~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~
"Kau sedang apa?" tanya Baekhyun sambil tersenyum pada Chanyeol.
Hahh~ sepertinya ia tidak bisa bersikap acuh pada lelaki lugu ini. Betapa bodohnya ia yang begitu menginginkan Chanyeol untuk menjadi miliknya? Sedangkan Chanyeol sendiri tidak tau bagaimana perasaannya.
"Bekal untuk Baekhyunee"
Jawaban Chanyeol semakin membuat Baekhyun tidak mengerti. Maka dari itu ia memutuskan untuk menarik tangan Chanyeol agar menghadapnya. Chanyeol tidak menolak dan menatap ke mata sipit Baekhyun yang saat ini tengah menatapnya juga. Jantung Chanyeol tiba-tiba berdegup dengan keras ketika merasakan tangan lembut Baekhyun yang membawa kedua tangannya melingkar di pinggang ramping itu, yang otomatis menghapus jarak diantara keduanya.
Setelah memastikan tangan besar Chanyeol sudah melingkar sempurna di pinggangnya, Baekhyun mengangkat tangannya untuk menangkup wajah Chanyeol masih dengan tatapan mata mereka yang belum terputus.
"Chanyeol.."
Chanyeol terdiam dan tidak menjawab gumaman Baekhyun yang menyebut namanya, karena jantungnya saat ini tidak bisa di ajak bekerja sama dan terus saja berdegup dengan keras. Demi Tuhan, wajah Baekhyun begitu cantik dan imut di mata Chanyeol, terlebih dalam jarak sedekat ini. Sebenarnya apa yang akan Baekhyun lakukan?
"Kenapa kau memeluk Luhan hyung? Aku melihatnya, dan aku tidak suka jika kau melakukan hal itu" lanjut Baekhyun masih dengan suara lirihnya agar Chanyeol tidak ketakutan dan mengerti dengan apa maksud dari perkataannya.
"M-maaf" hanya itu yang mampu Chanyeol ucapkan pada Baekhyun.
Jantung Baekhyun pun saat ini berdebar dengan sangat kencang sama seperti Chanyeol. Dan ia tau dengan jelas jika apa yang dirasakannya saat ini adalah perasaan cinta. Baekhyun mencintai Chanyeol, tetapi ia harus kembali menyadari jika cintanya terhadap Chanyeol tidaklah semudah itu. Pasti ini akan menjadi sulit, terlebih sikap Chanyeol terhadap Luhan tadi. Membuatnya amat sangat cemburu.
"Jangan membuatku cemburu"
Baekhyun menjijitkan kakinya dan meraih wajah Chanyeol agar mendekat pada wajahnya. Kemudian ia sedikit memiringkan kepalanya dan mendekatkan bibir keduanya. Baekhyun sedikit membuka bibirnya dan bernafas tepat di depan bibir Chanyeol. Namun Baekhyun masih tidak ingin melakukan ciuman sepihak pada Chanyeol. Ia tau Chanyeol masih belum mengerti dengan perasaannya, terbukti dari sikap Chanyeol yang masih terdiam tidak berniat untuk meraih bibirnya sama sekali. Padahal jarak bibir mereka hanya beberapa centi saja.
"Chanyeol.. jangan membuatku cemburu"
Cup
Baekhyun tersenyum dengan lemah ketika ia hanya berhasil mengecup Chanyeol di bagian pipi. Kemudian ia merendahkan tubuhnya kembali untuk memeluk erat tubuh Chanyeol dan menenggelamkan kepalanya didada Chanyeol.
Ini sangat nyaman. Dan jika ia masih belum bisa memiliki Chanyeol untuk saat ini, ia akan berusaha untuk memiliki Chanyeol nanti. Hingga Chanyeol menyatakan perasaannya terlebih dulu. Ia akan setia menunggu Chanyeol sampai kapanpun.
'Maafkan aku Baekhyunee'
.
.
.
~oOo~ UNFAIR ~oOo~
.
.
.
