The Devil Ninja © New Akatsuki

.

Disclaimed:

Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichiei Ishibumi

.

Warn : typo, abal-abal, gaje, OOC, and many more

.

.

.

Enjoy it

.

Malam sudah semakin larut, semua orang pergi beristirahat dirumah mereka masing-masing. Itu terbukti dari lampu-lampu yang dimatikan pada setiap rumah. Tapi saat ini masih ada lampu yang menyala disalah satu kamar disebuah rumah, kemudian jendela kamar tersebut terbuka menampilkan seseorang yang memakai jaket berwarna hitam dan celana panjang yang juga berwarna hitam. Rambut yang berwarna kuning cerah bergoyang pelan ditiup angin dengan pelan. Dinginnya malam yang menyetuh kulit yang berwarna tan itu, tidak mengganggu dirinya sama sekali. Matanya yang berwarna biru langit memandang jauh kedepan dengan pandangan tajam. Kemudian dia menghilang dengan meninggalkan kumpulan asap kecil.

Naruto terus meloncat diatap rumah dengan sangat cepat. Sepatu yang dia pakai tidak mengeluarkan suara ketika bersentuhan dengan atap rumah yang dia lalui. Gelapnya malam tidak menghambat dirinya untuk berlari seakan-akan itu bukan sebuah masalah, dinginnya angin malam yang menusuk kulitnya juga dia abakan, Hanya satu tujuannya yaitu akademi kuoh.

.

Akademi Kuoh adalah sekolah yang elit dan juga bagus. Dengan bangunan yang megah dan bagus dan juga halaman yang luas dan terjaga kebersihannya, membuat sekolah ini banyak diminati orang orang. Tapi kini sekolah yang dulunya sangat indah itu menjadi sebuah medan pertempuran. Salah satu bangunan yang dulunya berdiri dengan kokoh kini telah hancur hampir rata dengan tanah. Halaman yang bersih kini menjadi berantakan, dan banyak lubang-lubang yang besar halaman tersebut.

Semua ini terjadi karena pertarungan antara salah satu jendral malaikat jatuh yaitu kokabiel dengan tim iblis Gremory.

Saat ini dari tim Rias hanya tinggal bertiga yaitu Rias, Akeno, dan juga Issei yang ditambah dengan seorang utusan gereja yaitu Xenovia. Sedangkan anggota dari tim Rias yang lain saat ini dalam keadaan pingsan, apalagi Kiba yang pada saat ini banyak mendapatkan luka karena pertarungannya dengan pendeta gila yang bernama Fred. Didepan tim Rias saat ini berdiri Kokabiel dengan senyum angkuhnya.

"Akan ku bunuh kau Kokabiel. " Issei berlari dengan kencang menuju Kokabiel.

'boost' Larinya semakin cepat ketika sarung tangannya mengeluarkan bunyi mekanik. Kemudian dia memberikan pukulan yang mengarah pada wajah Kokabiel.

Kokabiel dapat menahan pukulan Issei dengan menggunakan sebelah tangannya. Dengan cepat dia memukul perut Issei dengan tangan yang satunya lagi sehingga Issei sedikit terpental kebelakang. kokabiel yang ingin menyerang Issei kembali terpaksa membatalkan niatnya karena dia harus melompat kebelakang untuk menghidari sebuah bola energi berwarna merah kehitaman yang dibuat oleh Rias. Belum sempat dia mendarat ditanah, dia harus membuat pedang cahaya untuk menahan serangan pedang durandal milik Xenovia. Kemudian dia dan Xenovia saling mengadu pedang mereka.

'boost' Issei kembali maju menyerang Kokabiel yang masih berhadapan dengan Xenovia. Ketika Xenovia meloncat kebelakang, dia langsung menghantamkan pukulannya kewajah Kokabiel.

Kokabiel terpental kebelakang ketika menerima serangan dari Issei. Belum sempat berdiri tegak, dia terpaksa terbang keatas menghindari sebuah leser berwarna merah. Saat dia diatas, dia diserbu dengan ratusan petir yang menyerangnya dari segala arah. Dengan cepat dia menangkis petir-petir tersebut dengan pedangnya.

