Love or Death
Chapter 3: Rukia Hitsugaya or Rukia Kuchiki
Author : Aya-Kuchiki chan
Disclaimer : punya Ay lah, ga ko. Bleach masih punya om Tite.
Aku belum berhasil merebutnya dari Tite Kubo.
Pairing : IchiRuki, slight GinRan, HitsuHina dan masih banyak lagi. Hoho..
Ay memang author yang tidak bertanggung jawab. Hiks..
Bukan menyelesaikan fic yang udah ada, malah bikin fic baru. Gomen..!!
Lagi kepengen bikin fic mystery. Gatau kenapa?
Oiya, ini adalah ICHIGO'S ada POV lain, akan ada pemberitahuan !
Okkkkkk!! R&R ok!
Love or Death
Chapter 3: Rukia Hitsugaya or Rukia Kuchiki
Sepanjang pelajaran sejarah yang membahas tentang kemerdekaan bangsa-bangsa, aku tidak bisa mengalihkan pikiranku darinya, dan sesekali aku menatapnya. Dan dia membalas tatapanku seolah dia amat sangat menyesal harus duduk di sebelahku. Dan aku sangat terkejut saat melihat esssai yang ia tulis di bukunya,mencapai 4 halaman! Aku bahkan hanya mencapai tiga halaman. Baru kali ini ada yang bisa mengalahkanku dalam essai sejarah. Ochi sensei lalu berjalan ke arah kursiku, seperti biasa ia melihat hasil essaiku. Dan ia tersenyum seperti biasanya, dia lalu beralih pada esai Rukia dan aku bisa melihat dengan sangat jelas ekspresi wajahnya saat melihat essai Rukia, dia amat sangat terkejut.
"Ichigo Kurosaki, kau tidak membantu Hitsugaya san kan dalam mengerjakan essainya ? Kau harus membrerikan dia kesempatan dalam mengerjakan tugas-tugasnya sendiri di sini dengan baik."
"Tidak sensei, aku sama sekali tidak membantunya, dia mengerjakan essainya sendiri."
"Benar itu Hitsugaya san?"
Rukia hanya menangguk kecil sebagai jawabannya. Ochi sensei lalu kembali berkeliling seperti biasa. Aku kembali menatap Rukia, dan ia sama sekali tidak membalas tatapanku. Bahkan ia terkesan menghindar, dan sekalipun ia terlihat menyadari tatapanku, ia malah mebalas seolah tujuan hidupnya adalah membenciku seumur hidupnya. Dan aku Ichigo Kurosaki baru kali ini mengakui dengan segenap hati mencintai seorang wanita yaitu, Rukia Hitsugaya.
Pelajaran Sejarah telah selesai, hampir semua siswa telah keluar menuju kantin. Aku menunggu sampai Rukia keluar, aku langsung menghampiri Renji. Aku benar-benar kaget saat melihatnya. Wajahnya benar-benar pucat, sangat pucat. Belum pernah aku melihatnya sepucat ini. Saat mendapat nilai 3 di pelajaran biologi pun wajahnya tak sepucat ini.
"Renji, ada apa denganmu? Kenapa wajahmu pucat sekali?"
"Gadis itu…." ucapan Renji terpotong, dia membiarkan kalimatnya menggantung yang membuatku semakin penasaran.
"Gadis?? Maksudmu..?" aku semakin tidak mengerti perkataan Renji.
"Gadis yang bersama Ochi sensei, anak baru itu.."
"Maksudmu Rukia?"
"Ya, aku.., aku pernah melihatnya, tapi tidak, itu tidak mungkin, tidak mungkin dia.. Tidak.."
"Renji, apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti.." Aku sekarang benar-benar tidak mengerti sama sekali perkataan Renji.
"Kau tahu Ichigo, seharusnya dia sudah mati!!"
"Maaf, maksudmu?"
"Dia, gadis itu, gadis itu pasti Rukia!"
"Tentu saja, tadi Ochi sensei juga memberitahukan kita bahwa dia bernama Rukia, Rukia Hitsugaya."
"Bukan, dia bukan Rukia Hitsugaya, seharusnya namanya Rukia Kuchiki.!!"
"Renji kau gila kalau menganggap Rukia adalah karakter dalam buku itu!" aku langsung pergi meninggalkannya. Aku benar-benar tidak habis fikir bagaimana Renji mengganggap Rukia adalah Rukia dalam buku harian itu. Benar-benar tidak masuk akal.
Aku pergi ke kantin dan duduk bergabung dengan Karin dan Hisagi, pacarnya. Aku melihat ke sekeliling meja yang lain dan aku melihat, ya Rukia duduk di meja paling ujung bersama dengan seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang dugaanku adalah saudara dan saudarinya. Keduannya jmemiliki wajah yang amat rupawan. Lalu Yuzu datang dan mengambil tempat di sampingku dan memulai obrolan.
