Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

SUCKSEED © GTH (Thailand Movie)

Warning : OOC, Typo bertebaran, EYD parah, cerita GaJe, dll.

KEMUNGKINAN ALUR DI FILM DAN DI FICT LUMAYAN BERBEDA, KARENA ADA PERCAKAPAN YANG SAYA TAMBAHKAN

Lagu dan cerita akan di sesuaikan dengan alur cerita yang saya buat

Dont like? Up to you! XP

My First FanFiction

Happy Reading

.

.

.

.

.

6 tahun kemudian,

Lapangan Midoriyama Gakuen.

Terlihat seorang pemuda–tampan namun polos–berambut raven sedang menikmati alunan musik dan lagu Band yang sedang tampil di atas panggung. Sebut saja namanya Sasuke. Ya, Uchiha Sasuke. 6 tahun sudah berlalu sejak Sakura meninggalkan Tokyo. Sesekali, jika pemuda ini teringat akan sosok Sakura, biasanya dia akan memainkan lagu yang diberikan Sakura kepadanya. Sungguh malang nasibmu, pemuda tampan.

.

.

.

.

.

SUCKSEED! NARUTO VERSION

© AZUKA-NYAN

RATE T

GENRE : ROMANCE, FRIENDSHIP

.

.

.

.

.

Pemuda itu melirik jam tangannya. Jam 9 malam. Sebentar lagi acara reuni para senior akan selesai. Sudah waktunya untuk pulang.

"Sasuke!" Seorang pemuda berambut kuning jabrik tiba-tiba memanggilnya kemudian mendekat. "Sial! Apa kau tau? Aku sudah cari yang manis-manis, tapi tetap saja tak ku temukan!" Gerutunya kesal.

"Apa kau sudah memeriksanya di depan gerbang sekolah?"

"Sudah, kenapa sekarang cewek –cewek manis berkurang ya?" Tanyanya bodoh.

Sasuke tidak menjawab pertanyaan pemuda berambut kuning jabrik tersebut. Pandangan matanya lurus ke depan memperhatikan seseorang yang berada di atas panggung tersebut. Ya, orang yang mirip dengan pemuda berambut kuning jabrik di sampingnya.

Naruto pun mengikuti arah pandangan mata Sasuke. Kemudian, wajahnya berubah menjadi lebih kesal. Kenapa? Karena saudara kembarnya yang kita ketahui bernama Namikaze Menma sedang bermain gitar di atas panggung dengan kerennya. Para penonton –terutama para perempuan– hanya bisa menjerit-jerit meneriakkan nama Menma.

JREEENNG!

Suara gitar Menma yang terkesan Rock itu pun mengakhiri lagu yang telah dibawakan para senior di atas panggung.

"Terimakasih untuk menyaksikan kami disini!" Ucap vokalis Band tersebut. "Dan terimakasih juga untuk Menma yang telah membantu kami selama ini. Ayo berikan tepuk tangan yang meriah untuknya!"

PROK! PROK! PROK! PROK!

Namikaze Menma hanya tersenyum karena mendapat tepuk tangan yang meriah dari penonton.

"Huh!" Naruto mendengus kesal lalu pergi menjauh dari sisi panggung. "Ayo cepat kita pergi! Aku ingin pulang!"

Sasuke hanya diam dan mengikuti sahabatnya dari belakang.

"Kau tau?" Naruto membuka pembicaraan. "Aku juga bisa memainkan gitar seperti itu!"

Sasuke hanya tersenyum mendengarnya. "Ya, aku tau itu."

Kemudian, pandangan Naruto pun menangkap seseorang.

"Hei! Hei! Sasuke!" Ucap Naruto antusias.

Sasuke menoleh kearahnya.

"Sepertinya aku melihat perempuan cantik!"

"Mana?"

"Itu!" Naruto menunjuk kearah perempuan tersebut. "Yang rambutnya warna Pink sebahu tersebut!"

Sasuke mencoba mencari sosok yang di maksud Naruto. "Mana? Aku tidak melihatnya."

