OUR PRINCE

.

Author by:

Mrs. Evil aka Avery Cho

Length : Series

Cast :

HanChul

Choi Siwon

Tan (Song) Qian F(x) aka Victoria as Hangeng's mother

And other cast

Pairing : HanChul, SiChul, SiBum, pokoknya lengkap deh!

Disclaimer : Semua cast disini milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi fanfic ini dan Kyunnie oppa murni milik Evil!

A/N : Plot fic ini sendiri Evil ambil dari DraKor fenomenal berjudul 'Princess Hours' masalah ending? Suka suka saya dong! #digampar

PLEASE, IF YOU DON'T LIKE MY PAIR JUST CLICK [X] TO CLOSE. DON'T BASH MY PAIR, bash saja saya karena saya laah trouble makernya! Yohohoho...

Warning : BOY X BOY / BL (BOYS LOVE) SHONEN AI / YAOI / gaje, romance gagal, commedy garing dan pastinya TYPO menjadi bumbu penyedap rasa dalam ff diluar nalar ini #-_-

Summary : Kim Heechul seorang namja cantik bangsawan penerus Kim Corporation tiba tiba harus terlibat dalam sebuah pernikahan dadakan bersama seorang putra mahkota namun disaat yang bersamaan ia telah terjerat dalam pesona dari seorang Tan Hangeng sang pangeran pendamping.

Mianhae karena gak bisa apdet cepet! Bahkan chapter ini aja Evil kerjain sambil buat slide untuk presentasi Evil pekan depan! Omoo… jadwal akhir akhir Ini padat banget, tapi karena (lagi lagi) keinget utang ff, akhirnya Evil paksakanlah mengetik fic nista ini, yohohoho….

NO COPAS NO PLAGIAT!

NGE-FLAME SIH BOLEH BOLEH AJA ^_^

Me-review itu hak kalian masing-masing

DON'T LIKE DON'T READ

So,.

HAPPY READING *^_^*

.

.

_Haruko Mizukiyoshie Present_

.

.

"Bukankah minggu depan aniki akan menikah? Aniki akan pindah ke istana kan?" mata Heechul melotot dengan tidak elitnya, lalu menatap garang wajah Kyuhyun.

"SHIREO! AKU AKAN MENOLAKNYA!"

"MWO?!" Heechul berbalik, tersentak saat mendapati sang haraboeji bersama Shin ahjusshi sedang menatap nanar Putra Sulung Kim.

.

.

.

Chapter 3

.

.

"Heechul-ah.. a-apa maksudmu berkata.. o-ooh jantungku!" Soo Man –kakek Heechul meremas dada kirinya, keringat dingin mengalir di pelipisnya. Mendadak tubuhnya menjadi gemetar dan limbung, beruntung dengan sigap Shin ahjusshi meraih tubuh renta pria berusia 70 tahun itu.

"GRANDPA…!"

"OJII-SAN!"

Serentak kedua bersaudara Kim itu terlonjak kala melihat tubuh kakeknya yang lemas, Kyuhyun meraih ponselnya, menyentuh layar sensitive iphone touchscreen berbasis android itu sembari melafalkan beberapa angka dengan lihai hingga beberapa saat sebuah suara menyapu indera pendengarnya.

"Yeobose-"

"Moshi moshi? Kaa-san ini aku Kyuhyun!" namja brunette itu langsung memotong ucapan Mrs. Kim dengan bahasa Korea yang berantakan –dan tambahan aksen Jepang yang kental.

Iris emerald-nya melirik Shin ahjusshi dengan dibantu Heechul dan beberapa butler membopong sang kakek menuju Jeep Wrangler Limited Edition 3.66L yang telah terparkir manis didepan mansion Kim, sepertinya supir mereka benar-benar tanggap hingga memarkir kendaraan roda empat tersebut dengan cepat.

"…."