Author:
Yuta CBKSHH
Tittle:
UNFAIR (CHANBAEK)
Main Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Support cast:
Xi Luhan a.k.a Luhan
Kim Jong In a.k.a Kai
And others cast (EXO's members)
Rating:
M ++
Genre:
Fluff, Romance, Drama, Hurt/Comfort
Length:
Chaptered
Disclaimer:
Fanfict yang terinspirasi dari beberapa pengalaman. Terlebih pengalaman ketika semua usaha Yuta selama ini di anggap tidak berguna oleh beberapa pihak dan akhirnya pihak tersebut berusaha untuk menjatuhkan Yuta (malah curhat -,-). FF ini di tulis oleh Yuta sendiri dan tanpa di bantu oleh siapapun. Cerita ini tidak memplagiat cerita dari orang lain. PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka dan bisa menerima cerita ini dengan baik ^^
Warning:
BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!
Summary:
Chanyeol seorang lelaki yang memiliki keterbelakangan mental. "Dia.. terlalu aneh untuk menjadi lelako yang aku cintai" - Baekhyun. (CHANBAEK) YAOI! Slight Official Pairing! RnR!
Backsong:
EXO - Unfair
~~ HAPPY READING ~~
.
.
.
"Kai, aku mohon kepadamu. Tolong buat Baekhyun menjauhi lelaki idiot itu. Aku sama sekali tidak suka dengan Chanyeol. Kumohon bantu aku"
Luhan memohon pada Kai saat mereka tengah berada di dalam kelas. Kai lelaki berkulit seksi yang memiliki nama lengkap Kim Jong In itu hanya menampilkan ekspresi tidak pedulinya, namun tidak membuat Luhan patah semangat, justru Luhan semakin gencar memohon pada Kai selaku teman sekelasnya tersebut.
"Kau berani membayarku berapa jika aku berhasil membuat adikmu menjauhi lelaki keterbelakangan mental itu?" tanya Kai acuh.
Luhan terlihat berpikir. Setidaknya hanya Kai lah yang saat ini bisa membantunya untuk menjauhkan Baekhyun dari Chanyeol, karena memang hanya Kai lah yang mengetahui kondisi Chanyeol saat Kai tengah berkunjung kerumahnya. Kai memang sering datang ke rumah Luhan hanya untuk bercinta bersama Luhan. Jika kalian berpikir Kai adalah kekasih Luhan, maka kalian salah. Karena mereka sama sekali tidak memiliki ikatan apapun selain kata sahabat. Ya, walaupun mereka sering bercinta tetapi itu hanyalah untuk kepuasan masing-masing saja, tidak lebih. Mereka melakukan seks hanya karena mau sama mau, atau bisa di katakan jika Kai dan Luhan ini hanya sahabat dengan ikatan partner seks saja.
"Aku siap untuk melakukan seks denganmu kapanpun kau mau" ucap Luhan dengan cepat. Dan itu membuat Kai mengeluarkan seringaiannya.
"Hanya itu?"
Luhan menghela nafasnya ketika ia menyadari betapa sulitnya membujuk sahabat brengseknya tersebut. Namun Luhan segera mengangkat kepalanya ketika Kai mengecup dahinya dan tertawa.
"Aku hanya bercanda. Jangan cemberut seperti itu. Tentu aku akan membantumu"
Luhan mengembangkan senyumannya.
"Jadi?"
"Jadi?"
"Kapan kau bisa memulainya?"
"Umm pulang sekolah mungkin? Aku akan mampir kerumahmu lagi, dan memberi Chanyeol pelajaran dengan mencium Baekhyun tepat di hadapannya. Aku rasa dengan cara itu, bisa membuat Chanyeol sedikit terguncang dan tidak mendekati adikmu lagi" jawab Kai dengan santai. Dengan cepat Luhan memeluk tubuh Kai dan mengecup pipi Kai singkat.
"Terima kasih"
.
.
.
~oOo~ UNFAIR ~oOo~
.
.
.
"Bagaimana hubunganmu dengan Baekhyun? Apa kau sudah menjauhinya?" tanya Bibi Park pada sang putra ketika mendapati sang putra tengan terduduk di atas kasurnya seperti biasa.
