Welcome back to my story ..
Sorry for Typo and enjoyed
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
Sehun dan Chanyeol sedang menunggu dikantor polisi untuk melihat siapa pelaku sebenarnya dan apa motif dari penyerangan terhadapnya. Pelaku masih dalam perjalanan menuju kantor polisi. Helaan napas pun saling bersahutan untuk membunuh waktu.
Tangannya masih sibuk dengan gadget yang memperlihatkan grafik sahamnya. Kejadian yang menimpa properti miliknya cabang Busan membuat sahamnya turun 0,2 persen. Orang menilai mungkin itu adalah angka yang sedikit ,tapi tidak dengan Sehun. Merintis dari nol hingga bisa sebesar sekarang membuatnya tidak rela sahamnya turun barang sedikit pun ,katanya berlebihan tapi itu lah yang dirasakan.
Mereka masih menunggu diruang laporan untuk bertemu dengan sang pelaku. Chanyeol terlihat gelisah karena sahabat sekaligus majikannya itu bungkam. Bungkamnya Sehun adalah bukan hal yang baik ,ia pasti memikirkan sesuatu dan akan berdampak pada moodnya. Mengerikan jika Sehun sudah diam dan berbicara dingin. Merasa panggilan alam datang Chanyeol pun meminta izin keluar , "Sehuna ,Aku pergi ketoilet dulu"
"Hem"
Chanyeol pun berdiri dan pergi ke toilet. Selesainya melepas hasrat ingin buang air kecilnya ,kakinya melangkah kembali menuju ruangan tadi. Namun...
Dor dor
Kepalanya langsung menoleh pada sumber suara ,para polisi seketika langsung berhamburan keluar gedung membawa senjata masing masing. Chanyeol yang penasaran ikut berlarian dengan polisi. Didepan sana sudah banyak polisi yang melingkar membuat posisi penyerangan. Chanyeol berhenti saat sudah ditempat ,dari sela tubuh para polisi terlihat seorang dengan berlumuran darah tertelungkup didepan pintu masuk kepolisian.
Chanyeol menutup mulut tanda shock ,dalam hati ia mengumpat siapa yang berani melakukan penembakan dipagi hari seperti ini. Kondisi sang korban tembak memakai baju kaos putih dan celana jeans robek tanpa alas kaki , kedua tangannya pun terborgol dibelakang tubuhnya. Chanyeol menghampiri salah satu petugas kepolisian dan bertanya untuk memastikan ,ia merasa ada yang ganjil dalam hal ini.
"Maaf ,siapa yang tertembak ?"
Sang polisi berbalik badan dan menyimpan pistolnya. "Dia salah seorang tersangka kasus terbakarnya hotel ,kami akan mencari tahu motif penembakan"
"Jadi begitu"
"Sepertinya begitu ,kalau begitu saya permisi"
Polisi itu undur diri pada Chanyeol. Chanyeol terdiam dan menduga duga apakah orang yang tertembak tersebut adalah pelaku pembakaran hotel cabang Busan milik Sehun. Chanyeol mendekati tkp dan memperhatikan ciri dari korban tembak.
"Oh .., Tuan Park. Untung anda ada disini"
Chanyeol merasa terpanggil dan menoleh kepada sumber suara. Seorang polisi menghampirinya dan tanpa banyak waktu Chanyeol pun bertanya. "Apakah dia .."
"Ya tuan ,dia adalah pelaku yang saya beritahu. Namun dia sudah meninggal ,hanya dia satu satunya yang bisa dimintai keterangan karena tidak ada saksi mata satu pun dalam kasus terbakarnya hotel anda. Sebaiknya anda kembali ke Seoul ,kasus ini biar kamu yang urus"
"Ah begitu" ringisan pun keluar dari mulutnya tanda -ini bukan pertanda baik-. "Terima kasih banyak atas kerjasamanya kalau begitu"
"Ya ,kalau begitu saya pamit"
Panjelasan Polisi tersebut menjawab rasa gelisah Chanyeol sedaritadi. Tangannya mengusap wajah tanda dia akan segera frustasi karena satu satunya saksi tertembak. Kakinya melangkah menuju ruangan yang ditempati Sehun.
Cklek
Sehun menoleh dan mendapati wajah Chanyeol dengan ekspresi yang tidak dapat ia tebak. "Ada apa ?"