"Kau memang tidak peka terhadap perempuan ya, Sasuke." Naruto hanya bisa pasrah menghadapi sahabatnya ini.

Sasuke terdiam.

Rambut Pink? Kami-sama, sepertinya aku pernah melihat perempuan berambut seperti itu.

.

.

.

.

.

Kelas 3-1

"Yeah! Sudah ku katakan aku menang, bukan! Huahahahahaha!" Ucap seorang pemuda berambut kuning jabrik sambil tertawa lantang karena kemenangannya bermain kartu Yu-Gi-Oh.

"Ayo cepat, berikan kepala kalian!" Perintahnya.

Sasuke dan pemuda berambut aneh yang kita ketahui bernama Rock Lee pun menuruti perintah Naruto dengan pasrah.

Dan satu jitakan mulus nan keras pun mendarat di kepala mereka masing-masing.

"Masih mau lanjut?" Tawar Naruto –Master of Card–

Sasuke dan Rock Lee pun masih berpikir.

Haruskah mereka melanjutkan permainan gila ini?

"Hei, semuanya!" Seorang pemuda berambut cokelat panjang tiba-tiba berucap lantang. "Aku dengar, ada murid baru di kelas sebelah loh! Uniknya lagi, dia masuk pda saat semester kedua dimulai, padahal kan sebentar lagi lulus."

"Neji, kau ternyata masih suka menggosip ya." Ucap Naruto sambil terus memainkan kartu tersebut.

"Hee~" Neji mendekati Naruto kemudian merangkulnya. "Bagaimana kalau kita kelapangan sekolah sebentar."

"Tidak."

"Ayolah, sebentar saja. Lagi pula apa gunanya kalian main kartu."

"Kau tidak tau? Bermain kartu adalah trend masa kini!"

"Ayolah," Neji kembali berucap. "Aku yakin, saat melihatnya kau akan terkejut."

Naruto pun berpikir sebentar.

"Baiklah, aku akan mengikutimu." Ucap Naruto. "Tetapi awas! Jika aku tidak terkejut, aku akan melemparimu dengan kertas seperti 6 tahun lalu."

Neji tersenyum.

Sasuke hanya melongo diam karena tidak mengerti apa yang dibicarakan kedua pemuda berbeda jenis rambut tersebut.

.

.

.

.

.

"Nah, itu orangnya." Tunjuk Neji kearah perempuan berambut Pink Ponytail tersebut. "Sebentar, akan ku panggilkan."

Kemudian Neji mendekati perempuan tersebut yang memang sedang membelakangi mereka.

Neji pun menepuk bahu perempuan tersebut yang sukses membuatnya menoleh kearah Neji.

Lalu, Neji menunjuk kearah Naruto dan Sasuke.

"Woah! Itu kan perempuan yang tadi malam!" Ucap Naruto kaget.

Perempuan itu mendekat kearah mereka berdua.

Sasuke terdiam kaget. Matanya terbelalak tak percaya. Apa benar yang ada di hadapannya sekarang ini adalah...

"Sa–sakura..."

...Perempuan yang selama 6 tahun ini ditunggunya?

"Sasuke Uchiha?" Perempuan itu semakin mendekat kearah mereka berdua lalu tersenyum manis. "Sasuke-kun, bukan?!"

Sasuke tersenyum senang.

Sepertinya, takdir telah mempertemukan mereka kembali.

"Wah! Kau masih mengingatnya?" Neji kagum melihat Sakura.

Sakura mengangguk mantap.

"Kalau yang ini?" Neji menunjuk kearah Naruto.

Naruto tersenyum.

Sakura berpikir sejenak, mencoba mengingat-ingat sosok pemuda kuning jabrik di hadapannya.

"Ooh! Aku ingat!" Sakura berucap. "Kau yang bermain gitar di acara kemarin malam itu 'kan? Ada apa dengan rambutmu? Apa kau mengecatnya menjadi warna kuning?"

DUENG!

Senyuman manis Naruto luntur seketika.

