Warning!
Yaoi, Boys Love
DON'T LIKE DON'T READ
Read It Out ^^
_oOo_
Teeeet
Saatnya bagi siswa siswi Dong Bang High School untuk kembali ke rumah masing-masing. Termasuk Jaejoong dan Kyuhyun.
"Hyung, rumahmu dimana? Siapa tau kita searah" Tanya Kyuhyun. Sekarang mereka berdua tengah melangkah ke gerbang sekolah.
"Rumahku di arah sana. Letaknya tidak jauh dari sungai Han." Jari telunjuk Jaejoong tepat mengarah ke sebelah kanan menjawab pertanyaan Kyuhyun.
"Berarti kita searah hyung! Kalau begitu kita bisa pulang sama-sama" Wajah Kyuhyun terlihat sumringah mendengar jawaban Jaejoong.
"Ya sudah, kajja kita pulang! Kau bisa mampir ke rumahku kalau kau mau"
"Jinjja hyung? waah, aku mau aku mau!" Jaejoong tertawa kecil melihat tingkah Kyuhyun. Sangat polos, batinnya.
Setelahnya mereka mengambil langkah seribu meninggalkan sekolah. Tapi baru saja beberapa langkah, tiba-tiba sebuah lamborgini berwarna merah berhenti tepat di depan mereka. Kaca mobil itu terbuka menampakkan sang pemilik mobil. Tak ada kata yang terucap dari bibir orang tersebut. Dia hanya diam ditempat dan menatap lurus kedepan.
Tanpa memperdulikan mobil itu, lebih tepatnya pemilik mobil itu Jaejoong dan Kyuhyun tetap melanjutkan langkah mereka. Mobil itupun senantiasa mengikuti kemanapun Jaejoong dan Kyuhyun dan melangkah dan terus saja membunyikan klakson mobilnya.
Merasa jengah, akhirnya Jaejoong menyerah. Terdengar helaan nafas dari mulutnya.
"Kyu, sepertinya hari ini kita tidak bisa pulang bersama. Ada yang harus ku urus. Lain kali saja ne kita pulang bersama" Ucap Jaejoong kepada Kyuhyun.
"Ne hyung, gwaenchana"
"Kalau begitu aku pulang duluan ne Kyu. Hati-hati dijalan. Annyeong" setelah Jaejoong masuk, mobil tersebut melaju meninggalkan Kyuhyun yang memandang kepergian mereka.
BRUMMM
Sebuah motor tiba-tiba berhenti di sampingnya. Kyuhyun memandang sekilas pemilik motor tersebut lalu segera menaikinya.
"Tumben sekali kau bawa motor. Kemana mobil kesayanganmu itu minnie?" Tanya Kyuhyun setelah motor tersebut bergerak melintasi jalan.
"Aku hanya malas saja membawa mobil hari ini." Jawab namja tersebut.
"Apa aku tidak salah dengar? Seorang Jung Chanmin ternyata bisa juga merasa bosan dengan mobil yang selalu dielu-elukannya itu? Ini keajaiban" Tutur Kyuhyun sambil mengeratkan pelukan dipinggan namja didepannya itu.
"Itulah satu-satunya hal yang tidak kau ketahui tentang kekasihmu Jung Kyuhyun" Jawab Changmin yang mendapat cubitan kecil dipinggangnya.
"Jangan sembarangan mengganti margaku Jung!"
.
.
.
_oOo_
.
.
.
YunJae Side
"Kebiasaanmu ternyata tidak berubah Jung Yunho. Selalu saja bertidak semaumu. Apa-apaan kau menyuruh Lee Ahjussi untuk pulang? Kau sengaja untuk membuatku pulang jalan kaki? Keterlaluan!" Rentetan kata-kata penuh emosi dilayangkan Jaejoong kepada Yunho yang dibalas senyum penuh ketenangan dari Yunho.
"Tentu saja tidak Boo. Mana tega aku membuat tunanganku sendiri pulang jalan kaki kerumahnya. Aku tidak sejahat itu. Lagipula aku tidak mau membuat umma Kim mati mendadak melihat anak kesayangannya yang paling nakal ini panas-panasan ditengah matahari terik. Maka dari itu aku bersedia mengantarmu sampai dirumah" Jawab Yunho dengan watadosnya yang membuat sebuah boneka gajah yang berada tenang di kursi penumpang kini berpindah tempat dikepala Yunho.
"Yak Boo! Kenapa kau suka sekali menganiayaku? Aku ini tunanganmu. Dan tentu saja statusku Seme. Mana ada seme yang disiksa uke nya sendiri?" racau Yunho merasa kesal dengan tindakan Jaejoong.
"Ini kan bonekaku yang hilang 3 tahun lalu. Kenapa bisa ada padamu Yun?" cerocos Jaejoong yang mengalihkan pembicaraan.