Senyuman Chanyeol luntur seketika ketika mengingat hal ini. Perkataan Luhan tadi pagi masih terus terngiang di kepalanya dan membebani pikirannya. Entah apa yang harus ia lakukan saat ini. Apakah ia harus angkat kaki dari rumah ini dan meninggalkan Baekhyun begitu saja? Sebenarnya tidak masalah bagi Chanyeol untuk pergi darisini, tetapi satu yang membuatnya tidak bisa melakukannya, yaitu Baekhyun. Lelaki cantik yang begitu baik terhadapnya.
"Ne" Chanyeol menjawab pertanyaan sang Umma dengan singkat. Untuk saat ini, bagaimana ia harus mengekspresikan perasaannya terhadap Baekhyun? Sedangkan satu-satunya orang yang ia percayai justru memintanya untuk menjauhi Baekhyun. Apakah ia harus mengutarakan perasaan yang saat ini ia rasakan pada Baekhyun juga? Itu tidak mungkin.
"Umma mengerti bagaimana perasaanmu. Umma tau jika kau menyukai Baekhyun dan Baekhyun pun bersikap baik terhadapmu. Tetapi Umma mohon padamu untuk menghentikan perasaanmu itu, Umma hanya tidak ingin kau terluka nantinya" Bibi Park memeluk tubuh Chanyeol, namun Chanyeol masih bertahan dengan kepala yang menunduk dalam sambil meremas kedua tangannya sendiri.
"Baiklah, Umma rasa kau sudah mengerti. Umma ingin mempersiapkan keperluan Nyonya Byun yang ingin menyusul Tuan Byun ke luar kota dan mengantarnya ke bandara. Bersikaplah yang semestinya selama Umma tinggal, ne?"
"Ne"
Chanyeol menutup buku yang sedari tadi ia pegang dan mulai membaringkan tubuhnya di atas kasurnya ketika sang Umma sudah keluar dari kamar tesebut. Kemudian tak terasa Chanyeol memejamkan kedua matanya menuju ke alam mimpi. Ini masih siang, tetapi sepertinya Chanyeol tidak mampu mengendalikan rasa kantuknya.
'Byun Baek Hyun dan Park Chan Yeol. Baekhyunee akan selalu berada di hati Chanyeol'
Cklek
Brakk!
Baru beberapa menit Chanyeol memejamkan kedua matanya, tiba-tiba ada seseorang yang membanting pintu kamarnya dan betapa terkejutnya Chanyeol ketika melihat Luhan lah yang berada disana.
"H-hyung"
"Dimana Baekhyun?" ucap Luhan dengan nafas yang terengah-engah dan wajah yang memerah. Kondisi Luhan saat ini membuat Chanyeol sedikit khawatir dan akhirnya ia memutuskan untuk mendekati Luhan dan berdiri di hadapannya.
"Baekhyun belum pulang sekolah" ucap Chanyeol. Luhan berdecih dan kemudian ia menarik leher Chanyeol hingga ia sedikit menjinjitkan kakinya. Sontak membuat tubuh Chanyeol bergetar karena gugup dan juga merasa asing dengan kondisi Luhan saat ini. Tubuh Luhan begitu panas dan Chanyeol juga mencium sesuatu yang aneh menguar dari bibir Luhan.
Dengan tergesa-gesa, Luhan memeluk leher Chanyeol dengan kuat dan kembali menarik tubuh Chanyeol hingga mereka terduduk di atas ranjang Chanyeol. Chanyeol sempat menahan Luhan, tetapi Luhan justru membaringkan tubuhnya sendiri masih dengan memeluk leher Chanyeol. Bisa kalian bayangkan bagaimana posisi mereka saat ini. Ya, Chanyeol berada tepat di atas tubuh Luhan yang berbaring pasrah di bawahnya. Wajah Luhan semakin memerah dan Luhan hanya menatap mata Chanyeol dengan mata rusanya yang sayu.
"Hyung" ucap Chanyeol mencoba untuk menyadarkan Luhan akan perbuatannya saat ini.
"Jangan memanggilku Hyung! Aku bukan Hyungmu, dan aku sangat membencimu Chanyeol!" ucapan Luhan melantur dan ia berbicara sambil tertawa. Sepertinya ada yang tidak beres pada diri Luhan. Baru saja Chanyeol ingin membuka suaranya, Luhan lebih dulu mengeluarkan suaranya kembali.