"Kaa-san harus ke Seoul's Hospital sekarang!" jeda sesaat saat namja jangkung bersurai madu itu melangkahkan kakinya, keluar dari mansion Kim dan masuk ke dalam mobil mewah seharga 130 juta won tersebut. "Ojii-san mengalami serangan jantung! Sekarang aku dan Nii-san sedang berada dijalan.."

"…."

"ceritanya panjang Kaa-san, ah kami juga bersama seorang pria-"

"Shin ahjusshi" sergah Heechul cepat dengan wajah kalut, jemari lentiknya sedari tadi tertaut erat pada jemari renta kakeknya.

"Shin ahjushhi!" sambung Kyuhyun

"…."

"Hai' Okaa-san.." dan sambungan telepon pun terputus seiring dengan masuknya mobil mewah berwarna hitam-metalik itu ke basement bangunan megah Seoul's Hospital.

_OUR PRINCE_

Heechul memejamkan matanya erat, oh Tuhan.. untuk pertama kalinya si Atheis keras kepala ini merasakan yang namanya jatuh cinta.. tapi mengapa justru ia harus menelan pil pahit kala mengetahui fakta bahwa semenit yang lalu ia telah menandatangani ikrar perinakahan bersama sang Putra Mahkota.

Heechul bukan pria cengeng, ia tidak akan menangis semudah itu. Semua ini terasa begitu cepat untuknya, potongan memori dan kejadian yang dialaminya menyatu secara perlahan membuat sebuah simphoni yang rumit namun cukup jelas untuk dimengerti olehnya.

Ia akui ia masih straight hingga saat ini, namun ia rela menjadi 'yaoi' untuk seseorang. Ya.. ia menjadi gay hanya untuk orang itu, namja berwajah oriental-chinese yang telah memikat hatinya.

.

.Flashback.

"Grandpa.."

"Heechul-ah… Kakek mohon, sekali ini saja kakek mengemis untukmu.." Soo Man meraih sebuah gulungan kertas dari genggaman Shin ahjusshi, beberapa kabel dan selang infuse serta alat bantuan pernafasan cukup menghambat gerakannya namun dengan cepat dibukanya gulungan kertas itu.

Heechul melirik sekilas kertas dalam genggaman kakeknya, deretan huruf kapital berwarna emas yang dicetak tebal terlihat jelas olehnya..

PERJANJIAN IKRAR PERNIKAHAN

Namja cantik ber-iris black pearl itu memejamkan matanya, menahan gejolak yang menyesakkan dalam dadanya. Shin ahjusshi mengeluarkan sebuah pena dengan ukiran khusus, sebelum menyodorkannya kehadapan Heechul –bersamaan dengan gulungan kertas dalam genggaman kakeknya.

"Kakek mohon.."

"Chagy-ah.. turuti saja keinginan haraboji mu sayang.." Mrs. Kim mengusap sayang surai kelam putra sulungnya, menatap bungsu Kim yang hanya berdiri di sudut ruangan dengan memasang poker face andalannya.

"Heechul-ah.. ini demi-"

"Alright grandpa, you got me.." lirih Heechul sembari meraih pena dalam genggaman Shin ahjusshi, membubuhkan tanda tangannya sebelum memberi stempel atas namanya*

.Flashback Off.

_OUR PRINCE_

Tidak seperti biasanya, pagi ini mansion Kim benar benar jauh dari kata 'cerah'. Suara Kim Heechul –sang putra sulung Kim yang biasanya memekakkan telinga hingga ke penjuru mansion megah ini tak terdengar sedikitpun. Hingga moment sarapan yang biasanya menjadi ajang tempat Heechul berkeluh kesah pun hanya dihiasi oleh dentingan alat makan yang beradu.

Hanya satu kata yang dapat menggambarkan suasana Mansion Kim pagi ini…

Suram

Mereka semua –Heechul, Kyuhyun, Mrs & Mr Kim- makan dalam diam, mencoba mengabaikan keheningan yang tercipta.

