Dilema? (Sebelumnya : BoBoiBoy's Love)

.

.

.

A/N : Hai semua. Pada ch 3 ini saya memutuskan untuk merubah judul FanFic ini dari BoBoiBoy's Love menjadi Dilema? Alasan? Sederhananya sih karena banyak orang yang tidak suka dengan judul yang sebelumnya. Yah, sepertinya cukup itu saja. Happy Reading! (Oh, yeah. Penyakit Bad English akhirnya sembuh)

Disclaimer : BoBoiBoy & kawan-kawannya itu milik Animonsta Studios dan saya hanya meminjam karakternya untuk membuat FanFiction ini


"Hey, Zahra. Apakah kau pernah merasakan Cinta?"
"Memangnya kenapa?"
"Aku ingin merasakannya. Bagaimana rasanya... mencintai seseorang"

Entah apa yang sebenarnya dipikirkan gadis itu. Ia hanyalah seorang gadis yang polos. Memiliki sikap yang tenang dan juga agak dingin. Jarang ada yang melihatnya berkomunikasi dengan orang lain. Orang seperti Farissa ternyata juga ingin merasakan "Cinta".

Zahra hanya terdiam mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya.

"Farissa, siapa teman cowok yang paling dekat denganmu?"
"Teman cowokku hanya satu. BoBoiBoy."

"BoBoiBoy? Baiklah, kalau dia mungkin bisa" pikir cewek wakil ketua OSIS itu

"Aku mungkin bisa membantumu"
"Bagaimana?"
"Jam istirahat nanti... Temui aku di kantin. Aku ke kelas dulu, ya."
"Tunggu dulu."
"Ada apa lagi?"
"Aku lebih suka dipanggil Farissa."
"Baiklah, aku akan memanggilmu Farissa. Dah."

Farissa melihat ke arah jam dinding. Jam itu menunjukkan angka 07.05. "Masih lama. Sebaiknya aku istirahat dulu" (Et dah nih cewek kerjaannya tidur mulu).

Berpindah menuju BoBoiBoy ^_^

"Oke, sudah selesai!" Teriak Gopal sambil menutup bukunya
"Wah, hebat sekali kau Gopal." Puji Ying yang baru saja masuk kelas
"Hebat apanya? Dari tadi nyontek ke buku aku." Kata BoBoiBoy dengan nadanya yang lemas
"Hehehe." Tawa Gopal dengan ciri khasnya (Musim 2 Episode 5)
"Hmph. Dari dulu sampai sekarang gak ada perubahannya." Ujar Fang
"Oh, iya. Kau tau tidak BoBoiBoy?" Tanya Gopal sebagai perubah topik
"Tau apa?"
"Kawan baru kita itu. Eng, siapa namanya?"
"Farissa?"
"Ah, iya. Dia memang baru kemarin pindah ke sekolah ini. Tapi ada rumor yang mengatakan jika dia itu anak hantu!"

KRIK KRIK... KRIK KRIK...

"Apa maksud kau?"
"Tidak ada yang pernah melihatnya di luar jam pelajaran. Dia hanya muncul saat belajar saja. Saat istirahat & saat pulang dia tiba-tiba menghilang!"
"Aku pernah melihatnya."

KOK KOK... KOK KOK...

"Mungkin itu hanya khayalan kau."
"Aku bahkan pernah berbicara padanya."
"Mungkin itu imajinasi kau."
"Bahkan sampai 4 kali."
"Mungkin kau akhir-akhir ini sedang mengantuk?"
"Kemarin 3 kali dan hari ini 1 kali."
"Mungkin itu mimpi kau yang datang bertubi-tubi?"
"Ada saksi."

PUCUK... PUCUK...

"BENARKAH!? SIAPA!? SIAPA!?"
"Ketua OSIS kita."
"YAYA!?"
"Bukan dia, tapi wakilnya."
"Amelia-senpai!? (Make "senpai" sebagai tanda penghormatan biar kayak anime-anime)"
"Iya."
"Sekarang jam berapa?"
"07.10"
"Kita masuk jam berapa?"
"07.30"
"Baiklah. BoBoiBoy, ikut aku!"
"Kemana?"
"Udah, ikut aja!" Katanya sambil menarik lengan BoBoiBoy

Berpindah menuju Farissa ^_^

Farissa kini sedang beristirahat di bawah pohon seperti biasa. Dengan senyuman kecil disertai dengan alunan lagu yang ia nyanyikan. (Ya elah cuma kayak gini doank?)