"Hahahaha!" Neji tertawa. "Bukan, yang menjadi gitarist malam itu adalah Namikaze Menma. Sekarang, yang dihadapanmu ini adalah saudara kembarnya, Namikaze Naruto."

Sakura terlihat bingung. Terlihat dari wajahnya dia sedang mencoba mengingat-ingat sesuatu.

Menyadari wajah Sakura yang terlihat bingung, Neji angkat bicara.

"Dia adalah orang yang pernah aku ejek bahwa dia menyukaimu."

DUENG!

"Sial!" Naruto pun menutup mulut Neji yang terkesan blak-blakan tersebut.

"Ooh," Sakura pun mengingatnya dan tersenyum. "Aku ingat sekarang. Naruto-kun, bukan?"

Naruto tersenyum malu.

KRIIIIINNNGGGG!

"Wah, seperti jam pertama sudah hendak dimulai. Aku ke kelas dulu ya, Bye bye." Sakura pun melambaikan tanganya.

"Bye." Naruto membalas lambaian tangannya.

"Bagaimana?" Ucap Neji.

"Kerja bagus, Neji." Naruto merangkul Neji.

Tanpa diketahui oleh dua manusia tampan tersebut, Uchiha Sasuke masih tersenyum manis melihat Sakura walaupun Sakura sudah pergi jauh menuju kelasnya.

Kami-sama, dia lebih cantik dari yang aku bayangkan selama ini.

.

.

.

.

.

Kelas 3-1

BRAAK!

"Whoooa!" Sasuke terkejut karena olah Naruto yang seenaknya memukul papan tulis hanya untuk mengagetkannya yang sedang menghapus bersih coretan-coretan di papan tersebut.

"Aku sudah memikirkan ini!" Ucap Naruto antusias. "Ayo kita bikin Band~!" Tambahnya dengan cengiran manis.

Sasuke sweatdroop. "Bagaimana dengan kartu?"

"Ayolah, sekarang kartu tidak trend lagi!"

Sasuke pun melanjutkan tugasnya yang membersihkan papan tulis tersebut. "Memangnya kau tidak sadar sudah berapa kali kita berganti pengalaman?"

Naruto pun mencoba mengingat-ingat masa lalu yang sudah lama tersebut.

.

.

Pengalaman pertama: Yoyo.

"Kita akan bermain yoyo, Sasuke!" Ucap Naruto semangat kemudia memberikan yoyo di tangan Sasuke.

Naruto memutar-mutar mainan tersebut.

BUUKK!

Sekali lagi.

BUUUKK!

Sekali lagi.

BUUUUKKK!

Dan sekali lagi.

BUUUAAAKK!

"Huh!" Naruto melemparkan yoyo tersebut. "Sekarang jaman yoyo telah berakhir!"

.

.

Pengalaman kedua: RollerBlade.

"Yo, Sasuke! Sekarang jamannya RollerBlade is coming!"

Naruto pun berjalan perlahan.

BRUUK!

Sekali lagi.

BRUUUKKK!

Sekali lagi.

BRRRUUKK!

Dan sekali lagi.

BRRRUUAAKKK!

"Jaman RollerBlade is gone now!"

.

.

Pengalaman ketiga: Dance Floor, Pump it Up!

"Sekarang jamannya Dance, Sasuke! Let's Dance!" Ucap Naruto sambil mengacungkan jempolnya.

Naruto dan Sasuke pun mulai bermain.

"Injak yang itu!"

"Aduh!"

"Hei! Kau menginjak tanganku!"

"Injak yang kuat!"

"Yeaahhh!"

Dan entah mengapa, pengunjung yang biasanya ramai saat itu menjadi sunyi senyap.

.

.

.

.

.

"Nah! Ini pick gitarku!" Ucap Naruto pada Sasuke. Tetapi Sasuke tidak mengubrisnya dan memilih untuk melanjutkan membaca komik yang dia bawa.

"Sasuke!" Seru Naruto.

Sasuke menoleh.

"Sepertinya kau harus bermain bass."

Sasuke kembali menoleh ke arah komiknya.

