Suara indah burung- burung disekitar hutan beserta gesekan pelan daun- daun dan ranting oleh angin mampu membuat suatu melodi nyata yang indah. Sosok tampan yang tengah tertidur beralaskan kayu itu terbangun. Mata- nya mengerjab pelan, membiasakan sedikit cahaya matahari yang menyeruak masuk dan langsung menembus retinanya. Pemuda itu menguap, lalu menjilat bibir bawahnya yang terasa kering.

" Eoh? Dimana? " Sosok tampan dengan tubuh tinggi bak model itu berkata lirih dengan suara beratnya. Ia menatap sekitar, dan menyadari kini dirinya tengah berada di suatu rumah kecil yang kumuh atau mungkin bisa dibilang gubuk. Ia kemudian duduk, dengan punggung yang menyadar di kepala ranjang.

" Apa yang terjadi? " pemuda itu kembali bergumam dengan alis yang menukik tajam, seolah mengingat kembali memori sebelum ia berada disini, di sebuah gubuk di tengah hutan.

Kriett..

Secepat kilat, mata hitam kelam miliknya menoleh menatap satu- satunya pintu usang yang kini terbuka dengan perlahan. Jantungnya berdegup keras, tanpa ia sadari menanti apa yang akan keluar dari balik pintu.

Mata besarnya melotot dengan gaya slow motion saat menatap sesosok pemuda kecil tanpa busana berjalan angkuh kearahnya. Ia kemudian mendatarkan wajahnya dan , " Baekhyun? " ucapnya mengenali sosok mungil yang kini tepat berdiri didepannya.

" Ya, Chanyeol? "

Pemuda itu –Chanyeol- bersumpah, Suara yang dikeluarkan sosok hybrid telanjang didepannya luar biasa seksi. Tidak ada kesan lugu dan polos lagi. Yang tertinggal hanya, Angkuh dan Seksi.

Chanyeol bahkan yakin, ia tidak memiliki gangguan penglihatan saat matanya dapat menangkap seringaian kecil tersemat di wajah manis itu. Chanyeol berusaha tenang, meskipun didalam hati ia terkejut. Tapi bukan dirinya sekali jika ia tidak bisa menahan rasa keingin tahuannya. Akhirnya ia memutuskan untuk berdiam diri dan menatap datar kearah Hybrid manis di depannya.

Setelah beberapa detik, akhirnya Baekhyun mulai bergerak. Ia mendudukkan tubuhnya dipangkuan Chanyeol yang berselonjor. Tangan lentiknya menekan dada bidang Chanyeol lalu meremasnya dengan gerakan pelan dan sensual. Tatapan menggoda ia berikan. Sedangkan Chanyeol masih menatapnya datar dan tak berminat. Tangan lentik itu turun perlahan hingga tepat berada di selangkangan Chanyeol. Merabanya dan tidak berniat untuk beregerak menuju penis si tampan yang masih tidak berekspresi.

Tanpa aba- aba, Chanyeol membalikkan keadaan dengan cepat. Baekhyun tidak terkejut, sangat tidak sesuai dengan prediksinya yang mengatakan jika Baekhyun akan menjerit takut. Malahan si Hybrid manis hanya tersenyum lalu melingkarkan lengannya di leher Chanyeol dan dengan berani menggesekkan lututnya ke bagian terselatan milik si tinggi.

.

.

.

.

.

.

Unique Hybrid
Lusiana

Character belongs to God, His Self, They Mom, They Agency, and They Fans

WARN: BOYS LOVE, YAOI, OOC banget, Newbie, Typo's bertebaran, Cerita abal, bahasa sesuka hati, Cerita pasaran, alurnya maksa :v

Pairing: ChanBaek

Genre: Romance, AU, Hybrid content, GJ. Tentuin sendiri aja.

Rating: M, jaga-jaga.

.

.

.

Sialan. Cuma mimpi ternyata. Chanyeol menatap sosok Baekhyun yang bergelung manja - lagi lagi - di area terpribadinya yang cukup mengeras. Dia ereksi. Chanyeol menatap jam dinding yang menunjukkan angka tiga. Bahkan, matahari pun belum terlihat.

