Disclaimer : Eyeshield 21 bukan milikku! Kalo milikku bisa-bisa ni Manga ngga laku =-=! Eyeshield 21 hanya milik Riichiro Inagaki dan Yusuke Murata untuk selamanya!
Pairing : Hiruma Youichi
Anezaki Mamori
0o0o0o0o0oo0o0o00o0o0o0o0-Selamat Menikmati! YA—HA!-0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o
"Ini salahmu. Gara-gara kamu! Gara-gara kamu aku jadi jatuh cinta sama kamu!" Seru Hiruma. Pernyataan cinta yang dahsyat ala Hiruma yang sukses membuat Muka Hiruma jadi merah kayak kepiting rebus itu telah membuat hati Mamori hangat. Pemilik mata Biru itu tersenyum lembut
"Aishiteru yo, Hiruma-kun"
Pagi yang cerah, Burung-burung berkicau indah. Seorang gadis SMU bangun dari alam mimpinya. Ia tersenyum lembut dan berdiri dari tempat tidurnya. Ia segera pergi kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah yakin, ia melangkahkan kakinya keluar rumah menuju sekolah tercinta-nya.
"Pagi Mamo-neechan." Sapa Sena di depan pintu gerbang sekolah.
"Pagi juga, Sena" Balas Mamori.
"Ano, Mamo-neechan mau ke ruang club ya?" Tanya Sena.
"Iya. Kamu juga mau ke sana?" Balas Mamori.
"Nggak. Aku nggak bisa ke club." Jawab Sena sambil menggelengkan kepalanya.
"Hn? Kenapa? Tumben sekali." Tanya Mamori Khawatir.
"Etto PR Bahasaku belum kukerjakan. Jadi akan kukerjakan setelah aku tiba di kelas. " Jelas Sena pakang lebar.
"Ohm! Ya sudah. Aku ke cluib dulu ya! Bye." Pamit Mamori sambil melambaikan tangannya.
"Iya!" Balas Sena.
-Di ruang Club-
"Yaaa! Selamat datang, Mamo-nee!" Sapa Suzuna.
"Lho, Suzuna-chan! Kamu nggak sekolah?" Tanya Mamori.
"Nggak. Hari ini sekolahku libur karena kelas XI-Z lagi dibangun." Jawab Suzuna Kalem.
"Oh begitu…" Kata Mamori sambil meletakkan tasnya di atas meja.
"Ano Hiruma-kun belum datang ya?" Tanya Mamori.
"Cieee ada paa nih ya antara You-nii dan Mamo-nee?" Tanya Suzuna yang antenanya sudah beregerak kesana kemari.
"Ng, Ngaak ada apa-apa kok!" Jawab Mamori blushing.
"Lha, kalo nggak ada apa-apa kok Mamo-nee nyari You-nii sich?" Goda Suzuna.
"I, itu aku mau menyerahkan hasil mencari strategi yang kemarin kubuat atas permintaannya." Jawab Mamori.
"He? Kapan Mamo-nee dikasih kayak begituan? Perasaan Mamo-nee nggak ketemu You-nii sejak Mamo-nee nggak pulang dari supermarket deh…." Kata Suzunasambil bergaya sok mikir.
"Eh I, itu Hiruma-kun kemarin ke rumahku dan menyerahkan tugas-tugas itu. " Jelas Mamori sambil ber-blushing ria.
"Nee? Lalu apa yang You-nii dan Mamo-nee lakukan yaaaa?" Tanya Suzuna yang benar-benar penasaran dengna hubungan senpai-nya itu.
"I, itu ka, kami-"
'BRAK!' pintu club yang naas itu dibuka kasar oleh seorang pria berbadan ramping dengna telinga runcing berambut spike pirang.
"Kami Cuma ngerjain strategi, Cheer sialan." Jawab Hiruma yang masuk tiba-tiba.
"You, You-nii!" Pekik Suzuna kaget.
"Hiruma-kun! Jangan banting-banting pintu dong!" Kata Mamori.
"Suka-suka aku dong. Fucking Manager" Balas Hiruma cuek.
"Ugh! Fucking Akuma!" Akhirnya setelah sekian tahun lamanya kata-kata 'terlarang' meluncur dari mulut Mamori karena saking kesalnya dengan cowok itu.
"Fucking Cream puff Lovers."
"ukh! Fucking demon!"
"Fujoshi."
"Ahhhh! Tunggu! Aku bukan Fujoshi! ARGGHH! Tau ah!" Kata Mamori nyerah.
