia lihat dan auranya sangat mengerikan.
Ah, bukan aura iblis dari Naruto yang bahkan ia tak rasakan dan menurutnya seperti aura manusia biasa,? Tapi aura dari sihir yang di keluarkan Narutolah yang sangat bikin dia merinding takut.
Kembali kepikiran Akeno yang masih memikirkan kejadian 'wah' yang basuran ia lihat, sampai tiba-tiba pikirannya terhenti saat merasakan aura yang menjadi familiar baru-baru ini.
Dengan agak tergesa, ia mencari asal aura itu hingga ia sampai di samping kuil. Lebih tepatnya di mulut jurang samping kuil yang menghadap kota, dan di sana ia melihat sosok pemuda yang sangat ia kenal tengah duduk sambil memegang dua lututnya dan memandang langit yang penuh bintang.
'' Lihat, bintang di atas sana begitu bercahaya dan...menenangkan. Seperti sebuah kedamaian yang menyatukan semua makhluk dari berbagai golongan,'' tiba-tiba pemuda yang sedang duduk di depan jurang berbicara dan dapat di dengar oleh Akeno. '' Kemarilah dan duduk di sampingku,'' lanjutnya tanpa berbalik dan pasti di tunjukan padanya,Akeno.
Perlahan namun pasti,Akeno berjalan mendekati pemuda yang masih asik melihat kearah bintang-bintang hingga ia kini tepat samping kanan belakangnya.
'' Duduklah, temani aku menikmati pemandangan alam ini,'' ucap pemuda tersebut sambil menepuk pelan rumput di sampingnya.
Sedikit ragu, Akeno duduk di samping pemuda tersebut.
'' Akeno, terimakasih karena tak memandangku 'lain' sejak pertama kita bertemu,'' ucap sang pemuda setelah memastikan orang yang di maksud telah duduk di sampingnya.
'' Sama-sama Naruto-kun,'' balas Akeno agak gugup tapi masih tetap menunjukan senyum palsunya.
'' Kau pasti bertanya-tanya tentang kejadian beberapa saat yang lalu,?'' tanya sang pemuda yang ternyata bernama Naruto seraya menengok kearah yang di tanya.
'' Ya, benar. Karena,,'' jawab Akeno namun tak mampu menyeleseikan ucapannya.
'' Kaerena aku lemah,?'' tanya Naruto menaikan alisnya dan di jawab anggukan oleh Akeno.
'' Hahaha, kenapa semua makhluk memandang makhluk lain dari luarnya bukan dari dalam hatinya,?'' tawa Naruto terlihat lepas.
'' Eh, bu-bukan mak,,''
'' Yah, aku tahu. Kau berbeda dari yang lainnya, terbukti saat kau mengantar aku pulang dulu,'' potong Naruto dan mengingat saat dirinya di antar Akeno pulang.
Tersentak sedikit,Akeno hanya menatap Naruto yang telah kembali memandang kearah langit.
'' Jangan kaget, aku sebenarnya hanya sedang menyamar menjadi budak dari orang yang ku cinta dan berpura-pura menjadi yang paling lemah dan tidak berguna untuk melihat bagai mana seorang yang lemah di matanya, namun setelah aku lihat jadi sedikit...mengecewakan,'' jelas Naruto tentang penyamarannya.
'' Aku menyamar dan mengekang semua kekuatanku hingga di bawah titik dasar yang menjadikannya seperti aura manusia,'' Akeno masih terdiam namun agak terkejut karna ada iblis yang bisa mengekang kekuatannya sampai dititik itu.
'' Tapi, kalau Naruto-kun punya kekuatan yang besar kenapa waktu itu bisa...mati,?'' tanya Akeno melemah di bagian akhirnya.
Naruto merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah 'bidak pion' yang dulu untuk merengkarnasikannya menjadi iblis.
'' Sudah ku bilangkan,aku menyamar dan saat itu,aku pura-pura sekarat dengan melambatkan detak jantungku. Asal kau tau, Akeno, luka seperti itu tak mungkin membunuhku, di tambah regenerasi tubuhku yang sangat cepat melebihi klan Phenex,'' terang Naruto sambil melihat kearah bidak pion di tangannya. '' Titip ini untuk Rias, aku akan mengutarakan rasa cintaku padanya besok. Yah walau aku tau pasti akan langsung di tolak mentah-mentah,'' lanjut Naruto memberikan bidak pion di tangannya pada Akeno yang di terimanya dengan agak kaget.
'' Jangan di tanya, karna aku cuma menyerap bidak itu dengan kekuatanku dulu,'' cegah Naruto sebelum Akeno memberikan pertanyaan yang sudah di ketahui jawabannya.
'' Akeno, aku ingin bertanya seseuatu. Apa kau setengah malaikat jatuh,? Karena aku merasakan aura itu dari dalam tubuhmu,'' tanya Naruto seraya menengok kearah Akeno yang terlihat menegang mendengarkan pertanyaan dari Naruto.
'' Tak perlu di jawab kalau memang tidak bisa,'' ucap Naruto setelah mereka berdiam dukup lama.
'' Ayahku adalah seorang malaikat jatuh,dan ibuku adalah manusia biasa,'' Akeno mulai membuka suara.
'' Ayahku menikahi ibuku, namun mereka tak di restui keluarga ibuku hingga akhirnya setelah mereka menikah,mereka pergi dari kota tempat keluarga ibuku tinggal,''
Naruto masih diam mendengarkan cerita Akeno.
'' Beberapa tahun kemudian aku lahir, hasil dari hubungan mereka,'' Akeno tersenyum sinis. '' Dulu waktu aku kecil aku sangat mengagumi Ayahku karna memiliki sayap yang menurutku sangat keren. Namun rasa kagum itu berubah menjadi benci, gara-gara kekuatan Ayahku kami di incar oleh kelompok yang tidak menyukai adanya makhluk seperti ayahku.''
'' Keluarga ibuku yang mengetahui ada kelompok yang mengincar keluarga kami, mereka meminta bekerja sama untuk melenyapkan ayahku. Tapi aku tahu maksud keluarga ibuku adalah untuk melenyapkanku yang menurut mereka menjijikan,'' raut wajah Akeno tak dapat di baca karena tertutup Phoni-nya.
