Trapped at the Other Dimension

WARNING!

Alur terlalu cepat, kesalahan penulisan, gajelasness, Typo berterbangan (?) dan masih banyak lagi yang saya tidak bisa sebutkan satu – satu.

DISCLAIMER!

Dari dulu sampai saatnya kiamat saya tidak akan pernah memiliki Vocaloid, Utauloid, maupun Engloid. Kalau saya yang punya, Piko bakalan sering di crossdress #digampar Piko.

Me : Hai, minna-san, apakabar? Yang masih mau baca fanfic ini saya berterimakasih buangettttt ( Alay mode : on ). Mau balas ripiu lagi, nyaaaan~

To : Harada Ayumi-chan

Me : Eh, masih ada ya? Gomen ne.. Makasih udah mau review lagi ya nyaann~

To : Namikaze Kyoko

Me : Huwaaa, makasih banget yaa! Emang kalo misalnya alurnya kecepatan itu ga tau kenapa, ehh? # didorong ke jurang. Silahkan fav aja ga ada yang larang kok nyaaaan~

To : Mayu- chan

Me : makasih ya udah bilang cerita ini seru, pakai sangat lagi, Juci- chan terharuu TT^TT Penyuka duo kagamine juga ya? Haha sama dong # Dilemparin jeruk sama pisang.

Me : To the storyyy! #masang gaya superman.

Chap 3 : Forest, Mountain, River, and Don't Forget To Screamm!

Ada suatu legenda jika kita menginjakan kaki di taman keabadian maka kita tidak akan bisa pulang lagi, Karena di sana tumbuh berbagai macam tumbuhan pemakan manusia yang bernama Tumbuhan Carnara. Tumbuhan Carnara mempunyai fisik seperti tumbuhan bintang kejora, tumbuhan venus, ataupun tumbuhan kantong semar tapi ukuran tumbuhan Carnara kira – kira 20 kali lipatnya tumbuhan normal. Tapi meskipun sangat berbahaya, di dalam taman keabadian terdapat sebuah bunga yang amat sangat langka dan bisa membuat orang yang meminum ramuan dari bunga tersebut menjadi hidup abadi. Siapapun yang bisa mendapatkan bunga itu akan menjadi kaya raya karena harga bunga tersebut sangatlah mahal. Bunga itu bernama The Cursed Lily. Mampukah teman – teman kita mendapatkan bunga lily itu? Dan dapatkah mereka keluar dari taman keabadian itu? Kita lihat saja nanti.

Normal POV

Akhirnya keempat sobat kita telah sampai di taman keabadian. Dari luar memang taman itu terlihat seperti taman bunga pada umumnya, tapi jika kita sudah berada di dalam taman itu taman yang indah akan berubah menjadi mengerikan karena terdapat berbagai macam tanaman pemangsa manusia. Itu adalah kamuflase agar manusia datang untuk beristirahat di taman tersebut.

" Hei, tunggu apa lagi? Ayo kita masuk!" Seru Len.

"Tunggu dulu! Jangan terlalu bergesa – gesa Len! Aku dengar di dalam taman ini terdapat berbagai macam tumbuhan yang memangsa manusia." Teriak Kaito.

Beruntung Len belum sempat masuk ke dalam, atau Len pasti sudah meniggal. Maka empat petualang ini memikirkan rencana untuk mengambil bunga tersebut, Beruntung bagi Rin dan Len di sekitar sana terdapat senjata – senjata yang terlempar oleh para pengelana yang sudah meninggal karena dimakan oleh tumbuhan Carnara tersebut. Maka Rin dan Len memungut senjata – senjata itu dan mulai menyusun rencana. Rencananya adalah Len, Miku, dan Kaito akan melindungi Rin, sedangkan Rin akan mengambil bunga lily tersebut.

" Baiklah, kita akan segera masuk, persiapkan diri kalian, dan ingat jangan sampai lengah!" Ujar Kaito.

" Baikk!" Ujar Rin, Len, dan Miku secara serempak.

