Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto.
New
Chapter: 3
Rapat berjalan dengan lancar dan itu membuat Hinata lega.
KRING KRING KRING!
Hinata mengambil handponenya dan menatap layar handpone itu. Sasuke.
"Moshi-moshi," Jawab Hinata.
" Hinata tadi kau kemana?" Tanya Sasuke disebrang sana dengan ketus.
"Tadi ada rapat. Aku lupa kalau hari ini ada rapat"
"Hah? Rapat? Rapat apa?" Sasuke bertanya-tanya.
"Sasuke lebih baik kau kemari saja dan lihat sendir"
"Kalau begitu kau berada dimana, aku akan kesana"
Hinata pun memberitahu alamat kantornya.
..
"Selamat datang Sasuke ini adalah kantorku," Ucap Hinata dengan senyum mengembang di bibirnya.
"K-kau tidak berbohong kan?" Sasuke tidak percaya akan ini semua. Dihadapannya sekarang ada sebuah kantor yang sangat megah bernamakan Lavender Tone.
'mengapa saat aku bersama Sasuke kegugupanku hilang? Aku merasa lebih tenang dan aku tidak lagi gagap' batin Hinata berbicara.
"Untuk apa aku berbohong. Aku senang musik, why not bila aku memiliki kemampuaan dan aku ingin oranglain pun bisa" senyum lembut Hinata masih mengembang.
"Maka dari itu aku membuat tempat bimbingan belajar untuk orang yang suka bermain musik. Ayo! Aku ajak kau berkeliling" Hinata pun menarik tangan Sasuke dan mulai mengajaknya berkeliling.
'Hinata kau sungguh menakjubkan belum selesaikah kejutan darimu mulai dari piagam-piagam itu, kepintaranmu yang kau tunjukan di depan kelas , mystery girl, dan sekarang kau memiliki tempat bimbingan belajar milikmu sendiri? Kau tambah menarik saja Hinata dan aku semakin 'suka kepadamu' Sasuke membatin
"Berbangalah Sasuke karna kau orang pertama di konoha senior high school yang datang kemari," ucap Hinata sambil terus berjalan.
"Sejak kapan tempat ini berdiri?" tanya Sasuke masih sambil memperhayikan sekelilingnya.
"Kira-kira setehun yang lalu."
"APA?" Sasuke kaget dibuatnya Hinata hanya bisa menganguk.
"Baru setahun dan sekarang sudah menjadi semegah ini" Lagi-lagi kejutan dari si nona Hyuuga.
"Lavender-nee ayo ke kelas sebentar lagi kelas akan dimulai" tiba-tiba datang dua anak kecil yang satu mulai menarik tangan Hinata.
"Lavender-nee?" Sasuke bertanya. 'siapa Lavender-nee ?'
"Konohamaru bisa kau jelaskan kepada kakak ini," Ucap Hinata pada anak yang berambut jabrik.
"Begini ya, disini sensei itu kami panggil menggunakan nickname dan kami tidak tega bila lavender-nii dipanggil mengunakan embel-embel sensei. Karna lavender-nee terlalu muda untuk dipanggil sensei." Jawab Konohamaru panjang lebar. Sasuke hanya bisa manggut-manggut tanda ia mengerti.
"Aku mengajar di kelas biola membimbing anak-anak berumur 7-10 tahun"
"Lavender-nee, lili-sensei tidak masuk karna sakit. Lalu siapa yang akan mengajar kelas piano?" Tanya anak perempuan yang tadi bersama Konohamaru.
"Sasuke apakah kau mempunyai keahliaan di bidang musik?" tanya Hinata.
"ya, aku bisa bermain piano," Ucap Sasuke. Perasaan Sasuke mulai tidak enak karna mendengar pernyataan gadis kecil itu.
"tepat sekali." Hinata langssung berseri-seri.
"memang ada apa?"
"hm... sensei yang mengajar di kelas piano sedang sakit. Kau mau menggantikannya kan Sasuke?" Hinata berharap Sasuke mau melakukanya.
"Tidak!" Sasuke menolak.
"Ayolah Sasuke ini demi aku. Aku mohon." Hinata masih memohon.
"Baiklah ini demi kau," kata sasuke.
"Dan juga karna aku mencintaimu meski aku baru mengenalmu kemarin," gumam sasuke dengan suara yang sangat pelan.