'' Akibat peristiwa itu,Ibuku meninggal saat mencoba menolongku dari tebasan pedang kelompok itu. melihat Ibuku meninggal dengan sadis di depanku, aku menjadi shok, takut, depresi ah semua ungkapan akan pas untuku waktu itu. Dan kau tau Naruto-kun,? Saat peristiwa itu ayahku ntah ada di mana dan setelah ibuku tewaspun dia tak muncul untuk membawaku dan merawatku,''
'' Mulai saat itulah, aku membenci ayahku dan semua makhluk yang sama dengannya. Tak lupa aku juga membenci kekuatanya yang telah mengalir di dalam tubuhku,hingga menuruniku satu sayap menjijikan padaku,''
Akeno berhenti bercerita dan menunjukan sayap malaikat jatuh yang berpasangan dengan sayap iblis,namun kemudian menghilangkannya.
'' Jangan terlalu dalam memendam kebencian di hatimu, karna itu akan membunuhmu secara perlahan,'' Naruto memberi saran.
'' Sejelek apapun perbuatan ayahmu,kau harus memaafkannya. Karna aku tahu pasti dia punya alasan kenapa dia tidak ada saat peristiwa itu,'' lanjutnya kembali memandang kearah langit.
Akeno memandang kearah Naruto tidak percaya, '' Cih, kenapa harus,? Kau tak tau apa yang telah kurasakan,'' ucap Akeno sembari membuang muka kedepan.
'' Aku juga pernah merasakannya,'' balas Naruto yang membuat Akeno tersentak kecil dan langsung mengalihkan pandangannya kearah Naruto tidak percaya.
'' Huft, aku akan menceritakan rahasiaku. Kuharap kau dapat merahasiakannya,karena akan sangat merepotkan bila ada yang mengetahuinya sebelum waktunya tiba,''
tak menunggu Jawaban,Naruto mulai bercerita.
'' Aku juga sama sepertimu,bedanya aku Iblis setengah malaikat dan bukan mantan manusia,'' Akeno langsung membelalakan matanya kaget.
'' Tou-san ku adalah seorang malaikat yang sangat di takuti saat Gred War, dan Kaa-san ku adalah putri dari raja iblis. Mereka bertemu secara tidak sengaja,'' Naruto sedikit tersenyum mengingat orang tuanya dulu menceritakan awal pertemuan mereka, sedangkan Akeno, jangan di tanya karna dia masih setia pada posisi shok kagetnya.
'' Tou-san ku bertemu Kaa-san saat beliu berkeliling menjalankan tugas-NYA, dan saat Tou-san menemukan Kaa-sanku,Kaa-san sedang terluka amat parah bahkan bisa di sebut sekarat, namun karena Kaa-san Iblis yang kuat dan keras kepala, ia tak mau menyerah pada kematian,''
'' Tou-san langsung menolong Kaa-san waktu itu, yah meski ada perlawanan kecil dari Kaa-san namun Tou-san tidak menyerah dan tetap menolongnya membawanya ketempat aman dan mengobatinya,''
'' Benih cinta telah ada saat Tou-san bertemu Kaa-san, butuh perjuangan untuk mendapatkan cinta Kaa-san. Dan setelah mendapatkan cinta Kaa-san, Tou-san langsung berdoa kepada-NYA untuk merestui hubungan mereka, dan yah mereka di restui Tuhan dan juga Tuhan tak menjadikan Tou-san menjadi malaikat jatuh berkat jasa-jasa dan kebersihan hatinya,''
'' Tapi di sinilah kendalanya, saat Tou-san memohon restu dari kakekku yang hampir merenggut nyawa Tou-san karena tes yang ia berikan. Melihat kegigihan Tou-san, kakekku merestui hubungan mereka dengan syarat mereka harus pergi jauh dari area perang yang waktu itu masih anget. Kakeku raja iblis bukan tanpa tujuan menyuruh mereka untuk hidup jauh dari medan perang, tujuan kakeku adalah agar anak perempuan tersayangnya dan juga cucunya kelak tetap aman,''
'' Mereka pergi ke utara dan hidup disana, dan setahun kemudian lahirlah aku. Sembilan tahun kami hidup bahagia di keluarga kecil kami, yah walaupun dengan Tou-san yang lebih banyak mengalah dengan mengekang kekuatannya sampai di bawah batas minimal,''
'' Namun, perang besar yang memanas mengharuskan Tou-san dan Kaa-san kembali kemedan perang. Tou-san dengan tugas lamanya dan Kaa-san yang membantu tugas Tou-san,''
'' Beberapa bulan telah berlalu,Namun Tou-san dan Kaa-san belum pulang juga, hingga aku yang waktu itu baru sepuluh tahun nekat menyusul mereka kemedan perang. Kau tahu apa yang kulihat saat sampai di sana,? Aku melihat Kaa-san tengah sekarat dengan tombak besi dan tombak cahaya menancap di tubuhnya, tak jau berbeda dengan Kaa-san, Tou-sanpun begitu. Puluhan lebih tombak cahaya dan besi menancap di tubuhnya karna melindungi Kaa-san.''
'' Aku tak tau kenapa mereka bersekongkol membunuh kedua orang tuaku. Melihat orang tuaku sekarat, kekuatan terpendamku keluar. Kekuatan yang sangat di takuti Tou-san dan Kaa-san karena dengan keadaanku yang down seperti itu pasti akan membawa kehancuran,''
'' Akhirnya, dengan sisa kekuatan mereka, mereka menyegel kekuatanku tiga lapis. Ah sampai sini saja ceritanya,sisanya aku tak dapat menceritakannya,'' Naruto mengakhiri ceritanya dan mulai membuka jaket dan bajunya.
'' Ini di dada dan punggungku adalah segel yang mereka buat dan kini tertinggal dua lapis segel saja karena lapis pertama telah terbuka waktu itu,'' Naruto menunjukan tato Naga dan Tengkorak di lilit Naga yang dulu terikat rantai namun sekarang rantainya telah Hilang.
'' Aku juga akan menunjukanmu sesuatu,''
' Braaatsh,'
tujuh pasah sayap muncul di punggung Naruto, tuhuh sayap Malaikat di sebelah kanan dan Tujuh sayap Iblis di sebelah kiri.
' Uh, semoga mereka merasakan tanda-tanda yang kuberikan dan mulai bertindak atau aku sendirilah yang bertindak,' batin Naruto.
Akeno yang di sebelahnya melihat sayap Naruto agak gemetar dan sesak nafas karena aura suci yang di keluarkan kedua sayap Naruto walaupun ia tahu, Naruto tak mengeluarkan kekuatannya.
Menghilangkan sayapnya dan memakai bajunya,karena Naruto tau, gadis iblis di sebelahnya pasti sedikit tersiksa dengan aura yang di keluarkan sayapnya.
