Chapter 3
School Of Freedom
Disclaimer : Bukan milik saya...!
Warning : Gaje!, Typo! Dimana-mana, OOC!, Bahasa gak baku!, Imajinasi Author!, Gak Suka Jangan Baca!,... Yang penting gue nulis buat "DIRIKU SENDIRI"
Pairing : Naruto X ...
Rating : T (seiring berjalannya cerita akan menjadi M)
Summary : Belajar itu membosankan, membuat pandangan ku tentang sekolah menjadi buruk... Hingga akhirnya aku mendapat kabar tentang sekolah swasta yang berkurikulum Everything is determined by bets...
Teeet
Bel istirahat berbunyi
Semua murid didalam kelas XI-2 keluar kecuali murid berambut pirang yang masih memikirkan tentang wali kelas barunya, dan disampingnya nampak murid berambut merah menatap kosong kearah meja semenjak awal pelajaran
Naruto yang sedang memikirkan alasan adanya Grayfia di sekolahnya tiba-tiba teringat akan janji Koneko tadi pagi, tanpa ba-bi-bu lagi ia langsung pergi meninggalkan Rias yang masih kalut dengan pikirannya
Seteelah sampai di lantai dasar dimana kelas X berada, ia mencari sosok gadis imut berambut perak pendek diantara banyaknya orang-orang yang berlalu-lalang
"Senpai" terdengar suara teriakan dari arah belakangnya, tepat disana gadis yang dicarinya berjalan kearahnya
"Akhirnya aku menemukanmu juga Koneko-chan" ucanya berlari kecil menghampiri Koneko
"Ayo senpai, kita pergi ke belakang sekolah!" Ajak Koneko datar
"Eh, kenapa tidak di lantai atas saja. Bukankah disana kita bisa melihat seluruh pemandangan sekolah dari atas"
"Tidak bisa senpai, nanti aku jelaskan"
Naruto yang penasaran akan perkataan Koneko hanya bisa menghela nafas dan mengikutinya dari belakang
Selama perjalanan mereka tak lepas dari pandangan murid yang lain, apalagi Naruto yang ditatap heran oleh mereka dan pandangan takjub yang di torehkan kearah Koneko
Naruto yang mengerti akan tatapan yang di tujukan padanya cuma diam saja dan yang membuatnya bingung adalah pandangan yang di tujukan ke Koneko
'apa Koneko sepopuler itu kah, hingga semuanya takjub padanya' batin Naruto menatap punggung mungil Koneko didepannya
At belakang sekolah
Kini terlihat dua sosok yang duduk berduaan di bangku panjang di bawah pohon besar, bagi murid lain yang melihat mereka dari jauh pasti akan berpikir bahwa mereka adalah sepasang kekasih yang sedang kasmaran, namun mereka berdua hanya duduk dalam keheningan, hingga akhirnya sosok berambut perak menyodorkan sebuah onigiri berbentuk kucing kepada pria pirang di sampingnya
"Untukku ?" Tanya Naruto dibalas anggukan
"Arigatou" ucap Naruto sambil menatap onigiri berbentuk kucing yang kawai itu dan memakannya dengan lahap hingga habis
Naruto lalu menatap Koneko Masih memakan onigiri nya dengan pelan, lalu pandangan tertuju sebutir nasi di pinggir bibirnya
"Pelan-pelan saja kalau makan" ucap Naruto mengambil sebutir nasi itu lalu memakannya
Koneko yang melihat tindakan Naruto kini tertunduk, wajahnya yang awalnya putih kini merah padam dan jantung miliknya berdetak lebih cepat
'apa ini rasanya berdekatan dengan laki-laki' batinnya menyentuh dadanya merasakan detakan jantungnya yang tak karuan
Sedangkan Naruto yang melihat Koneko tertunduk dan wajahnya yang merah berpikir apa Koneko sakit, tapi pikirannya itu ia tepis ketika melihat Koneko melanjutkan dan menghabiskan makanannya
"Jadi bisa kah kamu jelaskan mengenai 'gelar' itu" ucap Naruto menatap Koneko yang sudah kembali normal
"Baiklah, tapi akan ku jelaskan dulu mengenai sistem yang ada di sekolah ini"
"Pertama, orang yang berkedudukan tinggi disekolah ini adalah pengurus OSIS, mereka inilah yang membantu Kouchou dalam menjalankan kurikulum sekolah dan juga pengurus OSIS bukanlah murid biasa, hanya orang yang berbakatlah yang bisa menjadi anggota OSIS dan juga Kaichou sendiri lah yang memilih anggota OSIS"
"Kedua, The Twelve Ruler Kings mereka ini adalah orang-orang yang memiliki bakat di bidangnya masing-masing. Aku juga kurang tahu tentang para raja ini, karena informasi tentang para raja sangatlah rahasia, bahkan dikelas X tidak ada satupun yang tahu identitas para raja tersebut..."