"Ehmm.."

Deheman Mr. Kim sang kepala keluarga seolah menginterupsi kegiatan ke-4 manusia dewasa yang tengah berlangsung, membuat ruang makan yang memang sunyi itu menjadi hening seketika. Belasan pelayan yang berbaris patuh diujung ruangan –pun seolah hanya patung patung tak bernyawa yang terpajang disana.

"Kyuhun-ah… appa akan memindahkan sekolahmu ke SMU tempat hyungmu menuntut ilmu, kau tidak keberatan bukan?" menyeruput pelan black coffee nya, Mr. Kim menatap lurus iris brown putra bungsunya seolah tengah menunggu jawaban.

"Hai' Tou-san aku tidak keberatan"

"Dan perbaiki kosakata Korea mu chagy, umma tidak habis pikir.. tinggal di Jepang selama beberapa tahun membuatmu seolah menjadi turis di keluarga ini"

"Hai' –eh nee umm-maaahh… hehehe" Kyuhyun sumringah, namun wajahnya berubah muram kala melihat rupa sang kakak yang tak se-cerah biasanya.

Menghela nafas pelan, Heechul bangkit dari kursinya sebelum melangkah keluar menghampiri sebuah limousine mewah dengan Shin ahjusshi yang berdiri disinya. Ia hanya mendengus saat Shin ahjusshi membungkuk hormat sambil membukakan pintu mobil untuk Heechul, membungkuk kembali sebelum menutupnya dan ikut masuk ke dalam mobil dibagian depan tepat disamping supir kerajaan.

_OUR PRINCE_

"Tuan muda, mulai sekarang anda akan belajar segala hal yang menyangkut adat dan tata tertib serta sopan santun kerajaan di istana Eunyeong. Tempat inilah yang beberapa hari lagi akan menjadi tempat diselenggarakannya pernikahan tuan muda dan Yang Mulia Putra Mahkota" Shin ahjushhi terus berbicara hingga telinga Heechul terasa panas, mengabaikan pria yang tengah menceritakan perihal sejarah istana Eunyeong Heechul menatap keluar jendela transparan limousine, tersentak kala menangkap sosok tak asing yang tengah tersenyum Nampak berbicara dengan seorang yeoja paruh baya di salah satu pavilliun kecil sekitar pavilliun utama yang tengah ditujunya.

"Kita sudah sampai tuan muda" ucapan Shin ahjusshi menyentakkan lamunan Heechul, ia melangkah arogan memasuki pavilliun utama istana Eunyeong yang Nampak megah meski masih bergaya Dinasti Joseon.

Heechul menghentikan langkahnya saat Shin ahjusshi memperkenalkan tiga orang yeoja padanya, meski satu diantaranya lebih mirip namja. Yeoja bergaya tomboy –nyaris manly itu membungkuk hormat, diikuti dua yeoja dibelakangnya.

"Annyeonghasimnikka Yang Mulia, saya adalah Amber Liu. Orang yang akan menjadi pembimbing anda selama mempelajari semua hal tentang istana mulai sekarang, sedang kedua yeoja dibelakang saya ini adalah asisten saya sekaligus dayang istana yang akan menjaga anda"

Seorang yeoja bertubuh mungil dengan wajah childish membungkuk hormat padanya. "Saya Kim Taeyeon, mohon kerjasamanya yang mulia" ucapnya santun sembari menampilkan seulas senyum menawan. "Dan saya adalah Choi Jinri, yang mulia bisa memanggil saya Sully" ucap yeoja dengan dimple manis dikedua pipi chubby nya sopan sambil membungkuk.

"Arra.. sekarang bisa kita mulai? Aku sudah lelah berdiri seperti ini"

_OUR PRINCE_

Heechul merengut sebal, selain karena ia harus menggunakan hanbok* selama berada di istana Eunyeong, ia juga tidak dapat memahami sedikitpun untaian kalimat rumit –menurutnya yang terlontar dari bibir amber.