"Kau tau?" Rayu Naruto. "Banyak perempuan yang mencari pacar pemain bass loh."

Sasuke menoleh kembali.

Ternyata rencana Naruto untuk membuat Sasuke ikut dalam Band nya behasil.

.

.

.

.

.

"Kau lihat orang bermain basket yang berambut merah darah di sana?" Ucap Naruto sambil menunjuk orang yang dimaksud.

Sasuke menoleh.

"Dia, akan menjadi pemain drummer di Band kita!"

Pemuda berambut merah darah itu bermain basket dengan kerennya.

"Namanya," Tambah Naruto. "Sabaku Gaara!"

Gaara kemudian men-drible bola.

"Lihat! Cara dia men-drible bola basket tersebut memang lihai!"

Sasuke masih tetap membaca komik miliknya.

"Lihatlah!" Naruto membuat Sasuke kaget. "Saat kakinya melompat, terdengar seperti DUP DUP!"

Dan entah darimana terdengar suara Drum yang seperti Naruto ucapkan.

Sasuke mengalihkan pandangannya ke Gaara.

"Lihat! Tangannya saat melempar bola!" Naruto kembali berucap heboh.

Gaara pun men-shoot bola ke ring. Tentu saja bola tersebut masuk. Kemudian Gaara melakukan tos dengan temannya.

"Saat dia tos seperti itu, terdengar seperti PAK PAK!"

Suara Drum pun terdengar lagi seperti yang Naruto ucapkan.

Gaara pun masih tetap bermain basket.

"Whooa! Coba lihat!" Naruto semakin heboh.

Sasuke kagum melihat Gaara bermain dengan lincah.

Entah dari mana, terlihat dua orang siswa membawakan kursi lalu meletakkannya dengan radius satu meter dari ring.

Gaara pun naik ke atas kursi tersebut dan siap untuk melakukan SLAM DUNK!

"Dia akan melakukan Slam Dunk!" Naruto semakin menjadi-jadi.

DEG!

DEG!

DEG!

BRUUUAAKKK!

"JIIAAH!"

"JIIAAH!"

"JIIAAH!"

Hening.

Bisa dipastikan, sang Ace of BasketBall jatuh indah karena letak kursi yang terlalu jauh dari ring sehingga saat dia meloncat untuk memasukkan bola ke ring gagal total.

Mari kita percepat adegan awkward ini.

.

.

.

.

.

.

UKS Midoriyama Gakuen.

"AAAAARRRGGGHH! Tanganku! Oh! Tanganku~!" Jerit seorang pemuda tampan berambut merah darah tersebut.

"Anu, Naruto," Sasuke berucap. "Sepertinya kita tidak dapat latihan. Kau lihat sendiri kan?"

"Se–sepertinya sudah terlambat."

"Tes Tes, 1 2 3!" Ucap seorang pemuda berambut cokelat panjang dengan mikrofon. "Yap! Perhatian semuanya, hari Minggu jam 2 siang nanti, di Tokyo Mall ada sebuah pertunjukkan Band dari sekolah kita! Band tersebut bernama NARU AND FRIENDS! Anggotanya adalah Namikaze Naruto dari kelas 3-1 akan menjadi vokalis dan gitaris, Uchiha Sasuke dari kelas 3-1 akan menjadi bassist, dan Sabaku Gaara dari kelas 3-3 akan menjadi drummer. Saksikan dan nikmatilah pertunjukannya! Terimakasih." Dengan suara yang terdengar antusias.

"AAARRRGGGHH~! Tanganku~"

"Ahahaha," Naruto tertawa hambar. "Kita tidak boleh mengecewakan fans kita."

.

.

.

.

.

Konoha Band Sudio.

Ruang 17.

JRREEENNNGG

"Tes tes tes! halo halo halo." Terlihat seorang pemuda berambut jabrik sedang mencoba mikrofon dihadapannya.

"Waktu kalian hanya 1 jam, mengerti?" Ucap petugas Studio tersebut.

Naruto mengacungkan jempolnya yang berarti paham.

"Kalian sudah siap?" Ucap Naruto.