"Eh, bagaimana bisa tidak ada yang tahu" ucap Naruto berpikir menatap Koneko yang merona tipis
"E-entahlah m-mungkin hanya kelas XI dan XII yang tahu" ucap Koneko malu yang membuatnya terlihat imut
Naruto tersenyum tipis melihat tingkah Koneko yang lucu dan memintanya melanjutkan penjelasannya
"Ketiga, Crowned King adalah orang-orang yang memiliki bakat yang hampir sama dengan The Twelve Ruler Kings, hanya saja mereka tidak bisa mengalahkan para raja namun mereka tetap diakui bahwa mereka berbakat dan di berikanlah gelar tersebut..."
"Apa Crowned King mewakili setiap para raja ?" Tanya Naruto penasaran dibalas gelengan oleh Koneko
"Untuk Crowned King, jumlah mereka tidak diketahui dan banyak pula dari mereka yang memiliki bakat yang berbeda dari The Twelve Ruler Kings"
"Souka, lalu mengenai yang di koridor tadi"
"Oh, itu yang terakhir, kali ini tentang pembagian daerah bagi seluruh murid di sekolah ini, kelas X berada di lantai dasar dan seluruh murid kelas X di larang untuk naik ke lantai dua dan hanya diperbolehkan dengan alasan perintah guru ataupun izin dari para senpai, begitu pula dengan kelas XI tidak diperbolehkan untuk naik kelantai tiga hanya saja seluruh murid kelas XI bebas ke lantai dasar namun jarang sekali ada senpai yang datang ke lantai dasar palingan cuma anggota OSIS yang sedang berpatroli, dan bagi kelas XII mereka bebas ke mana saja selain ruang club dilantai empat" Jelas Koneko menatap Naruto dengan wajah merona
Naruto yang mendengar penjelasan Koneko mulai mengerti mengenai sekolah yang membuatnya tertarik ini
Teeet
Bunyi bel yang menandakan waktu istirahat telah habis
"Arigatou atas informasinya, ayo kita pergi bel sudah berbunyi" Naruto berdiri dan mengulurkan tangannya ke Koneko yang disambut dengan wajah merona malu
At Kelas XI-2
Selama pelajaran Naruto hanya menguap dan menatap bosan ke sensei yang menjelaskan di atas.
Naruto melirik ke samping kirinya dimana Rias duduk diam memperhatikan dengan baik apa yang dikatakan oleh sensei-nya. Lalu Naruto melirik ke samping kanannya yang membuatnya tertarik. Terlihat pria berambut cokelat sedang tertidur pulas di mejanya, entah darimana tiba-tiba muncul ide yang cukup gila di kepalanya
Naruto kemudian mendekati meja murid tersebut dan membuka bukunya untuk melihat namanya
'Hyoudou Issei ka, hoho ini pasti akan sangat menyenangkan' batin Naruto dengan seringai di wajahnya
Naruto lalu kembali ke posisi semula dan merobek selembar kertas di bukunya dengan pelan-pelan dan menulis beberapa kata, kemudian ia meremas-remasnya lalu melemparkannya ke punggung sensei-nya
Pukk
Semua murid terkejut melihat sensei-nya dilempari sebuah kertas, sedangkan sang sensei mengambil kertas itu dan membacanya
Hei kuso sensei, aku bosan dengan pelajaran mu, lebih baik sensei keluar saja, kau pikir pelajaran mu itu menarik apa, cih asal kamu tahu sensei pelajaran mu itu sangat membosankan...baka
Jika sensei keberatan datang saja ke belakang, kita tentukan dengan 'suit' . jika aku menang, sensei keluar dan jika aku kalah, terserah sensei...
