My Beloved Bodyguard
Title : My Beloved Bodyguard
Author : L-chanLee
Main cast : Kim Ryeowook
Kim Jongwoon a.k.a Yesung
And other cast menyusul sesuai jalan cerita
Rate : T
Chapter : 2/?
Genre : Romance, Family, little bit Action(?)
Summary : Rencana kabur(?) Ryeowook/Chap 2 Update XD/ YeWook/Other cast menyusul/ RnR juseyo ;3
Warning : Yaoi/BL/BoysxBoys/Miss Typo dimana-mana/OOC akut/ga yakin sama adegan action nya #plak#
Annyeong readersdeul XD
L yang manis unyu-unyu(?) ini datang bawa lanjutan ff MY BELOVED BODYGUARD XD
Ga cape2 nya L ngucapin Jeongmal Gomawoyo buat readersdeul yang udah review dan setia nungguin L buat lanjutin ceritanya #bow
Adakah readdersdeul yang protes kalo cerita di chapter 1 kemaren pendek? L harap ngga ada #plak
Abisnya, L ga da inspirasi lagi buat lanjutannya kayak gimana ^^" #plakplakplak
Ya udah, moga aja di chapter 2 ini ga kependekan yakk...
Okey, langsung aja...
Happy reading^^...
.
.
.
PREVIOUS...
.
"Tapi, bagaimana caranya aku menyamar jadi yeoja jika aku harus masuk ke toilet namja Hyukkie?" tanya Ryeowook. Yahh.., rencana mereka adalah mengelabuhi Yesung dengan Ryeowook yang menyamar menjadi seorang Yeoja.
"Ish... udah, tenang aja. Nanti aku dan Sungmin berusaha mengalihkan perhatian Yesung. Dan kau langsung menyelinap kedalam toilet yeoja begitu kau sudah menyamar. Dan tenang saja, saat pulang sekolah toilet namja pasti kosong." Ujar Eunhyuk panjang lebar.
Ryeowook pun ber-oh-ria, ia cukup kagum dengan rencana sahabatnya itu. Ryeowook pikir, Eunhyuk hanya tahu caranya makan. Sepertinya, ia harus menarik kembali pemikirannya itu.
Dan, dimulailah rencana mereka.
.
.
.
.
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Seperti yang direncanakan sebelumnya, Ryeowook langsung mengambil tas nya dan berlalu ke toilet. Sementara, Yesung yang baru saja datang beberapa menit kemudian, sudah dirundung kebingungan. Dimana Tuan mudanya? Padahal, ia sudah buru-buru keluar dari kelas. Bahkan sebelum Ahn seongsangnim keluar.
Tidak mau berlama-lama bingung, akhirnya ia pun bertanya kepada kedua sahabat Tuan muda nya.
"Chogiyo, Sungmin-ssi, Eunhyuk-ssi, apa kalian melihat Tuan muda?" tanya Yesung begitu dilihatnya kedua sahabat Tuan muda nya baru beranjak keluar kelas.
Sungmin dan Eunhyuk saling berpandangan. "Molla, tadi dia langsung keluar kelas begitu bel bunyi. Mungkin, sudah tidak tahan ingin ke toilet." Ujar Sungmin kemudian.
Yesung yang mendengar hal itu langsung menuju toilet. Diikuti oleh kedua sahabat Ryeowook.
Begitu sampai ditoilet, Yesung langsung memasuki toilet, mencari keberadaan sang majikan. Begitu pula dengan Sungmin dan Eunhyuk.
Saat melihat salah satu bilik toilet tertutup, Yesung pun langsung bertanya. Tak menghiraukan tatapan kaget dari kedua sahabat Tuan mudanya. Memangnya tidak malu? Siapa tahu yang didalam sana bukan Ryeowook, pikir mereka berdua.
"Tuan muda, apa anda didalam?" tanya Yesung sambil mengetuk bilik toilet itu.
