Enjoy ^^
Title : Devil Love The Angel
Cast : Kim Youngwoon (Kangin), Park Jungsoo ( Leeteuk), Kyuhyun, Yesung, Cho Jungsoo (Kyusung Baby) And Other Cast.
Warning : BL, Lanjutan FF Love The Devil, Typo(s), Alur suka-suka gue. Kyusung gak banyak peran disini. Karena ini Pure KangTeuk..Oke :)
Chapter 3
Enjoy ^^
" Leeteuk, mulai saat ini namamu Leeteuk."
Jungsoo yang duduk diatas ranjangnya memutar sedikit kepalanya menghadap youngwoon yang sedang menyesap wine seraya bersandar di badan ranjang. Namja tampan itu duduk dilantai.
" Apa maksudmu?" Balas jungsoo seolah tak setuju. Seenaknya saja namja ini mengganti~ganti namanya.
Youngwoon mendongak malas lalu memutar kepalanya kebelakang, menatap tajam jungsoo yang memandangnya dengan tatapan mengintimidasi " Tidak ada maksud apa-apa. Hanya saja aku ingin memulai hidup yang baru denganmu dan aku minta kau lupakan masa lalumu dan jadilah Leeteuk seperti mauku!"
" YA! Aku tidak mau, seenakmu saja. Kau fikir kau siapa huh?" Bentak jongsoo memperbaiki posisi duduknya menjadi setengah berdiri. Berkacak pinggang dengan bibir mengerucut dan dahinya yang berkerut.
" Ck, Aku sama sekali tak meminta persetujuanmu teuk-ie ah."
" Namaku Jungsoo, Park Jungsoo!" Tekan jongsoo tak terima saat youngwoon memanggilnya dengan nama baru.
" Kau fikir aku perduli," Youngwoon mengangkat bahu malas, mulai lagi menyesap winenya perlahan.
Jungsoo mendengus sebal, berdebat pun percuma. Dia pasti akan tetap kalah. Jadi dia memutuskan untuk kembali duduk seperti posisinya semula seraya melipat tangannya didada.
" Teukie-ah,"
" Jungsoo!"
" Teukie-ah!"
" Jungsoo"
" Teukie chagi!"
" Jung- eh? "
" Oh, baiklah mungkin panggilan itu lebih enak didengar!"
" Andwe, aku bukan kekasihmu! Dasar kau devil tak berperasaan. Pergi saja kau ke neraka!"
Youngwoon tertawa keras karena jungsoo mencak-mencak tak jelas diatas ranjangnya " Hahahahaha, kau memang bukan kekasihku. Kau itu namjaku mengerti!" Youngwoon mengerling lalu beranjak berdiri, keluar dari kamar jungsoo.
Jungsoo melempari bantal kearah pintu setelah youngwoon keluar dari kamarnya " Kim youngwoon brengsek, iblis, Kurang ajar!"Teriaknya frustasi dengan nafas terengah-engah dan tingkat emosi yang sudah mencapai level akhir.
~ Devil~
Dunia jungsoo benar-benar jungkir balik. Gelar dokternya sekarang seolah tak berguna lagi Dia bagai terkurung disangkar emas kini. Tak boleh kemana-mana, hanya diam dikamar. Setiap hari kerjanya hanya makan, tidur, duduk dijendela memandangi dunia luar dari sana. Dia ingin bebas namun tak bisa, bathinnya tersiksa.
Setiap malam youngwoon datang kekamarnya walaupun hanya sekedar menumpang untuk tidur. Padahal namja itu memiliki kamar sendiri tapi entah kenapa dia lebih memilih untuk dikamar jungsoo dan tidur seranjang dengan namja cantik itu.
Karena sudah terbiasa jungsoo pun sudah tak risih lagi jika setiap malam youngwoon datang dan menumpang tidur diranjangnya yang memang berukuran sangat besar. Jungsoo berfikir toh ini juga miliknya, terserah saja dia mau tidur dimana. Asal tak menggangguku aku tidak perduli.
