Cerita sebelumnya:
"Ju-juvia, ini aku. Lucy. Ini, Levy. Erza dan Romeo. Apa kau tidak mengingat kami?"
Ia menggelengkan kepalanya. Mereka berempat kaget bukan main dengan tanggapan Juvia. Setelah itu, aku mengajak mereka ketaman depan, dimana semua orang menunggu. Setelah sampai disana, master Makarov bertanya pada Erza apa yang terjadi. Erza menceritakan semuanya. Semua yang baru terjadi. Mendengar itu, Fairy Tail kaget bukan main.
"Gray, apa itu benar? Juvia tidak bisa mengingat siapa mereka?"
Kami diam seribu bahasa. Lalu ia melanjutkan kalimatnya, "kurasa, waktuku sudah tak lama lagi. Jadi, boleh aku melihat senyum kalian untuk yang terakhir kalinya? Ingat, senyuman paling tulis yang pernah kalian berikan, tolong?"
"Bohong! Bohong! Bohong! Bilang itu semua tidak benar, dokter. Itu tidak benar, 'kan, Wendy? Flare?" tanyaku sambil dengan senyuman yang ku mantapkan namun juga terpaksa. Namun, harapanku pupus dan senyumanku menghilang ketika aku melihat kedua suster itu menggelengkan kepala.
.-
Disclaimer © Mashima Hiro-sensei
Warning!
Terinspirasi dari drama Mioka: my last days with you. Gaje, OOC, AU dsb, alur kecepatan.
Juvia, my last days with you
Chapter 03 - Kesan dan pesan dari Fairy Tail
.-
From Gray:
Terimakasih kau sudah ada didunia ini, Juvia Lockster. Aku senang, kau sempat mencintaiku. Maaf juga bila aku tidak bisa menemanimu sampai akhir.
From Lucy:
Kau adalah satu-satunya orang yang sangat memperjuangkan cintamu untuk Gray. Bila saja kau dapat hidup satu hari lebih lama, aku akan senang sekali.
From Natsu:
'Kalian jangan menangis, ya?' Itu adalah kata-kata terakhir dan terbodoh darimu yang pernah aku dengar selama ini.
From Levy:
Aku akan berjuang sepertimu. Aku akan menjadi kuat juga sepertimu. Itu pasti, Juvia.
From Erza:
Gomen.. Kau adalah orang yang terhebat di Fairy Tail. Bukan dalam bertarung. Namun dalam memperjuangkan sesuatu. Aku harus belajar darimu. Namun sayang.. Bila saja kau hidup satu hari lebih lama, aku akan menganggap kau guru yang paling berharga.
From Happy:
Juvia, tersenyumlah selalu!
From Wendy:
Gomen, aku tak bisa menyelamatkan hidupmu. Namun aku sudah mencoba sebisaku. Gomen ne, Juvia-san?
From Gajeel:
Kau ingat sewaktu 'Pertandingan Sihir Akbar' setahun yang lalu? Kau masih sangat aktif dan ceria. Namun bila ini takdir, mau diapakan? Sayonara, Juvia.
From Charles and Phanterlily:
Kau adalah inspirasi kami, Juvia.
From Romeo:
Juvia-san! Kau adalah orang terlucu yang pernah aku temui selama delapan tahun terakhir kau hidup. Kau satu-satunya perempuan yang dapat teguh memegang keyakinan. Boleh aku menjadi muridmu, Juvia-san?
From Jet:
Menangis bukanlah satu-satunya jalan. Tersenyum adalah hal kecil yang dapat membahagiakan hati seseorang. Aku berjanji akan selalu tersenyum apapun kejadiannya.
From Porlyusica-san:
Aku sudah mencoba sebisaku. Maaf bila kau tidak merasa nyaman dirawat olehku, Juvia-chan.
From Mira, Lisanna and Elfman:
Elfman: BILA KAU PRIA, KAU ADALAH PRIA SEJATI YANG PERNAH HIDUP DIDUNIA INI!
Mira&Lisanna: ganbatte, Juvia-chan. Terus memperjuangkan apa yang sedang kau gapai, ya? Walau kami tahu kau tlah tiada. Namun, wajah dan suaramu takkan menghilang dari ingatan kami.
From Laxus:
Kutahu, meski kau agak aneh. Namun kau membuktikan, bahwa hanya tersenyumlah kau bisa merasakan hal yang paling menyenangkan.
From Tim Reiji:
Juvia! Mampirlah kesini lagi kapan-kapan seperti Master Mavis, ya? Hehe
From Master Makarov:
Juvia, arigatou. Arigatou karena kau telah memeriahkan Fairy Tail dengan imajinasi konyol nan hidupmu itu.
From Master Mavis:
Jangan menyerah meski kau sudah tak ada didunia ini, ya, Juvia-chan? Tetaplah tersenyum! Ingat, senyum itu bahagia!
From Cana:
Juvia! Kaulah satu-satunya orang yang paling lucu diserikat Fairy Tail karena kelakuanmu.
From All:
JUVIA! Ingat, Hitori Janai to omotta, oke?
-oOo-
A/n: huahahaha.. Maaf karena aku baru update!
Replies:
Celine-nee-sama: iya sih, agak banyak teposnya -_- typoooo :3 kuok :v makasih udah review. Juvia? Kepoooo~ :p
CelestyaRegalyana: akan aku usahakan, qaqa :3 trims, sudah mampir :)
Maaf atas keterlambatan updatenya. Juga kalau words-nya terlalu sedikit Yosh! Dengan chapter 3 ini, menandakan bahwa, Juvia, My Last Days With You is THE END. FINN! trims :3 untuk sequel, akan ku usahakan, karena aku baru mendapat ide. See you~