Chanyeol berjalan mendekati Sehun dan duduk ditempati sebelumnya. "Tersangka tertembak ,dia mati ditempat. Mayatnya sedang diurus oleh pihak kepolisian"
"Maksudnya ?"
"Hah ~ pelaku yang membakar hotelmu ditembak mati entah oleh siapa. Polisi menyuruh kita untuk kembali dan biarkan polisi mengerjakan tugasnya"
Sehun terdiam. Apakah perang politik telah dimulai ? Itu yang ada diotaknya saat ini. Karena selama ini ia tidak punya musuh ,namun semenjak ia menjadi calon anggota parlemen ,satu per satu masalah muncul dalam perusahaannya tanpa ada sebab yang jelas. Layaknya sabotase orang dalam diperusahaannya.
"Hah...cari detektif sandal untuk mengurusnya ,aku mau kasus ini tuntas"
"Baik ,tuan" .Mereka pun keluar dari kantor polisi dan pulang menuju Seoul.
x
x
x
x
"Terima kasih bu guru"
"Terima kasih kembali. Jangan lupa tugas rumahnya dikerjakan ya"
"Baik bu guru"
Para siswa The Happiness Kindergarten berhamburan keluar kelas menuju orang tua mereka yang menjemput. Kaki kaki kecil itu melangkah cepat namun hati hati. Luhan baru saja menyelesaikan tugas mengajarnya.
"Lu saem"
Panggil Sophia sambil menarik rok span Luhan. Luhan pun menoleh lebih rendah dan berdiri setengah badan untuk menyamakan posisi wajah mereka. "Ada apa cantik ?"
"Eum ..."
Tangan Sophia bertautan kecil dan memilin ujung rompi seragamnya ,kepalanya tertunduk ,dan matanya tertuju pada jari jari kecilnya. Luhan yang melihat gelagat Sophia sedikit bingung namun tak lama ia paham bahwa anak ini menginginkan sesuatu.
"Sophia mau apa ?"
"Itu... boleh kah ?" Sohpia melirik Luhan dengan hati hati.
"Tentu ,kenapa tidak boleh. Sophia ingin apa ?"
"Mau kah Lu saem main dengan Sophia ?"
Alis Luhan bertautan tanda ia bingung ,"Main ,memangnya Sophia mau main apa ?"
"Main banyak ,Lu saem mau tidak ?"
Luhan membuat ekspresi tanda berpikir ,walau hanya berpura pura namun Sophia menanti cemas. Lebih tepatnya takut ajakannya ditolak. "Hem... Baiklah"
"Benarkah ,yeay..."
Sophia melompat kegirangan ,tangannya diangkat keatas tanda selebrasi karena Luhan mau bermain dengannya. "Terima kasih Lu saem"
"Sama sama cantik"
Luhan pun mengajak Sophia ke ruangannya untuk mengambil tas dan Sophia langsung menarik tangan Luhan menuju mobilnya dan pergi dengan mobil Sophia. Sophia selalu menempel pada Luhan ,bahkan ia minta dipangku karena sangking manjanya. Awalnya Luhan hanya berpikir bahwa mereka akan bermain ditaman ,namun saat mobil yang ia tumpangi memasuki sebuah gerbang besar baru lah ia sadar.
"Kita main dirumah Sophia ?"
Luhan menunduk memandang Sophia. Sophia pun mendongak ,matanya bertemu dengan mata Luhan lalu tersenyum. "Iya ,Lu saem suka ?"
Luhan tertegun lalu tersenyum kepada Sophia ,ada perasaan tidak enak dan takut bertemu keluarga Sophia. Sophia yang mendapat senyum manis itu semakin beringsut pada Luhan. Mobil pun berhenti tepat di pintu masuk mansion mewah ,mereka turun dan Sophia menarik tangan Luhan dengan semangat kedalam mansion.
"Selamat datang ,Nona"
"Halo bibi"
Sophia hanya menyapa sekenanya sambil terus menarik Luhan ,Luhan pun tersenyum saat setiap pelayan rumah menyapa. Sophia menarik Luhan sampai kamarnya ,jujur Luhan takjub. Anak sekecil Sophia memiliki kamar tiga kali lebih besar dari kamarnya. Sophia meletakkan asal tas sekolahnya lalu berlari menuju sebuah box besar berwarna soft pink lalu membukanya.
