A/N: Maaf, updatenya agak lama. Habis saya lagi ada banyak urusan, jadi gak sempet mulu buat masukin chapter selanjutnya. Nah, karena sekarang sudah saya masukin, jadi semuanya harus baca, ya! Pokoknya harus! Harus dan harus! *plak!*
Disclaimer: Inazuma Eleven © Level-5
Genre: Comedy, Friendship (hampir semua genre ada...)
Rating: K+
Warning: AU,OOC, gaje, and lebay O.O
...Secret Headquarters...
Chapter Three
Aki, Goenji, bersama dengan Fubuki bersaudara menjenguk Endou dan Kidou. Ketika Goenji membuka pintu, terlihat seorang gadis kecil sedang duduk pada kursi di sebelah kasur Kidou. Gadis itu berambut biru tua dengan mengenakan kacamata full-frame di atas kepalanya. Gadis itu menoleh ke arah pintu dan melihat mereka masuk ke dalam ruang perawatan.
"Eh, teman-teman kakak, ya?" Gadis itu menghampiri mereka dan membungkukkan badannya untuk memberi hormat. "Perkenalkan, nama saya Haruna, adik Kidou..." kata gadis itu sambil tersenyum.
"Salam kenal, Haruna-chan..." kata Aki sambil mengelus kepala Haruna yang terlihat imut
"Bagaimana keadaan kakakmu?" tanya Goenji dengan tatapan datarnya
"Saat ini dia sedang tertidur, keadaan kakak sudah membaik berkat kalian semua." jawab Haruna sambil tersenyum ramah
Disebelah kasur Kidou, terlihat Endou yang sedang tidur sambil mengeluarkan suara 'ngorok' yang keras. Dia tidak terlihat seperti orang yang kesakitan. Akipun menghampiri Endou dan memegang tangan kiri Endou dengan kedua tangannya.
"Endou.. Maafkan aku... Aku telah membuatmu terluka hingga kamu harus menderita seperti ini..." kata Aki sambil meneteskan air mata(menderita dari mananya! *author ditonjok Aki*)
Endou terbangun dari alam mimpinya dan terkejut melihat Aki yang sedang menangis di dekatnya. "Aki, apa yang terjadi denganmu! Mengapa kamu bisa menangis?"
"Tidak ada apa-apa, Endou. Karena aku, kamu menjadi terluka seperti ini. Aku memang cewek bodoh ..." Aki melepaskan genggaman tangannya dari Endou dan membersihkan air matanya dengan kedua tangannya
"Tidak, kok! Aku rela mengorbankan nyawaku demi orang yang aku sayangi.." kata Endou dengan rayuan gombalnya*author dijitak Endou* telah membuat Aki menjadi salah tingkah.
"Ah, kamu bisa aja~" kata Aki dengan pipi yang bersemu merah sambil menonjok-nonjok muka Endou yang tidak bersalah(rasain!*author dimentalin Endou ke luar angkasa*).
"A-Aki! Apa yang kamu lakukan! Itu bisa membuat Endou mati!" teriak Goenji yang membuat Aki tersadar dengan tindakannya
Muka Endou yang babak belur dan tangan Aki yang memerah sambil mengeluarkan asap(waw, mantap! OwOb*dijitak Aki*). "Endou! Daijobu! Tolong maafkan aku!" kata Aki sambil sujud-sujud di depan Endou*author ditendang Aki*.
"Da-daijobu.." jawab Endou yang sudah tidak memiliki bentuk itu(sungguh malang nasibmu, Endou...). Aki segera mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Endou dari bekas tonjokan dasyatnya. Sebuah adegan romantis antara Endou dengan Aki pun terjadi dengan mesranya*plak!*
Kidou terbangun dari tidurnya akibat suara-suara berisik yang berada di sekitarnya. "Teman-teman?" Kidou hening sejenak. "Kenapa kalian bisa ada disini?" lanjutnya
"Kakak!" teriak Haruna sambil memeluk kakaknya yang tercinta. "Ha-Haruna?" bingung Kidou yang sudah penuh dengan kebingungan(?)