'' Akeno, kau adalah satu-satunya makhluk yang pernah melihat keadaanku ini selain para Peerage miliku. Kuharap kau dapat merahasiakannya sampai waktunya tiba,'' ucap Naruto lalu melepas penyamarannya.
Setelah melepas wig dan kacamatanya, kini terlihatlah rambut pirang kemerahan Naruto, mata biru samudra yang menangkan, wajah tampannya yang dihiasi tanda lahir beruba goresan mirip kumis kucing di pipinya.
Rona merah menjalar di pipi Akeno, ini bukan pertama kalinya, saat ia mengantar Naruto pulang dulu dan memandang wajah Naruto yang masih berkacamata pun ia merona namun tak separah ini.
'' Huf, baiklah aku pulang dulu Akeno-chan. Ini sudah terlalu pagi, pasti mereka sudah khawatir karena aku tak pulang-pulang. Sampai bertemu besok, Akeno-chan,'' pamit Naruto kemudian tubuhnya mengurai menjadi partikel cahaya.
Akeno terkagum melihat cara pergi Naruto dan agak tersipu mendengar Naruto menambah sufix-chan di belakang namanya.
'' Sampai bertemu besok, Naruto-kun...eh,'' balas Akeno setelah sadar dan juga teringat saat penyelamatan Asia, sosok misterius yang menyelamatkan Asia juga pergi dengan cara seperti itu.
' Jadi Naruto-kun yang menyelamatkan Asia dulu,? Pantas saja Asia selalu memperhatikan Naruto-kun dengan rona merah di pipinya,tapi apa Asia mengetahui penyamarannya,? Ah sudahlah lebih baik aku tidur,' batin Akeno mengingat peristiwa dulu.
Sementara itu,di tempat para pemimpin tiga fraksi yang masih bersi tegang.
' A-aura ini,? Dia telah kembali. Aku harus bergerak cepat,' patin pemimpin tiga fraksi itu.
.
..
...
Keesokan Harinya.
SMA Kuoh nampak tak seperti biasanya, terlihat nampak ramai karena nampaknya ada lima murid baru yang sangat tampan dan cantik. Mereka adalah Ichigo, Oogami, Inoe, Kyuubi dan Shinju.
' Kyaaa, tampannya,'
' Kyaaa keren,'
' Yang wanita juga cantik dan manis,'
' Waa Opainya menyaingi Rias-senpai dan Akeno-senpai,'
itulah triakan dari para murid Sma Kuoh, dan yang terakhir adalah yang paling membahana karena setelah ada yang meneriaki kata itu, semuanya langsung senyap diam seketika.
Mereka berlima tak menghiraukan triakan tak penting dari para siswa dan siswi Kuoh Akademi, mereka terus berjalan kearah sekolah hingga mereka di hadang dua kelompok yang di ketuai oleh gadis berambut merah panjang dan gadis berambut hitam sebahu.
'' Cih, ternyata aura iblis yang kurasakan dari kalian.'' ucap sinis gadis berambut merah beraset besar.
'' Ara-ara, Buchou ucapanmu sekarang tak seperti dulu,'' sindir gadi reven Phony tile.
'' Cih, masalah,? Lagian tak perlu tarlalu hormatkan pada iblis lemah dari mereka,? Pasti kingnya orang lemah hingga ia merengkarnasikan orang lemah juga,'' balas gadis berambut merah yang di panggil Buchou.
Terlihat lima orang maksudnya tiga iblis dua Youkai yang di katakan lemah dan menghina Kingnya nampak geram dan akan membalas ucapan dari wanita berambut merah yang telah menghinanya.
Namun mereka urungkan karna melihat 'King' mereka yang tengah 'menyamar' nampak menggelengkan kepalanya pelan.
'' Maaf, kami hanya ingin belajar dan king kami menyarankan sekolah disini,'' ucap pria berambut orange a.k.a Ichigo datar.
'' Maaf, kalau boleh tau siapa king kalian,?'' tanya gadis berambut hitam pendek dan kacamata bertengger manis menghiasi matanya.
'' Maaf, belum bisa kami beritahu karena statusnya masih sangat di rahasiakan dan kalau boleh minta tolong, tunjukan kami ruang admilistrasi karena kami harus menanyakan dimana kelas kami,'' jawab Ichigo dan kali ini lebih bersahabat.
'' Baiklah, mari kami tunjunjukan. Itu sudah tugas kami sebagai pengurus OSIS,'' balas gadis berkacamata berambut hitam pendek.
Ichigo dan empat orang yang datang bersamanya mengikuti si gadis berkacamata dan kelompoknya.
'' Cih, tak ada sopan santunya main pergi begitu saja. Yah pantaslah iblis lemah memang begitu,'' sinis gadis berambut merah pemimpin lima iblis yang bersamanya.
'' Buchou, jangan menilai buku dari sampulnya,tapi isinya,'' tokoh kita memberikan Nasihat.
'' Jangan menasihatiku iblis lemah, lemah tetaplah lemah,'' balas gadis berambut merah pedas kemudian berlalu pergi di ikuti yang lainya.
.
Siang hari, setelah bel pelajaran terakhir berbunyi yang menandakan berakhirnya aktifitas belajar-mengajar di Kuoh Akademi.
Dan di ruangan bergaya eropa inilah anggota klub penelitian ilmu gaib yang di ketuai gadis berambut merah a.k.a Rias Gremory.
Di ruangan itu sang pemimpin nampak sedang berkutat dengan pikirannya hingga sebuah suara mengintrupsi telinganya.
'' Rias, aku ing-,''
'' Kau memanggilku apa,? Aku ini tuanmu,kau harus sopan,!'' potong Rias nampak tidak terima dirinya langsung di panggil langsung ke namanya.
'' Jangan potong ucapanku, aku sedang serius,'' kesal pemuda berkacamata besar berambut pirang di sisir phony.
'' Jangan memerintahku,'' Rias nampak tak suka atas ucapan pemuda itu.
'' Ara-ara, dengarkan dulu ucapan Naruto-kun buchou, jangan potong ucapannya. Barangkali ada hal penting,'' tegur sang Queen masih dengan senyumannya.
'' Cih, cepat katakan,'' Rias mendecih taksuka.
'' Baiklah, Aku hanya ingin menyatakan cintaku padamu. Sejak pertama kali aku melihatmu, aku sudah menyukaimu. Rias, maukah kamu menjadi kekasihku,?'' Naruto mengungkapkan isi hatinya dan menyodorkan setangkai mawar merah kepada Rias.