Gaara mengangguk sambil merapikan Gips di tangan kanannya.

"Anu, Naruto," Sasuke memanggil sahabatnya tersebut. "Bagaimana cara memainkan ini?"

"Oh, bass itu Cuma di petik begini saja kok." Ucap Naruto memberi petunjuk. "Seperti ini. Mengerti?"

Sasuke mengangguk paham.

"Siap?" Naruto berucap lagi.

Kedua temannya mengangguk.

"NARU AND FRIENDS! Tu, wa, tu, wa, ga, pat! Aaaaaaaaaaaaaaa!"

Naruto berteriak histeris sambil terus memainkan gitar dengan sembarangan. Yang anehnya lagi, walaupun tangan Gaara sedang di Gips, dia masih bisa memainkan drum dengan bersemangat. Aneh sekali bukan? Beda dengan Sasuke. Dia hanya sweatdroop melihat kedua temannya seperti orang kerasukan setan. Apa perlu dia membawa biksu untuk menyembuhkankan teman-temannya ini?

"STOP!" Naruto memerintah kemudian melepas bajunya lalu melemparnya kesembarang arah.

"Jangan bilang kau Homo." Ucap Gaara.

"Tidak," Ucap Naruto. "Ayo teruskan!"

Latihan pun dilanjutkan.

"AAAAAAAAAAAAA!"

Kemudian Naruto telentang sambil berputar-putar di lantai ruangan tersebut.

Seharusnya, Sasuke tadi membawa biksu.

.

.

15 menit kemudian...

"Ah! Aku haus." Ucap Naruto memasang kembali bajunya. "Aku ingin beli sesuatu dulu."

"Belikan aku Snack ya!" Ucap Gaara dan Sasuke.

"Okey!" Naruto pun keluar dari ruangan.

.

.

5 menit kemudian...

"Maaf lama, soalnya banyak sekali yang antri." Naruto berucap lagi.

Kemudian mereka bertiga pun makan dengan ganasnya.

.

.

10 menit kemudian...

"Ayo, kita latihan lagi!" Ajak Naruto.

"Tunggu sebentar!" Sergah Gaara.

"Ada apa?" Sasuke yang tadi diam angkat bicara.

"Aku sakit perut."

"Kau jangan gugup!" Ucap Naruto.

"Aku ingin ke toilet dulu." Gaara pun langsung keluar Studio.

.

.

20 menit kemudian...

"Maaf lama, Gips ini sangat susah di pasangnya."

"Ya sudah , ayo kita kembali latihan!" Ajak Naruto semangat.

DRRRTT DRRRT!

"Halo?" Ucap Naruto.

"Kenapa ma?"

"Apa? Kepasar?"

"Mama suruh Menma saja, aku sedang sibuk."

"Hah?! Membuat semur jengkol?!"

Naruto pun keluar dari studio sebentar karena dapat telepon dari ibunya, Namikaze Kushina.

.

.

10 menit kemudian...

"Ayo semuanya! Kita latihan! Aku sudah mematikan HandPhone-ku. Matikan juga punya kalian!" Perintah Naruto.

"Kami sudah mematikannya sejak tadi."

"Sasuke! Cepat sedikit!" Perintah Naruto.

"NARU AND FRIEN––"

"Waktu kalian sudah habis."

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Akhirnya, waktu latihan digunakan untuk menjerit bersama.

.

.

.

.

.

Tokyo Mall.

Art Master Event.

"Anu, Naruto," Ucap Sasuke was-was. "Apa kau yakin?"

"Tentu saja!"

Gaara dan Sasuke meneguk ludah.

Apa mereka akan tampil perdana di tempat seperti ini?

"Teman-teman lain juga akan datang loh! Sakura pasti datang!" Tambah Naruto tersenyum bangga.

.

.

"Nah! Sekarang akan kita tampilkan pertunjukkan Band yang bernama NARU AND FRIENDS!" Ucap pembawa acara yang berjenis kelamin perempuan tersebut. "Mari kita dengarkan lagu mereka, BALONKU ADA LIMA!"