Mata kelam itu melirik kearah si Hybrid, mengamati wajahnya yang masih lugu dan polos tidak seperti yang ada di mimpinya, Berani dan menantang.

" Hah.. " Chanyeol menghembuskan nafas berat, saat baru menyadari jika ia ereksi hanya gara- gara memimpikan sosok Hybrid manis yang tengah menggodanya. Mimpi Itu bahkan belum menuju tahap inti. Sial, Chanyeol segera menggelengkan kepalanya saat pemikirannya mulai membayangkan 'apa yang terjadi selanjutnya ketika ia membalikkan keadaan hingga Baekhyun berada di bawahnya'.

Pemuda tinggi itu beranjak dan berjalan kearah kamar mandi untuk menuntaskan 'masalahnya' , mungkin akan lebih baik jika ditemani dengan sebatang sabun.

.

.

.

Chanyeol menatap langit abu- abu kelam yang berhiaskan cahaya kilat disertai suara kerasnya Guntur yang memekakkan telinga dari balik jendela kamarnya. Mata sehitam malamnya menatap sosok bertelinga kucing yang kini meringkuk diranjangnya. Hybrid manis itu memakai berlapis- lapis pakaian Chanyeol yang kebesaran ditubuh kecilnya.

Sekelibat bayangan mimpi semalam membuat wajah tampan Chanyeol mengeluaran senyum tipis.

" Eoh? " Tersadar akan kegilaannya, pria dewasa itu menghela nafas pelan mencoba menenangkan pikirannya yang campur aduk. Dirinya harus benar benar melupakan segala pikiran yang akan membuatnya 'tegang'.

" Nghh.. " Chanyeol menoleh cepat ke arah sumber suara. Menemukan sosok imut yang kini terduduk diranjangnya, Menatap dirinya dengan pandangan yang masih belum sadar sepenuhnya. Mata sipit itu mengerjab- erjab pelan, tangan lentiknya terangkat untuk mengusap sedikit kotoran di matanya.

Chanyeol tanpa sadar menahan nafas.

Lalu, menghela nafas panjang saat menyadari Hybrid itu tidak diragukan lagi tingkat menggemaskannya dan juga … Memuakkan.

Pemuda yang dapat dikatakan sempurna itu mendatarkan wajahnya. Mendinginkan wajahnya sampai sedingin- dinginnya. Hybrid manis sontak mengerutkan keningnya saat melihat perubahan raut majikannya.

" Miaw? " Dirinya mengeong, berharap akan mendapatkan perhatian sang tuan tampan.

" Memangnya berapa umurmu? " Tanpa sadar si tinggi berkata,

Chanyeol baru menyadarinya, ada yang salah disini.

Ini seperti bukan dirinya.

Dirinya yang asli pasti akan membuat sosok malang itu pergi dengan sifat bejatnya. Tapi, apa? Dia tidak melakukannya.

Chanyeol tiba tiba menaikkan alisnya,

' Oh? Sifat bejat '

Kemudian, smirk.

Langkah panjangnya membawanya mendekat, dan berhenti tepat didepan Baekhyun. Ia membuka kausnya didepan pria berbibir merekah itu. Sekarang dirinya Topless, half naked kata lainnya. Menampakkan otot lengannya yang kokoh, dada bidang, dan perut terawat disertai beberapa abs samar. Sangat hawt dan rawr. Baekhyun masih menatapnya bingung.

Chanyeol mendorong Baekhyun hingga telentang pasrah. Dirinya dengan gerakan arogan mulai merangkak naik. Ia tepatkan wajahnya ditempat seharusnya. Lalu mulai mengecup bibir tipis yang merekah itu dengan lihai. Chanyeol adalah pencium yang handal.

Ia berhenti mengulum bibir Hybrid dibawahnya saat mendapati aroma busuk menguar masuk ke indera peciumannya. Mata hitam kelamnya menatap Baekhyun intens. Sedangkan Baekhyun hanya bisa menatapnya balik tidak mengerti. Chanyeol mulai mengendus leher jenjang mulus milik Baekhyun.

" Tubuhmu bau busuk. " Komentarnya pedas. Dirinya mulai beranjak bangun. " Mandi! " Perintahnya.

