Silent Lips
Disclaimer : Seluruh cast disini adalah milik Tuhan dan keluarganya.
Cast : - Lee Sungmin as Sungmin
Kim Jongwoon as Yesung
Cho Kyuhyun as Kyuhyun
Kim Ryeowook as Ryeowook
Park Jung Soo (Lee Teuk) as Sungmin's mother
Kim Youngwoon (Lee Kangin) as Sungmin's father
Kim Heechul (Cho Heechul) as Kyuhyun's mother
Tan Hangkyung (Cho Hanggeng) as Kyuhyun's father
Kim Jaejoong as Yesung's mother
Jung Yunho as Yesung's father
Lee Donghae
Lee Hyukjae
And another cast
Warning: Genderswitch, OOC, Abal, Typos.
Pair: Yemin, Kyumin, Yewook, Kyuwook and another pair
Summary: Walau engkau enggan membuka bibir mungilmu, namun itu tak akan pernah bisa menghapuskan tekadku untuk membuatmu kembali mengeluarkan suara indahmu. Aku merindukan dirimu, sangat merindukan dirimu. Kumohon kembalilah…..
*Prev Chapter*
"Ya! Seenaknya saja Hyung menyuruhku. Kalau Minnie noona yang nyuruh sih, aku rela-rela aja."
"Hahahahahahahahaha." Mereka pun tertawa bersama.
Sedangkan di parkiran kafe, terlihat namja berambut ikal sedang menatap bosan kafe dihadapanya. "Kau yakin mau kemari, Wookie? Kafe ini sangat ramai, pasti akan sangat lama menunggu antriannya."
"Pokoknya aku tetap mau makan ice cream di kafe ini."
"Ah, terserah kau sajalah." Dengan langkah malas, Kyuhyun memasuki café itu.
*End Prev Chapter*
.
.
.
Kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki kafe tersebut dengan malas. Benar apa kata Kyuhyun, kafe itu sangat ramai. Kyuhyun menyapukan pandangannya ke segala penjuru kafe itu, hingga matanya menangkap sesosok temannya. "Hei, ikan!"
Donghae yang merasa ada yang memanggil dirinya, langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara. "Ya! Dasar evil, mau apa kau kemari, eoh?"
Deg~
Jantung Sungmin terasa berhenti berdetak saat mendengar suara bass seorang namja. Walau kini ia membelakangi namja itu, namun Sungmin sangat tahu siapa pemilik suara itu. Tangan mungil Sungmin bergerak menyentuh ujung kemeja Yesung dan menggenggamnya erat. Yesung yang merasa kemejanya tertarik pun sontak menoleh ke arah Sungmin. "Ada apa, Minnie?" Yesung mengelus pelan kepala Sungmin.
"….." Sungmin tak menjawab, namun seluruh tubuhnya kini telah dibanjiri keringat dingin. Yesung mengerutkan alisnya tanda ia tak mengerti apa yang dirasakan Sungmin.
"Ah, Yesung-oppa. Sedang apa di sini?" suara seorang yeoja yang tak asing terdengar menyapa Yesung.
"Wookie-ah,, aku ke sini hanya menemani Mi….." Yesung tak melanjutkan kata-katanya ketika matanya tanpa sengaja melihat sesosok namja tinggi yang berdiri tepat di sebelah Ryeowook. Kini Yesung mengetahui apa penyebab Sungmin tampak begitu ketakutan, ternyata ada namja itu. Entah setan apa yang merasuki Yesung saat itu, dengan langkah cepat Yesung menghampiri Kyuhyun dan menarik kerah baju namja berambut ikal itu. Kyuhyun yang terkejut ketika Yesung tiba-tiba menarik kerah bajunya hanya mampu terdiam. "Kau! DASAR BRENGSEK!" dengan beringas Yesung langsung meninju rahang Kyuhyun hingga namja itu tersungkur di lantai.
"Ya! Hentikan, apa-apaan kalian ini, eoh?" Eunhyuk berusaha melerai kedua namja itu.
"KAU! MAU APA KAU KEMARI, EOH? DASAR MEMUAKKAN!" Yesung berniat meninju kembali tubuh namja yang telah tersungkur itu. Tak ada perlawanan sedikitpun dari seorang Cho Kyuhyun. Ia sadar, bahwa sangat wajar jika Yesung kini sangat membencinya. Ia pasrah jika harus mati di tangan namja bermata sipit itu.
"Hajar saja aku, hyung! Habisi saja aku jika kau mau!" Kyuhyun menatap nanar namja yang kini tengah menatapnya dengan pandangan benci.
"Baiklah, jika itu maumu. Maka aku akan menghabisimu CHO KYUHYUN!"
"Cu….kup Yesungie." Sebuah suara berhasil menghentikan Yesung yang kini telah siap menghajar Kyuhyun.
"Mi..minnie.. kau bicara?" Yesung melepas kerah baju Kyuhyun, dan mulai melangkahkan kakinya menuju sesosok yeoja berambut pirang.
"Mi..nnie." ujar Kyuhyun lirih saat mendengar suara lembut seorang yeoja yang sangat ia hafal.
.
.
.