Tak menanggapi ucapan Naruto, Rias bangkit dari kursinya berjalan kearah Issei yang tengah duduk di sebelah Asia.
'' Maaf, Naruto. Aku tak bisa dan takan pernah bisa karena aku sudah menambatkan hatiku pada seorang pria yang kuat tidak lemah sepertimu,'' Rias menolak pernyataan cinta Naruto dan tiba-tiba merangkulkan tanganya keleher Isse dan hal selanjutnya adalah hal yang membuat Naruto sangat kecewa dan marah. Rias mencium Isse tepat di bibirnya.
Semua iblis yang ada di sana nampak membelalakan matanya terkejut atas tingkah nekad Rias.
'' Rias, kau boleh menolakku, tapi tidak dengan cara begitu. Itu sangat mengecewakanku sangat-sangat kecewa,'' ucap dingin Naruto sebelum keluar dari ruangan klub dengan menundukan kepalanya menahan rasa marah dan kecewa.
'' Na-naruto-san,'' panggil Isse tak enak hati.
'' Sudahlah, Isse-kun biarkan si lemah itu pergi, lagian benar aku menyukaimu,'' ucap Rias dengan nada sensual.
'' Ara-ara Rias, kau sudah sangat keterlaluan. Tidak sepantasnya kau berbuat seperti itu,'' Akeno nampak tak suka dengan perbuatan Rias.
'' Sudahlah, Akeno. Lagian apa yang mau di harapkan dari laki-laki lemah seperti dia,'' balas Rias acuh.
'' Kau tak tau siapa Naruto-kun, Rias. Kalau saja, aku yang di cintai Naruto-kun pasti aku langsung menerimanya,'' Akeno meninggalkan gaya bicaranya.
'' Yah kalau kau mau, ambil saja,'' ucap enteng Rias.
Setelah ucapan terakhir Rias, di ruang klub itu muncul lingkaran sihir dengan aksen kobaran api dan memunculkan pria berambut pirang pucat dengan tampang brengsek.
'' Halo Rias-Hime, sudahlama kita tak bertemu,'' ucap pria tersebut.
Skip ( sama seperti di canon di peristiwa ini,)
Naruto keluar dari ruang klub dan berniat ingin pulang tapi lewat gerbang belakang Akademi Kuoh.
Dia sebenarnya tak terlalu masalah dengan penolahan Rias, karena dia tau pasti akan di tolak, tapi yang menjadi masalah adalah Rias menolah Naruto dengan cara yang membuat seorang Naruto sangat kecewa.
Bayangkan, disaat kau menembak seorang gadis, gadis itu menolak dan menolaknya di ikuti mencium laki-laki yang katanya dia suka tepat di bibirnya di depan matanya langsung.
Sungguh mengecewakan, membuat rasa cinta Naruto menguap dan menghilang entah kemana.
Naruto keluar dari gerbang belakang Akademi Kuoh, dan berjalan menyusuri trotoar jalan raya di samping Akademi Kuoh.
Jangan bingung, karena gerbang belakang Kuoh Akademi ada di samping sekolah, tidak benar-benar di belakang sekolah. Di belakang sekolah adalah hutan kecil yang masih asri.
Balik ke Naruto.
Naruto berhenti berjalan,karena pandangannya tertuju pada seorang 'gadis' yang berjalan di pinggir jalan. Cara berjalan gadis itu benar-benar aneh, jalannya memang tidak terhuyun-huyun tapi sesuatu yang membuat jalannya tampak aneh di mata Naruto.
Naruto memperhatikan gadis itu sampai ia menyebrangi jalan. Namun ketika gadis itu menyebrang jalan, tiba-tiba ada sebuah truk yang akan melintas dengan kecepatan penuh. Gadis itu malah kelihatan santai sekali menyebrangi jalan itu, seakan-akan ia tidak tahu kalau ada truk besar yang akan melintas dengan kecepatan yang tinggi dan akan menabraknya jika tidak cepat jalannya.
Naruto langsung berlari cepat menuju gadis itu, ia lalu memeluk gadis itu dan membantingkan dirinya bersama gadis itu ke tritoar dengan menjadikan tubuhnya sebagai bantalan yang bertemu langsung dengan permukaan tanah.
Untung Naruto tepat waktu menyelamatkan gadis itu,walau baju sekolahnya menjadi korban, banyak sobekan di bajunya.
'' Hei, kau tidak papa,?'' tanya Naruto khawatir.
Sesaat Naruto memandang wajah kotor gadis itu,dan dia melihat warna matanya berwarna violet. Sejenak Naruto tertegun, rambut merahnya, wajahnya, matanya mirip dengan orang yang sangat ia sayangi.
' Kaa-san,' tanpa sadar ia menyebutkan Kaa-sannya di hati.
Gadis itu tak menjawab, pandangan matanya kosong dan dari matanya itu mulai keluar cairan bening membasahi pipinya, yah gadis itu menangis.
Gadis itu menangis tersendu-sendu dalam pelukan Naruto yang masih berbaring di atas trotoar. Naruto mendudukan mereka dan menghapus air mata gadis itu.
'' Hei, kau kenapa,? Kau baik-baik sajakan,?'' tanya Naruto khawatir.
Gadis itu tersentak kecil. '' Maaf, terimakasih telah menyelamatkanku,'' ucap gadis itu berterima kasih kemudian bangkit berdiri dan berjalan meraba pada tembok yang ada di dekatnya.
'' Tunggu, kau mau pulang,? Biar aku antar. Di mana rumahmu,?'' cegah Naruto kemudian menawarkan diri mengantar gadis itu pulang.
'' Ak-aku tidak punya rumah, aku tinggal di panti asuhan. Tapi aku keluar dari panti itu karena tidak mau merepotkan mereka,'' balas gadis itu sedih.
'' Maaf, hmm bagai mana kalau pulang kerumahku saja,? Di sana masih banyak kamar kosong juga pasti keluargaku menerimamu dengan senang hati,'' tawar Naruto.
'' Ti-tidak usah, aku taku merepotkanmu. Aku hanya gadis buta tak bisa apa-apa,'' tolah gadis itu dan liquid bening nampak membayang di matanya.
'' Tenanglah, aku bukan orang jahat sungguh. Lagian aku tak memandang kekuarangan orang lain, bagiku apapun keadaannya akan aku anggap keluarga,'' Naruto meyakinkan.