Hyoudou Issei
sensei-nya dengan muka marah menghampiri Issei yang tengah tertidur pulas di belakang
Naruto yang melihat sensei-nya mulai mendekat, ia pun membangunkan Issei dengan menendang tulang kering Issei dengan keras
"Arrhk" teriak Issei langsung bangun mengelus-elus kakinya
Semua murid menatap tak percaya ke Issei yang berteriak sekeras itu saat sensei mendekati nya
"Ho kau telah berani ya Issei-kun, saa kita mulai" ucap sensei mendekati meja Issei
Issei yang baru saja merasakan rasa sakit kini bingung dengan apa yang dikatakan sensei-nya
"Gunting, gunakan gunting cepatlah" gumam Naruto yang hanya bisa di dengar oleh Issei
Issei malah tambah bingung mendengar perintah dari Naruto apalagi sensei-nya sudah berada di depannya sambil mengepalkan tangannya
"Jan Ken Pon" teriak seluruh murid di kelas nya
Tanpa pikir panjang Issei memilih gunting dan alangkah terkejutnya ternyata sensei-nya memilih kertas
Semuanya terkejut melihat Issei mengalahkan sensei mereka, apalagi Issei yang notabennya pria bodoh yang di pikirannya cuma berisi hal-hal yang berbau mesum bisa menang dalam suit, sungguh keajaiban
Beda lagi dengan Naruto yang kini memperlebar seringainya melihat sensei-nya kalah dalam suit, seperti yang Naruto duga pasti sensei-nya akan memilih kertas, dilihat dari emosinya dan kepalan tangannya yang kuat. Jika sensei akan memilih batu maka tangannya tak akan di kepal dan ia yakin sensei tak akan memilih gunting karena emosi yang mengendalikan sensei-nya membuat pikirannya terganggu
sensei-nya shok melihat Issei mengalahkannya suit dan mundur selangkah ke belakang
Naruto lalu melihat kertas yang jatuh dari sensei-nya ke lantai kemudian memungutnya dan membacanya, ia lalu berdiri dan menatap sensei-nya
"Sensei, seperti yang tertulis di sini anda harus keluar dari kelas kami" ucap Naruto santai dengan menunjukkan selembar kertas yang kusut ke semua orang di dalam kelas
Murid-murid yang lain mulai berbisik-bisik sambil melirik ke arah sensei
Sensei yang mendengar bisik-bisik dari muridnya mengeraskan rahangnya dan berbalik pergi keluar kelas
Naruto yang melihat sensei-nya keluar tersenyum tipis dan melempar kertas itu dan duduk di bangkunya lalu menghela nafas
"Hah, akhirnya pelajaran membosankan itu berakhir"
Issei yang melihat teman-temannya mulai mendatanginya kini bingung
"Hei Issei kau penyelamat kami"
"Ya Issei, kau memang hebat"
Kata per kata pujian mulai keluar dari teman-temannya, tapi bukan dirinya yang berhak mendapat pujian melainkan Naruto, yang telah memberinya saran
Issei ingin menjelaskan bahwa bukan ia yang mengalahkan sensei-nya melainkan Naruto, tapi saat ia ingin menjelaskan ia melihat Naruto mengangkat tangan kanannya dan merapatkan kedua jarinya (jari telunjuk dan jari tengah)
Issei yang mengerti akan kode yang di berikan oleh Naruto hanya pasrah
Sedangkan Rias kini menatap Naruto dengan tatapan heran
"Tak kusangka kau bertindak sejauh itu pirang sialan"
Naruto lalu melirik Rias dan tersenyum tipis
"Asal kau tahu saja, aku akan melakukan apapun untuk menang"
Rias yang mendengar Jawaban Naruto cuma mendecih kesal
"Ne Rias, bagaimana kalau kita main suit ?" Tawar Naruto dengan pandangan bosan
"Apa maksudmu pirang sialan" Jawab Rias ketus
"Mudah saja, begini jika aku kalah gelar mu akan ku kembalikan, tapi jika aku menang kau harus menjawab seluruh pertanyaan ku dan mengabulkan permohonan kecilku, ne Rias-chan" Tawar Naruto dengan seringai di wajahnya
"Kau yakin dengan ini ?" Tanya Rias ragu akan taruhan yang dinyatakan Naruto
Naruto hanya memutar bola matanya dan menghela nafas "Tentu saja, kau takut"
"Tentu saja tidak, maksudku taruhannya tidaklah seimbang" Rias menjelaskan bahwa yang Naruto taruhkan tidak sebanding
"Aku tidak melanggar kok, bukankah peraturannya mengatakan apabila keduanya telah sepakat maka permainan bisa dilakukan" Naruto mengingatkan kembali peraturan permainan yang dijelaskan Azazel
"Baiklah, tapi Jangan kau sesali perbuatanmu kali ini" balas Rias setuju untuk melakukan suit dengan Naruto
Naruto yang cuma mengangkat kedua bahunya tidak peduli mendengar ucapan Rias
Naruto dan Rias saling berhadapan dengan tangan kanan mereka dikepal kedepan
"Jan Ken Pon" ucap mereka berdua dengan tangan diangkat
Naruto menguap saat mengangkat tangannya yang membuatnya menutup mata
Dan hasilnya adalah...