Maka merekapun langsung masuk ke dalam taman yang mengerikan itu. Mereka mengalihkan perhatian tumbuhan Carnara tersebut sedangkan Rin dengan cepat memetik bunga Lily tersebut. Setelah Rin berhasil mengambil bunga Lily tersebut, mereka mengubah formasi dan saling membelakangi sehingga jika ada yang menyerang dari belakang akan bisa dihadapi.

JLEBB JLEBB PYAAAARRRR (suara pedang yang sedang menusuk tumbuhan Carnara)

" GUOHHHHHH! " Teriak tumbuhan Carnara tersebut.

Akhirnya mereka bisa keluar dari sebuah tempat yang disebut – sebut sebagai tempat kematian para pengelana. Karena matahari sudah mulai kembali ke peraduannya maka keempat petualang kita memustuskan untuk pergi menginap di kota terdekat. Saat sudah sampai di sebuah kota kecil, mereka akhirnya menemukan sebuah penginapan kecil dan penginapan itu merupakan salah satu penginapan yang termurah di kota tersebut. Mengapa mereka bisa tau? Karena seperti biasa terdapat tulisan tulisan "PENGINAPAN YANG TERMURAH DI KOTA INI." Di atas bagunan tersebut ( bayangkan sebuah rumah makan yang ada plang namanya, biar lebih mudah ). Penginapan itu bertingkat 2 dan tempatnya cukup lebar. Maka dengan cepat mereka segera masuk ke dalam penginapan tersebut karena mereka merasa sangat lelah. Setelah masuk mereka menyampaikan maksud dan tujuan mereka kesana.

" Permisi kami mau menginap satu malam di penginapan ini." Ujar Miku.

" Oh! Ya silahakn, butuh berapa kamar?" Tanya pemilik penginapan tersebut yang rambutnya berwarna kuning keemasan dan dikuncir ke samping.

" Kami butuh empat kamar." Jawab Kaito.

" E.. etooo, sebenarnya saya dan teman saya ini tidak punya uang sama sekali." Ujar Rin sambil menunjuk Len.

" Oohh, tidak apa – apa selama kalian mau membantu saya untuk melayani tamu – tamu yang lain, kebetulan saya kekurangan orang." Ujar pemilik penginapan tersebut.

" Oke, baiklah kami mau, asal bisa menginap secara gratis." Ucap Rin dan Len secara bersamaan.

" Baiklah, sekarang tolong antarkan makanan ini ke kamar 012, oh ya! Siapa nama kalian berdua?" Tanya pemilik penginapan itu.

" Nama saya Rin." Jawab Rin.

" Dan nama saya Len." Ujar Len.

" Oh, dan perkenalkan nama saya Akita Neru." Ucap pemilik penginapan tersebut yang ternyata bernama Akita Neru.

Miku dan Kaito pergi ke kamar mereka masing – masing, sedangkan Rin dan Len mengantarkan makanan ke kamar tamu yang lain dan membantu pemilik penginapan itu. Akhirnya tugas mereka selesai dan mereka bisa pergi ke kamar milik mereka masing – masing yang terletak di lantai dua.

Rin POV

Huwaaahhhhh, cape banget nih! Tapi akhirnya bisa istirahat juga! Saat aku sedang menaiki tangga aku tersandung tangga dan tidak sengaja memeluk Len.. Processing data ... APA GW MELUK SI LEN?! ( gaul mode : on ) Kok otak gw lemot banget dah nih.. Tanpa terasa mukaku memerah dan detak jantungku semakin kencang. Tunggu dulu, ga mungkin kan gw suka sama si SHO- ups maksud gw Len Kagamine?! Tapi rambutnya yang berwarna kuning keemasan yang indah, wajah tampannya, tawanya, sua- TUNGGU DULU?! APA YANG KUPIKIRKAN?! Tunggu dulu, sepertinya ada yang aku lupakan.. Processing data, loading please wait... GW MASIH MELUK LEN! Langsung saja kulempaskan pelukanku dan meminta maaf pada Len dan Len hanya mengiyakan, saat aku menolehkan wajahku, aku melihat Len menunjukan ekspresi kecewa yang menurutku amatlah cakep. Tunggu dulu TADI AKU BILANG LEN CAKEP?! Kenapa aku ini!? Dan kenapa mukaku masih merah?!