'Boost' Issei melihat Kokabiel yang saat ini masih menangkis petir-petir yang dikeluarkan oleh Akeno. Dia sudah mulai lelah setelah dia mengeluarkan DragonShot tadi. Melihat ada celah, dia kembali menghilang dan muncul dibelakang Kokabiel siap dengan pukulannya.

'boost, explosion'

"MATI KAU BANGSAAT! " Dengan cepat Issei memukul punggung Kokabiel dengan seluruh kekuatannya.

Dengan cepat Kokabiel meluncur ketanah karena menerima pukulan Issei. Terjadi ledakan kecil saat dia mendarat ditanah dan menimbulkan asap yang lumayan tebal disekitarnya.

"Itulah akibatnya kalau kau berhadapan denganku. Sang kaisar naga merah. " Dengan anggkuh Issei berbicara pada Kokabiel yang pada saat ini masih berada didalam kawah.

"Kurasa sudah saatnya berhenti main-mainnya. " Kokabiel berdiri dengan seringai kejamnya. Kemudian dia menghilang. Dia muncul dibelakang Issei dan memukul punggung Issei dengan kuat sehingga Issei meluncur kebawah. Belum sempat untuk Issei bangkit, punggungnya sudah diinjak oleh Kokabiel sehingga dia kembali mencium tanah.

"ISSEI! " Rias berteriak ketika melihat Issei seperti itu. Dengan cepat dia membuat sebuah bola energi dan menembakannya pada Kokabiel. Tapi bola tersebut dengan mudah ditepis oleh Kokabiel.

Setelah menepis serangan dari Rias, Kokabiel kembali harus menangkis tebasan dari Xenovia yang muncul disampingnya. Kemudian dengan cepat dia menendang perut Xenovia sehingga wanita utusan gereja tersebut terpental cukup jauh. Dia kemudian memagang rambut Issei dan menariknya dengan keras.

"ARGGGG " Issei berteriak dengan kencang ketika Kokabiel menarik rambutnya dengan keras. Dia berusaha melawan tapi dia tidak memiliki cukup tenaga untuk terlepas dari cengkraman tersebut.

"Inikah sang kaisar naga merah yang perkasa itu. " Kokabiel berbicara dengan angkuhnya. Kemudian dia melempar Issei keatas. "Lebih baik kau mati saja! "

Dengan keras Kokabiel menendang Issei yang jatuh dihadapannya sehingga Issei terpental sangat jauh dan berhenti ketika dia menabrak dinding bangunan sekolah sampai hancur.

"ISSEI! " Rias dan Akeno kembali berteriak. Kedua mata mereka sudah berair ketika melihat Issei seperti itu. Ketika mereka berlari mendekati Issei, sebuah tonbak cahaya terancap didepan mereka.

"Kalian jangan kemana-ma_. "

Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Kokabiel harus menunduk menghindari tebasan yang mengarah kelehernya. Kemudia dia memutar tubuhnya dan melakukan tendangan menyamping sehingga orang yang menyerangnya tersebut terpental kearah Rias dan juga Akeno. Dia kemudian mengepakan kelima pasang sayapnya dan terbang keatas. Ketika diatas dia kembali mendapatkan serangan berupa bola energi dari Rias, tapi dengan mudah dia hindari.

"Hanya inikah kemampuan dari adik seorang mou. " Kokabiel mengangkat sebelah tangannya kemudian keluar tombak cahaya yang berwarna merah. "MATILAH KAU IBLIS. "

.

Diluar area pertarungan beberapa menit sebelum serangan Kokabiel.

"KAICHO!"

Sebuah teriakan dari arah gerbang masuk akademi membuat Sona mengalihkan arah pandangnya kearah asal teriakan

Tap

"Naruto " gumam Sona, saat Naruto telah mendarat di dekat Sona. Mengindahkan panggilan yang mengarah padanya, Naruto langsung berjalan kearah Sona.

"Bagaimana situasinya Kaicho" Setelah berada didekat Sona, Naruto langsung menanyakan situasi sekarang ini.

Wajah Sona sempat memerah ketika melihat penampilan Naruto sekarang, kalau anggota lainnya juga berada disini, wajah mereka mungkin juga akan memerah. Menghilangkan pikiran tersebut,Sona kemudian memberikan kode pada Naruto untuk melihat kedepan ketempat pertarungan. Melihat kode dari Sona, Naruto mengalihkan pandangannya pada arah tunjukan Sona.