Terlihat box tersebut dipenuhi dengan banyak jenis mainan. Sophia menolehkan kepalanya pada Luhan lalu tersenyum ,Luhan pun tersenyum dan menaruh tas kerjanya dipinggir kamar. Sophia menyuruh Luhan untuk duduk disebuah kursi kecil dengan meja bulat kecil didepannya.
"Lu saem suka ?"
Luhan tersenyum dan mengusak halus kepala Sophia ,"Ya ,Lu saem sangat suka". Rasanya Sophia merasa nyaman dengan Luhan yang notabene merupakan salah satu guru ditempat ia bersekolah.
Senyum Sophia seakan tidak akan luntur ,ia berlari menuju box soft pink lalu mengambil mainan yang ia butuhkan. Tubuh kecilnya terlihat sangat lincah dan bersemangat ,pipinya yang gembil yang bersemu merah merona menambah nilai plus pada penampilannya. Kakinya berbalik menuju meja tempat Luhan berada dan meletakkan mainan yang barusan ia ambil.
"Kita ingin bermain apa ?"
Tanya Luhan sambil memperhatikan Sophia yang sedang sibuk menata mainannya diatas meja. "Eum..." Sophia nampak berpikir karena tidak fokus antara harus menata mainannya atau menjawab pertanyaan Luhan. "Main pesta minum teh ,.."
"Hanya itu ?"
Sophia sudah selesai menata mainannya lalu duduk didepan Luhan ,"... Main rumah rumahan ,lalu bermain boneka ,semuanya" tangannya merentang keatas mendeskripsikan akan begitu banyak permainan yang ingin ia tunjukkan kepada Luhan. Luhan benar benar dibuat tertawa dengan tingkah laku Sophia. Mereka pun memulai permainan yang menurut Sophia sangat menyenangkan.
x
x
x
x
Sehun baru saja sampai rumah ,ia keluar dari mobil dengan langkah lunglai terseret. Kakinya membawa menuju kamar Sophia ,hanya itu. Selama ini Sehun hanya bisa melakukan itu ,memperhatikan sang anak tanpa berani berinteraksi ,hanya memperhatikan pertumbuhannya dari jauh. Terlihat ada sedikit celah dari pintu kamar Sophia yang berwarna pink ,warna kesukaan Sophia.
Sehun berada didepan kamar Sophia hanya memperhatikan gerak gerik lincah sang princess mengambil barang mainannya. Namun tak lama dahinya membentuk sudut siku siku karena melihat seorang wanita sedang duduk dikursi kecil milik Sophia. Sophia berlari menuju wanita itu sambil membawa bunga imitasi lalu tersenyum. Tak terlihat siapa sosok wanita itu karena posisinya yang membelakangi Sehun.
"Untuk mommy"
Deg
Apa ?
Seketika Sehun merasa dunia berhenti dengan cepat ,jantungnya berdetak sangat cepat tanpa bisa dikendalikan. Matanya seketika berkaca kaca ,rasa takut perlahan menghinggapi dirinya. Badannya kaku tidak dapat bergerak. Pikirannya linglung harus berbuat apa. Kenapa dia datang ,untuk apa ,apa tujuannya menemui Sophia ,pikir Sehun benar benar takut. Takut jika wanita itu datang lagi kehidupannya dan merampas satu satunya keluarga kandung yang ia punya.
"Sophia Sayang mommy ?"
Mata Sehun melebar ,napasnya terasa sesak. Ia semakin panik saat mendengar penuturan yang lebih dewasa. Apa ini ? Apa apaan ini ? Ia benar benar tidak mengerti dengan situasi sekarang. Tidak ini tidak boleh terjadi ,matanya bergerak gugup karena takut dan terkejut.
"Hm... Sophia sayang mommy"
Dipeluk tubuh yang lebih dewasa dengan hangat ,pun yang dewasa membalasnya. Senyum bahagia terlihat sangat jelas dari wajah kecil Sophia.
Tidak ,tidak boleh.
Dengan langkah cepat Sehun menghampiri dua orang itu dan menarik Sophia dengan keras peluk wanita itu. Yang dewasa kaget setengah mati sedang yang kecil sudah kaget dan sakit secara bersamaan.
Dug...
"Huwe..."
