"Street Dance And Love"

Pairing : Natsu X Lucy

Disclamer : HIRO MASHIMA

Selamat menikmati

.

.

.

.

.

"hm,,, jadi begitu"Natsu menggangguk mengerti mendengar penjelasan seseorang yang baru saja ditemuinya di bangku taman yang tidak lain adalah Lucy heartfilia.

"jadi kau akan kemana Luce ?"tanya Natsu,Lucy hanya menunduk tidak tahu harus menjawab pertanyaan Natsu bagaimann, Natsu yang melihat hal tersebut akhirnya bangkit berdiri dari tempat duduknya.

"ne Luce bagaimana kalau kau ikut denganku saja ?"Natsu menjulurkan tangannya ke arah Lucy yang masih terpaku mendengar perkataan Natsu,

"kurasa tidak Natsu, terimakasih"tolak Lucy dengan halus seraya bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Natsu yang melihatnya menghilang di balik tikungan jalan dengan tatapan yang sulit didefinisikan.

Lucy POV

'Hah,,, bagaimana ini?'batin Lucy melihat keadaan sekelilingnya yang gelap gulita,,, Lucy mendumel dalam hati, andai saja Lucy mau menerima ajakan Natsu pasti dia tidak akan berada di tempat menyeremkan ini sendirian.

"klontang"bunyi benda terjatuh menghentikan langkah Lucy, Lucy melihat keadaan di sekitarnya ,,sayang sekali minimnya cahaya membuat penglihatan Lucy pun menjadi tidak jelas,

"ugh,,, sial. Semoga itu hanya kucing"umpat Lucy seraya berharap bahwa tidak akan ada sesuatu yang buruk yang akan disadarinya ada seseorang yang mengikutinya di balik bayangan.

"wah...wah...wah,,, ada nona manis ternyata"terlihat beberapa orang datang menghampiri Lucy yang kini sedang mematung kaku di tempatnya berdiri,wajah orang-orang tersebut tidak dapat di lihat oleh Lucy karna minimnya cahaya, yang Lucy tahu bahwa mereka bukanlah orang baik di lihat dari cara mereka memanggil dirinya,mungkin seharusnya dia tidak datang ketempat ini, sekarang Lucy menyesali sikapnya yang menolak ajakan Natsu untuk ikut dengannya, walaupun dia baru mengenal Natsu tapi dia tahu bahwa Natsu adalah pemuda yang baik,entah darimana Lucy tahu bahwaNatsu adalah pria yang baik.

"oi ... nona kau tidak bisu kan ?"salah seorang dari mereka yang menghampiri Lucy bertanya dengan nada galak,Lucy makin bergidik mendengar suara orang-orang tersebut, jika dilihat mereka berjumlah kira-kira lima orang,mana mungkin Lucy yang seorang gadis dapa mengalahkan orang-orang itu sendirian, kalaupun berhasi pasti itu merupakan keajaiban.

"ugh... mau apa kalian?"walaupun takut tapi Lucy tidak mau memperlihatkan ketakutannya pada mereka,sebaiknya berusaha daripada kalah mentah-mentah, mungkin hal itu yang sekarang dipikirkan oleh Lucy,

"ck,,, berani juga kau nona membentak kami seperti itu"salah seorang dari mereka mendekat kearah Lucy mencoba menarik Lucy,Lucy yang melihat hal tersebut sontak langsung menutup matanya,sekarang mungkin Lucy sedang merutuki nasibnya yang sedang sial ini.

"BUAGHHH"Lucy sontak membuka matanya begitu mendengar suara benturan yang lumayan keras, Lucy tahu betul jika suara benturan tersebut bukan berasal dari dirinya,karna Lucy tidak merasakan sakit sama sekali di sekujur tubuhnya,ketika Lucy membuka matanya dia melihat seseorang sedang memunggunginya Lucy yakin jika orang dihadapannya inilah yang sudah mendorong seseorang yang sedang tersungkur tidak jauh dari hadapannya,yang jelas Lucy harus berterimakasih karna orang ini telah menjauhkan tangan laknat dari orang yang ingin menariknya tadi.

"Luce,, daijobu ?"Lucy sontak membulatkan matanya tidak percaya begitu mendengar pemuda yang kini memunggunginya bersuara,'ini,,, apa mungkin ?'batin Lucy sambil menerka sosok yang kini ada dihadapannya.

"ck,, cari mati heh ?"salah satu dari orang yang mencegat Lucy tadi berteriak kearah mereka,sontak Lucy langsung memengangi bagian belakang baju pemuda yang ada di hadapannya yang tidak lain adalah Natsu,sedangkan Natsu hanya bersikap tenang menghadap orang-orang yang ada di hadapannya sambil menyeringai lebar, seolah-olah baru mendapatkan buruan yang menarik.