Kertas vs Batu
Rias melongo melihat ia kalah untuk ketiga kalinya, kali ia tidak percaya dengan yang dilihatnya. Naruto yang sudah berhenti menguap, akhirnya membuka mata dan menatap bosan hasil didepannya
"Eh, sepertinya aku yang menang ne Rias-chan"
Rias tak percaya, ia melihat sendiri saat Naruto memilih kertas saat itu ia dalam keadaan mata tertutup saat tengah menguap
'apa-apaan ini. Sebenarnya seberapa beruntungnya kah dirumu Naruto-san"
Teeet
Bunyi bel pulang berbunyi
Rias akhirnya tersadar dari kagetnya saat mendengar bunyi bel berbunyi
"Ne Rias, nanti malam pukul 7, aku menunggumu di asrama tua untuk menjawab seluruh pertanyaan ku, jaa ne" ucap Naruto dan berjalan keluar menggendong tasnya
Rias masih tak percaya kalau orang yang dia lawan bukan hanya hebat melainkan punya keberuntungan yang luar biasa
Malam Hari
Di tengah-tengah ruangan yang luas, duduklah seorang pria berambut pirang di atas sofa
Mata saphire miliknya tak pernah lepas dari smartphonenya, ia sangat serius memainkan smartphonenya hingga aktivitasnya terhenti saat terdengar suara ketukan pintu
Tok tok tok
"Masuklah!"
Saat pintu terbuka muncullah sosok perempuan berambut merah crimson panjang dibalut dengan dress merah panjang selutut, perempuan itu berjalan mendekati Naruto
Naruto yang melihat Rias telah berada di dekatnya mempersilahkannya untuk duduk. Naruto lalu meletakkan smartphonenya di meja dan menatap Rias heran
"Kenapa kau berpakaian seperti itu ?"
Rias tersentak mendengar pertanyaan Naruto, ia bingung menjawab apa, soalnya pakaian yang di kenakan Naruto hanya pakaian santai dengan kaos putih dengan corak merah serta celana panjang berwarna hitam
Naruto yang menyadari Rias kebingungan cuma menghela nafas
"Hah, lupakan saja. Jadi, katakan padaku informasi yang kau ketahui tentang The Twelve Ruler Kings ?"
Naruto menatap serius ke Rias yang di balas dengan tatapan yang sama
"Apa yang ingin kau ketahui tentang The Twelve Ruler Kings ?