"Oh ya kau kuberi nama nickname apa ya?" Tanya Hinata kepada dirinya sendiri.
Tiba-tiba Konohamaru nyeletuk ngomong "Chick-nii."
Sasuke hanya manggut-manggut "Eh? Tadi kau bilang apa bocah?" Sasuke mulai sadar.
"Masih untung aku mengakuimu masih muda jadi aku tidak memanggilmu Chick-sensei." Ucap Konohamaru dengan entengnnya.
"Awas kau bocah!" Sasuke yang tetap tidak terima atas perkataan Konohamaru mulai mengejar anak itu sampai.
KRING KRING KRING
Bel berbunyi. Sasukepun menetralkan nafasnya yang semula tidak teratur sekarang mulai membaik.
"Sasuke ini buku dan materi-materi yang harus kau sampaikan." Hinata memberikan buku yang tidak terlalu banyak kepada Sasuke.
"Terima kasih hime," Ucap Sasuke tetapi dia memelankan perkataan yang terakhir ia ucapkan. Hinatapun mengantarkan Sasuke kekelas dimana Sasuke akan mengajar.
Dan Hari itupun Sasuke mengajar di tempat Hinata. Selesai mengajar Sasuke menemui Hinata di ruangan kantornya.
"Bagai mana Sasuke apakah menyenangkan," tanya Hinata dengan gembira
"Hn, begitulah mereka lumayan menyenangkan," ujar Sasuke.
TOK TOK TOK!
"Masuk."
Gadis berkucir empat berwaarna pirang itupun masuk. Temari membawa setumpuk kertas yang ia letakan di kedua tangannya. Dan mulai menaruhnya di meja Hinata.
"Ini laporan minggu ini Hinata," kata Temari sambil menetralkan nafasnya yang tidak teratur. Temari mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan Hinata dan Temari melihat sosok pemuda tampan yang berdiri di depan Hinata.
"Siapa dia Hinata?" Tanya temari kepada Hinata.
"Oh, ya aku lupa Temari ini Sasuke. Dan Sasuke ini temari asistenku."
Merekapun berjabat tanggan sambil memperkenalkan nama masing-masing.
"Hinata ternyata kau bisa juga mencari pengganti si 'bodoh' itu." goda Temari kepada kedua lawan bicaranya ini.
"A-apa maksut mu Temari" sekarang wajah Hinata sukset memerah.
'Kau tambah manis dengan rona merah di pipimu itu Hinata' batin Sasuke
"hahahahaha" Temari hanya bisa tertawa.
"hahahaha ga-gap m-mu ka-kambuh la-lagi" Ejek Tmari sembari mengikuti gagapnya Hinata.
..
Semenjak Hinata mengenal Sasuke lebih dekat hari-harinya jadi lebih berarti. Tetapi di sekolah Hinata mau pun Sasuke tidak memperlihatkan kedekatan mereka karna di dasarkan keselamatan keduanya dari amukan para SasukeFC. Sepulang sekolah mereka sering berpergian bersama seperti ketaman, belajar bersama, ataupun membantu Hinata di kantornya.
DRET DRET DRET
Pesan masuk Hinata mengambil ponselnya yang ia taruh di atas meja belajar.
From: Sasuke
Hay, kau tahu ujian 2 hari lagi apa kau sudah belajar.
Hinata tersenyum setelah mengetahui siapa yang mengirim dia pesan, tetapi sesaat kemudian mata Hinata terbelak.
"APA" hinata tidak mengira ujian tinggal 2 hari lagi.
To: Sasuke
APA? Kau tidak bercanda bukan?
DRET DRET DRET!
From: Sasuke
Untuk apa aku berbohong Hinata?
DRET DRET DRET!
To: Sasuke
Bodohnya aku, aku lupa. Baik sisa waktu 2 hari ini akan kupakai untuk belajar.
Sasuke aku mulai mengantuk aku tidur dulu ya.
Jaa
..
Ujian telah selesai dan itu membuat Hinata lega. Sekarang Hinata berada di bukit belakang sekolah bersama sasuke dibawah rindangnya pohon yang melindungi mereka berdua dari sengatan sinar matahari. Untung tempat ini tidak banyak orang yang tahu. Ini adalah tempat yang biasanya Hinata pakai untuk bermain biola. Hinata memiliki tempat menyembunyikan biolanya yaitu di dalam perpustakaan yang berada dekat dengan bukit ini. Tentu saja atas persetujuaan Iruka sang penjaga perpustakaan. Dan Iruka adalah satu-satunya sensei di sekolah ini yang mengetahui bakat Hinata.