"YAK! Jangan mengageti ku! Kau ini! Sana keluar!" ujar Ryeowook dari dalam bilik toilet itu. Katanya mau mengalihkan perhatian?, pikir Ryeowook. Ia sudah hamoir selesai dengan peralatan menyamarnya. Tinggal merapikan sedikit dan ia akan keluar, namun tiba-tiba suara sang bodyguard mengagetinya.
"Sudahlah Yesung-ssi. Mungkin Wookie-ahh malu kalau kita sampai mendengarnya buang air." Ujar Eunhyuk santai. Waahh.. tak tahu kah kau Eunhyukie? Ryeowook yang berada di dalam dan mendengar hal itu berniat akan memukulmu nanti?
"Sudahlah, ayo kita tunggu diluar." Ujar Eunhyuk lagi lalu segera merangkul Yesung dan menariknya keluar. Bersamaan dengan itu, Sungmin membuka pintu bilim toilet Ryeowook dan Ryeowook mengikutinya dibelakang tubuh Sungmin setelah selesai memakai baju yeoja.
Begitu diluar, Ryeowook langsung berlari ke dalam toilet yeoja yang berada di sebelah toilet namja. Sementara Eunhyuk sedang mencoba mengalihkan perhatian Yesung.
"Hyukkie, ayo kita pulang. Ryeowook sudah ada Yesung-ssi ini. Ayo." Ujar Sungmin tiba-tiba. Eunhyuk yang sadar bahwa Ryeowook sudah berhasil masuk kedalam toilet yeoja pun segera pamit pada Yesung dan mengikuti Sungmin keluar.
Tepat beberapa saat kemudian, Ryeowook yang sudah menyamar menjadi yeoja pun keluar tanpa melihat kearah Yesung. Ia tidak mau rencana ini gagal. Setelah jauh dari Yesung, ia pun menarik nafas lega dan segera menyusul kedua sahabatnya ke cafe di depan sekolahnya. Tempat janjian mereka.
Meninggalkan Yesung yang masih setia menunggu sang Tuan muda di depan Toilet.
.
.
o.o.o.o.o.o.o.o
.
.
Eunhyuk dan Sungmin yang melihat kedatakang yeoja- mungkin harusnya dibilang, namja yang sedang menyamar menjadi yeoja- langsung tersenyum aneh. Pasalnya, dari jauh saja mereka melihat ada sedikitnya 3 namja yang menggoda sang namja yang berpakaian yeoja itu.
Dengan gerutuan yang tidak pernah berhenti, sang yeoja jadi-jadian(?) pun menghampiri Eunhyuk dan Sungmin.
Melihat senyuman aneh yang terpasang di wajah kedua sahabatnya, Ryeowook, sang yeoja jadi-jadian pun semakin cemberut dan mempout bibirnya kesal.
"Hey, kenapa kalian tersenyum aneh seperti itu? Jangan bilang karna baju yeoja ini." Ujar Ryeowook bete.
"Yahh..., habisnya kau manis sekali sih Wookie-ah. Bahkan kami juga ga percaya itu kau." Ujar Sungmin lalu terkekeh pelan.
Ouh, bagaimana tidak dibilang manis? Rambut panjang lurus berwarna cokelat (wig), bando putih yang menghiasi rambut itu, dan jangan lupakan seragam yeoja yang sangat pas melekat ditubuh mungil Ryeowook. Entah Eunhyuk dapat darimana baju itu dan perlengkapan lainnya.
Ryeowook yang mendengar hal itu, semakin mempoutkan bibirnya. Kebiasaannya jika kesal, tapi tak pernah bisa dilampiaskan. Masa dengan penampilannya sekarang, ia mengamuk sambil banting-banting meja? Itu tidak lucu sama sekali.
"Lagipula, Hyukkie, kau dapat darimana seragam yeoja itu? Setahu kami kau tidak memiliki adik perempuan ataupun kakak prempuan." Ujar Sungmin.