"Semuanya"
"Baiklah, pertama-tama aku akan memberitahukan padamu siapa saja yang mendapat gelar raja yang berada di kelas XI. Pertama Fifth King, King Of Chess yaitu Sona Sitri dari kelas XI-1, ia mendapatkan gelarnya saat ia masih kelas X, dan saat itu juga Sona di angkat menjadi Fuku Kaichou. Sebelum ia menjadi Raja, Sona sempat ikut kejuaraan catur nasional dan mendapatkan juara satu dan saat ia sudah menjadi Raja, Sona dipilih untuk mewakili Jepang mengikuti pertandingan catur internasional dan sayang sekali Sona hanya dapat juara ketiga waktu itu"
Naruto terkejut saat mengetahui bahwa Sona adalah salah satu dari The Twelve Ruler Kings, sungguh mengejutkan apalagi saat ini Sona menjabat sebagai wakil ketua OSIS
'Sona Sitri tak kusangka kau tambah semenarik ini' batin Naruto mengingat kembali pertemuannya dengan Sona
"Kedua Seventh King, King Of Cards yaitu Raiser Phoenix dari kelas XI-3, orang ini sangat hebat dalam bermain kartu, baginya kartu itu sudah menjadi bagian dari dirinya. Satu hal yang membuat orang ini dikatakan hebat yaitu pada saat ia menguras habis uang dari beberapa pejudi profesional yang dilawannya dalam permainan Poker beberapa bulan lalu, tapi dibalik kehebatannya ia mempunyai sifat buruk yang selalu bermain dengan wanita"
Rias merasa jijik saat mengatakan kalimat terakhirnya
"Tunggu, kalau tidak salah Raiser yang kau maksud itu pria ayam itu kan"
"Ya, tapi dimana kau bertemu dengannya setahuku dia itu jarang ada di sekolah"
"Jadi benar ya. Tadi aku sempat melihat Raiser sedang bercumbu dengan seorang wanita di belakang gedung sekolah, awalnya aku pikir mereka sepasang kekasih, tapi saat ku perhatikan lagi wanita tersebut nampaknya terpaksa"
Ya saat pulang sekolah Naruto memang melihat pria pirang dengan gaya rambut yang membuatnya mirip seperti ayam (itu pemikiran Naruto) sedang mencumbui seorang wanita
Rias geram mendengar perkataan Naruto "Itu pasti salah satu dari budak yang dimilikinya, dasar Raiser sialan dengan seenaknya ia memperlakukan wanita sebagai mainannya"
"Tenanglah dan lanjutkan penjelasan mu" Naruto mencoba menenangkan Rias
Rias mendecih kesal dan menghela nafas pelan "Baiklah, selanjutnya Tenth King, King Of Battles, yaitu Vali Lucifer dari kelas XI-1, satu kata untuk menggambarkan orang ini Akuma, ia bahkan di juluki Gin no Akuma oleh Azazel-senseidan yang membuatnya semakin menakutkan adalah marganya Lucifer. Untuk informasi mengenai orang ini kau bisa mencari tahu pada murid laki-laki di sekolah"
Naruto penasaran dengan orang ini apalagi dengan julukan iblis Perak itu 'hoho tak kusangka sekolah ini semakin menarik'
"Keempat Eleventh King, King Of Dices yaitu Otsutsuki Kaguya dari kelas XI-1, wanita ini sangat cantik sampai-sampai banyak murid yang menjulukinya Hime-sama tetapi saat ia bermain kecantikan hanya akan membawa keburukan bagi lawannya. Dia juga salah satu pengurus OSIS sama seperti Sona"
"Kelima Sixth King, King Of Swords Arthuria Pendragon dari kelas XI-1, Arthuria seorang bangsawan dari keluarga pendragon, ia sangat ahli dalam memainkan pedang. Aku tak tahu seperti apa permainan pedangnya tapi kata temanku, saat Arthuria memegang pedangnya maka ia seperti seorang Raja yang sesungguhnya. Itu saja yang ku ketahui, oh ya masih ada tiga Raja dari kelas XI yang tidak ku ketahui sedangkan sisanya adalah dari kelas XII" jelas Rias panjang lebar
Naruto mengangguk dan menatap Rias yang duduk dengan gelisah, awalnya ia bingung dan akhirnya ia mengerti tingkah Rias
"Astaga tuan rumah macam apa aku ini, tunggulah sebentar" Naruto beranjak dari duduknya dan pergi menuju ke dapur