"Kami hanya ingin melihat keadaan kalian." kata Goenji sambil menatap Endou dan Kidou.
"Kemana Kazemaru?" tanya Kidou
"Saat ini dia sedang membeli bahan-bahan makanan untuk mempersiapkan pesta keberhasilan kita pada tugas itu. Huh, dia hanya bisa menghabiskan gaji kita saja!" kata Aki
"Tidak apa-apa kan? Nanti juga kita akan bersenang-senang." kata Endou sambil memberikan senyum cermelangnya(?)
"Setelah keadaan kami sudah mulai baikan, kami akan segera menyusul kalian." kata Kidou kepada mereka
"Oke, kalau begitu, kami kembali ke ruangan(ruang perkumpulan) dulu ya!" kata Aki sambil melambaikan tangan kepada Kidou, Endou, dan Haruna
Pintu tertutup dengan rapat setelah mereka keluar. Suasana menjadi hening. "Nanti kamu harus ikut, ya..." Kidou mengelus kepala sang adik yang imut itu dan memperlihatkan senyum menawannya(?). "Aku pasti ikut, kok!" jawab sang adik sambil memegang tangan sang kakak yang berada di atas kepalanya. "Pasti..."
Pembatas cerita... =v=a
"Huaa..."
Takjub mereka melihat Kazemaru membeli banyak sekali bahan-bahan untuk memasakan makanan yang akan menjadi santapan yang lezat itu. "Bagaimana? Aku hebat kan?" bangga Kazemaru dengan hasil pembeliannya. "Kalau begini, kita bisa mengadakan pesta besar-besaran, nih!" girang Aki.
"Hmm, tunggu sebentar..." kata Shirou yang membuat teman-temannya menoleh ke arahnya. "Kamu belum membeli miso dan juga bahan untuk membuat kaldunya..."
Kazemaru terkejut dengan lebaynya*author digaplok Kazemaru* ketika mendengar perkataan Shirou. Dia melupakan bahan penting untuk membuat miso ramen! Apakah nantinya dia akan dibunuh oleh Fubuki bersaudara di tempat?
"Ah, eh, a-aku lupa..." katanya dengan nada ketakutan
"Jika tidak ada itu, bagaimana aku bisa membuat kuah miso ramen?"
"A-aku akan kembali ke pasar lagi!" Kazemaru dengan kecepatannya yang dasyat pergi menuju pasar terdekat. Teman-temannya hanya bisa sweatdrop melihat Kazemaru yang pikun itu. 'Miso ramen tanpa kuah? Bagaimana jadinya, ya?' pikir Goenji.
Pembatas cerita... =o=?
Kazemaru kembali dalam waktu 1 menit 55 detik(wah, cepet banget kamu, Kazemaru!) dengan membawa bahan-bahan untuk membuat miso ramen.
"Nah, sekarang bahan-bahannya sudah lengkap. Terima kasih, Kazemaru-kun..." kata Shirou sambil mengambil bahan untuk miso ramen dan dibawanya ke dalam dapur.
Aki menepuk pundak Kazemaru. "Makanya Kazemaru, jadi orang jangan pikun! Nanti kamu sendiri loh yang jadi susah." kata Aki sambil tertawa dengan perkataannya. Dia yang dikatai hanya bisa diam dan bersabar dengan temannya yang 'kurang ajar' itu*author ditonjok Aki*.
"Aki, namanya juga manusia. Pasti setiap orang pernah jadi pikun..." kata Goenji kepada Aki. Sebenarnya, Goenji mau membela Kazemaru atau malah berniat makin mengatainya? Hanya authorlah yang tahu *plak!*
Pembatas cerita... ~(=.=~)
Matahari mulai tenggelam. Langit yang tadinya berwarna orange, semakin lama semakin menggelap hingga malampun datang. Terdengar suara 'cheessh...' dari dalam dapur markas rahasia itu. Aroma makanan yang lezat mulai tercium dari seluruh ruangan, membuat semua orang menjadi tergiur. 'Apa yang sedang dimasak oleh mereka, ya?' Itulah yang dipikirkan oleh anggota-anggota di dalam markas itu.
