"Ini kan hanya dua hari. Dan dua hari itu bisa menjadi kebahagiaan seumur hidup bagi Jaejoong-hyung. Aku ingin melihatnya tersenyum dan aku tidak tega Yunho-hyung disiksa terus,"
.
For My Birthday
A DBXO fanfiction.
Cassiopeia1215
Ini gaje..mungkin poin kekeluargaannya agak absurd.. berusaha jadi humor sih ._. kemungkinan bakal two shot atau three shot :3 doakan aja biar ga terlalu panjang, kay?
.
Happy reading!
.
"Appa, aku takut," kata Kyungsoo sambil menunduk. Lidahnya berusaha membiasakan diri untuk memanggil Yunho dengan sebutan Appa. Entah kenapa, Kyungsoo takut Yunho akan memukulnya kalau Kyungsoo tidak memanggilnya dengan sebutan tersebut.
Tenang saja, Kyungsoo-ya. Yunho tidak suka menyiksa anak-anak kok...
"Tidak usah tegang, Kyungsoo-ya," Yunho merangkul Kyungsoo masuk ke apartemennya dengan Jaejoong. Sesekali mengelus rambut Kyungsoo yang sedikit berantakan karena selama di mobil tadi Kyungsoo kembali tidur. Sesekali Kyungsoo menggosok matanya, berusaha menghilangkan sisa-sisa kantuk yang masih menggelayuti mata bulatnya.
Yunho menunggu Kyungsoo melepas sepatunya, kemudian memanggil Jaejoong yang berada entah dimana.
"Jaejoong-ah!" seru Yunho, mengagetkan Kyungsoo yang tidak menyangka suara Yunho bisa sebesar itu. "Kyungsoo datang!"
"Kyungsoo?" samar-samar Kyungsoo mendengar suara yang selama ini hanya dia dengarkan dari album tersebut. Kyungsoo dazed ketika sosok Jaejoong muncul dari sebuah ruangan dengan pakaian sehari-harinya. Walaupun hanya memakai pakaian sehari-hari, aura cantik dan seksi Jaejoong tidak berhenti menguar. Dalam hati Kyungsoo sedikit bertanya-tanya bagaimana bisa Yunho menahan diri terhadap pesona Jaejoong.
"Omo!" tanpa aba-aba, Jaejoong langsung membawa Kyungsoo dalam pelukannya, membuat pemuda manis itu agak sesak nafas.
"Yunho-ya," panggil Jaejoong tanpa melepaskan pelukannya, "Bawa tas Kyungie ke kamar kita! Aku masih ingin memeluk makhluk manis ini!"
'Makhluk manis?' pikir Kyungsoo sambil nyengir. 'Aku memang manis!'
"Aigooooo!" Jaejoong kini mencubit-cubit pipi Kyungsoo dengan gemas. "Kau ternyata lebih manis daripada di fotomu! Pipimu lebih chubby dan bibirmu lebih seksi!"
"Hahaha terima kasih, hyung," jawab Kyungsoo ragu. Tidak tahu harus bagaimana menjawab sosok seksi didepannya yang kini mengerucutkan bibir plump'nya.
"Jangan panggil aku hyung," sungut Jaejoong sembari mengacak rambut Kyungsoo. "Panggil aku umma,"
Kyungsoo berusaha keras memanggil sosok Jaejoong dengan sebutan 'umma'. Berusaha sangat keras, karena pada dasarnya kalau dilihat dari modelnya, Jaejoong itu belum cocok menjadi seorang ibu. Lihat saja perutnya yang rata, yang bahkan sampai terkesan cekung itu. Walaupun perut itu tanpa abs, masih terlihat sangat seksi. Kemudian, wajah Jaejoong yang masih mulus bagai porselen, belum ada kerutnya sama sekali. Berbeda dengan Yunho yang sudah sedikit berkerut dibagian ujung matanya. Dan kemudian rambutnya yang dipotong dengan gaya modis dan dicat warna coklat. Seandainya bukan artis, Jaejoong pasti jadi ulzzang tertampan sekaligus tercantik di seluruh tanah Korea.
"U-umma..."