Berpindah menuju Zahra ^_^

"Jadi bagaimana?"
"Hmm... Nampaknya tidak ada pilihan lain, kita harus melakukannya."
"Baiklah, ambil suara. Siapa yang setuju dengannya?"
"6 setuju dan 4 tidak setuju. Kalau begitu, sudah diputuskan!"

Oh, lagi rapat. Sebaiknya jangan ganggu.

Kembali berpindah menuju BoBoiBoy ^_^

"Hey, Gopal. Kemana kau bawa aku?"
"Menemui Amelia-senpai."
"Dia sedang rapat."
Gopal menghentikan langkahnya dan berteriak "KENAPA GAK BILANG DARI TADI!?"
Dengan nada santainya BoBoiBoy menjawab"Kau baru bilang kita ingin ke sana."
"Kalau begitu kita balik ke kelas." Katanya sambil kembali ke kelas
"Frustasi?"
"Bukan, Fress Tea (Sponsor, all right reserved)"

Sesampainya mereka di kelas ^_^

"Oh, kalian. Abis ngapain?" Tanya Ying
"Diem, dia lagi frustasi."
"Bukan, Luwak White Coffee (Sponsor lagi, all right reserved)"

*Time Skip to 07.35 ^_^

"Baiklah. Murid-murid, keluarkan buku teks MTK kamu"
"Baik, Cikgu."

Kayaknya ini gak penting, time skip lagi ^_^

*Time Skip to 09.30 ^_^

PUCUUUUUUUUK! *suara bel istirahat

"Lah, kok suara bel jadi kayak gitu?"
"Ini pasti kerjaannya Author nich."
"Enaknya kita apain dia?"
"Gak usah banyak tanya, kita CINCANG dia!"
"Abis itu mayatnya kita otopsi"
"Terus kita tusuk jadiin sate"
"Bakar dah di api unggun!"
"Terakhir kita berpesta pora sambil menari-nari di sekitar api unggun!"
"HAHAHAHA *tertawa jahat rame-rame*"

Ini bukan kerjaan Author, ini kerjaannya BoBoiBoy. Kan kemaren dia nyantet orang yang tugasnya bunyiin bel, Kan? Kan? Kan?

Gak inget? Mari kita ingat kembali ^_^

*Flashback ON

"Hey, BoBoiBoy. Ingatlah peraturan No.1 : Jika di sebuah lorong yang gelap kau mendengar suara aneh, segera tinggalkan tempat itu! Mungkin itu bukan orang... Itu hantu... WUUUUUU~"

*Flashback OFF

Eh, salah ya? Maaf, maaf. Nih yang betul

*Flashback ON

"Gw bakar loe hidup-hidup. Gw ceburin loe ke kolem lava. Awas aja loe..."

*Flashback OFF

Bener kan? Masih ada satu lagi. Ini dia!

*Flashback ON

"Kalo gw ketemu orang yang ngebunyiin belnya gw telen pake golem naga tanah. Awas aja lu. Ay ganna kill yu!"

*Flashback OFF

Kebanyakan flashback ya? Kesimpulannya, jangan ambil mangga Pak RT oke?
*GUBRAK

.

Back to the Topic (^_^)

.

"Hey, BoBoiBoy!" panggil Gopal
"Ng?"
"Ayo ikut aku!"
"Nyari si wakil ketua OSIS itu?"
"Weits, kok bisa tau?"
"Terbaca jelas dari mukamu"
"Sudahlah, ayo!" Katanya sambil menarik lengan BoBoiBoy

Berpindah menuju Farissa ^_^

Farissa datang menemui Zahra di kantin seperti apa yang ia ucapkan tadi pagi.

"Oh, akhirnya kau datang juga. Duduk, duduk."
"Jadi bagaimana caranya?"
"Kau benar-benar serius ya?"
"Katakan saja padaku bagaimana caranya."
"Yah, yang harus kau miliki adalah Hubungan."
"Hubungan?"
"Kau harus berhubungan baik dengan orang yang ingin kau cintai. Itu langkah pertamamu."
"Kalau begitu aku siap."