Amber menghela nafas lelah, "Yang Mulia, sepertinya sosok yang anda pikirkan diluar sana lebih penting dibanding pendidikan anda saat ini?" Heechul tersentak, menyadari Amber mengetahui dirinya mengabaikan penjelasannya.

"Saya dengar Yang Mulia memiliki kelebihan pada daya ingat anda" Amber menyerahkan sebuah buku bersampul tua namun tetap awet dan terlihat baik kepada Heechul, "Anda bisa mempelajari mengenai resepsi pernikahan pada buku itu, bukankah itu lebih baik dibanding mengabaikan saya yang tengah menjelaskan?" Amber tersenyum misterius sebelum menghilang dibalik pintu geser pavilliun tempatnya mengajari Heechul, diikuti oleh Taeyeon dan Sully yang sempat membungkuk hormat.

"Resepsi pernikahan ya.." Heechul mendesah kecewa, membuka lembar demi lembar buku pemberian Amber. Sesekali keningnya Nampak berkerut saat menemukan kalimat yang tak bisa dilafalkannya dengan benar.

Grosak.. grosak

Ia menoleh, mengibaskan rambut hitamnya yang tergerai indah kala mendengar suara berisik dari semak diluar paviliunnya. Heechul bangkit, cukup kesulitan saat ujung bagian rok hanbok yang dikenakannya terseret nista.

"DAPAT! Eh?" Heechul melebarkan kedua irisnya kala mendapati sesosok namja berperawakan tampan tengah memegang erat sebuah kalung berbandul naga putih dengan penampilan acak acakan dan peluh yang mengucur deras ditubuhnya, membuat kaus singlet tanpa lengan yang dikenakannya mencetak jelas abs nya.

"Ah.. maaf, apakah saya mengejutkan anda?" namja itu Nampak tertunduk lalu hendak melangkah sebelum suara Heechul menginterupsinya.

"Tan Hangeng.."

_OUR PRINCE_

"Mianhae.."

"E-eh.. untuk apa? Bukankah sudah ku bilang kau tidak mengejutkanku"

"Tapi sepertinya kau tengah belajar" Hangeng menunjuk buku bersampul tulisan hanja* yang digenggam Heechul, alisnya terangkat naik menyadari perubahan wajah sang namja cantik.

Iris Hangeng melebar kala jemari Heechul meraih sebuah sapu tangan putih dengan rajutan chamomile disalah satu sisinya, mengusap lembut pelipis dan seluruh permukaan wajah tampan Hangeng yang bercucuran keringat.

"Go-gomawo.. maaf merepotkanmu" ucap Hangeng kikuk, rasa hangat menjalari rongga dadanya tatkala jemari halus nan lembut Heechul menyentuh permukaan kulit wajahnya yang sekarang tengah berpindah ke lehernya.

"E-emm tidak apa apa .." Heechul tersipu, namun sedetik kemudian ia menghela nafas jenuh. Pandangannya Nampak menerawang, dan sorot wajah muramnya ditangkap jelas oleh obisidian Hangeng.

Hangeng mengusap lembut sebelah pipi Heechul, membuat namja cantik itu menumpukan titik pandangan pada obisidiannya. "Hey.. Princess yang cantik tidak boleh murung" Hangeng tersenyum tulus, jemarinya meraih telapak tangan Heechul sambil meletakkan sebuah benda berkilau disana. Entah kenapa panggilan 'princess' dari Hangeng tidak membuatnya menggeram marah seperti biasanya, melainkan menimbulkan debaran debaran aneh di dadanya dan berefek pada pipinya yang bersemu merah. Sebuah fakta lagi, hanya Hangeng yang membuat Heechul tersipu saat dipanggil 'princess' dan 'cantik'.

"I-ini kan.."