"NAH! BEGITU, NAK! BAGUS!" Jaejoong kembali memeluk Kyungsoo dengan erat, membuat pemuda itu sekali lagi sesak nafas. Kyungsoo salah mengira. Hanya karena badan Jaejoong kecil, ternyata belum tentu kekuatan pelukannya bagai seorang wanita.
Pelukan Jaejoong itu seperti gorila!
"Nah," Jaejoong melepaskan pelukannya, kemudian membantu Kyungsoo mencoopot mantelnya. "Sekarang kau duduk-duduk dulu, ne? Minta appamu melawak saja kalau kau bosan. Ummamu yang cantik ini ingin menyelesaikan memasak dulu. Sebentar lagi makan pagi, dan semua member DongBang akan datang kesini untuk sarapan bersama."
Mendengar kata 'memasak', mata Kyungsoo yang bulat jadi semakin bulat.
"Umma juga suka memasak?" Kyungsoo tersenyum lebar. "Kyung boleh bantu?"
.
Cassiopeia1215
.
Kyungsoo meletakkan mangkok besar berisi kimchi yang sudah lama diatas meja makan apartemen. Pemuda bermata kelereng itu mendesah puas mengamati meja makan yang penuh sesak dijejali oleh berpiring-piring makanan tersebut. Meja makan tersebut berkaki pendek ala meja makan Jepang, dengan enam bantalan mengelilingi meja-meja tersebut.
Disamping Kyungsoo terdapat sebuah rice cooker yang mengeluarkan uap panas dengan aroma nasi hangat yang menggugah selera. Kyungsoo siap dengan sendok nasi di tangannya, dengan sigap mulai mengisi sembilan mangkok nasi yang terjejer rapi diatas meja.
Eh, sembilan?
"Yunho-yaaaa!" panggil Jaejoong dari arah kamar mandi, dengan kompak membuat baik Yunho dan Kyungsoo menoleh kearah kamar mandi. "Tolong buang sampahnya dan telepon Changmin! Makanan sudah siap! Suruh dia datang sama dolphin dan tikus itu!"
Dolphin?
Tikus?
Kyungsoo mengisi mangkok-mangkok tersebut dengan bingung. Siapa itu dolphin dan tikus yang disebutkan Jaejoong? Seingatnya member DongBang nggak ada yang berwujud binatang deh...
Saat Kyungsoo mengisi mangkok ketujuh, dia mendengar suara pintu dibuka dengan keras. Karena tidak biasa, Kyungsoo jadi kaget. Nyaris saja dia menjatuhkan mangkok nasi yang tengah dia pegang. Ketika Kyungsoo meletakkan mangkoknya diatas meja, dia mendengar suara tawa menggelegar dari arah pintu. Bertanya-tanya apakah Jaejoong mengundang seekor monster.
"Pagi, hyung!" si pemilik suara menggelegar—Changmin—mengucap selamat pagi dengan asal pada Jaejoong yang baru saja keluar kamar mandi. Kyungsoo mengintip dari dapur, dan mendapati Changmin tengah mencium pipi Jaejoong, membuat matanya yang bulat makin bulat.
Itukah Changmin?
Perasaan terakhir dia melihat Changmin, sunbae'nya itu tidak setinggi sekarang.
Kyungsoo cepat-cepat menyelesaikan mengisi mangkok nasi, kemudian lari ke ruang tamu dan berdiri diam di pojokan, mengamati pasangan Yoochun dan Junsu yang masuk ke apartemen. Yoochun membantu Junsu membuka sepatunya sambil membisikkan sesuatu ke telinga Junsu, menyebabkan Junsu tertawa keras.
"Eukyangkyang~~"
"Jangan tertawa keras, hyung," desis Changmin. "Suara lumba-lumbamu itu mengganggu sekali. Bagaimana kalau wartawan tiba-tiba mengenali suaramu kemudian meliput kalau kita makan bersama?"
'Oh, jadi si lumba-lumba itu Junsu-hyung,' batin Kyungsoo, masih tidak bergerak. 'Jadi, kalau begitu si tikus itu pasti Yoochun-hyung.'