'' Ayo, aku tuntun,'' lanjut Naruto lalu memegang tangan kanan gadis itu dan menuntun arah yang benar.
'' Terimakasih,'' gumam gadis itu.
'' Sama-sama,'' balas Naruto.
' Hangat, genggaman pemuda ini terasa hangat dan menenangkan. Tapi kenapa jantungku tidak tenang,? Malah seperti di pacu,?' batin gadis itu. Hal yang sama di rasakan juga oleh Naruto.
'' Hmm, ohya, perkenalkan namaku Luchifer Namikaze Naruto. Kamu bisa memanggilku Naruto,'' Naruto memperkenalkan diri.
'' Namaku Erza, Erza Scarlet, Naruto-san bisa memanggilku Erza,'' balas gadis itu yang ternyata bernama Erza memperkenalkan diri.
'' Yah, salam kenal Erza-chan,'' salam perkenalan Naruto yang tak sadar menambah sufix-chan di belakang nama Erza dan membuat sang empunya nama merona.
'' Erza-chan, saat aku melihatmu aku teringat akan seseorang yang sangat aku sayangi,'' ucap Naruto mengeluarkan isi kepalanya.
' Naruto-kun sudah punya kekasih,? Ah memang apa yang di harapkan dari gadis buta yang baru bertemu ini,? Kalau bukan karena kasihan pasti dia tak akan mau menolongku,' batin Erza agak kecewa.
'' Ma-maksuk Naru,-''
'' Kaa-sanku, kamu mengingatkanku akan Kaa-sanku yang telah lama pergi,'' Naruto memotong ucapan Erza dan karena merasakan tubuh Erza menegang sesaat saat dia mengeluarkan isi kepalanya saat pertama melihat Erza.
Tak mendengar balasan dari Erza, Naruto melanjutkan unek-uneknya.
'' Huft, kalau saja kita bertemu lebih awal, pasti aku akan langsung menembakmu dan menjadikan kekasihku. Tapi sayang, kita baru bertemu dan tidak etis kalau aku langsung menembakmu juga karena aku baru saja di tolak seorang gadis dengan cara yang tidak menyenangkan, takut menganggapmu sebagai pelarian,'' ucap Naruto pelan dan terdengar sedikit nada kecewa di suaranya.
'' Eh, ap- aku hanya gadis buta, tak pantas untuk Naruto-kun juga masih banyak gadis lain yang lebih baik dariku,'' Erza nampak tersipu dengan ucapan Naruto dan merendah diri.
'' Aku tak memandang dari kekurangan orang yang kusukai, aku hanya ingin mencari wanita yang mirip Kaa-san. Dan kau sangat mirip dengan Kaa-sanku,''
'' Eh, Erza-chan kita duduk dulu di bangku taman gimana,? Perjalanan kita masih jauh, takut nanti kamu kecapaian,'' ajak Naruto dan menuntun Erza kearah bangku taman.
'' Eh, memang kita sedang melewati taman,?'' tanya Erza ingin tahu.
'' Ya, taman kecil sederhana namun indah, bunga-bunga berwarna-warni di tanam mengelilingi taman dan sebuah bangku di bawah pohon yang rindang,'' Naruto menjelaskan isi taman yang mereka lalui.
'' Duduk dulu, Erza,'' lanjut Naruto lalu mendudukan Erza dan dirinya di bangku taman.
'' Emm, pasti indah ya tamannya,'' tanggap Erza mengenai penjelasan Naruto.
'' Ya, sangat indah,'' balas Naruto.
'' Tapi sayang, aku tak dapat melihatnya,'' ucap sedih Erza.
'' Jangan sedih,Erza-chan aku sipam menjadi matamu,'' hibur Naruto.
'' Ah, eh. Maaf, ohya lanjutkan tentang wanita yang kau sukai, Naruto-kun,'' Erza mengganti topik pembicaraan, takut membuat Naruto ikut sedih dengan keadaannya.
'' Buat apa,? Wanita yang aku sukai ada di sampingku, tanganya saja sedang aku genggam jadi buat apa menjelaskan tentang wanita yang kusukai,?'' balas Naruto gombal yang sukses membuat Erza merona hebat.
'' H-eh -ah Naruto-kun membuatku malu saja,'' gagap Erza dengan rona merah yang masih bertahan di pipinya. '' Kalau begitu, jelaskan wanita yang telah menolak Naruto-kun,'' lanjut Erza mencari topik yang dapat menghilangkan rasa malunya.
'' Nanti kalau aku beritau, kamu cemburu,'' goda Naruto.
'' hahaha, kau lucu sekali Erza-chan. Aku jadi semakin suka,'' kekeh Naruto karena Erza semakin merona hebat. '' Baiklah akan aku beritahu,'' lanjutnya.
'' Dia gadis berambut merah panjang,memiliki warna mata biru-hijau berwajah cantik dan memiliki tubuh proposional yang bisa membuat laki-laki bertekuk lutut,'' Naruto mulai bercerita tantang wanita yang 'pernah' di sukainya.
Naruto mendengar Erza mendengus kecil yang mengidentifikasikan bahwa ia cemburu.
Tak menghiraukan, Naruto melanjutkan ceritanya.
'' Aku menyukainya saap pertama kali aku melihat fotonya, aku menyukainya karena rambut merahnya yang mirip dengan milik Kaa-san. Aku menyamar mencoba mencari apa yang di sukainya, tapi penyamaranku malah membuatnya membenciku. Dan saat aku mengutarakan isi hatiku, dia menolak dengan cara yang sangat membuatku kecewa dan membuat rasa sayangku menguap habis entah kemana,'' Naruto mengahiri ceritanya.
'' Separah itukah cara dia menolak Naruto-kun, hingga Naruto-kun begitu kecewa,?'' Erza nampak ingin tau.
'' Ya, tapi aku tak mau menjelaskan gimana caranya ia menolah karena membuat aku jijik,'' balas Naruto terdengar dingin di akhir kalimatnya.
'' Kalau aku menolak Naruto-kun, apa Naruto-kun juga membenciku,?'' Erza mengalihkan topik lagi mendengar dinginya suara Naruto yang membuat dirinya takut.
'' Tentu saja tidak, aku akan menunggu Erza-chan sampai mau menerimaku apa adanya,'' jawab Naruto kembali kenada semula yang bersahabat.
'' Kalau aku tetap tak menerima Naruto-kun dan malah menemukan pria lain bagai mana,?'' Erza seperti mulai menggoda Naruto.