"Baiklah, seberapa jauh kau mengenali BoBoiBoy?"
"Aku tidak tau."
"KALAU BEGITU KENAPA KAU BILANG KAU SUDAH SIAP!?"
"Karena aku memang sudah siap."
"KALAU BEGITU BUKTIKAN!"
"Bagaimana aku membuktikannya?"
"JANGAN TANYA AKU, PIKIRKANLAH SENDIRI!"
"Aku ngantuk."
"Eh?"
"Itu yang ada di pikiranku."
"KAU INI MANUSIA APA BUKAN SIH!?"
"Aku manusia."
"KENAPA KAU SELALU MENJAWABNYA BEGITU SINGKAT!?"
"Karena aku... Manusia?"
"LALU APA HUBUNGANNYA!?"
"Tidak ada."
"KALAU BEGITU TAK USAH DIKATAKAN!"
"Baiklah."
"BERHENTILAH MENJAWABNYA DENGAN SINGKAT!"
"Baik."
"ITU BAHKAN LEBIH SINGKAT DARI SEBELUMNYA!"
"Baiklah, aku mengerti?"
"ITU SAMA SAJA!"
"Baaaaiklaaaah, aku mengerti."
"KAU HANYA MEMPERPANJANGNYA SAJA!"
"Baiklah, aku-"

"STOP, STOP!"

"Aduh, kau ini..."
"Kenapa denganku?"
"Ah, bukan apa-apa."

"Ah, itu dia!" teriak Gopal di seberang sana

"Hey, Gopal. Kau lihat siapa yang di depannya?" kata BoBoiBoy
"Ng... Itu adalah... Alina?" ujar Gopal
"Oh, iya. Sebenarnya apa sih yang ingin kau lakukan?"
"Sudah, ayo kita ke sana." Katanya sambil menarik lengan BoBoiBoy

"Amelia-senpai!" panggil Gopal
"Berapa kali aku harus mengatakannya padamu? Panggil aku Zahra saja."
"Kalau begitu, Zahra! Aku ingin bicara dengan orang ini" katanya sambil menunjuk Farissa
"BoBoiBoy juga ada di sini ya? Ini kebetulan sekali." Ujar wakil ketua OSIS itu
"Apanya yang kebetulan?"
Zahra menarik tangan Farissa dan BoBoiBoy sambil berkata "Ikut aku, kalian berdua."
"Hoy, Hoy, Hoy! Aku belum bicara dengannya!" kata Gopal
"Oh, ya. Aku lupa. Makcik Kantin! Orang ini yang bayar ya!"
"Eh? APA MAKSUDMU!? Hoy, tunggu!"

Makcik Kantin memegang pundak Gopal seraya berkata "Bayar dulu"
"TIDAAAAAAAAK!"

"Ng, Kak Zahra?" panggil BoBoiBoy yang tangannya masih ditarik oleh Zahra
"Kenapa?"
"Kemana kau membawaku?"
"Halaman belakang sekolah."
"Ngapain?"
"Tanya aja sama Farissa."
"Ng... Farissa?"

"Kita kesana... Untuk mencari tau apa itu Cinta"
"Hah?"

.

Sesampainya mereka di halaman belakang sekolah...

"Sebenarnya mengapa kau membawaku ke sini?" tanya BoBoiBoy
"Aku ingin berbicara sebentar denganmu." Kata Zahra
"Kenapa harus di sini?"
"Sudahlah, ikut aku."

BoBoiBoy mengikuti Zahra ke belakang pohon besar di sana

"BoBoiBoy, menurutmu Farissa itu orangnya seperti apa?"
"Maksudnya?"
"Maksudku apakah menurutmu dia cantik atau ada yang spesial dari dirinya?"
"Yah.. Pertama kali bertemu dengannya, aku berpikir dia itu hanya wanita cantik yang suka menyendiri. Suarnya indah, begitu pula dengan senyumannya."
"Ada lagi?"
"Dia bilang kalau aku adalah teman cowok pertamanya. Itu berarti dia tipe orang yang jarang bergaul bukan?"
"Menurutku juga begitu."
"Oh, iya. Dia itu juga tipe cewek polos. Aku bahkan sampai tidak berani berbicara lama-lama dengannya. Terutama yang tadi pagi itu..."
"Aku mengerti. Oh, iya. Apakah kau berpikir jika dia itu Cantik?"
"Yah, menurutku dia itu gadis yang cantik."
"Heee, begitu ya. Oh, iya. Kau tau tokoh anime Mashiro Shiina?"
"Mashiro Shiina? Bukankah dia tokoh anime Sakurasou no Pet na Kanojo itu?"
"Yah, aku berpikir jika Farissa mirip dengannya."
"Hah? Apanya yang mirip?"
"Farissa dan Mashiro sama-sama 'Polos'."
"Tapi menurutku Farissa tidak sepolos itu."
"Yah, menurutku juga begitu."
"Sebenarnya tujuanmu membawaku ke sini buat apa?"
"Aku ingin meminta tolong kepadamu."
"Apa ada hubungannya dengan Farissa?"
"Berhubungan sekali."
"Katakanlah."