"keh,,, sebaiknya kalian yang enyah dari sini"Lucy terkejut mendengar Natsu malah menantang oranorang yang ada dihadapannya, sekarang Lucy kembali merutuki nasibnya yang sungguh sial.

"apa kau bilang ?"orang-orang tersebut maju mendekat berusaha memukul Natsu dan Lucy,akan tetapi cahaya bulan purnama menerengi keadaan mereka sekarang hingga mereka yang tadinya ingin menonjok wajah Natsu membeku di tempat sedangkan Natsu hanya memasang seringai setannya,Lucy hanya bengong melihat keadaan di sekitarnya yang tiba-tiba saja berubah menjadi hening, kini Lucy dapat melihat orang-orang yang berusaha mencegatnya,wajah mereka tidak ada bagus-bagusnya,terkesan amburadul dan mengerikan menurut Lucy,Lucy yang kini berada di belakang punggung Natsu tentu tidak bisa melihat ekspresi Natsu sekarang.

"salamander..."orang-orang tersebut berteriak ketakutan sambil menunjuk wajah Natsu dengan ekspresi ketakutan yang tergambar jelas,Lucy heran kenapa mereka bisa setakut itu melihat Natsu dan apa-apaan salamander itu, apa maksudnya?Lucy bertanya dalam hati tentang siapa sebenarnya Natsu.

"gyaaahhh ... maafkan kami salamander-sama"tiba-tiba saja mereka yang tadinya mencoba memukul Natsu kini berlutut memohon pengampunan dari Natsu,tentu saja semua itu membuat Lucy terkejut'jangan-jangan Natsu jauh lebih berbahaya dari pada mereka'batin Lucy ngeri mengingat dirinya belum seratus persen aman dari hal ini. Mungkin jika da pepatah yang cocok untuk menggambar kondisi Lucy sekarang maka itu adalah lolos dari gua singa masuk dalam mulut buaya, memikirkannya saja sudah cukup membuat bulu kuduk Lucy merinding disko.

"aoyo kita pergi Luce,,,"Natsu menarik tangan Luce dengan lembut untuk ikut dengannya,perlakuan Natsu yang spontan seperti itu sontak membuat wajah Lucy bersemu merah,tentu sja Lucy tidak perlu khawatir kalau Natsu akan melihat ekspresi wajahnya sekarang mengingat keadaan di sekitar mereka yang kembali menjadi gelap setelah sebelumnya sang awan menyembunyikan keindahan cahaya bulan purnama yang begiu dingin.

"bagaiman kau bisa ada disini Natsu ?"pertanyaan Lucy hanya di balas cengiran oleh Natsu, membuat Lucy mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh.

Kini Lucy berjalan mengikuti langkah Natsu dengan Natsu yang tetap memegang tangannya dengan lembut,tapi tentu saja Lucy tidak boleh mengendorkan sedikitpun sikap waspadanya pada pemuda yang belum sehari ini dikenalnya, akan tetapi entah dari mana perasaan itu datang, perasaan yang seolah-olah mengatakan bahwa ia akan aman jika berada di dekat Natsu.

"ne, Natsu"panggil Lucy dengan takut-takut, sontak Natsu menghentikan langkah mereka.

"ada apa Luce ?"tanya Natsu dengan nada polos dan grins yang masih setia hadir di wajahnya,walaupun Lucy tidak bisa melihat senyum Natsu tapi dia tentu bisa merasakan senyum Natsu yang begitu tulus dan menenangkan berbeda terbalik denga Natsu yang menghadapi orang-orang tadi.

"kita mau kemana Natsu ?"akhirnya Lucy mampu menyampaikan pertanyaan yang selama ini atau mungkin sedari tadi ditahannya, wajah Natsu langsung menjadi pucat pasi begitu mendengar pertanyaan Lucy, sekarang Natsu hanya mampu menggaruk bagian belakang kepalanya guna menghilangkan rasa gugupnya,sedangkan Lucy hanya diam menunggu jawaban dari Natsu.

"e-to,,, aku juga tidak tahu harus kemana Luce, ha-ha-ha ..."Natsu hanya tertawa garing menjawab pertanyaan Lucy,Lucy hanya bisa bengong mendengar jawaban Natsu yang sangat tidak bertanggung jawab.

"hah,,, jawaban yang bagus Natsu"dengus Lucy kearah Natsu yang hanya bisa memasang wajah watados,

"hm"Natsu kelihatan sedang memikirkan sesuatu,membuat Lucy menatapnya penuh tanya.

"oi Luce bagaimana jika kau tinggal dengan ku sementara?"tanya Natsu dengan nada tidak yakin jika Lucy akan menerima tawarannya, Lucy tentu saja terkejut mendengar penawaran Natsu, apa Natsu tidak menyadari bahwa mereka belum kenal baik dan dengan sebegitu mudahnyakah Natsu mengajak seorang gadis tinggal dengannya.