"Astaga"
Tau apa yang terjadi. Tubuh Sehun terlalu tinggi dan tubuh Sophia terlalu kecil hingga ketika Sehun menarik Sophia dari pelukan dewasa dengan keras dan kasar ,wajah Sophia membentur kepala gesper milik Sehun yang terbuat dari besi. Bukan sakit mainannya. Orang dewasa saja akan merasakan sakit jika benda itu mengenai wajah mereka ,bagaimana dengan anak sekecil Sophia.
Terkejut dengan kejadian barusan ,Sehun langsung berjongkok menyamakan tinggi tubuhnya dengan sang anak. Dilihat Sophia sedang memegangi hidungnya yang terbentur benda padat tersebut. "SAKIT!!!!" Teriak Sophia diiringi tangisan yang semakin kencang. Dengan lembut Sehun intip hidung Sophia dibalik tangan kecil itu.
Deg
Satu tetes air mata lolos mengaliri pipi Sehun ,bagaimana bisa ?- batinnya menjerit pilu. Ia telah melukai malaikat kecilnya.
Sret
Sesegera mungkin Sehun langsung menggendong Sophia dan berlari keluar kamar. Luhan langsung berlari mengekori yang mengarahkan diri kepintu utama mansion. Sepatu pantofel dan hak tinggi yang membentur lantai saling bersahutan cepat ,menandakan bajakan mereka sedang berlari memburu waktu.
"Huwe... daddy..."
Sehun benar benar kalut dan panik saat mendapati hidung Sophia mengeluarkan darah karena dirinya. Karena dirinya sang princess kecilnya menangis sangat nyaring bahkan hampir seluruh maid panik melihat sekilah tangan Sophia yang bernoda darah disela sela jarinya. Saat sampai depan pintu depan mansion ,Luhan menarik lengan Sehun ,membelah perhatian Sehun agar tidak terlalu panik.
"Kau bawa mobil itu ,berikan Sophia padaku"
Seakan Sehun adalah hewan yang patuh dan jinak ,ia langsung memberikan Sophia pada Luhan lalu mereka langsung berangkat menuju rumah sakit terdekat. Selama perjalanan Sophia tidak berhenti menangis dan memanggil Mommy Daddy sakit tanpa berhenti. Luhan pun membantu menyeka darah yang keluar dari lubang hidung Sophia dengan lengan kemaja kerjanya. Jujur ,ia juga panik namun berusaha tenang agar tidak memperburuk suasana.
Mobil yang dikendarai Sehun melaju diatas kecepatan rata rata. Ia sudah tidak peduli dengan rambu lalu lintas ,klakson pun terus dibunyikan guna menyingkirkan mobil yang menghalangi jalannya. Tangisan Sophia mulai lemah dan berimbas pada Sehun dan Luhan yang semakin kalut ,berpikir bahwa kondisi Sophia mulai buruk.
Sepuluh menit Sehun menjadi pembalap F1 dadakan dan sepuluh menit juga Luhan harus mengontrol jantungnya yang siap keluar karena Sehun yang mengendarai mobil dengan gila gilaan. Sampai rumah sakit ,Sehun dan Luhan langsung turun dari mobil dan berlari.
"DOKTER DOKTER !!!"
Kepanikan Sehun berdampak didalam rumah sakit ,para perawat menghampiri Sehun dan Luhan lalu menggiring mereka menuju IGD. Salah satu suster mengambil alih Sophia dari dekapan Luhan dan masuk ke sebuah ruang pemeriksaan. Sehun mengekor pada suster tersebut namun ditahan oleh suster lain karena dilarang masuk selama pemeriksaan. Sehun berjalan lunglai menuju kursi tunggu dan duduk ,tangannya terkepal ,dan bibirnya mengucapkan doa.
Luhan berjalan mendekati Sehun dan menepuk pelan pundak lebar tersebut guna memberikan perhatian dan ketenangan. Luhan menilai Sehun adalah seorang ayah yang menyayangi putri dengan luar biasa berlimpah ,bayangkan saja ia berlari panik ,mengendarai mobil gila gila karena anaknya terluka dihidung. Jika itu Luhan yang mengalami mungkin ia akan lebih tenang agar sang anak juga tidak sehisteris tadi ,tapi nyata Sehun tidak seperti itu. Sempat lucu melihatnya dan tersenyum kecil saat melihat Sehun menangis karena ulahnya sendiri ,layaknya anak bocah yang memecahkan kaca jendela milik orang lain tetapi dia yang menangis karena takut.