Diam sejenak, Naruto memikirkan jawabannya. '' Aku akan bersikap gentle dan melepasmu untuk pria itu jika dia memang pilihanmu dan lebih tepat untukmu. Juga mungkin aku tak akan mencari lagi, tinggal memenuhi janjiku saat aku bertingkah bodoh,'' jawab Naruto terkesan pasrah.
'' Janji apa kalau boleh tau,Naruto-kun,?'' tanya Erza.
'' Janji menikahi dua gadis yang ada di rumahku, juga janji dua gadis yang tak bisa aku beritahu,'' jawab Naruto menerawang.
'' Me-menikahi,?'' gumam Erza kecewa. Namun masih didengar Naruto terbukti dengan Naruto menjawab ' Iya,''
'' Tapi, kalau akau menerimamu, apa Naruto-kun akan menikahi mereka,?'' tanya Ragu-ragu Erza.
'' Ya, karena itu sudah janji. Karena laki-laki akan menepati janjinya tapi aku akan bersikap adil pada mereka,'' jawab Naruto tegas.
Erza mengencangkan genggaman tanganya pada tangan Naruto dan setetes liquid mengalir dari mata kosongnya.
Naruto yang merasakan genggaman Erza menguat, kemudian mengalihkan pandangannya pada Erza dan langsung panik saat melihat Erza mengeluarkan airmata.
'' Waa, Erza-chan, kenapa Erza-chan menangis,? Apa kata-kataku menyakitimu,? Maafkan aku jika memang kata-kataku menyakitimu. Itu semua sedah takdirku sebagai Iblis, di tambah dua naga di dalam tubuhku yang pasti auranya akan menarik bagi kaum hawa,,,'' karena panik, Naruto berkata ngelantur dan mengucapkan rahasianya.
Erza nampak kaget dengan ucapan Naruto yang menyebutkan dirinya adalah Iblis.
'' Na-naruto-kun Iblis,?'' tanya Erza setelah menghapus air matanya.
'' Eh, aduh rahasiaku ah bodohnya aku,'' runtu Naruto sambil memukul kepalanya berulang kali dengan tanganya.
'' Naruto-kun tidak papa,?' khawatir Erza.
'' Eh, ya aku tak apa, benar Aku adalah Iblis, lebih tepatnya Iblis setengah malaikat. Kamu boleh membenciku dan menjauhiku sekarang,'' balas Naruto menjawab pertanyaan Erza.
'' Eh, kenapa Aku harus takut,? Dan kenapa aku harus menjauhimu,? Aku suka Naruto-kun walau kita baru bertemu, aku-aku menerima Naruto-kun apa adanya, dan aku merasa tenang jika dekat dengan Naruto-kun,'' ucap cepat Erza mengungkapkan isi hatinya karena takut kehilangan sosok yang baru dia temui.
'' Ma-maksud Erza-chan,?'' Naruto nampak terkejut dengan tuturan Erza.
'' A-aku menyukai Naruto-kun, biarpun Naruto-kun iblis aku akan menerimanya, biarpun nanti Naruto-kun banyak istri aku akan menerimanya juga, asal Naruto-kun bisa adil,'' Erza menjelaskan isi hatinya.
'' Be-berarti Er,,,,, terima-kasih Erza-chan, telah mengijinkanku untuk mencintaimu,'' girang Naruto saat mengetahui maksud perkataan Erza dan langsung memeluknya Erat.
'' Sa-sama-sama,'' balas Erza nampak senang juga.
'' Tapi sayang, aku tak bisa melihat wajah Naruto-kun dan istri Naruto-kun nanti,'' ucap Erza sedih karna bagaimanapun ia juga ingin melihat raut wajah kekasihnya juga wanita yang akan menjadi istri dari kekasihnya kelak.
'' Erza-chan ingin melihat,?'' tanya Naruto lembut.
'' Eemm, tapi aku tak mau menerima donor mata, aku hanya ingin melihat dengan mataku ini,'' angguk Erza menjawab pertanyaan Naruto.
'' Yah itu cara kedua yang terlintas di pikiranku, tapi cara pertama adalah menjadikanmu Iblis, kalau kamu setuju. Yah, bagaimanapun iblis tak pernah sakit juga pasti nanti matamu juga sembuh. Tapi nanti kalau hatimu tetap bersih aku mungkin akan menjadikanmu malaikat,'' Naruto menjelaskan cara-cara yang dapat di lakukan untuk menyembuhkan mata Erza, sebenarnya ada cara satu lagi untuk menyembuhkannya, yaitu dengan berkat dewa Izanagi dan dewi Izanami dengan mengubah takdir.
'' Aku mau, asal aku bisa melihat wajah Naruto-kun, asal bisa bersama Naruto-kun, aku rela menjadi apapun'' setuju Erza.
'' Benarkah, baiklah aku akan menjadikanmu iblis, bisa Erza-chan berbaring,? Aku akan memulai ritualnya,'' ucap Naruto dan membantu Erza berbaring di bangku taman.
Merogoh kantung celananya, Naruto mengambil sebuah bidak Kuda yang entah kenapa tadi pagi sangat ingin ia bawa. Naruto metetakan Bidak Kuda itu di atas perut Erza dan memulai ritualnya.
'' Dengan nama keluarga Luchifer Namukaze, aku Luchifer Namikaze Naruto mereangkarnasikanmu, Erza Scarlet menjadi Iblis dalam naungan keluarga Luchifer Namikaze,''
mantra telah di ucapkan, muncul sinar merah kehitaman dari bidak kuda dan tubuh Erza, secara perlahan bidak kuda itu masuk kedalam tubuh Erza dan menyatu dengan tubuhnya.
Tak ada penolakan yang berarti bidak kuda itu cocok, setelah itu sinar merah kehitaman menghilang pertanda ritual telah selesei.
'' Erza-chan, apa kau baik-baik saja,? Ritual telah selesei dan menunggu tubuhmu mulai menyesuaikan dengan keadaanmu sekarang,'' tanya Khawatir Naruto dan memberitahukan ritualnya telah selesei seraya mengelus surai merah milik Erza.
Erza hanya mengangguk lemah, karena tubuhnya terasa sangat lemas setelah ritual itu.
'' Maaf, Erza-chan kalau aku menyakitimu. Lebih baik kita pulang, nanti aku akan menyuruh Inoe untuk menyalurkan demonic power agar kamu cepat pulih,'' ucap Naruto terlihat sedih melihat keadaan Erza yang tidak terlalu baik.
Erza mengangguk, Naruto kemudian mengangkat Erza ala Bridal style yang di respon Erza dengan mengalungkan tangan lemasnya pada leher Naruto.