"Lho, Do Kyungsoo,"
Jantung Kyungsoo nyaris copot ketika seorang Shim Changmin memanggilnya dengan suaranya yang berat dan agak mengancam. Kyungsoo sudah terbiasa dengan suara berat Chanyeol, tapi tidak pernah dengan suara Changmin. Baginya, suara Changmin itu agak menakutkan karena sangat berat dan dalam jika sedang berbicara, berbeda dengan suara Changmin ketika sedang menyanyi.
"H-hai, sunbaenim!" Kyungsoo cepat-cepat membungkuk 90 derajat kearah Changmin sementara Jaejoong menjitak 'anak'nya yang sekarang jadi anak sulung itu.
"Kau ini apa-apaan?" Jaejoong ngomel-ngomel sambil merangkul Kyungsoo yang segera balas memeluk pinggang Jaejoong. Kegiatan memasak tadi obviously membuat mereka lebih dekat. "Begitukah caramu memberi salam pada adikmu?"
"Aku hanya kaget da—wait, what? Adik?" Changmin membelalakkan matanya tak percaya sambil memandang Kyungsoo yang sekarang menyembunyikan wajahnya di punggung Jaejoong.
Jaejoong mengangguk mantap sambil mengeratkan pelukannya pada Kyungsoo. "Mulai sekarang, dia adikmu. Ummamu yang cantik ini baru saja mengadopsinya hari ini."
"MWORAGUYO?"
.
Cassiopeia1215
.
Kyungsoo memakan nasinya takut-takut sambil memandang YunJae dan YooSu yang suap-suapan kimchi. Para couple yang minta duduk bersebelahan tidak bisa ditentang ternyata. Jadilah kini Kyungsoo duduk di sebelah Changmin, yang kini sudah menyelesaikan mangkok nasi keduanya. Sekarang Kyungsoo tahu tiga mangkok nasi itu untuk siapa.
Kyungsoo jadi agak trenyuh saat dirinya mengucapkan selamat ulang tahun pada Jaejoong tadi, Jaejoong terdiam cukup lama, kemudian memeluknya erat dan lama sekali.
Sepertinya Jaejoong kesepian.
Kyungsoo mengunyah sambil mengamati Yoochun yang menyeka noda sup kentang di wajah Junsu, dan Jaejoong yang mengomeli Yunho karena tidak mau makan sayur.
Ah, melihat momen yang terakhir, Kyungsoo jadi merindukan Jongin.
Sambil mengunyah, Kyungsoo melamun. Melamunkan kekasihnya yang—ngakunya—berkulit bronze itu. Bagaimana kabarnya sekarang... Apakah ia mau makan sarapan... Apakah dia masih bersemangat dan mengolok-olok Sehun seperti biasanya... Atau apa yang sedang ia lakukan sekarang.
Lamunan Kyungsoo buyar ketika seseorang menyodorkan kentang di bibirnya.
Changmin.
"Hey, adik," Changmin nyengir menatap Kyungsoo. "Jangan terlalu kaget melihat mereka. Kalau kau iri, nih kusuapi. Lumayan lho kau kusuapi, di luar sana banyak gadis-gadis rela mengantri hanya untuk kusuapi."
Kyungsoo spontan tertawa mendengar Changmin berceloteh. Ah, satu hal yang kini Kyungsoo ketahui. Ternyata di balik wajah dinginnya, hyungnya ini sangat ramah dan kocak. Meskipun memang narsis luar biasa sih, yang tidak langsung mengingatkannya pada Jongin.
Kyungsoo memakan kentang yang disuapkan Changmin, kemudian balas nyengir kearah hyungnya. "Jangan salah, hyung. Diluar sana juga banyak gadis-gadis yang rela mengantri hanya untuk kusuapi,"
"Dan sepertinya bukan cuma gadis, Kyungsoo-ya," Yoochun menimpali. "Pasti juga banyak seme-seme kelaparan yang sela mengantri hanya untuk melihat senyummu," Yoochun tersenyum seribu watt pada Kyungsoo, membuat pemuda manis itu sedikit merona. "Kau manis sekali,"
BLETAK!