" Aku tidak mandi " Baekhyun menjawab, Chanyeol menaikkan sebelah alisnya –tampak keren.

" Aku tidak suka air " Lirihnya, Chanyeol baru menyadari. Kucing tidak terbiasa mandi melainkan,

" Kau menjilati tubuhmu? "

Konyol.

Bagaimana mungkin Chanyeol yang seorang jenius berkata seperti itu? Baekhyun bukan sepenuhnya kucing. Ia setengah kucing dan setengah manusia.

Idiot.

Bagaimana caranya dia menjilati bagian yang tidak terjangkau? Sialan, rasanya Chanyeol ingin menenggelamkan dirinya di payuda- samudera.

" Ehem " Chanyeol berdehem. Dengan suaranya yang berat, ia malah tampak seperti kakek- kakek yang akan melakukan pelecehan seksual pada bocah dibawah umur.

Ekor matanya melirik kaki telanjang Baekhyun, untung saja hoodie yang dari hari lalu dipakai Baekhyun dapat menutupi setengah pahanya, sehingga Chanyeol tidak harus menemukan benda bergelantungan.

" Bagaimana caranya kau membersihkan diri? " Kau bahkan tidak memiliki satupun kotoran ditubuhmu.

" Guru-ku memandikanku – "

" Kau bilang tidak suka air " Chanyeol menyelutuk. Ia melipat tangan didadanya. Sebenarnya itu pose yang sering ia tampilkan. Tapi tetap saja dirinya tampak keren saat melakukannya untuk yang kesekian kalinya.

" – Dengan tisu basah atau kain yang dibasahi " Baekhyun melanjutkan kalimatnya yang sempat dipotong oleh Chanyeol.

" Idiot! Apa yang dipikirkan Gu- tunggu, Guru kau bilang? " Chanyeol menghentikan makiannya, " Guru? Seseorang yang mengajarimu? "

" Ya, seseorang yang mengajariku. " Tatapan puppy itu berubah sendu, " Aku merindukannya "

" Kalau kau merindukannya, pulanglah. " Chanyeol mencetus santai.

Baekhyun mendongak menatap paras rupawan Chanyeol beberapa detik, " Aku tidak mau. Aku ingin disini bersama Chanyeol. " Katanya pelan, malu.

Sedangkan yang bersangkutan mengernyit jijik mendengar apa yang barusan dikatakan Baekhyun.

" Cepat mandi. " Perintahnya lagi.

" Chanyeol akan memandikanku? " Tanya si Hybrid penuh dengan keimutan yang dihiraukan Chanyeol.

" Tidak sudi. " Balasnya ketus.

" Aku memberimu waktu 15 menit untuk membersihkan diri, jika lebih dari itu aku akan benar- benar membuangmu. " Seteleah mengatakan itu, Chanyeol keluar dari kamarnya.

.

.

Lusiana

.

.

Menunggu bukanlah sesuatu yang Chanyeol sering lakukan. Seumur hidupnya Chanyeol tidak pernah menunggu. Apalagi menunggu tanpa hiburan dan tidak ada yang bisa dilakukannya. Ia lebih suka cepat dan on time. Jika tidak begitu maka ia akan memerintahkan seseorang – yang tentunya mengabdi padanya – untuk menyiapkan keperluannya satu hari penuh atau untuk hari- hari berikutnya.

Ia menatap kearah selangkangannya, dirinya ereksi lagi. Mengingat mimpi itu – wajah Baekhyun yang menantang - membuatnya turn on. Sialan. Ia benar- benar ingin membobol detik ini juga.

Oh tidak, Chanyeol bukanlah orang yang akan tidur dengan sembarang wanita ataupun pria. Ia seorang yang pemilih, asal kalian tahu. Tidak dengan pelacur ataupun seorang terkenal yang mengangkang lebar didepannya. Ia seseorang yang mengikuti insting. Firasat, kata hati.

Chanyeol mempercayai instingnya. Sangat.

Chanyeol melirik jam hitam mahal yang melingkar pas ditangannya, 15 menit lewat 3 detik.

Chanyeol berjalan angkuh, kembali memasuki kamarnya. Dan, Menemukan Hybrid telanjang yang masih basah.

