TATTOO

AMANDAERATE

MANYEOLBAEK

THIS IS CHANBAEK STORY

Maincast: Park Chanyeol dan Byun Baekhyun

Rate: M

Warning: Genderswitch! Typos!

.

.


TATTOO

PART 3


.

.

Aku salah kalo berpikir hal ini akan lolos dari Luhan. Nyatanya walau gadis itu tidak mengetahui perihal diriku yang kemarin mendatangi tempat Chanyeol, selalu ada beberapa temannya yang memberitahukan segala macam informasi kepadanya. Kali ini, Kim Jongdae yang memberitahukan Luhan bahwa kemarin melihat diriku pergi ke tempat sialan itu. Alhasil, gadis itu menggeram kesal dan menarik paksa diriku untuk datang ke tempat si artistik tattoo.

Kemarin, aku berusaha untuk tidak menginjakkan kakiku ke tempat ini lagi. Tapi, apa boleh buat?

Disinilah aku melihat Luhan merengek dengan manja ke seorang lelaki berkulit tan yang aku kira umurnya dibawah kami. Lelaki berkulit tan itu bersikeras bahwa Chanyeol tidak bisa diganggu karena sedang melayani pelanggannya.

Dia mungkin mengerti seberapa banyak pelanggan yang ingin menemui Chanyeol. Aku tidak bisa membayangkan hal seperti ini sudah banyak terjadi.

"Ada apa ini, Kai? Kenapa ribut sekali?" Tiba-tiba seorang lelaki pucat muncul dari arah belakang orang yang dipanggil Kai. Dua orang itu seperti minuman antara perpaduan kopi dan susu. Upss.

"Seperti biasa, Hyung." Kai memijit pelipisnya lelah. Lelaki pucat yang tadi kebingungan malah tertawa. Sekarang, aku yang bingung. Mungkin hal seperti ini sudah biasa mereka hadapi?

Tiba-tiba ruangan yang berada didepan mereka dibuka setelahnya perempuan seksi berambut merah menyala muncul dari balik pintu dan melangkah keluar ruangan tanpa menghiraukan suara ribut ribut disekitarnya. Chanyeol muncul dibelakang perempuan itu dengan wajah bingung.

"Bagaimana kalau kau bersamaku saja? Chanyeol masih sibuk. Dia masih punya pelanggan." Lelaki berkulit pucat menyaut ke arah Luhan. Aku belum mendengar namanya.

Kemudian Luhan menoleh kearahku dengan wajah bingung pula dan memutuskan, "Baik. Tapi aku ingin berdua saja. Baekhyun tetap disini."

Hatiku tersenyum. Biasanya mereka yang berhadapan dengan Luhan tidak bisa bertahan selama beberapa menit saja jika gadis itu sudah merengek. Dia lebih parah daripada bayi manapun.

Lelaki berkulit pucat tersenyum dan mengangguk. Kemudian mempersilahkan Luhan untuk mengikutinya. Setelah aku mengamati sampai tubuh mereka menghilang dari pandangan, suara Chanyeol membuatku menoleh.

"Apa yang terjadi, Kai?"

Lelaki yang ditanya hanya berdecih malas sambil merotasikan bola matanya kemudian menatap dan menunjuk kearahku. "Tanyakan saja padanya." Jawabnya sambil berlalu pergi.

Chanyeol menatapku, menunggu aku membuka suara. "Tidak. Tidak apa-apa. Bukan sesuatu yang penting."

Chanyeol mengangguk.

Seharusnya kami berdua tidak ditinggalkan sendiri dalam suasana yang teramat canggung. Diam-diam aku merutuki Kai yang seenaknya meninggalkan kami.

"Baekhyun." Suaranya yang rendah terdengar terbiasa di telingaku. "Bagaimana kalau kau menemaniku makan siang?"

"Baiklah."

Seharusnya aku menolak dan memberi banyak alasan untuk tidak berada di dekatnya. Itu akan berbahaya untukku, tentu saja. Tapi mulut sialan ini seakan mengkhianati.

.

.


TATTOO


.

.

Kupikir dengan mengajakku menemaninya makan, kami akan mendatangi restauran.

Aku melihat dia yang membawa banyak sekali makanan dan snack di dalam pastik yang dibawanya ke ruangannya sendiri. Ini ketiga kalinya, bau ruangannya berbeda dengan yang kemarin. Mengapa ini menjadi tak asing?

Pengalaman yang pernah aku rasakan adalah mencium bau sama persis seperti aroma di ruangan Chanyeol. Mungkin diriku pernah mengalami deja vu.

"So, bagaimana kalau kau ceritakan tentang Luhan? Apakah dia sahabatmu?" Katanya sambil mengunyah ramennya.

Makanan yang dia beli salah satunya adalah ramen. Aku meniup kuah yang terasa menggiurkan. Bimbang akankah menceritakan tentang Luhan atau tidak.

