Chapter 3: The Problem
One Way Love
WARNING! GS for uke! Alur kecepetan TYPOS everywhere, gak sesuai EYD.
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Oh Sehun.
Akan bertambah sesuai jalannya alur.
Sebagai manusia saya tidak luput dari kesalahan. Jadi mohon maaf yii kalo ada salah-salah penulisan yang bikin kalian bingung.
.
.
Lets check this out!
.
.
.
Happy Reading~
Malam ini sesuai yang dijanjikan Chanyeol, ia sedang menunggu Kyungsoo di dalam mobilnya. Sesekali memeriksa arlojinya karena ia sudah menunggu gadis itu lebih dari 15menit. Sudah berkali-kali ia menghubungi ponsel Kyungsoo tapi tidak dijawab. Beberapa menit kemudian seseorang mengetuk kaca mobilnya. Ternyata itu Kyungsoo.
"yah mengapa kau lama sekali?" omel Chanyeol.
"mian aku tadi habis membereskan sesuatu. Kajja lebih baik kita pergi sekarang sebelum terlalu larut."
Chanyeol pun mengangguk. Diam-diam Kyungsoo menghela nafas pelan tanpa disadari Chanyeol. Selama perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka. Chanyeol yang sibuk menyetir dan Kyungsoo yang sibuk melamunkan sesuatu –lebih tepatnya seseorang—
"kita sampai." Jawab Chanyeol membuyarkan lamunan Kyungsoo.
"a-ah..ne? baiklah sebaiknya kita turun."
"kau sakit chagi? Mengapa daritadi kau diam saja? Atau kau sedang memikirkan sesuatu?"
Kyungsoo yang ditanya seperti itu langsung gelagapan karena Chanyeol menyadari gerak geriknya. "aku tidak apa-apa Yeol." Jawab Kyungsoo meyakinkan sambil menatap Chanyeol."
"Chanyeol mengangguk. Baiklah sebaiknya kita turun sekarang." Ujar Chanyeol. Ia pun keluar dari mobilnya diikuti oleh Kyungsoo. Setelah itu mereka jalan beriringan sambil menautkan tangan mereka.
Ternyata Chanyeol Membawa Kyungsoo ke Cheonggyecheon Stream, yaitu tempat yang paling romantis untuk melamar seseorang yang kita cintai. Pemandangan disana sangat indah, bisa kalian mulai membayangkan dari pemandangan malam Seoul dan juga sungai yang mengalir disekitarnya, lampu-lampu yang menerangi sekitar Cheonggyecheon Stream yang berkerlap kelip, dan jangan lupakan tidak ada orang disana kecuali Chanyeol dan Kyungsoo. Chanyeol sengaja menyewa tempat tersebut hanya untuk dia berdua bersama Kyungsoo.
"C-chanyeol-ah.." panggil Kyungsoo lirih.
"heum? Apa kau suka?" tanya Chanyeol dengan muka bahagia."
"y-yah aku m-menyukainya." Jawab Kyungsoo sedikit gugup. Bagaimana ini? Bagaimana jika Chanyeol tau kalau aku menjalin hubungan dengan Kai?
"—Soo? Kyungso?" panggil Chanyeol sambil menatap wajah gugup Kyungsoo.
"a-ah ne?"
"kau oke? Kalau kau tidak suka kita bisa segera pulang."
"ani Chanyeol, aku menyukainya." Jawab Kyungsoo sambil memaksakan senyumnya.
"Chanyeolpun mengangguk. Lalu ia berjalan ke belakang tubuh Kyungsoo, ia mengambil sebuah benda dari saku celananya. Kyungsoo merasa ada sesuatu dingin diarea lehernya. Ia menyentuh benda tersebut yang ternyata adalah sebuah kalung perak indah yang berinisial 'C&K'.
"Chan—"
Tiba-tiba Chanyeol memeluk Kyungsoo dari belakang. Kyungsoo hanya diam sambil menatap pemandangan dengan wajah datar.
"aku mencintaimu Soo." Ucap Chanyeol lirih. Ya Chanyeol memang mencintai –sangat mencintai Kyungsoo—lalu bagaimana dengan Kyungsoo?
Jawabannya tidak. Kyungsoo tidak –atau sudah tidak—mencintai Chanyeol, karena memang ia sorang playgirl. Kekasih Kyungsoo banyak, bahkan sampai sekarang pun saat ia berpacaran dengan kingka SMSHS –Park Chanyeol—ia selingkuh dengan sahabat Chanyeol sendiri –Kim Jongin—
"aku tau, nado Yeol."