"Kau bingung? Aku sedang mabuk Chanyeol~ hahaha hik!" Luhan terus saja tertawa sambil menggeliatkan tubuhnya di bawah Chanyeol. Chanyeol semakin panik, dan berniat untuk mengambilkan Luhan segelas air karena Luhan cegukan seperti orang yang tersedak. Tetapi Luhan menahannya, dan mengeratkan pelukan di leher Chanyeol dengan dua kaki jenjangnya yang ia lingkarkan pada pinggang Chanyeol.
"Kau ingin kemana? Cepat lepas seragamku, aku sangat kepanasan"
Chanyeol gugup setengah mati, dan ia hanya mampu menelan ludahnya kasar. Ia benar-benar bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini. Seluruh tubuhnya bergetar.
"Aku menyuruhmu, Chanyeol. Cepat lepas atau aku akan mengusirmu dari rumah ini?" ancam Luhan. Namun Chanyeol masih terdiam tidak bergeming untuk beberapa saat. Hingga akhirnya Luhan merasa jengkel dan mendorong tubuh Chanyeol dari atas tubuhnya. Luhan memandang kearah Chanyeol denga tatapan sinis dan ia mulai melangkahkan kakinya keluar kamar.
"Chanyeol.."
Luhan menyeringai ketika melihat bayangan sosok Baekhyun yang ternyata baru saja memasuki rumah mereka. Sepertinya rencananya akan berhasil.
"..angkat kaki dari rumah ini saat ini juga" lanjut Luhan.
Grep
Brukk!
"Akh!" Luhan menjerit ketika dengan kasar Chanyeol menarik tangannya dan kembali membaringkan tubuh Luhan di atas ranjangnya dengan posisi seperti tadi. Demi Tuhan, Chanyeol tidak ingin keluar dari rumah ini. Ia masih ingin tinggal lebih lama bersama Baekhyun, hanya itu. Chanyeol hanya membutuhkan Baekhyun untuk menemani hari-harinya, dan itu sudah lebih dari cukup.
Luhan memerintahkan Chanyeol untuk melepaskan kemeja seragamnya bukan? Dan hanya itu yang harus Chanyeol lakukan saat ini. Baiklah jika seperti itu, Chanyeol akan membantu Luhan melepaskan kemeja seragam sekolahnya.
"Jangan usir aku Hyung" ucap Chanyeol dengan suara yang masih bergetar. Kemudian tangan besar itu terangkat untuk melepaskan satu persatu kancing seragam Luhan dengan perasaan yang amat ketakutan. Sedangkan Luhan tersenyum miring dengan sesekali matanya melirik ke arah pintu menunggu Baekhyun menyaksikan hal ini.
"Maafkan Chanyeol, Hyung" lirih Chanyeol dengan keringat yang sudah membanjiri dahinya.
Satu kancing..
Dua kancing..
Tap
Tap
Tap
Tiga kancing..
"EUGHH! MENJAUHLAH DARIKU, CHANYEOL!"
Dengan sekuat tenaga, Luhan mendorong tubuh Chanyeol dengan nafas yang terengah-engah. Ia yakin Baekhyun pasti mendengarkan teriakannya dan sesaat lagi Baekhyun akan menyaksikan ini semua. Dan benar, disana dia. Baekhyun sudah berdiri di ambang pintu dan mencoba untuk memahami kondisi yang sedang terjadi saat ini.
PLAK!
"APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU, CHANYEOL?!" Luhan menampar pipi Chanyeol dengan keras, dengan posisi mereka saat ini masih duduk berhadapan di atas ranjang. Ditambah kondisi Luhan yang saat ini sudah amat berantakan, dengan kancing kemeja yang hampir terlepas seluruhnya. Luhan langsung mengalihkan pandangannya untuk menatap Baekhyun dan menampilkan ekspresi terkejutnya.
"Baekhyun?"
Tes
Airmata Baekhyun mencelos begitu saja keluar dari mata indahnya, turun membasahi wajah cantiknya. Tubuhnya terasa kaku untuk di gerakkan, dan ia merasa jantungnya tertusuk oleh ribuan paku besar yang tajam setelah menyaksikan apa yang terjadi pada Luhan dan Chanyeol. Dadanya sangat sesak dan bahkan ia kesulitan untuk bernafas dengan benar. Oksigen yang berada di sekitarnya mendadak pergi meninggalkannya dan ia sama sekali tidak tau harus melakukan apa saat ini.