Hari ini entah kenapa jungsoo merasa sedikit aneh dengan keadaan rumah ini, biasanya selalu sepi dan hanya ada beberapa penjaga yangberdiri didepan gerbang untuk berjaga. Karena jendela kamar jungsoo jika melihat kebawah akan langsung menghadap kepintu gerbang.
Hari ini sangat berbeda, ramai sekali seperti akan ada pesta dirumah besar ini. Tapi pesta apa?. Pesta (?), pasti akan banyak orang yang kesini dan, bukankah kesempatan jungsoo untuk keluar dari sini cukup besar. Jungsoo bisa kabur.
Klek
Jungsoo menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, alisnya terangkat saat menangkap sesosok namja yang sangat cantik yang sama sekali tidak ia kenal.
Namja itu menatap tajam jungsoo, melempar deathglare terbaik yang ia miliki dengan tangan kanannya yang sedang memegang gelas wine dan memainkannya sedikit dengan jemari lentiknya " Kau, Leeteuk?" Tanyanya. Tapi sepertinya itu bukan suatu pertanyaan. Lebih kearah pernyataan.
Jungsoo mengernyit. Siapa namja ini, jungsoo tak pernah melihatnya disini.
" Kau cukup cantik juga,!" Ucapnya tenang " Hari ini akan ada pesta besar disini. Youngwoon memintaku mengawasimu sepanjang pesta berlangsung!" Namja cantik itu mendesah lalu mendudukkan dirinya diatas sofa " Sebentar lagi pakaian untukmu akan datang, apa kau perlu kubantu untuk bersiap-siap?"
" Huh?"
" Sepertinya tidak perlu!" Namja cantik itu bangkit dari sofa, menghampiri jungsoo yang masih duduk dibibir jendela " Kim Heechul Imnida," Tangannya terulur " Aku kakak ipar youngwoon. Jongwoon, istrinya youngwoon adalah dongsaengku. Dan dia sudah (?)!"
" Meninggal!" Sambung jungsoo.
Heechul tersenyum miris " Yah, kau benar!"
" Tuan ini pakaian untuk tuan Leeteuk!" Seorang pelayan masuk kedalam kamar dengan menenteng satu setel pakaian mewah yang dirancang khusus untuk jungsoo.
" Letakkan saja disitu," Perintah heechul mengarahkan telunjuknya kearah ranjang.
Pelayan itu membungkuk sebentar lalu meletakkan pakaian yang ia bawa, setelahnya ia langsung keluar karena pekerjaannya hanya mengantarkan pakaian itu kedalam.
" Pakailah, aku akan menunggumu diluar!" Heechul tersenyum pada leeteuk. Senyumnya sungguh bersahabat dan jungsoo merasa dihargai disini, tak semua orang disini berhati dingin seperti youngwoon fikirnya.
" Tunggu," Jungsoo meraih jemari heechul sebelum namja cantik itu sempat melangkah untuk keluar kamar " Disini saja, !" Pintanya dan lagi-lagi heechul memberikan jungsoo senyum terbaik yang ia miliki.
" Baiklah," Balas heechul mengedikkan bahunya malas.
Jungsoo mulai melucuti pakaiannya satu persatu tanpa segan didepan heechul. Heechul semula tak perduli karena dia memang sama sekali tak tertarik dengan jungsoo. Tapi entah dorongan dari mana heechul mulai mencuri pandang dan, Oh Tuha~~~n, kulit jungsoo begitu putih dan halus. Heechul sampai susah payah menelan salivanya karena pemandangan itu begitu indah. Apa lagi saat jungsoo hendak menukar celana dalamnya dengan yang baru, mata heechul tak lepas memandangi milik jungsoo yang sangat indah dan tak dapat dipungkiri tangan heechul sampai terkepal gemas ingin menyentuh dan menikmatinya.