.
.
One Way Love
Baekhyun sedang menikmati makan malam seorang diri. Kemana orang tuanya? Orang tuanya berada di Amsterdam untuk mengurusi bisnisnya. Orang tua Baekhyun adalah worka holic. Mereka hanya pulang sebulan 2kali untuk melihat keadaan putri tunggal mereka.
Tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan panggilan masuk. Sebuah nomor tidak dikenal tertera pada layar ponsel milik Baekhyun. Ia mengerutkan keningnya bingung, lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Yeobseyo?"
"..."
"ne nuguya?"
"..."
"Mwo? Jinjja? Sehunnie? Kapan kau kembali dari Amerika eoh? Aku merindukanmu."
"..."
"ahh begitu, baiklah. Lalu ada apa kau menghubungiku eoh? Dan darimana kau mendapatkan nomor ponselku?"
"..."
"ish percaya diri sekali kau. ne, kebetulan aku tidak kemana-mana besok. Kalau begitu kau sms saja alamat dimana kita akan bertemu besok."
"..."
"heum. Bye Sehun-ah."
setelah mendapat telpon, Baekhyun tersenyum. Barusan yang menelponnya adalah Sehun –Oh Sehun—sahabatnya sejak Baekhyun duduk di bangku sekolah dasar. Sehun dan Baekhyun berbeda 2 tahun. Sewaktu Sehun lulus sekolah dasar dan Baekhyun kelas 2 junior high school, Sehun pindah ke Amerika karena orang tuanya mengurus perusahan disana. Dan sekarang Sehun kembali ke Seoul untuk melanjutkan sekolahnya.
Dan besok –hari minggu—Sehun mengajak Baekhyun bertemu di sebuah tempat. Itulah yang membuat Baekhyun tidak bisa berhenti mengembangkan senyumannya. Lalu ia segera beranjak dan berjalan ke arah kamarnya dilantai 2. Sampai kamar ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur queen size nya dan memejamkan mata. 'aku sangat merindukanmu Sehun-ah.' Tak lama Baekhyun pun terlelap.
.
.
One Way Love
Seorang namja tampan yang memiliki kulit milky skin, hidung mancung, tinggi diatas rata-rata, garis rahang yang tegas, mata yang tajam dan wajah yang sangat datar. Dia –Oh Sehun—namja yang barusan menghubungi Baekhyun, sahabat –atau orang yang dicintainya—dari dulu sampai sekarang. Ia tersenyum kecil mengingat percakapan pertamanya dengan baekhyun setelah 3tahun menghilang dari yeoja mungil tersebut.
Flashback
"yah kkamjong, berikan aku nomor Baekhyun nooona jebal." Ujar namja datar –Sehun—kepada Kai dari line telponnya.
"memang apa urusanku harus memberimu nomor Baekhyun noona? Ia sudah memiliki kekasih Sehunna. Sebaiknya kau jangan mengganggu mereka."
"aku sahabatnya Kai. Aku tak peduli ia Baekhyun noona sudah memiliki kekasih atau belum. Aku sudah mengenalnya lebih dulu. Sekarang berikan aku nomor ponselnya." Ucap Sehun datar.
Kai pun memberikan nomor ponsel Baekhyun dengan malas. Hanya Kai yang dapat mengerti ice prince yang satu ini. Karena mereka berdua bersaudara –sepupu—. Setelah mendapatkan nomor ponsel Baekhyun, Sehun segera memutuskan sambungannya dengan Kai, lalu dengan segera menghubungi Baekhyun.
Sehun pov
"Yeobseyo?"
'Deg! Suara ini.. benarkah Baekhyun noona? Orang yang sangat aku rindukan selama 3tahun ini.'
"n..noona?"
"ne nuguya?"
'mwo? Apa Baekhyun lupa padaku? Ah tidak mungkin. Mungkin saja ia sudah lama tidak mendengar suaraku karena pasti suaraku sudah berubah. Ya pasti begitu.'
"ini Sehun noona, apa noona mengingatku?"
"Mwo? Jinjja? Sehunnie? Kapan kau kembali dari Amerika eoh? Aku merindukanmu."
'ah benarkan ia masih mengingatku. Akupun tersenyum kecil.'
"ne noona. aku juga merindukanmu. Ah aku baru kembali dua hari yang lalu."