Eunhyuk terkekeh pelan. "Aku mendapatkannya setelah bernegosiasi dengan Ahjumma tukang loundry di depan rumahku. Aku tahu ia memiliki seorang anak perempuan yang dulu sekolah disekolah kita. Jadi dengan alasan sepupuku baru dari desa dan tidak memiliki uang untuk membayar seragamnya, dia pun memberikannya padaku sambil berurai airmata karna mendengar cerita karangan ku." Ujarnya.
Sungmin yang mendengar itu sontak tertawa. Ia tidak tahu, ternyata ada gunanya juga Eunhyuk sering membaca komik / novel comedi yang ia pinjam di rental. (L: apa hubungannya? -,- #plak)
"Aah..., sudahlah. Aku mau ganti baju ini saja!" Ujar Ryeowook. Ia tampaknya cukup risih dengan pandangan dari semua namja yang melihat kearahnya. Salahkan wajahnya yang terbilang manis dan ukuran tubuhnya yang mungil, tidak seperti namja kebanyakan.
"Ehh..! Jangan Wookie-ah. Nanti kalau Yesung melihatmu bagaimana?" ujar Eunhyuk dan langsung diangguki oleh Sungmin. Padahal mah, ia memiliki maksud lain.
Tiba-tiba, Sungmin dan Eunhyuk memasang tampang seperti maling yang tertangkap basah. Ryeowook yang melihat itu hanya bisa mengernyitkan dahinya bingung. Ada apa dengan kedua sahabatnya ini?
"Apa kau sudah puas bermainnya?" tiba-tiba, sebuah suara seorang namja terdengar oleh Ryeowook. Ia berfikir, sepertinya, suara itu familiar? Tapi siapa yang tahu, kalau pertanyaan itu ditujukan kepadanya? Jadi, ia pun hanya mengangkat bahunya cuek.
Tiba-tiba, sepasang lengan kekar melingkari pinggang ramping Ryeowook. Dan tanpa diduga, mengankatnya seperti sedang mengangkut sekantung beras.
"HUWAA...! Yak, apa yang kau lakukan?!" ujar Ryeowook begitu ia tahu Yesung yang telah menggendongnya seperti ini.
"Sudah cukup main-mainnya bocah. Kau harus segera pulang." Ujar Yesung dengan wajah datar. Ia tidak lagi memakai bahasa sopan kepada sang Tuan muda yang merepotkan seperti Ryeowook.
Ryeowook yang mendengar ia harus pulang, segera memberontak dalam gendongan Yesung. Namun, mau bagaimana pun ia memberontak, tetap saja tidak bisa. Dengan tubuh yang begitu mungil melawan tubuh yang jauh lebih besar darinya.
Dengan Ryeowook yang masih meronta minta dilepaskan, Yesung membawa nya keluar setelah berpamitan kepada kedua sahabat Tuan mudanya.
Yahh, nampaknya sebagus-bagusnya rencana yang mereka buat, tidak mempan terhadap Yesung. Mereka tidak tahu bahwa Yesung yang menyadari gelagat Sungmin yang meminta pulang duluan membuatnya curiga dengan kedua namja itu.
Dan akhirnya, setelah seorang yeoja keluar dari toilet, Yesung mengikutinya. Dan ternyata benar, bahwa sang yeoja jadi-jadian itu adalah sang Tuan muda yang berniat kabur dari pengawasannya.
Yesung pun segera meletakkan(?) Ryeowook di kursi di samping pengemudi dan mulai menjalankan mobilnya menuju kediaman keluar Kim.
Setibanya di rumah, Ryeowook langsung melepaskan seatbeltnya dan segera berlalu menuju kamar. Tak dihiraukannya para maid yang kebingungan melihat sosok seorang yeoja yang langsung menuju kamar Tuan muda mereka dilantai dua. Dan tidak dihiraukannya pula Kangin dan Leeteuk yang berada di ruang keluarga menatapnya bingung.
Sesampainya di dalam kamar, Ryeowook langsung mengganti penampilannya dan langsung berbaring diatas tempat tidur king size nya. Ia kesal, kenapa dengan mudah penyamarannya dapat diketahui oleh Yesung. Padahal, banyak namja yang mengira dirinya adalah seorang yeoja.