"Kalung pemberian ibuku" Hangeng tersenyum simpul, ia menautkan jemarinya dengan jemari lentik Heechul menimbulkan desiran halus dihati keduanya. "Naga itu lambang kebijaksanaan, sedangkan warna peraknya melambangkan kelembutan dan kharisma ketulusan hati seorang putri." Ia tersenyum sekali lagi, membuat wajah Heechul semakin bersemu. "Kau lihat berlian kecil yang menjadi bola matanya?" Heechul mengangguk, mengamati permata biru yang Nampak berkilau diterpa sinar mentari senja. "Ini shappire blue diamond"

"Shappire blue diamond?"

"Shappire blue diamond, berlian yang menjadi permata dari mahkota Dewi ELF. Dewi ELF adalah Dewi yang berasal dari peradaban Yunani Kuno, seorang Dewi pelindung yang penuh kelembutan dan jiwa kasih sayang. Ia akan melakukan apapun demi melindungi apa yang menjadi miliknya, namun akan sangat murka jika ada seorang pun yang berani mengusik apalagi mengancam makhluk yang dikasihi olehnya-"

"Lalu, kenapa memberikannya padaku?"

"Bagiku, kau seperti Cinderella dari negeri dongeng. Tak peduli seperti apa penampilan luarmu, aku yakin kau memiliki kelembutan dan ketulusan hati seorang putri. Kau telah memutuskan untuk menikah di usia muda dan menjadi seorang Putri Mahkota yang akan terkekang dalam istana, aku yakin kau memiliki alasan yang kuat untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan tekanan dan kungkungan. Kau menentukan pilihanmu dengan mengorbankan dirimu sendiri, sebuah kebijaksanaan yang nyaris tak Nampak namun bagiku sangat mengagumkan." Hangeng menatap Heechul dalam, black pearl bertemu obisidian.

"Lalu Shappire blue diamond?"

Hangeng hanya tersenyum tulus dan Heechul berani bersumpah bahwa senyuman namja ini adalah senyuman terindah yang pernah ia lihat seumur hidupnya. "Mungkin ini terdengar lancang dan..hh.. –sedikit gila" ia menghela nafas berat "Aku merasa ingin menjadi Dewi ELF bagimu, aku ingin melindungimu.. Aku ingin menjadi seorang ksatria gagah yang selalu berada disisi sang Putri untuk melindunginya.." Hangeng mendekatkan wajahnya pada paras cantik Heechul, sontak hal itu membuat Heechul memejamkan kedua iris black pearl miliknya.

Perlahan Hangeng mulai menghapus jarak diantara keduanya, hembusan nafas mint segar Heechul dapat ia rasakan dari jarak sedekat ini. Sementara debaran 'anarkis' mulai bergemuruh dalam dada namja cantik bersurai hitam arang tersebut, apalagi hidung bangir nya dapat mencium aroma maskulin dari namja yang telah memikat hatinya ini.

"Hingga akhir hayatku…"

Dan seiring terbenamnya sang surya di ufuk barat istana Eunyeong, kedua insan saling memagut mesra. Bukannya surut searah dengan lekangnya semburat senja di lembayung teduh istana Eunyeong, ciuman mereka menjadi semakin panas dan menuntut.

Sebuah tepukan menyapa dada bidang Hangeng, namja cantik dihadapannya telah kehabisan nafas dan ia tahu. Hangeng menyudahi ciuman panasnya, namun tak serta merta menjauh darinya melainkan mendekap erat namja cantik yang tengah terengah berusaha menghirup oksigen sebanyak banyaknya.

"Saranghae Heechul-ah.." Heechul tersentak dalam dekapan hangat Hangeng, meski lirih ia dapat mendengar dengan jelas untaian kalimat penuh perasaan yang dilontarkan sang namja Chinese.

Hangeng menarik sedikit ujung kerah hanbok Heechul –dalam dekapannya, memakerkan kulit leher jenjang seputih susu yang menggiurkan. Ia mengendus pelan sebelum menempelkan bibirnya pada perpotongan leher Heechul, membuat si empunya meremas kemeja depan Hangeng kala merasakan sebuah getaran memenuhi relung hatinya.