"Kau berani menggoda Kyungsoo?! Setelah tadi pagi kau menggoda nuna-nuna cafe dan polisi wanita?!" jerit Junsu nyaring sambil menjitak kepala kekasihnya. Sedangkan yang dijitak hanya bisa meringis kesakitan. "Arraseo, tidak ada jatah untukmu nanti malam,"
Yoochun membelalakkan matanya dengan panik, kemudian mulai merayu Junsu supaya dimaafkan.
"Eat that, bad hyung!" Changmin tertawa sambil merangkul Kyungsoo. "Jangan berani macam-macam sama adikku. Hadapi dulu hyungnya kalau berani," kata Changmin sambil menepuk dadanya sendiri dengan bangga.
"Fuck you, Max," desis Yoochun. "Sekarang kau malah ikut-ikutan. Padahal kan aku hanya ingin menggoda Kyungsoo sedikit." Yoochun meringis, sementara Kyungsoo membulatkan matanya dengan kaget. Sedikit terkejut mendengar pisuhan Yoochun. Telinganya yang setengah suci tidak terbiasa mendengar kalimat sumpah-serapah.
"Tidak boleh hyung," Changmin menutup telinga Kyungsoo. "Dan jangan kau berani-berani bicara kotor seperti itu didepan Kyungsoo, hyung! Kau bisa menodai kepolosan adikku!"
Satu hal lagi yang Kyungsoo pelajari hari ini.
Changmin ternyata juga agak brother complex.
.
Sesi sarapan sudah selesai. Jaejoong sibuk membereskan peralatan makan. Awalnya Kyungsoo ingin membantu, tapi Jaejoong melarang dan menyuruhnya untuk beristirahat saja sambil menemani ChangYooSu yang tengah nonton TV di ruang tengah. Changmin yang terlalu gemas dengan keimutan Kyungsoo kini tengah memangku Kyungsoo sementara Changmin duduk di sofa. Tangannya memeluk pinggang Kyungsoo dengan erat, dan Kyungsoo duduk diatas kedua paha Changmin. Benar-benar seperti anak usia lima tahun yang memangku adik bayinya sambil nonton TV!
Kyungsoo menguap sedikit ketika televisi terus menayangkan acara berita. Yoochun dan Junsu masih menonton dengan tenang. Namun, ketika mendapati Kyungsoo menguap, Junsu menyodorkan remotenya pada Kyungsoo.
"Kyung, ambil remotenya. Tontonlah apa yang ingin kau tonton," kata Junsu sambil tersenyum sangat manis, membuat Kyungsoo agak salah tingkah.
"Eh?" Kyungsoo menatap remote di tangannya. "Tapi kalau sunbae mau nonton berita, tidak apa-apa kok,"
"Justru karena nonton berita, keriputku bertambah," canda Yoochun. "Tidak apa-apa, tontonlah sesukamu. Tadi juga Yunho-hyung menjemputmu pagi sekali kan? Pasti kau tidak sempat nonton TV di dorm."
"Eh, iya sih. Hehehe," Kyungsoo nyengir, membuat Changmin mencubit-cubit pipi adiknya dengan ganas.
"Aih, Kyungie! Kau lucu sekali sih! Lucunya lucunya lucunya!"
Tidak menyangka kan seorang Shim Changmin bisa bereaksi begini hanya karena melihat Do Kyungsoo?
"Hngggg, hyuuuuung," Kyungsoo sedikit memberontak, tapi Changmin memeluknya lebih erat. Membuat Kyungsoo merasakan hangat tubuh hyung'nya. Di tengah pelukan Changmin, Kyungsoo melirik jam dinding.
'Masih jam segini!' batin Kyungsoo riang, kemudian mengganti channel TV.
Dari stasiun TV berita ke stasiun TV KBS yang sedang menayangkan Pororo.
"YAH! PORORO DA~~~"
"POROROOOOO!~~" Kyungsoo berseru gembira ketika mendengar soundtrack Pororo bermain. YooSu agak kaget melihat tontonan favorit Kyungsoo. Imut sekali.
Kyungsoo perlahan mulai ikut menyanyikan sountrack Pororo. Kenapa pelan-pelan? Karena ini di apartemen Jaejoong. Kalau di dormnya sendiri sih, Kyungsoo mau nyanyi sampai Kai terbangun dari tidurnya sih juga tidak ada yang peduli.