"Ke ke ke ke ke ke Sudah kubilangkan? Setan jangan didebat!" Kata Hiruma sambil memasukkan permen karet favoritnya ke mulutnya *Yaiyalah masa dimasukkin ke hidungnya!*
"Yaa! Aku harus pulang! Mama pasti udah khawatir!" Kata Suzuna buru-buru mengambil tasnya.
"Udah sana pergi!" Perintah Hiruma sambil mengusir Suzuna.
"Yaaa… selamat berbahagia, Mamo-nee, You-nii! Fu fu fu!" Komentar Suzuna.
TRATATATATATATATATA
"DIAM KAU CHEER SIALAAANNN!" Teriak Hiruma yang menembakkan Riffle kesayangnnya. Padahal mukanya meraahhh bangett ituu..
"Kyaaa! Bye Mamo-nee!" Kata Suzuna sambil ngibrit dengan kecepatan lari 4.2 yard-nya sena.
"Wow! Sejak kapan kecepatan kakinya Sena pindah ke Suzuna?" Tanya Mamori nggak tahu serius apa bercanda.
"Niatnya tanya apa ngelucu sih?" Sindir Hiruma.
"Um~ mungkin dua-duanya." Jawab Mamori sambil berpikir keraaasss banget.
"Edan." Kata Hiruma.
Aya : YAK! Saudara-saudara! Kali ini Mamori Anezaki berhasil memonyongkan bibirnya lagi!
Shino : OOH! Sukses! Rekor terpanjang didunia! 10cm!
Mamori : Hooooy! Stop~ nggak mungkin sepanjang ituuu! Maaf ya para readers! Author-author ini memang Gaje kok! Lanjutkan bacanya ya~*Lagi mencincang 2 author tercinta…*
Ruangan yang lumayan 'ehem' itu sekarang telah di tempati oleh dua insane berbeda yaitu malaikat dan setan.. *Dicincang Hiruma*
Hening~
Hening~~
Hening~~~
HENING~~~~~~
BRAKH! Pintu malang itu terbuka lagi dengan kasar.. kasian
"HIRUMAAA-KUN~!" Teriak seorang laki-laki besaaar banget dari ambang pintu. Hiruma dan Mamori segera menyumbat telinga mereka dengan tangan
"APAAN SIH GENDUT SIALAAANNN?" Teriak Hiruma nggak kalah kencengnya.
"Ga, ga, ga, gawaaattttt!"
"Ku, kurita-kun! Tenangkan dirimu dulu!" Kata Mamori sambil menyuguhkan teh pada Kurita yang panic.
"Apaan sih?" Tanya Hiruma malas.
"Ini benar-benar gawat Hiruma!" jawab Hiruma.
"IYA! GAWAT APAAN GENDUT SIALAN?"
"Ujian! Kali ini kita harus ikut ujian semester! Kalau tidak bisa-bisa klub amefuto ini dibubarkan!"Kata Kurita panic ½ mati.
__________________________________________________________________________________________________________________________________
Aya : Lho, lho, lho? Emang Devil bats nggak pernah ikut ujian ya?
Mamori : Ehng.. a, anu karena otak Devil bats itu dibawah ehng 'rata-rata' jadi Hiruma-kun membuat kepala sekolah meniadakan Ujian bagi semua anggota….
Aya & Shino : Hiiii! AKu juga mau kalau begituu!
___________________________________________________________________________________________________________________________________
"Kalau begitu akan kubuat kakek sialan itu menangis!" Kata Hiruma yang asyik memainkan granat.
"Hi, Hiruma-kun, tunggu!" Kata Mamori sambil menarik tangan Hiruma.
"Ada apa Manager sialan?" Tanya Hiruma dengan tangan masih di tarik Mamori.
"Ada baiknya kita ikut ujian!" Jawab mamori.
"Hah?"
"Iya! Kalau mereka terbiasa dengan ujian, Ujian kelulusan-pun mereka tidak akan kaget! Memangnya kamu mau mengancam Dinas pendidikan hah?" Tanya Mamori. Hiruma terdiam sebentar. Lalu ia memandang mata Safir Mamori.
Mata yang anggun dan kuat hm.
"Hhh. Baiklah! Tapi awas kalau mereka nggak bisa lulus ujian ini dengan mulus!" Ancam Hiruma. (Tumben Hiruma ngalah! *Dibantai You-chan*)
"Ukh! Iya-iya! Tapi bantuin ngajarin mereka dong!" Balas Mamori.
"Iya deh! Lalu sampai kapan kamu mau menahan tanganku?" Tanya Hiruma sambil melirik tangannya.
"Ma, Maaf!" Kata Mamori sambil melepas tangan Hiruma.
"A, anu…" Kata Kurita memecah adegan mesra(?) itu. (Kacang-kacang…)
"Ah, maaf ya, Kurita!" Kata Mamori sambil membereskan teh sisa Kurita.