Namun, bukan Kim Ryeowook namanya kalau sekali saja gagal langsung menyerah begitu saja. Ia pun mulai membuka laptop yang berada di meja belajarnya dan langsung menyambungkannya dengan chatting. Berharap kedua temannya sedang on juga.
Setelah melihat kedua temannya juga sedang on chat, ia pun mulai memikirkan rencana lain lagi bersama kedua sahabatnya. Keras kepala, seperti sang Appa.
.
.
o.o.o.o.o.o.o.o
.
.
.
Di lain pihak, tepatnya disebuah ruangan yang mirip sebagai ruang kantor berukuran luas, terdapat seorang namja yang nampaknya sedang merenungi sesuatu.
Tiba-tiba, ponsel yang berada di atas meja kerjanya berbunyi. Sontak membuat senyuman lebar yang lebih menyerupai sebuah seringaian, terlihat di wajah nya yang terbilang cukup tampan.
Di raihnya ponsel itu dan menekan tombol hijau untuk mengang kat panggilan itu.
"Yeoboseo?" ujar sosok namja itu.
Mendengar bahwa apa yang dimintanya sudah dilaksanakan oleh salah satu anak buahnya, membuat seringaian yang tergambar di wajahnya semakin lebar. Ia sangat puas dengan kerja sang anak buah.
"Kalau begitu, suruh 'Dia' menemuiku di kantorku untuk tugas nya nanti." Ujar namja itu dan langsung menutup line telepon begitu mendengar sahutan dari anak buahnya.
Seringaian lebar tak pernah lepas dari wajahnya. Ia begitu menantikan agar ambisinya terlaksana.
"Kau akan jatuh sebentar lagi, aku yakin itu. Bersiaplah..." ujarnya, lalu mengambil panah dart dan melemparnya menuju sasaran lempar dan mengenai foto seorang namja berperawakan manis.
.
.
o.o.o.o.o.o.o
.
.
Keesokan harinya, seperti kemarin, suasana didalam kelas 1A, kelas Ryeowook, itu cukup ramai. Dengan kehadiran bodyguardnya lagi.
Dan seperti yang kemarin mereka bicarakan, soal rencana untuk kabur, kembali ia jalankan. Namun kali ini, ia harus merasa kesal dengan rencana dari Sungmin. Masa dirinya harus mengeluarkan sifat manjanya untuk dapat bebas dari pengawasan Yesung?
"Soalnya, begitu kau mengeluarkan puppy eyes mu, Appa mu yang susah di taklukan saja luluh, apalagi Yesung-ssi yang tidak terlalu keras kepala seperti Appamu?" jawab Sungmin padanya kemarin, saat sedang di ruang chat room mereka.
Dengan perasaan kesal dan sedikit jengah, Ryeowook pun mulai menghampiri Yesung yang sudah berada di depan kelasnya.
Yesung yang melihat sang Tuan muda yang dengan patuh langsung menghampirinya, tidak bermain nyamar-menyamar seperti kemarin, menatap sang majikan bingung. Tumben.
"Tuan muda, mari segera pulang." Ujar Yesung.
Ryeowook pun langsung melancarkan puppy eyes nya, "Tapi, aku ingin main keluar, Yesungie." Ujarnya manja.
Yesung yang melihat tingkah sang Tuan muda terkejut, tapi hanya sebentar sebelum kembali memasang wajah stoic-nya. Kenapa dengan Tuan mudanya? Pikir Yesung. Dan apa tadi katanya? Yesungie? Panggilan yang manis.
Ryeowook yang melihat idak ada respon dari sang bodyguard pun mempoutkan bibirnya. Tuh kan apa yang ia bilang, Yesung itu lebih keras kepala dari Appa nya, batinnya. Ia pun mulai menyalahkan Sungmin yang memberinya ide dan rencana seperti itu.
Eunhyuk dan Sungmin yang sedari tadi melihat Ryeowook dan Yesung dari jauh hanya bisa menghela nafas lelah. Sama-sama keras kepala, pikir mereka.