Sepertinya heechul harus mengganti imagenya sebagai seorang uke yang selalu dimasuki oleh seme. Dia gemas, tubuhnya panas karena seorang park Jungsoo. Heechul ingin merasakan hangatnya tubuh jungsoo, hasratnya membara. Bolehkah fikir heechul.
" Teuk-ah!" Panggil heechul dengan nada serak.
Jungsoo memalingkan wajahnya menghadap heechul setelah selesai dengan celana dalamnya dan hendak mengenakan pakaiannya " Wae?" Tanya jungsoo bingung.
Heechul menghampiri jungsoo dengan langkah anggun dan elegan. Matanya memandang jungsoo dengan tatapan nakal dan menggoda. Tangannya terulur menggenggam jemari jungsoo lalu menciumnya lembut " Kau benar-benar cantik dan sempurna!" Gumamnya lembut.
" Heechul-ah, kau kenapa?" Jungsoo mengerjab bingung akan pola tingkah heechul yang sangat aneh menurutnya.
" Aku ingin menikmatimu sayang, apa boleh?" Bisik heechul erotis.
Jungsoo membelalak. Tidak, tidak boleh. Cukup youngwoon yang memperlakukannya seperti namja murahan. Ini tidak boleh terjadi.
" Jangan, Kumohon!" Pinta jungsoo dengan nada memelas.
Heechul menatap jungsoo kecewa, lalu kemudian tersenyum mencoba menenangkan dirinya sendiri " Mianhe, Teuk-ah! Tak seharusnya aku meminta sesuatu yang memang bukan hak ku padamu. Mianhe!" Sekali lagi heechul mengecup lembut punggung tangan jungsoo.
Hati jungsoo menghangat akan perlakuan lembut heechul padanya. Jauh berbeda dengan youngwoon yang begitu kasar dan arogan. Namja ini sangat lembut dan penuh perhatian " Gomawo," Bisiknya lirih.
" Hum, Nado. Tapi aku berharap kau mau membuka sedikit hatimu untukku." Heechul menempelkan keningnya dengan kening jungsoo hingga hidung mereka saling bersentuhan
" Tapi youngwoon!" Balas jungsoo berbisik
" Dia tidak mencintaimu, dia hanya melihat jongwoon didalam dirimu teuk-ah.!"
" Bawa aku pergi dari sini, jebbal!"
Klek,
Segera heechul dan jungsoo saling menjauhkan diri saat ada yang masuk tiba-tiba, Dia youngwoon. Mata namja itu tajam memandang jungsoo dan heechul bergantian " Kenapa kalian lama sekali!" Tanyanya dengan nada datar dan tidak suka. Apalagi dilihatnya jungsoo yang masih belum berpakaian lengkap. Masih bertelanjang dada.
Wajah jungsoo pucat pasi. Apa youngwoon mendengar pembicaraannya dengan heechul. Apa youngwoon akan menyakiti heechul setelah ini.
" Oh, Sebentar lagi dia siap. Aku sedang membantunya berpakaian!" Heechul mencoba berbicara setenang mungkin.
Youngwoon menyipit kejam, matanya bagai api yang menyala saat melempar deathglare terbaiknya pada jungsoo yang bersembunyi dibelakang tubuh heechul " Baiklah, dia harus siap dalam 10menit." Youngwoon memutar tubuhnya lalu keluar dari kamar dengan membanting pintu sekuat tenaganya.
.
.
~ Devil~
Pesta di Istana Youngwoon begitu ramai. Banyak orang asing disini dan makanan khas italy yang tersaji sempurna di setiap meja yang sangat menggugah selera.
Jungsoo sama sekali tak berniat berbaur dengan orang-orang asing yang sama sekali tidak ia kenal dan memilih untuk berdiri di tempat yang tak terlalu ramai. Jungsoo kurang menyukai keramaian, akan lebih baik kalau dia mencari posisi yang nyaman untuk tidur dan masuk kedalam selimut ketimbang mendengar suara orang-arang yang sedang bercengkrama disini, kedengaran seperti suara lebah yang mendengung-dengung ditelinganya.
