11 September 2017

[FLASHBACK ON]

"Yo Chanyeol, kau belum pulang?" sapa Nam Woo Hyun pada Chanyeol yang tengah duduk di halte yang tidak jauh dari markas mereka. Hari sudah sore tapi pria jangkung dengan telinga yang sedikit lebar itu masih betah duduk dan berdiam diri di halte bus sejak dua jam yang lalu. Beberapa kali bus datang tapi ia tak kunjung pergi, jelas itu membuat Woohyung bingung.

Chanyeol tersenyum dengan ramah sambil sedikit menggeleng, "Belum, aku sedang menunggu orang"

"Siapa?" tanyanya penasaran, Woohyun memang tidak terlalu akrab dengan Chanyeol karena mereka dari tingkat yang berbeda, Woohyun adalah Rook sedangkan Chanyeol adalah Knight, tapi mereka sempat berkenalan saat pelatihan anggota Chess Guard. Setidaknya lebih baik menjaga hubungan daripada mengabaikannya bukan? -pikir Woohyun.

"Baekhyun" jawabnya.

"Aahhh ternyara Tuan Byun, " Woohyun mengenalnya Baekhyun adalah Rook terkuat diurutan kedua setelah Nona Kwon Yuri. Baekhyun sangat terkenal di tingkatnya, bukan hanya kemampuannya yang hampir menyamai Nona Kwon, wajahnya juga manis dan sifatnya ramah hingga ia disukai banyak orang.

Chanyeol mengangguk, namun beberapa detik kemudian ia tersadar jika temannya Woohyun juga di tingkat Rook.

"Apakah latihan kalian sudah selesai?"

Woohyun mengernyitkan dahinya, "Latihan? Latihan apa?"

"Bukankah para Rooks mengadakan latihan hari ini? Baekhyun bilang hari ini ada latihan" Tanya Chanyeol.

"Ahh itu, ya seharusnya hari ini kami latihan. Tapi karna Nona Kwon memiliki urusan mendadak makanya tidak jadi, kami hanya mengadakan rapat kecil saja, Baekhyun juga ikut. Tapi rapat itu sudah berakhir sejak setengah jam yang lalu Chan.." kata Woohyun sambil melihat jam di tangannya.

"Aku baru keluar karena tadi Nona Eugene dari Bishop meminta bantuan dariku" Woohyun terkejut ketika Chanyeol tiba-tiba berdiri dengan aura yang sangat mengerikan.

'Ternyata seorang Knight bukan sembarang status, dan aku harus sekuat Chanyeol dulu supaya menjadi Knight?' batin Woohyun, sambil menggeleng ngeri ketika mengira latihan apa yang dilakukan Chanyeol.

"Aku duluan Woohyun" kata Chanyeol setelah sebelumnya menepuk bahu kanan Woohyun ia pergi meninggalkan Woohyun sendiri di halte sedangkan ia kembali memasuki markasnya yang sangat luas.

Sesuatu yang tidak beres terjadi, kenapa Baekhyun tidak mengabarinya jika mereka tidak jadi latihan? Dan dengan waktu selama ini, kenapa ia juga tidak kunjung meninggalkan markas? Pasti terjadi sesuatu-batin Chanyeol.

Ia melangkah, menuju ruangan para Rooks. Kosong.

Ia kembali mengambil langkah menuju ruang rapat, nafasnya terengah karena ia sedikit berlari.

Ternyata masih ada beberapa Rooks yang belum pulang, mereka menatap Chanyeol kebingungan.

"Eo-? Tuan Park? Ada apa seorang Knight berkunjung kemari?" tanya salah seorang dari mereka berlima, dia Seokjin.

"Apa kau melihat Baekhyun?"

Seokjin terlihat tengah mengingat-ingat sesuatu, "Tadi... Tuan Choi kemari, dan ... dan dia meminta Baekhyun keruangannya untuk mengerjakan sesuatu"

"Tuan Choi...?" gumam Chanyeol.

"Baiklah, Terima kasih" ucap Chanyeol singkat dan bergegas ke area markas Knight.

Choi Seung Hyun adalah Knight terkuat saat ini, dia lah ketua bagian Knight ia memiliki ruangan sendiri. Tapi ada apa? Kenapa ia meminta bantuan seorang Rooks? Kalau ia memerlukan pertolongan kenapa tidak meminta bantuan pada rekan sesama Knight?

