Love and Hate

Tittle: Love and Hate

Author: Pink Seokjin

Genre: Romance, Family

Rate: T

Cast: Taehyung, Jimin, Jungkook, Chanyeol, Baekhyun, Jin, Suga, Rapmonster dll

Pair: Vmin, ChanBaek, slight – Vkook/TaeKook, JiKook/MinKook

Warning: YAOI, Boy x Boy, Boy's love, Bromance

Taehyung tidak suka jika eommanya, Baekhyun, menikah lagi dengan Pria! Padahal Baekhyun juga Pria.. sebenarnya itu bukan masalah utamanya, tapi... pria itu adalah appa dari Jimin, Chanyeol.

Kenapa harus appanya Jimin? Apa tidak ada yang lain?

"Tsk, berhenti mengerjai Jimin! Kau melakukannya karna kau menyukainya kan?"

"Apa kau bercanda? Maldo andwae! Aku sudah punya Jungkook"

"Ku dengar Jimin mendekati Jungkook"

"Sungjae, kusarankan kau berhenti sebelum garpu ini merobek perutmu"

"Kau tau Jimin sangat sexy?"

"Yah!"

.

.

.

"Aku menulis… bahwa aku menyukai Taehyung. Dan jika ada yang baca maka… aku… hyung! Katakan aku harus bagaimana?!"

Jungkook tidak bilang ia menyukai si berengsek itu kan? Pasti Jimin salah dengar, ia pasti salah…

"hei anak-anak!" seorang berpakaian seragam basket berdiri di pintu kelas, di tangannya ia membawa bola basket. "Min-seonsaenim" gumam Jungkook. Jimin tidak mengenalnya, ia seorang guru?

Min-seonsaemnim mendekati mereka, Jimin memperhatikan jika guru itu menatap Jungkook khawatir "apa yang terjadi Jungkook?" tanya guru itu. Jungkook hanya menggeleng "baiklah, bisa kalian bantu aku? Karena pertandingan basket sudah dekat latihan kami jadi di perketat, jam pertama anak basket latihan. Mau membantuku?"

Ah... begitu? Memang nadanya menawar, tapi ada makna 'paksaan' tersirat disana. "baik saem" jawab Jungkook, jimin tidak mengerti... harusnya jungkook menolak karena dia harus menemukan Diarynya kan? Bukankah diarynya penting?

"ayo hyung!"

Oh baiklah...

.

.

Love and Hate

.

.

Lelah

Itu yang Jimin rasakan, bagaimana tidak? Bersama Jungkook ia menganmbil beberapa bola basket di gudang, kalian tau jarak gudang dan lapangan basket cukup jauh? Sejauh itu untuk membuat Jimin selelah ini.

Bel masuk kelas tinggal 15 menit lagi, jarak Jimin menuju kelasnya tinggal sepuluh langkah lagi dan entah mengapa perasaannya tidak enak.

Mungkin perasaan Jimin tidak enak karena seorang Taehyung dengan seragam basketnya berdiri tidak jauh dari pintu kelas.

Jimin berada persis di depan Taehyung saat suara berat rendah itu berkata "jangan masuk atau kau menyesal" dan tentu saja dengan senang hati Jimin tak menggubrisnya. Kenyataan Jungkook ternyata menyukai si brengsek ini begitu mengganggu kenyamanan hati Park Jimin. Segera menjauh dari Taehyung adalah pilihan terbaik.

Maka Jimin memasuki kelas begitu saja dan...

BYUR

Air satu timba berhasil membasahi seragam Jimin

Jadi ini maksud Taehyung? Dia benar-benar beralih membully Jimin sekarang?

Joah~

Kita lihat sampai kapan kau akan membully Park Jimin... Kim Taehyung.

10 menit lagi bel masuk, Jimin bergegas berjalan setengah berlari menuju Lokernya. Mungkin berlebihan tapi Jimin sudah mempersiapkan seragam lain untuknya. Membeli seragam sama saja dengan membeli tteokkpoki bagi Jimin.

Tapi sekali lagi, jimin bahkan sudah mengira akan seperti ini jadinya.

Lihat itu! Mereka memasukkan sampah-sampah kertas memenuhi loker Jimin. Bagus! Bagus sekali! Usaha yang keren sekali Kim sialan Taehyung! Jimin mengumpat dalam hati.

Tak berniat membuang sampah-sampah itu, jimin segera meraih seragam kemudian berlari untuk ganti.

8 menit lagi.

Sementara dari kejauhan, Taehyung melihat itu semua, semua yang Jimin lakukan. Sepertinya Jimin biasa saja dengan serangan Taehyung, apa kurang kreatif? Okay, selama Latihan basket nanti akan Taehyung pikirkan cara yang unik untuk membuat Park Jimin kesal.

Tunggu saja Jimin.

.

.

Love and hate

.

.

"Catat, siang ini pertemuan dengan , mereka meminta pertemuannya di ajukan. Jadi meetingnya di undur sore jam 3... ah, andwae! Aku harus menjemput Jimin, itu tak boleh di lewatkan... eum.." Chanyeol berpikir dengan pose serius tapi malah membuat sekertaris barunya itu menahan tawanya.