Jungsoo memutar tubuhnya malas, berniat mencari tempat yang lebih tenang.
Mundur dua langkah ketika hampir saja dia tak sengaja menabrak tubuh besar youngwoon yang entah sejak kapan sudah berada didekatnya. Jungsoo mendongak dengan alisnya yang terangkat sebelah.
" Sedang apa kau disini?" Tanya youngwoon selidik " Jangan katakan kalau kau berniat mencari celah untuk kabur, huh!" Youngwoon menatap tajam jungsoo lalu mencengkram pergelangan tangan jungsoo.
Jungsoo meringis karena cengkraman youngwoon begitu keras " Sakit, Lepas!" Sekuat yang ia bisa jungsoo berusaha melepas cengkraman youngwoon. Tapi semakin jungsoo berusaha, cengkraman youngwoon semakin keras dan menyakitkan.
Greeppp
Youngwoon menarik paksa tangan jungsoo hingga tubuh mereka merapat dan youngwoon memeluk pinggang jungsoo dengan tangan kirianya. Sementara tangan kanannya masih mencengkram tangan jungsoo dan sama sekali tak memiliki niat untuk melepaskannya " Jangan berfikir kau bisa lepas dariku Park Jungsoo, dan jangan pernah meminta bantuan pada siapapun atau kau ingin satu nyawa melayang karena perbuatan bodohmu!" Youngwoon berbisik kejam, seringainya begitu lebar dan mengerikan.
Nafas jungsoo tercekat. Tadi dia meminta heechul untuk membawanya pergi dan (?) mungkin saja youngwoon mendengar pembicaraannya tadi dengan heechul. Itu artinya nyawa heechul dalam bahaya. Oh Tuha~~~n, jangan kumohon jangan. Heechul begitu baik, lindungilah dia, Fikir jungsoo.
" Jangan!" Balas jungsoo berbisik " Aku berjanji akan menjadi anak yang baik, kumohon jangan menyakiti siapapun.!"
Youngwoon tersenyum menang " Good Boy," Diciumnya pipi jungsoo ringan " Kajja, akan kuperkenalkan kau dengan beberapa relasiku. Dan ingat, namamu leeteuk. Mengerti!"
Jungsoo membuang nafas beratnya perlahan lalu mengikuti langkah jenjang youngwoon, karena youngwoon menyeretnya untuk berkumpul dengan orang-orang asing yang bahkan jungsoo sangat tidak punya minat untuk berkumpul dengan mereka.
~ Devil~
Pesta usai. Jungsoo telah berada didalam kamarnya jauh sebelum pesta usai dengan beralasan kalau perutnya sedang bermasalah. Sebenarnya bukan sekedar alasan, sepertinya jungsoo terlalu banyak minum tadi. Kepalanya pusing, matanya berkunang-kunang dan perutnya juga terasa mual.
Jungsoo melampiaskan kekesalannya dengan menegak banyak wine yang berharga mahal yang tersedia di pesta itu. Mungkin dengan cara seperti itu dia bisa sedikit melupakan segala beban dihatinya dan mabuk. Jungsoo benar-benar mabuk tadi, terlihat dari langkahnya yang sempoyongan dan hangeng membantu jungsoo. Kalau tidak mungkin namja cantik itu takkan sampai dikamarnya dengan selamat.
Dipejamkan matanya erat, kepalanya sangat pusing dan jungsoo belum sempat mengganti pakaiannya dengan piyama tidur sutra miliknya. Masih mengenakan kemeja putih karena tuxedonya sudah dilemparkannya kesembarang arah.
Klek
Terdengar ketukan langkah yang begitu elegan. Perlahan ranjang jungsoo sedikit bergerak karena ada yang duduk disisi ranjangnya.
Youngwoon membaringkan dirinya disebelah jungsoo, memandangi wajah cantik yang merona karena pengaruh alkohol itu begitu lekat. Wajahnya cantik, dia benar-benar terlihat seperti malaikat fikir youngwoon.