"Hey Karin, kau tahu gadis dan pria itu sekelas dengan ku pada pelajaran sastra." Ucap Yuzu sambil melirik ke arah pria dan gadis yang duduk di sebelah Rukia.
"Dan adiknya sekelas denganku dalam sejarah." Aku mengikuti pembicaraan Yuzu.
"Siapa nama mereka?" hanya Karin yang belum pernah sekelas dengan keluarga Hitsugaya tersebut.
"Rangiku dan Gin Hitsugaya, dan siapa nama adiknya Ichigo?"
Tapi aku tidak menjawab pertanyaan Yuzu, aku masih menatap Rukia, dan ia membalas tatapanku seolah dengan amat tidak meneyesal mengatakan aku amat sangat membencimu. Kedua saudaranya pun menatap ke arahku. Gin sepertinya tersenyum simpul saat melihatku, tetapi Rangiku malah menatapku seolah berbicara, jangan menatap kami seperti itu. Aku tersadar saat Yuzu memanggilku.
"Hey Ichigo siapa nama Hitsugaya termuda?"
"Rukia,Rukia Hitsugaya," tetapi mataku masih saja memandang Rukia, yang sekarang sudah berbalik membelakangiku.
"Ichi, kau menyukainya ya?" tanya Yuzu penuh dengan selidik.
"Kalu iya kenapa? Kalau tidak, kurasa itu urusanku, Yuzu," aku tidak ingin memberitahu siapapun dulu apalagi Yuzu, aku tidak ingin membuat Rukia semakin membenciku yang bahkan aku sendiri tidak tahu kenapa dia membenciku.
"Hey, itu bagus.!! Ku rasa kau cocok, amat sangat cocok dengan siapa kau bilang? Ah, yeah, dengan Rukia Hitsugaya," sudah kupastikan Yuzu pasti tidak akan tinggal diam.
"Sudahlah Yuzu, tidak usah berkata seperti itu. Ichigo berhak menentukan cintanya," Karin memang selalu bijaksana. Cantik dan baik hati, tidak heran Hisagi, kapten sepak bola Karakura School begitu tergila-gila padanya.
"Karin benar Yuzu, Ichigo pasti bisa menentukan pilihannya tanpa harus kau paksa," Hisagi pun membelaku.
"Ya, ya, kalian semua memang sama." Yuzu merasa tidak akan bisa memojokanku selama masih bersama Karin dan Hisagi.
"Omong-omong bagaimana denganmu Yuzu? Kau sendiri masih sendiri, kenapa kau tidak mencoba mengajak Gin Hitsugaya? Hehehe.."
Aku yakin gadis di samping Rukia, yang kuketahui dari Yuzu bernama Rangiku langsung membelalak dan ada ancaman kejam dalam matanya pada Hisagi saat Hisagi berkata pada Yuzu untuk mengajak Gin. Tapi itu hanya sepersekian detik karena saat ini semua seperti baik-baik saja dan sepertinya hanya aku yang menyadari tatapan Rangiku tadi. Rukia menatapku lalu kembali membelakangiku dan aku benar-benar yakin bahwa Rangiku menatap Hisagi dengan penuh ancaman dan kengerian yang amat sangat.
"Ichi, ada apa?" Karin sepertinya menyadari keherananku.
"Tidak, tidak ada apa-apa.", tapi aku yakin tatapan Rangiku tadi benar-benar serius, begitu penuh ancaman.
To be continue
Ay mau ngucapin terima kasih buat yang dah ngripiu fic ini. Itu bikin Ay semangat wat nerusin fic ini.. Arigato..
Buat meyRuna, chap ini masih pendek ya?? Gomen, Ay masih lum bisa ngasih chap yang panjang. Rukia tunawicara? Maksudnya Rukia Kuchiki atau Rukia Hitsugaya??Di chap selanjutnya aka nada penjelasan ko.*ditabok gara-gara sok misterius*
Ichirukiluna gituloh, Hehe.. Ay juga sebenarnya rada ga rela Inoe jadi sodaranya Ichi, tapi Ay pengen sekali-kali jadiin Inoe orang yang baik. Hehe..
Ho_oh, itu diary nya Rukia Kuchiki mss Dhyta.. Ehm.. Rukia Kuchiki ama Rukia Htsugaya satu orang?? Itu masih rahasia..*lagi-lagi ditabok gara-gara sok misterius*
Zabaku_soza 29.. Mas, ko ente tau sih ane dapet inspirasi Rukia Hitsugaya dari pribadi ane??*digampar Rukia FC*
Iya Aizawa Ayumu, nanti akan Ay jelasin kenapa Rukia bisa ditawan ama damyo Shiba.. Rukia Kuchiki emang tunawicara di fic ini.*disambit Rukia FC*
Ok, ripiu terus ya fic ini..
Terima kasih