Intinya, di rumah orang lain harus jaga image sedikit.
"Wuah, tak kusangka Kyungie juga suka Pororo!" seru Junsu riang. "Chunnie, pangku aku juga~ Aku juga ingin nonton Pororo sambil dipangku!~"
Pagi itu, apartemen YunJae dipenuhi oleh suara dua orang yang menyanyi Pororo dan YunJae yang tengah berdebat tentang siapa yang harus menyikat WC minggu ini.
.
Cassiopeia1215
.
Perlahan, kegelapan mulai merambati kota Seoul. Mengubah siang menjadi malam. Mengubah hangatnya sinar matahari menjadi dinginnya angin. Orang-orang sudah banyak yang masuk ke rumah masih-masing sambil menyalakan pemanas untuk yang kedinginan, atau bahkan AC untuk yang merasa masih kepanasan.
Kim Jaejoong tengah mengatur suhu pemanas ruangan di ruang tamunya ketika melihat Kyungsoo keluar dari kamar mandi. Wajah Kyungsoo cerah, jelas sekali menunjukkan bahwa dia sudah mulai bisa beradaptasi dengan tempat tinggal barunya. Kyungsoo baru saja hendak mengambil stick keju, camilan yang diletakkan Jaejoong di meja makan ketika Jaejoong memukul pelan tangan Kyungsoo.
Kyungsoo cemberut.
"Ummaaaaa~" rayu Kyungsoo sambil menunjuk toples stick keju yang dipegang Jaejoong.
"Andwae, Kyungie," Jaejoong memindahkan toples itu keatas lemari. "Makan beginian malam-malam bisa membuatmu gemuk dan gigimu berlubang! Besok pagi saja ya!"
"Tapi...tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian, Kyungie-ya. Sekarang sikat gigimu, lalu langsung ke kamar. Umma punya kejutan untukmu."
Tanpa membantah lagi, Kyungsoo melangkah ke kamar mandi. Mengambil sikat gigi Jongin yang dibawanya, alih-alih sikat giginya sendiri. Mengoleskan pasta gigi milik Jaejoong diatas sikat gigi berwarna merah tersebut, kemudian mulai menyikat gigi-giginya.
"Keluar!"
Kyungsoo membulatkan matanya ketika samar-samar mendengar seruan Jaejoong yang disertai bunyi 'buk' lembut.
"J-jangan begitu dong, Boo~" kali ini sebuah suara memelas menyahut, "Aku kan kedinginan. Ayolah~ Masa aku tidak boleh tidur dengan istriku sendiri?"
"Tapi malam ini aku ingin tidur dengan Kyungsoo, Yunnie-yah. Pemanas di ruang tengah sudah kunyalakan dengan suhu favoritmu. Tidur disana saja ya,"
Kyungsoo membulatkan matanya ketika tahu Yunho diusir ke ruang tengah. Benar-benar seperti HunHan couple di dorm EXO. Kalau Luhan sedang ngambek sama Sehun, tidak jarang si rusa cantik itu akan mengusir Sehun tidur di sofa ruang tamu dorm EXO. Tapi, berbeda dengan Yunho yang masih dibekali selimut, bantal dan guling, kalau Sehun sih...cuma bawa badan aja.
Menjelang malam begini, Kyungsoo jadi agak rindu dorm EXO. Biasanya malam-malam begini Chanyeol akan memainkan gitar dan menyanyi untuk Baekhyun. Kemudian ChenMin yang main suit, kemudian yang kalah harus mencium pipi si pemenang. KrisTao yang suka berdiri di balkon, mengamati Seoul pada malam hari dengan posisi Kris memeluk Tao dari belakang sembari menikmati hembusan angin. HunHan yang hanya cuddling sambil berbisik-bisik mesra diatas sofa, dan SuLay yang mengatur belanja bulanan member-member EXO dan menghitung rata-rata belanja selama setahun.
Kyungsoo menghela nafas. Tidak bisa dipungkiri, dia benar-benar kangen dengan Jongin.
Disaat dirinya tidak ada seperti ini, Jongin sedang apa?