" Apa yang kau lakukan? " Chanyeol memasang wajah tidak bersahabat. Baekhyun – si Hybrid – hanya berdiam diri mematung didepan pintu kamar mandi tanpa tau apa yang harus dilakukannya.

Kuping putih itu bergetar pelan. Tidak hanya itu, bibirnya memucat dan tubuhnya menggigil.

" Kenapa kau selalu membuat masalah? " Chanyeol berkata marah sambil berjalan kearah si Hybrid yang masih telanjang, " Berapa lama kau berdiri disini? " CEO muda itu menautkan kedua alis tebalnya. Apapun ekspresi yang dibuat Chanyeol akan tampak sangat keren dimata Baekhyun.

" Seharusnya kau memakai bathrobe, handuk atau setidaknya keringkan rambutmu! " Chanyeol membentak. Dirinya panik. Dia tidak pernah panik sebelumnya. Chanyeol adalah pemuda yang tenang dan dingin. Tapi melihat wajah pucat, bibir bergetar, mata sayu dan tubuh menggigil Baekhyun membuatnya panik dan marah sekaligus.

" Kenapa kau tidak bisa diam dan duduk manis?! " Chanyeol mendorong Baekhyun hingga membentur pintu kamar mandi dibelakangnya.

Baekhyun merasakannya. Bagaimana kerasnya pintu jati yang kokoh menabrak punggung telanjangnya. Tapi dirinya terlalu lemah dan pusing. Yang hanya bisa dilakukannya hanya menggigit bibir menahan sakit.

Chanyeol melihatnya, " Berhentilah membuat masalah. " Begitu dingin auranya. Hawa- hawa suram mengelilingi tubuh atletisnya. Tangan besarnya meremas pundak polos sosok rapuh didepannya.

Chanyeol menunduk, mengklaim bibir tipis pucat Baekhyun. Ia mengulumnya. Melumatnya ganas dengan nafsu dan amarah yang bercampur. Bibir sexy miliknya menyedot- nyedot bibir tipis itu. Ia melumatnya atas bawah bergairah. Tidak mempedulikan erangan putus asa sosok yang diciumnya brutal. Chanyeol semakin memperdalam ciuman kasarnya.

" Chanhh.. " Baekhyun melenguh pasrah, ia menutup matanya menyambut kegelapan. Tangannya terkulai lemah di masing- masing tubuhnya.

Chanyeol yang mendapati keadaan janggal sontak menjauhkan wajahnya. Ia menatap Baekhyun yang benar- benar pucat. Detik kemudian mata bulatnya membesar saat menyadari,

" Bernapas! Kubilang bernapas, Baekhyun! " Ia mengguncang bahu pemuda kecil didepannya brutal. Tidak, dirinya panik setengah mati. Chanyeol sudah tidak bisa mengontrol ekspresinya. Wajahnya benar- benar menampilkan kekhawatiran.

PLAK!

Chanyeol kehabisan akal, ia menampar pipi kenyal itu keras. Hingga menimbulkan warna kemerahan menjalar disana. Tapi, Chanyeol merasa lega saat melihat mata sipit itu terbelalak terkejut dengan dada yang naik turun.

" Beraninya kau .. " membuatku khawatir.

Tidak, Chanyeol bukan khawatir akan nyawa Baekhyun. Ia hanya tidak ingin repot- repot mengurusi pemakaman Hybrid didepannya jika sampai mati dirumahnya. Dirinya juga tidak ingin banyak wartawan berdatangan dan menanyakan hal yang aneh- aneh dan membuatnya pusing serta kerepotan.

Ya, hanya karena itu. Chanyeol meyakinkan dirinya. Bukan karena khawatir pada keselamatan Baekhyun.

.

Lusiana

.

Chanyeol sedikit menyesal sekarang, setelah kejadian ia menampar Baekhyun. Hybrid mungil itu langsung merajuk padanya. Chanyeol masih tetap didepan pintu kamar mandi. Sedangkan sang submissivekini tengah bergelung dibawah selimut tebal miliknya, diranjang lebih tepatnya.

" Kau merajuk? " Chanyeol berkata, memecah suasana hening yang biasanya ia sukai. Tapi, sekarang entah kenapa rasanya sangat menyebalkan saat ia tak dihiraukan. Pasalnya dari dulu, tidak ada yang pernah melakukan hal haram ini padanya.