Shirou mulai memasukkan mie ramen yang masih mentah ke dalam air yang baru mendidih. Aki memasukkan daging ayam yang telah dicincang bentuk kotak-kotak ke dalam panci rebus ukuran besar yang berisi air. Kazemaru memecahkan telur dan memasukkannya ke dalam panci yang telah berisi bihun dengan warna yang sudah kecoklatan. Goenji dengan menggunakan keahliannya dalam memasak takoyaki, membuat banyak sekali takoyaki yang terlihat lezat dan begitu menggiurkan(author juga mau, dong...*plak!*). Kalau Atsuya? Dia hanya bisa cengo melihat mereka yang sedang memasak atau membantu mereka untuk mengambilkan bahan-bahan yang ada di dalam plastik belanjaan.
"Sudah selesai belum? Aku sudah laper, nih..." rengek Atsuya yang sudah bosan
"Kamu harus sabar, Atsuya... Memasak itu tidak semudah yang kau kira..." kata Shirou kepada Atsuya yang sedang duduk sambil terus-menerus menganyunkan kedua kakinya.
Pembatas cerita... OxO!
Hidangan yang telah ditunggu-tunggu berada di depan mata Atsuya. "Wah, kelihatannya makanan ini lezat semua!" girang Atsuya dan menyambar takoyaki yang dibuat Goenji. "Plak!" Tangan Atsuya dipukul oleh Shirou. "Kita harus menunggu Endou dan Kidou dulu!". "Haa'ii..." jawab Atsuya dengan santai sambil mengelus-elus tangannya yang habis dipukul oleh Shirou.
10 menit kemudian...
"Gomen, minna! Aku telat banget, ya?" tanya Endou setelah berlari-lari sambil 'ngos-ngossan'
"Kamu lama banget! Makanannya sudah mulai dingin, tuh!" kesal Atsuya. "Kalau takoyaki dingin, nanti rasanya jadi gak enak!" lanjutnya
"Haha, gomen Atsuya.." kata Endou sambil menggaruk-garuk kepalanya
Kidou melihat semua makanan yang telah dihidangkan diatas meja piknik besar berwarna putih. "Wah, kelihatannya lezat. Boleh aku makan sekarang?" tanya Kidou.
"Boleh, kok! Ayo, kita mulai pesta besar-besaran ini!" kata Goenji
Pembatas cerita... *w*b
Pesta berjalan dengan meriah. Atsuya dan Endou yang sedang rebutan mengambil takoyaki yang hanya tinggal satu, Kidou dan Haruna yang sedang mengobrol sambil memakan miso ramen buatan Shirou, Kazemaru yang sedang santai menghirup udara malam yang segar sambil memakan sup buatan Aki, dan Shirou yang sedang mencampurkan semua makanan di atas meja ke dalam sebuah mangkok dan memakannya. "Kok rasanya aneh, ya?"(ya, iyalah! *plak!*)
"Berikan takoyaki itu!" kesal Atsuya sambil menarik piring yang berisi takoyaki dari Endou.
Sepertinya, masakan Goenji disenangi oleh kedua temannya itu sehingga takoyaki hanya tersisa satu buntelan(?). "Tidak mau! Kamu kan sudah banyak makan takoyaki!" kesal Endou yang masih menarik tempat takoyaki dari tangan Atsuya. Takoyaki terlepas dari tempatnya dan hampir mengenai halaman yang penuh dengan rerumputan dan lumpur itu.
"Takoyakiku!" teriak Endou dan Atsuya sambil berusaha untuk menyelamatkan takoyaki yang terjatuh.
"Bruk!" Badan Atsuya dan Endou saling bertabrakan. Takoyaki dengan gaya slowmotion terjatuh mengenai tanah dan tergencet oleh badan mereka.
"Aaah! Takoyaki!" teriak mereka secara bersama.