"ahh begitu, baiklah. Lalu ada apa kau menghubungiku eoh? Dan darimana kau mendapatkan nomor ponselku?"
'dia tidak berubah. Masih sama seperti dulu, cerewet dan banyak tanya. Kkk.'
"aku ingin mengajakmu bertemu noona, apa kau ada waktu besok sore? Apa yang tidak bisa Oh Sehun dapatkan hm? "
"ish percaya diri sekali kau. ne, kebetulan aku tidak kemana-mana besok. Kalau begitu kau sms saja alamat dimana kita akan bertemu besok."
'aku senang menggodanya, pasti mukannya sedang cemberut –walau tetap imut—diseberang sana.'
"hahaha. Baiklah akan aku beritahu dimana besok kita bertemu.
"heum. Bye Sehun-ah."
"bye noona."
Aku pun menutup sambunganku kepada Baekhyun. Aku tersenyum kecil membayangkan pertemuan kami besok. Ku lihat jam di dinding rumahku, masih jam 8. Kenapa waktu begitu lambat? Oh ayolah aku sudah sangat merindukan Baekhyun noonaku. Ku pejamkan mataku, lama-lama aku tertidur kebawah alam mimpi yang indah.
Sehun pov end
Minggu pagi, seorang yeoja mungil masih setia bergelung di balik selimut tebalnya. Ini masih pukul 07.00 tetapi ada yang mengusik tidurnya. Ponselnya terus bergetar sejak 5menit yang lalu. Yeoja tersebut –Baekhyun—akhirnya mengambil ponselnya di meja samping tempat tidurnya. Ia mengangkat telpon tanpa membuka matanya.
"yeobse—"
"apakah kau masih tidur? Mengapa lama sekali menganggkat telpon dariku?" seseorang berbicara sedikit kesal karena sudah berkali-kali menghubungi Baekhyun tetapi tidak di jawab.
Baekhyun mengernyit. Iapun melihat layar ponselnya. Matanya membulat sempurna saat tau siapa yang menghubunginya pagi-pagi seperti ini. "C-chanyeol? Ah mianhae aku baru saja bangun." Jawab Baekhyun lirih. "ada apa menghubungiku pagi-pagi heum? Tidak biasanya."
Chanyeol menghela nafas. "tidak apa-apa. Aku ingin berkunjung ke rumah mu tak apa? Sekalian aku bawakan sarapan jika kau mau."
Baekhyun tersenyum. "ne, kau bisa kesini dan membawakan ku sarapan Yeol. Kalau begitu aku akan bersiap selagi menunggumu sampai disini."
"baiklah, 15menit lagi aku akan sampai."
"arraseo." Piiip. Sambungan terputus. Baekhyun meletakkan ponselnya di meja lalu segera bergegas mandi dan membereskan kamarnya. Baekhyun sebenarnya agak pemalas, tetapi ia cinta kerapihan. Setelah selesai semua ia segera menunggu Chanyeol di ruang tamu.
Tak lama sebuah mobil sport merah memasuki pekarangan rumah Baekhyun. Pemilik mobil tersebuut –Chanyeol—langsung memarkirkan mobilnya di garasi lalu segera masuk ke dalam. Ia disambut beberapa maid yang berpapasan oleh Chanyeol. Chanyeol mengedarkan pandangannya ke ruang tengah dan mnemukan sosok mungil bersurai dark brown sedang memainkan ponselnya. Ia segera menghampiri yeoja-nya.
"sudah menunggu lama?"
Baekhyun menoleh lalu menggeleng sambil tersenyum mananis, "tidak juga. Aku baru duduk disini beberapa menit yang lalu."
Deg! Chanyeol terpaku ditempatnya.
'kenapa senyumnya begitu manis? Kenapa aku baru menyadarinya? Eyesmile yang sempurna, kulit yang putih tanpa polesan make up apapun, oh dan jangan lupakan bibir merah cherry yang alami—tunggu apa yang kau pikirkan Park Chanyeol? Kau hanya mempermainkan dia. Dan ingat! Kau sudah punya kyungsoo.'
"-Yeol? Chanyeol-ah?" panggil Baekyun lembut sambil mengibaskan tangan kanannya di depan wajah Chanyeol.
Chanyeolpun tersadar. "u-uhm ya Baek?"
"kau baik-baik saja? Apa kau sedang sakit?"