Chanyeol melewati lorong-lorong dengan terburu, areal Knight sudah sangat sepi. Chanyeol lupa tentang satu hal, jelas saja... Tuan Choi tidak akan meminta bantuan rekannya karena para Knight adalah kumpulan orang yang menghargai waktu istirahat mereka. Knights adalah tingkatan dengan latihan berat terbanyak dari tingkat lain, jika sudah jam pulang pastilah semuanya akan bergegas pulang dan beristirahat maka Tuan Choi tidak bisa meminta tolong pada rekannya karena mereka semua sudah pulang.

Chanyeol berdecak karena ruangan Tuan Choi sangat di ujung sana.

Chanyeol berjalan cepat menuju ruangan Choi Seung Hyun.

"Ahhh ahhh~ mhhh~"

Deg

Langkah Chanyeol melamban ketika telinganya mendengar desahan dari ruangan Seunghyun. Hatinya mencelos, bukan karena tahu fakta bahwa ketua tingkat Knight bersenang-senang, tapi karena suara desahan seseorang yang begitu familiar...

Chanyeol membuka pintu ruangan itu tanpa mengetuknya, hatinya begitu panas.

"Ooohhh ahhh terushhh nghh ahh~~"

Jangan... jangan bilang itu Baekhyun... kata itulah yang ia yakini tapi semakin ia meyakinkan dirinya, justru suara itu semakin keras.

Betapa terkejutnya Chanyeol melihat pemandangan di dalam ruangan itu.

Baekhyun dengan keadaan telanjang ditidurkan di atas meja yang berantakan dengan kaki yang mengangkang dan... dan penis Choi Seunghyun berada dalam lubangnya.

Sakit. Marah. Kecewa.

Chanyeol mengepalkan tangannya. Pandangannya menggelap.

Baekhyun yang merasakan ada seseorang masuk pun berusaha mendudukan dirinya dengan Seunghyun yang terus menggenjot lubang anusnya.

Baekhyun dengan mendesah-desah dengan keterkejutan luar biasa melihat Chanyeol berdiri di ambang pintu di luar sana dengan pandangan marah.

"Ahhh ohhhh!~ Chanyeollhhh~" panggil Baekhyun dengan desahan karena ia tidak sanggup menahan kenikmatan yang diberikan penis besar berurat milik ketua Knights pada lubangnya. Sungguh ia tidak bermaksud seperti itu... Baekhyun ingin menangis rasanya mengetahui kekasihnya tengah melihat dirinya sedang disetubuhi pria lain, tapi rasa kenikmatan yang diberikan Seunghyun membuatnya tak sanggup menangis untuk saat ini.

Seunghyun menggigit bibir bawah Baekhyun, "Akhhhh" Baekhyun mengerang sakit.

Seunghyun sepertinya tidak perduli jika kekasih dari pria manis yang tengah ia setubuhi menonton kegiatan mereka yang ia pentingkan sekarang adalah kenikmatan pijatan lubang Baekhyun terhadap penisnya.

"Shh kau mengucapkanhhh nama yang salah Baekhh ohhh fuck" desis Seunghyun masih terus menggenjot lubang Baekhyun. Mereka sudah melakukan ini sejak satu jam yang lalu dan kalau bisa Seunghyun tidak mau berhenti untuk terus memuaskan penisnya di dalam lubang anggota Rooks kesukaannya ini.

Baekhyun menggeleng keras sambil mulutnya mendesah-desah tidak karuan, semula ia memejamkan mata untuk beberapa detik karena Seunghyun terus-terusan mengenai prostatnya, dan ketika ia membuka mata Chanyeol sudah tidak ada di tempatnya berdiri tadi.

Dalam hati menjeritkan nama Chanyeol, ia menyesal... sungguh ia menyesal menerima tawaran itu, melihat Chanyeol terluka seperti itu... ia tidak sanggup.

Chanyeol pergi dengan perasaan kacau, jika saja ia tidak ingat ini markas mereka dan tidak ada aturan untuk tidak menyerang sesama anggota Chess di dalam markas, maka sudah dipastikan Chanyeol akan menyerang Seunghyun tadi.

Tapi ia berusaha keras untuk menahan hasrat membunuhnya, ia masih belum bisa membunuh Choi keparat Sehnghyun itu, setidaknya untuk saat ini...