"Brengsek! Ayo kita bantu mereka!" umpat Naruto, sebelum melesat ke area pertarungan.

'Srett'

Namun sebuat tarikan pada jaket belakangnya menghentikan aksinya, menoleh kearah sang pelaku yang tak lain adalah Kingnya sendiri untuk meminta penjelasan. "ada apa Kaicho?"

" tidak Naruto, kita tidak akan terjun kepertarungan itu" Sona menjawab pertanyaan Naruto dengan sedikit nada sedih. "Tugas kita disini hanya untuk menjaga kekkai ini, agar manusia tidak mengetahui eksistensi makhuk seperti kita ada di antara mereka. Jika mereka sampai tahu, bukan hanya fraksi Angel dan Falen Angel yang menjadi musuh kita, namun manusia juga akan ikut dalam perang berdarah ini. Untuk itu kita percayakan semua pada Rias dan timnya,, kau mengerti"

Naruto yang mendengar penjelasan dari Sona menundukan kepalanya, membuat semua iblis yang ada di sana tidak bisa melihat ekspresinya karena tertutup oleh surai kuning keemasanya.

"Tapi, bukankah Rias adalah sahabatmu. " Naruto bertanya dengan pandangan tajam.

"Tapi, inilah tugas kita. " Sona kembali menjawab walaupun tidak menatap mata Naruto yang sedang menatapnya.

"ya kau benar. Tapi Rias dan timnya mempunyai peluang menang yang sangat kecil bahkan mustahil untuk bisa menang. Oleh karena itu, sebagai teman kita mempunyai kewajiban untuk membantu mereka-"

" aku tetap tidak mengizinkanya, Aku juga meski bersama-sama, kita belum tentu menang melawanya. Aku tak ingin kehilangan kalian semua apa kau mengerti" potong Sona dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Naruto tak pernah melihat seorang Sona Sitri mengeluarkan emosi semacam ini, yang mereka tahu Seorang Sona Sitri adalah orang yang tegas,dingin, dan jenius, yang tidak akan mungkin mau mengeluarkan emosi seperti itu dihadapan orang lain, dan sekarang dia mematahkan anggapan itu demi para budak nya,,, seberharga itukah mereka untuk seorang iblis sekelas Sona Sitri?.

"Kaicho" Naruto kembali berbicara. "Setidaknya biarkan aku pergi. Mungkin aku bisa menghalanginya sampai bantuan datang. "

" K-kau,,,pergilah terserah kau mau melakukan apapun, aku tidak peduli!" tegas Sona mulai mengalah dengan kekeras kepalaan pionya tersebut.

Naruto membungkuk pada Sona yang saat ini memunggungi dirinya dengan bahu yang itu Naruto langsung berbalik menghadap kemedan tempur, bersiap untuk kembali masuk kedunia yang telah membesarkan namanya dikehidupan sebelumnya.

Dengan cepat Naruto masuk kesekolah. Mengeluarkan kunai bercabang tiganya dan mengalirkannya dengan cakra. Dengan cepat dia melempar kunai tersebut ketika dia melihat Kokabiel menyerang Rias yang sudah kelelahan. Ketika serangan Kokabiel berhasil dia tahan, dia langsung menyiapkan delapan syuriken disela-sela jarinya. Dia melempar Syuriken tersebut dan dengan cepat membentuk handseal.

"Syuriken kage bunshin no jutsu "

Syuriken yang awalnya hanya berjumlah delapan menjadi ribuan yang menghujani Kokabiel, tapi dengan mudah Kokabiel menangkisnya. Merasa tidak berhasil, Naruto melakukan sunshin kedepan Kokabiel dan berusaha menusuknya menggunakan Kunai yang berada ditangannya. Lagi-lagi Kokabiel dapat menahan serangannya tersebut dan memberikan tendangan diperutnya sehingga dia terlempar kebawah.

"Siapa kau? " Kokabiel menggeram marah pada orang yang berada dibawahnya saat ini. Dia sangat marah pada orang tersebut sebab telah mengganggu dirinya.