"Wah! Sudah jam segini! Kalian tidak masuk ke kelas?" Tanya Kurita sambil melihat jamnya.
"Kya! Iya juga!" Pekik Mamori yang buru-buru mengambil tasnya.
"Hoaaammmm." Hiruma menguap Gaje.
"Hiruma-kun! Kamu nggak takut telat masuk ya?" Tanya Mamori disela terburu-burunya.
"Nggak. Aku males ke kelas." Jawab Hiruma datar.
"Ukh! Kau bisa-bisa nggak dapet nilai lho!"
"Benar juga ya." Komentar Hiruma. Akhirnya ia menenteng tasnya dan pergi kekelas.
-Di kelas-
"Anak-anak, ayo buka Bab 12 tentang Tubuh Manusia! Ini bab terakhir! Jadi pelajari dengan serius ya!" Kata Takamura-sensei (ngarang nih ceritanya XP)
"IYAAAA." Jawab anak-anak serempak. Tentu saja kecuali Hiruma yang pertama kalinya bener-bener ngikutin pelajaran.
-Skip waktu di kelas-
TENG TENG TENG TENG!
Dentangan Bell surga menggema diseluruh sekolah. Para zombie-zombie kelaparan segera menyerbu kantin yang mereka anggap 'surga'. Terkecuali Mamori Anezaki. Remaja berumur 17 tahun itu memilih untuk menghabiskan waktu istirahatnya dengan duduk di atap sekolah yang sejuk. Menikmati segala lekuk langit dan isinya.
Mamori POV
Fuh.. langit kali ini tenang sekali. Tidak seperti kemarin. Mengamuk sepertiku. Tapi, apakah kejadian kemarin itu nyata ya? Apa aku benar-benar pacaran dengan Hiruma-kun? Huhhh Hiruma-kun sih tidak mengatakan apapun…
"Ukh.. Apa yang kau pikirkan sih? Hiruma-kun?" Ucapku.
"Apa yang kupikirkan seharusnya kau sudah tahu. Kuso mane." Jawab Sebuah suara yang sangat kukenal.
"Hi, Hiruma-kun?" pekikku kaget melihat sesosok laki-laki bertubuh ramping, berambut spike blondy berdiri tak jauh dari tempat aku duduk.
"Jangan teriak-teriak seperti itu, Kuso Mane!" Ucapnya.
"Ugh! Aku punya nama tahu! Namaku-"
"Jangan berteriak Mamori." Potongnya. Jantungku berdegup kencang ketika ia menyebut namaku dengan lembut. Aku benar-benar kaget.
"Nah. Giliranmu." Tambahnya.
"Hah? Apa maksudmu?" Tanyaku tidak menegrti.
"Aku sudah memanggil namamu. Sekarang panggillah nama kecilku!" Jawabnya.
"Kenapa?" Tanyaku spontan. Ia menyeringai lebar dan terkekeh kecil.
"Tentu saja karena kita ini sudah menjadi sepasang kekasih! Memangnya kita mau pacaran dengan menyebut nama belakang kita masing-masing heh?" Jawabnya panjang lebar. Aku terbelalak kaget. Aku dan Hiruma-kun pacaran?
"Ka, kau nggak serius kan?" Tanyaku lagi. Ia kembali terkekeh dan berjalan mendekatiku. Dalam waktu singkat saja ia sudah duduk di sebelahku.
"Lalu kalau aku nggak serius, kenapa aku mengatakan 'I love you' sekarang? Dan kenapa aku bilang aku jatuh cinta padamu. Mamori?" Bisiknya di telingaku. Bisa kurasakan hangat nafasnya di telingaku. Mukaku memerah mendengarnya.
"Jadi kita pa, pacaran?" Tanyaku
"Tentu saja MAMORI." Jawabnya sambil menekankan namaku. Aku tersenyum lembut.
"Fu fu fu sebaiknya kau tetap memanggilku 'Kuso mane', atau apalah. Soalnya kelihatannya kau menderita mengucapkan namaku, Youichi." Kataku. Bisa kulihat semburat merah di pipinya yang kepucatan itu.
"Su, sudahlah. Sepertinya kau juga menderita ya jadi pacarku?" Tanyanya. Aku menggeleng kuat-kuat.
"Aku malah bersyukur bisa bertemu denganmu, Youichi."
"Tapi aku punya 1 syarat.. boleh?" Pintanya. (Kali ini hiruma benar-benar meminta!)
"Syarat?" Ulangku.
"Ya. Syarat. Jangan beritahukan apapun mengenai ini pada anak-anak sialan itu. Tertuama cheer sialan itu." Jawabnya sambil memakan permen karetnya.