Ini.. begitu menyakitkan.
Chanyeol sontak menolehkan kepalanya ke arah pandangan Luhan ketika Luhan menyebut nama Baekhyun barusan. Ekspresi Chanyeol pun tak kalah terkejutnya sama seperti Baekhyun. Jujur saja, dadanya tiba-tiba menjadi sesak ketika menyaksikan Baekhyun hanya terdiam berdiri disana dengan airmata yang terus mengalir. Entah kenapa perasaan Chanyeol tiba-tiba hancur karena Baekhyun menyaksikan hal ini. Ini.. tidaklah seperti yang Baekhyun bayangkan.
"Chanyeol! Apa yang kau lakukan?! Hiks!" Luhan kembali membentak Chanyeol, dan bahkan Luhanpun sudah menangis sama seperti Baekhyun.
"Hyung.." Chanyeol menolehkan kepalanya ke arah Baekhyun dan dengan cepat ia berdiri menghampiri Baekhyun.
"B-baekhyunee-"
"Baekhyun! Chanyeol ingin memperkosaku! Hiks!" Luhan berteriak dan berdiri mengancingkan seragamnya masih menangis terisak. Tentu saja Chanyeol membulatkan kedua matanya karena merasa amat terkejut dengan perkataan bohong Luhan. Bagaimana Luhan bisa mengatakan hal itu? Luhan membohongi Baekhyun!
Chanyeol gelagapan ingin menjelaskan semuanya pada Baekhyun, dan dengan cepat ia meraih kedua tangan Baekhyun. Tetapi di luar dugaan, Baekhyun justru menghempaskan genggamannya dan menatap Chanyeol dengan pandangan yang sulit untuk di artikan.
"Chanyeol.." lirih Baekhyun.
"Tidak Baekhyunee.."
"Benarkah kau ingin memperkosa Luhan hyung?" suara Baekhyun bergetar nyaris tidak terdengar. Ia hanya ingin kejujuran dari Chanyeol saat ini.
"Tidak-"
"Sudah jelas dia ingin memperkosaku, Baekhyun!" Luhan memotong perkataan Chanyeol.
Ini benar-benar menyakitkan untuk Baekhyun. Ia sudah tidak mampu untuk melihat wajah Chanyeol lagi. Chanyeol sudah menghancurkan kepercayaannya saat ini. Chanyeol si lelaki keterbelakangan mental yang ia cintai sudah mengancurkan hatinya hingga berkeping-keping. Dan ternyata benar..
Chanyeol masih tidak mengerti dengan perasaan cintanya yang begitu besar.
"Kau membohongiku, Chanyeol. Aku bahkan bisa melihat dengan jelas kau melepaskan kancing seragam Luhan Hyung. Semua sudah jelas.."
Akhirnya ia mmebalikkan tubuhnya karena ia serasa ingin pingsan jika ia terus berada disini. Melihat wajah Chanyeol, sama saja melihat harapannya selama ini hancur sia-sia begitu saja. Dan Baekhyun masih sangat menyayangi hatinya agar tidak mati karena perasaan cinta ini. Meskipun hatinya sudah sekarat, tetapi ia yakin ia mampu menjaganya untuk waktu yang lebih lama lagi. Tentunya..
tanpa Chanyeol.
"Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi.." final Baekhyun sebelum ia benar-benar beranjak darisana.
Dengan airmata yang terus menerus mengalir, Baekhyun berjalan cepat menuju pintu utama rumah mewahnya. Tidak peduli jika Chanyeol berteriak memanggil namanya dan menyuruhnya untuk berhenti. Baekhyun terus menundukkan kepalanya dan terus berjalan menghindari Chanyeol. Untuk saat ini ia tidak ingin melihat wajah Chanyeol.
Meskipun ia masih tidak percaya jika Chanyeol ternyata bisa-bisanya melakukan hal seperti itu terhadap Luhan. Hyung kandungnya sendiri. Chanyeol sungguh sulit untuk di tebak, dan dengan apa yang baru di saksikannya tadi, sungguh-sungguh membuatnya amat sangat kecewa.