Apa Jongin sudah tidur?
Ataukah Jongin malah mengganggu salah satu atau salah dua dari pasangan-pasangan tersebut?
Kalau Jongin mengganggu KrisTao, kira-kira berapa benjol yang akan didapatkan Jongin dari hasil jitakan Kris?
Ah..lupakan pertanyaan terakhir, pertanyaan terakhir benar-benar terlalu absurd!
Dengan cepat, Kyungsoo menyelesaikan acara sikat giginya, kemudian membasuh mulutnya. Setelah itu, menghampiri Yunho yang tengah mengatur selimutnya diatas sofa. Seketika merasa bersalah, karena dirinya, malam ini Yunho harus tidur di sofa.
"Appa," panggil Kyungsoo.
Mendengar anaknya memanggil, Yunho tersenyum hangat. Diacaknya rambut Kyungsoo dengan gemas. "Ya?"
"Maafkan aku," Kyungsoo menunduk, merasa bersalah. "Karena aku disini, appa jadi tidur di sofa,"
"Tidak masalah," balas Yunho sambil memeluk gulingnya erat. "Selama itu bisa membuat ummamu bahagia, apapun akan kulakukan,"
Kyungsoo membulatkan matanya dengan penasaran. "Sebesar apa appa mencintai umma?"
"Sebesar apa?" Yunho membaringkan tubuhnya diatas sofa, sementara Kyungsoo masih menatap Yunho dengan mata bulatnya yang berkilat polos. "Aku sangat menyayangi Jaejoong sampai-sampai kalau aku mengungkapkannya dengan kata-kata, akan terdengar seperti gombalan tidak bermutu," Yunho tertawa. "Kalau kau?"
"Eh?" Kyungsoo membulatkan matanya.
"Sebesar apa kau mencintai Kai?"
"Jongin..." Kyungsoo berpikir sejenak, "Mungkin sebesar Doraemon mencintai dorayaki?"
"Perumpamaan yang imut sekali," komentar Yunho, kemudian tertawa kecil. Kepalanya ia hadapkan kearah Kyungsoo, kemudian memandang dalam mata Kyungsoo.
"Satu hal yang perlu kau tahu Kyung. Seberapapun cintanya kau pada seseorang, jangan jadi terlalu clingy atau bergantung pada orang tersebut. Bagaimanapun, kita tidak tahu masa depan itu seperti apa. Setidaknya, jika kita suatu saat berpisah dengan orang tersebut, siapa yang tahu, kita bisa mengurus diri kita sendiri dengan baik," Yunho menasehati Kyungsoo. Yang dinasehati mengangguk dengan patuh.
"Seharusnya appa bilang begitu sama Kai," Kyungsoo tertawa. "Sudah ya appa, aku ke kamar dulu. Umma mungkin menungguku. Jaljjayo, jangan sampai dikeroyok nyamuk. Mimpi indah,"
"That was a good small talk, son," balas Yunho. "Good night! Mimpi indah juga! Salam muah-muah buat ummamu!"
.
Kyungsoo membuka pintu kamar ketika Jaejoong tiba-tiba melompat kearahnya seraya berseru gembira.
"SURPRISE!"
Kyungsoo memandang bingung pada Jaejoong yang kini memakai bando merah berpolkadot dengan kostum piyama bergambar Pororo.
"Sini, masuklah. Umma punya kejutan untukmu," Jaejoong menarik tangan mungil Kyungsoo kedalam kamarnya, kemudian menunjukkan perubahan yang ia buat dalam kamarnya, membuat bibir Kyungsoo membulat gembira.
Jaejoong mengganti sprei kasur, sprei bantal dan gulingnya dengan gambar Pororo. Sebuah piyama bergambar Pororo juga kini tergeletak diatas ranjang Jaejoong. Dan Jaejoong sendiri juga mengenakan piyama Pororo.
Kyungsoo agak speechless. "I-ini..."
"Yep," Jaejoong mencium pelipis Kyungsoo. "Kau suka Pororo kan? Umma belikan ini semua untukmu," Jaejoong merangkul Kyungsoo. "Kau suka?"
