Chapter 3 XDDD
Selamat membaca semuanya ^^
Latihan drama kita penih dengan aura mematikan.. Jadi ekspresi mereka jadi pada hancur... -_-"
Para anggota panitia " mati ketakutan
Souji minus Yosuke dan Kou : menjaga sikap didepan Chie, bahkan Rise gak berani manja2an didekat Souji
Yosuke : Takut jadi korban Chie
Kou : Merasa Chie seperti ini karna dia.
"Baiklah.. Satonaka, Ichijoko, Hanamura. Apa kalian punya solusi untuk bagian romantis?" tanya bagian penata ruangan.
"Hrmmmm" ketiga2nya mikir dengan otak mereka yang lumayan itu *dicabik2
"Begini saja, Yosuke. Andai kata saat bagian romantismu dengan pacarmu abagaimana suasana yang kamu inginkan?" tanya seorang lagi yang nongol2 batang kupingnya
"Mungkin aku ingin sedikit pertarungan dengan musuh yang entah apa, saat itu pacarku ditawannya lalu aku menolongnya.." pikir Yosuke bego tingkat tinggi.
"Kalau aku mungkin ingin susana malam yang tenang dan romantis dengan latar bintang2 yang indah lalu menari dibawah sinar bulan yang megah.." pikir Kou romantis ngetzzz
"Baiklah, masalah selesai. Akan kami usahakan apa yang kau inginkan Hanamura." ngacir pergi
"HAH? SERIUS TUH?" tanya Yosuke gak yakin
"Tentu saja, kau tenang saja. Semuanya bisa kami atur.." sok banget ni orang -_-"
Hari uji coba bagian romantis dimulai, pertama2 bagian Kou, dikarnakan bagian lain udah ok, tinggal bagian romantisnya aja yang belum diuji cobakan, mengingat acaranya dimulai besok.
"Malam ini indah sekali, bukan begitu putri?" ceritanya Kou langi ngajak putri jalan2 dihalaman kerajaan.
"Ya.. Malam ini sangat indah.." ucap Chie yang kata2 diteks banyak yang diubah seenak steak, tapi gak jadi msalah bagi yang lainnya.
Musik romantis yang udah diatur mulai mengalun, latihan dansa yang selama ini dilatih dicoba disini. Tidak ada kesulitan sama sekali, semuanya berjalan sesuai rencana. Sekarang bagian Yosuke dan Chie.
2 ekor shadow berbadan besar tiba2 muncul didalam kastil kerajaan Chie yang lalu menyerang chie, melihat itu Yosuke dengan gagah beraninya (cuih -_-") mengambil pedangnya dan menyerang kedua monster itu. Tapi monster yang memegang Chie melempar chie kearah berlawanan, dengan cepat Yosuke menangkap tubuh Chie sebelum menghantam lantai.
"Oke.. tidak ada masalah.. Jadi besok bisa aman.." jawab produser.
"Ah.. AKHIRNYA BISA SANTAI! Kita tinggal berharap besok tidak ada masalah dengan properti..." ucap bagian penata panggung lega.
Selagi bagian properti bernafas lega, tim infestigasi plus Kou sedang berdiskusi alot gila..
"Kalau acara ini berhasil, aku bakalan buat makanan dan pesta besar" ucap Chie semangat
"Jangan.. Kalau kau yang buat kami bisa mati" ucap Yosuke ketus.
"KURANG HAJAR!" menendang bagian 'masa depan' Yosuke.
Hari sabtu, tepatnya jam 8 acara festifal dimulai.. Sekarang semua orang sudah berkumpul di aula sekolah. Acarapun dimualai.. Sampai jam 10 malam acara diisi oleh band2 kacun yang beracun (?) Setelah sekian lama aku menunggu.. Untuk keda.. *dilempari batu* Setelah para band2 kacun tak berguna penuh racun ini turun (?)