"Uzumaki Naruto " Menghiraukan rasa sakit diperutnya, Naruto menjawab pertanyaan Kokabiel. Dia kemudian mengambil kunai yang tertancap disampingnya. "Dari keluarga Sitri. "

Dengan cepat Naruto berlari menuju Kokabiel. Dia menghindari beberapa tombak cahaya yang dilempar oleh Kokabiel. Dengan mengeluarkan sayapnya, dia melompat kearah Kokabiel dan menusukan kunainya. Serangan yang dia lancarkan dapat dengan mudah ditahan oleh Kokabiel, kemudian Naruto melakukan tendangan menggunakan kedua kakinya.

Kokabiel dapat menahan serangan Naruto tersebut. tapi karena kekuatan yang Naruto berikan terlalu besar, dia terlempar keatas begitu juga dengan Naruto yang terlempar kebawah. Kokabiel segera menciptakan beberapa tombak cahaya dan melemparkannya pada Naruto.

Naruto yang saat ini masih diudara berputar untuk menghindari tombak dari Kokabiel. Tangannya sudah memegang beberapa kunai dan dengan cepat dia melemparnya.

'trang, trang shut shut '

Beberapa kunai Naruto saling berbenturan dengan tombak cahaya Kokabiel, tapi ada juga kunai yang berhasil menuju Kokabiel sehingga Kokabiel harus menangkis kunai tersebut dengan pedangnya.

Naruto sudah mendarat dengan sempurna ditanah. Tapi dengan cepat Kokabiel menyerangnya menggunakan pedangnya, terjadi pertarungan sengit antara Naruto dengan Kokabiel. Kunai yang berlapis dengan cakra beradu dengan pedang yang terbuat dari cahaya.

.

"Apakah dia benar-benar Naruto? " Rias yang dari tadi memperhatikan pertarungan Naruto dengan Kokabiel. Tapi dia sedikit tidak percaya dengan pemuda itu karena penampilan dia sekarang sangat berbeda dari penampilan dia saat disekolah. "Maksudku pemuda itu adalah Naruto. budak baru Sona? "

"Kurasa itu memang Benar Naruto, Boucho. " Akeno menjawab pertanyaan Rias. Kemudian dia tersenyum dan terkekeh kecil. "Tapi aku tidak pernah berpikir kalau Naruto ternyata sangat tampan. "

Xenovia yang melihat percakapan dua orang iblis itu hanya menatap bingung pada mereka.

.

Naruto kembali melempar beberapa Syuriken kepada Kokabiel. Tapi dengan mudah syuriken-syuriken itu ditahan Kokabiel dengan pedangnya. Kokabiel menaikan sebelah alisnya ketika dia melihat beberapa syuriken hanya melewati. Dia kemudian membuka matanya lebar-lebar ketika Syuriken-syuriken itu ternyata diikat dengan sebuah kawat baja. Dia tidak sempat menghindar ketika syuriken-syuriken itu berputar arah dan kawat-kawat yang berada di syuriken itu mengikat tubuhnya.

Dengan kuat Naruto menarik kawat yang berada ditangannya sehingga Kokabiel tertarik kearahnya. Naruto mengumpulkan cakra dikepalan tangannya dan ketika Kokabiel berada didepannya, dia memukul wajah jendral malaikat jatuh tersebut dengan kuat.

"Hebat. " Rias yang melihat pertarungan antara Naruto dengan Kokabiel hanya bisa terkejut dan mengatakan itu. Dia tidak menyangka kalau budak baru Sona ini sangatlah hebat. "Dia benar-benar hebat. "

Saat ini rias berada ditempat Issei jatuh, disampingnya ada Akeno dan juga Xenovi. Dia sedang menyalurkan energinya pada Issei yang saat ini tidak sadarkan diri.

"Dia memang hebat. " Xenovia yang juga menyaksikan juga terkejut. "Dia mampu mengimbangi Kokabiel walaupun kekuatannya jauh dibawah Kokabiel. "

"Tapi bukankah Naruto hanya pion dari Sona-kaicho. " Kali ini Akeno yang berbicara. Dia masih tidak menyangka kalau budak yang hanya mengkomsumsi satu bidak pion dapat megimbangi Kokabiel.

"Dia tidak menggunakan kekuatannya dengan sia-sia. " Xenovia memberikan penilaiannya pada Naruto. "Dia dapat menggunakan kekuatannya dengan maksimal bahkan strateginya juga sangat hebat. "

"Tipikal Sitri. " Rias kembali berbicara. "Lebih mengandalkan strategi daripada kekuatan. "

.