Lain Luhan ,lain juga Sehun. Jika Luhan pembawaannya lebih tenang ,maka Sehun panik tengah mati. Pikirannya bermacam dan berspekulasi buruk. Bagaimana jika hidung Sophia patah ,bagaimana jika Sophia mati ,bagaimana jika Sophia cacat karena aku ,bagaimana jika ia membenciku karena hal ini ,Ya Tuhan tolong selamatkan anak ku- See itu lah pemikiran dari Oh Sehun.
Sehun yang merasakan pundaknya ditepuk mulai menaikan kepalanya ,tatapan terarah pada Luhan yang masih melakukan -tepuk pundak Sehun- sambil memandang depan. Sehun memegang tangan Luhan dan menariknya untuk mendekat dan duduk disebelahnya. Luhan menurut dengan canggung.
"Ku kira kau dia"
Luhan yang merasa diajak bicara menoleh pada Sehun yang sedang menunduk dan masih setia memegang tangannya. Luhan memilih bungkam karena tidak mengerti topik yang dibicarakan. "Aku benar benar takut jika itu dia" ,Luhan menarik tangannya dari genggaman Sehun.
"Jujur aku tidak tau siapa yang kau maksud ,tapi seharusnya kau tidak bertindak kasar seperti tadi. Aku hanya gurunya ..."
"Kenapa kau bisa ada dirumah ku ?"
Ucapan Luhan terpotong dengan pertanyaan Sehun ,"Karena Sophia mengajakku bermain" jawab Luhan dengan santai. Sehun terlihat menghela napas dan mengusap kasar wajahnya.
Cklek...
Seorang dokter keluar ,Sehun langsung berdiri dan memberondongi pertanyaan kepada sang dokter. "Apakah anak ku baik baik saja ,apa dia harus dioperasi ,apa dia akan dirawat sangat lama ,apa dia ...?"
"Tenang lah tuan ,anak anda baik baik saja. Sekarang dia sudah tenang. Anak anda hanya pendarahan kecil pada hidungnya karena terbentur benda keras , lukanya juga sudah diobati. Selebihnya baik baik saja"
"Syukur lah /Ya Tuhan terima kasih"
"Kalau begitu saya permisi ,anak anda sudah boleh pulang. Jangan lupa untuk menebus obat untuk kesembuhan anak anda. Kalau begitu saya permisi" sang dokter memberikan resep obat dan pamit undur diri.
Setelah menerima resep Sehun langsung masuk dan mendapati Sophia yang sedang berbaring lemah dengan plester dihidungnya. Matanya setengah melirik kepada Sehun dan Luhan yang menghampirinya. "Daddy" paling manja Sophia sambil membuka lebar tangannya dan hal itu disambut hangat oleh Sehun.
Sophia langsung menempatkan wajahnya diceruk leher Sehun. Sang ayah menciumi sang buah hati dengan sayang ,ini adalah interaksi pertama secara langsung semenjak kejadian sang mantan istri pergi meninggalkan mereka berdua. Sehun merasa bersalah selama ini dan ia akan menebusnya mulai sekarang.
"Maafkan daddy"
Mendengar permintaan maaf Sehun ,Sophia semakin mengerahkan peluknya "i love you ,dad" ,Sehun menangis. Ia benar benar bodoh telah menyianyiakan putrinya selama ini.
Luhan. Hanya menatap hari interaksi mereka ,rasa rindu terhadap sang ayah semakin banyak. Satu tetes liquid jatuh membasahi pipi meronanya. Senyum manis pun terhias disana.
"Lu saem"
Luhan menoleh pada Sophia yang masih lemah dan Sehun yang memiringkan tubuhnya untuk melihat Luhan,"Ya sayang ?"
"Terima kasih"
Luhan tersenyum kecil dan mereka semua tersenyum. Sophia merasa senang dengan keberadaan Luhan. Menurutnya Lu saem itu nyaman seperti nenek.
x
x
x
x
Seminggu setelah kejadian itu Sehun sudah tidak menghindar lagi walau terkadang rasa ingin menghindar itu datang ,namun ia bisa mengatasinya. Jangan lupakan kedua orangtua Sehun yang panik setengah mati melihat luka yang tertera dihidung princess kecil mereka. Bahkan Jaejoong menangis ,namun Sophia memberikan pelukan agar sang nenek tidak menangis seperti anak bayi.