"O, oke." Sahutku menyetujuinya.
"Lalu. Tambahan." Lanjutnya.
"Eh? Kau bilang hanya ada satu!" Pekikku.
"Oho lupa bilang kalo ada 2." Tambahnya sok innocent (Hiruma? Innocent?)
"Ya ya. Terus?"
"Jangan bersikap menunjukan kita pacaran jika di sekolah dan di kelas. Kalau kau melakukan itu… kau tahu sendiri akibatnya." Ucapnya sambil mnyeringai lebar. Aku bergidik. Kok bisa ya aku jatuh cinta sama setan seperti dia? Tapi yah.. Tak apalah.. aku memang mencintainya…
"Deal." Sahutku
"Deal." Balasnya.
"Kuso.. Mane." Panggilnya. Aku menoleh ke arahnya. Tepat sebelum aku menjawab panggilannya, ia telah mencuri bibirku untuk kedua kalinya. Ciuman kali ini tidak berlangsung lama karena Bell tanda masuk pelajaran telah berbunyi nyaring. Ia melepas bibirnya dari bibirku.
"Tch. Pengganggu." Komentarnya sambil berdiri.
"Ayo." Ajaknya sambil mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Aku masih terbengong karena ciuman singkat tadi.
"Oi, Kuso Mane, Ayo berdiri. Kau tidak ingin kehilangan pelajaran Biologi kan?" Tanyanya. Aku membuyarkan lamunanku dan meraih tangan kekarnya. Ia tidak melepasnya sampai kami tiba di lantai 3. Hi, Hiruma-kun menggandeng tanganku!
Normal POV
Kelas berlangsung dengan tenang dan anak-anak pun sudah siap dengan mental mereka untuk ujian minggu depan baik dari kelas 1 sampai kelas 3 sekalipun. Tanpa terasa bell tanda sekolah usai pun bordering nyaring. Para Siswa segera pulang menuju rumah mereka masing-masing (Yaiyalah masa rumah orang lain?). tibalah saatnya kegiatan rutin Club Amefuto LATIHAN.
"HOII ANAK-ANAK SIALAN! AYO KELILING LAPANGAN 100 PUTARAN! YANG PALING BELAKANG BAKAL JADI MANGSA CERBERUSS! YA-----------------HA!" Teriak Hiruma pada seluruh anggotanya.
"Hieeee!" demi keselamatan masing-masing, mereka segera berlari mengitari lapangan,
"Hiruma-kun! Jangan keras-keras melatih mereka!" Kata Mamori.
"Tch! Kau diam saja manager sialan!" Balas Hiruma.
"Uh! Kau lupa ya? Mereka harus menyiapkan mental untuk 3 hari lagi!"
"Tch. Iya juga sih."
"Jadi?" Tanya Mamori meminta kepastian.
"OI ANAK-ANAK SIALAN! LARINYA KU DISKON! KALIAN HANYA PERLU LARI 25 PUTARAN!" Teriak Hiruma. Mamori tersenyum puas. Mendengarnya anak-anak itu langsung tersenyum bahagia dan melanjutkan lari mereka sampai 25 putaran
-Istirahat-
"Oi anak-anak sialan ada yang ingin kukatakan pada kalian!" Sahut Hiruma sambil memainkan AK-47 kesayangannya. Mamori berdiri di samping Hiruma. Para anggota Devilbats menghentikan aktivitas mereka dan menunggu Hiruma untuku membuka mulut lagi. Hiruma diam sejenak memberikan jeda waktu yang culup untuk membuat mereka berpikir macam-macam
MUKYA! Jangan-jangan Hiruma-senpai mau menyatakan bahwa Mamori miliknya!
Yaaaa ngapain ya Mamo-nee di sebelah You-nii? Jangan-jangan?
Mamori-neechan terlihat aneh! Apa lagi Hiruma-senpai! Ja, jangan-jangan…
Yak, dengan sukses anggota Deimon berkhayal ke alamnya masing-masing… dan anehnya khayalan mereka semua persis…. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
______________________________________TBC__________________________________________________________________________________________
RiikuAya: Nyohooo takh kusangka fic ini bakalan jadi 6 halaman =_=
Shino : Uhhhh lama apdethnya~
RiikuAya: Susah tauu munculin idenyaaa~
Shino: Ihhh iya-iyaa….
RiikkuAya & Shino : YAK READERS TERCINTA, SILAHKAN KLIK YANG HIJO2 APA BIRU2 GITU DI BAWAH INI YAAAAA~ =3=
jikai, Crazy exam part 2! DoN'T MiSs It!