Ia harus menjadi kuat terlebih dahulu... setelahnya baru ia akan membunuh Seunghyun.

[FLASHBACK OFF]

Chanyeol memejamkan matanya ketika denyutan sakit hatinya kembali terasa. Ia akan terus mengingat kejadian 6 hari yang lalu tepatnya tanggal 5 September yang lalu itu sebagai penyemangatnya untuk berlatih lebih keras agar bisa membunuh Seunghyun.

Chanyeol memijat kepalanya sendiri ketika pening tiba-tiba muncul.

"Kau baik-baik saja Chanyeol?" itu suara Baekhyun, sejak tadi ia memperhatikan Chanyeol. Saat ini mereka berada di ruang rapat, menunggu komando dari anggota dewan mulai dari mana ia akan bertugas. Chanyeol tidak menjawab, atau bahkan sekedar menggerakan kepalanya.

Baekhyun beranjak mendekati Chanyeol, tangannya terulur untuk menyentuh kening Chanyeol tapi-

PLAK

Baekhyun dibuat terkejut bukan main, hatinya merasa nyeri mendapat penolakan dari Chanyeol. Bahkan Chanyeol tidak memandangnya sedikit pun.

Apakah Chanyeol belum juga memaafkannya?

Kenapa Chanyeol bersikap seperti ini?

Padahal ia sudah meminta maaf dan menjelaskan semuanya, ia melakukan itu karena Seunghyun menawarkannya kenaikan jabatan menjadi Knight. Baekhyun ingin menjadi Knight? tentu saja, ia ingin berada di dekat Chanyeol. Tapi... memang ini semua adalah salahnya, ia tergiur dengan kenaikan jabatan secara instan dengan menyerahkan tubuhnya untuk dimasuki Seunghyun. Sungguh, Baekhyun sangat menyesal...

Ceklek

Pintu ruangan terbuka menampakn seorang pria tampan dan berwibawa utusan anggota dewan, Choi Siwon.

Siwon memperhatikan dua orang dalam ruangan itu sedikit bingung, "Selamat pagi Tuan Park dan Tuan Byun, aku membawakan kalian sebuah laporan baru untuk memulai penyelidikan kalian"

Siwon mendudukan dirinya pada bangku yang terletak tidak jauh dari Chanyeol dan Baekhyun setelah sebelumnya ia menutup pintu ruangan, sedangkan Baekhyun sudah kembali ketempatnya semula.

Kini mereka akan membahas rencana penyelidikan.

Siwon mulai membuka suara, "Tanggal 7 September kami mendapat laporan terjadinya perampokan tepatnya di alamat Seoul, Mapo-gu, Sangnam-dong, 113..."

Siwon memberikan Chanyeol dan Baekhyun masing-masing dua lembar foto tempat kejadian.

Baekhyun membelalakan matanya tidak percaya, "Ini sangat parah... rumahnya sangat hancur"

"Itu adalah foto yang diambil kepolisian sehari setelah kejadian. Dalam penyelidikan, mereka juga memintai keterangan pada beberapa saksi mata..."

"Saksi mata pertama Shin Dong (28) ia adalah penjaga keamanan, ia memang melihat mobil tanpa plat nomor dan menghentikannya, ia mengaku akan mengintrogasinya, saat jendela kemudi supir dibuka ia melihat seorang remaja tampan, wajahnya seperti orang barat. Ia mengaku bernama V... begitulah. Tapi setelahnya Shindong merasakan gelap"

"Jadi... bisa dibilang tuan Shindong dibius?" tanya Chanyeol dan mendapat anggukan dari Siwon.

"Kami menemujan jarum bekas tepat di leher sebelah kirinya"

"Bagaimana dengan CCTV?" -Baekhyun.

Siwon menggeleng kecewa, "Aku rasa mereka menghapusnya sebelum mereka pergi ke lokasi dan sesudah kejadian. Aku tidak tahu pasti tapi kepolisian masih menyelidikinya"

"Lalu saksi mata kedua, adalah tetangga mereka, memang ia tidak melihatnya langsung karena takut, tapi mereka mendengar keributan dari tempat kejadian. Mereka mendengar suara kesakitan, sepertinya menyiksa korban terlebih dahulu, aku merasa aneh pada saksimata ini karena mereka bilang beberapa kali mereka menghubungi kepolisian setempat tapi tidak ada seorangpun yang mengangkatnya... aku merasa bahwa ada yang tidak beres"

"Ada orang dalam yang ikut membantu mereka..." gumam Chanyeol.