"Baekhyunee"
Baekhyun menggelengkan kepalanya dan menutup telinganya tidak ingin mendengar panggilan Chanyeol. Ia bisa gila jika terus memikirkan lelaki tinggi itu.
"Baekhyunee-"
Cklek
Grep
Bruk!
"Byun Baekhyun, aku akan menciummu"
Baekhyun membulatkan matanya ketika lehernya di tarik begitu saja oleh seorang lelaki yang baru saja memasuki rumah mereka. Pinggangnya di peluk oleh tangan besar dan tubuhnya di sudutkan begitu saja ke tembok. Dan Baekhyun memejamkan matanya kuat ketika ia merasakan bibir lelaki tersebut sudah menyesap kuat bibirnya. Baekhyun ingin memberontak tetapi tangannya di cengkram kuat oleh lelaki yang ia ketahui adalah teman dari hyungnya tersebut.
Ya, Kai tiba-tiba datang dan mencium bibirnya dengan kuat seperti saat ini.
"Umph cpkh!"
Kai tidak peduli dengan rontaan Baekhyun dan terus menyesap bibir manis Baekhyun. Tanpa memperhatikan lelaki tinggi lain yang tengah memperhatikan mereka. Chanyeol mneyaksikan semuanya dengan jelas bagaimana Kai datang dari pintu dan mengunci tubuh Baekhyun dengan cepat lalu mengecup bibir Baekhyun dengan kuat.
Chanyeol menyaksikan itu semua.
"Humpphh!" Baekhyun meneteskan airmatanya ketika Kai tak kunjung melepaskan ciumannya. Dadanya kembali sesak, bukan karena ia kehabisan udara, tetapi karena ia mengetahui Chanyeol masih berdiri disana menyaksikan semua ini.
Dimata Chanyeol, ciuman yang dilakukan oleh Kai terhadap Baekhyun adalah ciuman murni yang diinginkan oleh keduanya. Karena Chanyeol bisa melihat Baekhyun memejamkan matanya dengan kuat ketika Kai melumat habis bibir tipis itu. Ingin sekali rasanya ia marah dan meninju wajah Kai, tetapi ia kembali teringat ketika Baekhyun mengatakan sudah tidak ingin melihat wajahnya lagi. Dan ia sadar posisinya disini bukanlah siapa-siapa. Ia tidak berhak untuk menghentikan Kai yang mencium Baekhyun dengan kasar.
"Cpkh!"
Kai membuka bibir Baekhyun dan menyapu lidahnya. Tidak bohong, Kai sangat menikmati ciuman manis ini. Dan diluar dugaan, ternyata bibir Baekhyun sangatlah manis. Kai masih belum menghentikan lumatannya pada Baekhyun sebelum Chanyeol beranjak darisana, seperti yang di perintahkan oleh Luhan.
Ya, semua ini adalah rencana Luhan.
Ia hanya ingin Chanyeol dan Baekhyun berpisah. Dan setelah rencananya berhasil, mungkin Chanyeol dan Baekhyun akan benar-benar berpisah seperti yang ia harapkan selama ini.
'Maafkan aku Baekhyunee'
Chanyeol membalikkan tubuhnya dan beranjak darisana. Tubuhnya sudah lemas dan ia tidak ingin terlalu berharap lagi pada Baekhyun untuk saat ini. Mungkin ia harus berhenti dan mematuhi apa perintah Luhan dengan angkat kaki dari rumah ini. Semuanya sudah jelas seperti apa yang dikatakan oleh Baekhyun tadi. Tidak ada yang bisa di harapkan lagi dari semua ini.
Chanyeol akan menyerah.
.
.
.
~oOo~ UNFAIR ~oOo~
.
.
.
"Tugasku sudah selesai, dan apakah kau merasa puas?"
Luhan tersenyum sangat cantik lalu ia duduk di atas pangkuan Kai sambil mengalungkan tangannya pada leher Kai. Kemudian ia menganggukkan kepalanya dengan sangat menggemaskan, membuat Kai tidak mampu mengendalikan tangannya yang saat ini sudah menelusup masuk kedalam kaos yang dikenakan oleh Luhan.
