Title: Change Everything

Cast: Oh Sehun ; Xi Luhan ; Kim Jong In ; Do Kyungsoo

Pair: HunHan ; KaiDo ; KaiHan; HunSoo ; Other

Summary: Sehun, Luhan, dan Kai adalah sahabat sejak kecil. Tiba-tiba, kehadiran seseorang bernama Do Kyungsoo merubah segalanya. Kehadirannya membuat perasaan yang rumit hadir diantara empat pemuda ini. Terutama untuk Luhan, yang jelas-jelas memiliki perasaan untuk salah seorang sahabatnya. Bad Summary. HunHan/KaiDo. EXO fic. BL. DLDR!

Disclaimer: Semua cast disini milik Tuhan, bukan milik Nana. Hanya plot+ide cerita yang murni berasal dari otak Nana.

Warning: Ide pasaran, crack pair, boys love. Don't like? Don't read!

-0-

Luhan dan Kyungsoo berjalan cepat menuju kelas yang ditempati oleh Kai dan Sehun. Luhan sudah memikirkan berbagai rencana yang ia akan lakukan untuk membalas perkataan Kai padanya tadi. Seperti perempuan? Aish. Kai itu memang kadang-kadang keterlaluan.

"Lu, nanti jadi ke toko es krimnya?" tanya Kyungsoo sambil menatap Luhan polos. "Kenapa tidak sekalian ajak Kai dan Sehun saja?"

Ketika mendengar pernyataan Kyungsoo, senyum lebar langsung terpampang di wajah Luhan. Tampaknya namja cantik itu tengah memikirkan ide yang menarik. "Ya! Kita bisa ajak Kai dan Sehun! Itu ide yang bagus, Kyung!"

'Dengan begitu aku bisa minta Kai untuk mentraktirku. Kkk.'

Ketika langkah kaki Luhan dan Kyungsoo terhenti di depan kelas Kai dan Sehun, bel pulang bagi kelas satu pun berbunyi nyaring. Dan kini, muncul dua tanduk devil khayalan di kepala Luhan. Tampaknya namja cantik itu kini tengah bersiap-siap untuk membalaskan dendamnya pada Kai.

"Loh? Kyungsoo hyung? Lu-,"

GREPP

Dengan sigap, Luhan langsung menarik telinga Kai, dengan kata lain menjewer, sebelum namja berkulit tan itu sempat menyelesaikan kalimatnya. Karena itu, Sehun yang baru saja keluar dari kelas, langsung menaikan alisnya heran begitu melihat pemandangan Luhan yang tengah menjewer telinga Kai.

"Aww! Appo!"

Kai mengaduh kesakitan karena jeweran Luhan di telinganya. Sedangkan Luhan? Ia kini tersenyum puas.

"Masih mau mengataiku seperti perempuan lagi, kkamjong?" tanya Luhan pelan, sambil menatap Kai dengan tatapan manis namun dinginnya (?) itu. "Bagaimana, eoh?"

"Yak! Iya, iya! Aku tidak akan mengataimu lagi! Janji! Promise deh, promise!"

PLETAK!

"Belajar dulu Bahasa Inggris yang benar, kkamjong!" kata Luhan setelah menjitak kepala Kai. "Sudahlah, aku dan Kyungsoo mau ke toko es krim yang baru buka itu. Kau mau ikut, tidak?"

"Aku diajak juga?" tanya Sehun yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan. "Sudah lama aku mau kesana, tapi Kai selalu malas kalau diajak, jadi tidak jadi terus."

"Kalau Sehun mau ikut, ikut saja," kata Kyungsoo. "Semakin ramai kan semakin asyik."

"Yap!" kata Luhan semangat. "Sehun ikut saja! Kau mau, kan? Bagaimana denganmu, Kai?"

"Humm, aku ikut," balas Kai sambil menatap Sehun. "Kau?"

"Tentu saja aku ikut," kata Sehun sambil tersenyum cerah. "Yuk!"

Luhan, Kyungsoo, Kai, dan Sehun berjalan menuju tempat parkir sekolah untuk mengambil sepeda yang mereka tinggalkan di sana. Ya, keempat orang itu memang lebih senang memakai sepeda daripada memakai mobil atau motor. Menurut mereka, sepeda jauh lebih sehat.