"Suka!" jawab Kyungsoo cepat. "Suka sekali! Gomawo, umma!" Kyungsoo mencium pipi Jaejoong cepat, membuat Jaejoong merasa melayang. Jaejoong berpendapat, rasanya dicium keponakan dan anak itu berbeda, walaupun si anak hanya hasil adopsi. Itupun juga cuma adopsi dua hari.
Rasanya lebih...menyenangkan. Dan lebih membahagiakan ketika tahu kau bisa membuat anakmu senang.
Seperti sekarang...
Kyungsoo cepat-cepat mengganti piyama bergambar bebek-bebeknya dengan piyama Pororo yang diberikan Jaejoong. Kyungsoo mengamati bayangannya yang mengenakan piyama Pororo dalam cermin. Terlihat sangat lucu...
"Umma," panggil Kyungsoo sambil mengambil ponselnya. "Ayo kita ambil selfie berdua!"
"Oke! A—"
"Appamu yang tampan ini tidak diajak?"
Yunho membuka pintu kamarnya, dan membuat Kyungsoo excited begitu melihatnya. Yunho berganti piyama menjadi bergambar Pororo juga. Membuat mereka bertiga menjadi Pororo Family.
"Appa!" panggil Kyungsoo semangat. "Sini, sini!" Kyungsoo membuka fasilitas kamera pada ponselnya, kemudian mengganti kamera yang digunakan menjadi kamera depan. Disebelahnya, Jaejoong sudah berpose. Yunho dengan cepat menyusul ke sebelah Kyungsoo, jadi Kyungsoo kini diapit oleh YunJae. Ketiganya berpose kearah kamera, mengambil beberapa foto, dan kemudian mengucap selamat malam. Yunho kembali ke tempat tidur sementara'nya di sofa, sementara Jaejoong langsung tidur begitu kepalanya menyentuh bantal. Mungkin karena seharian ini capek harus memasak banyak untuk member DongBang dan dirinya, serta membereskan dapur sendirian membuat Jaejoong menjadi sangat lelah.
Sementara itu, Kyungsoo membuka kembali hasil-hasil gambar yang mereka ambil, dan tersenyum sendiri ketika melihat hasil-hasil fotonya.
Terlihat seperti satu keluarga...
Kyungsoo mengirim salah satu gambar tersebut pada Jongin. Mengirimnya disertai pesan : 'Jongin-ah, aku baik-baik saja disini. Yunho-hyung dan Jaejoong-hyung memperlakukanku dengan sangat baik. Dia bahkan membelikanku piyama Pororo! Anyway, aku merindukanmu. Kau makan dengan benar kan?'
SEND.
Kyungsoo tersenyum sendiri membayangkan Jongin akan membalas apa. Meletakkan ponselnya di sebelah bantal, Kyungsoo berbaring, kemudian menutup matanya dan langsung menyusul Jaejoong ke alam mimpi.
.
Cassiopeia1215
.
"Uhhh..."
Erangan tersebut mengganggu tidur Kyungsoo yang pulas. Tangan pemuda mungil itu bergerak keatas, menggosok matanya sendiri. Sejurus kemudian, Kyungsoo menguap lebar, kemudian meraih ponselnya di sebelah bantal.
Jam 2 pagi.
"Mmmmmh... Ahh..."
"Uhh... Ssssh.. Ah!"
Kyungsoo menolehkan kepalanya dengan bingung ketika mendengar erangan-erangan serta desahan tersebut. Kepalanya menoleh mencari-cari kira-kira siapa yang berani mengganggu tidurnya yang lelap ini.
Kyungsoo baru saja hendak membangunkan Jaejoong ketika disadarinya Jaejoong menghilang.
Jaejoong hilang!
Jaejoong tidak di kamar!
Kyungsoo yang panik, tanpa sadar langsung saja membuka pintu kamar dengan pelan, hendak mencari Jaejoong. Namun, mata Kyungsoo tidak lagi polos saat mendapati pemandangan apa yang menyambutnya di ruang tengah.
Yunho.
Jaejoong.
Naked.
Sofa.
Bergerak naik-turun.
Mengerang!
Mendesah!
ASTAGA!