"Kau menginginkan bayaranmu sekarang?" tanya Luhan berusaha mati-matian menahan desahannya, karena ia masih sadar akan kondisinya yang masih berada di ruang tengah.
Setelah kejadian tadi, Luhan bisa melihat dengan jelas Baekhyun mendorong keras dada Kai hingga ciuman mereka terlepas dan melesat begitu saja memasuki kamarnya yang berada di lantai dua. Sedangkan Chanyeol, Luhan melihat lelaki keterbelakangan mental itu berjalan lemah menuju kamarnya juga yang terletak di samping dapur. Firasat Luhan saat ini pasti Chanyeol tengah mengemasi pakaiannya dan segera angkat kaki dari rumah ini. Hanya menunggu beberapa saat lagi, ia berhasil memisahkan Chanyeol dari Baekhyun.
Sesekali Luhan berpikir, apakah tindakannya ini berlebihan? Karena entah mengapa perasaan aneh tiba-tiba muncul di benaknya ketika melihat airmata yang tadi di teteskan oleh Chanyeol. Hal itu adalah yang pertama kalinya ia lihat. Biasanya Chanyeol sama sekali tidak pernah meneteskan airmatanya sekasar apapun perkataan dan perlakuannya terhadap Chanyeol. Biasanya Chanyeol hanya menundukkan kepalanya dan terus menggumamkan kata maaf padanya. Dan jujur saja ia merasa sedikit bersalah karena telah membuat Chanyeol menangis seperti itu.
'Ah apa peduliku?' batin Luhan menepis perasaan aneh yang tengah di rasakannya. Mungkin perasaan itu hanya efek karena dirinya saat ini sedang mabuk. Ya, mungkin degupan di dadanya yang sedari tadi belum berhentipun karena ia mabuk. Dan juga..
Bayangan wajah Chanyeol saat Chanyeol tengah berada diatas tubuhnya menindihnya yang terus berputar di pikirannya hanya karena efek mabuk. Mana mungkin ia memperdulikan Chanyeol? Hahaha apa yang salah dengan dirimu, Luhan?
"Tidak sekarang, karena aku sudah membuat janji dengan seseorang. Um.. mungkin besok" ucap Kai masih menggerayangi tubuh Luhan.
"Tetapi bisakah aku menciummu sebagai ucapan terima kasih?"
Mungkin ini lebih baik Luhan lakukan untuk menghilangkan perasaan anehnya. Dan ketika Kai menganggukkan kepalanya, Luhan segera menangkup rahang tegas Kai dan menyesap bibir tebal Kai cukup kuat sambil memejamkan kedua matanya. Kai membalas lumatan Luhan tak kalah kasar hingga Luhan sedikit menghuyungkan tubuhnya kebelakang karena dorongan bibir Kai. Kai tau jika Luhan saat ini hanya tengah terbawa emosinya, maka dari itu ia tidak mungkin melakukan seks dengan Luhan yang tengah kebingungan, ditambah Luhan pun dalam keadaan yang tengah mabuk. Bercinta dengan seseorang yang mabuk sungguh bukan gayanya.
"Ckph"
"Aku harus segera pergi, Lu"
Luhan mengangguk lemah sambil turun dari pangkuan Kai, dan membiarkan Kai meninggalkannya seorang diri disana.
"Akh!"
Luhan meringis keras sambil meremas rambutnya sendiri. Ia menunduk dalam karena ia sangat-sangat merasa gelisah. Bukan karena perasaan bersalah, melainkan tentang kejadian gila tadi. Wajah Chanyeol terus saja terngiang di pikirannya, dan saat Chanyeol memeluknya dengan erat di dapurpun, ia masih bisa merasakan pelukan itu dengan jelas. Ini sungguh gila! Sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya? Ini sungguh membuat kepalanya pening.
'Aku sangat yakin jika aku membenci lelaki idiot itu! Tetapi kenapa hanya dia yang selalu muncul di kepalaku!'
