Secret Video
Gundam Seed/Destiny © Bandai & Sunrise
No material profit taken from this.
Warning: garingness, absurdness, typos, bunuh diri itu tidak baik, kemungkinan OOC tinggi, flight of idea, genre tiap chapter bisa berbeda.
.
PLAY
.
Kamera itu menyala dan menampilkan seorang gadis berambut magenta sebahu dan mata sembab. Kulitnya pucat dan bekas air mata masih terlihat jelas di pipinya meski ia tidak lagi menangis. Seragam ZAFT hijau yang melekat di tubuh mungilnya pun belum ia ganti. Gadis itu terlihat sedang duduk di meja belajar suatu kamar tidur dengan boneka-boneka dan hiasan kerajinan tangan sederhana yang menempel di dinding.
[A-aku ... jika kalian menonton video ini, berarti aku sudah ...]
Air mata baru kembali memenuhi pelupuk matanya namun ia cepat-cepat menyekanya dengan punggung tangan. Ia menarik napas dalam-dalam.
[Namaku Meyrin. Aku sudah melakukan kejahatan besar. Sangat besar.]
Pandangan gadis itu teralih ke bawah. Bahunya bergerak-gerak saat tangannya sibuk memainkan lipatan bajunya.
[Aku benar-benar mengacau. Aku bahkan tidak heran jika seisi ZAFT—bahkan Orb. Oh, astaga, mungkin seluruh dunia—membenciku dan menganggapku aneh.]
Meyrin menarik napas dalam-dalam. Matanya kembali berkaca-kaca. Dalam gerakan cepat, ia menutupi kedua kristal violet miliknya dengan kedua telapak tangan.
[Aku mempermalukan Kira-san di hadapan semua orang.]
Isakannya terdengar lagi. Suara-suara bentakan terdengar teredam dari balik pintu. Gadis CIC dalam perang Valentine Berdarah Kedua itu tidak mengacuhkannya.
[Sejak Athrun-san bergabung dengan kami di Minerva, aku sudah tahu kalau Athrun-san bertunangan dengan Lacus-sama. Aku tahu, sungguh. Meski aku sendiri merasa ada sesuatu yang aneh setiap Athrun-san dan Lacus-sama berduaan, tidak sedekat yang kubayangkan—tentu saja karena Lacus-sama yang kulihat ternyata Meer-san—aku masih yakin kalau keduanya bertunangan.]
Meyrin menurunkan tangannya.
[Aku pernah melihat Kira-san dan Lacus sama berduaan di dekat hangar Archangel waktu aku dan Athrun-san lewat. Aku merasa bingung dan tidak enak dengan Athrun-san, tapi Athrun-san bilang tidak apa-apa. Kupikir maksud Athrun-san berkata begitu karena Kira-san sahabat baiknya, jadi tidak masalah. Athrun-san percaya Kira-san tidak akan macam-macam dengan tunangannya. Lalu aku bertemu dengan Cagalli-sama.]
Kini suara pintu yang berusaha dibuka paksa kembali terdengar bersamaan pukulan bertubi-tubi yang diterima pahatan kayu tersebut. Gadis berambut magenta itu masih menatap kamera lurus-lurus.
[Setelah melihat gerak-gerik Cagalli-sama setiap ia bersama Athrun-san dan bagaimana respon Athrun-san atas semua perhatian yang diberikan Cagalli-sama, aku mengerti kalau alasan Athrun-san berkata tidak apa-apa saat melihat Lacus-sama dan Kira-san berduaan karena hal lain. Athrun-san mencintai Cagalli-sama dan cintanya berbalas. Mungkin Athrun-san dan Lacus-sama belum mengumumkan hal itu secara resmi karena suatu alasan, tapi itu bukan masalahnya.]
Kedua alis sang CIC bertaut.
[Suatu hari, sewaktu aku mau menyerahkan laporan di ruangan Kira-san, aku menemukan Cagalli-sama dan Kira-san—hanya berdua—berpelukan.]
Tangan lentik itu kini meremas tangan satunya lagi di atas meja dengan kuat sampai gemetar.
[Waktu itu Cagalli-sama memang sedang berkunjung ke PLANTs. Bukan itu saja. Setelah itu mereka berdua saling menatap bola mata masing-masing dengan emosi yang sangat dalam untuk beberapa lama sebelum Kira-san mengecup kening Cagalli-sama dan mengatakan sesuatu sambil berbisik.
Wajahku terasa panas, tapi hatiku juga panas! Aku benar-benar tidak mengerti! Aku merasa aku telah melihat hal yang seharusnya tidak kulihat, jadi aku memutuskan untuk menutup pintu cepat-cepat dan lari. Apa yang baru saja dilakukan oleh Kira-san dan Cagalli-sama!? Apa Athrun-san tahu hal ini? Aku terus memikirkan hal itu sampai tidak bisa tidur selama tiga hari. Aku bahkan tidak bisa menahan diriku untuk tidak melempar tatapan curiga tiap aku melihat Kira-san—dan aku yakin Kira-san menyadarinya.]
Meyrin menjenturkan dahinya ke atas meja.
[Lalu datanglah hari ini. Hari di mana hidupku berakhir.]
Gadis itu masih enggan mengangkat wajahnya dan memilih untuk melingkarkan kedua lengannya di atas kepala.