Siwon dan Baekhyun menatap Chanyeol, "Ternyata kau sempemikiran denganku Tuan Park" kata Siwon.

"Apa kepolisian menemukan siapa pelakunya?" Siwon menggeleng.

"Ia bermain dengan bersih, untuk itu kalian berdua harus mencari tahu siapa orang dalam itu."

"Lalu saksi mata terakhir, saksi kunci, ia adalah orang yang kebetulan lewat, ia baru saja mengantar kekasihnya. Saat melewati lokasi kejadian pukul 7 malam, ia menghentikan mobilnya ditempat yang menurutnya aman untuk mengamati, ketika melihat sebuah mobil terhenti dan 5 orang dengan gelagat mencurigakan turun dari mobil. Mereka berpakaian hitam... tapi ada yang aneh, saksi mata ini mengatakan bahwa 2 diantara mereka memiliki warna mata yang merah" Jelas terlihat gurat kebingungan di wajah Siwon, Chanyeol, dan Baekhyun.

"Apa ia mengenali wajah pelakunya?" tanya Baekhyun.

"Itu yang sangat kami sayangkan, ia tidak melihatnya karena para pelaku itu menutupi wajah mereka. Sedangkan saksi pertama mengatakan bahwa ia hanya melihat pria berwajah seperti orang barat, Tuan Shindong tidak melihat ada warna merah di matanya. Tapi saksi kunci ini melihat bahwa mobil mereka tidak mengenakan plat nomor dan deskripsi mobil mereka sama, aku yakin mereka menutupi identitas mereka"

"Apakah tuan Shindong akan mengenali pelakunya jika ia melihatnya kembali?" tanya Chanyeol. Siwon mengangguk mantap.

"Ah.. Ada lagi, saksi mata kedua mengatakan bahwa ia sempat mendengar teriakan wanita menyuruh seseorang untuk bersembunyi dan tepat pada pukul 8 saksi kunci melihat pelaku membawa 2 buah karung berukuran besar dan terlihat berat"

"Berdasarkan laporan yang aku dapat, rumah itu didiami oleh sepasang suami istri dan seorang anak laki-laki yang masih duduk di kelas 2 SMA, jika kita menghubungkannya dengan keterangan yang ada aku rasa mereka menculik ayah dan ibunya, sedangkan sang ibu berteriak untuk menyuruh putranya bersembunyi. Tapi ketika polisi telah menyelidikinya, ia tidak menemukan anak laki-laki itu dimanapun sedangkan karung yang dibawa pelaku hanya dua buah"

"Kasus ini adalag kasus perampokan dan penculikan, berdasarkan data yang ada, suami istri yang diculik hari itu adalah orang ke 24 dan 25 yang hilang pada hari itu. Aku sangat yakin pelakunya adalah pihak yang sama " jelas Siwon.

Chanyeol dan Baekhyun mengangguk paham.

"Ini sudah sangat keterlaluan, mereka sampai menerobos rumah untuk menculik orang-orang" kata Baekhyun dengan nada sedih.

"Ya, maka dari itu aku akan mengandalkan kalian berdua untuk menyelesaikan kasus ini." ujar Siwon.

"Aku berharap banyak, tapi... kalian harus hati-hati, bisa saja musuh kita adalah dia yang telah merenggut King..."

=••=••=••=

Aku melirik pada meja Kyungsoo yang sejak 2 hari yang lalu masih kosong. Kyungsoo bahkan tidak menyerahkan surat izin kepada pihak sekolah, sebenarnya kemana makhluk bogel bermata burung hantu itu?

Entah mengapa aku merasa khawatir, aku sempat menonton acara tv setelah menyelesaikan tugasku kemarin. Mereka tengah membahas kasus penculikan yang menimpa banyak orang, seingatku kurang lebih 25 orang diculik dalam waktu satu hari, dan kasus ini menjadi yang kesekian kalinya. Aku hanya takut jika Kyungsoo menjadi salah satu korban penculikan itu.