Len POV

Saat sedang menaiki tangga tiba – tiba Rin berteriak dan memelukku secara tidak sengaja.. APA RIN MEMELUKKU?! Mukaku langsung memerah dan aku ingin melepaskan pelukan ini, tapi aku juga ingin saat ini berlangsung lebih lama lagi, tiba – tiba aku merasa Rin melepaskan pelukannya dan meminta maaf padaku, aku hanya bisa mengiyakan, tapi terdengar jelas dari suara dan raut mukaku bahwa aku kecewa. Setelah Rin meminta maaf dia langsung berlari menuju ke kamarnya, tapi kenapa aku melihat mukanya memerah? Apa dia sakit? Semoga saja tidak, dan mukanya saat memerah sangatlah imut...Loading, please wait... GW BARUSAN BILANG RIN IMUT?! Oke harus kuakui bahwa Rin itu cantik dan manis dan mungkin aku sedikit mempunyai rasa suka pada Rin. Sudahlah lebih baik aku pergi tidur saja agar besok aku mempunyai tenaga untuk melanjutkan perjalanan.

Normal POV

KUKURUYUUKKK! KUKURUYUKK! KUKUK! UHUKUHUKUHUK! ( ayamnya lagi batuk )

Pagi telah datang dan membangunkan keempat teman kita yang sedang pules – pulesnya bermimpi. Hari ini mereka akan pergi ke ibu kota kerajaan ini dan perjalanan ini akan memakan waktu satu minggu untuk sampai ke ibu kota kerajaan jika dengan berjalanan kaki dan jika menggunakan kereta kuda akan memakan waktu tujuh hari, eh sama saja ya? maksud saya 3 hari ( jauh banget bedanya .-. ). Mengapa tidak naik kereta kuda? Karena teman – teman kita ini bokek alias ga punya duit jadinya terpaksa jalan kaki deh. Ternyata jalan yang harus di tempuh ke ibukota kerjaan amat lah sulit, karena harus melewati hutan, gunung, dan sungai. Mungkin kalian bertanya kenapa medan yang ditempuh untuk sampai ke ibu kota sangat sulit? Jawabannya adalah medan – medan yang sulit di tempuh tersebut menjadi benteng alami bagi ibu kota sehingga tidak akan mudah untuk diserang. Maka teman – teman kita mulai menyusuri medan – medan tersebut antara lain Hutan Khayalan, Gunung Setan, dan Sungai darah. Nama – nama yang menyeramkan bukan? Yang nulis aja merinding sendiri ( Gubrakkk! ). Tenang saja keempat teman kita pasti bisa melewatinya.

Sekarang keempat petualang ini sudah sampai di Hutan Khayalan, hutan ini penuh dengan makhluk legenda, seperti Yetti, Troll, Kurcaci, dan masih banyak lagi dalam ukuran yang bervariasi, tapi yang jelas masih ada binatang dan tumbuhan layaknya di hutan biasa dan ada yang bersifat bersahabat maupun yang jahat dan pemakan manusia. Beruntung bagi Rin dan Len bahwa mereka masih membawa senjata yang mereka ambil dari Taman Keabadian itu. Dan sejauh ini mereka belum bertemu dengan Troll pemakan manusia, tapi tidak selamanya kita beruntung bukan?

Beberapa jam kemudian

Karena matahari sudah mulai kembali ke peraduannya, mereka mencari gua untuk tempat beristirahat dan juga berlindung, dan mereka membagi tugas untuk mengumpulkan bahan – bahan untuk bermalam di hutan ini. Miku mengumpulkan ranting untuk membuat api unggun sedangkan Kaito dan Len berburu binatang untuk kemudian dimasak dan Rin mengumpulkan daun – daun yang besar untuk alas tidur mereka dan mencari sungai untuk mengisi botol – botol air mereka. Setelah mereka selesai mengumpulkan semua yang mereka butuhkan untuk bermalam di hutan tersebut, mereka kembali ke gua yang mereka temukan dan menyalakan api unggun serta memasak hasil buruan mereka. Setelah itu mereka tidur, tiba – tiba terdengar suara langkah kaki yang berat.