"kau bercanda Natsu ?"tanya Lucy sembari tertawa yang tentu saja terdengar garing ditelinga Natsu, Natsu hanya membalasnya dengan cengiran khasnya sembari mengacak rambut Lucy.

"mou Natsu ,,, apa yang kau lakukan?"Lucy mengatur rambutnya yang baru saja menjadi korban dari tangan jahil Natsu sedangkan Natsu hanya terkekeh, untuk 2 orang yang baru saling mengenal mereka cukup akrab mungkin bisa di bilang terlalu akrab andai saja mereka tahu bahwa mereka memang sudah di takdirkan unuk bertemu kembali.

"sudahlah Luce,,, ayo kita pergi nanti keburu pagi jika kau terus mengajakku mengobrol disini"canda Natsu seraya menarik tangan Lucy untuk ikut berlari bersama dengannya, suara derap langkah mereka mewarnai malam yang begitu sunyi, Lucy pun tidak ambil pusing lagi dengan tindakan Natsu yang menurutnya super duper mendebarkan.

SKIP TIME

"TARAAA ..."Natsu membuka apartementnya mempersilahkan sang tamu agung a.k.a Lucy untuk sudi memasuki apartementnya yang ...

"NATSUUUUUU..."Natsu sontak menutup telinganya mendengar Lucy menjerit , bagaimana Lucy tidak menjerit melihat tempat yang akan menjadi tempat tinggal barunya yang bagaikan kapal pecah mungkin bisa lebih parah lagi untuk mendeskripsikan keadaan apartement Natsu, sedangkan Natsu hanya cengengesan tidak jelas kearah Lucy yang masih menatap horor apartementnya

"gomenasai Luce..."Natsu menyatukan kedua tangannya di depan wajahnya kearah Lucy sembari meminta maaf akan kondisi apartementnya,sedangkan Lucy hanya bisa mematung melihat tempat yang menurutnya tidak layak untuk di sebut tempat tinggal,untuk apartement yang berada di kawasan elit apartement Natsu bahkan tidak memiliki standar layak di tinggali mengingat kondisinya yang betul-betul memperhatinkan..

"tenang saja Luce , aku akan membereskan semua kekacauan ini"Natsu menunjukan grins terbaiknya,sedangkan Lucy hanya cemberut melihat kondisi yang ada di hadapannya,Lucy hanya mendengus kesal mendengar perkataan Natsu, seharusnya kau membereskan tempat ini sebelum mengundang seseorang untuk menginap disini.

"sebaiknya aku juga ikut membantu,agar aku bisa istirahat dengan tenang DI TEMPAT ini"ucap Lucy seraya menekankan ucapannya, tentu saja untuk menyindir seseorang yang telah mengundangnya datang ketempat ini.

"hehe ,,, kau memang yang terbaik Luceeee,,,,"bukannya tersinggung Natsu malah memuji Lucy,sungguh malang nasib Lucy harus di tolong oleh pemuda yang sangat amat tidak peka dan bodoh ini.

Akhirnya mereka berdua membereskan segala kekacauan yang ada di tempat ini, dimulai dari membereskan bungkusan-bungkusan makanan instan , letak perabotan yang tidak pada tempatnya, peralatan dapur yang seharusnya berada di dapur malah tergolek manis di bawah sofa dan di tempat buku dan rak TV, pakaian yang berserakan dilantai dan kondisi kamar tidur yang sama memperhatinkan dengan kondisi ruang tamu dan dapur, mereka berdua membersihkan segala kekacauan itu sampai empat jam lamanya.

"hahhhh,,,,, capeknya"Lucy menghenyakan dirinya di sofa yang baru selesai dibereskan oleh mereka,Natsu hanya tertawa lebar melihat keadaan apartementnya yang sangat berbanding terbalik dengan kondisinya beberapa jam lalu.

"kau memang hebat Luceee,,, mungkin aku harus mencari istri yang sepertimu Luce"Natsu mengatakan hal tersebut tanpa tahu efek dari perkataannya, Lucy hanya memerah mendengar perkataan Natsu 'a-pa ,,, istri sepertiku katanya ?'batin Lucy seraya menertawakan perkataan Natsu yang menurutnya asal ngejeplak itu.

"sudahlah Natsu"Lucy bangkit berdiri dan menghampiri futon yang baru saja di lipat oleh Lucy tadi dang menggelarnya di lantai,Lucy juga mengambil bantalan sofa, yang tadinya terpajang manis diatas sofa, Natsu yang melihat tindakan Lucy hanya mengangkat alisnya bingung.