.

"Bagaimana pendapatmu tentang pemuda itu. " Diatas sebuah gedung pencakar langit tidak jauh dari akademi kuoh tempat terjadinya pertarungan tersebut, seorang pria berbicara dengan orang yang berada disebelahnya.

"Dari energi iblis yang dia keluarkan, kurasa dia sangat lemah. Azazel. " Orang yang berada disebelah Azazel berbicara dengan nada angkuhnya.

"Tapi dia memiliki kecerdasan yang sangat hebat. Vali. " Orang yang disebut dengan Azazel itu menjawab dengan santai. "Lihat! Bahkan dia dapat memukul Kokabiel. "

"Terserah kau Azazel. "

.

Setelah menerima pukulan dari Naruto, Kokabiel terpental cukup jauh dan terseret ditanah dengan keras. Setelah berhenti, Kokabiel berdiri dan melepaska ikatan pada tubuhnya. Keadaannya saat ini seperti tidak terjadi apa-apa pada dirinya walaupun disudut bibirnya keluar darah. Dia menyeringai melihat Naruto dalam posisi siaga. "Kau cukup hebat iblis. "

Naruto tidak menjawab perkataan dari Kokabiel, Dia masih dalam posisi yang siap bertarung. Melihat Kokabiel baik-baik saja setelah menerima pukulannya membuat Naruto semakin waspada, karena orang yang saat ini dia lawan sangatlah sulit untuk dikalahkan. Dia terus berpikir berbagai cara untuk mengalahkan orang yang berada didepannya sekarang tapi sepertinya itu sangat mustahil baginya.

Naruto dengan cepat merubuhkan tubuhnya untuk menghindari tebasan pedang cahaya yang mengarah kelehernya. Dengan menggunakan kedua tangannya sebagai tumpuan, Naruto melompat keudara. Melihat Kokabiel yang akan menyerang dirinya kembali, Naruto dengan cepat membentuk handseal.

"Katon: Housenka No Jutsu! "

Kokabiel sangat terkejut ketika puluhan burung api menyerang dirinya. Dia terpaksa harus terbang untuk menghindari burung-burung api tersebut, tapi burung api tersebut tetap mengikuti dia. Dengan pedang cahayanya, Kokabiel menebas burung api yang mengarah kepada dirinya segingga semua burung api menghilang. Belum sempat bernafas lega, Kokabiel harus kembali menghindar dari sebuah bola api sebesar mobil yang datang dari bawah. Dia sedikit terlambat menghindari bola api tersebut sehingga sayap sebelah kanannya sedikit hangus karena terkena api dari bola api tersebut.

"Kau.. " Kokabiel menggeram marah pada Naruto yang pada saat ini tersenyum mengejek pada Kokabiel. "Akan kubunuh kau! "

Kokabiel dengan cepat meluncur kearah Naruto. Dia kemudian menebaskan pedangnya secara vertikal kepada Naruto.

Naruto melompat kebelakang menghindari tebasan dari Kokabiel, tapi dia mendapatkan tendangan diperutnya dengan sangan keras sehingga Naruto terpental kebelakang dengan kencang. Ketika masih diudara, Naruto melempar sebuah kunai peledak pada Kokabiel dan kunai tersebut mendarat tepat dikaki Kokabiel.

'buumm!'

Naruto mendarat dengan sempurna dan langsung menatap ledakan tersebut. dia melihat sebuah tombak cahaya dari kumpulan asap ledakan yang dengan cepat menuju kearahnya. Terlambat menghindar, bahu Naruto tertkena tombak tersebut.

"Arggg. " Naruto merasakan tubuhnya sakit terutama pada bagian bahunya. Bahunya terasa terbakar dalam api yang sangat panas saat setelah tombak itu menghilang. Karena Naruto sekarang adalah iblis, jadi tombak cahaya yang terbuat dari sesuatu yang suci adalah racun bagi dirinya sehingga dia sangat kesakitan ketika terkena tombak ini.

"ARGGG! " Naruto kembali berteriak ketika Kokabiel muncul didepannya dan menusuk perutnya dengan pedang cahaya. Bahkan dari mulut Naruto keluar darah yang cukup banyak.