"Ssshhh…" Heechul mendesah samar kala lidah Hangeng yang lihai menyapu kulit lehernya, mengirimkan getaran getaran elektrik dari titik sensitifnya. Dan pekikan kecil mengalun lembut dari bibir ranum Heechul yang membengkak saat Hangeng menghisap kuat kulit lehernya, meninggalkan jejak biru keunguan di kulit seputih susu nan lembut bak salju miliknya itu.

namja Chinese itu menyematkan kalung naganya pada leher Heechul, lalu kembali mendekap erat tubuh ramping dihadapannya.

"Kau milikku Princess… hanya milikku, dan selamanya akan tetap begitu" ucapnya lirih lalu mengecup singkat bibir Heechul dan beranjak pergi –sebelum salah seorang dayang menyadari perbuatannya.

Heechul jatuh terduduk, tubuhnya serasa lemas.. setetes liquid bening mengalir dari iris kelamnya yang tengah terpejam, disusul oleh tetesan lain dan isakan isakan kecil. Ia menggenggam erat liontin perak dari kalung yang dikenakannya, Tuhan benar benar tengah mempermainkannya –pikirnya sarkastik. Namja tampan yang memikat hatinya baru saja tengah menyatakan perasaannya, saat ia berikrar membuang hatinya.. justru saat itu sang pujaan hati hadir menawarkan kasih yang dimilikinya.

"Y-yang Mulia? Apa yang terjadi?" Heechul mengabaikan Taeyeon yang tengah menatap cemas padanya, bahkan saat semburat kemerahan benar benar tak berbekas berganti langit kelam tanpa bintang Heechul masih terisak dihalaman pavilion bersama sang dayang yang hanya mampu berdiri –menunggui sang 'Putri'.

_OUR PRINCE_

Hari ini rakyat Korea Selatan tengah berpesta ria, beberapa toko bahkan merelakan tutup demi menyaksikan peristiwa bersejarah yang akan mereka saksikan sepanjang jalan utama kota Seoul.

'seperti yang telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga istana, hari ini pernikahan antara Putra Mahkota Choi Siwon bersama putra salah satu keluarga konglomerat ternama di Korea Selatan –Kim Heechul akan dilaksanakan –piip'

Hangeng tersenyum miris menatap layar televisi 75 inci yang telah 'menggelap' menatap remeh pada satu setelan tuxedo mewah kualitas tinggi yang teronggok percuma di atas bed 'king size'nya. Ia meremas dadanya erat, sebuah rasa sesak memenuhi rongga dadanya.

.

Heechul menggigit bibir bawahnya, ia tidak siap! Oh tolong siapa saja bawa ia dari sini, ia bahkan sangat ingin beranjak dari sisi sang Putra Mahkota yang tengah menghadap kereta yang akan digunakannya untuk mengelilingi Seoul, sementara sang pendeta masih memberinya 'amanat'.

Mata Heechul bergerak gelisah kala sorotan kamera yang tak henti hentinya mengeluarkan sinar blitz dan suara 'cklik'. Namun sorot matanya berubah melembut saat menatap seorang namja tampan di barisan wartawan tengah mengenakan kemeja berlengan pendek dengan balutan cardigan black denim dan jeans casual tersenyum kearahnya.

'Han Gege..' ucapnya tanpa suara, namun seakan dapat didengar olehnya namja itu mengangkat sebelah tangannya mengepal keatas seraya mengucapkan kalimat penyemangat 'hwaiting!'

Heechul tersenyum tipis sambil mengangguk samar tanpa melepas kontak matanya dari Hangeng namun arahan untuk menaiki kereta membuatnya harus mengalihkan arah pandangnya.