Sungmin pun hanya bisa pasrah jika nanti Ryeowook akan mengomel panjang lebar padanya.
Yesung yang melihat tingkah lucu sang Tuan muda pun tersenyum kecil, yang tidak disadari oleh semua orang.
"Memangnya, Tuan muda mau kemana?" ujar Yesung tiba-tiba.
Mendengar hal itu, sontak membuat Ryeowook yang tadi menundukkan kepala nya sambil bergerutu pelan mendongakkan kepalanya. Menatap penuh harap kearah sang bodyguard. Ia tidak tahu kalau Yesung mungkin akan membolehkan nya bermain bersama kedua sahabatnya.
"Aku ingin bermain dengan sahabat ku di game center, lalu menonton, setelah itu makan, bolehkah?" ujar Ryeowook antusias. Ia tidak sadar bahwa ia tengah mengeluarkan puppy eyes andalannya kepada sang bodyguard.
Yesung yang melihat tingkah lucu dan menggemaskan dari sang Tuan muda, membuatnya tidak dapat menahan senyuman nya.
Sontak para siswi yang tak sengaja melihat kearah Yesung, semakin tergila-gila pada namja itu.
"Aku membolehkan kau melakukan semua itu. Tapi, kau masih harus tetap berada dibawah pengawasan ku." Ujar Yesung.
"Yahh..., kalau kau tetap mengikuti ku, sama saja tidak aku tidak di bolehin." Ujar Ryeowook lalu mempoutkan bibinya tanpa sadar. Merajuk lagi.
"Yahh.., kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa. Dan demi menghindari kejadian seperti kemarin, aku tidak mengijinkan teman-teman mu ikut." Ujar Yesung mantap.
"Ehh...?!" mendengar hal itu, sontak membuat Ryeowook ingin memprotes lagi. Tapi, karna keinginan nya untuk bermain keluar membuatnya akhirnya menganggukkan kepala nya setengah hati.
Ryeowook pun mulai mengikuti Yesung menuju parkiran, dimana mobil mereka terparkir dan meninggalkan kedua sahabatnya yang menatap bingung kearahnya. Mereka masih bingung, apa rencana mereka-maksudnya rencana dari Sungmin- berhasil atau tidak?
.
.
o.o.o.o.o.o.o
.
.
"Permisi, mau pesan apa?" tanya seorang yeoja waitress pada Yesung dan Ryeowook. Ya, setelah puas bermain di game center dan menonton bioskop, mereka langsung menuju restoran keluarga yang berada di seberang gedung bioskop.
"Aku ingin makan Gimbab saja, dan jus jeruk." Ujar Ryeowook.
"Aku ingin Ramyeon dan jus jeruk juga." Ujar Yesung.
Sang waitress pun mencatat pesanan dan segera menuju dapur, memberikan pesanan dari Ryeowook dan Yesung.
Setelah sang waitress pergi, suasana pun menjadi hening kembali. Yahh, tidak ada satupun dari mereka yang mau memulai pembicaraan.
Jujur saja, ini membuat Ryeowook cukup risih. Karna biasanya, ia akan berceloteh riang bersama kedua sahabatnya.
Dan jadilah, selama menunggu pesanan mereka datang, hanya kesunyian yang mereka alami.
Beberapa menit kemudian, sang waitress pun kembali dengan membawakan pesanan mereka. Setelah mengucapkan terima kasih, sang waitress pun pergi untuk melayani tamu yang lain.
Ouh, sepertinya makan dengan keadaan sunyi seperti ini membuat Ryeowook tidak berselara. Walaupun sebenarnya, berbicara sambil makan itu etika yang tidak baik, tapi Ryeowook lebih suka yang seperti itu.
Akhirnya, Ryeowook pun bertanya pada Yesung untuk menghilangkan kesunyian yang melanda mereka. "Euumm..., Yesung-ssi. Boleh aku bertanya?" ujarnya.