Sebentar lagi bel pulang akan berbunyi, sepertinya aku akan berkunjung ke rumah Kyungsoo, sekalian membahas mengenai ayahku yang masih belum juga menyetuji kepindahanku.

~15 menit kemudian~

Aku bergegas memasukan buku-buku ke dalam tas secara asal, langkah kakiku membawaku pada ruangan guru yang menjadi wali kelasku dan Kyungsoo.

Aku masuk setelah mengetuk pintu dan mendapati wali kelasku yang sibuk mengurus berkas di mejanya. Ia meilirikku sekilas, dan mempersilahkanku untuk duduk.

"Ada keperluan apa Oh Se-Hun?" tanyanya tanpa basa-basi.

Aku menggaruk tengkuk yang tidak gatal, "Jessica Saem, aku bermaksud untuk meminta alamat rumah temanku, sudah dua hari ini ia tidak masuk"

"Temanmu? Apa teman yang kau maksud itu Kyungsoo? Karena setahuku murid yang tidak hadir selama dua hari ini adalah Do Kyung Soo"

Sehun mengangguk "Benar saem,"

"Kebetulan sekali, tadinya aku yang akan bertamu ke rumahnya hanya saja aku sedang mengurus berkas ini. Kepala sekolah menyebalkan itu membuatku melakukan tugas sebanyak ini"

Aku tersenyum mendengar gerutuan Jessica saem, sepertinya ia dan pak kepsek tidak pernah akrab. Kepala sekolahku berasal keturunan China-Canada, Wu Yi Fan, dia kepala sekolah yang irit bicara.

Kulihat Jessica saem beranjak menuju lemari arsip dan mengambil salah satu buku berukuran tebal.

Ia meletakan dan membuka buku itu, telunjuknya menyusuri deretan nama yang ada dalan buku itu.

Sepertinya itu buku alamat -pikirku.

"Do... Kyung... Soo" ucapnya.

Jessica saem mengambil pena dan merobek sebuah kertas kosong. Ia menuliskan alamat Kyungsoo pada kertas itu dan menyerahkannya padaku.

"Aku bersyukur ada murid yang sangat inisiatif sepertimu Sehun, kau bisa mewakiliku, jika kau bertemu dengannya. Tanyakan alasan kenapa ia tidak masuk, padahal Kyungsoo sangat rajin dan hampir tidak pernah sama sekali membolos"

"Baik saem, terima kasih, aku permisi"

"Ya Sehun, hati-hati di jalan." katanya.

Sesampainya diluar ruangan aku menghela nafas lega, ternyata Jessica saem galak ketika di kelas, aslinya ia sangat baik. Pujiku.

Aku bergegas pergi meinggalkan sekolah sebelum hari menjelang malam. Karena berita penculikan itu, aku jadi sedikit was-was.

Saat melewati gerbang sekolah aku merasa ada yang memperhatikanku tapi mungkin hanya perasaanku saja.

Aku tatap kertas yang diberikan Jessica saem, aku memang berteman dengan Kyungsoo tapi kami tidak seakrab itu untuk saling mengunjungi rumah masing-masing.

Dan untuk pertama kalinya aku akan berkunjung ke rumah Kyungsoo.

Seoul, Mapo-gu, Sangnam-dong, 113

Itu lah yang tertulis pada kertas itu. Bukankah itu kawasan perumahan elit? Aku tidak menyangka kalau ternyata Kyungsoo adalah anak orang berada, dilihat dari cara berpakaiannya aku kira ia sama sepertiku.

Saat inu aku berada di dalam bus, sedikit sekali penumpangnya, hanya aku, seorang paman, dan dua remaja perempuan dari sekolah lain.

Perjalanan menempuh waktu 20 menit dan aku berhenti di halte bus yang berada dekat dengan pintu masuk kawasan elit rumah Kyungsoo.

Aku agak bingung dengan ucapan supir bus tadi sebelum turun, ia mengingatkanku agar hati-hati dan tidak berjalan pada jalan yang sepi.

Apa karena kasus penculikan itu?

Aku mengedikkan bahu, aku hanya perlu berjalan di jalan yang ramai kan?

Aku menghampiri pos keamanan, "Permisa pak" kataku.

Petugas keamanan bernametag Lee Sung Yeol menaruh atensinya padaku, "Ada apa nak? ada yang bisa kubantu?" tanyanya menawarkan bantuan. Memang itu yang sedang aku butuhkan paman!