Berbalik kemudian Naruto mengeluarkan dua pasang sayap Naganya dan kemudian terbang pulang kerumahnya.
' Ternyata benar, Naruto-kun punya Naga di dalam tubuhnya,' batin Erza melihat sayap Naruto yang menurutnya gagah yah walaupun pandangannya masih sangat kabur.
.
Beberapa saat kemudian, Naruto sampai di rumahnya tanpa mengetok pintu, pintu depan rumahnya telah terbuka dan menampakan semua anggota keluarganya yang telah menunggunya cemas.
Tak seperti dulu, dua gadis Youkai rubah yang tinggal satu atap dengannya tak cerewet seperti biasanya dan terlihat memandang kearah Naruto dengan senyum tipis.
'' Naruto-sama, anda telah menemukan tambatan hati yang anda cari,?'' tanya Ichigo memastikan.
'' Yah, benar. Tapi tenang saja, aku akan tetap memenuhi janjiku dan bersikap adil,'' jawab Naruto sambil melihat kearah Kyuubi dan Shinju.
Oogami dan Shana yang tak tau hanya diam saja.
'' Inoe-chan, aku bisa minta tolong,? Tolong alirkan demonic powermu pada Erza-chan. Dia masih menyesuikan dirinya dengan bidak yang aku masukan,'' pinta Naruto.
'' Tentu, tentu saja Naruto-sama,'' balas gadis yang di panggil Inoe. '' Baringkan ia di kamarku saja,,'' lanju Inoe.
Naruto maju kedepan kearah Inoe dan menyentuhkan lengannya yang masih menggendong Erza pada Inoe dan detik berikutnya mereka menghilang dalam kilatan kuning kemerahan.
Di sebuah kamar yang terlihat feminim dengan chat temboknya berwarna pink yang warna kasurnya juga senada, muncul kilatan kuning kemerahan bersamaan dengan itu muncil Naruto yang masih menggendong Erza dan juga Inoe.
Naruto membaringkan Erza di atas kasur milik Inoe dan mengelus surai merahnya pelan.
'' Mohon bantuannya, Inoe-chan,'' ucap Naruto dengan Nada memohon.
Inoe yang mendengar nada memohon dari sang majikan merasa tidak enak.
'' Serahkan saja padaku,'' balas Inoe dan mulai mengangkat kaosnya.
'' Terima-kasih,'' kemudian Naruto menghilang dengan cara seperti dia datang.
Naruto muncul bersama kilatan kuning kemerahan di ruang keluarga, tempat biasa seluruh keluarganya berkumpul.
Disana sudah menunggu anggota lainya yang nampak sedang serius dan ada yang ingin di bicarakan.
'' Naruto-sama, kami ingin bebicara sesuatu dengan Naruto-sama,'' ucap Ichigo saat Naruto telah duduk.
'' Huft, jangan terlalu formal. Dan bicarakan saja apa yang ingin di bicarakan,'' balas Naruto sambil menyandarkan bahunya pada sofa yang di dudukinya.
'' Baiklah, tapi tidak bisa. Begini Naruto-sama, kami ingin menjadi kuat agar kami dapat melindungi Naruto-sama dan juga kami tak rela kalau Naruto-sama sampai dihina karena kami terlalu lemah,'' Ichigo mulai mengutarakan maksudnya.
'' Ah, pasti gara-gara tadi pagi ya,? Sudahlah tak usah di fikirkan aku tak apa, kalian lemah ataupun kuat itu tak masalah bagiku kalian tetap keluargaku,'' ucap Naruto menghela nafas.
'' Tapi tidak untuk kami, Naruto-sama. Kami merasa tidak berguna dan merasa membebani Naruto-sama,'' ucap Ichigo masih membujuk Naruto.
'' Kalian tak membebaniku, tapi baiklah akan ku latih kalian tapi latihanku bukan latihan biasa, aku akan melatih kalian seperti saat Tou-san melatihku,'' Naruto akhirnya mengalah dan menyetujui permintaan dari anggota keluargannya.
'' Terimakasih Naruto-sama,'' Ichigo dan Oogami membungkukan badannya sedikit.
'' Ya,sam-,''
'' Eit, tunggu dulu kita belum selesei,'' Kyuubi tiba-tiba memotong ucapan Naruto.
'' Naruto-sama, kami ingin di rengkarnasikan menjadi Iblis agar memudahkan kami membantu Naruto-sama,'' Ucap Shinju dengan nada memohon.
'' Kalian, pikirkanlah baik-baik, aku tak ingin kalian menyesal nantinya,'' Naruto mengurut keningnya yang tiba-tiba menjadi pusing.
'' Kami telah memikirkan semuanya Naruto-nii san, dan tak akan menyesalinya,'' bukan Kyuubi ataupun Shinju yang menjawab, tapi Shanalah yang menjawab.
'' Huft, kau juga ikut-ikutan Shana-chan,? masa depanmu masih panjang dan juga setelah menjadi iblis kau tak akan bisa masuk surga nantinya,'' Naruto mencoba mengubah pemikiran Shana.
'' Aku tak peduli, Asal bisa bersama Oogami-nii dan juga,, Naruto-nii shana tak masalah,Shana rela walau harus masuk neraka. Keputusan kami sudah bulat, kami mohon Naruto-nii,'' Shana tetap bersi kukuh dan siap menerima apapun resikonya.
Naruto menengok kearah Oogami, tapi ia malah membuang muka seperti tidak peduli dan menyetujui permintaan adiknya.
'' Huft baiklah, kalian berbaringlang di atas karpet,'' pasrah Naruto dan menyuruh Kyuubi,Shinju dan Shana berbari di atas karpet ruang keluarga.
Mengambil set evil piece-nya dengan sihirnya dan kemudian Naruto membuka apa yang cocok untuk tiga gadis yang telah berbaring di depannya.
Bishop bereaksi pada tubuh Kyuubi dan Shinju, Knight bereaksi dengan shana.
Sudah di tentukan, Naruto mengambil dua Bishop dan satu sisa Knight dari set evil piece keduanya dan meletakan di atas perut Kyuubi, Shinju, dan Shana.
'' Dalam keluarga Luchifer Namikaze, aku Luchifer Namikaze Naruto merengkarnasikan kalian menjadi iblis dalam keluarga Luchifer Namikaze, setelah ini hiduplah kalian menjadi iblis dalam keluargaku,''
Naruto langsung merapal mantra perengkarnasian setelah menyimpan set Piecesnya yang belum terpakai.