Yesung yang sedang menikmati Ramyeon nya pun mendongakkan kepala nya begitu mendengar perkataan sang Tuan muda. Terbersit dipikirannya, siapa yang Tuan muda dan siapa yang bodyguard. Kenapa tuan muda nya harus meminta izin terlebih dahulu padanya jika igin bertanya sesuatu?
Yesung pun menghentikan makannya sejenak dan mengangguk kepada sang Tuan muda.
"Kenapa, kau tiba-tiba membolehkanku main keluar? Memangnya, Appa tidak marah?" tanya Ryeowook. Ia sangat ingin bertanya itu sedari tadi, tapi suasana sunyi sudah keburu melanda mereka.
Yesung yang mendengar pertanyaan Ryeowook hanya bisa tersenyum kecil. Tuan muda nya memang benar-benar lucu. Ryeowook yang melihat senyum menawan Yesung, entah kenapa membuat wajah nya panas dan merona merah.
"Siapa yang bilang kalau kau tidak boleh main keluar? Tentu saja boleh, asalkan aku tetap bisa menjagamu dari dekat. Sajangnim hanya tidak membolehkan kau keuar sendiri tanpa penjagaanku." Ujar Yesung kemudian.
Ryeowook pun hanya ber-oh-ria mendengar penjelasan Yesung. Namun, rona merah yang tadi sempat menghilang, tiba-tiba muncul kembali. Entah kenapa penjelasan dari Yesung tadi memiliki maksud tersendiri yang ditangkap oleh otak Ryeowook. Dan pemikiran itu sukses membuat rona merah kembali muncul di wajahnya.
Yesung yang melihat rona merah di pipi sang Tuan muda pun mengernyit heran. Namun tak digubrisnya dan langsung melanjutkan memakan Ramyeonnya.
Ryeowook pun juga melanjutkan makannya. Dan suasana pun kembali sunyi seperti beberapa menit yang lalu.
.
.
.
Setelah menyelesaikan makannya, Ryeowook pun pergi menuju toilet. Tidak, ia tidak sedang berencana untuk kabur, ia hanya sekedar membersihkan tangannya. Yesung pun memilih untuk membayar makanan mereka.
Saat akan melangkah menghampiri Yesung, tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap mulut Ryeowook dengan sapu tangan. Dan dalam sekejap saja, kesadaran sang namja manis hilang.
Orang yang membekap mulut Ryeowook segera meminta bantuan temannya untuk membawa tubuh Ryeowook pergi melalui pintu belakang restoran. Sementara orang yang tanpa sepengetahuan Yesung dan Ryeowook yang sedari tadi mengawasi mereka, segera meraih ponsel yang berada di dalam kantong celananya.
"Yeoboseo?..., Ne tuan, target sudah berhasil di tangkap. Anak buah ku sedang dalam perjalanan kesana..., Ne."
Dan PIP, sambungan terputus. Orang yang mengawasi Yesung dan Ryeowook segera beranjak pergi. Menjalankan tugas berikutnya yang diberikan oleh orang yang diteleponnya tadi.
.
.
.
Yesung yang tak kunjung melihat keberadaan Ryeowook pun mulai khawatir. Pasalnya, haruskah hanya untuk sekedar mencuci tangan di toilet membutuhkan waktu yang hampir 15 menit?
Yesung yang mulai curiga, segera menyusul Ryeowook ke toilet. Namun, ia tidak dapat menemukan keberadaan sang Tuan muda.
Dengan cepat, diraihnya ponselnya, mengutak-atiknya sebentar dan perlahan pada display ponselnya, terdapat titik merah yang berada jauh dari titik merah yang diam di tempat.
Oh, rupanya Yesung sedang melacak keberadaan Ryeowook melalui ponsel yang dibawa oleh namja manis itu. Hal yang ia lakukan jika benar-benar terdesak.
Haha, rupanya si Tuan penculik tidak cukup pintar untuk sekedar mengecek ponsel milik Ryeowook yang memang didesain khusus oleh sang Appa untuk dapat dilacak, walaupun dalam keadaan mati sekalipun.