"HA HA HA.. Sekarang matilah. " Dengan keras Kokabiel menendang Naruto sehingga Naruto terpental dan menabrak tembok bangunan Akademi yang berada tepat ditempat tim Rias.

"NARUTO! " Rias, Akeno berteriak dan berlari mendekati Naruto diikuti juga dengan Xenovia. Setelah sampai disana, Akeno langsung membaringkan Naruto yang tidak sadarkan diri di pangkuannya dan mengalirkan energi iblisnya untuk memberikan pertolongan pada Naruto. Begitu juga dengan Rias, dia juga ikut menyalurkan energinya untuk Naruto.Darah yang terus mengalir dari luka Naruto mulai berhenti.

Kokabiel yang melihat itu langsung membuat ribuan tombak cahaya. Dia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia harus segera membunuh adik mou itu dan menciptakan perang lembali. Dengan cepat dia melempar semua tombak cahaya tersebut.

Rias dan juga yang lainnya hanya bisa melihat ribuan tombak yang datang kepada mereka tanpa bisa berbuat apa-apa. Tapi tiba-tiba mata Naruto terbuka dan dari dalam tanah keluar ribuan rantai yang berwarna hitam, menghalangi tombai-tombak tersebut. semua orang kembali terkejut dengan adanya ribuan rantai.

"Naruto " Akeno berbicara ketika melihat Naruto yang mencoba bangkit. "Jangan bergerak dul_ "

"Tidak apa-apa senpai. " Naruto memotong perkataan Akeno. Dia masih berusaha untuk bangun sampai akhirnya dia berhasil berdiri. Penampilannya saat ini tidak bisa dikatakan baik, jaketnya yang berwarna hitam sudah bercampur dengan warna merah dari darahnya bahkan rambutnya juga bercampur dengan darahnya. Dia sedikit terkejut ketika melihat melihat rantai yang berdiri tegak didepan mereka. 'apakah ini rantai cakraku. '

Naruto mencoba menggerakan rantai tersebut lewat pikirannya dan rantai tersebut merespon perintah Naruto. Naruto tersenyum kemudian dia menciptakan subuah bola berwarna biru dengan putaran acak didalamnya, tapi belum sempat bola itu terbentuk dengan sempurna dia kembali batuk dan mengeluarkan darah dari mulut dan seluruh rantai kembali masuk kedalam tanah.

"Naruto! " Akeno kembali mendekati Naruto.

"Kau tidak apa-apa Naruto. " Rias juga mendekati Naruto

"Sebaiknya kau istirahat pirang. " Xenovia juga ikut bicara.

"Aku tidak apa-apa " Naruto bicara dengan nafas yang ngos-ngosan. "Boleh aku minta sedikit energi lagi Senpai. "

Tanpa disuruh dua kali, Rias dan juga Akeno langsung menyalurkan enrginya pada Naruto dengan menyentuh punggung Naruto. Dengan energi itu, Naruto kembali membuat Rasengan dan kali ini dia berhasil membuatnya.

Melihat bola yang berada ditangan Naruto, membuat Kokabiel menjadi waspada. Dia tidak ingin menunggu Naruto menyerang, jadi dia kembali membuat tombak cahaya dan melemparnya pada Naruto. Tapi dia kembali mengendus kesal saat tiba-tiba puluhan rantai menghalangi tombaknya lagi.

Naruto dengan cepat berlari kearah Kokabiel dengan membawa sebuah Rasengan ditangannya. Dia juga menghindari beberapa tombak cahaya dari Kokabiel dan menyerang balik dengan rantai-rantai cakra miliknya.

Kokabiel menghindari serangan rantai milik Naruto dengan cepat, tapi rantai itu seperti hidup dan terus mengejar dirinya. Dia kemudian menundukan kepalanya menghindari ujung rantai yang runcing yang mengarah kekepalanya. Tapi pada saat itu Naruto mencul dibelakangnya dengan sebuah rasengan ditangannya yang siap untuk dilancarkan.

"RASENGAN! "

dengan cepat Kokabiel kearah salah satu bangunan sekolah setelah terkena rasengan tepat diantara punggung dan salah satu sayap kanannya. Bangunan yang menjadi tempat mendaratnya dirinya kini hancur lebur dan mengubur Kokabiel dibawahnya.