Rias yang melihat Naruto pergi pun bingung, tapi ia tak peduli, ia lalu memperhatikan sekelilingnya, sungguh menakjubkan gedung yang di katakan asrama tua ternyata seluar biasa ini, belum lagi desain dan interior dinding gedung asrama tua ini yang menakjubkan
"Maaf membuat mu menunggu lama" Naruto datang dengan membawa nampan berisi dua gelas ocha dan sepiring kue coklat
Rias memandang heran kearah Naruto yang meletakkan dua buah gelas ocha dan sepiring kue coklat di atas meja
"Minumlah"
Tanpa basa-basi Rias langsung meminum ocha itu dan melebarkan matanya
'enak sekali, jangan bilang kalau dia yang membuatnya' Rias terkejut saat meminum ocha itu
Naruto terkekeh melihat Rias terkejut saat meminum ocha buatannya itu
"Cobalah kue itu, ya walaupun rasanya agak pahit sih"
Rias lalu mengambil kue coklat itu dan memakannya
'apa-apaan ini, kue coklatnya sangat enak apalagi rasa manis pahitnya yang seimbang menciptakan rasa yang baru kali ini kurasakan, tak lupa dengan coklatnya yang meleleh saat didalam mulut, sungguh luar biasa' Rias tak percaya dengan apa yang dirasakannya kali ini
Tidak di sangka kue coklat yang berada di piring tersebut telah habis dimakan oleh Rias
Naruto yang melihat itu cuma tersenyum tipis "baiklah Rias, sekarang aku mau bertanya. Apa aku bisa menantang salah satu dari The Twelve Ruler Kings ?"
Naruto bertanya kepada Rias namun dibalas dengan gelengan kepala
"Kau tidak akan bisa menantang secara langsung salah satu dari mereka"
Rias memandang Naruto yang saat ini menatapnya tajam yang membuatnya ketakutan
"Hanya ada satu cara untuk menantang mereka" lanjut Rias cepat karena takut akan tatapan Naruto
"Apa itu ?" Naruto bertanya dengan nada berat
"K-kau harus bisa mengalahkan Queen mereka" Rias menoleh ke arah samping menghindari tatapan maut Naruto
"Aku hanya tahu dua Queen dari The Twelve Ruler Kings, pertama Shinra Tsubaki dari kelas XI-1 yang merupakan Queen dari Fifth King, Sona Sitri. Ia juga salah satu anggota pengurus OSIS dan juga merupakan salah satu dari orang yang mendapat gelar Crowned King. Lalu Yuuto Kiba dari kelas XI-3 yang merupakan anggota dari klub Kendo dan ia adalah Queen dari Sixth King, Arthuria Pendragon"
Rias melanjutkan perkataannya dengan cepat agar Naruto tidak bertanya lagi
Naruto memikirkan perkataan Rias mengenai para Queen tersebut
"Kalau begitu, apa kau tahu siapa saja yang mendapat gelar Crowned King ?"
"Yang ku ketahui saat ini cuma ada lima, pertama kau sendiri, Shinra Tsubaki, Himejima Akeno dari kelas XI-3, Ravel Phoenix dari kelas X-1 dan Xenovia Quarta dari kelas XI-4. Itu saja yang ku ketahui dari mereka selebihnya aku tak tahu"
Naruto mengangguk mendengar jawaban Rias "Arigatou, kalau begitu kau boleh pulang. Sekarang kita sudah impas"
Rias lalu berdiri dan melangkah menuju pintu keluar diikuti Naruto yang mengantarkannya hingga di depan pintu
Sesampainya di luar gedung Rias berbalik dan menatap Naruto dengan tajam
"Aku tak tahu apa yang sedang kau rencanakan. Tapi asal kau tahu, berhati-hati lah dengan Vali dia itu sangat berbahaya"
Naruto yang mendengar peringatan Rias cuma tersenyum tipis
"Tak kusangka, ternyata kau perhatian padaku" Naruto berkata dengan nada mengejek
"Aku tak mengkhawatirkannya mu, pirang sialan. Aku hanya mengingatkan mu untuk tak mencari masalah dengan Vali"
"Kheh, bukankah itu sama saja"
"Cih, terserah kau saja. Aku tak peduli jika kau di habisi oleh Vali"
"Hhhh, bukankah sudah kukatakan padamu Rias. Aku akan melakukan apapun untuk menang, ingat itu"
"Terserah, aku mau pulang"
Rias pun berbalik pergi dan menghilang dari pandangan Naruto