Cahaya merah kehitama terang menguar dari tiga tubuh gadi di depan Naruto juga bidak yang di gunakan untuk merengkarnasikan.
Perlahan seluruh bidak masuk pada tubuh masing-masing gadis itu, sesaat kemudian bidak-bidak itu telah masuk kedalan masing-masing gadis di depan Naruto yang sekarang telah berubah menjadi iblis.
Kyuubi dan Shinju langsung duduk setelah ritual selesei, namun Shana masih tertidur karena perlu waktu menyesuikan diri.
Naruto mendekat kearah Shana dan mengalirkan kekuatannya agar Shana lebih cepat berubah menjadi Iblis.
Beberapa saat kemudian Shana bangkit dan duduk, keadaannya telah pulih seperti sedia kala.
'' Kalian telah aku ubah menjadi iblis, semoga kalian takan menyesal nantinya,'' ucap Naruto.
'' Tidak akan,'' jawab kompak ketiga gadis itu.
' Huft,'
Naruto hanya menghela nafas melihat tiga tingkah laku gadis muda di keluarganya itu.
' tap,tap,tap,'
terdengar langkah kaki dari lantai dua, dan beberapa saat kemudian muncul Inoe yang nampak kecapaian dan Erza yang nampak bugar dan lebih bersih dari sebelumnya. Erza memakai baju milik Inoe berwarna pink dan jins biru brao milik Inoe yang nampak pas di tubuh Erza.
'' Erza-chan,?'' Naruto bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Erza.
Erza nampak terpana melihat wajah tampan Naruto dan seburat merah muncul di pipinya mengingat pemuda tampan di depannya adalah kekasihnya.
'' Na-Naruto-kun,'' ucap pelan Erza seraya mengakat tanganya meraba wajah tampan Naruto.
'' Ya, ini aku. Tidak mengecewakan bukan,?'' goda Naruto.
Erza langsung memeluk Naruto erat.
'' Terimakasih,'' gumamnya pelan.
'' Untuk,?'' Naruto membalas pelukan Erza.
'' Untuk mataku yang telah sembuh, untuk mau menolongku dan untuk mau mencintaiku,'' jawab Erza pelan.
'' Sama-sama, terimakasih juga mau menjadi kekasihku,'' balas Naruto.
'' Naruto-sama / Naruto-kun, aku juga mau di peluk,!?'' triak cempreng dua gadis rubah yang baru di ubah menjadi iblis sukses menghancurkan momen romantis Naruto dan Erza.
'' Huh, kalian,'' kesal Naruto.
'' Erza-chan, perkenalkan anggota keluargaku yang lainnya. Inoe bidak Bishopku, Ichigo bidak Knight-ku, Oogami bidak pion-ku, Kyuubi dan Shinju bidak Bhishopku dan Shana bidak Knight-ku,'' Naruto memperkenalkan seluruh bidak keluarganya.
" Dan kalian, perkenalkan Erza Scarlet bidak Knight dan kekasihku," Naruto memperkenalkan Erza ke anggota yang lainnya dan di sambut lambaian tangan dan ucapan ' Salam kenal, selamat datang,'
" Nah, Erza-chan, masih ingat dia gadis yang akan aku penuhi janjiku,?" Tanya Naruto pada Erza dan di balas anggukan oleh Erza. " Mereka berdualah gadis itu," tunjuk Naruto kearah Kyuubi dan Shinju.
Erza melambai kearah Kyuubi dan Shinju dan di balas lambaian oleh mereka berdua.
" Lalu dua lainya.? " tanya Erza ingin tau.
" Belum waktunya ada yang tau, mereka semua juga belum tau." Jawab Naruto.
" Ok, kita keruang bawahtanah mencari senjata yang cocok buat kalian untuk membantu membangkitkan kekuatan terpandam kalian," ucap Naruto lalu berjalan kearah pintu di bawah tangga utama di ikuti anggota lainnya.
Membuka pintu dan terlihat di balik pintu itu ada tangga spiral yang menuju kebawah. Masuk dan menuruni tangga yang lumayan tinggi itu. Di akhir tangga, mereka langsung dihadapkan pintu gerbang terbuat dari perak yang kokoh.
Memilih diam para anggota keluarga Naruto hanya melihat apa yang di lakukan Naruto.
Membuka sihir pengunci pintu raksasa itu, dan pintu itu terbuka sendiri memperlihatkan bagian dalam yang gelap gulita.
Lampu-lampu mulai bersinar otomatis mengurut dari depan pintu sampai ujung ruangan.
Terpana, seluruh Peerage Naruto mengahumi apa yang ada di dalam ruangan. Hampir seluruh dinding di penuhi berbagai senjata tajam, mulai dari pisau lempar, pedang samurai, pedang besar, tombak, kampak. Sungguh sangat lengkap tempat penyimpanan senjata milik Naruto.
" Nah silahkan kalian pilih senjata yang kalian sukai, kecuali kau Erza-chan. Kau tidak boleh memegang senjata," ucap Naruto.
Kemudian mereka masuk kedalam ruangan itu dan mulai memilih senjata masing-masing, kecuali Erza yang tidak boleh pergi jauh darinya dan tidak boleh memegang senjata.
T.B.C
Hola, Author gaje datang lagi, disini Erza memiliki warna mata ungu Violet tak seperti aslinya yang Onix kyaknya. Disi Erza memiliki ciri-ciri seperti di Canon, bedanya tidak pake baju plat yang biasa di pakai dan warna matanya di ganti ungu Violet.
Maaf kalau ada kesalahan kata atau kalimat, karena di dunia ini nggak ada yang sempurna dan kesempurnaan itu hanya milik-NYA...
Ok sekian fic dari Samsul. See you in nex chap.
Peerage Naruto.
King : Luchifer Namikaze Naruto.
Queen 1 : Unknown
Bishop 1 : Orihime Inoe
Bishop 2 : Unknown
Knight 1 : Ichigo Kurosakhi
Knight 2 : Unknown
Rock 1 : Unknown
Rock 2 : Unknown
Pion 1 : Kalawaner ( 1 pion )
Pion 2 : Raynare ( 1 pion )
Pion 3 : Rey Oogami ( 6 pion )
.
Queen 2 : Unknown
Bishop 1 : Kyuubi
Bishop 2 : Shinju
Knight 1 : Erza Scarlet
Knight 2 : Shana
Rock 1 : Unknown
Rock 2 : Unknown
Pion : Unknown.
