Kina: Yosh! Chapter 3 UPDATE!

Karin: L-A-M-A!

Lizzy: Iya lama banget! Tuh liat sebelum update chapter 3 ni FF ada di paling bawah!

Kina: Gomennasai! Gak ada ide desuuu~ TT^TT

Karin feat Lizzy: Gak usah banyak omong deh, langsung Disclaimer and WARNING + Balesan review.

Disclaimer :

- Katekyo Hitman Reborn © Amano Akira!

- Eyeshield 21 © Riichiro Inagaki & Yusuke Murata

WARNING: OOC, typo, Maybe little Shou-ai, GJ!

Balesan Review:

- L-ThE-MyStEriOuS: OwOa Saya sudah coba perbaiki, Terimakasih sudah me-review fic ini! Enjoy this chapter!

- CFS: CFS-san baca yang sebelum kuubah ya? O.o demo, Arigato! Nja, enjoy this!

- Rieyama Yuuko: OAO"" Memangnya ini yang pertama ya? *nggak nyadar* #dihajar SIAP BOSS! *capslock kepencet* OK ditunggu fic-nya! XDD, Enjoy the chapter!

- mamitsu27: Nyehehehehe, begitulah, karena saya yang tidak bertanggung jawab FF ini jadi nge-gantung, dan lamaaa, banget gak di update. Thank's for the review! ;) Enjoy this chapter~

- Fi suki suki: OAO"" panjang sekali review anda? Nyehehehehe, itu ide yang terlintas dari otakku. Err, maaf di review anda saat memberi concrit ada yang sama, jadi saya belum perbaiki dulu. Sumimasen desu. Ahahaha, saya akan lakukan sebisa mungkin! Roger! Sha, enjoy this chapter~

- MikiDaCat: OAO" maafkan saya! Saya belum edit yang chapter 2 ini! *jedukin kepala ke lantai* Maaf Maaf! Tapi, makasih banget! Q_Q terharu jadinya. Roger! *pose hormat* Enjoy this chapter!

- Nasaka: Hai Hai! Arigato! Enjoy this chapter!

- Rising SkeletonX: OwOa saya mengerti. Nyehehehe, saya mengerti anda tidak ingin banyak omong tapi ingin banyak action-nya apakah saya tepat? Saya usahain banyak deskripsinya deh! Nja, Enjoy this chapter!

Massage: Sorry banget ya yang udah nunggu lama, author kehabisan ide. DX dan... Kemaren-kemaren author-nya lagi menjalankan UN sehingga tidak dapat meneruskan FF ini. *alesan* Nja, Enjoy the story! :3

Chapter sebelumnya:

"Ja-Jadi kau yang bernama Tsuna?" tanya Sena sambil menunjuk ke arah lelaki berambut coklat, dengan wajah yang tidak percaya akan hal tersebut.

Tsuna yang tidak kalah terkejutnya membelalakan matanya tidak percaya yang ada di depan matanya sekarang ini.

"Oh, jadi kalian mirip." kata bayi itu sambil memperbaiki topi fendoranya, sambil menyeringai. "Ok, aku ingin tahu jika hidup kalian di tukar." kata bayi itu sambil tersenyum dengan wajah tidak berdosa sama sekali.

"EH?" kami berteriak terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh bayi tersebut, bayi yang bernama Reborn itu.

Chapter 3 : Switch?

-_Normal POV_-

"EH?" teriak kami terkejut sambil menatap bayi itu, bayi yang bernama Reborn itu. Lalu menatap satu sama lain.

"Apa yang kau bicarakan Reborn?" tanya Tsuna kepada Reborn yang masih sedikit terkejut.

"Tepatnya aku bukan ingin kalian ditukar, tapi dengan sesuatu yang menarik." jelas Reborn masih dengan seringaiannya, "Dimana kau berlatih? Kobayakawa Sena?" tanya Reborn lagi masih dengan senyum licik nan menakutkan.

"EEH? Bagaimana kau bisa tahu namaku?" tanya Sena terkejut namanya dapat di sebutkan Reborn secara lengkap dan tepat.

"Aku dapat melihat semuanya hanya dari matamu." kata Reborn mengerjai Sena, Sena sekarang sedang bepikir keras dari mana Reborn dapat mengetahui namanya.

"Tidak usah dipikirkan terlalu keras Sena-kun." kata Tsuna sedikit tertawa melihat Sena yang seperti itu.