"Aku ingin kau... Berpura-pura 'pacaran' dengan Farissa."

"Oh, begitu. EH!?"
"Bagaimana? Kau setuju?"
"TIDAK! TIDAK AKAN PERNAH!"
"Ayolah, tidak akan ada yang tau tentang ini."
"TETAP SAJA AKU TIDAK MAU!"
"Baiklah kalau begitu. Aku akan menyebarkan sebuah gosip pada semua orang di sekolah ini jika BoBoiBoy dan Farissa sedang berpacaran."
"Ah, baiklah baiklah. Tapi hanya pura-pura saja kan?"
"Tentu saja."
"Sebenarnya apa tujuanmu?"
"Gadis itu yang meminta padaku. Katanya dia ingin merasakan bagaimana rasanya mencintai seseorang."
"Dan kau menyetujuinya?"
"Aku ini seorang wanita yang berbaik hati. Tentu saja aku menyetujuinya."
"Lalu kenapa harus aku?"
"Kau kan satu-satunya teman cowok baginya."
"Kenapa kau tidak memperkenalkannya pada orang lain!?"
"Akan susah bagiku untuk menciptakan hubungan yang baru."
"Itu saja!?"
"Selain itu, menurutku kau lebih cocok untuknya di antara semua orang di bumi ini."
"Hey, hey. Jangan membandingkanku dengan semua orang di dunia."
"Yah, sudahlah. Pokoknya nanti hari Minggu, bawa dia ke taman."
"Ngapain?"
"Kencan"
"APA!?"

"Hey, sedang apa kalian di belakang pohon ini?" tanya Farissa

"Ah, itu..." Kata BoBoiBoy
"Bukan apa-apa." Kata Zahra

Zahra pergi sambil berkata "Yah, aku kembali ke kelas dulu."
"Kau bilang kau ingin mengajariku?" tanya Farissa
"Oh, itu. BoBoiBoy yang akan mengajarimu. Dah." Katanya sambil melanjutkan langkahnya
"APA-APAAN KAU INI!?"
"Tadi kan sudah kita bicarakan" katanya dengan santai
"Aduh, kau ini..."
"BoBoiBoy..." panggil Farissa
"Ng?"
"Aku ingin merasakan bagaimana rasanya mencintai seseorang"
"Ng... Kalau itu... Datanglah ke taman hari Minggu."
"Baiklah."

BoBoiBoy memandang wajah Farissa. Secara perlahan, ia berkata "Apakah kau benar-benar serius tentang hal ini?"
"Ya." Jawab Farissa dengan singkat

"Aduh, bagaimana ini? Dia benar-benar serius mencoba mencintai seseorang dan... Aku yang jadi korbannya? Si wakil ketua OSIS itu... Mulai sekarang aku membencinya."

"Hey, BoBoiBoy. Kau pernah merasakan rasanya Cinta?" tanya Farissa secara langsung
"Eh? Itu... Aku..."
Farissa memasang tatapan tajamnya dan berkata "Jawablah."
"I-iya, aku pernah." Jawab BoBoiBoy
"Benarkah? Dengan siapa?" tanya Farissa lagi
"Aku tidak akan memberitaukannya."
Farissa mendekatkan wajahnya ke wajah BoBoiBoy lalu berkata "Jawablah."

Jantung BoBoiBoy berdetak keras ketika Farissa memasang wajahnya tepat di hadapannya.