Setelah mengambil sepeda masing-masing, mereka keluar dari gerbang sekolah dan bersepeda menuju kedai es krim yang baru buka itu. Kai, yang sudah pernah kesana, menuntun ketiga sahabatnya menuju kedai es krim tersebut.

"Kai, masih jauh, ya?" tanya Luhan yang terlihat sudah kepayahan karena hawa panas. "Panas banget, nih."

"Sebentar lagi, hyung," kata Kai sambil menatap pada Luhan sesaat. "Tinggal belok kesana, dan, tada! Kita sudah sampai di kedai es krim yang enak itu."

"Hei, kau traktir aku, ya?" kata Luhan sambil berusaha menyamakan laju sepedanya dengan laju sepeda Kai. "Ya, ya? Ayolah. Sudah lama kau tidak mentraktirku!"

Kai menatap Luhan melalui ekor matanya. "Tidak! Uang jajanku sudah menipis! Kau pakai uangmu sendiri, sana!"

Luhan mempoutkan bibirnya. Sebenarnya ia sudah menduga kalau permintaannya pasti akan ditolak oleh Kai. Tapi, mencoba tidak ada salahnya, kan?

"Please, Kai," kata Luhan sambil bersepeda di samping Kai. "Aku mohonn. Kali inii, saja. Aku tidak bawa uang saku yang cukup. Ya?"

Kai menghela nafasnya. Ia memang tidak pernah bisa menolak permintaan Luhan apabila sahabatnya satu ini sudah mengeluarkan suara imutnya itu. "Lihat saja nanti, hyung!"

"Yeah! Kkamjong memang baik!" Luhan berseru senang, sangking senangnya, ia sampai mendorong tubuh Kai ke samping dan menyebabkan namja berkulit tan itu hampir jatuh dari sepedanya. Melihat hal itu, Luhan hanya dapat tertawa senang.

"Yak! Luhan!"

"Hei! Jangan bercanda, cuaca sudah sangat panas, aku ingin cepat-cepat makan es krim yang enak itu!" kata Sehun kesal melihat kedua sahabatnya yang terus bercanda dari tadi. "Kyungsoo juga sudah lelah. Kalian tidak kasihan padanya?"

"Eh?" Kyungsoo mengerjapkan matanya. "Tidak kok, Hun. Aku tidak lelah, hanya sedikit kepanasan."

"Tuh, dengar, kan?" kata Sehun sambil menatap Kai dan Luhan bergantian. "Sudah cepat, kayuh sepeda kalian lagi. Cuaca sudah sangat panas! Aku jadi merasa kalau matahari benar-benar berada di atas kepalaku!"

Luhan dan Kai yang menerima protes dari Sehun hanya dapat tertawa kecil. Sikap sahabat mereka satu itu memang akan serius kalau sedang kepanasan atau sedang merasa tidak sehat. Bahkan mungkin candaan yang biasanya ia tanggapi dengan ceria akan ia tanggapi dengan serius.

Kyungsoo mengayuh sepedanya pelan. Ia terus memperhatikan kedua namja yang berada di hadapannya. Kedua namja yang sedaritadi asyik bercanda dan seolah tidak memperdulikan keadaan sekitarnya. Jujur, entah mengapa ada hal aneh yang menelusup di hati Kyungsoo. Perasaan… iri pada Luhan karena ia bisa begitu dekat dengan Kai.

Kai memang menganggap Kyungsoo sahabatnya. Namun, Kai lebih memperlakukan Kyungsoo seperti barang pecah belah, barang yang rapuh. Jadi, barang rapuh memang harus diperlakukan baik, namun, akan lebih baik kalau tidak disentuh sama sekali. Itulah yang dilakukan oleh Kai pada Kyungsoo. Kai memang baik padanya, sangat, malahan. Namun, Kai cenderung tidak menganggapnya sebagai seorang sahabat yang bisa diajak bercanda dengan ramai atau apapun itu. Membuat Kyungsoo merasa iri dengan Luhan yang bisa bebas bercanda dengan Kai. Bahkan sampai dorong-dorongan segala.

"Kyung? Kyungie!"

Suara Luhan membuyarkan lamunan Kyungsoo. Ketika tersadar, ternyata ia sudah sampai di kedai es krim itu. Astaga. Kyungsoo sama sekali tidak sadar. Ia kira ia masih berada di jalanan yang panas itu.

"Kau mau rasa apa, Kyung?" tanya Luhan sambil menatap Kyungsoo perhatian. "Mint? Stroberi? Melon? Coklat? Vanilla?"