Begitu juga dengan Naruto, setelah dia menghantamkan rasengan dia jatuh karena seluruh cakranya dan juga kekuatannya sudah habis. Tapi bukannya menghantam tanah, Naruto malah ditangkap oleh Akeno dengan lembut. Kemudian Akeno mendarat ditanah dan membaringkan Naruto ditanah.

"Kau hebat Naruto-kun. " Akeno berbisik kepada Naruto yang sekarang berada ditanah dengan kepala yang dipangku oleh Akeno.

"Akeno. Naruto. " Rias berlari mendekati mereka dan diikuti Xenovia dobelakangnya. Setelah sampai disana, Rias langsung berjongkok memeriksa keadaan Naruto. "Bagaimana keadaanmu? "

"Aku baik-baik saja senpa_ " Perkataan Naruto terhenti karena dia kembali merasakan pancaran energi Kokabiel kembali. Dengan susah payah Naruto kembali berdiri.

"Apa yang Ka_ "

"KURANG AJAR! " Perkataan Rias terhenti karena dari reruntuhan tempat Kokabiel terdengar teriakan murka. Reruntuhan tersebut meledak dan disana sudah berdiri Kokabiel dengan tombak cahaya sebesar bus yang melayang diatasnya. Dapat terlihat bahwa kondisi Kokabiel saat ini masih baik-baik saja hanya saja salah satu sayap kanannya patah. Walaupun begitu, wajah Kokabiel menunjukan kemarahan yang sangat besar. "MATILAH KALIAN! "

Naruto berdiri dengan memegang kunainya dengan erat. Seluruh tubuhnya bergetar karena menahan rasa sakit didalam maupun diluar tubuhnya. Dia melakukan ini karena musuhnya saat ini masih berdiri dengan tegak seolah tidak terluka sama sekali. Dan ketika Naruto melihat Kokabiel melemparkan tombaknya, Naruto hanya diam karena tidak mampu lagi mengeluarka jutsunya, dia sudah pasrah.

'Devine, devine devine devine'

Tombak cahaya yang sebesar bus semakin lama semakin mengecil dan ketika hampir mengenai Naruto dan juga tim Rias, tombak tersebut menghilang. Semua orang terkejut melihat kejadian itu.

Belum sempat sembuh dari keterkejutannya, mereka kembalia terkejut ketika seseorang yang memakai armor putih menembus kekkai yang dibuat tim Sitri. Orang tersebut memandang Kokabiel dengan pandangan datar walauoun tertutupi oleh helmnya.

'sial' Kokabiel hanya mengumpat kesal dalam hati ketika melihat orang tersebut. dia tau siapa orang itu, orang yang selama ini menjadi murid dari pemimpin dirinya dan juga para malaikat jatuh, orang tersebut adalah Vali. Dan Kokabiel tau kalau kekuatannya berada dibawah Vali tersebut. dia terus berpikir bagaimana keluar dari situasi ini tapi semakin lama dia berpikir dia masih tidak menemukan caranya. 'tidak ada cara lain lagi. '

Dengan cepat Kokabiel kembali membuat ratusan tombak cahaya. Tapi sebelum dia melempar tombak tersebut, Vali sudah ada dibelakangnya dan menginjak punggungnya sehingga tombak-tombak yang dibuat Kokabiel menghilang.

Vali kemudian memegang sayap-sayap Kokabiel dan dengan kuat menriknya hingga sayap-sayap tersebut terlepas.

"ARGG! " Kokabiel hanya dapat berteriak saat semua sayapnya terlepas dari punggungnya. Kemudian dia pingsan karena tidak mampu lagi menahan rasa sakitnya.

Naruto merasa sedikit tenang karena musuh utamanya sudah dapat diatasi, kemudian dia kehilangan kesadarannya dan jatuh kebelang. Dia sudah yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja sekarang walaupun dia tidak tau siapa yang telah menolong dirinya dan juga tim Rias.

Akeno dan juga Rias kembali mendekati Naruto untuk melihat keadaan Naruto. Perhatian mereka kembali teralhkan ketika Vali mendekati mereka dengan membawa tubuh Kokabiel dibahunya.

"Mau apa kau. " Rias membuka suaranya ketika Vali sudah dekat dengan mereka.