Naruto lalu masuk kedalam dan menutup pintu, lalu melangkah menuju ke kamarnya
Tok tok tok
Ketukan pintu membuat Naruto terhenti dan berbalik menuju pintu depan. Naruto dengan pelan membuka pintu dan melihat sosok perempuan berambut perak panjang mengenakan pakaian maid serta sebuah koper besar di sampingnya
"Selamat malam Naruto-sama, maaf menganggu anda selarut ini" perempuan itu menunduk dan tersenyum tipis
Naruto cukup kaget melihat sosok di depannya saat ini dan menyuruhnya masuk. Sesampainya di ruang tamu Naruto kemudian menyuruhnya untuk duduk dan menatap bingung sosok yang duduk dengan tenang di hadapannya saat ini
"Jadi, Grayfia apa yang kau lakukan disini, dan ada apa dengan pakaian mu itu" Mendengar ucapan Naruto membuat Grayfia menatap Naruto dengan senyuman tipis
"Saya adalah pelayanan pribadi anda, jadi saya akan mengikuti anda dimana pun anda berada" ucapan Grayfia membuat Naruto ingat akan tugas Grayfia sebagai pelayan pribadi yang di berikan oleh ibunya mulai saat ia berusia 7 tahun
"Aku tahu itu. Tapi kenapa kau bisa kesini bukankah kamu sekarang menjadi guru di sekolah ini" Naruto mengingat kembali waktu tadi pagi saat Grayfia memperkenalkan diri
"Saya diminta oleh Azazel untuk tinggal di asrama ini, awalnya saya menolak tapi setelah mendengar bahwa anda tinggal di asrama ini saya pun langsung setuju" Grayfia menjelaskan kenapa ia bisa berada di sini
"Aku mengerti. Apakah kaa-san yang menyuruh mu datang kesini ?" Tanya Naruto yang dibalas dengan gelengan
"Tidak, ini atas kemauan saya sendiri yang di setujui oleh nona-sama"
"Souka, kalau begitu aku menantang mu untuk suit. Jika aku menang kau harus menuruti seluruh perintah ku dan jika aku kalah kau bisa melakukan apa saja semaumu" Naruto berdiri dan berjalan menuju Grayfia dan duduk tepat di sampingnya
"Apa yang anda katakan Naruto-sama, saya adalah pelayan anda apapun yang anda perintahkan akan saya lakukan dan saya tidak akan berani membangkang, jadi Naruto-sama tidak perlu melakukan hal tersebut" Grayfia segera menunduk ke Naruto yang berada di sampingnya
"Bukan seperti itu. Kau memang pelayan ku, Tapi itu hanya bila ada di asrama tapi kalau di sekolah kau adalah sensei ku. Jadi aku harus melakukan ini agar kau bisa mematuhi ku di asrama maupun di sekolah. Kau mengerti kan" Naruto menggeleng danmenjelaskan maksudnya
"Maaf atas kebodohan saya, saya benar-benar tidak mengerti apa yang anda pikirkan, sekali lagi saya minta maaf"
"Tak apa-apa kok, jadi mari kita mulai"
Jan Ken Pon
Gunting vs Kertas
Naruto tersenyum tipis melihat Grayfia menghela nafas lega karena kalah
"Kalau begitu sesuai dengan taruhan tadi, kau harus menuruti seluruh perintah ku di asrama maupun di sekolah" Naruto memandang Grayfia dengan senyuman tipis
"Seperti yang ku harapkan Naruto-sama, aku pasti akan menuruti perintahmu apapun itu walau harus mati pun aku tetap bersedia" Grayfia membalasnya dengan tatapan serius yang membuat Naruto terkekeh geli
"Hhhh, aku tak akan pernah membahayakan dirimu malahan aku yang akan menjagamu. Bukankah waktu kita kecil kamu yang selalu menemaniku dan kali ini biarkan aku yang menjagamu" ucap Naruto dengan tatapan lembut serta senyuman tulus
Grayfia tersentak atas ucapan Naruto, matanya bergetar dan air mata jatuh mengalir di wajah cantiknya, dengan cepat ia menghapus air matanya tapi tangannya di tahan oleh Naruto dan kemudian kedua tangan Naruto memeluknya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Naruto
"Kau tak usah menahannya Grayfia" Naruto memeluk Grayfia yang menyenderkan kepalanya di dada bidangnya
"Hiks hiks, Naruto-sama. Aku punya permohonan kalau bisa?"