"Umm, mint saja, Lu," kata Kyungsoo sambil menatap jejeran es krim yang berada pada wadahnya. "Kalau kau?"

"Aku mau rasa vanilla," kata Luhan sambil tersenyum lebar. "Kai, traktir, ya!"

Kai hanya menghela nafasnya. Yah, mau bagaimana lagi. Permintaan hyungnya ini memang sukar ditolak. "Ahjumma, coklatnya satu dan vanillanya satu, ya. Kamsa."

"Aku tidak ditraktir?" tanya Sehun sambil menatap Kai. "Kau curang!"

Kai mendelikkan matanya kesal. "Kau kan baru diberi uang saku oleh Oh ahjumma tadi pagi, Oh Sehun! Kau saja yang mentraktir Kyungsoo hyung sana!"

"Aish, dasar item pelit," gumam Sehun kesal. "Kyungsoo hyung, kau mint, kan? Kalau begitu, coklatnya satu dan mintnya satu, ahjumma. Kamsa."

Ketika pesanan mereka telah selesai, mereka langsung mencari tempat yang nyaman untuk duduk. Dan akhirnya, mereka memilih tempat yang berada di dekat jendela.

"Hei, kalian sudah dengar, belum?" tanya Luhan membuka topik pembicaraan. "Kalian tau Suho sunbae dan Lay sunbae, kan?"

Ketiga sahabatnya menganggukan kepala.

"Nah, katanya, mereka dikabarkan jadian beberapa hari yang lalu."

"Mwo?" Sehun terlihat kaget. "Kau tidak salah? Suho sunbae dan Lay sunbae? Mereka kan musuh bebuyutan!"

"Ya! Mereka itu musuh bebuyutan. Sangat, malahan. Bahkan kelihatan sekali waktu itu, saat lomba seni, Lay sunbae dan Suho sunbae kelihatan sekali aura permusuhannya," kata Luhan. "Bahkan aku kira mereka tidak tahan apabila bersentuhan satu sama lain!"

"Suho sunbae dan Lay sunbae mungkin termakan omongan mereka sendiri," kata Kyungsoo. "Mereka kan pernah bilang, kalau mereka membenci satu sama lain, ya kan? Nah. Benci dan cinta itu bedanya tipis. Sangatt, tipis. Jadi, yah, tidak salah sih, apabila rasa benci yang mendalam itu berubah jadi rasa cinta. Mungkin sebenarnya mereka memang saling mencintai, bukan membenci. Namun, mereka baru menyadarinya saja."

Luhan, Kai, dan Sehun hanya diam mendengar perkataan Kyungsoo. Kyungsoo walaupun polos, namun ia juga bijak. Ia tetap bisa mengambil sisi positif dari hal paling negatif sekalipun. Ia juga bisa menghibur temannya yang sedang sedih. Kyungsoo memang baik hati. Dan hal itulah yang telah membuat Sehun jatuh dalam pesona Kyungsoo.

"Berita kalau mereka jadian tidak terlalu mengejutkan," kata Kai mengeluarkan suaranya. "Akan jauh lebih mengejutkan kalau Chanyeol berhasil mendapatkan Baekhyun dan Kris dan Tao putus, itu jauh lebih mengejutkan."

Luhan dan Sehun langsung tertawa kencang karena perkataan Kai. Untung saja, saat itu pengunjung tidak terlalu ramai, jadi tidak banyak orang yang merasa terganggu dengan tawa dua manusia mirip itu.

"Kadang aku kasihan pada Chanyeol," kata Luhan. "Dia itu, bagaimana, ya? Banyak yeoja maupun namja yang suka padanya, contohnya… siapa namanya? Yejin? Hyejin? Entahlah. Yeoja itu kan cinta mati pada Chanyeol."

"Ne, yeoja itu bahkan pernah mengirimkan sebuket bunga mawar berwarna merah pada Chanyeol, hii, kalau aku diperlakukan seperti itu sih aku sudah merinding," kata Sehun.

"Tapi Baekhyun juga kasihan," kini Kyungsoo yang berbicara. "Aku pernah melihatnya disudutkan oleh beberapa orang, kurasa itu kelompok dari murid bernama, siapa? Yejin? Hyejin? Aku tidak peduli. Waktu itu terlihat Baekhyun sudah hampir menangis. Untung saja ada Tao yang datang menolong."