"Baiklah, terima kasih kepada band who want who (?) yang telah menampilkan bakatnya. Sekarang waktu telah menunjukkan pukul 10 malam tepat. Apa semuanya masih semangat?" tanya MC dengan suaranya yang mirip Teddie
"TENTU!" toa semua minus para tamu undangan dari mantan murid Gekkokan high school.
"Apa yang membuat mereka begitu bersemangat sampai jingkrak2 kayak orang belom minum obat?" tanya Akihiko sweatdroop ngelihat para murid2 kelewat semangat kayak orang gila minta dibius (?)
Menurut pamflet yang diberikan tadi, yang mengisi acara sampai jam 12.30 malam itu, club drama." ucap Mitsuru memperhatikan kembali pamflet tersebut.
Sementara MC sedikit mengulur2 waktu agar penataan panggung yang ditutupi tirai merah yang kurang sedikit sentuhan (menurut si Kashiwagi). Sementara penataan panggung dilakukan, dapat dilihat wajah sabar menunggu dari para tamu khusus kita ini.
Akihiko dan Minako : Bercanda terus.. =="
Minato dan Yukari : Memperkirakan apakah ditempat ini, tepat jam 12 malam nanti shadow akan muncul dan semua orang berubah menjadi peti dan hal2 yang harus mereka lakukan saat itu terjadi.
Junpei dan Fuuka : Ngebahas tugas yang diberikan dosen mereka selama liburan.
Shinji dan Mitsuru : Sibuk ngebahas drama yang akan ditampilkan dan orang2 yang akan tampil nanti.
Ken dan Koromaru : Makan popcorn karna bosan mendengarkan pembicaraan yang gak penting dari MC yang berambut afro itu *digebukin MC*
Aegis dan Metis : Ngango
Sedang dibelakang panggung.. Semua tim drama dan para pemain drama mendoakan akan kesalamata mereka. Berdoa agar tidak ada masalah dengan drama yang akan mereka tampilkan, berdoa agar gak lahap lawaknya lalapan milik Kashiwagi, dan berharap agar tidak mengulang satu tahun lagi dikelas 3.
"Baiklah, sepertinya penataan panggung sudah selesai.. Selamat menyaksikan drama yang sudah sangat kita tunggu-tunggu" langsung ngacir pergi setelah dilempari tutup botol oleh para penonton yang udah gak sabar.
Pada zaman dahuku kalaaaaaaaa *dilempari spatula karna kelamaan* Ada sebuah kerajaan yang sangat indah dan megah. Raja dari kerajaan ini sangat baik, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan sangat memperhatikan keadaan rakyatnya, tetapi Raja dan Ratu meninggal dalam perjalanan kembali kekerajaan setelah melukan pertemuan dengan 2 kerajaan lain. Saat itu mereka mengalami kecelakaan yang sangat tragis, dimana kereta kuda yang membawa sepasang suami-istri ini harus bertabrakan dengan sapu terbang miik nenek gila (?) yang tinggal dipuri tak jauh dari kerajaan mereka. Merekapun harus meninggakan kedua anaknya yang masih sangat kecil, pendek, manja, ingusan, be.. *ditendang Chie keplanet entah berantah* Semenjak itu anak perempuan sekaligus anak pertama mereka yang baru berusia 10 tahun harus memimpin kerajaan tersebut. 7 tahun telah berlalu, Sekarang gadis ini telah beranjak dewasa (ya iyalah.. Masa usia 17 tahun masih dibilang bayi? Tapi kalo bayi raksasa sih mungkin ==a *dijedotin ketembok*)
"Onee-chan!" toa Teddie membangunkan Chie dari acara coret moret yang seharusnya membuat proposal untuk kerajaannya.
"Waa! Teddie? Kau mengagetkanku!" bentak Chie frustasi karna dikagetkan dari belakang.
"Aku cuma mau bilang, jangan lupa hari ini kita ada acara." ingat Teddie
"Soal acara dansa itu.." ucap Chie yang lalu disalip dari samping kiri yang kebetulan kosong (?)