Menghela nafas singkat, " Sebenarnya berapa umurmu? " . Dan tidak mendapati jawaban membuat Chanyeol kembali muak.

" Aku bisa saja mengusirmu jika kau tidak menjawabku " Chanyeol mengancam untuk hal yang sepele itu mustahil, tapi sekarang ia melakukannya. Karena biasanya Chanyeol hanya akan acuh.

" Baekhyun, Aku benar- benar memperingatimu. " Chanyeol habis kesabaran, Dirinya mungkin bukan pemuda sabar malahan dia sangat tidak sabaran. Tapi tetap dengan pembawaan tenangnya yang khas.

" Baiklah, keluar dari rumahku sekarang. " Ucapnya dingin, wajah datar khasnya kembali ia tampilkan. Rasa bersalahnya tadi hilang, menguap bersamaan dengan kesabarannya yang dari dulu memang setipis lembaran kertas usang.

" … "

" … "

" A-aku hanya sedikit kesal. Jangan usir aku, Chanyeol. " Baekhyun berucap pelan dari dalam selimut, tapi mampu masuk ke indera pendengaran Chanyeol yang lebih lebar daripada orang lain pada umumnya.

" Bisa berikan alasan kenapa aku harus menampungmu disini? " Chanyeol menggertak, gigi putihnya bergemulutuk nyaring.

Baekhyun bungkam. Benar, tidak ada alasan kenapa Chanyeol harus menampungnya.

' Oh! Ada.. Ada alasan kenapa kau harus menampungku, Chanyeol '

" Karena.. Aku suka Chanyeol. "

Chanyeol lagi- lagi menaikkan sebelah alisnya dengan gaya playboy sejati saatmendapati jawaban aneh Baekhyun.

" Tidak masuk akal " Si tampan bergumam, " Pergilah aku benar- benar muak melihat – " Menghentikan ucapannya saat tiba- tiba selimut tebal itu tersingkap dan menampilkan Baekhyun yang terduduk dengan tubuh telanjangnya.

' Sial, aku benar- benar muak melihat wajahmu ' pikirnya.

Lihatlah bagaimana Chanyeol tidak muak. Bibir tipis yang kembali berwarna pink alami milik Baekhyun bergetar –sedikit melengkung kebawah-, kedua telinga berbulu putih lembut itu melemas dan bergetar ringan, matanya berkaca- kaca dengan setetes cairan bening mengaliri sekitaran mata sipitnya, dan pipi gembul yang memerah akibat tamparannya. Jangan lupakan rambut dan tubuhnya yang sedikit basah, menambahkan kesan sensual yang apik.

Oh Tuhan, Chanyeol bisa lepas kendali sungguhan.

Masih dengan wajah datar, Chanyeol menggerakkan ekor matanya kesamping. Menatap apa saja asalkan jangan Baekhyun yang menampilkan wajah minta dirape.

" Ikut aku. "

" Tidak, Chanyeol akan membuangku. " Chanyeol menoleh dan mendapati Baekhyun yang menunduk. Ia juga dapat menangkap tetesan bening jatuh mengenai selimutnya. Itu airmata Baekhyun.

" Aku tidak. " Baekhyun mendongak menatap Chanyeol yang kini memejamkan matanya. Baekhyun langsung berbinar senang. Senang antara Chanyeol yang tidak akan membuangnya dan melihat wajah keren Chanyeol.

" Chanyeol akan membawaku kemana? " Baekhyun berseru kelewat antusias. Tubuh mungilnya melonjak- lonjak senang diatas kasur empuk majikannya.

" Jika di tempatmu, apa yang kau kenakan? " Chanyeol balas bertanya. Baekhyun mengernyit tidak mengerti akan maksud pertanyaan si tampan.