Luhan menatap Kyungsoo kaget. "Kenapa kau tidak memberitahuku, Kyungie?" tanya Luhan sambil mempoutkan bibirnya.

"Mianhae, Luhannie," balas Kyungsoo sambil tersenyum minta maaf. "Waktu itu aku shock sekali, baru kali ini aku melihat pembullyan secara langsung."

Sehun tertawa kecil melihat Kyungsoo yang terlihat begitu senang dan bangga dapat melihat seseorang disudutkan dengan mata kepalanya sendiri. Kekanakan, menurut Sehun. Tapi, ia suka sifat kekanakan Kyungsoo.

Sedangkan Kai? Ia masih menikmati es krimnya dengan perlahan. Sebenarnya ia bukan anak yang suka membicarakan teman seperti ini, terutama kehidupan percintaan mereka. Tapi, apa daya? Rupanya sahabatnya itu menyukai topik seperti ini.

Luhan menghela nafasnya pelan. Lagi, ia merasa cemburu kembali terasa di hatinya. Sakit, sesak, perih. Sehun tampaknya begitu menikmati waktunya bersama Kyungsoo. Bahkan tak jarang Sehun tertawa kecil karena perilaku polos Kyungsoo.

Luhan sadar, kalau ia memang tidak bisa menjadi namja polos seperti Kyungsoo. Ia juga tidak bisa memesona setiap orang seperti Kyungsoo dengan mata bulat besarnya. Yang ia bisa hanyalah… menjadi seorang Luhan. Seorang Luhan yang tidak pernah bisa menjadi seorang Kyungsoo.

"Chanyeol-ssi! Kenapa kau membawaku kesini?!" suara itu sukses mengalihkan perhatian keempat namja yang tengah menikmati es krim mereka itu. Luhan melebarkan matanya ketika melihat Chanyeol yang menarik tangan Baekhyun menuju tempat pemesanan.

"Aku mau menghampiri mereka dulu," kata Luhan yang buru-buru bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju Chanyeol dan Baekhyun.

"Chanyeol? Baekhyun?"

"Luhannie!"

Baekhyun langsung menyentakkan tangan Chanyeol kasar dan berlari menuju Luhan. Dengan tiba-tiba ia memeluk pinggang Luhan erat, membuat Luhan terkejut karenanya.

"Yak! Park Baekhyun!" terdengar suara protes dari Chanyeol. "Kau kan kesini bersama aku, kekasihmu! Kenapa kau malah memeluk namja lain?"

" .KEKASIHMU!" kata Baekhyun sambil berbalik menghadap Chanyeol dan juga memberi penekanan pada setiap kata. "Dan margaku itu Byun! Byun Baekhyun! Bukan Park Baekhyun! Dasar Park creepy Chanyeol!"

"Aigoo, Byunnie honey," kata Chanyeol saat berjalan mendekati Baekhyun. "Kau tau? Kau terlihat manis saat marah!"

"Aku namja! Aku tidak manis!" kata Baekhyun kesal. "Kau menyebalkan!"

"Walaupun aku menyebalkan tapi kau tetap sayang, kan?" tanya Chanyeol, kini ia memberanikan diri untuk memegang pinggang Baekhyun.

Wajah Baekhyun kini benar-benar memerah. Itu tandanya ia sudah benar-benar marah. Luhan, yang merasa akan adanya bahaya, langsung berjalan mundur, tidak ingin dekat-dekat dengan seseorang yang bisa meledak kapan saja.

"JANGAN PELUK PINGGANGKU CREEPY CHANYEOL!" teriak Baekhyun sambil memelintir tangan Chanyeol yang berada di pinggangnya, dan langsung membanting Chanyeol ke lantai. "Aku tidak menyayangimu! Aku bahkan tidak menyukaimu! Jadi, jangan membuatku kesal lagi!"

"Kalian," tiba-tiba seorang yeoja keluar dari ruangannya. "Kalian harus pergi. Kalian membuat keributan di kedai ku. SEKARANG!"

-0-

"Ini semua karena kalian, Park Chanyeol, Byun Baekhyun!"

"Sudahlah, jangan menyalahkan Baekhyun dan Chanyeol," kata Luhan menengahi. "Lagipula, kita juga sebenarnya membuat ribut di sana. Kau kan ingat, Sehun, saat kita tertawa keras tadi? Ahjumma pemilik kedai itu sudah memperhatikan kita dengan wajah seramnya. Hii! Walaupun es krimnya enak, sangat enak, malahan, aku tidak mau kembali ke sana! Ahjummanya seram!"

