Disclaimer: FairoNeko bukan pemilik Card Captor Sakura
.:Horror dibalik Syarat Pernikahan:.
Sebagaimanapun ingin-dan berusaha-nya, Syaoran tidak bisa mengatup kembali mulutnya. Dia yakin bahwa dirinya telah melakukan perjanjian yang akan menghantuinya seumur hidup.
"Jadi, kamu suka yang mana, Syaoran? Yang berenda? Yang bertema gothic? Yang bertema lollita? Yang simple? Yang seksi? Yang ketat? Yang tanpa lengan? Yang dengan lengan panjang? Yang pakai kerah? Yang bertema putri? Yang bertema Barat? Yang bertema Timur? Atau yang seperti Lady Gaga? Yang mana? Yang mana? Yang mana?" tanya Tomoyo dengan semangat
Mata Syaoran membelalak besar, "A...a...a..."
"Yang ini? Atau ini? Ah, yang ini aja ya? Atau yang ini? Yang ini bagus juga 'kan? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini? Yang ini?" tanya Tomoyo lagi sambil memperlihatkan berbagai macam jenis pakaian perempuan buatannya
Syaoran cuma bisa menganga dan menatap pakaian yang di perlihatkan Tomoyo dengan sangat ketakutan. Bahkan, ada air mata yang keluar!
"Bagaimana dengan accessoriesnya? Kamu suka yang mana Syaoran? Mau pakai gelang? Kamu mau pakai perak atau emas? Antingnya mau yang gimana? Kalungnya yang ini atau itu? Kalau bertema putri, rasanya pakai yang ini ya... Ah, mau pakai wig juga? Wig berambut panjang atau pendek? Mau berambut pirang atau coklat? Atau hitam saja? Atau pakai topi? Pakai make-up? Pakai jepit rambut bunga mawar ini? Atau kamu suka yang bentuk binatang?" tanya Tomoyo lagi dengan menunjukkan berbagai macam barang yang disebutnya
"A...a...a..." nganga Syaoran yang sedang menutup matanya dan mengambil pose siap lari marathon
"Mau pakai tas-tas kecil nan lucu ini? Pakai cincin juga? Atau sekalian pakai baju pengantin Sakura?" tanya Tomoyo tanpa peduli dengan pose Syaoran yang siap melarikan diri itu
"AAAAAAA!" seru Syaoran akhirnya sambil berlari menuju pintu yang dapat mengeluarkan dirinya dari ruangan itu
Syaoran menuju ke pintu yang dapat menyelamatkannya sambil menghindari dan melewati gunungan pakaian dan accessories yang menghalanginya. Ketika Syaoran berhasil mencapai, membuka, dan keluar dari pintu itu, Syaoran mengeluarkan tangisan kemerdekaan. Syaoran mengangkat kedua tangannya, membentuk pose kemenangan dan...
"Eit, mau ke mana kau, adik iparku tersayang?" ucap Touya sambil mencekik Syaoran
Seluruh tubuh Syaoran seolah-olah kehilangan warnanya sehingga Syaoran terlihat seputih warna putih yang sangat putih. Yang penting Syaoran menjadi putihlah!
Touya terkekeh senang, "Nah, sesi pemilihan pakaian sudah selesai. Sekarang, kita masuk ke sesi pemotretan. Aku harap kau dapat menunjukkan kewanitaanmu, adik iparku tersayang." ucap Touya sambil melempar Syaoran kembali ke kamar penyiksaan
"TIIIIIIDDDDAAAAAAAKKKKKKKKKKK!" teriakan itu dapat terdengar jelas sebelum Touya membanting pintu untuk menutup koneksi yang menghubungkan neraka dengan surga
Selama semua hal itu berlangsung, Yukito hanya melihatnya dari samping, "Kasihan Syaoran... Punya kakak ipar yang sister complex dan usil." ucap Yukito sambil tersenyum
