Bleach Fairy chapter 3

By Mizuki Yuki

Disclaimer : Bleach itu punya…Tite Kubo~~~*pasang poster*

Warning : Gaje,garing, bahasa tak baku, OOC dll..

Happy Reading

Don't like don't read

-0000000-0—0-0-0-0-0-0-0-0-00000000-000000000-000000-

"Hari ini cerah ya~~!"Komentar Brownies dengan penuh semangat. "rasanya menyenangkan bisa sarapan pagi bersama kalian~~ini pertama kalinya Brownies makan bersama~~!Asiikk~~!"

Para Espada hanya senyum terpaksa….jujur saja…mereka agak risih dengan makhluk-makhluk yang seharusnya hanyalah dongeng khayalan anak-anak tersebut. Mereka makan dengan ceria dan diselingi oleh canda-candaan…tidak seperti Espada lakukan setiap pagi….para peri itu benar-benar akrab dan bersahabat dengan sesamanya meskipun beberapa diantara mereka merupakan peri iblis yang jahat dan buruk..

"Peri emang begini ya…?"bisik Halibel sambil bertopang dagu menatap peri-peri itu yang makan dengan penuh semangat. " Selalu ceria…tapi kurasa kalau marah mereka akan sangat mengerikan… …"

Para Espada lain pun hanya menghela nafas menghabiskan sarapan yang disuguhkan para peri itu. Sandwich bunga matahari yang ditaburi cherry. Aneh kelihatannya. Bahkan Ulquiorra yang sebelumnya tidak berniat memakannya akhirnya mau juga…..aroma Sandwich tersebut sangat menggoda dan rasanya yang sangat segar membuat para Espada betah duduk di atas kursi makan peri yang terbuat dari kelopak bunga dan melayang-layang dilangit…

"Kalian selalu makan begini?"Tanya Baraggan dengan heran."Menggunakan kelopak bunga yang melayang-layang seperti ini?"

Para Peri hanya tertawa cekikikan. Mereka mengangguk setuju. "Bagaimana menurut kalian tentang hal ini?"

Para Espada saling berpandangan. Tidak dapat menjawab….bingung mau jawab apa….para Peri seakan mengerti dan dengan cepat disodorkan sebuah teko mini pada Espada.

"Air manis ini akan membuat kalian lebih…."

"Tidak..terima kasih…kurasa lebih baik jika aku meminum air putih biasa" potong Kaname Tosen dengan datar. Dengan cepat ia melompat turun kebawah." Aku ada urusan…sampai jumpa"

Para Espada hanya bisa cengok melihatnya. Tak lama kemudian Ulquiorra pun menyusul…yang membuat para Peri kebingungan.

"Mereka marah karena kita belum menemukan leadernya ya?" tebak Gwyllion dengan cemas.

-0000000000-000000000-0-0-0-0-0-0-0-000000000-0-00-0-0

Kabut-kabut yang dingin seolah ingin menutupi hutan itu untuk selamanya. Hujan turun dengan derasnya ditengah kesunyian pagi. Sosok yang kita kenal sebagai Aizen tampak habis bangun dari tidurnya wajahnya pucat pasi dan berkeringat dingin. Kedua tangannya mengacak-acak rambutnya.

"Aku mimpi burukkkkk…"keluhnya dengan penuh ketakutan. Perlahan namun pasti ia berusaha mengingat mimpi itu memastikan apa yang dilihatnya dalam mimpi.

(Tring tring tring*mimpi flashback Aizen dimulai*)

Bangunan tua yang masih kuat dan kokoh. Di depan bangunan itu nampak seorang peri yang mengenakan jubah hijau panjang. Mahkota yang mahal dan terbuat dari emas bertengger diatas kepalanya. Sudah bisa kita tebak bahwa ia merupakan raja peri…..

Peri itu tersenyum penuh kehangatan memandang langit. Tak lama kemudian ia melempar tongkat yang dimilikinya keatas langit. Dalam sekejap saja, tongkat itu berubah menjadi tirai cahaya.