PROK! PROK! PROK! PROK!

Naruto, Sasuke, dan Gaara pun naik keatas panggung.

JRENG! JRENG! JRENG! JRENG! JRENG! JRENG! JRENG! JRENG! JRENG!

Suara gitar yang bernuansa Rock pun mulai muncul, di ikuti dengan suara Drum dan Bass.

"BALONKU ADA LIMA! RUPA-RUPA WARNANYA!"

NGGGIINNGG!

"Hueeee~!"

"Ibu, aku takut..."

"Hueee~!"

"Hiks... hiks..."

"MELETUS BALON HIJAU, DOORR!"

Naruto masih menyanyi walaupun anak-anak yang hadir ke acara itu menangis sejadi-jadinya.

"Lagu ini bukan versi anak-anak?" Ucap pembawa acara tersebut pada kameramen.

Si kameramen hanya geleng-geleng pasrah.

CROOT! CROOT!

"Ibu! Kakak yang main Drum itu berdarah!"

Karena teriakan seorang anak kecil yang menunjuk sang Drummer, Sasuke pun ikut menoleh juga. Betapa kagetnya dia, sang tangan Drummer berdarah, dan darahnya muncrat-muncrat entah kemana. Sedangkan Naruto? Jangan ditanya, dia masih sibuk dengan kegiatan menyanyinya.

"AAAAAAAAA!" Naruto bernyanyi tak jelas.

Ya, semuanya kacau. Dan acara tersebut di tutup dengan tangisan semuan anak kecil.

.

.

.

.

.

"Hahahahaha!" Terlihat beberapa anak remaja yang sedang menyaksikan sebuah Video di Handycam milik Neji Hyuuga. Ya, mereka menonton Video penampilan perdana dari Band NARU AND FRIENDS yang kemarin manggung di ART MASTER EVENT.

"Bagaimana perasaannya, Namikaze Naruto?" Ucap Neji sambil merekam Naruto dan Sasuke yang sedang duduk membaca komik.

Mereka berdua hanya terdiam.

"Katanya sebentar lagi akan ada Audisi HotWave di Stadion Internasional, apakah kalian akan ikut?" Tambah Neji, terkikik geli.

Mereka berdua masih terdiam.

"Hee~ kenapa ini? Kok diam?" Neji mulai memanas-manasi mereka berdua.

"Band kami bukan untuk kompetisi!" Ucap Naruto.

"Jadi, Band kalian untuk membuat anak kecil menangis, huh?" Ucap Neji sambil terkikik.

BRAK!

Naruto memukul mejanya sendiri.

"Ayo kita pergi, Sasuke!" Ucapnya sambil menarik tangan Sasuke keluar.

Kemudian, gelak tawa pun kembali terdengar.

.

.

.

.

.

"Bagaimana dengan Band kita sekarang?" Ucap Sasuke yang berjalan di belakang Naruto.

"Entahlah!" Ucap Naruto kesal. "Kau tau, aku mulai bosan!"

JREEENNGG

Bunyi suara gitar lembt pun berhasil tertangkap dengan bagus oleh indra pendengaran Naruto dan Sasuke. Mereka pun berhenti berjalan, kemudian mencari asal bunyi tersebut. Ternyata asala bunyi tersebut dari kelas mereka yang lewati.

.

Watashi nari ni "ai saretai"

Afureru no ni kumi ga mienai

.

Naruto dan Sasuke pun terpana mendengar suara dan alunan gitar yang sedang dimainkan oleh perempuan Pink Ponytail tersebut.

.

Nido to kimi ni aenai sonna ki ga surunda

.

Naruto dan Sasuke tersenyum tanpa sadar.

.

Tsutaetai no ni umai

Koto ba miataranai watahi tabun

.

Kami-sama! Dia cantik sekali!

.

Uso demo ii no ni

"Ikanai de" mo ienai yo

.

JREEENG

PROK! PROK! PROK! PROK!

"Sakura, kau pandai sekali bernyanyi dan bermain gitar." Ucap salah satu teman Sakura.