"Apa itu Grayfia, katakan saja!"
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi sampai kapan pun"
Ucapan Grayfia membuat Naruto tersenyum tipis dan mengeratkan pelukannya "ya aku takkan pernah meninggalkan mu"
Mendengar jawaban Naruto membuat Grayfia sangat bahagia dan membalas pelukan Naruto. Naruto mengelus-elus pelan rambut perak Grayfia dan melepaskan pelukannya lalu menatap sendu kearahnya
"Jangan nangis nanti cantiknya hilang loh"
Grayfia dengan cepat menghapus air matanya dan tersenyum tipis menatap wajah Naruto yang sangat dekat dengan wajahnya. Naruto perlahan berdiri dan mengulurkan tangannya ke Grayfia yang menyambutnya dengan senyuman manis di bibirnya
"Ayo, ini sudah malam beristirahatlah. Aku akan mengantarmu ke kamarmu"
Naruto berjalan menuju lantai dua di ikuti Grayfia di belakangnya membawa kopernya. Naruto kemudian berhenti di kamar no 15 yang berada tepat didepan kamarnya
"Ini kamar mu, istirahatlah jaa ne Grayfia"
Setelah Naruto mengantar Grayfia, ia lalu masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Grayfia menunduk hormat dan masuk ke kamar miliknya saat Naruto telah masuk kedalam kamarnya.
Naruto merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya sambil memejamkan matanya kemudian membukanya kembali dengan seringai di wajahnya
'aku pasti akan menikmati seluruh hal yang menarik di sekolah ini, dan kali ini yang akan ku lakukan pertama adalah menjadi raja'
Naruto dengan seringai di wajahnya tiba-tiba tersentak ketika menyadari sesuatu
"Permohonan kecilku, cih kuso bagimana aku bisa melupakannya"
Naruto lalu memikirkan kembali seluruh percakapannya tadi dengan Rias, hingga pada akhirnya ia menyeringai ketika menyadari sesuatu yang membuatnya makin tertarik dengan sekolah ini...
TBC
School Of Freedom
Akhirnya Chapter 3 selesai juga, ugh setelah lama mencari sesuatu akhirnya ketemu dan taraaa... hehehehe
Ok, ada beberapa hal yang harus diketahui :
Pertama, The Twelve Ruler Kings. Terdapat dua belas orang yang memiliki gelar tersebut, yang kini telah di ketahui
1. Fifth King, King Of Chess yaitu Sona Sitri kelas XI-1
2. Sixth King, King Of Swords yaitu Arthuria Pendragon Kelas XI-1
3. Seventh King, King Of Cards yaitu Raiser Phoenix kelas XI-3
4. Tenth King, King Of Battles yaitu Vali Lucifer kelas XI-1
5. Eleventh King, King Of Dices yaitu Otsutsuki Kaguya kelas XI-1
Mungkin ada yang bertanya kenapa kebanyakan dari kelas XI-1 ? Hhhh itu akan terjawab seiring berjalannya waktu
Kedua, Crowned King. Jumlahnya tidak diketahui, dan telah di ketahui sebanyak lima orang
1. Uzumaki Naruto kelas XI-2. Spesialis, Chess
2. Shinra Tsubaki kelas XI-1. Spesialis, ...
3. Himejima Akeno kelas XI-3. Spesialis, ...
4. Ravel Phoenix kelas X-1. Spesialis, ...
5. Xenovia Quarta kelas XI-4. Spesialis, ...
Ketiga, Queen. Mereka berjumlah dua belas dan mewakili setiap raja, dan telah diketahui dua orang
1. Shinra Tsubaki kelas XI-1 Queen dari Sona Sitri kelas XI-1
2. Yuuto Kiba kelas XI-3 Queen dari Arthuria Pendragon Kelas XI-1
Ok itu saja info yang telah di ketahui untuk saat ini. Dan satu hal lagi disini Grayfia berumur 20 TAHUN.
Salam Fernando Indrawan...
Rain714 Out