Yesung pun segera keluar dari restoran dan menjalankan mobilnya, mengikuti arahan dari ponsel nya. Ia pun mengambil ponsel lain yang langsung terhubung dengan Sekretaris Kangin. Memberitahukan keberadaan Ryeowook dan meminta bantuan agar segera datang.
Ia pun memberikan letak keberadaan Ryeowook pada Sekretaris Lee. Dan dengan segera bantuan akan datang. Sementara Yesung langsung menginjakkan gas mobilnya dalam, membuat mobilnya melaju sangat cepat.
.
.
o.o.o.o.o.o.o.o.o
.
.
Di sebuah ruangan yang minim cahaya, terdapat seorang namja berwajah manis yang masih kehilangan kesadarannya.
Ryeowook, sang namja manis masih setia terikat di sebuah bangku kayu dengan tangan dan kaki yang terikat kuat di bangku serta mulutnya yang di tutup dengan lakban hitam.
"Engh..." lenguhan kecil pun terdengar kemudian. Namja itu rupanya sudah sadar. Ia pun membuka matanya perlahan, kepalanya masih agak pusing akibat bau klorofom yang digunakan oleh orang yang menyekap nya tadi.
Dimana aku? Batin Ryeowook. Ia tidak bisa mengeluarkan suaranya karna lakban hitam yang masih membekap mulutnya.
Perasaan, tadi ia sedang berjalan menuju Yesung yang sedang membayar makanan mereka di kasir. Lalu tiba-tiba saja ada yang membekap mulutnya. Seorang namja yang membekapnya dan seorang lagi yang membantu namja yang membekapnya.
Ryeowook sempat melihat sekilas namja yang menyekapnya tadi. Namja itu bertubuh besar, berkepala botak dengan luka jahitan di peilipis hingga pipinya. Memakai jaket kulit berwarna hitam dan kaos polo putih didalamnya. Sementara satu lagi, ia tidak melihat dengan jelas karna kesadarannya sudah keburu hilang.
Dan begitu sadar, ia sudah ada disini. Di ruangan yang sepertinya memiliki luas 3X4 meter, dengan tangan dan kaki yang terikat di bangku kayu tua serta mulut yang di bekap lakban.
"Kau sudah sadar bocah?" tiba-tiba terdengar suara seseorang. Suara itu berat dan sedikit serak. Membuat Ryeowook yang mendengarnya merinding ketakutan.
Sosok itu pun perlahan mendekati Ryeowook. Ryeowook tidak tahu siapa sosok itu. Namun, sepertinya, sosok namja bertubuh tegap itu adalah salah satu rival sang Appa. Terlihat dari setelan resmi yang dipakainya.
Sosok itu pun meraih dagu Ryeowook, membuat sang namja manis perlahan mendongak dan melihat seraut wajah yang lumayan tampan dan memiliki aura yang berwibawa.
Tapi, begitu kedua iris coklat caramelnya melihat kearah sosok namja itu, membuatnya takut seketika. Pancaran dari dua buah mata itu begitu tajam dan sarat akan dendam yang sangat kuat.
Melihat ketakutan dari namja manis yang berada di hadapannya, membuat sosok namja bertubuh tegap itu terkekeh pelan, membuat namja manis itu makin bergidik takut.
"Tenang saja, aku tidak mungkin melukai namja seperti mu." Ujarnya, seringai nya terlihat mengembang. "Tapi, aku tidak yakin kalau anak buahku tidak melakukan apa-apa padamu." Sambungnya.
Ryeowook sontak membulatkan matanya kaget. Ia sangat takut dengan sosok namja yang berada dihadapannya sekarang.
"Kira-kira, apa yang sedang dilakukan oleh si bodoh Kangin sekarang? Dia pasti sedang panik mencari keberadaan putra manisnya." Ujar sosok itu lagi.
Ryeowook yang mendengar tentang Appanya yang sedang khawatir soal dirinya, perlahan membuat perasaan bersalah dan menyesal menghampiri namja manis itu. Bersamaan dengan keluarnya sosok namja tadi dari ruangan yang menyekapnya, air mata turun membasahi kedua pipi putihnya.