"Tenanglah Gremory. " Vali berbicara dengan nada sinis. "Aku hanya ingin menyampaikan bahwa penyerangan ini tidak ada hubungannya dengan fraksi malaikat Jatuh. Penyerangan ini murni dari Kokabiel sendiri. "

"Apakah perkataanmua dapat dipercaya. " Dengan tatapan tajam Rias kembali bertanya pada Vali.

"Kau percaya atau tidak aku tidak peduli. Aku hanya menyampaikan apa yang diperintahkan padaku. " Vali menyahut dengan santai. Kemudia dia berbalik siap untuk pergi, tapi dia kembali berhenti. "Dan satu lagi. Katakana pada kaisar naga merah itu, jadilah lebih kuat lagi. karena aku, Vali sang kaisar naga putih akan datang untuk bertarung dengannya dan membunuhnya. "

Rias menatap kepergian Vali dengan diam. Kepalanya sakit karena memikirkan semua ini, tapi dia senang akhirnya semuanya sudah selesai. Kemudian dia mengalihkan perhatiannya pada Akeno yang pada saat ini memeriksa keadaan Naruto.

"Naruto! " Sona yang diikuti oleh timnya mendekati Naruto dan tim Rias. Dilihat dari wajahnya, Sona sangat khawatir dengan keadaan Naruto. Setelah sampai, dia berlutut dan memeriksa keadaan Naruto. "Bagaimana keadaannya? "

"Keadaannya sangat kritis. " Akeno menjawab dengan pelan. "Aku sudah menyalurkan energiku tapi itu tidak cukup. Tapi aku bisa_ "

"tidak perlu. " Dengan cepat Sona memotong perkataan Akeno. Dia tau apa yang ingin Akeno katakana. Cara yang paling baik menyembuhkan iblis adalah dengan tidur bersama tanpa busana dan menyalurkan energi iblis dengan terus menerus. Sona tau bahwa Akeno ingin menolong Naruto dengan itu, tapi ada perasaan yang membuatnya tidak mau mengizinkannya. "Tsubaki! "

Tsubaki berjalan mendekati Sona, setelah berada disamping Sona. "Iya kaicho. "

"Kita pergi kerumah Naruto. " Tanpa melihat Tsubaki, Sona memberikan perintah.

Tsubaki kemudian membuat lingkaran sihir. Kemudian dia, Sona, dan juga Naruto menghilang didalam lingkaran sihir tersebut.

.

Sona dan juga Tsubaki merebahkan tubuh Naruto ditempat tidur. Sona kemudian melepas semua pakaian Naruto dan setelah selesai, dia mulai melepas pakaiannya sendiri.

Tsubaki yang berada dibelakang Sona hanya melihat dalam diam. Dia tau Sona akan melakukan apa, tapi dia sedikit terkejut karena Sona mau melakukan itu. Dia ingat bahwa biasanya Sona hanya akan menyalurkan energinya dengan menyentuh dengan tangannya. Dia berpikir mungkin Naruto mengalami luka yang sangat parah, jadi dia hanya diam saja.

"Tsubaki. " Setelah melepas kaca matanya, Sona kembali memberikan perintah. Sekarang ini Sona sudah tidak memakai apapun yang menutupi tubuhnya. "Kau urus akademi. "

"Hai. " Tsubaki kembali membuat lingkaran sihir dan menghilang dari tempat hadapan Sona.

Sona kemudian menatap wajah Naruto yang saat ini tidak sadarkan diri. Dia kemudian berbaring disamping Naruto dan memeluknya sertany berbisik. "Cepat sadar Naruto. "

.

.

.

Bersambung

Yo. Saya datang lagi, maaf atas keterlambatan update-nya. Ini semua terjadi karena modem saya hilang dan saya belum punya uang untuk membeli yang baru. Akhirnya, dalam waktu seminggu ini saya mengumpulkan uang untuk membeli modem baru dan baru sekarang uangnya terkumpul.

Sekali lagi saya minta maaf.

Untuk chapter ini saya tidak mau berkomentar banyak. Ini adalah cerita action pertama yang saya buat jadi mohon berikan komentar kalian tenteng chap ini.

Dan yang terakhir, mungkin jadwal fic ini akan berubah menjadi hari minggu bersama fic saya yang satunya.