Jungsoo dapat merasakan hangat nafas youngwoon yang menerpa wajah cantiknya. Aku sedang mabuk, aku sangat mabuk. Ini pasti hanya halusinasiku saja, Bathin jungsoo.
Hangat nafas youngwoon terasa semakin dekat, yah sangat dekat dan makin panas ketika youngwoon mulai menempelkan bibirnya dengan bibir jungsoo.
Lembut. Ini pasti halusinasiku, Youngwoon tak pernah selembut ini, dia iblis dan ini begitu lembut, sensasinya juga sangat berbeda. Begitu menggetarkan dan mengundang hasrat. Jungsoo meracau sendiri dengan segala fikirannya yang berkecamuk. Dia benar-benar sudah dikuasai pengaruh alkohol yang begitu banyak.
" Ouh~~!" Jungsoo mendesah nikmat ketika youngwoon menjilat lehernya dengan gerakan erotis, kepalanya terdongak. Erangan-erangan nikmat meluncur begitu saja dari bibirnya. Ini halusinasiku, tidak ada salahnya jika kunikmati halusinasi yang sangat nikmat ini. Tuhan, izinkan aku menikmati halusinasi ini.
Youngwoon menarik wajahnya ketika mendengar lenguhan jungsoo yang terdengar begitu menikmati dan tak menolak ketika ia menyentuhnya.
Jungsoo membelalak. Tatapan itu, tatapan iblis kim youngwoon yang begitu menakutkan. Dia tidak berhalusinasi, itu benar kim youngwoon.
Melihat perubahan raut jungsoo perlahan tatapan youngwoon melembut. Dia tak ingin merusak moment ini. Moment jungsoo yang suka rela menyerahkan diri padanya. Tidak, dia tidak boleh merusaknya.
Jungsoo mengernyit disela-sela kesadarannya, apalagi pengaruh alkohol sudah benar-benar menguasai fikirannya kini. Kedua tangannya terulur menyentuh dan membingkai wajah tampan youngwoon. Yah menyentuhnya lembut dan ini pertama kalinya.
Jantung youngwoon berdegup kencang ketika tangan lembut jungsoo menyentuhnya. Hasratnya memuncak hingga keubun-ubun. Tubuhnya panas dan terbakas oleh birahinya yang ingin segera ia tumpahkan. Tapi ia harus bersabar, malam ini harus melakukannya dengan perlahan.
Jungsoo mendekatkan wajahnya hingga bibirnya dan bibir youngwoon bertemu. Membuka mulutnya dan memberikan youngwoon akses untuk melakukan lebih terhadap dirinya.
Lidah mereka saling memagut penuh hasrat yang menggebu diantara keduanya. Saling membalas pagutan dan bertarung diantara panas dan lembab saliva yang mendominasi diantara mereka berdua.
" Ouh, ah!" Desahan erotis jungsoo terdengar merdu ketika youngwoon meraba dan membelai dada bidang jungsoo yang begitu halus. Meremas dada jungsoo dengan gerakan gemas, memainkan niplenya dengan begitu lihai dan menggoda " Emphhhh, Youngwoon-ah!" Tubuh jungsoo melengkung ketika lidah youngwoon bermain dengan niplenya. Sensasi nikmat yang menurutnya hanya ilusinya semata.
Tangan youngwoon turun dan membuka belt dan kancing celana jungsoo perlahan. Menelusup masuk kedalam underwear dan bermain didalam sana. Milik jungsoo sangat lembab dan keras, namja cantik itu menggeliat resah ketika miliknya dimainkan oleh youngwoon. Tak sedikitpun titik sensitive jungsoo yang youngwoon lewatkan.
" Ekh, eouh, akh~~~!"
Youngwoon menurunkan celana jungsoo beserta underwearnya. Meraba hole jungsoo yang sudah begitu lembab dan sudah sangat siap untuk dimasuki olehnya. Tapi youngwoon tak ingin terburu-buru. Setelah melepas celana beserta underwear jungsoo, dibukanya paha jungsoo lebar-lebar lalu menelusupkan wajahnya diantara selangkangan jungsoo. Menjilat hole kemerahan itu dengan tempo lambat dan menggoda. Tubuh jungsoo bergetar saking nikmatnya.