Entah dia sengaja atau tidak tetapi dia tepat menanyakannya saat kami berdua tengah makan siang. Psikologi mengatakan saat dua orang dalam keadaan sedang makan, itu adalah keadaan dimana pikiran terbuka. Jadi, bisa saja aku menceritakan rahasia terbesarku yang aku miliki jika tidak hati-hati, mungkin?

"Kami adalah teman sejak kecil. Saat usiaku berumur 6 tahun, ayah selalu memukulku. Ibu tidak bisa membelaku karena ayah mengancamnya. Lalu, Luhan berada disana. Dia adalah segalanya bagiku." Ini bukanlah rahasia besar, kupikir akan baik-baik saja. "Luhan adalah pribadi yang tegas. Mungkin karena dia dibesarkan dilingkungan yang kasar. Sehingga, pertahanan dirinya sangat kuat."

Aku melihat Chanyeol yang setia mendengarkan. "Mengapa ayahmu memukulmu?" Terdapat kerutan di dahinya.

Yah, mengapa ayahku memukulku? Itu adalah pertanyaan yang tidak bisa aku jawab sampai sekarang. Atau lebih tepatnya aku tidak tahu jawabannya.

Mungkin karena emosinya memang sangat terganggu. Saat berusia 9 tahun, aku pernah mendengar rintihan kesakitan Ibu di kamar saat Ayah pulang dengan keadaan mabuk. Rintihan dengan teriakan penuh permohonan, aku tidak tahu apa yang dilakukannya pada saat itu. Seiring dengan berjalannya waktu aku mengerti bahwa saat itu Ayah melakukan hubungan badan dengan Ibu dengan kasar.

"Hey. Kau tidak harus menjawab pertanyaanku jika kau tak ingin." Suara rendah Chanyeol menyadarkanku. Aku tersenyum kemudian memasukkan sumpit berisi mie ke dalam mulutku.

Kami makan di meja Chanyeol. Dia makan terburu-buru dan terlalu bersemangat. Aku suka bagaimana binar diwajahnya yang terlalu senang saat ia makan. Mungkin, dia suka makan. Aku terkekeh pelan.

"Kenapa kau tertawa?" Chanyeol bertanya. Membuatku berjengit merutuki diriku yang hampir gila.

Aku hanya menggeleng dan meneruskan makan.

"Baekhyun." Dia selau begitu. Memanggilku dengan nama terlebih dahulu. Selalu ada jeda saat matanya berhenti dimataku. Dan dia akan mengatakan apa yang ingin dia bicarakan. "Bagaimana dengan tawaranku kemarin?"

Uh oh. Aku hampir melupakan tawarannya kemarin. Kupikir, aku akan bisa menghindarinya. Tetapi itu mustahil.

Apakah aku akan siap? Apa salahnya mencoba?

"Kupikir itu ide yang bagus. Maksudku, kita bisa mencobanya terlebih dahulu." Aku mengangkat bahu.

"Nice." Dia tersenyum puas.

.

.


TATTOO


.

.

Beberapa hari ini Baekhyun selalu datang hanya untuk memberiku makan. Dia sudah tahu bahwa aku akan selalu memakan ramen. Dia terus mengomeliku tentang itu. Sesekali kami pergi berdua. Entah itu hanya sekedar jalan-jalan atau membeli sesuatu.

Sesekali kami bertukar cerita tentang kehidupan kami atau orang-orang yang berada didekat kami. Aku jadi tahu bahwa Ayahnya yang suka memukulnya itu benar-benar brengsek. Aku juga tahu bagaimana peran Luhan di dekatnya. Aku juga menceritakan tentang Kris, Sehun dan Kai.

Baekhyun sudah mulai membuka dirinya. Tanpa dia sadari, kunci itu perlahan-lahan telah diberikannya padaku. Tetapi belum sampai memberikannya.

Kami sedang bertaruh, siapapun yang kalah akan menuruti perintah yang menang. Dan, Baekhyun menang. Lebih tepatnya, aku mengalah.

"Aku ingin kau mentattoo di tubuhku lagi. Gratis." Dia terkekeh pelan.

Sekedar informasi, Luhan dan Baekhyun akan main ke tempat ini jika sedang ada waktu. Luhan dan Sehun menjadi dekat. Aku asumsikan dia naksir Sehun. Luhan selalu menggoda Sehun seperti layaknya dia pernah menggodaku. Dasar, anak-anak muda.

"Itu saja?" Aku menyeringai. Itu adalah permintaan paling mudah yang pernah kudengar.

"Tentu." Dia tersenyum manis. Aku tertegun. Baru kali ini melihat senyuman tulusnya. "Tapi aku tidak mau disini. Aku mau ditempat yang baru."

"Kau mau kalau di apartemenku?"

"Call."

Aku menyiapkan beberapa perlatan yang nantinya akan digunakan. Seperti kertas stencil, jarum, mesin tattoo dan lain sebagainya. Kami berangkat bersama menggunakan motor ninjaku. Aku memberikan jaketku untuk dilingkarkan ke pinggangnya. Bagaimanapun, roknya pendek sekali.