"Oh, BoBoiBoy. Mukamu memerah."
"Menurutmu siapa yang membuat wajahku jadi seperti ini!?"
Farissa menjawabnya dengan singkat "Kau sendiri."
"Tentu saja bukan aku, bodoh!"
Gadis itu memiringkan wajahnya dan dengan polosnya ia berkata "Kalau begitu siapa?"
"Kau ini 'bodoh' atau apa!?"
"Aku ini tidak bodoh, BoBoiBoy."
"Kalau begitu jangan bersikap seakan-akan kau adalah orang yang bodoh!"
"Aku mengerti."
"Bagaimana kau bisa mengerti secepat itu!?"
"Entahlah."
"Berhentilah menjawabnya dengan singkat!"
"Rasanya... Pernah ada yang mengatakan itu padaku."
"Kalau begitu hentikanlah!"
"Baiklah."
"Argh!~! #$%^&*(_)(*&^%$!~~! #$%^&*(_+_)(*&^%$# !~ *mencet semua tombol di keyboard."
"Ada apa denganmu?"
"Aduh, lupakanlah." *Frustasion mode on

"Kau belum menjawab pertanyaanku, BoBoiBoy."
"Eh?"
"Harus kuulangi lagi?"
"Ah, tidak perlu, tidak perlu."
"Kalau begitu, Jawablah."
"Huft. Kau ini tipe pemaksa, ya."
"Kalau begitu, Jawablah."
"Apakah kau perlu mengatakannya 2 kali!?"
"Tidak perlu."
"Kalau begitu tidak usah katakan."
"Jawablah."
"KENAPA KAU MENGATAKAN KATA 'JAWABLAH' SAMPAI 5 KALI!?"
"Aku ingin mendengar jawabanmu."
"Aduh, kau ini..."

Pada akhirnya, dengan ucapan yang terbata-bata, dengan wajahnya yang memerah, dengan sikapnya yang malu-malu, ia berkata "Y-Yaya..."

"Oh, begitu."
"Apa maksudmu bertanya tentang hal ini?"
"Entahlah."
"Hhhh... Kau ini..."

PUCUUUUUUUUKKKK *suara bel jam pelajaran II

"Lho, kok suara belnya jadi kayak gitu?"
"Bukannya dari tadi emang kayak gini?"
"Aduh, pasti kerjaan author lagi nih."
"Bagaimana jika kita penggal saja dia?"
"Setuju!"

Aduh. Mereka ini kejam banget, sih.

Saat di kelas...

"Baiklah, murid-murid. Keluarkan buku Fisika kalian."
"Baik, cikgu."

Kayaknya gak penting lagi ya? Skip aja dah

*Time skip to 11.00

PUCUUUUUUUUKKKK *suara bel pulang

"Wah, belnya masih aja kayak gini."
"Woy, temen-temen! Nanti waktu pulang sekolah kita samperin rumahnya author nyok!"
"Ayo, jangan lupa bawa obor."
"Entar kita bakar aja rumahnya, ya?"
"Wah, setuju banget guwa."
"Hahahaha... *tertawa jahat rame-rame (lagi?)"

Aduh. Mending mulai sekarang kemas-kemas kopor ah. Pengen pergi jauh dari sini (kenyataan nih bro?)

"Hey, BoBoiBoy! Ayo kita pulang bersama!" ajak Gopal
"Ng... Aku hari ini sedang ada urusan (sambil memasang topeng kebohongan)"
"Hhhh... Tadi pagi bahkan kita tidak berangkat sekolah bareng. Padahal kan Yaya nggak masuk -_-"
"Yah, mau bagaimana lagi?"
"Oh, iya. Nanti abis salat Jum'at kau datang ke rumahku, ya. Kita main game bareng-bareng."
"Main game? Tapi, nanti aku juga ada urusan. Besok saja, ya."
"Oke, kutunggu kau di rumahku besok. Dah"

Farissa menepuk pundak BoBoiBoy dari belakang dan berkata "BoBoiBoy, ayo pulang bersama."
"Mengapa kau tiba-tiba ada di sini!?"
"Untuk mengajakmu pulang."
"Baiklah, baiklah. Ayo."

BoBoiBoy dan Farissa keluar dari gedung sekolah. Selama mereka berjalan, mereka hanya melihat pemandangan sekolah setelah bel pulang. Yah, mungkin ini tidak bisa disebut pemandangan. Apanya yang pemandangan? Dari tadi cuma ada para murid yang lagi jalan. Tapi ini serius. Kalau dilihat-lihat, ternyata seluruh murid di sini bermacam-macam wujudnya. Ada yang ganteng (yaitu author *plak), ada yang jelek, ada yang buruk rupa (jahat amat), ada yang kurus, ada yang gendut...

Eh? Gendut?

DEG... Tiba-tiba saja firasat BoBoiBoy jadi tidak enak.

"Ini pasti... Ini pasti..."
"Hoy, BoBoiBoy!"
"GOPAL!?"