Menurut Baekhyun, sekertaris Chanyeol, Presdirnya itu terlihat sangat konyol dan terlihat bodoh. Oh,apa yang kau pikirkan Baekhyun!

"Bagaimana jika jam sepuluh nanti, anda tidak ada jadwal Presdir" tawar Baekhyun, Chanyeol terlihat senang "benar! Oke, tolong persiapkan meeting dua jam lagi, sementara ku periksa beberapa dokumen ini, ne?"

Baekhyun mengangguk kemudian pamit undur diri untuk mempersiapkan meeting.

Chanyeol menatap kepergian Baekhyun dengan senyum mengembang, ia suka sekali dengan kinerja Baekhyun, ia puas.

Menurutnya, Baekhyun itu begitu menarik, saking menariknya sampai Chanyeol tak bisa melepas senyumnya saat menatap sang sekertaris.

Ia ingat, ia pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya... tertarik pada seseorang. Bedanya, dulu ia tertarik pada Yuri, ibunya Jimin dan dia jelas wanita.

Tapi sekarang... masa ia tertarik pada sekertarisnya? Seorang male-pregnant?

Ya, Chanyeol sudah mengetahui siapa Baekhyun dari sebelum ia meminta Baekhyun menjadi sekertarisnya, Chanyeol bahkan hafal alamat rumah atau nomor telfon Baekhyun, aneh ya?

.

.

Love and hate

.

.

Sepanjang hari ini Jimin lewatkan dengan banyak-banyak bersabar atas ulah menyebalkan Taehyung. Ada-ada saja yang ia kerjakan untuk mambully Jimin.

Saat istirahat, ia memakan semua makanan Jimin bersama teman-temannya... jimin diam saja kemudian segera menyeret Jungkook untuk pergi menjauh dari mereka, Jimin muak.

Taehyung bahkan menuduh Jimin mencontek saat ulangan dadakan dari Lee-saem, oh iya entah bagaimana caranya Taehyung menyogok Minwoo, sekarang Taehyung menggantikan Minwoo duduk di sebelah Jimin, menyebalkan bukan?

Dan bagian terburuknya dari duduk di sebelah Taehyung adalah si sialan itu tak bisa diam. Sama sekali.

Oh tuhan... mungkin Jimin berdosa di kehidupan yang lalu. Itupun jika reinkarnasi itu ada.

Apalagi? Oh, bahkan untuk pulangpun Jimin harus berjuang mati-matian karna si sialan itu menahannya, berhasil saat Jimin dengan 'lembut' memukul perutnya, sekalian di bawah perut juga.

Nah... sekarang Jimin mencari Jungkook di kelasnya.

Jimin mengurungkan niatnya untuk memasuki kelas Jungkook saat ia lihat Jungkook tak sendirian di sana. Ada anak-anak lain yang memullynya. Sepertinya mereka sama kelas satunya dengan Jungkook.

"Kau menyebut laki-laki sebagai ibumu?"

"Dia memang sudah gila... hahaha"

"Kau tidak punya Ibu kan?"

"Itulah kenapa kau memanggilnya appa"

"Dasar aneh!"

"Kau terlalu kecil untuk sekelas denganku! Kau pikir kau hebat bisa loncat kelas?"

Oh... apa-apaan ini?

Ada yang membully Jungkook selain gengnya Taehyung?

Dan ada apa dengan Jungkook dan eommanya?

"Jungkook, apa maksud mereka?"

Terkejut, jungkook tak tau harus bilang apa pada Jimin-hyungnya.

"H- hyung? It – itu..."

Mereka melepaskan Jungkook "Siapa kau? Pahlawannya Jungkook?" tanya salah satu dari mereka.

Jimin tidak mempedulikan mereka, tatapannya masih lurus memandang pada Jungkook.

"Jujur, apa maksud mereka? Apalagi yang kau sembunyikan dariku? Ku pikir kita teman... ya kan?"

Air mata lolos melewati pipi mulus Jungkook "mereka benar hyung... aku memang aneh, tidak normal seperti kalian"

"Kookie..." Jimin menghampiri Jungkook yang terduduk di lantai "Seaneh apapun dirimu, aku akan tetap ada untukmu... percaya padaku ne? Dan kalian -" Jimin mendongak menatap anak-anak kelas satu itu "- pergi sekarang sebelum ku laporkan kalian!"

Dengan kesal merekapun pergi sambil berucap "awas kau Jungkook" atau "kau lolos kali ini"

"Sekarang, ceritakan semua padaku... itupun jika kau mau"

"Akan ku ceritakan, aku percaya padamu hyung..."

Jimin kembali merengkuh Jungkook dalam pelukannya, ia belai rambut hitam itu dengan sayang "terimakasih, kau mau percaya padaku"

"Ne hyung..."

.

.

.

.

TBC

Ada yang nungguin? Kkk maaf ya... aku sibuk dengan belajar dan laptopku rusak, soooo aku gak bisa ngetik lagi dalam waktu lama. Dan sekarang aku sempetin ngetik di warnet buat kalian.

Maaf kalau mengecewakan ne?

Nah, aku adain sesi tanya jawab untuk chap selanjutnya... ada yang mau nanya?

Kkk okay... anyeonghaseyo yorobun...