"Ck. Lain kali ingatkan aku untuk melarangmu menggunakan rok yang seperti ini."

"Cih. Inikan untuk kau nikmati juga." Dia menyeringai untuk pertama kalinya.

"Aw."

Aku menjitak dahinya. "Itu berbeda. Orang lain akan melihatnya juga." Kemudian aku memasangkan helm untuknya. Setelahnya kami berjalan menuju apartemenku. Selama perjalanan dia hanya memegang ujung jaket di kedua sisi pinggangku tanpa mau memeluk. Hihi.

Ini pertama kalinya seorang gadis menaiki motorku. Biasanya aku hanya di temani oleh Sehun, Kris, maupun Kai. Dan ada kebanggaan sendiri bahwa Baekhyun adalah gadis pertama dan mungkin untuk terakhir?

Kami sampai dan langsung menggunakan lift ke lantai 6. Dan berhenti di kamar nomor 14.

Dia langsung bersemangat memasuki ruangan setelah mengganti sepatu dengan sandal rumah.

"Waw. Apartemenmu keren!" Dia membuka pintu balkon dan angin langsung menerjang masuk. Seluruh kaca diruanganku memang tidak tertutup tirai sehingga pemandangan dari luar terlihat. Aku merasa aneh saat seorang gadis seksi seperti Baekhyun berada di apartemenku. Dia gadis kedua setelah Kyungsoo. Tetapi tentu saja rasanya berbeda.

"Biarkan saja terbuka. Ini sejuk. Apa yang mau kau minum, Baekhyun?" Aku menaruh peralatan tattoo di dekat sofa. Dan menuju ke dapur untuk membuat minum. Dia bilang mau meminum apa saja yang akan kubuat. Aku memutuskan untuk membuat sirup.

Setelahnya menaruh minuman di atas meja dekat sofa.

"Kau tinggal sendiri?" Tanya Baekhyun sambil duduk dan menyeruput minumannya.

"Tentu saja." Dia menaruh kembali minumanya.

"Baiklah. Saatnya proses mentatto."

"Sudah tidak sabaran, eoh?"

Dia tertawa. Membuatku ikut tertawa pula.

Aku menyiapkan peralatan tattoo didekat sofa. Mentattoo sudah seperti makananku setiap hari. Dalam sehari aku bisa mentattoo 8-10 orang. Bisa kalian bayangkan itu? Hari ini saja aku sudah mentattoo 8 orang. Akan ada 9 bila ditambah Baekhyun. Dan, itu mayoritas perempuan.

Saat aku berbalik dan berdiri menghadap sofa. Aku tidak tahu bahwa aku memekik. Baekhyun disana. Tengkurap dengan keadaan tubuh tidak memakai apapun.

Mataku...

.

.


TATTOO

TO BE CONTINUED


.

.

Chapter depan NC ga yaa?:pppp

Gapapa sih pendek pendek tapi ga ngebosenin daripada panjanv panjang tapi bosen? Aku takut kalian pada bosen hehe^^

Big Thanks To:

Asmaul | JonginDO | Gianty581 | Oyong Park | YuRhachan | kkamjongyehet | baekfrappe | kimryeosa wardhani | ruixi1 | Intan954 | mikaanggra | Park Beichan | enoanggraeni250712 | nareul | oohsitik | parkbaexh614 | babyXie | baekyeol25 | VampireDPS | nggtwlndr | Fawkaihoon | firawati9 | Wiwik426 | satanSEKAI | Zheend | byunchanbaek | parkobyunxo | Irshnbrnne | Mong Jiraffe | Luhanssi | intan | rly | guest | DevBaek | fuckyeahSeKaiYeol | leeminoznurhayati | HuffleZiy | chenbanana | yeolbaeeeeee94 | pinkpurple94 | zenbaek | chanslumiere | Re | 1004baekie | Tyara1661 | CyBh | azurradeva | Rain030 | RakumPark | RufEXO | kyotipie | chanbaek0605 | deedaimonia | SehunbigdickUkemendesah(please usernamenya bikin otak gue menjalar kemana-mana._.) | depiieee | DBSJYJ | | baekpie461 | melizwufan | piupiuchan | anxbyul | 9394loves | Byun Cabekhyun (cabe:p) | Cheonsa528 | SELUsin | exindira | taolinna6824 | Wiwik426 | choi96 | Ekayoon | pisang panjang (pisang emg panjang kan?._.) | h3llyeol | mbloh HAPPINES(strong dong?:'D) | Guest | boobear

Review terus ya kalian?:*

Buat Rain030:

Kuliahku masih ada ujian utama hehe. Paling lambat gituuu jadi sampai hari ini belum libur. Minggu depan baru libur deh~~

Sumpah ya aku ngekek gitu baca reviewan dari kalian jahahaha. Maaf ga bisa balesin satu-satu yaaa tapi aku baca kok pasti^^

Maafkan kalo banyak typo ya:vv

Btw, chap depan NC!._.

Hoho

So, review?

Yang bikin aku semangat lanjutin hanya review sayangku^^

Manyeolbaek.