"Apa-apaan kau? Tadi kau bilang kau banyak urusan." Kata pria gendut itu sambil menghampiri BoBoiBoy
"Hadeeeeh... Ketauan deh"
"Kenapa kau bersama murid baru ini? Oh, jangan-jangan..."
"Woy, woy woy! Jangan mikir yang aneh-aneh!"
"Terus kenapa kau pulang bareng sama cewek ini? Bahkan kau sampai menolak pulang bersmaku."
"Hhhh... Aku ini harus mengantarkannya setiap pergi dan berangkat sekolah..."
"Eh? Kenapa?"
"Dia yang minta sama aku. Kawasan sekitar rumahnya itu kan banyak pembunuh liar. Jadi dia minta tolong sama aku nganterin dia setiap pulang – pergi sekolah."
"Tapi, gimana kalo Yaya udah sembuh?"
"Kalo Yaya udah sembuh, aku kasih tau aja dia. Apa susahnya?"
"Tapi ini berbahaya! Orang-orang bakal ngegosipin kalo kalian itu pacaran!"
"Gosip doang. Aku udah kebal sama yang namanya Gosip."

"Hey, BoBoiBoy. Kau ingin mengantarku atau tidak?" tanya Farissa
"Oh, iya. Aku pergi dulu ya, Gopal!" kata BoBoiBoy sambil melambaikan tangannya
"Sampai jumpa! Selamat berkencan, hehehehe..."
"Apa katamu!?" (memasang tatapan tajam yng bersinar)
"Ng... Itu... Bukan apa-apa, bukan apa-apa..."
"Sudahlah, ayo."

Sepanjang jalan, setiap murid SMA P. Rintis yang sedang pulang sekolah melihat mereka dengan tatapan yang tajam. Bahkan ada yang sampai memelototi mereka.

"Hey, itu BoBoiBoy bukan?"
"Benarlah, itu BoBoiBoy."
"Dia sedang bersama siapa itu?"
"Itu kan murid baru, namanya Alina."
"Mengapa mereka pulang bersama?"
"Wah, jangan-jangan mereka pacaran?"
"Aku pikir BoBoiBoy berpacaran dengan Yaya."
"Wah, ternyata BoBoiBoy itu berpacaran dengan cewek baru itu, ya."
"Cieeee, BoBoiBoy..."

"Hadeeeeh... Padahal kan baru pulang sekolah bareng, tapi kenapa gosipnya udah sebanyak ini? Ditambah lagi hari Minggu nanti aku harus pura-pura kencan sama dia. Hhhh... Nanti gosipnya pasti bakal menyebar luas. Emang bener sih aku sering digosipin, tapi kalo gini sih..."

"Habislah aku, habislah..."

.

To be continued (Oh, yeah. Oh, yeah. Penyakit Bad English sembuh juga. Oh yeah.)


A/N : Yak, selesai juga ch 3. Pada chapter ini saya sengaja membuat tokoh Farissa menjadi seperti Mashiro Shiina. Alasannya karena saya ingin membuat sesuatu yang 'berbeda' dari tokoh Farissa ini. Ngerti gak? Gak ngerti juga gak papa. (Keroyok rame-rame)

Yah, sepertinya cukup itu saja. Saatnya membalas Review yang belum sempat saya balas!

Ita Venesia chapter 2 . May 6

author anak meme ya? ceritanya gokil amat :'v update cepet dong thor...

Re : Sy anak ibu sy, bukan anak meme :v. Makasih atas reviewnya!

Angga Guerrero's chapter 2 . May 6

Lanjutan nya mana bikin penasaran

Re : Penasaran, ya? Terima kasih atas Reviewnya ya!

DesyNAP chapter 2 . May 1

Wow, fic ini lucu dan kocak loh !

Aku suka !

Dan aku pengen tau, gimana ya reaksi Yaya saat melihat Boboiboy dan Farissa (saya tak hafal nama dan tulisannya, jadi maaf bila salah).

Keep Writing ya ! Plus Update kilat !

Re : Gimana reaksi Yaya? Sy jg masih mikir nih *gubrak. Whatever, terima kasih atas Reviewnya!

.

Terima kasih atas Review kalian semua ya! Berikan saran dan komentar anda pada chapter ini dengan mengklik tombol Review. Cukup sekian.

Thank you for reading! (Wow, penyakit Bad Englishnya benar-benar sembuh!)