BRUK BRUK BRUK BRUK

Suara langkah kaki yang berat itu semakin mendekat ke gua tempat teman – teman kita sedang beristirahat, rupanya gua itu sudah ada pemiliknya. Untung saja Miku terbangun akan suara itu dan membangunkan teman – teman seperjalanannya serta pergi mengecek siapa pemilik suara langkah kaki tersebut. Dan ternyata pemilik langkah kaki itu adalah seekor Troll yang amat sangat besar dan sepertinya ia pemakan manusia, bagaimana Miku bisa tau? Karena Troll itu membawa sebuah mayat manusia yang masih cukup segar. Langsung saja Miku berlari kembali

" Teman – teman! Gawatt! Ada Troll yang amat besar menuju ke sini!" Teriak Miku.

Tapi apa daya teman – temannya masih setengah sadar, jadi mereka memerlukan waktu untuk mencerna apa yang Miku katakan. Tapi, saat mereka sudah mencerna apa yang Miku katakan dan baru akan pergi dari gua yang sudah ada pemiliknya, sang Troll sudah sampai di mulut gua tersebut, maka mau tak mau mereka harus melawan Troll yang besar itu.

" Miku dan Rin serang Troll itu dari samping sementara aku akan menyerang dari depan dan juga mengalihkan perhatiannya, dan kau Len, kau menyerang dari belakang!" Teriak Kaito.

" Roger, bos! " Teriak mereka secara serempak.

10 menit berlalu

15 menit berlalu

30 menit berlalu

Akhirnya Troll yang besar itu ambruk dan berhasil dikalahkan oleh Rin, len, Miku, dan Kaito. Kebetulan fajar sudah mulai merekah, maka mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka dan setelah kira – kira 3 hari lamanya di hutan tersebut, akhirnya sampailah mereka di Gunung Setan yang tentunya dihuni berbagai macam setan seperti suster ngesot, kuntilanak, po- eh, salah bukan setan Indonesia deng, tapi setan – setan barat dan satu hal yang pasti gunung ini amatlah menyeramkan dan mengerikan.

Rin POV

Akhirnya kami sampai di Gunung Setan, tunggu dulu.. Setannn?! #*# Gw takut sama Hantu dan Setan! Mampus gw! Kok gw ngerasa ada yang megang pundak gw ya? Pas aku menoleh sedikit ke belakang, aku lihat ada tangan yang megang pundak gw! GW ULANGI ADA MEGANG PUNDAK GW! KYAAAA!

_To Be Continued _

Me : Gimana? Bagus ga ceritanya kali ini? Udah ga banyak typokan?

Rin : Yang gw meluk Len itu maksudnya apaan?! Hah?!

Me : Oh itu... Itu biar seruu~ # Dilempar bom jeruk (?)

Rin : Arghhhh! Tau ah gelap!

Me : Langsung ke segmen lagu nyaan~

Me : Lagu kali ini adalahh

JRENG JRENGG!

- Luka Megurine – Google it

- Vocaloid – Hitobashira Alice ( Alice the Human Sacrifice )

- Kaito – Cantarella

Me : Oh ya! Jangan lupa review nyaan~ Segala jenis review diterima, mau kritikan ( yang pedes boleh dan yang engga pun boleh, kan yang pedes bisa buat lalepan ) , saran, pujian, request lagu juga boleh :D

Rin : Makasih ya udah mau baca chap kali ini! Sekarang, bersiaplah untuk di crossdress Len!

Len : Noooo! Jangan crossdress!

Me : Len, gw ada pisang lhooo #senyum nista (?)

Len : Ehh?! Pisangg!

Me : Rin! Sekarang!

Rin : Roger bos! #ngiket Len

Me : Buahahahaha, bersiaplah menanggu rasa malu Lenny~

Len : Tidaaakkkkk!

Rin : Buahahahahahaaaa #nge crossdress Len

Me : Hiraukan Rin dan Len, Thanks ya yang udah mau baca dan review cerita saya! Sekali lagi Thank you nyaannn~ See you in the next chapter nyaaaaan~