Sakura tersenyum senang. "Terimakasih."

Tanpa Sakura ketahui, Naruto menarik Sasuke bersembunyi.

"Beritahu gara kita berkumpul di Studio musik sekolah sekarang juga." Ucap Naruto lalu memberikan HandPhone miliknya ke Sasuke.

Sasuke hanya terdiam karena bingun.

"Sudah kubilang bukan Band kita bukan untuk berkompetisi."

Sasuke mengangguk.

"Tapi untuk memikat hati para wanita~ Nyehehehe" Naruto langsung melengos masuk ke kelas dimana Sakura berada.

.

.

.

.

.

Studio Musik Midoriyama Gakuen.

JRENG! JRENG! JRENG! JREEENGGG!

Terlihat seorang perempuan Pink Ponytail sedang bermain gitar dengan alunan Rock. Hal itu tentu saja membuat para pemuda tampan yang terdiri dari Naruto, Sasuke, dan Gaara shock akut mendengarnya. Perempuan Pink ini benar-benar lihai bermain gitar!

"Whooa! Kau memang lihai, Sakura!" Ucap Naruto dengan antusias.

"Arigatou." Ucap perempuan tersebut tersenyum manis.

"Kau keren! Aku tidak bisa membayangkan jika kau bermain seperti itu di Band kami!" Lanjut Naruto.

"Seperti di ART MASTER EVENT kemarin?" Ucap Sakura polos.

DUENG!

Mereka bertiga tersenyum hambar.

"Tak usah kecewa. Kalian keren kok!"

Naruto tersenyum bangga. "Benarkah?"

Sakura mengangguk.

"Hahaha! Sudah ku bilang bahwa kita keren, bukan?" Ucap Naruto semangat.

Sasuke dan Gaara hanya terdiam melongo.

CKLEK!

"Sedang apa kalian di sini?" Ucap Kepala Sekolah dan beberapa pemuda lainnya dengan membawa perlengkapan alat musik . "Cepat keluar, Band Sekolah ingin latihan!"

Kemudian, para pemain Band yang dimaksud pun masuk ke ruangan tersebut. Entah kenapa wajah Naruto menjadi jengkel.

"Menma sialan!" Umpatnya.

"Hey! Jika kau tak ada keperluan, pergilah!" Ucap salah satu dari personil Band tersebut. "Kami latihan karena kami akan ikut audisi HotWave."

"Menma!" Ucap Naruto kesal. "Bukannya Band milikmu bubar karena senior tak ada lagi?"

"Tadinya. Tapi sekarang aku telah menemukan personil baru lagi."

Dalam hatinya, Naruto mengucapkan sumpah serapah.

"Kami juga akan ikut audisi HotWave!" Ucap Naruto.

"Hah?!" Gaara, Sasuke, dan Sakura melongo.

"Benarkah itu, huh?" Menma angkat bicara.

"Ya! Terkejut, huh?"

Dan detik berikutnya seseorang menepuk pundak Naruto.

"Bisakah kalian keluar?" Ucap Kepala Sekolah.

"Kami juga punya gitarist yang handal!" Tunjuk Naruto ke Sakura.

Dan lagi Gaara, Sasuke, dan Sakura kembali melongo.

"Ayo kita keluar!" Ajak Naruto. "Tempat ini adalah untuk latihan Band amatiran seperti mereka!"

Naruto pun bergegas keluar. Diikuti juga dengan Gaara, Sasuke, dan Sakura.

"Hey! Hyuuga!" Ucap Naruto yang tak sengaja melihat Neji berjalan menuju arah ruang studio. "Kau mau kemana?"

"Oh, aku diminta Jiraiya-sensei untuk merekam Band Menma."

"Bisakah kau menceritakan semua tentang Band-nya Menma?"Tambah Naruto antusias.