[Hari ini ada acara besar yang dihadiri seluruh petinggi Bumi dan PLANTs, Penandatanganan Kesepakatan Komite Perdamaian Gabungan, yang disiarkan ke seluruh dunia. Acara penandatanganan itu baru saja selesai dan semua undangan sedang berjabat tangan sambil bertukar percakapan ringan. Tiba-tiba Lacus-sama tersandung dan pasti akan jatuh kalau Kira-san tidak menangkapnya.
Mungkin yang lain tidak menyadarinya, tapi aku melihat kejadian itu dengan sangat jelas. Lacus-sama yang mengucapkan terima kasih dengan sangat tulus dan Kira-san yang tersenyum lembut, juga bagaimana keduanya saling menatap dengan penuh cinta, aku melihat semuanya.
Saat itulah rasa panas di dadaku mencapai puncaknya. Aku berjalan dengan langkah lebar-lebar dan berhenti di depan mereka berdua. Lalu aku menampar Kira-san. Keras-keras.]
Meyrin mengangkat kepalanya cepat-cepat dan memegangi kepalanya dengan frustasi.
[Ya, Tuhan! Bahkan aku masih bisa mendengar suara gemanya! Seisi ruangan tiba-tiba diam, lampu kamera semuanya bersinar, dan ekspresi terkejut Kira-san—aku tidak mengerti kenapa aku bisa melakukan tindakan kurang ajar tersebut waktu itu! Yang ada di kepalaku cuma 'Kira-san adalah pria brengsek bertopeng manis yang senang mempermainkan wanita'! Pertama, ia merebut Lacus-sama dari Athrun-san, dan bermesraan dengan Cagalli-sama yang dicintai Athrun-san, lalu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dengan dirinya dan Cagalli-sama di depan Lacus-sama, sahabat macam apa dia!? Aku sangat marah dan berteriak, "Kau laki-laki brengsek!" di depan wajahnya—di hadapan ratusan kamera dan wartawan.
Aku langsung keluar dari ruangan saat keributan pecah. Miri-san tiba-tiba sudah mengejarku dan menanyakan tentang kejadian barusan. Aku menjelaskan alasanku dengan menggebu-gebu dan murka. Begitu selesai, wajah Miri-san memucat. Wajahku yang gantian memucat saat Miri-san memberitahuku kalau Kira-san dan Cagalli-sama ternyata saudara kembar dan mereka tidak terjalin hubungan romansa apa pun.
Yeah. Mereka berdua bersaudara. Bisa kalian membunuhku sekarang?]
Meyrin menoleh ke arah pintu.
[Berhenti merusak pintuku, Kak! Kau tidak bisa menghentikanku!]
Dia kembali menatap kamera. Raut wajahnya kembali memelas.
[Karena itulah, sekarang kalian tahu alasan aku melakukan ini.]
Meyrin meraih botol pil dari laci meja dan menumpahkan sebagian isinya di telapak tangan. Air matanya kembali mengalir.
[Aku telah menjatuhkan nama Kira-san karena tidak bisa menahan diri dan memastikan apa yang kulihat terlebih dulu. Semua ini salahku. Aku tidak akan bisa memperbaikinya hanya dengan ucapan maaf karena itu ... biar kutebus dengan ... dengan nyawaku ...]
[KAU BUTUH LEBIH DARI YANG BISA KAUMINUM UNTUK MEMBUATMU MATI, JADI HENTIKAN TINDAKAN BODOHMU ITU SEBELUM KAU MENAMBAH MASALAH DAN MEREPOTKAN KAMI, MEYRIN HAWKE!]
[Kakak bohong!]
[AKU TIDAK BOHONG! APA KAU MELEWATKAN KELAS FARMAKOLOGI!?]
Gadis bernama Meyrin Hawke itu terdiam sejenak sebelum menuangkan lagi pil-pil di tangannya ke dalam botol dan menyisakan tiga butir. Ia diam lagi. Kini dua pil lagi kembali pulang ke tempatnya. Meyrin mengambil gelas dan menghela napas.
[Paling tidak biarkan aku membunuh diriku untuk beberapa jam.]
Gadis itu pun menelan sebutir pil yang tersisa di tangannya dan menghabiskan segelas air dalam sekali teguk. Ia bangkit dari kursinya dan kamera yang sekarang hanya menyorot lengan itu mulai bergoyang.
[MEYRIN HAWKE, CEPAT BUKA PINTUNYA! INI PERINTAH! KIRA-SAN MAU BICARA DENGANMU! MEYRIN! OH, SIA—]
Kamera pun mati.
.
STOP
.
Yuhuuu~
Kali ini chapter-nya agak random dan gak jelas #emang. Mungkin gak selucu yang dibayangkan, tapi semoga tetap menghibur dan bisa diambil hikmahnya (?).
Tentukan unsur intrinsik dalam cerita ini! *lalusayadibazoka*.
Saya minta maaf karena lama update-nya. Kali ini beneran ada ujian kok, ujian kehidupan dan ujian kampus #eh. Terima kasih untuk semua readers yang bersedia mampir apalagi ngasih review dan Lenora Jime-san udah ngingetin saya dan sarannya soal Meyrin dan Luna. Hehehe.
Sooo, let me know what you think about this one, okay? Have a good day, minna!