Tirai itu memperlihatkan berbagai macam kejadian yang tidak dikenali oleh Aizen. Namun sesaat kemudian akhirnya muncul sebuah tempat yang membuat Aizen terkejut.

Hueco Mundo

Darah-darah banyak bertebaran di Hueco Mundo. Bangunannya pun hancur lebur….dan yang lebih mengejutkan ketika melihat rekan-rekannya jatuh bergelimpangan dan sekarat…

Aizen tidak bisa menerima itu…ia berlari menuju tempat layar cahaya untuk melihat lebih jelas. Namun sang raja peri menyadarinya dan mulai menggerakan tangannya. Belum sempat Aizen meneliti apa yang dilakukan peri itu. Di bawah kakinya…terbuka sebuah lubang hitam….lubang yang memancarkan hawa kematian yang pekat. Aizen pun bergidik ngeri dan akhirnya terjatuh kedalamnya.

"Gerbang kegelapan….."kata peri itu dengan datar."Terkurunglah selamanya disana.."

"UAGGGHHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Teriakan Aizen mengakhiri ingatan akan mimpi tersebut. Ia gemetar bukan main. Di lihatnya sekelilingnya dengan seksama. Bangunan yang seperti terbuat dari kapas…lembut….membuat Aizen bertanya-tanya, dimana kah dia?

"Ternyata kau sudah bangun….."kata sebuah suara dengan penuh kelembutan."Selamat pagi~~~"

"Uaaa…! Peri…..!"teriak Aizen dengan panik ketika makluk mungil dan imut tersebut mendekatinya.

Peri itu memiliki sayap oranye yang pekat. Dikepalanya tampak ada tanduk Unicorn. Sayapnya yang seperti kupu-kupu dan pakaian peri itu terbuat dari daun-daunan dan kelopak bunga membuat Aizen semakin menyeritkan dahi.

"Ah….aku lupa memperkenalkan diri….perkenalkan…aku Lilies…aku campuran antara Light Elves dan Dusky Elves~~~"katanya dengan suara imut.

"Light Elves dan….Dusky Elves?" sahut Aizen yang makin bingung.

"Light Elves merupakan peri yang tidak terikat apapun~~sering berjelajah keempat dimensi…ibuku jenis Light Elves sedangkan ayahku Dusky Elves…ayahku merupakan peri yang terikat oleh alam…..hehehe…aneh ya?" Tanya Lilies dengan grogi. Aizen menggelengkan kepala.

"Tidak kok…"jawab Aizen dengan santai." Terima kasih sudah menolong…tapi…ini dimana?"

Lilies hanya tersenyum kecil, melihat tingkah Aizen yang terkagum-kagum dengan ruangan ini.

Ruangnya bercat ungu lavender indah, kasurnya terbuat dari sehelai daun yang seperi daun pisang namun sangat lembut dan empuk. Melayang-layang . dan yang membuat Aizen demakin ternganga adalah ternyata lantainya terbuat dari air yang bening.

"Hehehehe….tidak ada yang seperti ini kan didunia kalian?"Tanya Lilies dengan terkekeh kecil. "Ini di Fairy center….kota peri yang paling maju~~"

Aizen mengangguk-angguk, pikirannya masih terpana dengan lantai itu.

"Semua ini berkat raja kami…yang mulia Oberon~~beliau memang sangat cakap dalam pemerintahan~~"puji Lilies dengan penuh decak kagum. Aizen langsung menatap Lilies dengan tajam.

"Raja?"

"Iya.."

"Namanya Oberon?"

"Iya….dan kau harus memanggilnya yang mulia…tidak sopan!"

"Apakah beliau mengenakan jubah hijau?"

"Ya…..terkadang….."

Aizen bukan mainnya terkejut. Tak menyangka bahwa yang muncul dalam mimpinya adalah Oberon yang dicarinya. Tapi dasar Aizen, ia langsung membuat keputusan !

"Aku akan menemuinya!"

"Eh?"

"Aku ada perlu dengannya! Lagi pula jarak istananya tidak jauh dari sini kan?"