Cklek
Luhan segera mengangkat kepalanya ketika mendengar suara pintu yang terbuka, dan disana menampilkan tubuh tinggi Chanyeol dengan sebuah koper besar di tangan kanannya. Luhan kehilangan kata-katanya ketika melihat Chanyeol membungkuk hormat kepadanya, dan Luhan seakan lumpuh ketika Chanyeol membalikkan tubuhnya pergi keluar melalui pintu tersebut.
"Maafkan aku Luhan hyung.." gumaman Chanyeol terdengar begitu jelas di telinga Luhan.
Ia memang menginginkan hal ini terjadi, tetapi kenapa ia merasa sedikit..
..tidak rela?
"Akhirnya Chanyeol berpisah dengan Baekhyunee. Luhan Hyung tidak menginginkan Chanyeol, dan ini adalah yang terbaik"
.
.
.
~oOo~ UNFAIR ~oOo~
.
.
.
"Hiks hiks!"
Baekhyun menangis terduduk di balik pintu kamarnya sambil mengusap-usap bibirnya dengan kasar. Hatinya saat ini merasakan sakit luar biasa, dan hal ini sangatlah tidak terduga. Chanyeol begitu mengejutkan, dan kedatangan Kai justru memperburuk suasana. Namun semuanya sudah terlambat. Semuanya sudah terjadi dan ia tidak mampu mengulang waktu kembali.
Ia sudah kehilangan Chanyeol yang dulu. Ia sudah kehilangan Chanyeol yang lugu dan selalu membuatnya tersenyum. Chanyeol adalah lelaki brengsek yang berpura-pura menjadi lelaki idiot, setidaknya itulah menurut anggapan Baekhyun saat ini. Pemandangan yang begitu mengejutkan sangatlah nyata tertangkap oleh matanya. Chanyeol dan Luhan..
"Ternyata kau melakukan hal itu tidak hanya padaku saja hiks! Kau juga melakukannya pada Luhan hyung!"
Baekhyun kembali teringat ketika Chanyeol mengecup bibirnya saat ia membutuhkan nafas buatan setelah ia hampir saja tenggelam. Sentuhan bibir yang pertama yang begitu ia dambakan, ternyata berasal dari lelaki yang salah. Ia begitu mencintai Chanyeol, tetapi kenyataan sedang tidak berpihak padanya. Apakah itu terdengar adil?
"Ini sama sekali tidak adil! Seharusnya kau membalas cintaku, Chanyeol! Hiks!"
"Seharusnya kau hanya melakukan hal itu padaku! Bukan dengan Luhan hyung atau dengan orang lain!"
"Hiks! Aku membencimu Chanyeol! Kau tidak pernah mengerti bagaimana perasaanku terhadapmu! Hiks hiks!"
Baekhyun membaringkan tubuhnya begitu saja di lantai dengan lemah dan airmata yang terus mengalir membanjiri wajah cantiknya. Merenungi kenapa begitu sulit cintanya untuk diraih. Dan kenyataan ini menjadi pukulan keras bagi Baekhyun karena terlalu lama memendam perasaannya sendiri pada Chanyeol.
Chanyeol sudah pergi. Chanyeol sudah meninggalkannya. Dan ia tidak tau apa yang harus ia lakukan jika hari esok menyambutnya.
'Kau menyakiti hatiku, Chanyeol. Kau hanya menganggap perasaanku ini hanya mainanmu saja. Aku.. membencimu mulai detik ini. Lelaki brengsek!'
.
.
.
.
.
.
To Be Continued..
.
.
.
.
.
.
Maaf kalo pendek. Ini konflik soalnya wkwk
Luhan jahat bgt ya? Udahlah, Yuta no comment. Biar kalian aja yang menebak-nebak sendiri apa yang terjadi sama mereka *eeaa
Yuta ga janji FF ini bakal update tepat waktu, karena kalian tau sendiri, masih banyak FF yang harus Yuta lanjutin. Dan untuk FF ini, hanya selingan Yuta kalo lagi bosen aja.
Semoga masih banyak yang minat. Kalo masih mau lanjut, Review dulu ya?
Kalo reviewnya dikit, ya terpaksa FF UNFAIR ini stuck sampe disini aja :'D
OK, LAST!
NEXT?
REVIEW JUSEYO~ YUTA TUNGGU :)
SARANGHAE BBUING~!