*Kyuhyun POV*
Suara itu, suara yang sangat aku rindukan. Akhirnya aku menemukannya, tapi sayang sekali. Mungkin kini yeoja itu sangat membenciku. Bagaimana bisa dulu aku hampir memperkosanya? Setan apa yang merasukiku sampai-sampai aku tega menodai orang yang amat sangat aku cintai. Aku memang namja brengsek, hanya karena aku cemburu melihat kedekatannya dengan Yesung-hyung, tega-teganya aku menodai yeoja polos itu. Kualihkan pandanganku ke arah Yeoja yang kini terduduk diam di kursi rodanya. Yeoja itu kini tengah menatap sambil menggenggam tangan namja bermata sipit yang berada di hadapannya. Sakit sekali melihat keadaannya sekarang, dulu dia adalah sosok yeoja yang amat sangat ceria dan polos. Namun, karena kebodohanku kini ia menjadi yeoja tanpa kehidupan. Dapat kulihat kini mata foxy sayunya tengah menatapku dengan tatapan takut. Sekuat tenaga aku berusaha menyunggingkan senyuman terbaikku, berharap ia mau membalas senyumanku. Namun, tak ada respon dari yeoja itu.
*End Kyuhyun POV*
"Minnie, ayo kita pulang saja." Yesung mulai menjalankan kursi roda Sungmin menuju parkiran kafe.
Kyuhyun hanya dapat menatap nanar punggung Yesung dan Sungmin yang mulai menjauh. Jujur, Kyuhyun masih mencintai mantan yeojachingunya itu. Ia akui, ia sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan dulu. Andai waktu bisa diulang, begitulah apa yang ada di pikiran namja berambut ikal itu.
.
.
.
*Silent Lips*
"Minnie, maafkan aku ya? Seandainya saja aku tidak mengajakmu ke kafe itu, pasti hal ini…" perkataan Yesung terpotong saat Sungmin menatap matanya lembut.
"Gwaenchana Sungie~ah." Suara Sungmin begitu pelan hampir menyerupai sebuah bisikan.
"Gomawo." Yesung mengecup pelan pipi Sungmin lalu mengacak pelan rambut yeoja itu.
Sungmin hanya tersenyum menerima perlakuan Yesung, jujur Sungmin begitu menyukai apapun perlakuan namja bermata sipit itu. Sejenak Sungmin bisa melupakan pertemuannya dengan Kyuhyun.
"Minnie, kau tahu? Aku sangat senang bisa mendengar suaramu lagi."
Yesung berkata sambil menatap langit-langit apartemennya. "Kumohon,, jangan pernah membuatku takut lagi. Kau menyiksaku min, aku takut jika kau tak bicara lagi. Aku benar-benar….. takut." Pandangan mata Yesung tampak menerawang. Sungmin merasa sangat bersalah pada namja bermata sipit itu. Bagaimana bisa ia tega menyakiti perasaan orang yang sangat ia cintai itu. Tangan mungil Sungmin mulai merengkuh pinggang namja bermata sipit itu. Dipeluknya erat seakan tak mau melepaskannya walau hanya sedetik. "Mianhe.." lirih Sungmin.
.
.
~at Cho's Mansion
"Minnie, mianhe! Jeongmal…. Hiks….. Mianhe!" Tampak seorang namja tengah terbaring di lantai kamarnya sambil memegang selembar foto yeoja. Suara isakkan pilu namja itu memenuhi seluruh sudut kamarnya. "Minnie, mianhe. Maafkan aku, jebal. MINNIE, SARANGHAE!" Namja itu terlihat seperti namja yang sudah tidak waras. "Hahahaha, baiklah Minnie, jika kau tak mau memaafkanku, maka aku akan….. menghancurkan penghalang kita. Aku tahu, kau tak mau memaafkanku karena dia. Karena Yesung-hyung." Seringaian mulai tercetak di wajah tampan namja berambut ikal itu, seringaian yang menghapuskan tangis pilu namja itu.
~Sementara itu, di luar kamar Kyuhyun.~
"Kyunnie, buka pintunya chagi." Cho Heechul terlihat sangat khawatir dengan keadaan putranya. Bagaimana tidak, Kyuhyun yang tadi pulang dengan mata yang sembab, lalu Kyuhyun yang mengunci dirinya di kamar dan sekarang suara isakkan pilu Kyuhyun mulai berganti dengan tawa yang menakutkan. "Chullie, tenanglah." Kini Cho Hanggeng berusaha menenangkan istrinya yang tampak begitu gusar.
"Bagaimana bisa tenang Hannie? Aish, pasti yeoja itu yang membuat Kyu seperti ini. Apa perlu kita menyeret anak Teuki itu kemari dan menikahkannya dengan Kyu agar Kyu tidak bersikap seperti orang ganggua jiwa lagi."
"Chullie, kita tak bisa memaksakkan kehendak kita pada Sungmin."
"Ta…pi Hannie."
"Sudahlah, sebaiknya kita tidur sekarang" Hanggeng meranhgkul istrinya menuju kamar mereka. Hanggeng tak mau jika istrinya terus berpikiran untuk memaksa Sungmin untuk menikahi Kyu.
.
.
.
*TBC*
Miann lama updatenya karena author sibuk belajar untuk UTS. *plak
Mav juga gak bisa balas review kalian.
REVIEW PLEASE!