"Siapa bilang itu bonekamu? Jangan sembarangan bicara"
"Yak baka! Kau tidak bisa membodohiku. Jelas-jelas dileher boneka ini tergantung kalung berinisial 'YJ' tentu saja ini milikku. Jadi cepat jawab bagaimana bisa boneka ini ada padamu"
"Hehehe. Aku membawa pulang boneka itu ke Korea 3 tahun lalu. Lagipula apa salahnya aku membawa milikku sendiri? Itu kan aku yang memberikannya padamu"
"Tapi tetap saja aku tidak terima. Lagipula kau sendiri yang memberikannya padaku. Mana bisa kau mengambilnya kembali. Kau tidak tau bagaimana histerisnya diriku ketika tidak mendapati boneka itu dikamarku"
"Apa boneka itu begitu penting untukmu? Sampai kau harus sedih? Appamu kan pengusaha terkenal di Jepang dan Korea. Jadi kau bisa menyuruh appamu membelikan 100 boneka gajah seperti itu di Jepang."
"Tentu saja beda pabbo! Boneka itu satu-satunya kenanganku bersamamu. Itu boneka terakhir yang kau berikan padaku sebelum kau meninggalkanku untuk pergi ke Korea. Waktu itu aku untuk pertama kalinya aku menagis kencang. Aku begitu sedih ketika kau meninggalkanku setelah 15 tahun kita bersama." Ucap Jaejoong. Ia tertunduk menangis dalam diam.
Yunho hanya terdiam mendengar ucapan Jaejoong. Begitu menusuk tepat dihatinya. Dia tidak tau kalau Boo-nya akan setersiksa ini ketika ditinggalkannya. Diakuinya kalau semua ini salahnya. Ia sendiri yang minta untuk di bawa serta ke Korea oleh kedua orangtuanya dengan alasan ingin mencoba hal baru.
Dilihatnya setetes air mata yang jatuh ke tangan Jaejoong. Boo-nya menangis. Segera ditepikan mobilnya. Dilepasnya sabuk pengamannya dan dengan segera memeluk tunangannya itu dengan erat.
"Mianhae Boo. Jeongmal mianhae. Harusnya aku tidak meninggalkanmu waktu itu. Mianhae!" terdengar isakan kecil dari bibirnya. Dirasakannya sebuah lengan membalas pelukannya.
"Ne Bear. Aku tidak pernah marah padamu. Harusnya aku bisa mengerti. Kau tidak selamanya harus berada disampingku. Kau juga butuh kebebasan. Lagipula tidak ada lagi yang haus dicemaskan. Sekarang Yunnie Bear-u telah kembali. Bahkan sekarang dia berada dipelukanku" Jaejoong menenggelamkan wajahnya didada Yunho. Menikmati kehangatan yang diberikan oleh tunagannya itu. Sudah lama dia tidak merasakan kehangatan seperti ini.
"Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu dan membuatmu menangis lagi. Ulljima, jangan menangis lagi. Aku tidak mau umma melihat menantu kesayangannya menagis. Sekarang kita kerumahku" dilepaskan pelukannya ditubuh Jaejoong. Dihapusnya air mata yang meleleh di sudut mata kekasihnya itu dan memakai sabuk pengamannya lagi, kemudian menjalankan mobilnya.
.
.
.
_oOo_
.
.
.
Sesampainya dirumah Yunho dan Jaejoong langsung masuk kedalam.
"Umma appa, aku pulang" ucap Yunho ketika sampai didalam.
"Ne Yun, cepat ganti bajumu setelah itu turun untuk makan siang" terdengar sahutan dari arah dapur yang membuat Jaejoong tersenyum. Dia begitu merindukan pemilik suara itu.
"Ayo Boo. Kita temui umma. Buat dia terkejut melihatmu" sebuah tarikan dari tangan Yunho membawa Jaejoong menuju dapur dimana ummanya berada.
Yunho memelu ummanya dari belakang, menyandarkan dagunya ke pundak ummanya.
"Yunho! Kau membuat umma kaget. Ganti dulu bajumu sana." Ucap ummanya yang masih tetap melanjutkan acara memasaknya.
"Umma berhenti dulu memasaknya. Aku ingin memberikan umma kejutan. Umma pasti senang. Bahkan aku jamin umma pasti akan segera melupakan acara memasak favorit umma ketika melihat kejutan dariku." Ucap Yunho meyakinkan.
"Memangnya kejutan apa? Sampai mebuatmu berasumsi seperti itu?" ummanya segera mematikan kompornya dan membalikkan badan memandang putra sulungnya itu.
"Tadaaaaa" Yunho segera menarik Jaejoong untuk menghadap ummanya.
"Joongie? Uri Joongie? Ini benar-benar Joongie?" kaget. Ummanya memandang Jaejoong tanpa berkedip berharap kalau ini bukanlah mimpi.
"Teuki umma" ucap Jaejoong yang menyadarkan umma Yunho bahwa yang dilihatnya kini bukan mimpi.
"Joongie. Ya Tuhan menantuku! Umma merindukanmu chagiya, sini peluk umma" Jaejoong memeluk umma dari tunangannya itu dengan erat. Dia juga merasakan rindu yang sama dengan yang dirasakan wanita cantik didepannya ini.
Yunho tersenyum melihat acara melepas rindu antara Tunangannya dengan ummanya itu.