"Tentu saja!" Neji tersenyum. "Saat liburan musim panas kemarin, Menma mencari anggota baru di sekolah untuk Band-nya." Neji menarik nafas. "Dimulai dari bassist, yang bermain bass dengan kerasnya, Sai Bassist! Yang kedua, drummer yang memukul drum seperti gemuruh, Sasori Thunder! Yang ketiga, seorang vocal yang memiliki octav yang sangat tinggi, Kakashi Impact! Dan yang terakhir adalah Menma, saat dia bermain gitar, semua orang akan mengucapkan 'aaahhhhh' ! Mereka berempat, membuat Band dengan nama THE ARENA!" Ucapnya sambil mengacungkan jempol lalu pergi begitu saja.

Naruto, Sasuke, Gaara, dan Sakura melongo tak percaya.

"Dia memang Raja Gosip." Ucap Gaara.

"Anu, Naruto," Ucap Sasuke. "Sepertinya kita tak usah ikut."

"Hah?!" Naruto kaget. "Kita 'kan punya Sakura! Jadi untuk apa kita takut?"

"Ta––tapi, Sa––Sakura belum meng'iya'kannya."

"Aku akan bergabung dengan kalian." Sakura angkat bicara.

"Hah?!" Ketiga pemuda itu kaget tak percaya.

Sakura tersenyum. "Waktu aku di Hokkaido, aku juga punya Band. Kami selalu mengikuti acara HotWave, tapi selalu terhenti di semi final. Saat aku diminta untuk kembali ke Tokyo, aku bilang pada mereka bahwa aku tak dapat ikut tahun ini. Aku juga sempat patah semangat."

Ketiga pemuda itu mendengarkan perkataan Sakura dengan seksama.

"Tapi, saat Naruto-kun mengajakku, entah kenapa semangatku kembali lagi."

Naruto tersenyum senang. "Tak apa, Sakura! Saat tangan Gaara sudah sembuh, kita akan berlatih kembali. Lalu, kita akan masuk final bersama-sama!"

Sakura tersenyum.

"Kau tau, tadi siang dia bilang sudah bosan." Bisik Sasuke ke Gaara.

"Apa yang kau bilang?!" Naruto mendelik.

"Tak apa." Ucap Sasuke dan Gaara bersamaan.

Sakura terkikik geli melihat teman-temannya.

"Ayo kita pulang!" Ajak Naruto kemudian di ikuti oleh Sasuke, Gaara, dan Sakura.

.

.

Dan petualangan mereka dalam sebuah Band akan dimulai di chapter depan.

.

.

TO BE CONTINUE

.

.

.

.

Halo, kembali lagi dengan saya, Azuka-nyan! XD

Chapter ini lumayan panjang juga yah, 3 hari loh saya ngelesainnya #curhat

Memang di FF ini ada sedikit kesulitannya, terutama pada bagian humor. Saya benar-benar gak bisa bikin humor, jadi maaf ya klo humornya agak garing. Soalnya saya bener2 gak bisa bikin humor sama kaya di filmnya :( maaf.

Kemudian, saya juga dapat Flame. karakter yang OOC, pembawaan alay padahal ide aja nyontek dengan tameng terinspirasi. bah.

Loh, saya gak pernah bilang saya terinspirasi kok. Saya akuin, saya emang nge JIPLAK cerita dalam film itu kok. Kan udah saya bilangin waktu di Chapter 1 bahwa saya bener2 nge JIPLAK alias MEMPLAGIAT, ceritanya kemudian saya bikin jadi NARUTO VERSION dengan MEMAKAI BAHASA SAYA SENDIRI XD bener kan?

Yang mau Flame, silahkan :) karena semua itu punya kelebihan dan kekurangan.

Dan terimakasih juga yang udah review. Maaf gak bisa balas satu0satu. Maaf banget. Bukannya saya sombong loh. Kadang saya saat membaca review dari para pembaca, saya suka senyum sendiri2. #tapisayabukangilaloh

Terimakasih atas dukungan kalian. Aku same mau nangis loh. Kan baru pertama kali dapet review yang banyak XD

Maaf kalau masih ada TYPO.

Maaf klo ada yang gk suka.

Maaf banget ya klo cerita gak bagus.

Akhir kata,

REVIEW XD