"Luhannie, bagi es krim vanillanya, dong," pinta Baekhyun dengan wajah memelas. "Huaa! Aku ingin es krim! ES KRIM!"

Baekhyun lalu menatap Chanyeol dan menudingnya dengan jari telunjuknya. "Kau! Kau yang membuat aku tidak jadi dapat es krim! Kau menyebalkan!"

Kai, Luhan, dan Sehun sweatdrop seketika melihat tingkah Baekhyun yang berubah menjadi kekanakan hanya karena 'es krim'. Padahal biasanya Baekhyun bersikap dewasa, walau tetap ribut. Namun ini? Ia seperti seorang anak kecil yang ditinggal pergi oleh Ibunya.

GREPP.

"Baekhyun, kalau kau mau es krim, aku belikan, oke?" tiba–tiba Chanyeol memegang tangan Baekhyun yang menudingnya itu. "Tidak sopan menuding–nuding seseorang. Terutama kalau kau menuding kekasihmu sendiri."

"AKU. BUKAN. KEKASIHMU!" kata Baekhyun sambil menghentakkan tangan Chanyeol kesal. "Aigoo, Park Chanyeol! Harus berapa kali kubilang kalau aku bukan kekasihmu?"

"Mau mengelak berapa kali pun, kau tetap kekasihku, Byun Baekhyun," balas Chanyeol sambil menatap Baekhyun tepat pada matanya. "Dan, aku mohon. Jangan bersikap kekanakan seperti ini. Aku tau kau bertambah manis ketika melakukannya, tapi, apa kau tau kalau kau membuat kita diperhatikan oleh orang–orang?"

Baekhyun merengut karena dinasihati oleh Chanyeol. Oke, kini ia menyadari kalau ia salah. Kenapa ia bisa bersikap sangat kekanakan hanya karena es krim? Aigoo…

"Emm, aku pulang duluan, ya?" tiba–tiba Kyungsoo berbicara. "Aku harus menjaga rumahku."

"Eh?" Sehun menatap Kyungsoo heran. "Hyung hanya sendiri di rumah?"

Kyungsoo menganggukan kepalanya. Membuat Sehun langsung menatap Kyungsoo khawatir.

"Hyung, aku antarkan ke rumah, ya?" tawar Sehun. Dia khawatir juga kalau hyungnya yang polos ini pulang sendirian. Akhir–akhir ini kan Seoul sedang bahaya.

"Emm, memang tidak merepotkan?"

"Tentu saja tidak!" balas Sehun "Sudahlah, ayo! Hyungdeul, aku pulang duluan, ya? Pay!"

Sehun langsung menarik tangan Kyungsoo. Tangan yang satunya tengah menuntun sepedanya. Sebenarnya mereka bisa saja menaiki sepeda itu, tapi, kata Kyungsoo, lebih baik jangan.

Luhan menatap kosong ke arah Sehun dan Kyungsoo yang sudah pergi meninggalkan mereka. Kai, yang menyadari hal itu, langsung menarik Luhan agar tidak melihat kearah sana.

"Hyung, pulang, yuk?" ajak Kai. "Kebetulan aku punya game baru di rumah. Mau liat?"

"E–Eum, boleh," balas Luhan menganggukan kepalanya kaku. "Ayo."

Kai dan Luhan langsung menaiki sepeda masing–masing dan mulai mengayuh sepedanya. Meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun berdua.

"Yak! Luhan! Kenapa kau meninggalkan aku dengan orang ini!"

"Sudahlah, kau tadi mau es krim kan? Ayo beli!"

"NO! Tolong a–– emph!"

–TBC–

Thanks To: KaiItemDekilCintaSooBabySeksey, chysinji0204, Riyoung Kim, parkleestan, HaFa NiAl, baconeggyeol, GaemGyu92, Vivi, ajib4ff, BBCnindy, KaiSoo Fujoshi SNH, Oh Hyunsung, Choi Minzy, HMeilien, fieeloving13, lisnana1, 0312luLuEXOticS, MyJonggie, ohristi95, MeeChan Hikaru, Brigitta Bukan Brigittiw, DianaSangadji. Thanks for review–ing. Buat yang punya akun reviewnya udah saya bales lewat PM :)

Last, mind to review?