" Ekh, ekh ouh akh akh!"
" Kau sudah benar-benar siap sayang!" Bisik youngwoon lembut.
Youngwoon melucuti seluruh pakaiannya, miliknya pun sudah keras dan tegap sudahsiap untuk jungsoo. Perlahan miliknya ia lekatkan ke ujung hole jungsoo. Berusaha agar tak menyakiti jungsoo dengan memasukkan miliknya yang berukuran besar dan panjang dengan perlahan dan
" Akh!" Jungsoo memekik sakit ketika sekali hentak youngwoon memasukkan begitu dalam miliknya kedalam jungsoo.
" Hole ah..ho...le" Racau youngwoon disela tusukan lembutnya. Menggerakkan pinggulnya, maju mundur hingga derit ranjang pun ikut menemani percintaan panas mereka malam ini.
~ Devil~
Desahan-desahan nikmat memenuhi ruang kerja sekaligus perpustakaan pribadi milik kyuhyun. Dia dan istrinya sedang bercinta di ruang kerjanya, beralasan tak ingin mengganggu Cho Junior yang sedang tertidur pulas didalam box bayi dikamar mereka.
Bukan tak ada kamar lain yang bisa mereka pakai, tapi mungkin atmosfer kamar ini begitu mendukung hingga mereka berdua merasa lebih nyaman melakukannya ditempat ini.
Apalagi ini merupakan pertama kalinya mereka bercinta setelah kelahiran Cho junior dan kyuhyun tak kan melewatkan sedetikpun dengan istrinya malam ini.
" Kyu, Oh yes akh there chagi. Deep akh yes!" Yesung meracau nikmat ketika kyuhyun menusuk-nusuk holenya dengan tempo lambat.
Kyuhyun memagut bibir yesung penuh nafsu seraya pinggulnya yang terus bergerak menusuk-nusuk didalam istrinya yang masih begitu sempit meskipun telah melahirkan seorang Cho junior kedunia.
Decak saliva terdengar seiring desahan dan derit sofa tempat mereka melakukan atraksi malam. Sofa yang begitu besar dan bahkan sangat cukup untuk menampung mereka berdua.
" Oh yeah! My beautiful wife. Kau masih begitu sempit baby!"
Tubuh mereka lembab karena peluh, menambah kesan hangat diruang dingin ber Ac ini. Wajah yesung memerah saking nikmatnya bercinta dengan suaminya malam ini.
" Ouh, kyu~~ aku akan keluar!"
" Sabar baby, sabar oke! Kita keluarkan bersama! ukh~ukh~ukh!" Kyuhyun semakin mempercepat tusukannya.
" Akh~akh-akh kyu~~~~ a...ssshhhhhhhhh!" Yesung menumpahkan hasratnya yang sudah tak tertahan hingga sofa pun menjadi lengket karena perbuatan mereka.
Kyuhyun menekan dirinya semakin dalam dan menumpahkan hasratnya didalam yesung. Menumpahkan seluruhnya hingga yesung bisa merasakan cairan cinta kyuhyun begitu hangat didalam dirinya.
Suara nafas mereka yang beradu memenuhi ruang kedap suara itu. Mereka tersenyum bersama dan yesung membiarkan kyuhyun tetap diatasnya. Menimpa tubuh mungilnya dan berbisik " Saranghae baby!"
" Nado kyu," Balas yesung lembut dan memejamkan matanya ketika kyuhyun mulai lagi melumat bibir pulmnya lembut dan menelusupkan lidahnya ketika yesung sedikit membuka mulutnya.
TBC
Jiah...gimana ini...Bingung -_-
Gomawo Chingudeul yang udah bersedia review di chap sebelumnya #kisseu atu-atu
Mind to reveiw again :)