" Maksudku, pakaian. " Chanyeol membenarkan, " Kau tidak mungkin selalu menyembunyikan ekor dibalik punggung saat memakai celana dan .. tidak mungkin juga kau memasukkan ekormu di dalam celana. Itu mungkin – " Chanyeol berhenti, mencoba mencari kata yang sesuai , " – Terasa aneh. "

Memelihara Hybrid memang illegal. Maka dari itu, Tuan yang baik harus bisa menyembunyikan identitas piaraan Hybridnya. Maksudnya jika ingin mengajak Hybrid keluar, maka si tuan harus membuat Hybrid berbaur dengan cara menyamar menjadi manusia. Menyembunyikan telinga dan ekor, lebih tepatnya.

" Oh? " Baekhyun mengangguk paham, " Aku tidak memakai pakaian. "

Baekhyun hanya berniat bercanda, tapi tidak disangka ia mendapati ekspresi berlebihan dari Chanyeol saat mengatakan 'tidak pakai pakaian' .

Mungkin, selera humornya rendah dan.. payah.

Jadi Baekhyun melanjutkan, " Jika Guru-ku mengajakku jalan- jalan, ia memakaikanku rok tanpa dalaman dan rambut palsu untuk menutupi telingaku ".

Chanyeol mengangguk paham, " Tunggu, tanpa dalaman katamu? Apa itu tidak mencetak – " Chanyeol lagi- lagi menggantung kalimatnya, mencoba mencari kata yang sesuai " – Itumu "

" Ituku? " Baekhyun memiringkan kepalanya kekiri dan memasang wajah bingung yang sungguhan imut.

Chanyeol harusnya tahu, Baekhyun tidak akan mengerti dengan bahasa isyarat dari tubuhnya. Jadi, Chanyeol pun menjawab, " Penismu, maksudku. "

" Oh.. " Baekhyun mengangguk- angguk imut, tidak sadar ia tengah bertingkah aegyo.

" Rok-nya tidak ketat kok. "

" Maksudmu, Rok yang menggembung? " Tanya Chanyeol yang dibalas anggukan manis Baekhyun.

" Baiklah, pakai pakaianku dulu. Kau tidak apa jika menyimpan ekormu dibalik punggung lagi? " Baekhyun mengangguk ragu, " Kita akan pergi membeli beberapa pakaian untukmu. " Lanjut Chanyeol santai, seakan lupa perdebatan mereka beberapa detik yang lalu.

Baekhyun berbinar kelewat senang, " Apa itu artinya, Chanyeol akan menampungku untuk selamanya? "

" .. "

" .. "

Chanyeol bungkam. Selamanya? Seumur hidupnya? - Apa dirinya akan menampung Baekhyun selamanya? Chanyeol bertanya pada dirinya sendiri. Entahlah mungkin iya dan mungkin tidak.

.

.

Lusiana

.

.

Lotte Mart, mall terbesar di Seoul.

xxx

Chanyeol masih sibuk memilah- milah pakaian di toko langganannya untuk Baekhyun saat ia mendengar,

" CHANYEOL! " Suara teriakan Baekhyun. Ia menoleh kebelakang kearah tempat dimana ia meningggalkan Baekhyun. Berjalan tergesa, saat mendapati Baekhyun tengah ketakutan dengan seorang pria dewasa didepannya.

" Apa yang terjadi disini? " Chanyeol berkata dengan intonasi berat, ia menarik lengan Baekhyun dan membawanya kebelakang tubuh tingginya. Berniat melindungi.

" Siapa kau? " Pria asing itu bertanya dengan wajah emosinya yang kentara.

Chanyeol mengerutkan dahinya, membuat alisnya menyatu. Tatapan tajam ia berikan.

" Namaku Park Chanyeol, tidak mengenalku, eh? " Mungkin menyombongkan diri untuk kali ini tidak masalah.

" Aku tidak peduli. " Sosok yang Chanyeol akui cukup tampan itu menegaskan, Seolah ia memang benar- benar tidak peduli akan siapa itu Park Chanyeol yang agung.

" Baekhyun-ah, kemari. " Sosok asing itu memanggil Baekhyun dengan aksen yang akrab.

" Apa urusan Baekhyun denganmu? " Chanyeol makin mengeratkan genggaman tangannya di lengan Baekhyun. Ia dapat merasakan tubuh Baekhyun yang bergetar ringan dibelakangnya.

" Dia Hybridku, milikku. Aku membelinya dengan harga tinggi. " Pria dewasa itu menyombongkan dirinya saat mengatakan 'dengan harga tinggi' .