"Hinata bagaimana orang-orang bisa mengakuimu ada bila kau selalu memakai topeng ketika bermain biola di cafe" kata Sasuke sambil menyandarkan kepalanya di pohon. Hinata pun melakukan hal yang sama.
"Oke Sasuke bila kau menginginkanya aku akan melakukannya. Malam ini aku akan membuka identitasku, hari ini juga kau harus datang ke cafe" jawab Hinata dengan senyum lembutnya.
"eh? Dan aku juga akan memberikanmu kejutan" Sasuke memberi senyum tulusnya yang hanya diperlihatkan untuk Hinata.
Hinata dan Sasuke saling menatap. tatapan damai. Tatapan keduannya mengandung arti yang sama yaitu. Cinta.
Sasuke maju kearah Hinata ia meminimkan jarak diantara keduanya. Wajah Hinata sekarang sudah semerah kepiting rebus. Dan Sasukepun mencium pipi Hinata dan membisikan sesuatu di telinga Hinata.
"Hinata,bolehkah aku mengobati luka di hatimu?" Tanya Sasuke tanpa mengubah jarak dia dan Hinata
"T-tentu s-saja Sa-Sasuke" Hinata menjawab dengan mantapnya. Sasuke semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Hinata. Tingal 1 centi meter lagi dan...
KRING KRING KRING
"Akh shit" umpat Sasuke.
Sebelum mereka berlalu meninggal kan bukit sekolah Hinata berkata.
"Aku juga akan memberimu kejutan Sasuke" Dan merekapun bergegas menuju kekelas. Tanpa mereka sadari mereka bergandengan tangan sepanjang jalan. Semua mata tertuju kepad mereka tetapi mereka tidak menghiraukanya.
Sampai mereka sampai di depan kelas semua mata terbelak atas pemandangan yang ada di hadapan mereka. Hinata dan Sasuke mengikuti arah pandangan semua murid dan mereka melihat ternyata selama ini mereka berdua berpegangan tangan.
Hinata dan Sasuke langsung melepas tengan mereka dengan Hinata yang merona Sasuke juga sebenarnya merona tapi dia cepat-cepat memasang wajah tanpa ekspresinya.
Hinata cepat-cepat duduk di kursinya lalu memandang keluar jendela dengan wajah yang masih merah padam. Dan Sasukepun melakukan hal yang sama seperti Hinata, tetapi ia memandang arah yang berlawanan dari arah yang Hinata pandangi.
..
TBC
Maaf bila masih ada kesalahan! Karna mae masih pemula! Mae harap chap ini juga tidak mengecewakan!
Dan maaf karna telat updet! dan mae ga bisa bikin yang panjang! mohon di maafkan.
uchihyuu nagisa,RikurohiYuki03,Himeka Kyousuke, ichsana-hyuuga, Deani Shiroonna Hyouichiffer, Divinne Oxalyth, atacchan, Kimidori hana. terima kasih atas reviewnya. Dan terima kasih atas semua saranya! Itu semua sangat membantu mae untuk mengoreksi semua kesalahan mae!
Deani Shiroonna Hyouichiffer: itu sih rahasia! Kapan sasuke nembak hinata itu masih di rahasiakan!
Divinne Oxalyth: Divinne mae ga bakal lupa sama divine secara kita suka telfonan selama 25 menit! Dan kita kan udah pacaran selama 12 tahun! Soal telepati dengan internet kayanya mae emang bisa deh *plakk*. Makasih atas semua saranya juga itu sangattttttttttttttt membantu. Kalo soal Hinata kerja apa itu semua pasti uadah jelaskan. Karna ada di chap ini.
atacchan: makasih atas sarannya. Tapi, maaf mae ga bisa updet kilat hehehehe.
Himeka Kyousuke: hehehe emang kemaren mae ga bisa updet kilat bisanya updet super kilat heheheh. Hahaha bukan rapat arisan. Tapi rapat ronda soalnya di komplek Hinata banyak maling *plakk. Ga mae Cuma becanda Hinata rapat kantor biasa ko.
Mae tidak bosan-bosan mengingatkan!
Don't forget to review!