Sesaat sebelum menaiki kereta Heechul berbalik menatap Hangeng dengan lembut sambil melafalkan sebuah kalimat yang sukses membuat namja Chinese itu membulatkan matanya –tak percaya

'na-do saranghae Han gege'

Siwon mengikuti langkah Heechul menaiki kereta kuda dengan rangka berlapis emas dan taburan berlian ini, sementara Hangeng hanya tersenyum pahit sembari melangkah mundur menjauhi keramaian yang membuatnya merasa sesak.

.

.

SM Entertainment Building

"A-aku mohon.. hiks.. Wonnie-ah jangan pergi.. a-aku, aku tidak bisa hidup tanpamu hiks.." Kibum bersimpuh, kedua lututnya serasa lemas. Ia bahkan tak sanggup untuk sekedar mengangkat wajahnya, lubang dihatinya terlalu dalam meski hanya untuk memberinya setitik kekuatan.

Prokprokprokprokprok

Applaus menggema di ruangan bergaya klasik itu, salah seorang yeoja berkacamata dengan rambut pirang ikal tergerai indah menghampiri Kibum yang tengah menghapus air matanya.

"Kau sungguh hebat nak! Aktingmu sangat memukau, selamat kau lulus.. kuakui kau diterima" ucap yeoja ber-nametag Seo Jo Hyun itu, sementara dari sudut ruangan muncul seorang yeoja cantik bertubuh semampai yang langsung mendekap erat tubuh Kibum.

"Selamat Kibum-ah kau berhasil!" pekik yeoja itu girang sambil mengeratkan pelukannya pada Kibum.

"Go-gomawo Sooyoung seonsang, ini juga berkat seonsang kan?" Kibum menampilkan killer smile nya, manik kelamnya menatap lurus sebuah layar besar disudut ruang audisinya.

"Pangeran Siwon ya? Dia memang sangat tampan sih… kuakui, namja yang menjadi pasangannya pun amat cantik bak Cinderella" Percakapan para juri yang menjadi pengujinya bagaikan sebilah pisau yang menghujam hatinya. Perih? Tentu saja.. saat melihat orang yang kau cintai tengah bersanding dengan orang lain dalam sebuah ikatan ikrar suci –pernikahan.

Ia menghela nafas lelah, setetes liquid kembali meluncur dari iris kelamnya. Ia tahu ini adalah resikonya, menolak pinangan Siwon dan meraih mimpinya… bukankah hal ini yang ia inginkan sedari dulu? Ya.. ia tak boleh mengalah, Kim Kibum kau harus kuat!

"Eh.. Kibummie cepat hapus airmata mu itu, aktingmu sudah selesai tapi airmata mu masih tetap keluar ya? Nanti ada yang menyangkamu menangis loh menyaksikan pernikahan Putra Mahkota, kkk…" Sooyoung terkikik kecil sambil menyerahkan sapu tangannya pada Kibum, tanpa menyadari perubahan raut wajah sang namja es.

'ini bukan acting seonsang.. aku benar benar menangis.. menangis untuk seseorang yang tengah bersanding dengan seorang namja cantik yang tengah diarak berkeliling Seoul dengan kereta.. aku menangis untuk sang Pangeran' batin Kibum miris seraya memejamkan kedua iris kelamnya, mengusap kasar airmata yang terus keluar dari pelupuk matanya.

"Sial.. kenapa airmata ini tak mau berhenti mengalir sih!"

.

TBC

.

**NOTE**

*Di Korea stempel itu berlaku sama seperti tanda tangan, hanya saja agar lebih meyakinkan kadang setelah ditandatangani kolega bisnis juga akan memberikan cap stempel atas namanya

*hanbok : baju adat Korea Selatan

*hanja : Hangeul (tulisan korea) kuno

.

.