Mianhae Appa, mianhae...
.
.
.
~TBC~
.
.
.
Yeaay...! chapter 2 akhirnya selesai XD Fiiuuhh... #LapKeringet# #ReadersKabur#
L berharap readersdeul ga kesel nungguin L update chapter 2 ^^" Udah ga kependekan kan? Haduuh... tangan L sampe pegel ngetik lanjutan ff ini #lebay#
Sekali lagi, mian kalo masih ada typo yang nyangkut(?) di ff ni #plak
Dan alasannya masih sama, L terlalu males buat edit ulang ^^" #plakplakplak
Okey, L mau bales review dulu utk chap kemarin ^^
Yulia Cloudsomnia : Hahaha, emang. Wookie oppa tuh saking pengen kaburnya dari penjagaan Yesung oppa sampe ngikutin rencananya Eunhyuk. Nih udh L lanjut. Dan bnr bgt chingu, akhirnya Wookie oppa ketauan, hahahaXD review lagi yah^^ gomawo ^^
Sweety Yeollie : Yaampun, L salah tanggap. Huwaa..! DX mian-mian #MalahHeboh# hahaha, ko chingu kesel sama Wookie oppa? #WookiePundung# emangnya nyebelin bgt yah? Yah, mau gimana lagi, udh tuntutan peran harus kyk gitu, hahaha XD #DipukulWookiePakeTeplon# nih udh L lanjut, gomawo reviewnya^^ review lagi?
Barra : Nih, udah L lanjut. Gomawo buat reviewnya^^ review lagi?
Yewook Turtle : Huwaa... makasih chingu XD Nih, udh L lanjut, review lagi?
Meidi96 : Gomawo review nya XD Nih2, udh L lanjut kok^^. Tpi makin penasaran yakk? Hahaha XD #plak# Ne, Wookie oppa manis siih XD. Kalo soal Yesung oppa, Appa ny itu Jendral perang gitu chingu, dia itu dari kecil udh di suruh Appa ny sekolah di sekolah agen gitu. Tapi disana dia juga di ajarin pengetahuan umum sama kyk disekolah2 lain. Tpi, karna dia itu pinter banget, pengetahuan nya udah setara sama mahasiswa S2. Tapi (lagi/?) krna di suruh sma Kangin oppa buat jagain Ryeowook selalu, dia d suruh masuk SMA lagi.
Guest : Gomawo review nya^^. Wookie oppa jadi nyamar jadi yeoja kok, tapi langsung ketauan sama Yesung oppa, hahahaha XD #DitimpukWookie# Nih udh L lanjut kok, udh L usahain panjang #plak
CloudKim : Hahaha, sabar chingu. Nih L udh lanjutin ko^^ Gomawo review nya^^
Kime simiyuki : Gomawo reviewnya chingu^^ Nih udh L lanjut kok, ttp kasih semangat buat L yah^^
NathanZu : Gomawo reviewnya^^ Nih udah L lanjut kok, Review lgi?
Yewook3697 : Gomawo reviewnya^^ Nih udah L lanjut kok, Review lgi?
Sushimakipark : Ne, gpp ko chingu^^ Chingu review skrg aja L udh seneng bgt XD Wookie oppa nyamar jadi yeoja biar bisa kabur dari penjagaan Yesung oppa. Yahh, kalo masalah Yesung oppa terpesona apa ngga, L juga ga tau #LirikYesungOppa# Nih udh L lanjut^^, Gomawo review nya XD, review lagi?
.
.
Okey, review udh, sekarang L harus nulis apa lagi nih? #plak
Sampe sni aja deh, L masih agak ngantuk. Soalnya, L baru nyelesain chap 2 jam jam setengah 2 pagi tadi. hehehe ^^"
Seperti biasanya, Gomawo buat readersdeul yang udh sempet baca & review ff L ^^
Review again please? #GwiyomiBarengWookieOppa