Kyungsoo masih diam terpaku saat melihat hal yang menodai pikirannya tersebut. Entah kenapa, Kyungsoo seperti membeku di tempat saat mendengar erangan seksi Jaejoong dan geraman Yunho yang saling bersahut-sahutan.
Tubuh Jaejoong bergerak naik-turun diantara kaki Yunho. Kalian tentu tahu apa yang tengah terjadi, kan?
YunJae NC, saudara-saudara!
Dan seorang Do Kyungsoo mendapatkan kesempatan emas untuk menontonnya secara live!
LIVE!
Tapi tentu bukan Kyungsoo namanya kalau tidak peduli pada member.
Kyungsoo mengendap-endap kembali kedalam kamar, kemudian mengambil ponselnya. Setelah itu kembali ketempatnya menonton sebelumnya, dan merekam adegan NC YunJae dengan mata berkilat excited.
Direkam!
DIREKAM!
DO KYUNGSOO MEREKAM ADEGAN NC YUNJAE, SAUDARA-SAUDARA!
Sembari merekam YunJae NC, Kyungsoo bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apakah video ini lebih baik di-keep untuk diri sendiri, ataukah dibagikan juga kepada Chen yang merupakan fans Jaejoong, dan Tao yang YunJae shipper.
Kalau dibagikan, berapa won yang akan dia dapatkan dari dua anak itu?
"Ahh! Yun...Yunho-ya! I'm...clo...se.. Ahh!"
Jeritan Jaejoong yang terakhir, disertai geraman Yunho. Kemudian keduanya terkulai lemas.
Kyungsoo yang tahu bahwa YunJae sudah menyelesaikan kegiatannya, cepat-cepat kembali ke kamar sembari menahan nafas. Otaknya tidak berhenti membayangkan erangan dan geraman yang dihasilkan dari YunJae. Sejenak merasakan sesuatu yang mulai menyembul di selangkangannya.
'Sial,' batin Kyungsoo sambil mengubah nama videonya agar mudah dicari. 'Kenapa aku tegang begini? Aish..' Kyungsoo membatin pilu seraya memijat-mijat Kyungsoo kecil yang setengah menegak dibawah sana. Merutuki dirinya sendiri yang tegang saat tidak ada Jongin, Kyungsoo melangkah kedalam kamar mandi di kamar Jaejoong.
Sisa malam ini sepertinya akan dihabiskan Kyungsoo dengan mendesahkan nama Jongin di kamar mandi Jaejoong.
Maaf ya, Jaejoong-umma.
.
TBC
.
Jderrrr! Aigooo idk what to say ._. It's not cute ;;A;; hiks...dan akhir akhirnya malah jadi NC ._.
Maaf agak lama updatenya, ini berusaha keras mengumpulkan feel ._. Oh iya, kmrn ada yg nanya link buat HaHaHa Song yg ada DBSK sama EXO, ini linknya www. youtube watch?v=sg814Nb06fc :D hilangkan spasi ;)
Also, thanks buat yang sudah ngasih tahu siapa yg Cassie di EXO! Makasih banyak, maklum, aku masih baru suka EXO jadi blm ngerti banyak ;;w;; cuma tahu kalo Tao itu panda ._. #plak
Oh ya! Aku baru inget (lagi) kalo yg pas syuting MV HaHaHa Song itu juga ada Chanyeol sama Suho! Astaga..mereka kulupakan ._. maaf ya oppa tinggi dan oppa pendek ._. #diganyangSuhoChanyeol
Pas jaman Suho masih unyu banget dan Kai masih item banget(?) huahahahaha xDD
Oh iya, walaupun aku ga bales review, aku baca review kalian lho :D sebenernya bukan gamau bales sih..Cuma aku bukan tipe org yang gampang ngomong panjang lebar sama org lain ._. aku bingung mau ngomong apa sama kalian ._. jadi ya...beginilah jadinya.
Tapi aku baca semua lho reviewnya! Huahaha xD makasih yang sudah minta lanjut, yang minta Kai-Yunho ketemu, ditunggu dulu ya xD
Review juseyo? :3 semakin banyak review biasanya sih semakin memotivasi :p sankyu!~