"Bukan acara dansa saja Chie-senpai! Tapi juga acar untuk mendekatkan diri dan menyesuaikan diri dengan 2 pangeran yang notabenya adalah calon suamimu." ucap anjing cihuahua yang datang entah dari mana*digebuki fans Rise*
"Oh.. Ada Rise juga ternyata" ucap Chie santai yang baru menyadari kedatangan istri adiknya ini (disini peran Rise udah diganti menjadi istrinya Teddie).
"Waaaa~ Teddie! 'Ugh.. dialog pada bagian ini yang gak aku sukai' hueeee" Chie tiba2 aja nangis kaya kesambet setan *ditendang chie*
"Waa.. Onee-chan? Adaapa?" Teddie langsung panik kagak ketulungan.
"Onee-chan kenapa?" tanya Rise mengcopy kata2 Teddie.
"Apa aku batalkan saja acaranya? Lagipula Onee-chan juga terlihat agak pucat." tanya Teddie kesihan melihat keadaan one-chan kesayangannya ini.
Entah dari mna datangnya, tiba2 terasa aura gelap menusuk yang sangat membunuh.
"OH NO YOU CAN'T!" toa Yukiko gak mau acara yang sudah diperintahkan oleh almarhum orangtua kedua bocah ini tidak dilaksanakan.
"A.. Aye mam!" ucap Teddie yang serasa kencing dicelana *dicincang Teddie*
"Nona, sebaiknya anada segera bersiap2 untuk persiapan pesta nanti. Pangeran Teddie dan Nona Rise "Cuih! Amit2 cabang Jakarta! Habis acara ini, aku musti gosok ni mulut pake sabun 7 warna, 7 rupa, 7 bau, 7 tempat!' bisa menikamati teh yang telah saya siapkan ditaman belakang lalu setelah itu bisa bersiap2 juga." ucap Souji berusaha menahan rasa muntah yang menghinggaoinya saat mengatakan kata2 yang tabu baginya itu.
Malampun tiba, para tamu undangan mulai memenuhi ruang pesta super megah itu. 2 orang calon suami Chiepun telah duduk disinggah sananya. Sayup2 terdengar suara teriakan dari lantai atas kamar rias Chie
"AKU GAK MAU PAKE BAJU NORAK SEPERTI ITU!" tolak Chie begitu mengetahui bahwa baju yang disipkan Kashiwagi itu berwarna putih dengan renda2, anting, jepit rambut, gelang, dan kalung yang telah disipakan yang tentunya bertatakan berlian imitasi. Bahkan sepatu yang harus digunakan Chie itu adalah sepatu hak setinggi 5 cm yang terbuat dari bahan kaca.
"PAKAI ATAU KUPAKSAKAN KAU MEMAKAI INI! DAN CEPAT LEPASKAN JAKET HIJAU KESAYANGANMU ITU! ITU BUKAN BAJU UNTUK PESTA!" bentak Yukiko tak kalah seru.
"Ba.. Baik..Tapi aku gak akan pernah memakai kalung dan gelang ini!" akhirnya Chie mengalah juga setelah mendapatkan tatapan sadis penuh darah dari Yukiko.
Kembali ke ruang pesta
"Hei, Kou.. Lebih baik kau saja yang jadi suaminya." ucap Yosuke setelah mendengarkan pertandingan seru antar Yukiko dan Chie tadi.
"Hmm? Apa kau yakin Yosu?" tanya Kou menyakinkan bahwa dia tadi gak salah mendengar apa yang dikatakan oleh Yosuke tadi.
"Aku yakin 10000000000000000000000000000% Aku juga yakin kalau dia gak mungkin bisa tampil cantik.. Paling ntar dia keluar kayak odong2." hina Yosuke menusuk hati, kalo Chie dengar pasti Yosuke udah terbang diluar angkasa yang gak butuh waktu lama sampai dia mati kekurangan oksigen.
"Perjanjian tidak bisa ditarik." ucap Kou menyodorkan tangannya yang lalu dijabat dengan pasti oleh Yosuke.
TBC
Saya hanya ingin satu kata.. Review ^^