"Memang kau pikir saat pertama kali kau tidak seperti itu?" tanya Reborn sambil menunjuk muka Sena yang sekarang sedang mengacak-ngacak rambutnya.

"I-Iya sih. Hahaha." kata Tsuna sambil menggaruk pipinya dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

Tiba-tiba saja ada seorang berambut silver berlari menghampiri mereka, dengan wajah khawatir. Sambil berteriak," JYUUDAIME!"

"Eh? Go-Gokudera-kun?" Tsuna menoleh ke arah di mana orang berambut silver alias Gokudera Hayato, sang guardian decimo Vongola of storm masih berlari dengan cepat.

"Jyuudaime! Honto ni daijoubu desuka?" tanyanya dengan wajah khawatir, sambil memegang tangan sang boss-nya tercinta.

"Khe khe khe! Apa yang kau lakukan disini kuso chibi? Bukannya aku menyuruhmu berlari?" tanya Hiruma berada di atas atap dengan senapan dan bom di tangannya.

"HIIIEE! Hi-Hiruma!" Sena terkejut dengan kedatangan Hiruma secara tiba-tiba di atas atap dengan senapan di tangannya.

"HIIEE! Si-siapa itu?" teriak Tsuna terkejut bukan main melihat orang layaknya malaikat (coret malaikat) maut yang datang menjemput dengan senapan, atau bisa dibilang iblis neraka. *author ditembak sama hiruma, author tolak pasti-nya, takut sama mamori-san* #abaikan

"Hoo.. Jadi kau hanya berdiri disini oleh seorang bocah dan bayi seperti ini?" kata Hiruma sambil menunjuk-nunjuk Tsuna dan Reborn.

"I-Iya." kata Sena dengan ketakutan, dan melihat ke arah Tsuna.

"Hmph, tidak seperti perkiraanmu juga, aku bukanlah bayi yang lemah." kata Reborn dengan topi fendora yang turun menutupi mata imutnya, dan mengacungkan pistolnya ke arah Hiruma.

"Hoo, bayi satu ini menarik juga, apa rencanamu bayi?" tanya Hiruma yang tumben-tumben-nya tertarik, lalu Reborn loncat dan naik ke pundak Hiruma, dan membisikan sesuatu.

Masih Reborn bisikan Hiruma menyeringai aneh. Reborn juga ikut menyeringai.

Sena dan Tsuna sudah menelan ludah terlebih dahulu, ingin rasanya mereka kabur, tapi jika kabur mereka pasti akan di tembak oleh salah satu-nya. "Hooo, jadi itu rencanamu, boleh juga." kata Hiruma yang sekarang sedang memegang dagu-nya sendiri dan melihat ke arah Sena dan Tsuna.

"Mulai besok. Ciao ciao!" kata Reborn turun dari pundak Hiruma dan pergi entah kemana.

"Co-Cotto! Reborn!" Tsuna tidak dapat mengejar Reborn karena Reborn sudah entah kemana.

"Oke, pertama-"

- - - - ... - - - -

"Sena! Ayo kemari kita harus berlatih lebih keras!" Teriak Monta melambaikan tangannya ke arah Sena yang memakai kaos putih seperti biasanya.

Hanya saja Sena yang sekarang agak atau malah lebih pemalu. Monta sampai kebingungan melihatnya, namun ia tidak menyadari keganjalan itu.

Sena malah berjalan ke tempat duduk dan mengambil papan yang terdapat catatan kecepatan dan waktu berlari para anggota.

"Lho? Sena-kun, kamu kan biasanya mau berlari malah kalau dicegat menolak." tanya Mamori dengan lembut dengan wajah kebingungan.

"Err, hari ini sedang tidak ingin." katanya Sena canggung ragu-ragu ia tidak menyebut nama Mamori karena takut salah.

"Yak! Semuanya ganti baju kalian! Kita akan praktek!" Teriak Hiruma dengan terus menembakan AK47 ke langit secara terus menerus.

Semua anggota menurutinya dengan alasan yang sama. Satu, mereka tidak ingin gosong. Dua, dan mereka pasti ingin berusaha untuk menggapai kemenangan.

Setelah semua anggota selesai mengganti pakaiannya, mereka merasa keganjalan yang sangat, yaitu, mengapa ada Eyeshield 21 jika Sena sedang duduk dengan Mamori disana?

- to be continued -

Kina: nanggung banget ya? Hahaha.. -" ya sudahlah... Terima kasih para readers yang membaca. Kalau boleh, minta review ya! X3