Sophia semakin lengket dengan sang daddy ,ketika ia bangun di pagi dan tidak menemukan sang daddy disampingnya ia akan menangis sekencang kencangnya. Sophia juga tidak mau sekolah jika tidak Sehun yang mengantar ,bujuk rayu sang kakek pun tak mempan.
Dampaknya juga berimbas pada Luhan ,dimana setiap pulang sekolah Sophia akan menceritakan Sehun. Semuanya tak terkecuali. Luhan merasa senang juga.
Luhan baru pulang mengajar ,kakinya langsung diarahkan pada kamar karena pasti jam segini sang ibu tercinta tidak ada dirumah. Keluarga Luhan mempunyai kedai kecil yang dulu dikelola oleh sang ayah ,namun semenjak meninggalkan sang ibu lah yang bertanggung atas kedai itu.
Ia merebahkan diri dikasur ,Luhan memejamkan matanya ,akhir akhir ini ada yang aneh dalam dirinya. Wajah Sehun selalu terbesit dalam bayangannya. Hah... seperti anak remaja saja. Luhan pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk menyejukkan badan.
Selesai dengan kegiatan mandi dan berpakaian ,Luhan turun menuju dapur untuk memenuhi hasrat perutnya. Tangannya dengan lincah meracik bahan dapur dan mengolahnya menjadi makanan yang sehat kaya gizi.
"Ibu pulang!!"
Teriak Heechul yang baru memasuki rumah ,indra penciumannya langsung disambut dengan harumnya masakan buat Luhan. Luhan yang masih memasak menoleh sedikit untuk menyambut sang ibu. "Ibu dari kedai ?"
"Eoh.. ,sedang tidak banyak pengunjung jadi ibu pulang sekarang. Mungkin nanti ibu akan kembali kesana saat makan malam. Kau harus ikut karena menyambut tamu special"
"Siapa memangnya ,pacar baru ibu ?"
Heechul mendelik saat Luhan sudah menata piring dan masakan yang ia buat beberapa saat lalu. "Bicaramu Luhan ,ayah mu akan selalu nomor satu dihati ibu. Pokoknya penting ,kau harus dandan yang rapih. Tunjukkan kalau kau itu wanita berumur duapuluh lima tahun ,bukan anak tujuh belas tahun"
"Ibu ~ ,orang mengira seperti itu karena aku awet muda"
"Awet muda darimana nya ,yang ada kau seperti perawan tua"
Uhuk...
Luhan tersedak mendengar perkataan ibunya ,kaget ,lucu ,kesal ,itu yang Luhan rasakan. Melihat anaknya tersedak Heechul langsung memberikan minum pada Luhan dan dilahap dengan rakus oleh Luhan. Helaan napas terdengar tanda sang korban sudah bernapas lega. Luhan menatap sang ibu dengan memicingkan mata. Namun tak lama kemudian tatapan itu berganti menjadi melas merajuk.
"Ibu tega..."
"Aigoo... habiskan makanan mu ,ibu mau tidur siang"
Sang ibu pun berlalu pergi kekamar meninggalkan Luhan dengan tanda tanya besar. Siapa tamu yang akan datang kekedai nanti ,apakah adikku yang menghilang sejak lama ,ah... Kau terlalu drama Lu.
x
x
x
x
x
Sehun beserta keluarga sudah rapih dan bersiap pergi menuju suatu tempat. Namun Sehun tidak diberitahu kemana mereka akan pergi. Sophia terlihat cantik dengan gaun katoon soft blue pink dengan hiasan pita dipinggang gemuknya dengan sepatu berwarna putih dan stocking senada. Jaejoong hanya memakai gaun satin maroon berlengan sepertiga tyang sangat kontras dengan kulit putihnya ,kakinya juga beralas sepatu berhak 3cm yang semakin membuatnya terlihat anggun. Sedang Yunho hanya memakai kemeja berwarna senada dengan Jaejoong dengan celana bahan hitam dan sepatu yang senada dengan celana ,rambutnya ditata keatas memperlihatkan dahinya. Dan Sehun hanya memakai kaos biasa berwarna abu abu yang ditutup oleh blezer berwarna hitam dengan lengan yang ditarik hingga menjadi sepertiga dan celana berwarna senada dengan blezer beserta sepatu.