"ne, Luce apa yang kau lakukan"tanya Natsu saat dia melihat bahwa Lucy telah tidur diatas futon yang tadi di gelarnya,

"tentu saja tidur baka,,, apa kau tidak lihat ini sudah malam ?, sebaiknya kau juga cepat tidur Natsu, dan jangan ganggu aku"ucap Lucy seenaknya seraya menarik selimut yang didapatnya dari lemari Natsu, yang tentu saja di ambil tanpa permisi oleh Lucy, bagaimana mau permisi jika sang pemilik barang melihat setiap gerakan kita dan diam saja dengan wajah melongo.

"hieeee,,,,, memangnya siapa yang mengijinkanmu tidur disitu Luce ?"tanya Natsu dengan nada horor, Lucy sontak bangkit dari zona yang di buatnya senyaman mungkin di ruang tamu apartement Natsu, dia menatap Natsu dengan pandangan menuntut penjelasan dari perkataannya tadi, 'bukannya dia tadi yang mengajak ku untuk tinggal di apartementnya, sekarang apalagi yang akan di lakukan si bodoh ini'umpat Lucy dalam hati, kalau saja Lucy tidak sadar bahwa pemuda yang ada di depannya inilah yang sudah menolongnya tadi, Lucy tidak akan segan-segan menendang wajah Natsu dengan Lucy kicknya.

"kau tidur disitu Luce"seolah mengerti maksud dari tatapan Lucy, Natsu menunjuk pintu yang tidak lain adalah kamar tidur Natsu, Lucy membelalakan matanya ke arah Natsu,

"tentu saja aku tidak mau tidur dengan mu di situ Natsu"Lucy memalingkan wajahnya ke arah lain seraya menunjuk kearah kamar sang tuan pemilik tempat tinggal, Natsu tertawa lebar mendengar perkataan Lucy kepadanya.

"siapa juga yang bilang kau akan tidur denganku disitu Luce,,,"Natsu menunjukan grinsnya ke arah Lucy, Lucy yang mendengar hal tersebut menjadi merah padam,tentu saja dia malu karna tanpa sadar telah memikirkan sesuatu yang tidak-tidak, Natsu tiba-tiba saja menarik tangan Lucy menuju kearah kamarnya dan ...

"kau tidur dikamarku Luce ,,, sedangkan aku akan tidur disitu"Natsu menunjuk kearah futon yang tadi di gelar oleh Lucy, Lucy masih mematung didepan kamar Natsu seraya berusaha mencerna perkataan Natsu.

"dan jangan membantah,,, oyasumi Luce"Natsu mendorong Lucy masuk ke kamarnya dan menutup pintunya, Natsu tidak membiarkan Lucy membantah ucapan Natsu,

"oyasumi Natsu"balas Lucy lirih dibalik pintu kamar, tentu saja Natsu dapat mendengar hal tersebut dengan baik, Natsu hanya tersenyum lebar mendengar hal tersebut, akhirnya kedua anak manusia yang telah dipertemukan oleh takdir ini terlelap tidur dibawah atap yang sama, tanpa mereka sadari masih akan ada banyak kejutan yang akan menghampiri mereka, kejutan yang akan merubah hidup mereka dan orang-orang yang ada di sekeliling mereka.

TO BE CONTINUED

Author's note :

Hohoho ... akhirnya saya bisa menyelesaikan ch 3, maafkan saya akan keterlambatan dari fanfic saya ini, saya harap mereka yang menunggu tidak bosan untuk terus membaca dan memberikan masukan tentang cerita saya ini , maaf bila alur ceritanya sangat lambat dan terkesan bertele-tele ,,, Hontouni gomenasai ...#bungkuk" kearah readers-sama sekalian :P

Maafkan typo-typo yang berserakan yah minna,saya sama sekali malas jika harus membaca cerita saya kembali, maafkan kebiasaan author yang tidak profesional ini ,,, # cieee ... profesional :P ( pundung )

Bagi readers yang sudah mereview :

#Ryuukazekawa : arigatou ryuu-san karna sudah bersedia login untuk mereview cerita saya ,hal yang disembunyikan oleh ayahnya lucy tentu saja akan menjadi kejutan ,,, hahaha ... salahkan rambut natsu yang mencolok ^^... sesuai saran anda saya mengijinkan lucy untuk tinggal di rumah natsu yang hancurnya bikin sakit mata :P ,,, jangan bosan" untuk memberi masukan yah ryuu-san saya ditunggu loh ,,,hehehe

#Reka amelia : sankyuu untuk review nya reka-chan , akan saya buat ceritanya menjadi lebih menarik ... semoga saja saya tidak kehilangan inspirasi saya

#shadow : arigatou for review ,,, maafkan atas kekurangan yang ada , saya akan berusaha mencari tahu serta memperbaikinya ... anda menanti puncaknya saya menanti review anda selanjutnya hehehehe ...

Yoshhhh ... akhir kata RnR yah minna-san