Mendengar itu, Chanyeol mulai melepaskan genggaman tangannya perlahan. Mata yang biasanya berkilat tajam itu tampak blank untuk sesaat.

Seakan tertohok, ia baru menyadari Baekhyun ternyata memiliki pemilik. Baekhyun bukan miliknya, melainkan milik sosok pria asing didepannya. Chanyeol terdiam berpikir, dan mengambil suatu pilihan yang menurutnya tepat.

" Ambillah. Aku tidak ada urusan dengan Hybrid memuakkanmu. " Chanyeol berkata dingin, kembali lagi menjadi Park Chanyeol yang angkuh dan arogan.

" Hiks .. Chanyeol .. " Tangan berjemari lentik itu menggenggam erat baju belakang Chanyeol.

xxx

Mungkin Chanyeol dan Baekhyun tidak bisa hidup berdua selamanya,

.

.

.

.

.

.

.

Mungkin juga bisa,

TBC

Maafkan saya karena menelantarkan fict ini. Untuk Chapter kedepannya 'mungkin' akan lama karena saya mau Hiatus untuk sementara waktu sampe' UN saya kelar. Jangan hujat saya pleaseeuuu. Maaf juga kalo ceritanya semakin ngawur dan gak nyambung, Maklumin aja karena saya masih baru :v Saya juga nyadar kalo bahasa penulisan saya makin gak jelas :3 btw, Ini No Edit dan saya ngetiknya dadakan.

Saya masih belum nentuin peran 'majikan aslinya Baekhyun'. Enaknya siapa ya? Mau kasih saran?

Dan untuk yang udah benerin tentang kesalahan kata 'They God' terimakasih, udah saya ubah :D

Thanks banget yang udah mau nunggu cerita GJ ini lanjut. Terimakasih juga buat Reviewers, Favers, dan Followers. Saya bahkan baca Review kalian berulang-ulang, ngakak sendiri bacanya. Review kalian membuat saya pengen cepet- cepet update rasanya (:

.

.

XxOMAKEXx

.

.

Chanyeol mengangkat ponsel pintarnya malas, ia melirik Baekhyun yang kini masih tertidur. Chanyeol tidak habis pikir. Berapa lama waktu yang dihabiskan Hybrid untuk tidur? Kucing memang memerlukan 18 jam untuk tidur tapi Baekhyun setengah kucing dan setengah manusia, ingat?

" – HALO! CHANYEOL? KAU DISANA? " Chanyeol menjauhkan ponsel dari telinganya.

" Tidak perlu berteriak, Jiyeon. Aku bisa mendengarmu. " Balas Chanyeol, " Ada apa? " Lanjutnya.

" Kau tidak menjawabku tadi jadi aku – "

" Langsung saja, kau tau aku tidak punya banyak waktu. "

" To the point seperti biasanya ya, Park Chanyeol. " Chanyeol yakin disana, Gadis manis itu tengah memutar bola matanya.

" Aku ingin bercerita tentang mimpiku " Setelah lama Chanyeol tidak membalas, akhirnya suara di seberang line kembali terdengar.

" Itu bukan urusanku. Aku tu – "

" Tapi Chan, Mimpi itu sesungguhnya adalah keinginan alam bawah sadarku! " Jiyeon menyahut keras diseberang telepon.

" Aku memimpikanmu berada diatasku, menyuntuhku dengan penuh gairah dimatamu dan bla bla bla "

Dan kata selanjutnya sudah tidak didengarkan Chanyeol saat Jiyeon mengatakan 'Mimpi adalah keinginan alam bawah sadar'

Yang benar saja, bung! Jadi mimpinya tentang Baekhyun yang berubah menjadi penggoda handal itu keinginan alam bawah sadarnya?

Serius? Chanyeol tidak bisa mempercayai ini.

Tidak masuk akal! Seorang Park Chanyeol berkeinginan menyetubuhi Hybrid macam Baekhyun?

" CHANYEEOOOOOOOOOL! KAU MENDENGARKU TIDAK, Sih? "

Mati saja!

' Piip '

Dan, sambungan terputus.

.

.

And, the last.

Mind To Review?

Surabaya, 12/28/2015

.Lusiana.