"Gara-gara kamu, sih! Takoyakinya jadi jatuh kan!" kesal Atsuya sambil mencak-mencak tak jelas*author dijitak Atsuya* "Huh, menyebalkan!"
"Kok aku? Kan kamu yang pertama kali narik-narik takoyakinya!" kesal Endou seperti anak kecil sambil mengembungkan pipinya yang tembem itu(aih, imutnya~)
"Sudah, sudah... Kalian kan sudah makan banyak. Buat apa memperebutkan satu takoyaki yang sudah dingin itu?" lerai Aki
"Tapi, tapi, takoyaki buatan Goenji enak..." rengek Endou seperti anak yang ingin dimanjakan oleh ibunya(hee? *plak!*)
Aki mengelus-elus kepala Endou layaknya sedang mengasuh seorang anak kecil. "Nanti mama akan minta papa untuk membuatkan takoyaki lagi, ya..."(loh, kok? *author ditonjok Aki hingga mental*). "Sejak kapan aku jadi suamimu..." jawab Goenji sambil sweatdrop
"Goenji! Buatkan Endou takoyaki seporsi lagi!" perintah Aki yang membuat teman-temannya jadi sweatdrop
"Eh, eh, aku juga, dong!" kata Atsuya yang tidak mau kalah.
"Hah, baiklah... Tunggu sebentar, ya..." kata Goenji sambil menghela nafas. Goenji meminta Kazemaru untuk membelikan bahan-bahan untuk membuat takoyaki di pasar malam.
"Hee? Kok aku? Kan bisa suruh yang lain buat beli bahannya.." kata Kazemaru yang membuat Goenji memberikan deathglare kepadanya. "Eh, ba-baiklah, hehehe..." kata Kazemaru dan langsung kabur dari tempat dengan kecepatan penuh.
Pembatas cerita... =w=v
"Fiuh, perutku sudah tidak muat lagi!" kata Endou sambil mengusap-usap perutnya yang menggemuk(yah, kalo Endou gemuk jadi gak imut lagi!*plak!*).
"Pesta hari ini sungguh menyenangkan! Kapan-kapan, kita adakan pesta seperti ini lagi, ya!" kata Shirou dengan riang sambil memberikan senyum malaikatnya(auh, silau! *plak!*)
"Kalau kita bisa mendapatkan gaji sebanyak ini lagi, nanti kita bisa kembali mengadakan pesta besar-besaran seperti sekarang ini." kata Kazemaru sambil merapikan barang-barang yang berserakan setelah pesta telah usai
"Yah, nanti gaji kita bakal habis terus, dong..." sindir Aki sambil mengelap meja yang sudah kotor. "Terus tidak bisa beli macam-macam lagi, deh..." lanjutnya
"Kan tidak terus-terusan. Tapi, kamu sangat menikmati pesta ini kan?"
"Hehe, sangat. Pesta ini lebih meriah dari biasanya. Apa ini berkat datangnya Shirou dan Atsuya kedalam kelompok kita, ya?"
"Sepertinya iya..."
"Nanti, kapan-kapan kita ajak boss Natsumi aja, bagaimana?"
"Idemu bagus juga." Kazemaru menaruh barang-barang ke tempat asalnya. "Yuk, teman-teman sudah menunggu kita di ruang kumpul."
"Oke, deh! Jangan sampai kita telat! Nanti kita bisa dimarahin sama teman-teman." kata Aki sambil berlari-lari menuju ruang perkumpulan.
"Hehe, iya..." kata Kazemaru sambil menyusul Aki yang berada di depannya. Tiba-tiba Kazemaru terdiam sejenak. 'Pesta hari ini memang sungguh menyenangkan...' pikir Kazemaru sambil tersenyum lembut
"Ah, tunggu, Aki!" teriaknya sambil mengejar Aki yang sudah tertinggal jauh.
To be Continued~
Saya rasa, cerita saya semakin lama semakin gaje.
Apa karena otak saya yang lagi error ya makanya cerita jadi kayak gini?
Tetapi, yang paling penting adalah...
Tolong di review, ya~! Don't forget! OwO