"Aku mau menanyakan alamat rumah..." petugas Lee itu kebingungan matanya mencari-cari sesuatu di sekitarku.

"A-ada apa?" tanyaku kebingungan.

"Kau kesini sendiri?" tanyanya aku mengangguk.

"Apa kau belum mendengar kasus penculikan yang sedang hangat dibahas nak? Setidaknya kalau keluar harus ada yang mendampingimu. Lalu kau mau ke alamat mana?"

Aku menyodorkan kertas itu pada petugas Lee. Aku melihat gurat terkejut di wajahnya ketika melihat alamat rumah itu, dia ini kenapa sebenarnya? -batinku bingung.

"Errrr- rumah ini lumayan jauh dari sini, dari sini kau harus melewati 2 blok rumah lalu belok ke kiri, berjalan lah lurus hingga 6 blok rumah lalu belok kekanan, lewati 3 blok rumah dan belok ke kanan akan ada pertigaan, ambil jalan kanan dan berjalan lah lurus di ujung jalan itu lah letak rumah yang kau cari. Tapi apa kau yakin sedang mencari rumah itu?"

Aku merekam arahan petugas Lee dan mengangguk sebagai jawaban.

"Apa kau ada hubungan dengan pemilik rumah itu?" tanyanya lagi.

"Itu rumah temanku" kataku, kenapa ia banyak tanya sih?

Ia terlihat terkejut.

"Apa kau belum tahu nak? tiga hari yang lalu terjadi kasus perampokan sekaligus penculikan di rumah itu?"

DEG

Aku membelalak mendengar penjelasan petugas Lee.

"P-paman jangan berbohong..." kataku dengan nada yang sedikit tertahan. Aku begitu terkejut mendengarnya.

"Untuk apa aku berbohong? Aku baru bertugas disini dua hari yang lalu menggantikan Shindong hyung yang sebelumnya bekerja disini, ia mengundurkan diri karena takut, ia melihat wajah pelakunya sebelum akhirnya dibius... HEY NAK"

Aku tidak peduli lagi, aku langsung berlari menuju rumah Kyungsoo.

Jantungku berpacu dengan cepat, aku merasakan ada air yang menggenang di pelupuk mataku.

Tidak... Kyungsoo... jangan bilang yang aku pikirkan tentangmu tadi siang adalah benar...

Dengan perasaan kalut aku terus berlari, tujuanku saat adalah rumah Kyungsoo... oh tidak mataku semakin memanas.

Tes ...

Setetes air mata berhasil lolos. Sial...

Aku telah sampai di pertigaan, dan...

BRUKKK

"Ahhh"

Aku meringis merasakan bokongku yang nyeri karena mendadak mencium aspal. Apa yang baru saja aku tabrak tadi?

"Hey apa kau tidak apa-apa?" sebuah suara lembut menyapa pendengaranku.

Aku melihat seseorang berwajah cantik berusaha membantuku berdiri.

"Chanyeol apa yang kau lakukan, seharusnya kau meminta maaf dan cepat bantu dia" kata pria yang berusaha menolongku.

"Dia yang salah jalan tidak lihat-lihat, masih untung dia menabrakku dan dia tidak di tabrak mobil..." katanya dengan dingin.

Aku melirik sodok dengan wajah datar, dia tampan. Tapi memiliki mulut pedas seperti itu?

Aku bangun dari posisi terjatuhku.

"Apakah sakit?" tanya pria cantik yang menolongku dengan penuh perhatian.

Aku menggeleng.

"Sungguh? Tapi kau menangis.." katanya.

"Aku menangis bukan karena itu ... aku sedang mengkhawatirkan temanku..."

"Apa yang terjadi dengan temanmu?"

"Aku tidak tahu..." ucapku lirih.

"Tadinya aku sedang mencari alamat rumah, lalu bertanya pada petugas keamanan, setelah memberitahukan arah ia bilang rumah yang kucari telah terjadi perampokkan dan penculikan 3 hari yang lalu..." ujarku dengan susah payah karena berusaha menahan tangis.

Pria manis bernama Byun Baekhyun dan Rekannya Park Chanyeol menatap Sehun dengan pandangan terkejut...

TBC

DONE, JANGAN LUPA REVIEW YAAPPP