"Ayo kita kedepan chagi. Yunho cepat ganti pakaianmu lalu kita makan bersama. Aigoo Jongie,, kau tambah cantik saja." Leetuk dan Jaejoong menuju ke ruang keluarga meninggalkan Yunho yang tengah berjalan menuju kamarnya di lantai dua.
"Kangin appa mana umma?" Tanya Jaejoong yang tidak melihat appa mertuanya semenjak dia menginjakkan kaki dirumah ini.
"Appa ada dikamar sedang ganti baju. Sebentar lagi pasti turun. Ah itu dia. Yeobo, kemari cepat lihatlah siapa yang ada di sampingku ini" Jaejoong menolehkan pandangannya ke arah tangga.
"Omo! Jaejoongie? Kapan kau dating chagi?" seketika juga Kangin memeluk Jaejoong.
"Kemarin appa." Jaejoong tersenyum menanggapi pertanyaan Kangin
"Ckckckck,, Boo lihatlah. Setelah kedatanganmu keluargaku jadi bersemangat." Terdengar suara Yunho mendekati mereka dan segera mengambil tempat duduk dismping Jaejoong.
terdengar tawa dari mereka mendengar penuturan Yunho.
"Aku pulang" Suara melengkin Changmin menginterupsi kegiatan mereka yang berada di ruang keluarga.
"Kau sudah pulang Minnie, ayo sini." Leeteuk menyambut anaknya dengan pelukan dan membibing Changmin untuk bergabung dengan mereka
"Aigoo Minnie. Hyung merindukanmu. Sedari tai hyung menahan diri untuk tidak memelukmu." Jaejoong langsung memeluk Changmin dengan erat. Dan dibalas erat pula oleh Changmin.
"Nado hyung"
"Yakk Boo! Tadi disekolah kau meninjuku saat ku peluk. Tapi sekarang kau malah memeluk si Evil itu dengan erat" rengek Yunho.
Tawa kembali terdengar ketika mereka mendengar Yunho merengek.
dilain tempat
"Tidak ku sangka. Ternyata Jae hyung adalah tunangan Yunho yang sering diceritakan Changmin. Ckckckck,, melihat sikap Jae hyung pantas saja Yunho tidak pernah berani melirik orang lain. Kkkk, sekarang aku punya orang yang bisa melindungiku dari Yunho dan Yoochun. Jae hyung sangat pemberani, bahkan Changmin sendiri tidak pernah membelaku. Dasar pengecut. Sebegitu takutnya sama kakaknya sendiri yang payah itu. Huuh" Kyuhyun menggerutu dikamarnya sambil mengingat percakapannya dengan Changmin disekolah tadi
Flashback
"Aiisshh, kau mau membawaku kemana Minnie" Lirih Kyuhyun yang merasa perih dipergelangan tangannya akibat tangan Changmin yang terlalu kuat menggenggamnya.
"Sejak kapan kau kenal dengan Jae Hyung? dan mengapa Jaejoong hyung bisa begitu peduli padamu?" rentet Changmin begitu mereka tiba ditempat yang cukup sepi.
"Kau kenal dengan Jae Hyung?" bukannya menjawab, tapi Kyuhyun malah balik bertanya.
"Aiissh, jawab dulu pertanyaanku"
"Jae hyung itu murid baru disini. Dan kebetulan dia sebangku denganku. Dan mengenai pembelaan Jae hyung padaku tentu saja karena dia baik dan tidak pengecut sepertimu yang diam saja melihat pacarnya di buat pembantu oleh hyung dan sahabatnya sendiri." Cibir Kyuhyun menyidir Changmin.
"Mianhae Kyu. Aku hanya tidak mau kalau sampai Yunho hyung tau kalau kita pacaran, itu hanya akan membuatmu tersiksa. Soal Jae hyung,,,, dia itu tunangan Yunho hyung. yang sering kubicarakan padamu."
"Oooh, pantas saja. MWO? Tunangan Yunho? Jadi Jae hyung adalah tunangan Yunho yang sering kau bicarakan itu?!" Kyuhyun melongo mendengar penuturan Changmin.
"Ne, dia Kim Jaejoong. Tunangan Jung Yunho. Dia calon kakak iparku" tambah Changmin menambah kekagetan Kyuhyun.
TBC
Chapter 3 update.
hehe, mian ne chapter sebelumnya sangat pendek. Nami sengaja buat seperti itu biar readers penasaran haha #ketawa evil ..
tapi kali ini udah nami panjangin kok. Mudah-mudahan puas ne ^^ ..
oh ya, chapter 4 mungkin akan terlambat di publish, coz laptop Nami mau dipake sama oppa-nya nami sekaligus nami mau hiatus sampai pertengahan puasa nanti.
Nami harap readers sabar menunggu ne ^^
oke deh cukup dulu sesi curhat"annya ..
see you in next chapter ^^
Gomawo buat yang uda review. Gomawo juga untuk silent readers … nami sangat menghargai jasa kalian dalam membaca ff ini ..
SEKIAN
REVIEW PLEASE