"Iya sih…tapi…"

"Tidak perlu khawatir! Aku akan segera kembali!"

Aizen melompat turun kebawah, dengan kecepatan kilat ia melesat keluar rumah itu dengan tanpa perbekalan apa-apa.

"Hoi…..! tunggu~~!"

Namun Aizen telah menghilang dari pandangan. Lilies hanya menutup mulutnya sendiri dengan tidak percaya.

"Lilies? Ada apa?Dimana orang yang kita tolong tadi?"Tanya Sebuah suara dengan penuh tanda Tanya. Lilies menoleh keasal sumber suara.

"Ibu~~! Orang itu sungguh berani…! Ia ingin keistana yang mulia…."ujar Liles pada sosok itu yang ternyata adalah ibunya.

Sang ibu hanya terdiam, didekapnya anaknya dengan penuh kecemasan. Sambil menatap langit-langit.

-00000000-0-0-0-0-0-0-0-000000000-000000-0—0-0-0-0—0-

"Ah….! Itu dia!" seru Aizen dengan penuh semangat. Ia tidak peduli dengan para perii yang menatapnya dengan tatapan tajam. Matanya terfokus dengan bangunan yang megah dan besar. Jadi ini istananya? Beda dengan yang dilihatnya dalam mimpi batin Aizen.

Perlahan namun pasti ia melangkahkan diri mendekati pintu gerbang istana. Di sentuhnya gerbang besi tersebut, yang langsung memberi sensasi panas yang menyengat ke tangan Aizen. Menyadarinya ia segera mundur beberapa langkah kebelakang.

Matanya menatap bangunan itu dengan seksama. Mencari celah-celah agar ia bisa masuk…tak lama kemudian ia akhirnya menemukan celah itu. Senyum-senyum keberhasilan sudah terpampang diwajahnya.

Ia mencari sebongkah batu yang tergeletak di tanah. tepat setelah menemukannya ia mendekatkan batu tersebut ke gerbang dalam waktu yang agak lama sampai batu itu akhirnya memanas dan akhirnya menghitam seperti arang. tersenyum puas ia mulai mengumpulkan batu-batu disekitarnya.

-000000-0000000-0-0-0-0-0-0-0-0-0-00000000—00-0-0-0-0-0—0-0

"Hm…terima kasih…Puck…"kata Oberon dengan sopan. Puck hanya membungkuk hormat pada atasannya tersebut. Sesaat kemudian ia baru mendongakan kepalanya.

"Hamba tidak menyangka reaksi tuan begitu cepat….syukurlah…sekarang para peri pembuat masalah sudah dibungkam oleh para Elves…."Kata Puck dengan penuh kekaguman. Oberon hanya mengangguk-angguk setuju.

"Tindakan yang cepat sangat dibutuhkan untuk mengendalikan mereka…"kata Oberon." Sebelum semua terlambat…."

Oberon bangkit berdiri dari kursi singgahsananya. Melihat pemandangan dari jendela istana yang terbuat dari kaca yang jernih. Dirinya terkejut saat melihat sosok Aizen yang sedang mengumpulkan batu. Namun keterkejutannya itu sesaat berubah menjadi senyum

"khuhuhuhuhu…cerdik sekali…."

-To Be Continued-

Hola Minna-san~~~bagaimana? Semakin aneh ya….

Ah…..Yuki mau nambahkan info..bahwa para beberapa peri disini ternyata muncul di Harry Potter….tapi sungguh! Yuki gak bermaksud mencontek makhluk sihir di dunia HarryPotter….Yuki mengambilnya dari Mitologi peri*Blog-blog orang,Wikipedia, buku-buku dongeng*~~~dan Yuki pun baru menyadarinya setelah diberitahu oleh Hotaru-san~~*terima kasih Hotaru-san*

….begitulah para reader….mohon dimengerti….dan terima kasih sudah membaca sampai disini….

Jika para Reader ingin mengetahui soal peri lebih lanjut….bisa cari di Mbah Google =^=

Ah…malah jadi curhat niih…^_^''…yah sudahlah….terima kasih banyak sudah membaca~~

Review?