Ghaaaahhhh…. Akhirnya selese jugaaaaaa….. UTANGGG FF EVIL! Huff *elap peluh* Chap ini benner benner penuh perjuangan, mana dikerjainnya 6 jam full nonstop! Uwaaahhh… sekarang aja udah jam 12 malem O.O alesan kalo ditegur eomma : lagi ngerjain presentasi ma.. taunya melenceng ke fic xD #LOL ngetik ff berkedok ngerjain tugas :p (durhaka lo Evil! Bo'ong ama ortu)

Huwee… tapi Evil dapet banget feel nya pas ngetik part HanChul moment loh! sambil dengerin OST. Nya Princess Hours yang Parrot by Howl itu! Jadi pengen nangis sendiri #Evil sarap# D

A/N : sekarang akhirnya Evil selesai semestr! untuk rasa syukur Evil, hari ini Evil langsung publish 3 story! dan untuk permulaan... yap! Evil nge-publish next part dari OUR PRINCE! YEEYY...

Ah iya ada yang bisa kasih tau Evil sekarang waktunya buat apaaa? Yappp! Bales review! Check this out! #halah

Cherry : Whatt? Kamu cinta SiChul? O.o persis ama tetua Evil! Dia cinta banget ama SiChul! :D gomawo.. review lagi nee?

Hungrybirds : nee.. gomawo ^-^

Siwonbias : ne! mari kita satukan HanChul dan SiBum! Yeeyyy… *tos*

Hani : Huwaaaa….. gomawooooo! Iya deh! Kalo kamu rajin review aku bakal terusin kok! :D ah ya.. jangan tunggu jandaku doong ntar Kyunnie ngambekk #LOL

YunieNie : nee… cheonma.. and gomawo udah review

Summerchu : Haha.. iya tuh! Awalnya sih pengen bikin first time nya jadi agak klimis dan telenovela gitu.. lari, tabrakan, pandang pandangan.. tapi Evil ngerasa itu udah kuno banget jadi dibikin half-naked aja dah! Kkkkkkk~ gomawo chingu..

: Diusahain deh scene romance nya, yang ini emang belum cukup ya? *kedip kedip innocent* #plakk

Kim Rae Sun : Ne chingu! Saking tampannya Han gege Evil ampe' sempet lupa diri! *diseret Kyu* HanChul is the best! Ini udah dilanjut, kuda mesum itu mah gak muncul dulu di chap ini.. cuman nyempil nama doang xP kkk….

Qhia503 : hah? Masa' sih eonn? Emang Evil nyebut BoA meoni dimana? Dia kan emaknya Siwon u,u BoA mah emang ratu kali' -,-

Hatakehanahungry : Wahaha… Evil juga ngakak ndiri baca scene pertemuan HanChul nya! Ngerasa bersalah juga sih, Han gege yang kalem malah jadi mesum gini xD Rok nya Chullie kan harum, kayak pheromone gitu buat Gege hehehe… tapi bukan berteman juga sih.. kayaknya disini Chullie pengen Evil buat nindas Bummie boleh gak? *puppy eyes* hahaha.. Evil gak mau BoA meoni dinistakan #i'mnotjumpingBoA iya nih Kyu disini ceritanya kurang bagus Korean speak nya, agak berantakan gitu pake aksen Jepang lagi! Eh ya, gomawoo … ini dah lanjut kaann?

Lizzy park : nih udah lanjut, gomawo..

ryanfujoshiSN : eh sempet bingung, kamu namja or yeoja sih? *mian gak tau* Chullie gak dipecat kok, cumin disiksa doang :D nih udah next gomawo…

Pokoknya jengmal gomawoyo buat yang kemaren menyempatkan diri meluangkan waktu untuk merivew karya Evil ini, review kalian benar2 berharga buat Evil karena setidaknya Evil bisa tau bagaimana tanggapan kalian terhadap karya karya Evil…

Akhir kata..

YunJae's Aegya

'

'

Kyuhyun's Concubine

'

'

Evil aka Avery Cho

'

'

Mind to Review please?

And thanks to all my silent readers! ^_^