Chanyeol menggeleng "tidak Baek—aku baik-baik saja." Jawab Chanyeol sambil tersenyum. "sebaiknya kau sarapan dulu." Ujar Chanyeol sambil memberikan makanan yang ia beli tadi.
"baiklah." Baekhyun mulai membuka makanan tersebut dan memakannya. "kau tidak makan?" tanyanya sambil menoleh ke arah Chanyeol.
"tidak, aku sudah makan tadi."
Baekhyun hanya mengangguk. Iapun meneruskan makannya, tanpa sadar Chanyeol terus memandang wajah cantik Baekhyun.
'dia cantik. Walaupun tidak menggunakan make up. Wajahnya lebih pantas tidak dipoles make up karena cantiknya alami. Tuhan ada apa dengan jantungku? Aku tidak mungkin menyukai gadis kampung ini kan? Hah seandainya saja Kyungsoo tidak memberikan dare untuk menjadikan gadis ini pacarku selama 2bulan, aku tidak akan mau. Tapi mengapa perasaanku menjadi seperti ini? Tidak, tidak mung—'
Drrtt drrtt
Ponsel Chanyeol bergetar. Iapun tersadar dari lamunannya, ia mengecek nama yang tertera di layar ponselnya. –Kyungsoo—batinnya. Chanyeol melirik Baekhyun yang sedang makan. Ia membalas pesan dari Kyungsoo.
Seempat beberapa kali mereka –Chanyeol Kyungsoo—bertukar pesan akhirnya setelah Chanyeol memastikan tidak ada balasan ia meletakkan ponselnya di meja.
"Baek aku ke kamar mandi sebentar." Iapun meletakan ponselnya di meja dan bergegas ke kamar mandi.
Baekhyun melihat punggung Chanyeol yang menjauh dan melanjukan makannya yang hampir habis. Sat ingin menyuapkan makan ke mulutnya, ponsel Chanyeol bergetar, menampilkan nama Kyungsoo dilayar ponselnya. Baekhyun mengerutkan keningnya. 'ada hubungan apa Kyungsoo dan Chanyeol?' begitulah pikirannya. Akhirnya setelah berpikir dan memeriksa apakah Chanyeol sudah kembali, Baekhyun mengecek pesan dari Kyungsoo.
Seketika tubuhnya menegang, mata sipitnya membulat sempurna membaca isi pesan tersebut.
Isi pesannya adalah
'aku juga merindukan sentuhanmu chagi. Setelah kau mengunjungi si Byun itu segeralah ke apartemnku.'
"apa yang kau lakukan?!"
.
.
TBC
Lohaa gimana chapter ini? Saya ngetik seharian dan mencari inspirasi sangatlah membuat otak saya ngebul dan mampet /slapped/ ada yang penasarankan sama next chaptnya? Ngegantung gak? Hoho.
Balasan Review
.108: Chan memang jahat hix. Nah kalo itu aku gak bisa kasih jawabannya. Keep reading ya~^^
Nenehcabill: aduh jangan gitu dong, kris milik aku /loh/ nah kalo itu aku gak bisa kasih jawabannya. Pokoknya keep reading ajadeh. Makasih~^^
exindira: rahasia dums, keep reading aja ya! Memang mau dibuat kayak gitu kok hoho~
TrinCloudSparkyu: karena menjadikan kyungsoo sbg pho itu enak /TIDAK. Jangan jambak kyungsoo nanti kji kesepian/? Pasti. Kita bikin yeol mengemis cinta ke baek hoho. Mereka aku masukin kok, tunggu aja satu per satu exocouples muncul tapi gak semua ya hehe. Ini sudah lanjut. Makasih~^^
:kok jadi author yg ditabok ( oke ini sudah dilanjut yii~
sayakanoicinoe: sudah dilanjut
septhaca: sama aku juga, sok ganteng/? Eh iya ya? Iya masih sma. Oke maaf author terlalu pusing memikirkan jalan cinta Chanbaek/?-_-
oke segitu aja cuap-cuap dari author amatian-_- oiya izin hiatus ya mau ukk soalnya huftt. Tapi author usahain bakal update kilat karna author sendiri udah greget sama ini jalan cerita-_- nah makasih juga yang udah ngefollow sama fav ff gajelas ini yuhuuu—buat SIDERS tulung tobat ya. Karna aku butuh kritik/saran kalian loh hehe.
sekali lagi. Mind to review?
XOXOVERDOSE