Sehun merasa bingung karena mobil mereka berhenti didepan kedai makan kecil namun padat pelanggan. Mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki kedai tersebut.
"Selamat datang"
"Lu saem!!!"
"Eh ?"
Luhan kaget bukan main saat menyapa pelanggan yang baru datang dan ternyata itu ada keluarga Sophia. Sophia langsung berlari dan memeluk pinggang Luhan. Jaejoong dan Yunho tersenyum pada Luhan sedangkan Sehun ,jangan tanya ,dia cuek cuek saja seakan mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Heechul yang melihat keluarga Jaejoong sudah datang menyambut hangat dan mempersilahkan duduk pada tempat yang sudah diraih khusus untuk acara pertemuan dua keluarga ini.
Sophia masih betah menempeli Luhan dan Luhan pun tidak merasa keberatan dengan itu. Mereka makan malam bersama tanpa diketahui ada maksud tertentu dari para petua. Antara yang tua tidak ada rasa canggung satu sama lain ,begitu pun si kecil ,namun dua orang dewasa disana masih bingung dan bertanya tanya tentang pertemuan ini.
Jamuan makan pun selesai dan mereka mulai berbincang bincang. Yunho pun akhirnya buka topik utama ,"Sebelumnya paman minta maaf kepada Luhan karena mengadakan makan malam bersama dengan mendadak ,tapi acara ini diadakan pun untuk tujuan masa depanmu"
Alis Luhan menukik tanda ia bingung. Ia menoleh kepada sang ibu dengan pandangan bertanya namun sang ibu hanya tersenyum.
"Kami ingin menjodohkan nak Luhan dengan anak kami Sehun"
"Ibu ?"
"Mwo ?"
Keduanya sama shock ,apaan ini bagaimana bisa ?. Pikiran Luhan linglung seketika. Ia menoleh kepada sang ibu untuk memberikan penjelasan.
"Kau sudah besar ,Sehun juga butuh pendamping. Apa salahnya jika kalian saling melengkapi. Kalian berdua sudah dewasa ,Sehun apalagi. Sudah pernah merasakan bagaimana membangun sebuah keluarga ,jadi ibu tidak perlu takut anak ibu kenapa kenapa"
"Sophia suka punya mommy baru ?" yang ditanya langsung menoleh cepat kearah Jaejoong.
"Memang siapa yang mau jadi mommy Sophia ?"
"Luhan saem" jawab ringan sang nenek tercinta. Mata bulat kecil itu langsung berbinar.
"Benarkah ,benarkah itu daddy ?"
"Bu ,apa ibu serius kamu ini bukan hidup di jaman Raja Jeosen"
"Kau akan dilantik Sehun ,bagaimana bisa kau tidak didampingi istri. Apa kata masyarakat ,pikirkan Sophia sayang. Dia masih kecil ,tidak mungkin bisa menerima cemoohan masyarakat" Sehun melihat kearah Sophia yang sedang disuapi Luhan ,apakah ini akan benar ?
"Lu kau mau kan ?" tanya Heechul dengan pandangan penuh harap.
"Apakah ibu akan bahagia ?"
"Ya ,ibu akan bahagia" Luhan mengulum senyum dan mengangguk tanda iya menerima perjodohan ini.
Sang petua pun tersenyum senang ,begitu juga Sophia walaupun dia tidak mengerti apa yang membuat nenek dan kakeknya tersenyum. Ia hanya bisa menangkap bahwa ia akan punya mommy baru.
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
Tbc
Maafkan yang tidak bisa update secepat yang kalian harapkan ,tapi gantinya aku panjangin ceritanya.
Big thanks for :
selynLH7 , ohjasminxiaolu ,hunhantime ,ruixi1 , Oshundeer ,Hunhania ,rly ,Juna Oh ,hannie080 ,LuVe94 ,Fe261 ,chanyeolsehun72 ,Manggocillo ,seluhundeer ,XoLoveHun ,hunni ,hunhanlove ,diffisalma ,Naru Love Anime, osh1094 ,bunny pink ,i ,xiichya ,misslah ,tinimie ,refirmadiansari62 ,hunhannie1220 ,xoslzyxhh
(Sorry jika ada kesalahan pada penulisan nama ,aku mengusahakan yang terbaik)
Thanks banget ,jangan lupa review,follow ,favorit story aku. Sampai bertemu di chapter depan.
